cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 459 Documents
Pengembangan Buku Panduan Konseling Kelompok untuk Mereduksi Burnout Akademik Siswa SMA Natasya Putri Sentana; Elni Yakub; Donal
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2708

Abstract

Burnout akademik merupakan salah satu permasalahan yang banyak dialami siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan ditandai oleh kelelahan emosional, berkurangnya semangat belajar, serta kecenderungan bersikap acuh terhadap kegiatan akademik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang didukung oleh panduan yang sistematis agar pelaksanaannya lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku panduan konseling kelompok untuk membantu mereduksi burnout akademik pada siswa SMK yang memenuhi aspek kelayakan dan kemudahan penggunaan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Buku panduan yang dikembangkan memuat materi mengenai burnout akademik, pelaksanaan konseling kelompok, serta penerapan beberapa teknik konseling, seperti cognitive restructuring, self instruction, self talk, thought stopping, dan modelling. Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor validasi ahli media sebesar 97% serta validasi ahli materi dan bahasa sebesar 88%. Selain itu, hasil uji praktikalitas oleh guru Bimbingan dan Konseling mencapai 95% yang termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, buku panduan yang dikembangkan dinilai layak dan mudah digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok guna membantu mengurangi burnout akademik pada siswa SMK.
Religiusitas Intrinsik dan Psychological Well-Being Remaja: Peran Mediasi Coping Spiritual Putri Riani; Anna Noprianty; Uzdma Latifah; Preti Preti; Surawan Surawan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2710

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat religiusitas intrinsik yang tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh keyakinan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama, konsistensi dalam beribadah, dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa responden telah menginternalisasikan nilai-nilai agama secara mendalam, sehingga agama tidak hanya dipahami secara teoretis tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi kesehatan mental responden berada pada kategori cukup tinggi hingga tinggi, dengan aspek yang paling menonjol termasuk kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan untuk menjalin hubungan sosial yang baik, dan adanya tujuan hidup yang jelas. Namun demikian, aspek penguasaan lingkungan tetap berada pada kategori cukup, yang menunjukkan bahwa sebagian responden masih menghadapi kesulitan dalam mengelola kehidupan sehari-hari, terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Sebaliknya, coping spiritual tampaknya sangat penting bagi penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat coping spiritual yang tinggi hingga sangat tinggi, yang ditandai dengan keseimbangan antara upaya pribadi, doa, dan kepercayaan kepada Tuhan saat menghadapi masalah. Ini menunjukkan bahwa coping spiritual membantu memperkuat hubungan antara religiusitas intrinsik dan kesehatan mental, yang memungkinkan responden untuk mengelola stres dengan lebih baik dan mempertahankan keadaan pikiran yang stabil.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Nomophobia Pada Siswa SMA di Kota Pekanbaru Lufia Putri; Tri Umari; Donal
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2711

Abstract

Ketika seseorang tidak dapat mengakses atau menggunakan ponsel pintar, mereka mengalami kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan ketakutan. Gangguan psikologis ini dikenal sebagai nomofobia. Aspek akademik, sosial, dan psikologis kehidupan siswa dapat terpengaruh oleh penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan restrukturisasi kognitif dapat mengurangi perilaku nomofobia pada siswa di Madrasah Aliyah (MA) Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, metode eksperimental, dan metodologi kuantitatif. Delapan siswa yang termasuk dalam kategori nomofobia sedang dan tinggi dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Skala nomofobia digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, dan uji Wilcoxon serta uji Normalized Gain (N-Gain) digunakan untuk analisis. Setelah menerima layanan terapi kelompok menggunakan pendekatan restrukturisasi kognitif, tingkat nomofobia peserta menurun, menurut hasil penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perawatan, dengan Asymp. Sig. Nilai (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05). Skor nomofobia menurun pada seluruh partisipan penelitian, seperti yang ditunjukkan oleh nilai peringkat negatif sebesar 8 dan nilai peringkat positif sebesar 0. Sementara itu, layanan konseling kelompok dengan menggunakan strategi restrukturisasi kognitif cukup efektif, menurut hasil uji N-Gain sebesar 0,47. Berdasarkan penelitian ini, layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dapat menjadi intervensi pengganti yang berhasil untuk menurunkan perilaku nomofobia pada siswa Madrasah Aliyah di Kota Pekanbaru.
Studi Analisis Model Project Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SD Syamsurijal; Azaz Akbar; Suarti; Masri
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah periode 2020–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar, Scopus, ERIC, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci project based learning, higher order thinking skills, dan elementary school. Berdasarkan proses seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta tahapan PRISMA, diperoleh 38 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif kualitatif, sintesis tematik, dan perhitungan effect size untuk mengetahui pengaruh penerapan PjBL terhadap HOTS siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Project Based Learning secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, dan kemampuan analisis siswa sekolah dasar. Sebagian besar penelitian menunjukkan kategori effect size sedang hingga tinggi yang menandakan bahwa PjBL efektif meningkatkan keterlibatan aktif siswa melalui proyek kontekstual dan kolaboratif. Selain itu, implementasi PjBL juga mampu meningkatkan motivasi belajar, keterampilan kolaborasi, serta pemahaman konsep secara lebih mendalam dan bermakna.
Perbandingan Kepuasan Siswa Terhadap Makanan di Kantin Sekolah dengan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Menengah Keatas Study Kasus SMA Swasta Teladan Medan Kelvin Klementin; Parlaungan G Siahaan; Alya Alya Ridha Nasution; Lilis Elita Sinaga; Nopita Andiny; Oktaviane Situmorang
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2716

Abstract

Ketersediaan makanan yang sehat dan bergizi di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, serta perkembangan siswa. Sejak diterapkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa memiliki dua sumber makanan utama di sekolah, yaitu kantin sekolah dan program MBG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kepuasan siswa terhadap makanan yang disediakan oleh kantin sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Swasta Teladan Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan siswa terhadap makanan kantin sebesar 66,8, sedangkan terhadap makanan MBG sebesar 60,4. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,196 lebih besar daripada t-tabel sebesar 1,685 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antara kedua kelompok. Kantin sekolah memperoleh tingkat kepuasan yang lebih tinggi karena unggul dalam aspek rasa, variasi menu, kebebasan memilih makanan, serta daya tarik sosial. Sementara itu, Program MBG memiliki keunggulan pada aspek pemenuhan gizi, namun masih memerlukan peningkatan dalam variasi menu, penyesuaian selera lokal, dan kualitas penyajian makanan.
Analisis Elemen Kisah Teladan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F Kurikulum Merdeka Abdullah Abdullah; Abdul Khair; Yuanda Dwi Safitri; Al-Ghina Latieva
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2719

Abstract

Kisah teladan merupakan elemen penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak yang berfungsi menanamkan nilai-nilai keimanan dan karakter melalui figur inspiratif dalam sejarah Islam. Dalam Kurikulum Merdeka, materi kisah teladan disusun secara bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik (Fase D, E, F). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan fungsi pedagogis elemen kisah teladan pada setiap fase, serta perbedaan pendekatan terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari dokumen SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, buku teks, artikel jurnal, serta literatur yang relevan. Analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Fase D (MTs), kisah teladan berfungsi sebagai pengenalan tokoh dan nilai moral dasar melalui pendekatan imitasi dan pembiasaan. Pada Fase E (MA kelas X), kisah diarahkan pada analisis kritis dan kontekstualisasi nilai dalam realitas sosial remaja. Pada Fase F (MA kelas XI-XII), kisah ini menekankan internalisasi nilai, refleksi mendalam, dan pengambilan keputusan moral secara mandiri. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi gradasi pedagogis lintas fase serta implikasinya terhadap pengembangan metode pembelajaran. Kesimpulannya, efektivitas kisah teladan sangat bergantung pada kesesuaian antara karakteristik materi dan tahap perkembangan peserta didik
Hubungan antara Self Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo Fasya Al Fauziah Ganny; Anik Indarwati; Zulkarnain
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2720

Abstract

Mahasiswa kedokteran berada pada fase pendidikan yang memiliki tuntutan akademik tinggi, kompetisi yang ketat, serta tekanan untuk mempertahankan performa akademik secara konsisten. Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai tekanan psikologis, salah satunya impostor syndrome, yaitu kondisi ketika individu merasa dirinya tidak kompeten meskipun memiliki pencapaian akademik yang baik. Dalam menghadapi kondisi tersebut, faktor psikologis dalam diri individu menjadi hal yang penting, salah satunya adalah self-esteem. Self-esteem diyakini dapat membantu mahasiswa dalam menilai kemampuan diri secara positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengurangi keraguan terhadap kemampuan akademik yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan impostor syndrome pada mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 89 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 115 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan Skala Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) dan Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) yang diadaptasi oleh Nurhikmah (2019). Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel self-esteem memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.914 dan impostor syndrome sebesar 0.806 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self-esteem dengan impostor syndrome pada mahasiswa kedokteran. hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem mahasiswa maka semakin rendah kecenderungan impostor syndrome yang dialami. Sebaliknya, mahasiswa dengan self-esteem rendah cenderung mengalami keraguan terhadap kemampuan diri, ketakutan dianggap tidak kompeten, serta kesulitan menerima keberhasilan akademik.
Analisis Strategi Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Kelas III SD Negeri 2 Konda Dewi Sapira; Kasmawati; Ahmad Rustam
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan minat baca siswa kelas III SD Negeri 2 Konda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru wali kelas III dan enam orang siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa siswa tersebut memiliki kemampuan membaca yang belum lancar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menumbuhkan minat baca siswa dilakukan melalui pembiasaan membaca sebelum pembelajaran selama 10–15 menit, penggunaan pojok baca, pemberian motivasi, penerapan membaca nyaring, serta pemberian tugas membaca. Faktor pendukung meliputi adanya kegiatan literasi yang terjadwal, ketersediaan pojok baca, dukungan orang tua, serta ketertarikan sebagian siswa terhadap kegiatan membaca. Sementara itu, faktor penghambat meliputi tingginya penggunaan gadget oleh siswa, keterbatasan bahan bacaan, rendahnya minat baca, serta kemampuan membaca siswa yang belum merata. Selain itu, ditemukan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dimiliki guru belum diterapkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain memberikan motivasi kepada siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua, menyediakan fasilitas membaca sederhana, serta memberikan tugas membaca di rumah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam menumbuhkan minat baca siswa telah dilaksanakan, namun masih perlu ditingkatkan terutama dalam optimalisasi pelaksanaan pembelajaran dan penyediaan bahan bacaan yang lebih bervariasi.
Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia dan Strategi Pengembangannya Nailah Dhafiyah Widyatmaka; Eka Dalilah Putri; Nadia Tsalitsa Az’zahra; Machdum Bachtiar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2724

Abstract

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan aspek strategis dalam organisasi yang berfokus pada pengelolaan manusia sebagai aset utama guna mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian MSDM, peran dan fungsinya dalam pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusinya terhadap strategi pengembangan organisasi di tengah dinamika global. Pembahasan mencakup peran strategis MSDM dalam perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, hingga retensi karyawan. Selain itu, artikel ini juga menguraikan fungsi MSDM yang terdiri atas fungsi manajerial dan operasional, serta manfaat MSDM dalam meningkatkan produktivitas, membangun budaya kerja positif, mengelola konflik, dan menekan tingkat turnover karyawan. Dalam konteks pengembangan organisasi, MSDM berperan penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan talenta, pengembangan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi digital. Lebih lanjut, artikel ini menekankan pentingnya kompetensi profesional SDM global sebagai arah pengembangan MSDM guna menghadapi persaingan internasional dan perubahan teknologi yang cepat. Dengan demikian, MSDM tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas administratif, tetapi juga sebagai faktor strategis yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan organisasi di masa depan.
Teachers’ Perceptions of Artificial Intelligence Utilization in English Language Teaching at an Islamic Boarding School Fajar Wirawan; Loly Novita; Widi Syaftinentias
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2728

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has influenced English language learning by providing various tools such as ChatGPT, Grammarly, and Duolingo. This study aimed to explore teachers’ perceptions of AI use in English language learning at an Islamic senior high school in Pekanbaru. A descriptive qualitative method was employed, involving English teachers selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers generally had positive perceptions of AI. They believed that AI helped improve students’ vocabulary, grammar, pronunciation, and learning motivation. AI also assisted teachers in preparing learning materials and creating interactive learning activities. However, several challenges were identified, including limited technological skills, internet access issues, and concerns about students’ overreliance on technology. The study concludes that AI can effectively support English language learning when used appropriately and responsibly by teachers.