cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 459 Documents
Dinamika Migrasi Pekerja Migran Indonesia di Desa Cempala Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas dalam Perspektif Sosiologi Rizqi Ratna Paramitha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika migrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Cempala, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas dalam perspektif sosiologi dengan menggunakan teori migrasi Everett S. Lee. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menjadi pekerja migran, Keputusan sebagai pekerja migran illegal  dipengaruhi oleh faktor pendorong (push factors) berupa terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya pendapatan, dan kebutuhan ekonomi keluarga, serta faktor penarik (pull factors) berupa tingginya upah, peluang kerja yang lebih luas, dan kedekatan geografis dengan Malaysia. Selain itu, hambatan migrasi seperti biaya Risiko-resiko sebagai buruh migran illegal bekerja di luar negeri tidak mengurangi minat masyarakat untuk bermigrasi karena didukung oleh karakteristik individu, motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Literasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Model PISA Konten Uncertainty and Data Ditinjau dari Self-Efficacy Nur Alfin Azizah; Lestariningsih
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3011

Abstract

Penelitian ini menggunakan soal model PISA pada konten uncertainty and data dengan konteks personal serta meninjau self-efficacy siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal model PISA pada konten uncertainty and data ditinjau dari self-efficacy. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas IX, yaitu satu siswa dengan self-efficacy tinggi dan satu siswa dengan self-efficacy rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan matematika, angket self-efficacy, tes literasi matematika, dan wawancara. Indikator literasi matematika yang digunakan mengacu pada proses formulate (merumuskan), employ (menerapkan), dan interpret (menafsirkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy tinggi mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi dua dari tiga proses literasi matematika, yaitu formulate dan interpret. Siswa dengan self-efficacy tinggi mampu mengidentifikasi informasi dalam soal dan merepresentasikannya untuk menemukan solusi, merancang strategi penyelesaian yang efektif, serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dengan alasan yang logis. Namun, siswa tersebut masih melakukan kesalahan dalam menerapkan prosedur penyelesaian sehingga belum memenuhi indikator employ. Sementara itu, siswa dengan self-efficacy rendah mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi proses literasi matematika formulate dan employ. Siswa dengan self-efficacy rendah mampu mengidentifikasi informasi dalam soal dan merepresentasikannya untuk menemukan solusi, merancang strategi penyelesaian, menerapkan prosedur penyelesaian dengan benar, serta mengevaluasi hasil yang diperoleh dengan alasan yang logis. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami kemampuan literasi matematika siswa sebagai dasar dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kemampuan literasi matematika masing-masing siswa.
Inovasi Kurikulum di Era Distrupsi Saleh Sutrisna; Herman; Muh. Yahya Ubaid; Samsuri
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3015

Abstract

Era disrupsi ditandai oleh perubahan yang cepat dan mendasar akibat perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan globalisasi yang berdampak signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk desain kurikulum. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan serius dalam menjaga relevansi nilai-nilai keislaman di tengah kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi inovasi kurikulum PAI serta mengembangkan model konseptual yang mengintegrasikan nilai Islam dengan pendekatan pedagogis modern dan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur sistematis, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis tematik (thematic analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI konvensional tidak lagi mampu menjawab tuntutan era disrupsi. Terdapat kesenjangan antara pendekatan pembelajaran tradisional dengan kebutuhan peserta didik generasi digital. Penelitian ini menawarkan model Integratif–Adaptif–Transformatif (IAT) sebagai kerangka inovasi kurikulum yang menggabungkan nilai teologis, pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik, serta integrasi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum harus bersifat holistik dan transformatif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Model yang diusulkan menjadi kontribusi ilmiah baru dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara sistematis dalam konteks digital, sehingga kurikulum PAI tetap relevan, adaptif, dan mampu membentuk generasi muslim yang berintegritas di era disrupsi.
Analisis Properti Psikometrik Skala Self-Efficacy berdasarkan Teori Albert Bandura: Studi Kostruksi Alat Ukur Umi Saadah; Ayu Novia Safitri; Latisya Putri Salsabila; Rapli Paturohman; Rannia Maryam Fauziyatunnisa; April Tri Natasya; Tahrir Tahrir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3020

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji instrumen academic self-efficacy pada mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang berpotensi memengaruhi kemandirian belajar. Self-efficacy didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan untuk mencapai tujuan (Bandura, 1997). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen psikologis. Subjek terdiri dari 570 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih melalui convenience sampling. Instrumen disusun berdasarkan tiga dimensi, yaitu level (magnitude), strength, dan generality, menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data mencakup uji validitas isi (Aiken’s V), analisis item, reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbasis Structural Equation Modeling. Hasil menunjukkan validitas isi tinggi (0,821–0,964), daya beda item memadai (r ≥ 0,30), serta reliabilitas baik (α = 0,850). Model tiga dimensi juga memenuhi kriteria goodness of fit (RMSEA = 0,00; CFI = 1,00; AVE = 0,57; CR = 0,89).
The Mediating Role of Organizational Commitment in the Relationship between Work Discipline, Teacher Competence, and Teacher Performance Usman Usman; Ilwan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3023

Abstract

Kinerja guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Namun, variasi kinerja guru menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kompetensi guru belum tentu menghasilkan kinerja yang optimal tanpa didukung oleh komitmen organisasional yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi komitmen organisasional dalam hubungan antara disiplin kerja, kompetensi guru, dan kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 68 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling dari populasi sebanyak 217 guru di Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kompetensi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional maupun kinerja guru. Komitmen organisasional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Selain itu, komitmen organisasional terbukti memediasi secara parsial pengaruh disiplin kerja dan kompetensi guru terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan komitmen organisasional dapat meningkatkan efektivitas disiplin kerja dan kompetensi guru dalam mendorong peningkatan kinerja guru. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kinerja guru melalui penguatan komitmen organisasional.
Students’ Perceptions of Online Presentations Via Zoom and in-Person Presentations in Improving Confidence in Speaking English Hijril Ismail; Edi; Ilham; Asbah; Elsa Khusnul Khatimah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3030

Abstract

This study examines presentations as an active learning strategy that can increase student engagement and confidence in speaking English. Although many studies have examined online learning, few have compared students' perceptions of Zoom presentations and in-person presentations in relation to increased confidence. This study aims to reveal students' perceptions of both forms of presentations, compare their advantages and disadvantages, and identify factors that influence confidence when speaking. The method used is descriptive qualitative with a population of students in the English Education Study Program (56 students) and a purposive sample who have presentation experience. Data were collected through a Likert questionnaire and in-depth interviews with 10 selected participants. Questionnaire analysis used descriptive statistics, while interview data were analyzed qualitatively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that presentations via Zoom can increase confidence for some participants because they reduce anxiety and are supported by technological features, despite being limited by technical problems and nonverbal interaction. Meanwhile, in-person presentations are more effective in training speaking skills, courage, and direct interaction with lecturers and classmates. The main factors that influence confidence are mastery of the material, support from the learning environment, and previous presentation experience. In conclusion, both forms of presentation complement each other, and integrating them into English language learning can provide a more holistic approach to improving participants' speaking confidence, communication skills, and adaptation in various communication situations.
Penerapan Metode Diskusi Panel dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Palopo Sehe Madeamin
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3031

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palopo melalui penerapan metode diskusi panel. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa kelas XI yang sebelumnya menunjukkan hasil belajar belum memuaskan. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Strategi pembelajaran yang digunakan menekankan pemecahan masalah melalui kegiatan diskusi, kerja sama kelompok, penyampaian pendapat, serta pemberian tanggapan antarsiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi panel dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, sebanyak 45% siswa memperoleh nilai pada kategori sedang, yaitu rentang 5,0–6,5. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, hasil belajar meningkat secara signifikan, yakni 85% siswa memperoleh nilai kategori tinggi pada rentang 6,6–8,5 dan 15% siswa mencapai kategori sangat tinggi pada rentang 8,6–10. Dengan demikian, metode diskusi panel terbukti dapat mendorong keterlibatan siswa, meningkatkan kerja sama, keberanian berpendapat, serta hasil belajar Bahasa Indonesia.
Arabizi sebagai Identitas Linguistik Generasi Z Arab: Sebuah Systematic Literature Review Yasril Ahmad Syairazi; Apip Ansurullah Sidiq; Faizurrizqi; Ade Nandang; Izzudin Musthafa
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3032

Abstract

Arabizi merupakan salah satu fenomena kebahasaan yang berkembang pesat di kalangan Generasi Z Arab sebagai konsekuensi dari transformasi komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Arabizi sebagai identitas linguistik Generasi Z Arab melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang terindeks pada Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, dan DOAJ, dengan kriteria publikasi tahun 2015–2026, berbahasa Inggris atau Arab, tersedia dalam bentuk full text, serta relevan dengan fokus penelitian. Proses kajian dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, dan inklusi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui reduksi, pengkodean, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arabizi telah mengalami pergeseran fungsi dari sekadar sistem transliterasi menjadi simbol identitas linguistik, solidaritas sosial, modernitas, dan kreativitas berbahasa di ruang digital. Penggunaannya merefleksikan hibriditas linguistik serta praktik code-switching yang berlangsung tanpa menggeser posisi bahasa Arab standar. Temuan ini menegaskan bahwa Arabizi merupakan bentuk adaptasi terhadap globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memperkaya praktik komunikasi masyarakat Arab kontemporer serta memiliki implikasi penting bagi pengembangan pendidikan bahasa dan perumusan kebijakan bahasa yang lebih adaptif.
Fenomena Fatwa Instan pada Platform AI sebagai Tantangan Metodologi Ijtihad di Tengah Perkembangan Artifical Intelligence Najwa Isaura Sabila; Fathima Zahra; M. Sahril; Alfath Oktaraya Adoe; Abdul Fadhil
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3033

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menyebabkan perubahan besar dalam cara masyarakat mencari hukum Islam, terutama di kalangan generasi muda yang mencakup lebih dari 60 persen populasi Indonesia, Fenomena ini dikenal sebagai agama algoritmik. Perubahan ini menghasilkan fenomena fatwa instan yang didasarkan pada chatbot AI, yang sering muncul tanpa adanya proses verifikasi keilmuan yang memadai, sehingga keabsahan terhadap metodologinya patut dipersoalkan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana platform AI generatif dapat memenuhi kualifikasi metodologis seorang mujtahid dalam proses ijtihad hukum Islam, serta merumuskan posisi ideal AI dalam tatanan hukum Islam saat ini. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang berfokus pada normatif-filosofis, di mana data primer terdiri dari kitab-kitab usul fikih yang diakui serta data sekunder berupa artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Penelitian mengungkapkan bahwa AI generatif secara mendasar tidak memenuhi kriteria mujtahid karena tidak memiliki kesadaran spiritual (syu'ur), niat (niyyah), dan tanggung jawab moral (taklif), serta tidak dapat menjalankan proses tarjih atau memahami kemaslahatan dan konteks sosial ('urf) secara mendalam. Ketergantungan pada AI berpotensi menghasilkan halusinasi dan memproduksi output yang tidak terjamin kredibilitasnya, seperti hadis atau dalil palsu, bias dalam representasi mazhab, serta kurangnya akuntabilitas saat terjadinya kesalahan hukum. Temuan ini menunjukkan pentingnya AI ditempatkan secara seimbang sebagai alat untuk riset dan edukasi, bukan sebagai penentu mutlak, dengan kerja sama antara lembaga fatwa dan ahli teknologi informasi untuk mengembangkan regulasi serta penyaringan data keagamaan yang terpercaya dan sesuai dengan prinsip maqasid al-syariah.
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Keberfungsian Keluarga terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di SMK Negeri Kota Yogyakarta Putrawansyah; Purwadi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3041

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan individu yang dipersiapkan untuk dibekali dengan berbagai ragam keahlian sesuai dengan kebutuhan pasar kerja baik secara lokal maupun global. Untuk menopang hal tersebut diperlukan sebuah keterampilan non teknis dan salah adalah satunya kecerdasan emosional. kecerdasan emosional dapat dijelaskan sebagai kecakapan individu dalam memahami dan mengekspresikan emosi secara konstruktif yang membantu individu terintegrasi kelingkungan sosialnya dalam aktivitasnya sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran konformitas teman sebaya dan keberfungsian keluarga terhadap kecerdasan emosional remaja di SMK Negeri Kota Yogyakrta. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMKN Kota Yogyakarta dengan rentang usia 15-17 tahun dan bertempat tinggal bersama orangtua. Teknik pengambilan sampel menggunakan Quota dan Accidental Sampling dengan jumlah responden 480 siswa. Alat ukur yang digunakan terdiri dari skala konformitas teman sebaya, keberfungsian keluarga, dan kecerdasan emosional. Hasil analisis menemukan nilai R square sebesar 0,237 dengan nilai p=0,000 (p<0,01) yang menunjukan hipotesis mayor pertama diterima. Uji hipotesis minor pertama memiliki nilai t -2.031 dengan p-0,043<0,050 yang menunjukan bahwa hipotesis minor ini diterima. Hipotesis minor kedua memperoleh nilai t 11.237 dengan p 0,000<0,001 yang menunjukan hipotesis minor dua diterima. Berdasarkan perolehan hasil statistik tersebut diketahui bahwaterdapat peran simultan yang sangat signifikan dari konformitas teman sebaya dengan keberfungsian keluarga terhadap kecerdasan emosional. kemudian diketahui bahwa konformitas teman sebaya memiliki berperan terhadap kecerdasan emosional yang condong ke arah negatif. Sedangkan keberfungsian keluarga berperan sangat signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja SMK Negeri Kota Yogyakarta dengan arah yang cenderung positif.