cover
Contact Name
Dirasatul Ibtidaiyah
Contact Email
dirasatulibtidaiyah@uinsyahada.ac.id
Phone
+6285261307293
Journal Mail Official
dirasatulibtidaiyah@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/IBTIDAIYAH/about/editorialTeam
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Dirasatul Ibtidaiyah
ISSN : 27974588     EISSN : 27972410     DOI : https://doi.org/10.24952/ibtidaiyah/
Core Subject : Education,
DIRASATUL IBTIDAIYAH adalah jurnal yang berfokus pada studi kritis tentang pendidikan dasar. Menyelidiki dinamika pembelajaran siswa di jenjang pendidikan dasar / madrasah ibtidaiyah (sekolah dasar islam). Selain fokus pada pengembangan pengajaran di pendidikan dasar. Fokus dan ruang lingkup DIRASATUL IBTIDAIYAH dapat dilihat secara detail di sini DIRASATUL IBTIDAIYAH diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu Edisi 1 pada bulan Juni dan edisi 2 pada bulan November Tahun 2021. Jurnal Dirasatul Ibtidaiyah telah memiliki nomor registrasi p-ISSN: 2797-4588 dan e-ISSN:2797-2410 diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 127 Documents
ANALISIS APLIKASI CERDAS CERMAT ISLAM PADA PEMBELAJARAN FIKIH DALAM MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUS Nichdah Roichatul Jannah; Putri Avnita Mahfudzoh; Himmatul Fitriah; Diana Zuschaiya
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.19301

Abstract

AbstractTechnological advances have created learning media to build interactive learning, especially in Islamic religious education. The lack of variety in learning activities causes students to feel bored. Therefore, learning media is needed to attract students' attention, including Fiqh material. The aim of this research is to examine in depth and describe the use of the Islamic Quiz application in learning Jurisprudence at MI Tarbiyatul Banat Simo-Sungelebak in building students' religious character. This research uses qualitative methods with interview techniques, observation and documentation in data collection. The research results show that the application of the Islamic Smart Quiz application which is supported by practice is a driver for the formation of religious character and has an impact on seriousness in worship, namely proper ablution. The supporting factors include the uniqueness of the application, enthusiastic students, and encouragement to form religious character. Meanwhile, the inhibiting factors are the limited number of educators, lack of parental cooperation, and the level of intelligsence of students. Thus, cooperation between teachers, students and parents plays a very important role in achieving great benefits from using this application.Keywords: Islamic Quiz application, religious character, learning Jurisprudence. AbstrakKemajuan teknologi telah menciptakan media pembelajaran untuk membangun pembelajaran interaktif terutama dalam pendidikan agama Islam. Kurangnya variasi di kegiatan pembelajaran menyebabkan peserta didik merasa jenuh. Karena itu, dibutuhkan sebuah media pembelajaran untuk menarik perhatian peserta didik termasuk materi Fikih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam dan mendeskripsikan mengenai pemakaian aplikasi Cerdas Cermat Islam pada pembelajaran Fikih di MI Tarbiyatul Banat Simo-Sungelebak dalam membangun karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Cerdas Cermat Islam yang didukung dengan praktik menjadi pendorong terbentuknya karakter religius dan berdampak pada kesungguhan dalam beribadah yaitu wudhu dengan benar. Adapun faktor pendukung meliputi keunikan aplikasi, antusias peserta didik, dan dorongan membentuk karakter religius. Sedangkan faktor penghambat yakni jumlah pendidik terbatas, kurangnya kerja sama orangtua, dan tingkat kecerdasan peserta didik. Dengan demikian, kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua sangat berperan penting dalam pencapaian manfaat yang besar pada pemakaian aplikasi ini.Kata Kunci: aplikasi Cerdas Cermat Islam, karakter religius, pembelajaran Fikih.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DAN PERAN KOMITE TERHADAP KEKERASAN YANG TERJADI DI SEKOLAH Moh Gatra Efendi; Ritmon Amala
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.19438

Abstract

AbstractSchool violence is a significant issue that affects students’ psychological and social development. Character building has become an essential strategy to prevent violent behavior, while the school committee plays a role as a supervisor and facilitator in creating a safe learning environment. This article discusses how student character development through character education, counseling, and extracurricular activities can reduce school violence. Furthermore, it highlights the role of the school committee in supervision, policy-making, and parental involvement as preventive measures. The research method used is a literature review combined with case studies in several elementary schools in Indonesia. The findings indicate that the integration of character education with active school committee involvement can reduce incidents of violence and improve students’ discipline and sense of responsibility. Keywords: Character building, school violence, school committee, school-based management AbstrakKekerasan di sekolah merupakan salah satu masalah yang memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial siswa. Pembentukan karakter siswa menjadi salah satu strategi penting untuk mencegah perilaku kekerasan, sedangkan peran komite sekolah dapat menjadi pengawas dan fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Artikel ini membahas bagaimana pembentukan karakter siswa melalui pendidikan karakter, bimbingan konseling, dan kegiatan ekstrakurikuler dapat menekan tingkat kekerasan di sekolah. Selain itu, artikel ini menyoroti peran komite sekolah dalam pengawasan, pengambilan kebijakan, dan pelibatan orang tua sebagai upaya pencegahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dan studi kasus pada beberapa sekolah dasar di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan peran aktif komite sekolah dapat mengurangi insiden kekerasan dan meningkatkan kedisiplinan serta rasa tanggung jawab siswa. Kata Kunci: Pembentukan karakter, kekerasan sekolah, komite sekolah, manajemen berbasis sekolah.  
INTEGRASI STEAM DALAM KARYA 3 DIMENSI : STUDI SIKAP KOLABORASI MELALUI TEKNIK STEMPEL Susanti, Atika; Ramadhanti, Adinda Asri
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.19543

Abstract

AbstractVisual arts learning in elementary schools not only plays a role in developing creativity but also serves as an important medium for character education, particularly in fostering collaborative attitudes. This study examines the integration of the STEAM approach in three-dimensional visual arts learning using natural material stamping techniques, as well as exploring the development of collaborative attitudes among fourth-grade students during project-based collaborative learning. The study employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The learning activities involved observing the properties and textures of natural materials (Science), using simple tools (Technology), designing three-dimensional structures (Engineering), exploring form and aesthetics (Arts), and measuring patterns and proportions (Mathematics). The results indicate that the STEAM integration successfully fostered six indicators of collaboration: active participation, productive work, responsibility for one’s role, flexibility in adapting, mutual respect, and commitment to completing the project. Although the learning activity was conducted only once, students were able to collaborate intensively, engage in discussions, overcome technical challenges, and produce work according to the objectives and timeline. These findings confirm that project-based STEAM approaches are effective in strengthening students’ collaborative attitudes. It is recommended that teachers use easily accessible natural materials, prepare simple tools and supplies, create easily understandable patterns, and provide paint palettes to ensure efficiency and orderliness in visual arts learning.Keywords: STEAM, Three-Dimensional, Natural Materials, Collaborative Attitudes. Abstrak Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar tidak hanya berperan dalam pengembangan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana penting dalam pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan sikap kolaboratif. Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran seni rupa tiga dimensi melalui teknik stempel berbahan alam, serta mengeksplorasi pembentukan sikap kolaboratif siswa kelas IVA SD selama proses pembelajaran berbasis proyek kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran melibatkan pengamatan sifat dan tekstur bahan alam (Science), penggunaan alat sederhana (Technology), perancangan struktur tiga dimensi (Engineering), eksplorasi bentuk dan estetika (Arts), serta pengukuran dan pola (Mathematics). Hasil penelitian menunjukkan integrasi STEAM berhasil membentuk enam indikator kolaborasi yaitu: aktif berpartisipasi, produktif bekerja, bertanggung jawab terhadap peran, fleksibel menyesuaikan diri, saling menghargai, dan berkomitmen menyelesaikan proyek. Meskipun pembelajaran hanya berlangsung satu kali, siswa mampu bekerja sama intensif, berdiskusi, mengatasi kendala teknis, dan menghasilkan karya sesuai tujuan dan waktu yang ditetapkan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan STEAM berbasis proyek efektif memperkuat aspek sikap kolaboratif siswa. Disarankan guru menggunakan bahan alam yang mudah dijangkau, menyiapkan alat dan bahan sederhana, membuat pola yang mudah dipahami, serta menyediakan palet cat untuk efisiensi dan keteraturan penggunaan cat dalam pembelajaran seni rupa.Kata Kunci: STEAM, Tiga Dimensi, Bahan Alam, Sikap Kolaborasi.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA SLOW LEARNER DI SDN 17 LIMBOTO Misilu, Fikriyan; Munirah, Munirah; Mohamad, Sabrina Nadjib
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.18903

Abstract

AbstractThis study aims to provide an in-depth analysis of the various tactics employed by teachers at SDN 17 Limboto. The goalss is to understand how they identify the characteristics of students with slower learning abilities (Slow Learners). This study uses qualitative research with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Participants or subjects of this study were homeroom teachers of grades II and IV. The results show that the strategies applied by teachers include individual attention to Slow Learner students, simplification of teaching materials, the use of various learning methods and media, along with the provision of motivation and positive affirmations. However, the level of student participation has not reached the optimal point due to several obstacles, such as limited learning time allocation, variations in capabilities between students, and the lack of supporting facilities and infrastructure. Therefore, it can be concluded that accurate, consistent, and continuous teaching tactics from teachers have a significant impact on optimizing the engagement of Slow Learner students. This study recommends that initiatives to increase the participation of Slow Learner students need to be pursued sustainably by involving various elements, so that learning targets can be realized more perfectly. Keywords: Teacher Strategy, Increasing, Student ParticipationAbstrakPenelitian atau riset ini bertujuan pada penelaahan mendalam tentang berbagai taktik yang diterapkan oleh pengajar di SDN 17 Limboto. Tujuannya adalah memahami bagaimana mereka mengidentifikasi ciri-ciri peserta didik dengan kemampuan belajar lebih lambat Slow Learner. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Partisipan atau subjek penelitian ini adalah guru wali kelas II dan IV. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa strategi yang diaplikasikan oleh guru mencakup atensi individual pada siswa Slow Learner, simplifikasi materi ajar, pemanfaatan metode serta media pembelajaran yang beragam, berikut pemberian motivasi dan afirmasi positif. Walaupun demikian, level partisipasi siswa belum mencapai titik optimal akibat sejumlah kendala, seperti alokasi waktu belajar yang terbatas, variasi kapabilitas antar siswa, serta minimnya fasilitas dan infrastruktur penunjang. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa taktik pengajaran yang akurat, ajek, dan berkesinambungan dari guru memiliki dampak signifikan dalam mengoptimalkan keterlibatan siswa Slow Learner. Oenelitian ini merekomendasikan agar inisiatif untuk meningkatkan partisipasi siswa slow learner perlu diupayakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen, sehingga target pembelajaran dapat direalisasikan secara lebih sempurna. Kata Kunci: Strategi Guru, Meningkatkan, Partisipasi Siswa  
KREATIVITAS GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDIT LUKMANUL HAKIM Fraindly Gatra Badaru; Mujahid Damopolii; Suhendra Iskandar
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.18909

Abstract

AbstractThis study aims to examine teacher creativity in implementing digital-based learning models in the science subject at SDIT Lukmanul Hakim. This study uses a qualitative research type. The primary data sources in this study are school residents including: the principal and several teaching staff members. Based on the results, the conclusion shows that teacher creativity is a key element in the successful implementation of digital-based learning in the science subject at SDIT Lukmanul Hakim Limboto. This creativity is not only seen from the use of various digital media, but more so in the teacher's ability to understand student learning characteristics, map learning needs, and adapt media to the level of student development. Teachers' use of digital technology is not a mechanical act, but rather a reflective process involving careful pedagogical consideration. Digital media has been shown to facilitate student understanding through conceptual visualization, interactive materials, and stimulating activities that enhance student concentration and motivation. The use of videos, digital presentations, and educational games makes science material more accessible and understandable. However, the success of technology use is still influenced by factors such as the readiness of infrastructure, students' literacy and numeracy skills, and teachers' accuracy in simplifying scientific language and terminology.Keywords: Teacher Creativity, Digital-Based Learning, Science and ScienceAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk kreativitas guru dalam implemenasi model pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran IPAS di SDIT Lukmanul Hakim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah warga sekolah yang meliputi: Kepala sekolah dan beberapa dewan staf guru. Berdasarkan hasil kesimpulan menunjukkan bahwa kreativitas guru menjadi elemen kunci dalam keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran IPAS di SDIT Lukmanul Hakim Limboto. Kreativitas tersebut tidak sekadar terlihat dari penggunaan media digital yang beragam, tetapi lebih pada kemampuan guru dalam memahami karakteristik belajar siswa, memetakan kebutuhan pembelajaran, dan menyesuaikan media dengan tingkat perkembangan peserta didik. Penggunaan teknologi digital oleh guru bukanlah tindakan yang bersifat mekanis, tetapi merupakan proses reflektif yang melibatkan pertimbangan pedagogis yang matang. Media digital terbukti dapat memfasilitasi pemahaman siswa melalui visualisasi konsep, materi interaktif, serta aktivitas stimulatif yang meningkatkan konsentrasi dan motivasi siswa. Penggunaan video, bahan tayang digital, serta games edukatif membuat materi IPAS lebih mudah diakses dan dipahami. Namun demikian, keberhasilan penggunaan teknologi tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesiapan sarana-prasarana, kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta ketepatan guru dalam menyederhanakan bahasa dan istilah ilmiah. Kata Kunci: Kreativitas Guru, Pembelajaran Berbasis Digital, IPAS
FENOMENA PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN: Studi Penggunaan Media Presentasi Radinal Mukhtar Harahap; Syaukani Syaukani; Muhammad Faisal; Riswan Zendrato; Mhd. Rizkiy Bahar Siregar; Ahmad Yunus Mokoginta Harahap; Pandi Kurniawan; Misnan Misnan; Muhammad Daud Batubara
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.18869

Abstract

AbstractThe development of digital technologies has fundamentally changed learning practices in various educational institutions, including pesantren. However, the introduction of digital technologies in Pesantren should not be seen as a purely technical process, but rather as a pedagogical practice that creates value and meaning. The aim of this study is to investigate the forms, meanings, and obstacles to the use of digital technologies particularly presentation media by teachers at the Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method to capture teachers' subjective experiences with the use of digital media in the learning process. Data were collected through classroom observations and in-depth interviews with the teachers and then analyzed thematically. The results demonstrate that presentation media are used purposefully and contextually as a pedagogical tool and do not replace the role of the teachers. Teachers interpret digital technologies as wasīlah (tools for the benefit of others), which depends on the intention, the way they are used, and their alignment with the values of the Pesantren, particularly etiquette and the blessing of knowledge. The study also revealed differences in teachers' attitudes toward digital technologies, influenced by pedagogical, cultural, and structural factors such as limited infrastructure and a lack of digital literacy. These findings confirm that digital learning in pesantren is a process of negotiation between technological innovation and the pedagogical traditions of the pesantren, and therefore requires a context-sensitive and differentiated approach to developing digital pedagogy.Keywords: digital learning, pesantren, presentation media, pesantren teachers, phenomenology.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan, termasuk lingkungan pesantren sebagai objek penelitian ini. Namun, adopsi teknologi digital di pesantren tidak dapat dipahami sebagai proses teknis semata, melainkan sebagai praktik pedagogik yang sarat nilai dan makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk, makna, dan kendala pemanfaatan teknologi digital—khususnya media presentasi—oleh guru pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif guru dalam memanfaatkan media digital dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara mendalam dengan guru pesantren, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media presentasi digunakan secara selektif dan kontekstual sebagai alat bantu pedagogik, bukan sebagai pengganti peran guru. Guru pesantren memaknai teknologi digital sebagai wasīlah yang kebermaknaannya ditentukan oleh niat, cara penggunaan, dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kepesantrenan, khususnya adab dan keberkahan ilmu. Penelitian ini juga menemukan adanya variasi sikap guru terhadap teknologi digital, yang dipengaruhi oleh faktor pedagogik, kultural, dan struktural, seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran digital di pesantren berlangsung melalui proses negosiasi antara inovasi teknologi dan tradisi pedagogik pesantren, sehingga menuntut pendekatan pengembangan pedagogi digital yang kontekstual dan bernilai.  Kata Kunci: pembelajaran digital, pesantren, media presentasi, guru pesantren, fenomenologi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR BUMI MELALUI PENERAPAN TEORI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DI KELAS V SDN 9 LIMBOTO Sawal Sawal; Herson Anwar; Dewi Darmiyani Napu
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.18799

Abstract

AbstractThis study aims to improve the learning outcomes of science in fifth grade students of SDN 9 Limboto through the application of constructivism learning. The type of research used is classroom action research which is carried out in 2 cycles. The subjects of this study were 16 students of class V B. While the object of this research is the application of Constructivism learning theory to improve the results of science lessons on the material of Earth Structure at SDN 9 Limboto. Data collection techniques are observation, interviews, tests and documentation. Based on the results of the study it can be concluded that the application of constructivism learning can improve the learning outcomes of science in fifth grade students of SDN 9 Limboto. This increase can be seen from the percentage of learning completeness which has increased gradually. In cycle I, the average value of students reached 71 with a classical completeness percentage of 56%. After the action in cycle II, the average value became 78 with a classical completeness of 75%. In addition, student learning outcomes after the application of constructivism learning showed a better increase compared to before the application of the method. The application of constructivist learning is also able to increase students' interest and willingness to participate in learning activities in the classroom, so that the learning process takes place more actively, effectively, and meaningfully.Keywords: Constructivist Learning, Learning Outcomes, Earth Structure Material AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SDN 9 Limboto melalui penerapan pembelajaran konstruktivisme. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V B yang berjumlah 16 siswa. Sedangkan Objek penelitian ini yaitu penerapan teori pembelajaran Kontruktivisme untuk meningkatkan hasil pelajaran IPAS pada materi Struktur Bumi di SDN 9 Limboto. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SDN 9 Limboto. Peningkatan tersebut terlihat dari persentase ketuntasan belajar yang mengalami kenaikan secara bertahap, Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 71 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 56%. Setelah tindakan pada siklus II, nilai rata-rata menjadi 78 dengan ketuntasan klasikal sebesar 75%. Selain itu, hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran konstruktivisme menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan sebelum penerapan metode tersebut. Penerapan pembelajaran konstruktivisme juga mampu meningkatkan minat dan kemauan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih aktif, efektif, dan bermakna. Kata Kunci: Pembelajaran Konstruktivisme, Hasil Belajar, Materi Struktur Bumi

Page 13 of 13 | Total Record : 127