cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@jam.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat
ISSN : 27762262     EISSN : 27761819     DOI : 10.22334/jam
Core Subject : Social,
JAM memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi; tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pelatihan, 2. Pemasaran, 3. Teknologi Tepat Guna (TTG), 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 5. Desain, 6. Pemberdayaan masyarakat, 7. dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 114 Documents
Pengembangan Komponen Pariwisata 3A Berbasis Lansekap Budaya Sunda Nungky Puspita; Devi Roza K. Kausar; Riza Firmansyah
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.55

Abstract

Strategi dalam mengembangkan komponen pariwisata 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) Kampung lembur sawah memiliki potensi atraksi wisata budaya dan alam yang sangat menarik perhatian. Namun dalam pengembangan atraksi budaya di kampung wisata lembur sawah, Yang mana dalam pengelolaan pengembangan kampung wisata disini belum merata. Maka dalam penelitian ini akan diadakannya pengembangan komponen pariwisata 3A berbasis landsekap budaya sunda di saung eling kelurahan Muhyaharja. Dalam penelitian ini memiliki tujuan selain untuk pengembangan potensi wisata desa ini juga sebagai Laboratorium nyata bagi mahasiswa dalam menyalurkan segala ilmu yang telah dimiliki dan bermanfaat kepada masyarakat. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalah masyarakat kampung Lembur Sawah khususnya yang berada disekitaran saung eling yang mana dapat mengembangkan komponen pariwisata 3A seperti pengembangan atraksi budaya yang dimiliki serta perbaikan amenitas dan penataan aksesibilitas menuju lokasi saung eling.   Strategy in developing the 3A tourism component (Attractions, Accessibility and Amenities) Kampung Overtime Sawah has the potential for cultural and natural tourist attractions that are very attractive. However, in the development of cultural attractions in the Belu Sawah tourist village, the management of the development of the tourist village here has not been evenly distributed. So in this research there will be a development of 3A tourism components based on the Sundanese cultural landscape in Saung Eling, Muhyaharja sub-district. This research aims, apart from developing the tourism potential of this village, as well as being a real laboratory for students to channel all the knowledge they have and be useful to the community. The specific target to be achieved from this community partnership program activity is the Lembur Sawah village community, especially those around Saung Eling, who can develop 3A tourism components such as developing cultural attractions as well as improving amenities and arranging accessibility to the Saung Eling location.
Wisata Edukasi Berbasis Ekonomi Kreatif Ecobrick Yuviani Kusumawardhani; Maidar Simanihuruk; Sekti Rahardjo; Dina Mayasari
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.56

Abstract

Tren desa wisata pasca pandemik Covid-19 di Indonesia meningkat seiring munculnya new economic tourism. Namun, kontradiktif dengan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor yang cenderung lebih lambat dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat. Permasalahan krusial yang terjadi pada pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor adalah SDM dan kelembagaan, tidak terkecuali dengan desa wisata Sukajadi yang hingga saat ini masuk ke dalam kategori desa wisata rintisan. Berdasarkan hal inilah, urgensi program pengabdian kepada masyarakat desa wisata Sukajadi adalah perlu adanya penguatan pariwisata melalui pemberdayaan SDM kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang kreatif dan memiliki kualitas layanan yang prima melalui wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai upaya diversifikasi produk wisata sehingga desa wisata Sukajadi memiliki keunggulan kompetitif dari desa wisata lainnya di sekitarnya. Berdasarkan data dan fakta inilah, simulasi wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif yang dianggap berpotensi menjadi produk wisata baru dan mampu menarik minat wisatawan dilakukan, guna meningkatkan pelayanan prima dan edukatif. Wisata edukasi akan menciptakan wisatawan yang berkualitas sehingga pelayanan prima dan edukatif sangat dibutuhkan untuk memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan. Luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi para penggiat ecobrick untuk memberikan pelayanan prima dan edukasi pada wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif ecobrick di desa wisata Sukajadi, Kabupaten Bogor.   The trend of tourist villages after the Covid-19 pandemic in Indonesia is increasing along with the emergence of new economic tourism. However, this is contradictory to the development of tourist villages in Bogor Regency which tends to be slower than other regions in West Java. The crucial problems that occur in the development of tourist villages in Bogor Regency are human resources and institutions, including the Sukajadi tourist village which is currently included in the pilot tourism village category. Based on this, the urgency of the community service program for the Sukajadi tourist village is the need to strengthen tourism through empowering human resources from tourism awareness groups (Pokdarwis) who are creative and have excellent service quality through creative economy-based educational tourism. The aim of this community service is as an effort to diversify tourism products so that the Sukajadi tourist village has a competitive advantage over other tourist villages in the surrounding area. Based on these data and facts, a creative economy-based educational tourism simulation, which is considered to have the potential to become a new tourism product and able to attract tourist interest, was carried out, in order to improve excellent and educational service. Educational tourism will create quality tourists so that excellent and educational service is needed to provide an unforgettable experience for tourists. The outcome to be achieved from this activity is to improve the communication skills of ecobrick activists to provide excellent service and education in ecobrick creative economy-based educational tourism in the Sukajadi tourist village, Bogor Regency.
Pengolahan Daun Kelor Menjadi Produk Wisata Kuliner Berkelanjutan Putu Eka Wirawan; Ni Wayan Mega Sari Apri Yani; A.A Istri Putera Widiastiti; I Nyoman Agus Setiawan
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.57

Abstract

Desa Sayan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar merupakan Desa yang memiliki berbagai macam karya seni yang sudah cukup dikenal, salah satunya adalah lukisan dari Young Artist. Selain itu, Desa Sayan juga memiliki bahan masakan yang sudah sangat lumrah dimiliki oleh seluruh masyarakat desa tersebut, yaitu kelor. Adapun maksud dan tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan dasar memasak dan mengolah apa yang sudah dimiliki sehingga terciptanya potensi bisnis yang berkualitas. Metode yang akan digunakan untuk melancarkan proses kegiatan ini adalah dengan melakukan pendampingan dan pelatihan atau skill and knowledge transfer oleh Chef dari IPB Internasional.Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya wawasan dan pengetahuan masyarakat Desa Sayan akan potensi yang dimiliki oleh desanya, dan menambah keterampilan dalam mengolah kelor, serta menciptakan peluang bisnis bagi masyarakat Desa Sayan.   Sayan Village, Ubud District, Gianyar Regency is a village that has various kinds of well-known works of art, one of which is paintings by Young Artists. Apart from that, Sayan Village also has a cooking ingredient that is very common among the people of the village, namely moringa. The aims and objectives of this community service are to increase knowledge and insight as well as basic skills in cooking and processing what you already have so as to create quality business potential. The method that will be used to expedite the process of this activity is by providing assistance and training or skill and knowledge transfer by Chefs from IPB International. The result of this community service is increasing the insight and knowledge of the Sayan Village community regarding the potential of their village, and increasing skills in processing moringa, as well as creating business opportunities for the people of Sayan Village.
Increasing the Attraction of Culinary Tourism through Understanding Food Symbolism for Culinary Business Actors Kadek Feni Aryati; A.A Ayu Arun Suwi Arianty; Luh Eka Susanti
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.59

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata di Indonesia yang menawarkan beragam daya tarik wisata yang sangat mengagumkan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dari segi kuliner, makanan khas daerah bali masih belum banyak dikenal dan kurang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung untuk sekedar menikmati masakan khas bali. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pelaksana pengabdian melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang pemahaman “food symbolism” untuk meningkatkan daya tarik wisata kuliner khas bali. Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Pemberian materi tentang peningkatan daya tarik wisata kuliner, 2) Pemberian materi tentang pentingnya “Food Symbolism” dan cara mempromosikan masakan khas bali, 3) Pemberian materi tentang cara-cara untuk memperoleh sertifikasi usaha kuliner pariwisata, 4) Diskusi.   Bali is one of the tourism destinations in Indonesia that offers a variety of amazing tourist attractions. However, facts in the field show that in terms of culinary, Balinese regional food is still not widely known and cannot attract tourists to visit to just enjoy Balinese specialties. Therefore, in this community service activity, service implementers conduct socialization and coaching on understanding "food symbolism" to increase the attractiveness of Balinese culinary tourism. Activities carried out include: 1) Provision of material on increasing the attractiveness of culinary tourism, 2) Provision of material on the importance of "Food Symbolism" and how to promote Balinese cuisine, 3) Provision of material on ways to obtain tourism culinary business certification, 4) Discussion.
Workshop Kurikulum Merdeka di SMK Singamandawa Made Arya Astina; Ketut Tri Budi Artani; Helmy Syakh Alam
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.60

Abstract

Dihasilkannya lulusan yang kompeten dan berdaya saing unggul dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) masih menjadi tantangan bagi sebagian lembaga pendidikan kejuruan yanga ada. Lulusan yang berkualitas akan lahir dari lembaga pendidikan yang memiliki kurikulum pendidikan yang berkualitas. Penerapan kurikulum merdeka merupakan salah satu upaya pemerintah untuk dapat menyediakan tenaga kerja terampil sesuai degan kebutuhan dunia nyata. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan perencanaan yang sistematis, termasuk dibutuhkannya kegiatan pelatihan atau workshop yang membahas implemetasi Kurikulum Merdeka. Kolaborasi Universitas Primakara dengan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk worshop review kurikulum ini menjadi kubutuhan bagi SMK Singamandawa. Melelaui penyelenggaraan workshop dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi ini, seluruh materi yang terkait Kurikulum Merdeka dapat diterima dengan baik oleh para peserta, dalam hal ini para guru. Workshop yang dalam pelaksanaannya melibatkan tiga narasumber ini berhasil memberikan pengetahuan dan wawasan baru terkait implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Singamandawa. Hasil baik ini dibuktikan melalui hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan pada akhir sesi workshop. Hasil dari penyebaran kuesioner menunjukan materi yang disajikan para narasumber sesuai dengan kebutuhan para guru. Para guru juga merasa puas dan mengapresiasi cara penyajian materi dari para narasumber.   Graduating competent and highly competitive students from Vocational High Schools (SMK) is still become a challenge for some existing vocational education institutions. Qualified graduates will be produced from educational institutions that have a quality educational curriculum. The implementation of Kurikulum Merdeka is one of the government's efforts to provide skilled labor in accordance with real world needs. Implementation of Kurikulum Merdeka requires systematic planning, including the need for training activities or workshops that discuss the implementation of the Independent Curriculum. Primakara University's collaboration with the Institute of Tourism and International Business in Community Service (PkM) activities in the form of a curriculum review workshop is a necessity for Singamandawa Vocational School. By holding workshops using lecture, question and answer and discussion methods, all material related to Kurikulum Merdeka was well received by the participants, in this case the teachers. The workshop, which involved three resource persons, succeeded in providing new knowledge and insight regarding the implementation of Kurikulum Merdeka at Singamandawa Vocational School. This good result was proven through the results of distributing questionnaires at the end of the workshop session. The results of distributing the questionnaires showed that the material presented by the resource persons was in accordance with the needs of the teachers. The teachers also felt satisfied and appreciated the way the material was presented by the resource persons.
Implementasi Metode dan Strategi Pembelajaran Berbasis ICT Abd Syakur; Tri Achmad Budi Susilo; M Khusni Mubarok
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.61

Abstract

Penerapan pembelajaran di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini tidak cukup hanya menyenangkan, akan tetapi proses belajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan efektif. Posisi guru sebagai pemeran inti, menjadi penentu keberhasilan pembelajaran. Guru dituntut memiliki kemampuan dalam metode dan strategi pembelajaran berbasis teknologi dan informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Pendampingan Metode dan Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Informasi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Miftahul Amal Ellak Daya Lenteng Sumenep ini, menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang teridiri dari pemetaan potensi aset, rencana aksi, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring serta evaluasi. Hasil pengabdian di antaranya; Pertama, penguasanaan guru dalam metode dan strategi pembelajaran. Kedua, Guru memiliki kemampuan dalam mengoperasional komputer berbasis internet. Ketiga, Penguasaan metode dan stretagi pembelajaran berbasis teknologi dan informasi (ICT). Keempat, Guru mampu mengimplementasi metode pembelajaran bermain berbasis berbasis teknologi dan informasi (ICT).   The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is not just fun, but the learning process is active, innovative, creative and effective. The teacher's position as a core actor determines the success of learning. Teachers are required to have abilities in technology and information-based learning methods and strategies. This community service activity with the theme Assistance with Technology and Information Based Learning Methods and Strategies at the Miftahul Amal Ellak Daya Lenteng Early Childhood Education Institution, Sumenep, uses the Asset Based Community Development (ABCD) method which consists of mapping potential assets, action plans, implementation of activities , and monitoring and evaluation. The results of service include; First, teacher mastery of learning methods and strategies. Second, teachers have the ability to operate internet-based computers. Third, mastery of technology and information (ICT) based learning methods and strategies. Fourth, teachers are able to implement technology and information (ICT) based play learning methods.
Model Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk Pemberdayaan Perempuan Berbasis Pendampingan Melalui Pelatihan Cake Decoration di Desa Batuan Wirawan, Putu Eka; Arianty, A.A.A Arun Suwi; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari; Susanti, Luh Eka; Sari, Komang Ratih Tunjung
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i1.1

Abstract

Desa Batuan merupakan salah satu destinasi wisata Bali yang memiliki Kawasan wisata budaya yang menawarkan permukiman tradisional. Desa Batuan merupakan jalur pariwisata menuju ke daerah wisata Ubud. Sejalan dengan perkembangan pariwisata di Kabupaten Gianyar yang mengembangkan pariwisata khususnya di bidang kuliner sebagai daya tarik wisata. Hal ini jelas dapat memberikan peluang dan ancaman bagi masyarakat Desa Batuan. Peluangnya adalah kesempatan masyarakat mendapatkan pekerjaan menjadi besar, karena adanya penyediaan pelayanan kepada wisatawan. Ancamannya, masih rendahnya pendidikan serta pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat lokal. Pada kesempatan ini, IPB Internasional melakukan kerjasama dengan Desa Adat Batuan Gianyar untuk memberikan pelatihan dasar perhotelan khususnya pelatihan cake decoration. Adapun pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemerdayaan kelompok wanita di Desa Batuan. Pengabdian masyarakat ini juga diharapkan akan menjadi Langkah awal kegiatan pengembangan dan pendampingan desa wisata ataupun kegiatan lain selanjutnya antara IPB Internasional dan Desa Adat Batuan Gianyar. Berdasarkan permintaan dari Desa Adat Batuan Gianyar dibutuhkan beberapa kegiatan sebagai berikut: Pelatihan cake decoration. Sasaran pokok kegiatan ini adalah Ibu-Ibu PKK Desa Batuan sebanyak 25 orang. Dipilihnya Ibu-Ibu PKK ini didasari atas asumsi keinginan yang sangat tinggi dan adanya dorongan positif dari Bendesa Adat Desa Batuan. Memperhatikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka metode yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan dilakukan dengan metode partisipatory rural appraisal (PRA) dan metode knowledge transfer.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendampingan Melalui Pelatihan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) Di Desa Wisata Kaba-Kaba, Tabanan, Bali Pantiyasa, I Wayan; Semara, I Made Trisna
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i1.2

Abstract

Di Era Pandemi Covid-19, pemberdayaan masyarakat desa berbasis pendampingan merupakan program yang sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas desa wisata. Pendampingan dirasakan efektif karena relasi pendamping dengan masyarakat sangat dekat, durasi waktu pendampingan relatif lama, materi pelatihan beorientasi pada kebutuhan masyarakat dan tingkat partisipasi masyarakat di dalam pendampingan tinggi, materi dan target pemberdayaan lebih terencana. Adapun desa wisata yang akan dilakukan pendampingan adalah Desa Kaba-Kaba, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa Kaba-Kaba merupakan salah satu desa yang memiliki potensi daya tarik wisata alam dan sosial budaya yang cukup memadai sebagai bagian produk desa wisata. Akan tetapi akibat adanya wabah pandemi covid-19, seluruh desa wisata wajib menjalankan protokol kesehatan, termasuk Desa Wisata Kaba-Kaba. Walaupun Desa Wisata Kaba-Kaba sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata pada tahun 20016, dalam pengembangannya kemampuan dan komitmen dari sumber daya manusianya masih sangat rendah. Bahkan dalam menjalankan kesiapan pengelolaan Desa wisata yang berorientasi bersih, sehat, aman dan ramah terhadap lingkungan belum optimal dijalankan. Oleh kerannya diperlukan pelatihan dan pendampingan di Desa Wisata Kaba-Kaba. Sasaran pelatihan adalah masyarakat Desa Kaba-Kaba sebanyak 20 peserta. Masyarakat ini merupakan masyarakat yang berperan aktif dalam pengembangan desa wisata. Target dari program pelatihan ini adalah mampu mendidik peserta sebanyak 20 orang masyarakat dengan kompetensi yang dihasilkan mampu menjelaskan konsep dan implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). Program pelatihan dilaksanakan di Hotel Puri Saron Kota Denpasar dengan dibantu oleh Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata dalam menyediakan fasilitas penyelenggaraan Bimbingan Teknis. Setelah kegiatan pelatihan dilakukan tahapan pendampingan ke masyarakat desa dalam mengimplemetasi program CHSE. Tahap awal program pendampingan adalah memberikan dukungan sarana prasaran seperti thermogun, hand sanitizer dan wastafel portabel. Sarana prasarana ini merupakan hal mendasar yang mampu mengedukasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Tahap selanjutnya memberikan simulasi penerapan standar protokol kesehatan dengan penggunaan peralatan yang telah diberikan pada saat penerimaan wisatawan di desa wisata.
Peningkatan Daya Saing UKM Kopi Sebagai Produk Penunjang Pelaga Agrotourism Park Pantiyasa, I Wayan; Sutiarso, Moh Agus; Suprapto, I Nyoman Arto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i1.3

Abstract

Peningkatan daya saing UKM kopi penunjang pengembangan Pelaga Agrotourism Park berbasis masyarakat sangat diperlukan sebagai usaha pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui kegiatan-kegiatan pendampingan dan pelatihan yang terarah sesuai dengan prioritas kebutuhan mitra diharapkan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional ini dapat mencapai target yang dicapai. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam mengelola destinasi agrowisata berbasis masyarakat melalui peran aktif  pemangku kepentingan yang ada di desa Pelaga termasuk UKM kopi. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh tim pelaksana telah berhasil dilakukan peningkatan hyginitas proses produksi dan perbaikan kemasan produk kopi bubuk dengan menggunakan label Pelaga Agrotourism Park. Kerjasama pemasaran dengan Koperasi Pegawai Negeri dan promosi melalui media sosial juga telah dilakukan, dan berdampak pada peningkatan produksi sekaligus peningkatan pendapatan.
Peningkatan Kompetensi Masyarakat Melalui Pelatihan Kreasi Merangkai Janur dan Korean Bouquet Wrapping PKK Kelurahan Tonja Sulasmini, Ni Made Ayu; Arianty, A.A.Ayu Arun Suwi; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari; Tunjungsari, Komang Ratih
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i1.4

Abstract

Kondisi perekonomian saat ini, bukan merupakan kondisi yang ideal akibat adanya Pandemi Covid 19. Imbas tersebut dirasakan oleh semua aspek masyarakat, termasuk masyarakat desa Tonja yang banyak bekerja pada bidang usaha perhotelan dan pariwisata. Kampus IPB Internasional, di dalam fungsi Tri Dharma Perguruan tinggi yang harus dilakukannya, berupaya berkontribusi di dalam upaya masyarakat Desa Tonja dalam bertahan pada kondisi pandemi ini, khususnya dalam hal pertahanan ekonomi keluarga. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian adalah untuk memecahkan permasalahan: 1) Memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada masyarakat tentang ketrampilan merangkai bunga dengan kreasi janur, 2) Memberikan pendidikan dan pelatihan seni membuat korean wrapping bouquet. Dengan dikuasainya kedua ketrampilan tersebut, peserta pengabdian masyarakat diharapkan mampu berkontribusi di dalam perekonomian keluarga serta kelompoknya.

Page 5 of 12 | Total Record : 114