cover
Contact Name
ibnu rusydi
Contact Email
ibnurs@gmail.com
Phone
+62234271875
Journal Mail Official
ibnurs@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu Jawa Barat
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Published by Universitas Wiralodra
Core Subject : Education, Social,
Aim and Scope Counselia, Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam is articles on practice, theory, and research in Islamic educational guidance and counselling.
Articles 181 Documents
Peran Konseling Individu Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Mengatasi Perilaku Superficial Self-Mutilation Ma’rifatul Anisah; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.220

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran layanan individu menggunakan terapi perilaku rasional emotif dalam mengatasi perilaku superficial self-mutilation pada siswa kelas VIII SMPN 7 Surakarta tahun ajaran 2023/2024. Untuk mengetahui keberhasilan menggunakan konseling individu menggunakan terapi perilaku rasional emotif untuk superficial self-mutilation pada masa remaja awal. Untuk menjamin tingkat keabsahan data secara akurat maka digunakan triangulasi sumber. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dan dilaksanakan dalam 4 siklus secara bertahap pada siklus 1. Teknik Devil's Advocate (Rational Role Reversal) mampu menurunkan angka kasus dari 75,693% menjadi 58,331% pada siklus 2 dengan menggunakan metode Teknik Home Work Assignment penurunannya mencapai 40,276%. Kemudian pada siklus 3 dengan menggunakan teknik Imaginal Disputation dan ECC (Emotional Control Card) penurunannya mencapai 20,832% Dan pada siklus 4 dengan menggunakan teknik Cognitive Disputation dan Rational Analysis dapat menurunkan total angka kasus. konseling individu dengan metode terapi perilaku rasional emotif mampu menekan secara tuntas perilaku superficial self-mutilation pada siswa kelas VIII SMPN 7 Surakarta.
Peran Layanan Konseling Individual Teknik Desensitisasi Sistematis Untuk Mengurangi Perilaku Anhedonia pada Peserta Didik Yunika Kulsumardani; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.222

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran layanan konseling individual dengan teknik Desensitisasi Sistematis dapat mengurangi Perilaku Anhedonia pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Surakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP yang berjumlah 1 orang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan_dan Konseling (PTBK) yang dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu Perencanaan (Planning), tindakan (Action), Observasi (Observation), dan Refleksi (Reflection). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling ini menyatakan bahwa-konseling individu dengan teknik Desensitisasi Sistematis dapat mengurangi perilaku Anhedonia pada peserta didik. Pada_penelitian tindakan siklus I diperoleh hasil Perilaku Anhedonia mengalami penurunan, namun masih ada beberapa aspek yang belum teratasi dengan baik dengan presentase peserta didik RS 60%. Selanjutnya hasil ini dievaluasi lalu peneliti memberikan tindakan yang kedua. Pada penelitian tindakan siklus II hasil Perilaku Anhedonia mengalami penurunan, namun masih ada beberapa aspek yang masih belum teratasi dengan baik dengan presentase-peserta didik 50%. Berikutnya hasil ini kembali dievaluasi dan dilakukan tindakan yang ketiga. Pada penelitian tindakan siklus III, peserta didik RS sudah-mencapai target yang telah-ditentukan oleh peneliti yaitu dapat teratasinya Perilaku Anhedonia. Dapat diambil kesimpulan-bahwa peran layanan konseling individual dengan teknik Desensitisasi Sistematis dapat_mengurangi Perilaku Anhedonia pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2023/2024.
Studi Kasus Anger Management Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Widodaren Ngawi Ajeng Yandi Utami; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan amarah (Anger Management)  pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Widodaren Ngawi tahun 2023/2024. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang siswa. Sumber data penelitian ini diambil dari salah satu peserta didik kelas VIII, Guru BK, wali kelas, orang tua serta teman dekat siswa. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Untuk menjamin tingkat validitas data, penelitian ini menggunakan metode triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengelolaan amarah (Anger Management) dari siswa belum dapat dikategorikan baik. Emosi yang dialami oleh para siswa umumnya disebabkan oleh adanya masalah sosial di lingkungan sekolahnya dan masalah internal berupa trauma masa lalu. Gagalnya siswa untuk menangani masalah sulit mengelola emosi kemarahan akhirnya berujung pada ledakan amarah yang tidak terkendali. Faktor rendahnya pengelolaan amarah yang dialami oleh siswa yang utama disebabkan karena faktor tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pihak guru dengan memberikan bantuan berupa konseling individu kepada siswa.
Kepuasan Siswa Mengikuti Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SMP Se-Kecamatan Pauh) Azzahra Farzana Mirzah; Yarmis Sukur
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.250

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak siswa yang merasa kurang puas dengan pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah, ketidakpuasan ini dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu: 1) kehandalan, 2) daya tanggap, 3) jaminan, 4) empati, 5) bukti fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling pada: 1) keseluruhan, 2) aspek kehandalan, 3) aspek daya tanggap, 4) aspek jaminan, 5) aspek empati, 6) aspek bukti fisik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 149 siswa di sekolah (SMP Se-Kecamatan Pauh) yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dengan cara memberikan instrumen penelitian berupa angket tingkat kepuasan yang sudah diuji validitas dengan aplikasi SPSS dengan menggunakan rumus pearson correlation. Untuk pengolahan data menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, 2) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek kehandalan berada pada kategori tinggi, 3) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek daya tanggap berada pada kategori tinggi, 4) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek jaminan berada pada kategori tinggi, 5) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek empati berada pada kategori tinggi, 6) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek bukti fisik berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa guru BK bisa menyesuaikan penampilan seperti busana, tutur kata, dan hal lainnya dengan tempat menjalankan profesinya.
Pelaksanaan Konseling Individual Berdasakan Persepsi Siswa Nurul Azmi; Yarmis Sukur
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.251

Abstract

Penelitian ini berawal dari fenomena pelaksanaan konseling individual yang kurang dengan tahapan penyelenggaraan layanan konseling. Guru BK dari awal konseling terkesan lebih banyak memberikan ceramah, memarahi siswa sehingga siswa ada yang takut mengikuti konseling individu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian siswa SMA Negeri 1 Sungai Limau dengan sampel 145 siswa. Pengambilan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah persepsi siswa dengan menggunakan skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual secara keseluruhan berada pada kategori baik, (2) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual berdasarkan tahap-tahap pelaksanaan konseling individual berada pada kategori baik, dan (3) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual berdasarkan Kepribadian guru BK dalam pelaksanaan konseling individual berada pada kategori baik.
Penerapan Konseling Traumatik dengan Pendekatan Trauma Healing untuk Mengatasi Trauma Pasca Kecelakaan Muhammad Syahrur Ramadhan; Zhila Jannati; Bela Janare Putra
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.253

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Konseling Traumatik Dengan Pendekatan Trauma Healing Untuk Mengatasi Trauma Pasca Kecelakaan” Trauma merupakan suatu kejadian fisik atau emosional serius yang menyebabkan gangguan terhadap psikologis seseorang sehingga membuatnya selalu teringat dengan kejadian yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi trauma klien pasca kecelakaan, bagaimana penerapan konseling traumatik dengan pendekatan trauma healing untuk mengatasi trauma dan bagaimana kondisi klien setelah diberikan layanan konseling traumatik. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian adalah klien RA yang berada di desa Tanjung Atap Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang dialami klien RA terkait rasa trauma yang dialaminya setelah diberikan layanan konseling traumatik dengan pendekatan trauma healing melalui kegiatan seperti bernyanyi, bercerita, bermain lego atau bongkar pasang dan bermain di outdoor yang dimana emosi klien sebelumnya sangat tidak stabil seperti sangat cemas, merasa ketakutan, enggan bersosialisasi, merasa bersalah dan sebagainya. Setelah pemberian layanan, perilaku klien mulai membaik dan hal ini juga bisa dilihat dari adanya perkembangan perilaku dan emosi ke arah yang positif yakni mampu mengelola emosinya dan mulai membuka diri kembali terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga, penerapan konseling traumatik dengan pendekatan trauma healing dapat mengatasi trauma pasca kecelakaan.
Pengaruh Manajemen Bimbingan Karier terhadap Minat Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi di MAN 2 Kota Cirebon Muhamad Solukhi; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.292

Abstract

Manajemen bimbingan karier merupakan kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh konselor untuk memfasilitasi fungsi bimbingan dan konseling di bidang karier. Di MAN 2 Kota Cirebon ini masih kurang maksimal dalam melakukan bimbingan karier dan kurangnya siswa memahami tentang studi yang diminati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebarap besar pengaruh manajemen bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi di MAN 2 Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, sampel yang digunakan ini adalah 51 siswa dari kelas XII. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: (1) Manajemen bimbingan karier di Man 2 Kota Cirebon berada di kategori baik karena berada pada interval 81% - 100% dengan nilai 86,5%. (2) minat melanjutkan ke perguruan tinggi di MAN 2 Kota Cirebon berada kategori baik karena berada pada interval 81% - 100% dengan nilai 81%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Besarnya pengaruh yang diberikan manajemen bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi yaitu sebesar 71,4%, sedangkan sisanya 28,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Inklusi di Sekolah: Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Zulfa Awaliyah Darajat; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.299

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan belajar dari semua anak, remaja, dan orang dewasa yang diintegrasikan dengan kebutuhan khusus (seperti disabilitas fisik, intelektual, atau emosional) ke dalam kelas reguler. Tujuan pendidikan inklusi yaitu untuk memberikan hak sama dalam belajar atau mengenyam pendidikan bagi semua orang dalam lingkungan yang sama. Pendidikan inklusi di sekolah akan berjalan dengan baik jika semua steakholder di dalamnya dapat bekerja sama. Penelitian ini bertuujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya inklusi di sekolah, strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam membangun budaya inklusi, dan tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam membangun budaya inklusi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya inklusi di sekokah tersebut yaitu dengan menunjukan gaya kepemimpinan yang demokratis, dimana kepemimpinan ini memberikan ruang kepada guru dan staf dalam mengambil keputusan. Selain itu kepala sekolah membuat beberapa strategi diantaranya kajian kitab, workshop, desiminasi, pengembangan siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler. Namun, terdapat juga tantangan dalam mengembangkan budaya inklusi diantaranya: masih banyak guru yang belum mampu dalam membaca kitab kuning, terkendala biaya, kekurangan atau sempitnya waktu, dan siswa yang masih enggan dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri melalui ekstrakulikuler.
Pendekatan Musyrif dalam Mengatasi Permasalahan Santri (Analisis Perspektif Konseling) Manah Rasmanah; Nushatul Fa’izah; Silvia Assoburu
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.300

Abstract

Banyak masalah yang sering dihadapi oleh santri asrama karena santri tidak hanya belajar di sekolah tetapi 24 jam kehidupannya berada di pondok pesantren, sehingga permasalahan yang muncul tidak hanya mengenai aspek belajar saja. Santri yang memiliki masalah pasti dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, sementara tidak semua musyrif memiliki kemampuan untuk membimbing santrinya secara benar sesuai dengan kaidah-kaidah konseling. Padahal, musyrif berperan penting sebagai pengganti orang tua yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang sering dialami santri, faktor yang menyebabkannya, serta bagaimana pendekatan musyrif dalam mengatasi permasalahan tersebut ditinjau dari perspektif konseling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan santri meliputi masalah kesehatan, ketertiban, dan kedisiplinan yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Secara umum, pendekatan musyrif telah memenuhi prinsip-prinsip konseling (seperti menjaga rahasia, kesukarelaan, dan keterbukaan) serta mengimplementasikan keterampilan dasar konselor (attending, mendengarkan, empati, dan memberikan solusi), meskipun aspek penumbuhan kemandirian santri masih perlu dioptimalkan. 
Analisis Pilar Utama Transformasi Kepemimpinan dalam Pendidikan Mulyadi; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.301

Abstract

Keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif mampu mengarahkan tujuan pendidikan, mengoptimalkan sumber daya, dan meningkatkan kinerja seluruh komponen pendidikan. Oleh karena itu, perbaikan sistem kepemimpinan dalam pendidikan merupakan langkah krusial untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Kepemimpinan adalah kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan yang kuat mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan seluruh stakeholder pendidikan untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari kualitas kepemimpinannya.