cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli" : 151 Documents clear
Penguatan Pemberdayaan Peran Kader dan Ibu dalam Peningkatan Gizi Anak : Edukasi dan Demonstrasi Membuat Menu MP Asi dengan Tepung Kedelai dan Ikan Pindang di Pos Paud Asmawiyah Desa Aeng Sareh Sampang Prasetyo, Joko; Fithriani, Zainun Wahida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.119

Abstract

Meningkatkan status gizi anak sangat penting, karena nutrisi yang tidak memadai berdampak buruk pada kesehatan fisiologis, perkembangan, dan kapasitas pemulihan mereka.. Malnutrisi ditandai dengan ketidakseimbangan asupan makanan. Malnutrisi secara signifikan berkontribusi terhadap stunting. Data Stunting di Jawa Timur pada tahun 2022 yaitu 19,2%, sedangkan prevalensi Stunting di Kabupaten Sampang tahun 2022 yaitu 6,9%. Walaupun presentase prevalensi Stunting di Sampang sudah menurun, namun di Sampang menghadapi tantangan lain yaitu rendahnya ekonomi keluarga, tingkat pengetahuan ibu yang rendah, minat dan sikap ibu yang kurang. Sedangkan Praktik menyusui dan pemberian makanan pendamping yang tidak tepat adalah penyebab langsung stunting. Menyusui eksklusif (ASI) dan pemberian makanan pendamping (MP-ASI) merupakan komponen penting dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal pada bayi. Persentase anak usia 0-6 bulan pernah diberi ASI di Sampang pada tahun 2022 yaitu 11,16 % dan meningkat di tahun 2023 menjadi 42,53%, namun angka tersebut belum sesuai target nasional yaitu 80%. Kader kesehatan dan ibu memiliki peran kunci dalam peningkatan gizi anak. Kader kesehatan bertugas menyampaikan informasi dan edukasi gizi, sedangkan ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam penyediaan makanan di rumah. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat kapasitas pengetahuan dan keterampilan mereka. Meningkatkan status gizi anak di Desa Aeng Sareh Sampang melalui pemberdayaan peran kader dan ibu, dengan cara memberikan edukasi dan demonstrasi membuat menu. Hasilnya adalah berdasarkan uji Paired T Test didapatkan sig yaitu 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan perbedaan signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
Pembinaan Remaja Melalui Kegiatan Program Pelayanan Kesehatan Reproduksi Peduli Remaja Widyowati, Agustin; Gusmadewi, Gusmadewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.120

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana mereka mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja menghadapi berbagai tantangan, termasuk permasalahan kesehatan yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka di masa depan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, banyak remaja yang mengalami masalah kesehatan seperti anemia, gizi tidak seimbang, kesehatan mental, perilaku berisiko, serta akses terbatas terhadap layanan kesehatan yang ramah remaja. Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) telah   dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan akses remaja terhadap layanan kesehatan yang bersifat inklusif, edukatif, dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat berbagai kendala seperti kurangnya sosialisasi program, rendahnya kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan, serta keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memahami kebutuhan remaja. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses remaja terhadap layanan kesehatan yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil dari Diskusi dengan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehtan Kota Pariaman dan Kepala Puskesmas Air Santok serta Pemegang Program PKPR  dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam Program PKPR adalah masalah SDM (Tenaga Kesehatan dan Konselor Sebaya) dan Pendaaan untuk Kegiatan PKPR tersebut.  Melalui pendekatan berbasis komunitas, peran sekolah, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan remaja dapat lebih mudah mendapatkan informasi, konsultasi, dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan
Edukasi Untuk Meminimalisir Pernikahan Usia Dini, Kekerasan Pada Anak, dan Perempuan di Posyandu Remaja Wilayah Kerja Puskesmas Geger, Kabupaten Bangkalan Prasetyo, Joko; A’yun, Sofa Qurrata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.121

Abstract

Kasus pernikahan usia dini banyak terjadi di berbagai penjuru dunia. Telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul akibat pernikahan yang dipaksakan, hubungan seksual pada usia dini, kehamilan pada usia muda, dan infeksi penyakit menular seksual. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu risiko komplikasi yang terjadi di saat kehamilan dan saat persalinan pada usia muda, sehingga berperan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan perkembangan kepribadian dan menempatkan anak yang dilahirkan berisiko terhadap kejadian kekerasan dan keterlantaran. Masalah pernikahan usia dini ini merupakan kegagalan dalam perlindungan hak anak. Dengan demikian diharapkan semua pihak termasuk dokter anak, akan meningkatkan kepedulian dalam menghentikan praktek pernikahan usia dini. Comprehensive Seksual Education (CSE) adalah pembelajaran yang diajarkan kepada remaja sesuai dengan kelompokkelopok usia serta diberikan secara konsisten, dengan melibatkan kemampuan dan pengalaman-pengalaman khas remaja. Tujuan kegiatan ini secara umum adalah untuk merancang strategi dalam upaya peningkatan pengetahuan melalui pendidikan seksual komprehensif guna pencegahan pernikahan usia dini, kekerasan pada anak dan perempuan. Nilai signifikansi (2-tailed) dari contoh kasus ini adalah 0.000 (p < 0.05). Sehingga hasil nilai pretest dan nilai posttest mengalami perubahan yang signifikan (berarti).
Efektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Pemilihan Krim Perawatan Kulit Yang Aman di RSUD Kabupaten Kediri Indasah, Indasah; Kusumaningsih, Emy; Khomsiyatin, Binti Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.122

Abstract

Kulit adalah organ tubuh terbesar dalam tubuh manusia, yang melindungi dan menjaga integritas tubuh. Perawatan kulit, terutama wajah tentunya tidak lepas dari bahan kosmetik/krim perawatan kulit. Data Badan Pusat Statistik (2020) menunjukkan peningkatan pesat industri kosmetik di Indonesia sebesar 5,59% dan juga pasar kosmetik sebesar 7%, namun peningkatan ini tidak diimbangi pemahaman masyarakat tentang keamanan produk perawatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan tentang pemilihanan krim perawatan kulit yang aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi interaktif tentang kesehatan kulit, jenis kulit, masalah kulit, pengertian tentang krim perawatan/kosmetik dan cara memilih krim yang aman terhadap pasien/pengantar pasien di Poliklinik Kulit, Kelamin dan Estetika Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Dilakukan juga pembagian leaflet yang berisi informasi cara membaca komposisi, uji tempel kulit dan cara identifikasi krim perawatan yang aman serta informasi bahan berbahaya dalam kosmetik. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest pada 22 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 86,36±13,57% menjadi 96,10±6,51% setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), membuktikan bahwa edukasi ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih krim perawatan kulit yang aman.
Edukasi Pencegahan dan Penanganan HIV/AIDS: ODHIV ON ARV dan Populasi Kunci Puspitasari, Yenny; Hasrul, Hasrul; Hafid, Aslinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.123

Abstract

Pendahuluan: The Joint United Nations Program on HIV/AIDS (UNAIDS) menyatakan bahwa secara global, pada tahun 2022 terdapat 1,3 juta infeksi baru dan total terdapat 39 juta ODHIV (orang dengan HIV) serta 630 ribu kasus kematian akibat AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini, AIDS masih menjadi krisis global yang mendesak.  Selain itu, target global yang ditetapkan oleh UNAIDS untuk pengujian dan pengobatan antiretroviral untuk semua subpopulasi dan kelompok umur telah meningkat (The Joint United Nations Programme on HIV/ AIDS, 2023). Kementerian Kesehatan telah melakukan perubahan signifikan dalam pencegahan dan pengendalian HIV di lapangan, baik dari populasi kunci sebagai pemanfaat program maupun dari tenaga medis di fasilitas kesehatan yang terlibat dalam pencegahan dan pengendalian HIV. (Kemenkes RI, 2022).  Tujuan kegiatan: memberikan peningkatan literasi Kesehatan bagi ODHIV ON ARV dan Populasi Kunci melalui kegiatan edukasi pencegahan dan penanganan HIV AIDS. Metode Penelitian: pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pre dan post   .  Subjek pengabdian ini adalah ODHIV ON ARV dan Populasi Kunci yang berobat di UPT Puskesmas Lawawoi.  Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Hasil: didapatkan bahwa sebelum dilakukan edukasi pada ODHIV ON ARV dan Populasi Kunci rata-rata  nilai pengetahuan 30%.  Sedangkan setelah edukasi terdapat peningkatan literasi Kesehatan  ODHIV ON ARV dan Populasi Kunci menjadi 100%. Kesimpulan: terdapat peningkatan literasi Kesehatan pengetahuan ODHIV ON ARV dan Populasi Kunci setelah dilakukan Edukasi Pencegahan dan Penanganan HIV AIDS
Edukasi Pencegahan dan Penanganan Anemia untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Remaja Putri di Kab. Kramatwatu. Provinsi Banten Nurwijayanti, Nurwijayanti; Agustin, Evi Avicenna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.124

Abstract

Laporan ini menyajikan tema dari sebuah studi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup remaja putri di wilayah Kramatwatu melalui edukasi tentang pencegahan dan penanganan anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 37,3% di kalangan remaja putri berusia 15 - 24 tahun yang sering disebabkan oleh defisiensi zat besi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya pengetahuan gizi. Intervensi yang terfokus telah dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang suplementasi zat besi dan praktik diet yang baik. Data yang dikumpullkan melalui kuesioner menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan setelah intervensi dengan skor meningkat dari rentang pretest 5 - 8 menjadi rentang post-test 9 - 10 yang menujukkan efektivitas pendekatan edukasi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Tahap Persiapan untuk mempersiapkan segala teknis dalam pelaksanaan, Pengembangan Materi untuk mempersiapkan dalam informatif, Alat Penilaian Kesehatan untuk mengatur lokasi kegiatan, dan Pengumpulan dan Analisis Data ini menunjukkan peningkatan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampanye gizi yang inovatif dan menarik yang disesuaikan untuk remaja sangat penting untuk mempertahankan perbaikan kesehatan dalam demografi ini.
Membangun Mental Wirausaha Sejak Dini: Kegiatan Sosialisasi di Lingkungan Panti Asuhan St. Pius Sinaksak Ginting, Tampe Tuah Malem; Insandi, Arief Muhazir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.126

Abstract

Kewirausahaan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak dini guna membentuk individu yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan memiliki potensi besar untuk berkembang, namun seringkali terbatas pada akses informasi dan pelatihan yang dapat menunjang masa depan mereka. Kegiatan sosialisasi kewirausahaan ini dilaksanakan di Panti Asuhan St. Pius Sinaksak sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa dan minat kewirausahaan pada anak-anak sejak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi kewirausahaan dasar, pemutaran video inspiratif, diskusi interaktif, serta simulasi usaha kecil berbasis keterampilan sederhana. Anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar wirausaha seperti kreativitas, keberanian mengambil risiko, tanggung jawab, serta pentingnya kerja sama dan etika usaha. Hasil dari kegiatan menunjukkan antusiasme dan respon positif dari peserta, yang terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan praktik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pola pikir wirausaha dan membuka wawasan anak-anak tentang berbagai peluang usaha yang dapat mereka tekuni di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi penguatan karakter dan pemberdayaan anak panti secara berkelanjutan.
Optimalisasi Promosi Kesehatan tentang ANC Terpadu untuk Peningkatan Pencapaian K-1 di Puskesmas Adan – Adan Kabupaten Kediri Anggraini, Novita Ana; Lestarjo, Agustinus Nugroho Pudji
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.128

Abstract

Salah satu agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian Balita disamping penurunan kasus stunting. Pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. K1 merupakan gambaran dari kualitas pelayanan ibu hamil, kementerian kesehatan mentargetkan K-1 sebesar 100%. Kabupaten Kediri pencapaian K1 ditahun 2022 sebesar 90,79% dan tahun 2023 sebesar 86,78%, disamping belum mencapai target Nasional juga terdapat penurunan capaian ditahun 2023. Pada Puskesmas Adan – Adan pencapaian K1 pada tahun 2022(91,77%), pada tahun 2023 (78,69%) dan tahun 2024 (66,95%), hal ini mengalami penurunan capaian. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab belum tercapaian target K-1 dan solusi terkait upaya peningkatan capaian K-1 di UPTD Puskesmas Adan -Adan Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan Urgency, Seriousness, Growth,(USG) dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan,diperoleh hasil kegiatan berupa penentuan masalah terkait pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sedini mungkin(K1) Solusi yang diajukan untuk mengatasi permasalahan tersebut berupa optimalisasi pemberian edukasi melalui pemanfaatan media promosi kesehatan di UPTD Puskemas Adan - Adan Kabupaten Kediri
Psikoedukasi Promotif dan Preventif Kesehatan Mental di Tempat Kerja Guru dan Staff Yayasan Menara Islam Majalengka Sudirlan, Imelda Fransisca; Muhammad, Alya Aulia Nur; Rahmawati, Eva; Resmayanti, Mima; Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.129

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini menggabungkan teknik promotif dan preventif untuk edukasi kesehatan mental di tempat kerja, di Yayasan Menara Islam, Majalengka. Kesehatan mental di tempat kerja adalah isu yang semakin mendapat perhatian di lingkungan kerja modern. Dalam dunia yang penuh tekanan dan kompetitif, stres di tempat kerja menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh karyawan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman kepada guru dan staff Yayasan Menara Islam, Majalengka tentang kesadaran kesehatan mental di tempat kerja untuk mencegah atau menghindari timbulnya masalah kesehatan mental di tempat kerja. Implementasi pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Menara Islam, Majalengka berupa pemberian penyuluhan promotif dan preventif berupa psikoedukasi kesehatan mental di tempat kerja, yang didalamnya berisikan pengertian kesehatan mental, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental di tempat kerja, dampak kesehatan mental di tempat kerja, dan cara meningkatkan kesehatan mental di tempat kerja untuk memberikan keterampilan dan strategi yang dapat membantu karyawan mengelola stres dengan lebih baik, seperti melalui teknik relaksasi, mindfulness, manajemen waktu, atau cara-cara untuk mengurangi tekanan kerja.
Pemetaan Administrasi Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat dan GIS: Studi Kasus Desa Salarri, Kabupaten Polewali Mandar Fortuna, Ellyni Dwi; Alif, Alif; Hasby, Noor Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.131

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun peta administrasi Desa Salarri sebagai upaya mendukung pengelolaan wilayah dan perencanaan pembangunan desa. Metode yang digunakan adalah pemetaan partisipatif, yang melibatkan observasi awal, sosialisasi, survei lapangan, analisis data spasial, serta validasi bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Hasil yang diperoleh berupa peta administrasi yang menggambarkan batas desa secara lebih jelas dan telah disepakati oleh pihak terkait. Peta ini diharapkan dapat menjadi acuan resmi dalam pengelolaan aset desa, perencanaan pembangunan, serta mencegah potensi konflik batas wilayah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini, meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan persepsi batas desa dan keterbatasan teknologi pemetaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, disarankan adanya sosialisasi intensif sebelum pemetaan serta pemanfaatan teknologi seperti GPS dan sistem informasi geografis (SIG) untuk meningkatkan akurasi. Dengan adanya peta administrasi ini, desa memiliki dokumen resmi yang dapat digunakan dalam tata kelola wilayah, penyusunan kebijakan, dan pengajuan program pembangunan ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Page 1 of 16 | Total Record : 151