cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 454 Documents
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Aspek Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan di SMK Nurul Huda Alvi Syahri; Iiza Lailatunufus; M. Ulil Mubarok
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berdasarkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan di SMK Nurul Huda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Nurul Huda, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata (mean) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 84,5%. Aspek sikap memperoleh persentase tertinggi sebesar 87,4% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek pengetahuan memperoleh persentase 83,6% dan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,4%, yang keduanya berada pada kategori baik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan evaluasi pembelajaran secara komprehensif melalui penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan sesuai dengan prinsip asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka. Namun demikian, pengembangan instrumen penilaian keterampilan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi masih perlu ditingkatkan guna mendukung peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Hubungan Self-Esteem dengan Self-Disclosure pada Pengguna Second Account Instagram di Kalangan Mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis Stikes Gorontalo Faizah Muksin Badar; Fendi Ntobuo; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3045

Abstract

Penggunaan second account Instagram di kalangan Generasi Z semakin berkembang sebagai ruang yang lebih privat untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi melalui proses self-disclosure. Tingkat keterbukaan diri tersebut diduga berkaitan dengan self-esteem yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat self-esteem, tingkat self-disclosure, serta hubungan antara kedua variabel pada pengguna second account Instagram di kalangan mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis STIKES Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui skala Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised (SLCS-R) untuk mengukur self-esteem dan skala self-disclosure berdasarkan aspek yang dikemukakan Hargie. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki self-esteem dan self-disclosure pada kategori sedang. Hasil uji korelasi memperoleh nilai r = 0,006 dengan signifikansi p = 0,948, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan self-disclosure. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan diri pada second account Instagram lebih mungkin dipengaruhi oleh faktor lain di luar self-esteem.
Strategi Bimbingan Klien Dewasa untuk Menekan Residivisme di Balai Pemasyarakatan Kelas I Mataram Baiq Yosinta Muliani; Ginaya Aulia Wiraguna; Fitria Hartika; Risa Afyatin; Winda Desi Partika Sari
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bimbingan yang diterapkan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Mataram dalam menekan tingkat residivisme pada klien dewasa. Permasalahan yang dikaji berfokus pada pelaksanaan program bimbingan sebagai upaya pencegahan pengulangan tindak pidana setelah klien Kembali ke masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara sistematis untuk menggambarkan pelaksanaan bimbingan yang dilakukan oleh Balai Kelas I Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan bimbingan, klien terlebih dahulu menjalani penelitian kemasyarakatn (Litmas) dan asesmen risiko menggunakan Resiko Residivisme Indonesia (RRI) serta Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN). Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) menetapkan program bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko klien. Strategi utama yang diterapkan terdiri atas bimbingan kepribadian dan bimbingan kemandirian. Bimbingan kepribadian dilaksanakan melalui kegiatan keagamaan, pemberi motivasi, nasihat, dan refleksi diri untuk membentuk karakter  serta meningkatkan kesadaran klien terhadap kesalahan yang pernah dilakukan. Sementara itu, bimbingan kemandirian dilaksanakan melalui pelatihan keterampilan seperti kerajinan cukli, bengkel, bakery, dan pelatihan vokasi lainnya guna meningkatkan kemampuan ekonomi klien setelah kembali ke masyarakat . Pelaksanaan bimbingan juga di dukung oleh keluarga, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan berbagai instansi mitra. Dengan demikian, strategi bimbingan yang diterapkan Balai Pemasyarakatan Kelas I Mataram berperan dalam mendukung perubahan perilaku, peningkatan kemandirian, serta memperkuat proses reintegrasi sosial klien guna meminimakan risiko terjadinya residivisme.
Hubungan Social Support dan Academic Self Efficacy dengan College Adjustment Pada Mahasiswa Rantau Tahun Pertama Stefina; Kornelia Erista Setiyanti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3048

Abstract

Mahasiswa rantau tahun pertama menghadapi berbagai tantangan dalam proses penyesuaian diri di perguruan tinggi, baik dari aspek perkembangan, akademik, maupun sosial. Tantangan tersebut dirasakan lebih besar oleh mahasiswa yang berkuliah di Jakarta sebagai kota besar dengan ritme kehidupan yang cepat dan kompetitif. Apabila tidak mampu menyesuaikan diri dengan baik, mahasiswa dapat mengalami stres, gangguan kesejahteraan psikologis, hingga risiko drop out. Oleh karena itu, mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta perlu mengembangkan college adjustment dalam dirinya. Dalam prosesnya, mahasiswa membutuhkan faktor pendukung, baik secara eksternal yang berupa dukungan sosial dan secara internal berupa efikasi diri akademik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan efikasi diri akademik dengan college adjustment pada mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional terhadap 220 partisipan mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur menggunakan alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), The Academic Self Efficacy Scale (TASES), dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan college adjustment pada mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,633 dan signifikansi <0,001. Selain itu, efikasi diri akademik dengan college adjustment juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,637 dan signifikansi <0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan efikasi diri akademik yang dimiliki mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta, maka cenderung semakin tinggi college adjustment yang dimilikinya.
Hubungan Self-Compasion dengan Burnout Akademik pada Man 1 Kota Gorontalo Putri Mutmaina Datau; Anik indarwati; muhammad mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3049

Abstract

Burnout akademik merupakan kondisi kelelahan emosional, sikap sinis terhadap aktivitas belajar, serta menurunnya keyakinan terhadap kemampuan diri akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan. Salah satu faktor yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademik adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap baik kepada diri sendiri, menerima kekurangan, dan memandang kegagalan sebagai bagian dari pengalaman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.049 siswa dengan sampel sebanyak 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self-Compassion berdasarkan teori Neff dan skala Burnout Akademik berdasarkan teori Schaufeli dkk. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan burnout akademik (r = -0,542; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion yang dimiliki siswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion, maka semakin tinggi burnout akademik yang dirasakan siswa. Dengan demikian, self-compassion berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penerimaan Diri pada Wanita Infertilitas di Kecamatan Telaga Biru Sri Wulan J. Saleh
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3058

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya wanita infertilitas yang mengalami kesulitan menerima kondisi dirinya akibat tekanan psikologis, stigma sosial, serta tuntutan keluarga dan lingkungan untuk segera memiliki keturunan, yang dapat memunculkan perasaan sedih, cemas, rendah diri, hingga hilangnya kepercayaan diri. Dukungan keluarga diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan wanita infertilitas dalam menerima kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dukungan keluarga, tingkat penerimaan diri, serta hubungan antara keduanya pada wanita infertilitas di Kecamatan Telaga Biru. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 65 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga yang mengacu pada teori Friedman serta skala penerimaan diri yang mengacu pada teori Hurlock, keduanya telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics setelah data memenuhi uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri pada wanita infertilitas di Kecamatan Telaga Biru, dengan koefisien korelasi sebesar 0,514 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula penerimaan diri wanita infertilitas, dan sebaliknya.
Hubungan Self Esteem dengan Gejala Kecemasan Sosial pada Siswa SMP Negeri I Limboto Maya
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3059

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa sejumlah siswa di lingkungan sekolah menunjukkan gejala kecemasan sosial, yang tampak dari rasa gugup ketika berinteraksi dengan orang lain, kurangnya rasa percaya diri dalam situasi sosial, ketakutan terhadap penilaian negatif, serta kecenderungan menghindari aktivitas yang melibatkan banyak orang. Self esteem diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kemunculan kecemasan sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan kecemasan sosial pada siswa SMP Negeri 1 Limboto. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 201 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self esteem yang disusun berdasarkan aspek-aspek Coopersmith (1967) serta skala kecemasan sosial yang mengacu pada aspek-aspek La Greca (2001), keduanya berbentuk skala Likert dan telah teruji valid serta reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan kecemasan sosial pada siswa SMP Negeri 1 Limboto, dengan koefisien korelasi sebesar -0,283 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self esteem yang dimiliki siswa, semakin rendah kecenderungan mereka mengalami kecemasan sosial, dan sebaliknya.
Hubungan antara Self Efficacy dengan Quarter Life Crisis pada Karyawan Toko RMC di Kabupaten Gorontalo Rifky D. Pahrun
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3060

Abstract

Riset ini berangkat dari kenyataan bahwa fenomena quarter life crisis banyak dijumpai pada individu di masa dewasa awal, tak terkecuali para pekerja yang harus menghadapi beban pekerjaan, kestabilan ekonomi, serta ketidakjelasan arah hidup di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat self efficacy dan tingkat quarter life crisis, sekaligus menguji keterkaitan antara self efficacy dengan quarter life crisis pada karyawan Toko RMJ di Kabupaten Gorontalo. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan korelasional. Responden penelitian berjumlah 50 karyawan yang seluruhnya diikutsertakan melalui teknik total sampling. Data dijaring menggunakan instrumen General Self Efficacy (GSE) yang disusun oleh Schwarzer dan Jerusalem (1995) mengacu pada konsep self efficacy dari Bandura (1977), serta skala Quarter Life Crisis rancangan Robbins dan Wilner (2001) yang dibangun dari sejumlah aspek QLC. Kedua alat ukur tersebut telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment melalui bantuan SPSS 25. Temuan menunjukkan bahwa self efficacy maupun quarter life crisis pada responden sama-sama berada pada kategori sedang. Pengujian hipotesis memperoleh koefisien r = -0,057 dengan taraf signifikansi p = 0,898 (p > 0,05), yang berarti tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan quarter life crisis. Hal ini mengindikasikan bahwa munculnya quarter life crisis kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar self efficacy, seperti kondisi ekonomi, beban pekerjaan, dinamika hubungan keluarga, ekspektasi masa depan, dan tekanan dari lingkungan sosial.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Anak Tunagrahita: Studi Kualitatif tentang Adaptasi dan Tantangan di Sekolah Anni Nugrahaning Fitria; Hidayatu Munawaroh; Nafisa Kurniati; Sayyidah Aulia Almaidani; Muhammad Ezuan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3061

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan Implementasi kurikulum Merdeka pada anak tunagrahita di sekolah, menganalisis bentuk adaptasi pembelajaran yang dilakukan guru, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan Dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan Dalam seperti buku, dokumen, artikel ilmiah, jurnal, majalah, hingga surat kabar. Terdapat temuan dari penelitian ini yang mengindikasikan bahwa Implementasi Kurikulam Merdeka pada anak tunagrahita dilakukan melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, Dan evaluasi pembelajaran yang bernfat fleksibel dan adaptif sesuai karakteristik peserta didik. Bentuk adaptasi pembelajaran yang dilakukan guru Kurikulum merdeka pada anak runagrahita meliputi penyesuaian tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, evaluari pembelajaran, dan Media pembelajaran. Metode pembelajaran yang ditetapkan lebih menekankan pada keaktifan dan multisensori dengan dukungan media yang konkret. salain itu, tantangan yang dihadapi guru dalam Implementasi kurikulum merdeka para anak tunagrahita meliputi kesulitan dalam menerapkan pembelajaran Diferensiasi, keterbatasan kompetensi khusus dalam memahami kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, minimnya sarana dan prasarana, Serta kurangnya keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang berkesinambungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka sehingga pembelajaran bagi anak tunagrahita dapat berlangsung lebih efektif, inklusif, dan bermakna.
Ekspresi Love Language dengan Peer Attachment pada Mahasiswi Fakultas Psikologi UST yang sedang Berpacaran Aura Citra Khoirunnisa; Titik Muti’ah; Jatu Anggraeni
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3064

Abstract

Hubungan romantis pada masa emerging adulthood memerlukan kemampuan individu dalam membangun kedekatan emosional dan mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah peer attachment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan ekspresi love language pada mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang sedang berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 96 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala peer attachment dan skala love language yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara peer attachment dan love language (r = 0,788; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,622) menunjukkan bahwa peer attachment memberikan kontribusi sebesar 62,2% terhadap ekspresi love language. Semakin tinggi peer attachment yang dimiliki individu, semakin tinggi pula kecenderungan individu dalam mengekspresikan love language kepada pasangan.