cover
Contact Name
Berta Apriza
Contact Email
berthaafriza90@gmail.com
Phone
+6285279707407
Journal Mail Official
berthaafriza90@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.unm.ac.id/JIKAP/about/editorialTeam?guidena=Editorial+Teams
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 29574424     EISSN : 29574440     DOI : https://doi.org/10.26858/jkp.v5i1.17466
Core Subject : Education,
Penelitian tentang ilmu kependidikan dan bertujuan membandingkan keefektifan model pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan pendekatan discovery yaitu dengan memberi soal pemecahan masalah pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest and posttest nonequivalent group design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas A dan kelas B PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi Tahun akademik 2019/2020. Instrumen/alat ukur dalam penelitian ini yaitu berupa soal-soal yang memerlukan pemecahan masalah, soal yangdiberikan juga telah divalidasi oleh ahli matematika sebagai acuan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.
Articles 4,416 Documents
Hubungan Orang Tua dengan Wali Kelas dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Yusni Astriani; Muhib Rosyidi
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4601

Abstract

Perpaduan kerjasama antara orang tua dengan guru akan memberikan sebuah implikasi yang baik untuk meningkatkan hasil belajar anak, karena orang tua bisa memantau perkembangan anak melalui guru dan sebaliknya guru bisa mendapatkan informasi tentang karakteristik anak melalui orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orang tua dan wali kelas (guru) sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas 1 SDS Hang Tuah 8 Jakarta Utara dengan cara melakukan wawancara terhadap satu guru (wali kelas) dan tiga belas orang tua (wali murid). Hasil penelitian yang didapatkan adalah keterkaitan orangtua dengan pendidik dikelas dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik bisa dilakukan dengan melakukan komunikasi yang baik untuk menanyakan perkembangan anak serta kesulitan anak dalam belajar. Dan setiap orang tua mempunyai upaya tersendiri dalam meningkatkan hasil belajar anaknya sesuai kebutuhan seperti mengulang pelajaran, mendaftarkan anak mengikuti les, serta mengatur jadwal belajar dan bermain anak. Penelitian ini mendapatkan hasil wawancara terhadap satu guru kelas 1 SDS Hang Tuah 8 Jakarta Utara dan tiga belas orang tua (wali murid) peserta didik kelas 1 SDS Hang Tuah 8 Jakarta Utara bahwa hubungan orang tua dengan guru dalam meingkatkan hasil belajar peserta didik dapat dilakukan dengan melakukan komunikasi yang baik untuk menanyakan perkembangan anak serta kesulitan anak dalam belajar.
The Impact of The Problem-Based Learning Model on Student Error Reduction in Integrated Social Science Learning Daska Azis; M. Hafizul Furqan; Muhjam Kamza; Annisa Fitri Pramono
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.3993

Abstract

The misconceptions that occur in integrated social studies subjects are caused by the wide scope of material, which causes students to have difficulty understanding the concepts conveyed by the teacher. A misperception is an error in understanding and explaining a concept based on previous experience. This study aims to determine the effect of the problem based learning model on reducing students' misconceptions in integrated social studies subjects. This type of research is experimental and uses a one-group pretest-posttest design. The sampling technique used in this study is a total sampling technique (population research). The sample in this study was from class VIII-E MTsS Insan Qura'ni Aceh Besar, totaling 27 people. The data collection technique is in the form of giving tests to students, namely a pre-test and post-test that are equipped with a three-tier diagnostic test. The results showed that the average score of students' misconceptions on the pretest was 33.33%, and the post-test was 15.06%. So, there is a decrease in students' misconceptions after the application of the problem based learning model of 54.81%. The results of hypothesis testing in this study were obtained, so that H0 was accepted and H1 was rejected. So the hypothesis in this study is that there is a decrease in the value of misconceptions after the application of the problem based learning model. The conclusion of the study is that the application of the problem based learning model can reduce students' misconceptions in integrated social studies subjects about interaction between ASEAN countries (class VIII MTsS Insan Qur'ani Aceh Besar).
Analisis Kebijakan Survei Karakter sebagai Salah Satu Program Merdeka Belajar Tia Dita Putri Latifa Yuwono; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4446

Abstract

Survei karakter merupakan salah satu penilaian yang digunakan sebagai pengganti dari Ujian Nasional pada program merdeka belajar saat ini. Survei karakter pada program merdeka belajar mencakup penilaian karakter pada diri peserta didik seperti semangat gotong royong, kebhinekaan, dan tidak adanya perundungan terhadap sesama. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait kebijakan survei karakter dalam merdeka belajar yang sudah mulai diterapkan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis konten. Penulis mengumpulkan bahan-bahan dan konsep-konsep yang berkaitan dengan teori survei karakter dari Undang-Undang Pemerintah RI, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, buku, jurnal, dan buku teks yang memiliki keterkaitan dan kesesuaian. Hasil dari analisis yang telah dilakukan yaitu survei karakter yang tertuang dalam undang-undang, peraturan, jurnal, serta hasil dari diimplementasikannya survei karakter dalam pembelajaran ditemukan kebersesuaian dan berperan dalam menyiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara yang ideal. Keterbatasan penelitian ini hanya mampu melihat kecenderungan antar variabel tanpa menguji hubungan antar variabel pada survei karakter. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan menemukan penilaian survei karakter sebagai pengganti ujian nasional telah sesuai dengan tujuan pendidikan saat ini dalam program merdeka belajar.
Pengembangan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Numerasi Kelas 5 Sekolah Dasar Ratih Purnamasari; Nurlinda Safitri; Dadang Kurnia
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4591

Abstract

Literasi numerasi merupakan salah satu yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang sudah digulirkan oleh pemerintah untuk mengganti system Ujian Nasional (UN). Penelitian ini bertujuan menghasilkan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi numerasi kelas 5 Sekolah Dasar yang valid dan sesuai dengan framework AKM literasi numerasi yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D dengan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Penelitian dilaksanakan di kelas 5 SD Negeri Julang, Kota Bogor. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan instrumen validasi. Soal literasi numerasi yang dikembangkan terdiri atas pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian dan uraian. Validasi ahli dilakukan pada soal literasi numerasi yang telah disusun. Data hasil validasi kemudian dianalisis dengan  formula validitas dari Aiken. Hasil penelitian menunjukkan butir soal pilihan ganda memiliki kategori sesuai (83%). Soal pilihan ganda kompleks termasuk kategori sesuai (77%). Soal menjodohkan, isian dan uraian memiliki kategori sangat sesuai (100%) Sehingga dapat disimpulkan bahwa butir soal AKM yang dikembangkan sudah valid dan sesuai dengan framework AKM literasi numerasi. 
Membangun Sekolah Sebagai Organisasi Belajar Muhammad Japar; Hermanto Hermanto; Djunaidi Djunaidi; Moch. Sukardjo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4238

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat di abad 21 mendorong manusia untuk berfikir dan bertindak mengikuti perkembangan zaman. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus bisa menyesuaikan keadaan agar tetap berkembang sebagai organisasi pembelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Model organisasi belajar dalam membangun sekolah; dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar. Metode penelitian yang digunakan studi literatur (literatur review) dengan teknik pengumpul data: 1) pengumpulan data berupa artikel jurnal internasional maupun nasional yang terindeks, buku, serta reverensi lain yang berhubungan dengan tujuan penelitian, 2) pemeriksaan data, 3) mengorganisasi data, dan 4) menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) model organisasi belajar untuk membangun sekolah dengan mengembangkan lima displin organisasi belajar antara lain: Berfikir sistem (System Thinking), Belajar Tim (Team Learning), Model Mental (Mental Model), Pengontrolan Diri (Personal Mastery), dan Visi Bersama (Shared Vision); dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar dapat diwujudkan dengan empat pilar pendidikan yaitu : 1) Learning To Know, 2) Learning To Do, 3) Learning To Be, dan  4) Learning To Live Together. Membangun sekolah sebagai organisasi belajar agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemajuan zaman serta dapat mengoptimalkan individu agar terus belajar secara efektif dalam menghadapi tantangan global.
Problematika Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Digital Febrizka Alya Rahma; Hary Soedarto Harjono; Urip Sulistyo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4653

Abstract

Revolusi digital menimbulkan dampak besar, salah satunya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara menunjukan bahwa terdapat permasalahan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital dikarenakan kurangnya kealihan di bidang teknolgi informasi dan komunikasi. Permasalahan tersebut dialami oleh guru muda maupun guru yang sudah berumur. Permasalahan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran meliputi: 1) Guru terbiasa menggunakan model pembelajaran konvesional tanpa memanfaatkan media pembelajaran. 2) Penggunaan media pembejaran berbasis digital masih rendah. 3) Fasilitas pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang belum tercukupi 4) Kurangnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk berbenah dalam melaksanakan pendidikan yang berkualitas.
Elementary School Teachers’ Competence in the Implementation of Learning Evalution Aqiel Mutawalli; Fachri Husaini Hasibuan; Muhammad Alinafiah; Salman Ahmadi; Haidir Haidir; Mardianto Mardianto
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4698

Abstract

This study aims to describe the competence of SD/MI level teachers in the learning evaluation process. This is intended as an effort to classify the form of assessment of elementary age children. This study uses a qualitative approach with the method of literature study. Sources of data and study analysis materials are relevant scientific works including books, articles and proceedings. This study concludes that a teacher is required to be able to carry out assessments and evaluations of learning processes and outcomes and to utilize the results of these assessments and evaluations in an effort to take reflective action to improve the quality of learning. Evaluation is interpreted as a systematic process carried out to assess an object based on certain criteria and prerequisites. Some of the evaluation principles needed as a guide in evaluation activities include; valid, objective, fair, integrated, open, comprehensive and continuous, systematic, based on criteria, and accountable. The overall evaluation includes 3 aspects, namely (1) cognitive aspects which are closely related to the ability to think, (2) psychomotor aspects related to physical activity, and (3) affective aspects including character, behavior such as attitudes, interests, self-concept, values and morals.
Profil Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ika Fitri Apriani; Turmudi Turmudi; Al Jupri; Ernawulan Syaodih
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4493

Abstract

Beberapa riset menunjukan bahwasannya banyak pebelajar di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam kemampuan pemecahan masalah. Riset ini memiliki tujuan dalam menganalisis serta menggambarkan keahlian pemecahan masalah dari mahasiswa calon guru dasar ditinjau dari kemampuan mahasiswa. Dalam riset ini, sampel penelitian yaitu tiga orang mahasiswa dengan terkualifikasi memiliki tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Pendekatan yang dilakukan peneliti yakni pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara dengan tiga subjek yang terdiri dari kategori tinggi, sedang, rendah yang diberi soal kemampuan pemecahan masalah yang diisi dalam waktu maksimal 60 menit.  Hasil riset menghasilkan gambaran mengenai profil mahasiswa dengan kategori kemampuan yang tinggi ia mampu menyelesaikan soal melalui tahapan pemecahan masalah yang sistematis dan mampu memformulasikan situasi soal ke dalam kalimat matematika. Dengan demikian, profil mahasiswa yang memiliki kualifikasi pada kategori kemampuan sedang mampu menafsirkan masalah dengan menuliskan informasi yang diperoleh dan sedikit keliru dalam membuat formula dan profil mahasiswa pada kategori kemampuan rendah ia hanya dapat mengenali informasi penting pada soal dan kesulitan mengubah pemodelan soal ke dalam kalimat matematika. 
Analisis Kompetensi Literasi Digital Guru sebagai Pendukung Keterampilan Guru Sekolah Dasar Dian Fitri Nur Aini; Falistya Roisatul Mar’atin Nuro
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4744

Abstract

Literasi digital merupakan salah satu literasi dasar yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran selain literasi membaca menulis, numerasi, sains, serta budaya dan kewarganegaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara mendalam terkait kompetensi literasi digital guru Sekolah Dasar sebagai aspek pendukung kecapakan pendidik abad 21. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model deskripsi dengan memaparkan kompetensi literasi digital guru Sekolah Dasar sebagai aspek pendukung kecakapan pendidik abad 21. Lokasi penelitian di SD 6 Negeri Tumpang Kabupaten Malang dengan subjek penelitian ini adalah guru SD Negeri 6 Tumpang Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru sudah memiliki kompetensi literasi digital diilihat dari indikator pencapaian kompetensi literasi digital yaitu variasi bahan bacaan dan alat peraga digital, penggunaan buku digital, kegiatan pembelajaran berbasis teknologi dan informasi, penyajian informasi sekolah dengan media digital, pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah dan penerapan teknologi digital dalam layanan sekolah. Kompetensi literasi digital guru di SD Negeri 6 Tumpang secara umum baik dilihat dari aspek-aspek pendukung kompetensi literasi digital. Hal ini berdampak pada kualitas pembelajaran yang dirancang oleh guru dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital yang saat ini banyak berkembang.
Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Morning Activity di Salah Satu Sekolah Dasar Islam di Kota Bandung Citra Bahadur Hanum; Enok Maryani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4356

Abstract

Banyaknya peserta didik yang notabene masih berusia anak-anak mengalami degradasi moral, maka perlunya pembentukan karakter melalui kegiatan morning activity sebagai pembiasaan yang mengarah kepada perubahan karakter secara positif di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur kegiatan morning activity, karakter yang diupayakan muncul dari kegiatan morning activity, dan evaluasi sekolah terhadap kegiatan morning activity. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Perolehan data dalam penelitian dilakukan melalui instrumen observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles and Huberman. Data penelitian ini divalidasi menggunakan teknik bahan referensi, triangulasi, dan konfirmability. Subjek penelitian ini terdiri dari koordinator morning activity, orang guru wali kelas, satu orang asisten guru (guru tahfizh), dan lima belas peserta didik kelas tinggi salah satu sekolah dasar di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan antara lain (1) alur kegiatan yang dilakukan merupakan manifestasi dari visi dan misi sekolah diisi dengan membaca zikir dan surat al Kahfi setiap hari Jumat, (2) karakter yang berkembang yakni tanggung jawab, mandiri, dan kedisiplinan, serta (3) evaluasi yang dilaksanakan yakni koordinator melakukan kontrol secara rutin ke setiap kelas. Kesimpulannya, kegiatan morning activity dapat menjadi wadah perantara pembentukan karakter seperti religius, mandiri, tanggung jawab, dan disiplin.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol. 7 No. 3 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol 7, No 2 (2023): April Vol. 7 No. 2 (2023) Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 7, No 1 (2023): February Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue