cover
Contact Name
Yuli Adhani
Contact Email
yuliadhani@ung.ac.id
Phone
+6285394300094
Journal Mail Official
jacedufisung@gmail.com
Editorial Address
Jend. Sudirman No.6, Dulalowo Tim., Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal Civic Education
ISSN : 28082249     EISSN : 27984818     DOI : https://doi.org/10.37905/jacedu.v2i1.14503
Jambura Journal Civic Education (jacedu, E-ISSN 2798-4818 and P-ISSN 2808-2249) is a peer-reviewed journal published by Civic Education Study Program, Faculty Social Sciences, Universitas Negeri Gorontalo. Jacedu provides open access to the principle that research published in this journal is freely available to the public to support the exchange of knowledge globally. Jacedu published two issue articles per year namely July and December. Jacedu provides a place for academics, researchers, and practitioners to publish social sciences articles. Each text sent to the JACEDU editor is reviewed by peer review. Starting from Vol. 1 No. 1 (July, 2021), all manuscripts sent to the Jacedu editor are accepted in Bahasa Indonesia or English. The scope of the articles listed in this journal relates to various topics, including: 1. Pancasila education 2. civic education 3. character building 4. socio-cultural 5. Politic, law and government
Articles 64 Documents
DISORIENTASI KARAKTER SUKU BAJO DI TOROSIAJE KABUPATEN POHUWATO GORONTALO Rasid Yunus; Sukarman Kamuli; Zulaecha Ngiu
Jambura Journal Civic Education Vol 2, No 2 (2022): Vol.2 No.2 November 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v2i2.16983

Abstract

Suku Bajo di Torosiaje memiliki karakter yang sangat bermanfaat pada penguatan karakter warga negara. Sayangnya, karakter yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bajo di Torosiaje kurang mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan usaha secara mendalam untuk memahami karakter Suku Suku Bajo di Torosiaje. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa disorientasi karakter Suku Bajo di Torosiaje dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat, tokoh adat ataupun para sesepuh mulai berkurang, serta pemerintah kurang komprehensif memandang kearifan lokal Suku Bajo di Torosiaje. Berdasarkan temuan tersebut disarankan beberapa hal penting seperti dalam pemenuhan kebutuhan haruslah kontekstual dengan karakter Suku Bajo serta perlu definisi yang jelas dari pemerintah terhadap keberadaan Suku Bajo di Torosiaje.
POLITIK IDENTITAS: (POLA KOMUNIKASI POLITIK TIM ELNINO CENTER PADA PERHELATAN PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019) Sofyan Alhadar; Zulfikar Adjie; Kurniadi K Hasan
Jambura Journal Civic Education Vol 2, No 2 (2022): Vol.2 No.2 November 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v2i2.17067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sejauh mana strategi komunikasi politik yang dibangun oleh Tim Elnino Center pada perhelatan pemilu legislatif tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun lokasi penelitian bertempat di Wilayah Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukan terdapat pola komunikasi politik Tim Elnino Center di rumah ibadah (masjid) yang dapat diidentifikasi melalui stiker elnino center yang terletak di bagian-bagian aksesoris masjid. Oleh karena itu, dapat disimpulkan  bahwa, secara eksplisit pola komunikasi politik yang dibangun bertentangan dengan konstitusi pemilu No 8 Tahun 2015 hal itu dikarenakan, penggunaan stiker calon elnino dalam proses pelaksanaanya masih didapati pengurus masjid enggan melepaskan disaat proses pemilihan berlangsung.
WUJUD NASIONALISME DI MEDIA DIGITAL (ANALISIS TWEET TENTANG BAJU BATIK DI PUNCAK KTT G20) Gita Juniarti; Nikolaus Ageng Prathama
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.18511

Abstract

Batik merupakan identitas kultural negara Indonesia. Pada November 2022, tepatnya ketika acara puncak penutupan KTT G20 di Bali, beredar foto di Twitter Perdana Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak; yang berdiri di dekat PM Kanada, Justin Pierre James Trudeau; Presiden FIFA, Gianni Infantio; Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia, Davos Klaus Martin Schwab; dan Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan, yang menggunakan baju batik. Foto tersebut dipublikasi oleh tiga pekerja media di Inggris, yaitu Sophie Corcoran, Keean Bextie, dan Mahyar Tousi, disertai dengan cuitan yang menyindir baju Batik yang digunakan oleh mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif untuk menganalisis komentar para warganet di reply dari cuitan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet di Indonesia mengecam tiga pekerja media di Inggris tersebut karena mereka dinilai telah menyinggung Batik sebagai identita dari negara Indonesia. Dari ribuan komentar yang membalas cuitan tiga pekerja media di Inggris tersebut, tidak ada komentar yang mendukung cuitan mereka. Komentar didominasi oleh pertentangan dan kecaman dari warganet Indonesia, serta komentar netral yang menjelaskan tentang Batik sebagai warisan budaya di Indonesia. Tindakan dari warganet Indonesia di Twitter menunjukkan sikap nasionalisme dari tindakan bela negara dan cinta tanah air di tengah fenomena gempuran digital yang menimbulkan ancaman masuknya ideologi asing.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DI DESA BONGOIME KECAMATAN TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO PADA MASA PANDEMI COVID-19 Farmin Yusuf; Saleh Hamid; Sastro M Wantu; Udin Hamim
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.20088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Bantuan Langsung Tunai Di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bonebolango Pada Mas Pandemi Covid-19 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Bantuan Langsung Tunai di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bonebolango Pada Masa Pandemi Covid-19 sebagaimana dilihat dari 4 indikator di antaranya adalah (1) komunikasi, antara pemerintah desa dengan masyarakat belum terlaksana dengan baik. Karena tujuan dalam pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai tidak tepat sasaran. (2) Sumber Daya, mengenai  pencairan dan penyaluran di Desa Bongoime dilakukan terlebih dahulu sosialisasi kepada masyarakat mengenai program Bantuan Langsung Tunai agar masyarakat bisa paham mengenai program Bantuan Langsung Tersebut. (3) Disposisi, dilihat dari Pelaporan pertanggungjawaban pemerintah desa terkait dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat dapat dikatakan sudah jelas. (4) Struktur Birokrasi sudah cukup baik dalam pelaksanan penyaluran bantuan langsung tunai semua aparat desa terlibat namun yang berperan penting adalah kaur keuangan yang ditangung jawabkan untuk program ini. Adapun Kendala dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai di Desa Bongoime yaitu : Pada Tahap Persiapan dan Pada Tahap Pelaksanaan atau Penyaluran.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI APLIKASI TIK TOK PADA PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 2 TONDANO Yuspan Bempa; Maria Fatimah Larinda; Theodorus Pangalila; Zulfikar Adjie
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.20089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan teknologi aplikasi Tik Tok di SMP Negeri 2 Tondano. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Perkembangan teknologi pada abad 21 ini memberikan dampak yang signifikan, apalagi dalam dunia pendidikan. Teknologi yang terintegrasi dengan media pembelajaran membantu guru untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan kreatif bagi peserta didik. Aplikasi Tik Tok adalah salah satu platfrom media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Aplikasi Tik Tok memenuhi kriteria sebuah media pembelajaran yang baik, yaitu menarik dan dekat dengan peserta didik. Pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran mendapatkan respon yang baik dari peserta didik. Ini dapat ditunjukkan lewat hasil penelitian ini yang menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis teknologi aplikasi Tik Tok di SMP Negeri 2 Tondano memiliki dampak positif. Pada pembelajaran tersebut peserta didik sudah mulai membiasakan diri berbaur dengan teknologi yaitu penggunaan aplikasi Tik Tok dalam pembelajaran. Aplikasi Tik Tok di manfaatkan sebagai media belajar untuk mengembangkan potensi diri peserta didik serta memperkuat literasi sehingga mereka dapat menjadi manusia yang literat. 
IDENTITAS DAN KARAKTER SUKU BAJO DI TOROSIAJE DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Rasid Yunus; Sukarman Kamuli; Zulaecha Ngiu
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.20090

Abstract

Globalisasi berdampak pada terkikisnya kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai karakter positif. Hal demikian terjadi pula pada Suku Bajo di Torosiaje.  Olehnya, sangatlah diperlukan upaya mendalam dan konstruktif untuk menjaga agar karakter positif Suku Bajo di Torosiaje benar-benar eksis. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa identitas dan karakter Suku Bajo di Torosiaje nampak pada kegiatan karakter religius yang ditandai dengan secara kuantitas beragama muslim, terbuka dengan orang lain, dan cinta lingkungan. Karakter gotong-royong nampak pada bersama-sama membangun rumah warga. Karakter inovatif nampak pada mulai mengenal kegiatan ekonomi daratan dan membangun wisata terapung yang yang menonjolkan identitas Suku Bajo di Torosiaje. Berdasarkan temuan tersebut disarankan beberapa hal seperti pentingnya memadukan identitas dan karakter Suku Bajo di Torosiaje dengan tuntutan dan perkembangan zaman, agar identitas dan karakter Bajo di Torosiaje tetap terjaga meskipun di tengah perubahan akibat globalisasi. 
KAJIAN NILAI-NILAI KETUHANAN YANG MAHA ESA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK (Studi Kasus SMP Negeri 1 Kota Gorontalo Dan SMP Negeri 2 Kota Gorontalo) Yuli Adhani; Roni Lukum; Ais Nurdin
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.20134

Abstract

Pancasila yang merupakan way of life bagi bangsa Indonesia hari ini mulai terkikis seiring digitalisasi dalam kehidupan manusia. Banyak persoalan bangsa yang terjadi seolah-olah masyararakat tidak lagi menjunjung nilai-nilai Pancasila. Kasus peserta didik yang banyak melakukan hal yang tidak sesuai norma, contohnya bullying, kasus siswa smp meminta izin menikah karena alasan mendesak, tawuran yang semua ini tidak sesuai dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini ingin mengkaji nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai penguatan nilai religious pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di SMPN 1 Gorontalo dan SMPN 2 Gorontalo telah ditanamkan dan dikembangkan dengan baik hal ini terbukti dari banyaknya kegiatan yang telah didesain oleh sekolah misalnya kegiatan sholat berjamaah setiap hari, MTQ, kultum dan pembiasaan toleransi dan menghormati teman yang berbeda agama namun penanaman nilai Ketuhanan Yang Maha Esa masih mengalami kendala karena penanaman di sekolah tidak didukung oleh lingkungan ruman dan pertemanan peserta didik.
PERLINDUNGAN HUKUM PENCIPTA TERHADAP PLAGIASI PENULISAN DI APLIKASI DIGITAL (WATTPAD) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA Della Septi Sari; Amelia Situmorang; Reh Bungana
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.17268

Abstract

Pada era digital ini, literasi digital merupakan salah satu bentukkarya yang banyak dikenal orang, terlebih lagi banyak sekali platform yangsiap menampung penulis-penulis sastra digital salah satunya yaitu Wattpad,namun karena adanya keterbukaan informasi apapun di internet, membuatkarya apapun bisa diakses dengan mudah dan bebas, sebab itu banyak orangyang menyalah gunakannya dengan hal plagiasi. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian normatif. Adapun sumber data yang digunakan adalahSumber bahan hukum penelitian ini terdiri dari bahan primer, sekunder dantersier. Bahan primer bersumber dari peraturan perundang-undangan yangmenjadi landasan dalam menganalisa masalah. Kemudian bahan hukumsekunder berasal dari buku-buku dan jurnal hukum yang menunjang sumberprimer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan,mengidentifikasi, dan menganalisis bahan. Hasil penelitian ini menunjukanBentuk pelanggaran hak cipta terhadap konten penulisan di aplikasi digitalwattpad. Perlindungan hukum pemilik konten di aplikasi digital wattpad.Serta Upaya Penyelesaian Sengketa dalam hal Pelanggaran Hak Cipta diWattpad.
PENGUATAN MODEL PEMBELAJARAN LIVING VALUES EDUCATION PADA MATA PELAJARAN PPKN (STUDI KASUS PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT HUTUO LESTARI KABUPATEN GORONTALO) Kustia, Tuti; Cuga, Candra; Ngiu, Zulaecha
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 2 (2023): Vol. 3 No.2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i2.22736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Penguatan Model Pembelajaran Living Values Education Pada Mata Pelajaran PPKn (Studi Kasus Pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Hutuo Lestari Kabupaten Gorontalo). Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian Penguatan Model Pembelajaran Living Values Education pada Mata Pelajaran PPKn di Pusat kegiatan Belajar Masyarakat, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Mekanisme pembelajaran di PKBM Hutuo Kabupaten Gorontalo saat dilakukan pembelajaran Living Value Education (LVE) pada jenjang kelas Paket A, B. dan C dengan kompleksitas karakter siswa, perbedaan usia maupun pola komunikasi dan budaya dalam pelaksanaan pendidikan nilai nasionalisme pada mata pelajaran PPKn pada PKBM Hutuo Lestari, hal ini memberikan dampak yang efektif yang telah dilakukan oleh guru atau intruktur melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. 2) Penguatan model pembelajaran Living Value Education (LVE) memunculkan du hal yaitu perubahan karakter dan nilai perilaku belajar peserta didik. 3) Respon peserta didik setelah dilakukan penguatan pembelajaran melalui Living Value Education (LVE) mengalami perubahan pada dua sisi secara nyata yaitu perubahan karakter dan nilai perilaku belajar peserta didik di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran sangatlah efektif dilakukan dikelas pada dimensi karakter usia peserta didik yang berbeda tingkatan baik dari aspek motivasi maupun penguatan hasil belajar siswa saat dilakukan uji kompetensi akhir pada semester akhir.
MENABUR BENIH MULTIKULTURALISME DI TENGAH MANDEKNYA KONSOLIDASI DEMOKRASI DI TINGKAT LOKAL Wantu, Sastro M; mahmud, Ramli; Zulfikar, Zulfikar; Wantu, Asmun
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 2 (2023): Vol. 3 No.2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i2.22733

Abstract

Multikulturalisme dianggap sebagai model gagasan yang diharapkan untuk meredam ketegangan dimasyarakat pluralisme di daerah, meskipun ide ini sejak pasca reformasi mengalami ketegangan pasung surut dalam hal menerima dan mengakui keberagaman sosial. Kajian empiris ini mendiskusikan formulasi kebijakan pada masyarakat heterogen yang ingin mendapatkan konseptualisasi yang hakiki terhadap keharmonisan sosial dalam fondasi  kedaerahan ,agama dan kebudayaan yang berbeda. Hasil studi memperlihatkan bahwa faktor penyebab pendekatan multikulturalisme merupakan elemen penting dalam membangun sebuah pemerintahan yang bergerak menuju konsolidasi demokrasi yang pada akhirnya menciptakan kesadaran yang mampu memanejemen konflik masyarakat. Situasi ini secara langsung mempengaruhi terhadap menurunnya eskalasi konflik etnis yang setiap saat muncul dan dipicu oleh persoalan SARA. Pemerintahan lokal yang memiliki kebijakan besar berupa agenda political will dalam mengkonsolidasikan demokrasi melalui upaya membangun multikulturalisme dan bukan sebaliknya yakni membangkitkan ego sektoral melalui ego etnisitas. Untuk itu kajian ini menyarankan perlu adanya peran pemerintah termasuk di tingkat lokal membangun keharmonisan di tengah kebhinekaan untuk mencegah konflik horizontal dalam bentuk yang laten maupun termanifest.