cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 454 Documents
Shaping Shaping Future Classrooms: English Pre-Service Teachers’ Experiences with AI-Driven Teaching and Learning Mclean HY; Nurfadilah Nadjib; Rosnani Abdul Rahman; Nurqadriyanti Hasanuddin; Fajriani
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2918

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh analisis kuantitatif deskriptif untuk mengkaji dampak teknologi berbasis deep learning dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Partisipan terdiri atas 25 calon guru Bahasa Inggris dari Polewali Mandar yang mengisi kuesioner 30 butir dengan skala Likert 5 poin, serta lima orang yang diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para calon guru memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menggunakan AI (M = 3,93), literasi AI yang baik (M = 3,70), serta sikap positif terhadap AI (M = 3,92). Dukungan institusi juga tergolong kuat (M = 3,75), meskipun kebutuhan pelatihan masih sangat tinggi (M = 4,25). Selain itu, mereka menunjukkan niat yang kuat untuk menggunakan AI (M = 3,84), terutama guru yang lebih berpengalaman yang menilai AI sangat bermanfaat (M = 4,32). AI dipandang membantu dalam perencanaan pembelajaran, meningkatkan kreativitas, efisiensi, serta kemandirian belajar siswa. Namun, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan berlebihan pada AI yang dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, memicu kemalasan akademik, dan mengurangi interaksi sosial. Secara keseluruhan, calon guru EFL menunjukkan kesiapan dan sikap positif terhadap integrasi AI, dengan catatan perlunya pelatihan, dukungan institusi, dan pedoman etis yang memadai.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Permainan Kubus Bergambar Pada Kelompok A di TK Bunda Pertiwi Desa Sinar Konawe Kepulauan Yusti; Salwiah; Arvyaty
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui permainan kubus bergambar kelompok A di TK Bunda Pertiwi desa sinar mas kecamatan wawonii tenggara kabupaten konawe kepulauan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik pada kelompok A TK Bunda Pertiwi Desa Sinar Mas yang berjumlah 16 Orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tahap-tahap penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas, yaitu perecanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh presentase keterlaksanaan 66,67%. Hasil aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh presentase ketercapaian 66,67%. Hasil belajar anak meningkatkan kemampuan menghitung anak melalui permainan kubus bergambar diperoleh presentase sebesar 75% anak yang memperoleh nilai BSB dan BSH. Pada siklus II hasil observasi aktivitas mengajar guru mengalami peingkatan sebesar 86,67%. Hasil observasi aktivitas belajar anak mengalami peningkatan sebesar 86,67%. Hasil belajar anak meningkatkan kemampuan menghitung angka melalui permainan kubus bergambar pada siklus II diperoleh presentase ketercapaian sebesar 87,5%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kemampuan menghitung anak dapat ditingkatkan melalui permainan kubus bergambar di kelompok A TK Bunda Pertiwi Konawe Kepulauan.
Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Islam Angkatan 2023 UIN Datokarama Palu Andi Besse Tenri Luwu; Novianto
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2922

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan yang dilakukan secara sengaja terhadap tugas-tugas akademik meskipun individu menyadari bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Fenomena prokrastinasi akademik menjadi salah satu permasalahan yang cukup sering ditemukan di lingkungan perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab prokrastinasi akademik pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis frekuensi sederhana untuk mengidentifikasi kecenderungan faktor dominan. Data kualitatif yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan tema dan dihitung frekuensi kemunculannya untuk melihat kecenderungan faktor yang dominan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 25 informan mahasiswa angkatan 2023. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Angkatan 2023 UIN Datokarama Palu dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu lingkungan pertemanan, penggunaan media sosial, dan cara dosen dalam menyampaikan tugas. Faktor yang paling dominan adalah lingkungan pertemanan (52%), diikuti oleh penggunaan media sosial (28%) dan cara dosen dalam menyampaikan tugas (20%).
Hate Speech Scale: Measuring Instrument Construction Lutfia Fitriani; Aulia ‘Azizatun Nisaa; Dahlia Nafisa Julyanita; Muhammad Arqan Zahran Putra Yuliandry; Ryanaila Shaka Diba Suryana; Tiara Cahaya Kirani; Tahrir Tahrir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2923

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat memunculkan fenomena ujaran kebencian yang mengancam kualitas diskursus publik, termasuk di kalangan mahasiswa. Namun, instrumen pengukuran ujaran kebencian yang terstandar dan sesuai dengan konteks lokal Indonesia, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Islam, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi serta menguji validitas dan reliabilitas alat ukur ujaran kebencian berdasarkan teori Bhikhu Parekh (2012) pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, dan kecocokan model yang baik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain terapan. Sebanyak 721 mahasiswa berpartisipasi melalui teknik accidental sampling. Konstruksi alat ukur mengacu pada tiga tahap Loevinger, yaitu validitas substantif, struktural, dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 7 item memiliki validitas isi yang baik (Aiken’s V > 0,7), daya beda item tinggi (corrected item-total correlation > 0,3), dan reliabilitas sangat baik (Cronbach’s Alpha = 0,945). Analisis CFA mengkonfirmasi tiga dimensi utama, yaitu Targeted Against Identifiable Group, Stigmatization, dan Legitimizes Hostility, dengan loading factor > 0,94 serta indeks kecocokan model yang baik (RMSEA = 0,073; NFI, NNFI, CFI, IFI ≥ 0,99). Nilai CR sebesar 0,96 dan VE 0,76 memenuhi kriteria. Validitas konvergen ditunjukkan oleh korelasi positif kuat dengan cyber bullying (r = 0,748), sedangkan validitas diskriminan ditunjukkan oleh korelasi negatif dengan etika digital, integritas moral, dan kecerdasan moral. Instrumen ini terbukti valid, reliabel, dan layak digunakan untuk mengukur kecenderungan ujaran kebencian pada mahasiswa.
Pengaruh Filter Bubble di Media Sosial terhadap Minat Beli Konsumen Raihan Firjatullah Irvanianto; Mutiara Azka Saharani Putri; Muhammad Aulia Akbar; Ferry Darmawan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2932

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai sarana pemasaran digital mendorong penggunaan algoritma personalisasi yang memunculkan fenomena filter bubble, yaitu kondisi ketika pengguna lebih sering terpapar pada konten yang homogen dan relevan sesuai preferensinya. Fenomena ini diduga memengaruhi minat beli konsumen melalui paparan konten produk yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filter bubble di media sosial terhadap minat beli konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 mahasiswa di Kota Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter bubble berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (<0,05) dan nilai t hitung sebesar 10,889, serta uji F dengan signifikansi 0,000 dan F hitung sebesar 118,563. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,585 menunjukkan bahwa filter bubble mampu menjelaskan 58,5% variasi minat beli konsumen. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi paparan filter bubble, semakin tinggi minat beli konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan memanfaatkan personalisasi konten secara strategis dan etis untuk meningkatkan minat beli tanpa mengurangi keberagaman informasi yang diterima konsumen.
Mental Health Literation Scale: Constraction and Psychometric Property Muhammad Rizqi Al Fatih; Rizqi Fadilla; Adhwa Elisya Putri Sudirman; Naila Aurellia Putri; Nurul Azkiya; Salsabila Septiani Putri; Tahrir Tahrir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman para mahasiswa tentang kesehatan mental di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Mental Health Literacy adalah sebuah pengetahuan dan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang tentang kesehatan mental. Hal ini mencakup kemampuan untuk mengenali gejala gangguan mental, memahami faktor penyebab dan risiko dari terjadinya masalah kesehatan mental, mengetahui cara bantuan yang bisa dilakukan sendiri atau mendapatkan bantuan dari tenaga profesional, memiliki sikap yang baik terhadap mencari bantuan, serta mampu mengakses informasi mengenai kesehatan mental dari sumber sumber yang dapat dipercaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini melibatkan 631 mahasiswa aktif di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian dibuat berdasarkan konsep Mental Health Literacy dari Jorm et al.(1997), yang terdiri dari 12 butir pertanyaan dan 6 dimensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua item memiliki validitas isi yang cukup baik, dengan nilai Aiken’s V berkisar antara 0,75 hingga 1,00. Nilai Corrected Item-Total Correlation untuk semua item juga berada di atas 0,30. Selain itu, instrumen ini memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,818. Analisis Confirmatory Factor Analysis menunjukkan bahwa model ini memiliki kesesuaian yang cukup baik, dengan nilai RMSEA sebesar 0,074 dan faktor loading berkisar antara 0,51 hingga 0,83. Selain itu, nilai Construct Reliability (CR) sebesar 0,88 menunjukkan bahwa konstruk tersebut memiliki reliabilitas yang cukup baik. Penelitian menunjukkan bahwa instrumen Mental Health Literacy yang dibuat memiliki kualitas pengukuran yang cukup baik, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman Mental Health Literacy di kalangan mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam membuat program pembelajaran dan penyuluhan tentang kesehatan mental di lingkungan kampus.
Pengaruh Social comparison Terhadap Subjective well-being Pada Mahasiswa Pengguna Instagram Di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo Rosniaty S. Umar; Fendi Ntobuo; Sri Ayu Mutmainah Kurniawati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2940

Abstract

Penggunaan Instagram yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa memberikan manfaat dalam komunikasi, sosial, dan akses informasi. Namun, penggunaan media sosial juga dapat mendorong munculnya perilaku Social comparison yang berpotensi memengaruhi Subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social comparison terhadap Subjective well-being pada mahasiswa pengguna Instagram di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social comparison yang diadaptasi dari Daniartha (2025) dan skala Subjective well-being yang diadaptasi dari Situmorang (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social comparison berpengaruh signifikan terhadap Subjective well-being dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 menunjukkan bahwa Social comparison memberikan kontribusi sebesar 99,0% terhadap Subjective well-being, sedangkan sisanya sebesar 1,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Social comparison, semakin tinggi Subjective well-being mahasiswa pengguna Instagram. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung melakukan Social comparison secara positif dan adaptif dengan menjadikan pencapaian, pengalaman, dan keberhasilan orang lain sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi meningkatkan literasi digital, pengelolaan emosi, serta penggunaan media sosial bijak dan sehat di era digital.
Moral Intelligence : Psychometric Properties Kinanti Muslimah Tsalatsa; Nida Nisa Nabila; Hury Firdaus Karima; Nafisa Ilmi Aghnia; Faiza Dwi Anugrah; Aisah Putri Dewi; Tahrir Tahrir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2941

Abstract

Kecerdasan moral (Moral Intelligence) merupakan kemampuan individu untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menguji kualitas psikometrik alat ukur Moral Intelligence pada mahasiswa berdasarkan teori Lennick dan Kiel yang mencakup empat dimensi, yaitu integrity, responsibility, compassion, dan forgiveness. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain konstruksi alat ukur. Subjek penelitian berjumlah 721 mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengembangan instrumen mengacu pada kerangka Loevinger melalui fase substantif dan fase struktural. Analisis data dilakukan dengan uji validitas isi menggunakan Aiken’s V, uji daya beda item, uji reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta uji validitas konstruk menggunakan Second-Order Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas isi yang baik dengan nilai Aiken’s V berkisar antara 0,79–0,96 dan memenuhi kriteria daya beda item dengan korelasi item-total di atas 0,30. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,856 yang menunjukkan konsistensi internal tinggi. Selain itu, hasil CFA menunjukkan model pengukuran memiliki tingkat kecocokan yang baik dengan data empiris. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen Moral Intelligence yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai sehingga layak digunakan untuk mengukur kecerdasan moral pada mahasiswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Direct Instruction Berbantuan Media Video Interaktif Terhadap Pemahaman Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas III MI Hikmatul Hasanah Keusik Elis Qurota 'Ayun; Ika Evitasari Aris; Fauzi Fadliansyah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Direct Instruction berbantuan media video interaktif terhadap pemahaman belajar dan motivasi belajar siswa kelas III MI Hikmatul Hasanah Keusik pada mata pelajaran IPAS dengan materi Lingkungan Alam dan Buatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 11 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian mencakup tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman belajar dan angket skala Likert untuk mengukur motivasi belajar. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman belajar dari 11,45 (pretest) menjadi 12,73 (posttest). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,001) yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap pemahaman belajar siswa. Skor motivasi belajar juga meningkat dari rata-rata 85,45 menjadi 115,64. Hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata 0,6473 dengan kategori sedang. Validasi instrumen oleh tiga ahli menunjukkan kategori sangat layak. Dengan demikian, model Direct Instruction berbantuan media video interaktif terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
Stigma Diri Pada Individu Yang Mengalami Gejala Mental Illness Salsabila Khoerunnisa; Bunga Nurfarida; Indri Putri Aulia; Rahma Nursaid Munawar; Witri Mulya Haini; Raditya Ahsan Zulfikar; Tahrir Tahrir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik psikometrik instrumen Self-Stigma Mental Illness pada mahasiswa berdasarkan model teoritis Patrick Corrigan yang mencakup empat dimensi, yaitu awareness, agreement, application, dan harm. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pada tahap kualitatif dilakukan penyusunan konstruk, penentuan indikator, expert judgment, dan uji validitas konten. Pada tahap kuantitatif dilakukan pengujian validitas, reliabilitas, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA). Data dikumpulkan menggunakan skala Likert lima pilihan respons dan melibatkan 608 mahasiswa dari total populasi 631 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas konten yang baik dengan nilai Aiken’s V berkisar antara 0,75–0,92. Uji daya beda menunjukkan nilai Corrected Item-Total Correlation sebesar 0,347–0,511 sehingga seluruh item dinyatakan layak. Instrumen memiliki reliabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,710 dan Construct Reliability sebesar 0,821. Hasil CFA menunjukkan model memiliki tingkat kesesuaian yang sangat baik (Chi-Square = 3,78; p = 0,70666; RMSEA = 0,000). Dengan demikian, instrumen Self-Stigma Mental Illness dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur tingkat stigma diri pada mahasiswa.