cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,075 Documents
Program Pengenalan Lapangan Sekolah oleh Mahasiswa Universitas PGRI Palembang di SD Negeri 36 Palembang Arief Keswidyanarko; Tri Wahyudi; Ricko Farisky; Octa Nabilla Kuswandi; Ali Nurhidayah; Cahaya Karmila; Aulia Fahira; Soffa Marwa Nurrohim; Muhammad Almizanul Adli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1457

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan wahana utama bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia pendidikan nyata dan mengintegrasikan teori kependidikan dengan praktik di sekolah. Laporan ini mendeskripsikan seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa Universitas PGRI Palembang selama melaksanakan PLP di SD Negeri 36 Palembang pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Fokus utama kegiatan meliputi observasi kultur sekolah, asistensi instruksional di kelas, serta implementasi program kerja pendidikan seperti pembinaan upacara, kegiatan keagamaan, dan peringatan hari besar nasional. Melalui pengalaman praktik mengajar dan bimbingan guru pamong, mahasiswa berhasil mengasah kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam dinamika sekolah mampu mentransformasi mahasiswa menjadi calon pendidik yang lebih adaptif, kreatif, serta siap menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Terapi Bermain Puzzle untuk Meningkatkan Perkembangan Motoric Halus Anak Usia Dini di TK Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang Gryttha Tondang; Oktaviance Oktaviance; Bernadetta Ambarita; Lili Suryani Tumanggor; Sri Martini; Jev Boris; Nasipta Ginting; Arjuna Ginting; Amando Sinaga; Magda Siringo Ringo SST
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1460

Abstract

Anak adalah individu yang berada pada tahap tumbuh kembang yang memiiliki kebutuhan fisik, psikis, serta sosial yang tidak sama dengan orang dewasa, Dimana anak usia dini merupakan usia yang polos serta memeiliki potensi yang masih harus di kembagkan menjadi manusia sutuhnya . anak memiliki  berbagai macam potensi yang harus di kembangkan, meskipun pada umumnya anak memilki pola perkembangan yang sama teteapi ritme perkemabngan akan berbeda satu sama lain karena pada dasarnya anak bersifat individual. Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang saat usia dini yaitu kemampuan motorik. Motorik halus merupakan Gerakan yang melibatkan otot- otok halus atau bagian tubuh tertentu, salah satu alat yang di gunakan untuk mendeteksi perkembangan motoric halus anak yaitu permain puzzle.alat permainan edukatif puzzle adalah alat peraminan yang dapat melatih anak mengenal bentuk dan mengenal ruang kosong Dimana potongan tersebut di butuhkan. Tujuan pengabdian masyrakat inu adalah untuk mengetahui Tingkat kemampuan motorik halus anak usia dini di TK. Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan mengguanakn format DDST II yang terdiri dari 4 sektor yaitu motorik halus, motorik kasar,Bahasa, personal sosial . kegiatan ini di fokuskan pada bagian motoric halus dengan memberikan anak bermain puzzle selama 20 menit terhadap 18 anak- anak. Hasil dalam kegiatan ini adalah permainan puzzle dapat meningkat motorik halus yang berhubungan dengan dengan keterampilan gerak kedua tangan,mampu mengkkordinasikan indra mata dan tangan, melatih kelenturan dan otot jari, serta mampu melatih anak berpikir anak, memebentuk , membangun, memperkuat otot dan meningkatkan perkembangan emosi anak dalam beraktivitas. Kesimpulan dalam kegaitan ini adalah permainana puzzle dapat meningkat motrik halus anak dan meningkat perkembangan emosi anak saat beraktivitas.
Pelatihan Jurnalisme Kreatif untuk Meningkatkan Literasi Media Digital dan Kemampuan Produksi Konten Media Sosial Siswa SMK Budi Mulia, Tangerang Adhvidya Adhvidya; Rezki Pratami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1470

Abstract

Perkembangan media sosial telah membentuk perubahan penting dalam praktik komunikasi generasi muda. Siswa sekolah menengah kejuruan tidak hanya berhadapan dengan tuntutan penggunaan teknologi, tetapi juga kebutuhan untuk memahami, menyeleksi, dan memproduksi pesan digital secara kreatif serta bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi media digital, minat menulis, dan kemampuan produksi konten kreatif media sosial siswa SMK Budi Mulia Tangerang melalui pelatihan jurnalisme kreatif. Program dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis praktik yang mencakup observasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelatihan literasi media digital, pengenalan jurnalisme kreatif, latihan penulisan caption, praktik storytelling digital, pendampingan produksi konten, dan evaluasi reflektif. Khalayak sasaran adalah siswa SMK Budi Mulia Tangerang yang memiliki akses tinggi terhadap media sosial, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek verifikasi informasi, etika komunikasi digital, dan pengemasan pesan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa yang diukur dalam sejumlah aspek. Dari 26 siswa yang bekerja dalam 13 kelompok, seluruh kelompok berhasil menghasilkan 13 karya konten media sosial yang dinilai menggunakan rubrik lima aspek. Hasilnya, penilaian menunjukkan bahwa 77% kelompok mampu menyusun ide yang tepat, 69% menghasilkan pesan yang jelas, 62% menampilkan kreativitas penyajian, 77% menerapkan etika media sosial dengan baik, dan 69% mampu menulis caption yang komunikatif. Berdasarkan pada hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa siswa SMK Budi Mulia mampu menulis karya jurnalisme kreatif pada konten media sosial, meskipun masih membutuhkan pengawasan dan literasi lebih lanjut.
Menstimulasi Entrepreneurship Kids Melalui Kegiatan Market Day di PAUD Terpadu Cahaya Bintang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Monica Sikma; Peki Fitra Sandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1475

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan market day dalam menstimulasi entrepreneurship kids di PAUD Terpadu Cahaya Bintang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Penulisan artikel ini berdasarkan hasil kegiatan selama pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang dilakukan oleh mahasiswa PGPAUD. Kegiatan market day dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan produk, kunjungan ke kebun, pemanenan bahan baku, pengolahan dan pengemasan produk, pelatihan keterampilan jual beli, pelaksanaan market day, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan market day memberikan dampak positif terhadap perkembangan jiwa kewirausahaan anak usia dini. Murid menunjukkan perkembangan dalam kemampuan berkomunikasi ketika menawarkan produk, berinteraksi dengan pembeli, serta memahami proses sederhana kegiatan jual beli, mulai dari menyiapkan produk, melakukan transaksi, hingga menyerahkan barang kepada pembeli. Pengalaman belajar yang diperoleh secara langsung melalui kegiatan market day turut meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial murid dalam berinteraksi dengan teman, guru, dan orang tua. Dengan demikian, kegiatan market day dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi jiwa kewirausahaan anak usia dini melalui pengalaman belajar yang nyata, aktif, dan menyenangkan.
Edukasi dan Sosialisasi Hukum Perlindungan Anak dan Perempuan Pada Masyarakat RT005 RW002 Kelurahan Tanjung Ria Kota Jayapura Rizky Wisudawan Katjong; Revie Kurnia Katjong
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1476

Abstract

Perlindungan anak dan perempuan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak asasi manusia. Namun, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak dan perempuan serta mekanisme perlindungan hukum masih menjadi penyebab terjadinya berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. Kegiatan edukasi dan sosialisasi hukum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat RT 005 RW 002 Kelurahan Tanjung Ria Kota Jayapura mengenai perlindungan hukum bagi anak dan perempuan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode dialog interaktif dengan penyampaian materi menggunakan presentasi PowerPoint, pembagian bahan ajar, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi peserta yang sangat baik, ditandai dengan antusiasme dalam berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Evaluasi melalui kuesioner juga menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor yang meningkat dari 50–60 sebelum kegiatan menjadi 75–85 setelah kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan sosialisasi hukum efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak dan perempuan serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, responsif, dan berkeadilan.
Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan Tahun 2026 Dwike Nirmalasari Theresia Br Barus; Selvia Yolanda Dalimunthe; Heppy Maya Sari Saragih; Rizca Annur Hadya; Wiyogo Wiyogo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1478

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta perlindungan bagi tenaga kesehatan di rumah sakit. Lingkungan rumah sakit memiliki berbagai potensi bahaya kerja, baik fisik, biologis, kimia, maupun psikososial yang dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan karyawan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran tenaga kerja melalui kegiatan sosialisasi K3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan melalui penyuluhan, pemaparan materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Sasaran kegiatan adalah seluruh karyawan rumah sakit di RSU. Bina Kasih Medan yang terlibat dalam pelayanan kesehatan maupun administrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya penerapan K3 dalam aktivitas kerja sehari-hari. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan budaya K3 dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif khususnya di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan.
Pengenalan Permainan Tradisional sebagai Upaya Melestarikan Budaya pada Anak Sekolah Menengah Pertama Pusaka Bandar Klippa Nurlia Ginting; Frida Dian Handini Lubis; Oratna Ndepa Sari Br Barus; Bella Sabrina Br Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1481

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter yang penting bagi perkembangan anak. Namun, perkembangan teknologi digital telah menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap permainan tradisional, khususnya pada siswa sekolah menengah pertama. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pengetahuan dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa sekolah menengah pertama sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus mengembangkan keterampilan sosial, motorik, dan karakter. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi dan edukasi, demonstrasi permainan, praktik langsung (learning by playing), serta evaluasi melalui pretest, posttest, observasi, dan angket. Permainan yang diperkenalkan meliputi congklak, engklek, gobak sodor, dan lompat tali dengan dukungan media pembelajaran berbasis teknologi berupa video edukatif, presentasi interaktif, dan modul digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 67 pada pretest menjadi 89 pada posttest. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama kegiatan berlangsung, serta mengalami peningkatan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi sosial melalui aktivitas permainan kelompok. Pemanfaatan media berbasis teknologi turut meningkatkan ketertarikan siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap permainan tradisional sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter di era digital.
Peningkatan Kapasitas Manajemen Pendidikan Melalui Pelatihan Kepemimpinan dan Tata Kelola Sekolah di UPT SDN 101831 Bintang Meriah Irmina Pinem; Antonius Remigius Abi; Adi Putra Suramana Gurusinga; Lusiana Simangunsong; Paska Amelia Oppusunggu; Lisrawati Ndruru; Indah Friskila br Sembiring; Angelina Uli Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1484

Abstract

Manajemen pendidikan yang efektif merupakan faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah, namun di lapangan masih banyak guru yang memiliki pemahaman terbatas mengenai kepemimpinan dan tata kelola sekolah yang baik. Kondisi ini terlihat di UPT SDN 101831 Bintang Meriah, di mana sebagian guru belum memahami secara optimal prinsip-prinsip manajemen pendidikan, pembagian peran kepemimpinan, serta tata kelola administrasi sekolah yang transparan dan akuntabel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam bidang kepemimpinan dan tata kelola sekolah melalui pelatihan terstruktur. Metode yang digunakan meliputi koordinasi persiapan, pelaksanaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyampaian materi mengenai prinsip kepemimpinan partisipatif, tata kelola administrasi sekolah, pengelolaan kurikulum, serta komunikasi efektif dalam organisasi sekolah, dilanjutkan dengan diskusi kelompok, simulasi pengambilan keputusan, post-test, serta penyusunan komitmen tindak lanjut. Sasaran utama kegiatan adalah 10 guru di UPT SDN 101831 Bintang Meriah. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai awal Mei hingga 2 Juni 2026. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta; sebelum kegiatan sebanyak 65% guru belum memahami prinsip dasar tata kelola sekolah yang baik, namun setelah pelatihan, angka tersebut menurun menjadi hanya 12%, dan sebanyak 68% guru berhasil memahami seluruh materi kepemimpinan dan tata kelola sekolah dengan baik
Edukasi Higiene Diri dan Jajan Aman Sebagai Upaya Pencegahan Keracunan Pangan pada Siswa SDN 2 Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Novi Fitriyani; Sindriyati Adam; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1485

Abstract

Kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi diindonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap pangan tidak aman dan memiliki perilaku hygiene yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas II SDN 2 Tilongkabila mengenai hygiene diri dan kebiasaan jajan aman sebagai Upaya pencegahan KLB keracunan pangan melalui program edukasi berbasis fun learning “Foodtective Academy”. Metode kegiatan menggunakan desain pretest dan posttest dengan jumlah 14 siswa kelas II SD. Intervensi dilakukan pada enam sesi edukatif yaitu edukasi interaktif, demonstrasi cuci tangan enam Langkah WHO, mini game sortir jajanan, dan roleplay. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri 10 soal pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa secara signifikan dari pretest (5,00) menjadi posttest (9,43), dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pengetahuan yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada indikator higienitas diri dan kebiasaan mencuci tangan (51,7%), diikuti oleh pelaporan kejadian keracunan pangan (42,9%), dan keamanan jajanan (37,5%). Program Foodtective Academy terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa terkait hygiene diri, pemilihan jajanan aman, pengenalan gejala keracunan pangan, dan langkah pelaporan yang tepat. Pendekatan edukasi berbasis permainan, media visual, dan aktivitas interaktif mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa secara optimal.
Mengenal Teknik Mesin Lebih Dekat: Edukasi Konsentrasi Keilmuan dan Prospek Karier Bagi Siswa SMAN 1 Labuhan Ratu Beny Hartawan; Teuku Marjuni; Adi Prastyo; Anang Ansyori; R Agung Efriyo Hadi; Tumpal Ojahan R
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1488

Abstract

Edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan membangun motivasi untuk mengejar pendidikan dan karier di bidang teknik. Kegiatan sosialisasi menggunakan pendekatan kuantitatif, mencakup informasi Fakultas Teknik dan fokus bidang rekayasa material prodi Teknik Mesin, serta prospek karier dan contoh aplikasi teknologi yang sering ditemui. Hasil menunjukan siswa/siswi mendapatkan pemahaman yang baik sebesar 80 % dan minat untuk melanjutkan studi ke Fakultas Teknik sebesar 50 % serta rasa ingin tahu yang tinggi tentang bagaimana suatu mesin atau teknologi bekerja sebesar 21.66 %. Selain itu, minat siswa/siswi juga di pengaruhi oleh dukungan orang tua serta ketersediaan beasiswa. Kegiatan ini tidak hanya berhasil mengenalkan Fakultas Teknik, tetapi juga membangun motivasi mereka untuk mengejar pendidikan dan karier di bidang teknik yang dapat berkontribusi pada pembangunan SDM unggul di bidang teknologi.

Page 98 of 108 | Total Record : 1075