cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@jam.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat
ISSN : 27762262     EISSN : 27761819     DOI : 10.22334/jam
Core Subject : Social,
JAM memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi; tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pelatihan, 2. Pemasaran, 3. Teknologi Tepat Guna (TTG), 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 5. Desain, 6. Pemberdayaan masyarakat, 7. dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 114 Documents
Pelatihan Merangkai Bunga dan Bahasa Inggris untuk Anak Anak Panti Asuhan Ananda Seva Dharma Dika Pranadwipa Koeswiryono; Ni Made Ayu Sulasmini; Ida Bagus Ketut Soma Antara
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.41

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan merangkai bunga dan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh IPB Internasional di Panti Asuhan Ananda Seva Dharma. Pelatihan merangkai bunga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan seni dan kreativitas anak-anak, sementara pelatihan bahasa Inggris bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi mereka. Metode pengajaran yang digunakan meliputi sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung. Selain itu, diberikan pula kegiatan kelompok untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi antar peserta. Pelatihan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di Panti Asuhan Ananda Seva Dharma. Keterampilan merangkai bunga dapat menjadi sumber penghasilan di masa depan, sementara kemampuan bahasa Inggris dapat membuka peluang pendidikan dan karir yang lebih baik. Oleh karena itu, program pelatihan yang dilakukan oleh IPB Internasional memiliki nilai yang signifikan dalam memajukan potensi anak-anak panti asuhan dan memberikan mereka kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pelatihan Teknik Dongeng Sebagai Metode Pengajaran Orang Tua Kepada Anak di TK RA Mentari Nur Fauzia; Fahri Fahri; Oikurema Purwati; Rahayu Kuswardani; Fithriyah Inda Nur Abida Diana Budi Darma
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.44

Abstract

Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan teknik dongeng sebagai metode pengajaran orang tua kepada anak di TK RA Mentari. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-methods) dengan menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam kegiatan ini adalah seluruh orang tua dari anak-anak yang bersekolah di TK RA Mentari, dengan sampel penelitian dipilih secara purposif. Pelatihan teknik dongeng dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orang tua dalam menggunakan dongeng sebagai alat pengajaran kepada anak-anak. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan orang tua setelah mengikuti pelatihan. Orang tua mampu mengintegrasikan teknik dongeng dengan kreativitas dan efektivitas dalam aktivitas pembelajaran bersama anak di rumah dan di sekolah. Dampak implementasi teknik dongeng oleh orang tua pada perkembangan anak juga diamati melalui observasi perilaku anak di kelas dan wawancara dengan guru atau pengasuh. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua yang aktif dalam menggunakan teknik dongeng menunjukkan peningkatan dalam perkembangan bahasa, moral, dan imajinasi. Pelatihan teknik dongeng sebagai metode pengajaran orang tua kepada anak di TK RA Mentari memberikan dampak positif dan signifikan dalam pendidikan anak usia dini.   This scientific paper aims to evaluate the effectiveness of storytelling technique training as a method of teaching for parents to their children at TK RA Mentari (Mentari Kindergarten). The method used is a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative data. The population of this study consists of all parents of children attending TK RA Mentari, with the research sample chosen purposively. The storytelling technique training was conducted to enhance the skills and knowledge of parents in using storytelling as a teaching tool for their children. The results of data analysis indicate a significant improvement in the skills of parents after attending the training. Parents were able to integrate storytelling techniques creatively and effectively in learning activities with their children at home and at school. The impact of implementing storytelling techniques by parents on children's development was also observed through the observation of children's behavior in the classroom and interviews with teachers or caregivers. The results showed that children with parents actively using storytelling techniques demonstrated improvements in language, moral, and imaginative development. Storytelling technique training as a method of teaching for parents at TK RA Mentari provides a positive and significant impact on early childhood education.
PIPK Petani Tanaman Hias Desa Petiga, Tabanan I Made Citra Wibawa; I Gede N. Suta Waisnawa; I Wayan Eka Mahendra; I Made Darsana; N Putri Sumaryani
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.45

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Tabanan, Bali yang memiliki keunggulan di bidang holtikultura berupa tanaman hias adalah Desa Petiga, Kecamatan Marga. Sejak tahun 2016 Desa Petiga ditetapkan sebagai lokasi pembangunan kawasan pedesaan yang merupakan kawasan pedesaan prioritas nasional (KPPN) melalui Keputusan Bupati Tabanan Nomor :80/373/02/HK&HAM/ 2016. Desa ini dikenal dengan desa agropolitan tanaman hias karena hampir 90% penduduknya bermata pencaharian utama menjadi petani tanaman hias. Desa Petiga memiliki luas wilayah 281 hektar, dengan 89% (250 hektar) merupakan lahan pertanian dan sisanya 11% (31 hektar) ladang. Jumlah penduduk 1.801 orang (923 laki-laki dan 878 perempuan) yang terbagi menjadi 573 KK. Tersebar ke dalam tiga dusun, yaitu: Semingan, Petiga Kangin, dan Belanban. Program PIPK ini berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu: Mitra 1 kelompok tani Tanaman Hias Guna Sari, Mitra 2 KWT Mekar Sari, Mitra 3 Kelompok Simatri Sekar Pasti Wangi, dan Mitra 4 Koperasi Guna Sari. Permasalahanya adalah Produksi, penataan stok pembibitan dan media tanam, dan Pemasaran. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi: PALS (participatory action learning system), Enthrepreneurship Capasity Building (ECB), Technology Transfer (TT), serta menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG), persuasif, dan edukatif. Evaluasi pelaksanaan program dengan target terjadi peningkatan level keberdayaan mitra, produktivitas usaha tanaman hias meningkat, dan pendapatan petani meningkat melaui penjualan tanaman hias, kompos, maupun sayur mayur, dan bio urine. Luaran akademik tahun-2 adalah: publikasi pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 4, berita di media massa online nasional, dan video kegiatan pengabdian yang ditayangkan di Youtube.   One of the villages in Tabanan Regency, Bali which has advantages in the field of horticulture in the form of ornamental plants is Petiga Village, Marga District. Since 2016, Petiga Village has been designated as a location for rural development which is a national priority rural area (KPPN) through the Decree of the Regent of Tabanan Number: 80/373/02/HK&HAM/ 2016. This village is known as an ornamental plant agropolitan village because almost 90% of its population's main livelihood is ornamental plant farmers. Petiga Village has an area of 281 hectares, with 89% (250 hectares) being agricultural land and the remaining 11% (31 hectares) being fields. The population is 1,801 people (923 men and 878 women) divided into 573 families. Spread into three hamlets, namely: Semingan, Petiga Kangin, and Belanban. This PIPK program seeks to provide solutions to the problems faced by partners, namely: Partner 1: the Guna Sari Ornamental Plant farmer group, Partner 2: KWT Mekar Sari, Partner 3: the Simatri Sekar Pasti Wangi Group, and Partner 4: the Guna Sari Cooperative. The problems are production, arrangement of nursery stock and planting media, and marketing. The implementation methods used include: PALS (participatory action learning system), Entrepreneurship Capacity Building (ECB), Technology Transfer (TT), as well as applying Appropriate Technology (TTG), persuasive and educational. Evaluation of program implementation with the target of increasing the level of partner empowerment, increasing ornamental plant business productivity, and increasing farmer income through sales of ornamental plants, compost, vegetables, and bio urine. Year 2 academic outcomes are: publications in the accredited national journal Sinta 4, news in national online mass media, and videos of service activities broadcast on YouTube.
PBM di SMP Negeri 1 Marga dan SMP Negeri 2 Marga Ni Nyoman Parmithi; Made Wery Dartiningsih; I Made Citra Wibawa; Ni Wayan Sunita
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.46

Abstract

SMP N 1 Marga dan SMP N 2 Marga berlokasi di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Kedua sekolah tersebut memiliki karaketeristik yang hampir sama dilihat dari SDM guru, input siswa, sarana dan prasaran yang tersedia, termasuk fasilitas internet. Semenjak pandemi Covid-19 menyerang, guru dituntut untuk merubah pola pembelajaran dari belajar tatap muka menuju pembelajaran online, baik dari perencaan, pelaksanaan, maupun evaluasinya. Permasalahan ketiga sekolah mitra tersebut adalah: (1) rendahnya penguasaan IT guru dalam pembelajaran online, (2) rendahnya pemahaman dan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis canva, dan (3) rendahnya kualitas soal ujian buatan guru termasuk proyek P5. Selain ketidak mampuan guru melaksanakan ulangan atau tes secara online menggunakan berbagai platform yang ada, kualitas soal yang dibuat guru juga masih rendah. Tujuan dilaksanakan kegiatan PBM ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, melaksanakan pembelajaran online, evaluasi online, dan menyusun soal ujian yang bermutu. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan penguatan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dalam bentuk kegiatan workshop serta praktik terbimbing: (1) workshop 1 dan praktik terbimbing 1 penguasaan IT guru dalam pembelajaran dan tes online, (2) workshop 2 dan praktik terbimbing 2 dalam melaksanakan pembelajaran dan tes online, (3) workshop 3 dan praktik terbimbing 3 tentang prosedur penyusunan soal-soal ujian berbasis HOTS. Luaran berupa: (1) meningkatnya kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan tes online (70%), (2) meningkatnya kemampuan dan keterampilan dalam menyusun RPP online (75%), (3) peningkatan kemampuan guru untuk menyusun soal ujian berbasis HOTS (100%), (5) publikasi di media online, (6) video di Cenel You Tube, dan (7) adanya artikel ilmiah.   SMP N 1 Marga and SMP N 2 Marga are located in Tabanan Regency, Bali Province. The two schools have almost the same characteristics in terms of teacher, student input, available facilities and infrastructure, including internet facilities. Since the Covid-19 pandemic struck, teachers have been required to change learning patterns from face-to-face learning to online learning, both in terms of planning, implementation and evaluation. The problems of the three partner schools are: (1) low teacher IT mastery in online learning, (2) low teacher understanding and ability in creating Canva-based learning media, and (3) low quality of teacher-made exam questions including the P5 project. Apart from the inability of teachers to carry out online tests using various existing platforms, the quality of questions created by teachers is also still low. The aim of carrying out this teaching and learning training activity is to overcome problems faced by partners, carry out online learning, online evaluation, and prepare quality exam questions. The solution offered is to strengthen teachers' pedagogical competence and professional competence in the form of workshop activities and guided practice: (1) workshop 1 and guided practice 1 are teacher IT mastery in online learning and tests, (2) workshop 2 and guided practice 2 are implementing learning and online tests, (3) workshop 3 and guided practice 3 are procedures for preparing HOTS-based exam questions. Outcomes include: (1) increased ability and skills of teachers in carrying out online learning and tests (70%), (2) increased ability and skills in compiling online lesson plans (75%), (3) increased ability of teachers to compose HOTS-based exam questions (100%), (5) publications in online media, (6) videos on Cenel You Tube, and (7) scientific articles.
Peningkatan Kompetensi Dosen Vokasi Perhotelan dalam Meningkatkan Kurikulum Melalui Program Pemagangan di Industri Perhotelan Maidar Simanihuruk; Braja Eka Sukma
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.47

Abstract

Akibat dari kebijakan merdeka belajar, maka kebutuhan sumber daya manusia perguruan tinggi semakin meningkat karena harus lebih inovatif dalam mengembangkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta mampu menjalin jaringan yang lebih luas dengan dunia usaha dan industri serta organisasi lainnya. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa kualitas dosen masih terpaku pada teori-teori sesuai peminatan dengan konsep lama yang belum disesuaikan dengan perkembangan teknologi, sehingga mahasiswa tidak siap bekerja pada bidang tertentu pada saat melaksanakan praktek lapangan karena apa yang diajarkan sangat berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh, salah satunya adalah dibuatnya program yang menghubungkan langsung dosen dengan dunia industri, sehingga mereka dapat langsung mengetahui perubahan di lapangan saat ini. Penelitian pengabdian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan metode observasi, wawancara, self-directed learning dan metode problem-based learning/inquiry. Berdasarkan hasil magang dapat disimpulkan pelaksanaan program magang dosen di industri perhotelan dapat memberikan peluang pengayaan ilmu sekaligus sebagai masukan untuk penyempurnaan bahan ajar mata kuliah yang diampu oleh dosen peserta magang industri yang dilengkapi dengan contoh aplikasi kuliah di industri.   The independent learning policy has increased the demand for human resources in higher education because these professionals must be more creative when creating curricula that are more in line with the needs of business and industry and are able to establish a wider network with these sectors and other organizations. However, the reality is that some lecturers are still fixated on theories that suit their interests and use antiquated concepts that haven't been updated for technological advancements. As a result, students aren't prepared to work in specific fields when engaging in field practice because what is taught differs greatly from what is occurring there. As a result, significant efforts are required, one of which is the development of a program that connects lecturers directly with the industrial world, allowing them to learn about changes in the current field as soon as they occur. This community service research employs qualitative research methods such as observation, interviews, self-directed learning, and problem-based learning/inquiry methods, as well as a learning approach. Based on the internship results, it is possible to conclude that implementing the lecturer internship program in the hospitality industry can provide opportunities for knowledge enrichment as well as input for improving teaching materials for courses taught by lecturers participating in industrial internships that are equipped with examples of lecture applications in the industry.
Pemberdayaan Kelompok Wanita dalam Pembuatan Inovasi Makanan Berbahan Dasar Komoditi Lokal Masyarakat Desa Kenderan I Dewa Ayu Vikha Purnama Dewi; Anak Agung Ayu Arun Suwi Arianty; Ida Bagus Ketut Soma Antara
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.49

Abstract

Didalam keluarga, yang memiliki kewajiban untuk mengolah makanan sehari-hari biasanya adalah wanita. Wanita memiliki peran penting juga dalam kesejahteraan keluarga. Dalam kegiatan pengabdian ini kami memberdayakan kelompok wanita di Desa Kenderan atau sering disebut PKK sebagai peserta pelatihan pembuatan saur atau serundeng dan inovasi makanan berbahan dasar komoditi lokal masyarakat. Pelatihan ini bertujuan agar ibu-ibu PKK dapat membuat sendiri saur atau serundeng yang sehari-harinya pasti selalu digunakan untuk pelengkap upakara keagamaan dan mengembangkan lebih banyak variasi inovasi makanan yang berbahan hasil dari kebun atau pertanian mereka sendiri untuk makanan keluarga ataupun ide berjualan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah demonstrasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi pelatihan pembuatan saur atau serundeng dan pembuatan inovasi makanan. Dengan begitu ibu-ibu PKK dapat melihat secara langsung proses pembuatan saur atau serundeng dan makanan inovasi serta dapat bertanya secara langsung kepada instrukturnya. Dan hasil dari pengabdian ini adalah produk saur dan bola-bola ubi dari bahan komoditi lokal yang bisa memberikan peluang ekonomi bagi ibu-ibu PKK Desa Kenderan.   Within the family, it is usually women who have the obligation to process daily food. Women also have an important role in family welfare. In this service activity we empower women's groups in Kenderan Village or often called PKK or Family Welfare Movementas as training participants in making saur or serundeng and food innovations made from local community commodities. This training aims to enable PKK woman to be able to make their own saur or serundeng which are always used daily to complement religious ceremonies and to develop a wider variety of food innovations made from products from their own garden or farm for family food or selling ideas. The method used in this service activity is demonstration. This community service activity includes training in making saur or serundeng and making food innovations. That way PKK woman can see firsthand the process of making saur or serundeng and innovative food and can ask questions directly to the instructor. And the results of this service are saur products and sweet potato balls made from local commodity materials which can provide economic opportunities for PKK woman.
Upaya Meningkatkan Soft Skill SDM Pada Panti Asuhan Salam Kecamatan Tabanan Ni Made Dwi Puspitawati; Ni Putu Yeni Astiti; Ni Made Indah Mentari; I Dewa Made Arik Permana Putra; Tiara Carina
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.51

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan sarana bagi anak-anak dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku sekolah dalam kehidupan nyata, baik di dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Selain literasi dan numerasi, pemahaman mengenai penggunaan teknologi informasi dikalangan pelajar Indonesia belum merata, dalam konteks pengabdian ini terfokus pada pelajar di panti asuhan. Adapun solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Panti Asuhan Salam adalah dengan peningkatan minat baca literasi dan numerik anak yang dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran secara manual serta memberikan pengajaran tentang perilaku dan sikap. Selain itu diberikan pula pembelajaran menggunakan teknologi komputer yaitu media pembelajaran Canva untuk mengoptimalkan kreativitas anak dan meningkatkan mutu soft skill SDM Pada Panti Asuhan Salam Kecamatan Tabanan.   Literacy and numeracy are tools for children to recognize, understand, and apply the knowledge they get at school in real life, both within the school environment and outside of school. In addition to literacy and numeracy, understanding the use of information technology among Indonesian students is not evenly distributed, in the context of the focus of this community service is students in orphanages. The solution given to overcome the problems faced by the Salam Orphanage is to increase children's reading interest in literacy and numeracy which can be done by providing manual learning and providing teaching about behavior and attitudes. In addition, learning using computer technology is also provided, namely Canva learning media to optimize children's creativity and improve the quality of HR soft skills at the Salam Orphanage, Tabanan District.
Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan Lusia Vreyda Adveni; Elsita Lisnawati Guntar; Mutria Farheni; Putu Ade Wijana
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.52

Abstract

Potensi wisata Kelurahan Serangan dinilai cukup tinggi. Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan salah satu Kepala Lingkungan Kelurahan Serangan, ditemukan bahwa Serangan mengedepankan potensi pengembangan wisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Hal ini dibuktikan dengan adanya penetapan Serangan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penyuluhan penguatan kapasitas masyarakat desa Serangan menuju pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat ini meliputi metode cermah, metode diskusi, dan metode survey. Program PkM yang bertema "Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan" merupakan salah satu contoh kontribusi nyata yang dilakukan oleh STB Runata dalam membangun masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. STB Runata berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi institusi pendidikan dan masyarakat di Indonesia untuk turut serta dalam pembangunan berkelanjutan.   The tourism potential of Serangan Village is considered quite high. Based on the results of a brief interview with one of the Heads of the Serangan Sub-District, it was found that Serangan prioritized the potential for sustainable tourism development. This is evidenced by the designation of Serangan as a Special Economic Zone (KEK) for the Bali Turtles. The purpose of this research is to provide counseling to strengthen the capacity of the Serangan village community towards sustainable tourism. The methods used in this Community Service program include lecture methods, discussion methods, and survey methods. The PkM program with the theme "Strengthening the Capacity of Serangan Village Communities Towards Sustainable Tourism" is an example of the real contribution made by STB Runata in community building and sustainable development. STB Runata hopes that this program can be an inspiration and example for educational institutions and communities in Indonesia to participate in sustainable development.
Pengembangan Kualitas Local Champion melalui Pelatihan Bahasa Inggris Travel Storytelling Ni Kadek Santi Dwi Mayani; Ida Ayu Putu Adrina Nareswari; Putu Sabda Jayendra; I Ketut Muliadiasa
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.53

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi wisata di desa tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan kelompok karang taruna di Desa Carangsari. Selain itu, pengabdian masyarakat ini juga bertujuan menjadi awal dari kegiatan pengembangan dan pendampingan desa wisata serta kegiatan lainnya antara IPB Internasional dan Desa Adat Carangsari, Petang, Badung. Pencapaian tujuan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Model pendekatan yang telah dilakukan meliputi, model Participatory Rural Appraisal (PRA), Model Knowledge Transfer, dan Business model innovation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat sudah berlangsung dengan baik dan lancer. Program ini mampu memberikan motivasi kepada karang taruna Desa Carangsari dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Adapun saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat, bagi karang taruna diharapkan memiliki motivasi dan senantiasa meningkatkan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris.   Community service is a collaboration between universities and village communities to develop tourism potential in the village. This community service activity aims to increase the capacity and empowerment of the youth group in Carangsari Village.Apar from that, this community service also aims to be the start of development and assistance activities for tourism villages and other activities between IPB International and the Carangsari Traditional Village, Petang, Badung. The achievement of these objectives is carried out using the method of discussion, training, and mentoring. The model approach that has been carried out includes, model Participatory Rural Appraisal (PRA), Model Knowledge Transfer, and Business model innovation. The results of the study show that community service activities have been going well and smoothly. This program is able to provide motivation to the youth organizations of Carangsari Village in increasing their knowledge and skills in English. As for suggestions that can be submitted from the results of community service activities, youth organizations are expected to have motivation and always increase confidence in speaking English.
Pelatihan Layanan Prima Untuk Kelompok Pedagang Muda I Made Trisna Semara; I Gusti Ayu Eka Suwintari; I Gusti Ketut Purnaya; I Putu David Adi Saputra
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.54

Abstract

Pengabdian ini untuk membantu kelompok truna truni pedagang di pasar Sidakarya Denpasar dalam mengatasi 1) Keluahan tamu berkaitan dengan faktor fisik yaitu ruangan yang kurang mendapat pertukaran udara yang lancar, suhu panas atau lembab, pencahayaan yang buruk, dan lantai tidak mudah dibersihkan bahkan licin, 2) Keluahan tamu berkaitan dengan SDM/ anggota kelompok belum memiliki pengetahuan standar dalam penyediaan makanan dan minuman, 3) Belum adanya standar keamanan, kebersihan dan keselamatan dalam bekerja pada kelompok pedagang di pasar Kereneng, 4) Kualitas pelayanan tamu masih rendah. Berkaitan dengan masalah tersebut kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta pelatihan standar penyajian makan dan minum serta mendesain tempat pedagang yang ramah lingkungan dan estetika. Metode yang digunakan adalah dengan metode survey, metode partisipatory rural apprasial (PRA), pemberian Pelatihan, Pendampingan, dan Monitoring. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kelompok truna truni pedagang di Pasar Sidakarya.   This service aims to help the teruna teruni group of traders at the Sidakarya market in Denpasar in overcoming 1) Guest complaints related to physical factors, namely rooms that do not have a smooth air exchange, hot or humid temperatures, poor lighting, and floors that are not easy to clean or even slippery, 2) Guest complaints relate to human resources/group members not having standard knowledge in providing food and drinks, 3) There are no security, cleanliness and safety standards in working in the group of traders at Sidakarya market, 4) The quality of guest service is still low. In connection with this problem, this community service activity provides a solution to resolve this problem by providing knowledge and skills assistance to training participants in serving food and drink as well as designing environmentally friendly and aesthetically pleasing merchant premises. The methods used are surveys, participatory rural appraisal (PRA), as well as providing training, mentoring, and monitoring. The aim is to improve the quality of service for the first-line group of traders at the Sidakarya Market.

Page 4 of 12 | Total Record : 114