cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 454 Documents
Pengembangan dan Validasi Skala Cyberbullying pada Mahasiswa Dzafira Rizqiya Nahdah; Putri Salsabila Ramadhani; Nazwa Aulia; Dhiva Fachira Radhita; Ridzky Hidayat; Hilma Humaira Fatimatu Az-Zahra; Tahrir Tahrir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas instrumen Cyberbullying Scale berdasarkan tujuh dimensi cyberbulling dari Willard, yaitu flaming, harassment, denigration, impersonation, outing and trickery, exclusion, dan cyberstalking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain instrument development research pada 721 mahasiswa UIN Bandung. Analisis data dilakukan melalui uji validitas isi, uji daya beda item, reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas yang baik, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,929 dan model CFA yang memenuhi kriteria good fit. Selain itu, nilai Construct Reliability (CR = 0,98) dan Average Variance Extracted (AVE = 0,79) menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas konstruk yang kuat. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur cyberbullying pada mahasiswa.
Konsep Dasar Teknologi Pembelajaran PAI Sri Marlia Puteri Taridala; Hadi Mahmud; Nurdin Karim; Imelda Wahyuni
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2981

Abstract

Makalahl ini bertujuan merumuskan konsep dasar teknologi pembelajaran dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan studi kepustakaan yang sistematis. Berpijak pada analisis isi tematik terhadap literatur akademik terverifikasi rentang 2015–2025, riset ini menelisik akar epistemologis, kawasan utama, landasan filosofis-teologis, serta model integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI. Temuan mengungkapkan bahwa pemaknaan teknologi pembelajaran PAI masih kerap direduksi menjadi sekadar perkakas teknis, alih-alih dipahami sebagai suatu ekosistem utuh yang mencakup desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran. Secara konseptual, teknologi pembelajaran PAI merupakan ikhtiar sistematis dan bernilai untuk memfasilitasi transformasi pengetahuan, penghayatan spiritual, dan keterampilan beragama peserta didik secara etis dan bermakna. Kajian ini juga memetakan kontribusi kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan model Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition (SAMR) sebagai panduan teoretis, sekaligus menyoroti pergeseran paradigma evaluasi dari asesmen hafalan menuju pendekatan autentik dan holistik berbasis digital. Meskipun potensi transformatifnya signifikan, implementasi di lapangan masih dihadapkan pada kesenjangan infrastruktur, keterbatasan kompetensi digital pendidik, serta belum optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam platform pembelajaran. Dengan demikian, konsep dasar teknologi pembelajaran PAI meniscayakan sinergi antara kecakapan teknologis, kearifan spiritual, dan kepekaan pedagogis agar teknologi benar-benar berfungsi sebagai wasilah yang mengantarkan peserta didik pada tujuan hakiki pendidikan Islam: membentuk insan bertakwa, berakhlak mulia, dan cakap menghadapi tantangan zaman.
Hubungan Kemampuan Pengedalian Diri dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja pada Mahasiswa di Universitas X Nofriani Fransiska A. Nadu; Andreas Yudha Fery Nugroho; Haniek Farida
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kemampuan pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa di Universitas X. Hipotesis penelitian menyatakan adanya hubungan negatif antara kemampuan pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 115 mahasiswa Universitas X. Data dikumpulkan menggunakan skala kemampuan pengendalian diri dan skala perilaku seksual pranikah, kemudian dianalisis menggunakan korelasi  Pearson produc moment.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kemampuan pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah (r = –0,704; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan pengendalian diri yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah perilaku seksual pranikah yang ditunjukkan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,495 menunjukkan bahwa kemampuan pengendalian diri memberikan kontribusi efektif sebesar 49,5% terhadap perilaku seksual pranikah, sedangkan 50,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Pengembangan Alat Ukur Cheating pada Mahasiswa Muhammad Fathur Rohman Setiawan; Muhammad Fauzan Atallah; Cyntia Fajriani Putri; Yulia Puspita Hidayani; Nayshila Azania Ramadhani; Fitri Aulia Dzulhijah; Salsabilla Aiga Rahman; Tahrir; Arif Budiman Al Fariz
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2991

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur cheating pada mahasiswa berdasarkan teori Gregory J. Cizek, karena kecurangan akademik masih menjadi persoalan yang relevan di lingkungan perguruan tinggi. Subjek penelitian adalah 680 mahasiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih melalui teknik random sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert. Pengembangan instrumen dilakukan melalui tiga tahap, yaitu validitas substantif, validitas struktural, dan validitas eksternal. Analisis data mencakup uji validitas isi menggunakan Aiken's V, uji daya beda aitem dengan korelasi product moment Pearson, uji reliabilitas Cronbach's Alpha, Exploratory Factor Analysis (EFA), dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan LISREL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki validitas isi yang sangat baik dengan nilai Aiken's V di atas 0,50, daya beda aitem tergolong tinggi, serta reliabilitas yang sangat kuat dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,943. Hasil CFA juga menunjukkan model tiga dimensi yang dikembangkan yaitu Giving, Taking, or Receiving Information; Using Prohibited Materials; dan Circumventing or Taking Advantage of the Testing Process memiliki kecocokan model yang baik. Selain itu, skala ini juga menunjukkan validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas komposit yang memadai. Dengan demikian, alat ukur cheating yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa.
Pendekatan Gospel-Centered dalam Pembelajaran Alkitab bagi Perubahan Karakter Anak Sekolah Minggu Syarifah Noor Habibah; Antoni Bastian
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan Gospel-Centered dalam pembelajaran Alkitab di Sekolah Minggu, kontribusi pendekatan Gospel-Centered terhadap perubahan karakter anak Sekolah Minggu, dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan pendekatan Gospel-Centered dalam pembelajaran Alkitab bagi perubahan karakter anak Sekolah Minggu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data menggunakan sumber sekunder yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik kualitatif yang terdiri dari analisis sebelum di lapangan, analisis selama dan setelah di lapangan, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Gospel-Centered relevan diterapkan dalam pembelajaran Alkitab di Sekolah Minggu karena berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak melalui internalisasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, pengampunan, dan kerendahan hati. Keberhasilan penerapannya didukung oleh faktor kerja sama antar guru, keterlibatan keluarga, ketersediaan bahan ajar, penggunaan media pembelajaran yang sesuai, lingkungan pelayanan yang kondusif, semangat belajar dan keterlibatan anak, keteladanan orang tua, serta lingkungan keluarga yang harmonis. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, rendahnya keterlibatan orang tua, keterbatasan waktu pembelajaran di gereja, perbedaan tingkat pemahaman anak, rentang perhatian anak yang terbatas, pengaruh lingkungan pergaulan, serta tantangan perkembangan media digital.
Pengembangan Skala Integritas Moral Mahasiswa Aqila Zainina Salsabila; Fitri Nuraini Mardiyya; Ilham Ramadhan; Rahma Alya Ibnati; Raden Roro Bunga Putri N. A. P.; Salsan Nurbaiti Handayani; Zahfany Hazmiyati Abdillah; Tahrir; Arif Budiman
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2996

Abstract

Integritas moral merupakan kemampuan individu untuk membedakan tindakan yang benar dan salah, bertindak secara konsisten sesuai prinsip moral, serta mempertanggungjawabkan keputusan moral yang diambil. Meskipun penting dalam konteks kehidupan akademik mahasiswa, instrumen yang mengukur integritas moral secara komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kualitas psikometrik Skala Integritas Moral (SIM) yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu Moral Discernment, Consistent Behavior, dan Public Justification. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen. Subjek penelitian berjumlah 745 mahasiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen terdiri atas 9 butir yang dikembangkan berdasarkan kerangka teoritis Olson dan Carter. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh butir memiliki daya diskriminasi yang tinggi (r = 0,743–0,788) dan ketiga dimensi berkorelasi kuat dengan skor total (r = 0,888–0,895). Reliabilitas instrumen tergolong sangat baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,911. Hasil Confirmatory Factor Analysis menunjukkan kesesuaian model yang sangat baik (RMSEA = 0,036; NFI = 0,99; NNFI = 1,00; CFI = 1,00; IFI = 1,00). Selain itu, diperoleh nilai Composite Reliability sebesar 0,93 dan Average Variance Extracted sebesar 0,61. Validitas konvergen didukung oleh korelasi positif yang kuat dengan Moral Intelligence (r = 0,795; p < 0,01), sedangkan validitas diskriminan ditunjukkan melalui korelasi negatif dengan Academic Dishonesty, Cheating, dan Academic Misconduct. Temuan ini menunjukkan bahwa Skala Integritas Moral merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur integritas moral pada mahasiswa.
Pengaruh Pemberdayaan Administrasi terhadap Komitmen Organisasi dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Guru SMP Se-Kabupaten Konawe Kepulauan) Herni; Samdin; La Ode Suriadi; Wa Ode Dien Indalestari
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh pemberdayaan administrasi terhadap komitmen organisasi dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi (Studi pada Guru SMP Se-Kabupaten Konawe Kepulauan) baik secara langsung maupun melalui mediasi. Pendekatan penelitian ini adalah survei dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan secara cross-section dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah 93 karyawan tetap dan peneliti di jadikan responden penelitian. Peralatan analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Pemberdayaan administrasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Selain itu, kepuasan kerja terbukti mampu memediasi parsial secara signifikan pengaruh pemberdayaan administrasi terhadap komitmen organisasi.
Knowing Is Not Enough: Refleksi Calon Guru tentang Tanggung Jawab Profesional dan Keterlambatan di Kelas Siti Shaliha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3000

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mahasiswa calon guru mempersepsikan dan merefleksikan keterlambatan berulang mereka dalam perkuliahan Social Emotional Learning (SEL), dengan fokus khusus pada kesenjangan antara kesadaran profesional dan perilaku aktual. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif yang melibatkan 17 mahasiswa calon guru dalam program Pendidikan Bahasa Inggris. Data dikumpulkan dari dua sumber: catatan kehadiran selama tujuh sesi perkuliahan dan refleksi tertulis yang merespons lima pertanyaan terbuka. Analisis tematik mengungkapkan tiga tema utama. Pertama, partisipan menunjukkan kesadaran profesional yang matang, mengartikulasikan bahwa ketepatan waktu sangat penting untuk kredibilitas, rasa hormat, dan keteladanan. Kedua, mereka mengkonstruksi narasi pembenaran yang menyeimbangkan atribusi internal dan keadaan eksternal. Ketiga, kesenjangan knowing–doing yang persisten muncul, di mana mahasiswa yang paling sering terlambat menghasilkan refleksi paling artikulatif tentang profesionalisme. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran profesional tidak secara otomatis diterjemahkan ke dalam perubahan perilaku. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pembentukan identitas profesional dengan menyoroti perlunya program pendidikan guru untuk mengatasi keterampilan regulasi diri di samping kesadaran kognitif. Implikasi untuk pedagogi SEL dan pengembangan calon guru didiskusikan.
Makna Tumpeng Tempe dalam Ritual Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen Dewi Mutiatus Sholicha; Vika Yolanda Anjani; Erwin Kusuma Wardana; Kukuh Sinduwiatmo
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3001

Abstract

Tradisi Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, memiliki kekhasan budaya dengan mewajibkan kehadiran Tumpeng Tempe sebagai syarat mutlak dan ikon utama ritual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk membongkar makna simbolik Tumpeng Tempe dalam ritual Ruwah Desa, guna melihat bagaimana masyarakat mengonstruksi identitas ekonomi mereka ke dalam sebuah tradisi keagamaan dan kebudayaan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam bersama dua informan yang terlibat aktif sejak awal tradisi, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui lensa teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempe mengalami pergeseran makna dari entitas profan berupa lauk-pauk harian menjadi medium komunikasi spiritual yang sakral. Tumpeng Tempe dimaknai sebagai representasi identitas kolektif desa sentra perajin tempe, lambang kesederhanaan, serta wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Bentuk kerucut pada tumpeng secara khusus melambangkan komunikasi vertikal untuk penyampaian doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian prosesi adat ini juga berfungsi sebagai media komunikasi sosiokultural yang memperkuat gotong royong dan solidaritas warga. Meskipun demikian, arus modernisasi memunculkan tantangan nyata berupa menurunnya pemahaman filosofis dan antusiasme partisipasi generasi muda, sehingga sangat diperlukan upaya pewarisan dan pelestarian yang berkesinambungan agar identitas lokal ini tetap lestari.
Hubungan Penggunaan Media Sosial TikTok terhadap Brain Rot Remaja Slamet Danu Wijianto; Titik Muti’ah; Haniek Farida
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3005

Abstract

Media sosial TikTok menyediakan hiburan cepat dan instan lewat algoritma video singkat sehingga menyebabkan gangguan terhadap perkembangan remaja pada aspek sosial,emosional dan kognitif. Fenomena kelelahan mental dan kognitif yang diakibatkan konsumsi berlebihan konten video pendek tidak berbobot disebut dengan isitilah Brain Rot oleh Oxford World Press 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara penggunaan media sosial TikTok dan Brain Rot remaja. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional.Populasi dalam penelitian ini adalah 115 mahasiswa X Angkatan 2025. Teknik pengumpulan subjek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria (1) Mahasiswa X Angkatan 2025; (2) Memiliki akun di media sosial TikTok; (3) Berusia 18-21 Tahun. Hasilnya, terdapat 70 orang yang memenuhi kriteria, sehingga total 61 peserta penelitian yang direkrut melalui penyebaran kuesioner via tautan Google Forms. Variabel penggunaan media sosial TikTok dikur menggunakan skala dari aspek teori SONTUS (Social Networking Time Use Scale) Olufadi, (2016) dan skala Brain Rot dari aspek Yousef et al., (2025).Analisis hasil penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dari pearson dengan software Jamovi version 2.6.44 for windows. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel penggunaan media sosial TikTok dan Brain Rot dengan nilai r positif. r = 0,352 dengan nilai p-value = 0,005 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi R² = 0,124 menunjukkan penggunaan TikTok menyumbang 12,4% terhadap fenomena Brain Rot remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya untuk membatasi penggunaan media sosial dan konsumsi video pendek bagi remaja dan bagi orang tua penting untuk memberikan kontrol terhadap penggunaan media sosial remaja.