cover
Contact Name
Yuli Adhani
Contact Email
yuliadhani@ung.ac.id
Phone
+6285394300094
Journal Mail Official
jacedufisung@gmail.com
Editorial Address
Jend. Sudirman No.6, Dulalowo Tim., Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal Civic Education
ISSN : 28082249     EISSN : 27984818     DOI : https://doi.org/10.37905/jacedu.v2i1.14503
Jambura Journal Civic Education (jacedu, E-ISSN 2798-4818 and P-ISSN 2808-2249) is a peer-reviewed journal published by Civic Education Study Program, Faculty Social Sciences, Universitas Negeri Gorontalo. Jacedu provides open access to the principle that research published in this journal is freely available to the public to support the exchange of knowledge globally. Jacedu published two issue articles per year namely July and December. Jacedu provides a place for academics, researchers, and practitioners to publish social sciences articles. Each text sent to the JACEDU editor is reviewed by peer review. Starting from Vol. 1 No. 1 (July, 2021), all manuscripts sent to the Jacedu editor are accepted in Bahasa Indonesia or English. The scope of the articles listed in this journal relates to various topics, including: 1. Pancasila education 2. civic education 3. character building 4. socio-cultural 5. Politic, law and government
Articles 64 Documents
Peran Balai Latihan Kerja Industri Kota Balikpapan Dalam Menyediakan Tenaga Kerja pada Dunia Industri Mulka, Sry Reski; Ningsih, Novita Surya; Inderawaspada, Hafizh Yudhistira; Adjie, Zulfikar; Soleman, Syahrir
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25036

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan pasar kerja memunculkan perhatian banyak pencari kerja di seluruh Indonesia terutama pada daerah yang dipenuhi berbagai macam perusahaan yang bergerak diberbagai bidang industri khususnya pada kota Balikpapan. Meninjau tingginya kebutuhan pasar kerja di Kota Balikpapan maka Balai Latihan Kerja Industri kota Balikpapan memberikan fasilitas pelatihan untuk para pencari kerja dan penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran dari Balai Latihan kerja Industri Kota Balikpapan dalam menyediakan tenaga kerja pada dunia perindustrian. Penelitian ini menggunakan Indikator keberhasilan program pelatihan kerja yaitu dari faktor adanya perubahan nyata yang diciptakan oleh Balai Latihan Kerja Industri Kota Balikpapan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD. Balai Latihan Kerja Industri Kota Balikpapan. Adapun pengambilan data yang digunakan menggunakan teknik purposive sampling, Snowball Sampling dan Proportional Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja telah dijalankan secara maksimal untuk mewujudkan pusat pelatihan kerja yang mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja serta memberikan perubahan nyata dengan tersedianya tenaga kerja untuk berbagai industri
Pengaruh Model Problem Lased Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII SMPN 7 Mataram Julianti, Nur Rizqi; Sumardi, Lalu; Sawaludin, Sawaludin
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25033

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana penggunaan model pembelajaran merbasis masalah (Problem Lased Learning) dengan bantuan media Audio Visual dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Pendekatan yang digunakan yakni kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperiment dan tipe nonequivalent control. Pengambilan Sampel terdiri dari dua kelas dengan teknik  purposive sampling. Jadi, dari 11 kelas yang ada, kelas VIII B (kelas eksperimen) dan kelas VIII E (kelas kontrol) akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan observasi. Pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda dicantumkan dalam instrumen penelitian. Metode pengujian yang diterapkan adalah pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas menggunakan (Chi Kuadrat), uji homogenitas (uji-f) dan uji hipotesisi menggunakan (uji-t). Berdasarkan hasil pengujian hipotesisi taraf signifikan 5% menghasilkan kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, Hal ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Problem Lased Learning berbantuan media Audio Visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas VIII di SMPN 7 Mataram.Keywords: Prroblem Lased Learning, Audio Visual , Hasil Belajar
PERAN PEMBELAJARAN PPKN DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) PADA PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP NEGERI 4 KOTA TERNATE Hamjah, Saifa I; Noe, Wahyudin; Rajaloa, Nani
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 2 (2023): Vol. 3 No.2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i2.21844

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesadaran hak asasi manusia (HAM) pada peserta didik agar menghargai dan menghormati HAM, serta menghindari terjadinya perilaku pelanggaran HAM. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis lebih jauh terkait: 1) gambaran kesadaran HAM pada peserta didik, dan 2) upaya guru PPKn dalam menumbuhkan kesadaran HAM pada peserta didik di kelas VII SMP Negeri 4 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Gambaran kesadaran HAM pada peserta didik di SMP Negeri 4 Kota Ternate dapat dikatakan belum optimal karena masih terdapat beberapa peserta didik yang melanggar HAM, seperti membully teman sejawat, mengambil barang teman tanpa seizin pemiliknya, dan menyepelekan pendapat teman sendiri karena merasa paling benar. Namun disisi lain sudah ada Sebagian besar peserta didik yang telah menerapkan nilai-nilai HAM dengan baik, seperti menghargai kepemilikan orang lain, menerima perbedaan pendapat dan identitas sosial budaya dengan orang lain, menunjukan sopan santun, bersikap tidak diskriminatif serta menaati aturan sekolah. 2) Upaya guru PPKn dalam menumbuhkan kesadaran HAM kepada peserta didik, diantaranya: a) Pembelajaran PPKn. Guru dalam menanamkan nilai-nilai HAM kepada peserta didik dapat melalui pembelajaran PPKn; b) Pembiasaan (habituasi). Dimana membiasakan peserta didik untuk menghargai dan menghormati HAM orang lain dalam pergaulannya baik didalam kelas maupun diluar kelas; serta c) Keteladanan Guru dan Pimpinan Sekolah. Keteladanan dari guru dan pimpinan sekolah berupa karakter yang baik dalam menerapkan nilai-nilai HAM akan digugu dan ditiru oleh peserta didik.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL DALAM MODUL AJAR MATERI PROSES PERUMUSAN DASAR NEGARA MGMP PENDIDIKAN PANCASILA KOTA SEMARANG Suherman, Dede; Haryati, Titik; Kusumoningsih, Dwi
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendekatan teaching at the right level dalam modul ajar materi proses perumusan dasar negara MGMP Pendidikan Pancasila Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode analisis konten. Subjek penelitian ini adalah modul ajar Pendidikan Pancasila materi  proses perumusan dasar negara yang disusun oleh tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila Kota Semarang. Validitas data diperoleh melalui teknik validitas semantis. Proses analisis data meliputi penentuan unit analisis, pencatatan data, reduksi, penarikan kesimpulan, dan deskripsi hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pendekatan TaRL Berdasarkan implementasi pendekatan teaching at the right level pada modul ajar materi perumusan dasar negara yang disusun oleh tim MGMP pendidikan Pancasila Kota Semarang, secara ekplisit terdapat dalam bagian modul ajar yaitu: Pra pembelajaran yaitu dengan pelaksanaan tes diagnostik untuk mengukur level kemampuan peserta didik, minat belajar serta gaya belajar peserta didik. Kegiatan pendahuluan guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memperkuat hasil diagnostik. Kegiatan inti guru membagi peserta didik sesuai level kemampuan hal ini merupakan bentuk profiling yang merupakan bagian dari tahap pendekatan teaching at the right level. Guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sebagai wujud pendekatan teaching at the right level diferensiasi pembelajarn yang muncul berupa diferensiasi konten dan produk namun belum terlihat adanya diferensiasi proses.
PENGEMBANGAN MEDIA LUMPIA PADA PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS 2 SD KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Nurkamiden, Karto; Ahmad, Muchtar; Cuga, Candra; Ngiu, Zulaecha
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan media Lumpia pada pembelajaran PPKn di kelas 2 SD Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan Media pembelajaran LUMPIA (Loundri mengenal Pengamalan Sila Pancasila) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation),  dapat disimpulkan bahwa: 1) Pada tahap analisis, peneliti melakukan analisis awal melalui observasi dan wawancara di SDN  terhadap kondisi dan kebutuhan pembelajaran PPKn di kelas 2 SD. Hasil analisis awal ini adalah dalam proses pembelajaran PPKn materi mengenal pengamalan Sila Pancasila ternyata masih menggunakan  media pembelajaran berupa Chart yang diperoleh dari gambar yang digunting (hasil printing) serta menggunakan media Chart/Gambar yang ditempel pada papan tulis. 2) Desain ideal media pembelajaran LUMPIA dirancang dalam bentuk sebuah sketsa desain  membantu pembuatan media pembelajaran LUMPIA yang telah dikembangkan dari media yang sudah ada pada awalnya yaitu Jemuran Gembira. Sketsa tersebut dituangkan dalam sebuah Skema yang disebut dengan desain awal konseptual (Blueprint). 3)Mengembangkan desain ideal media pembelajaran LUMPIA (Loundri mengenal Pengamalan Sila Pancasila) pada pembelajaran PPKn materi mengenal pengamalan sila Pancasila di kelas 2 SD sesuai Blueprint untuk menghasilkan prototype Media LUMPIA  dilaksanakan dengan beberapa tahap yaitu; (1) Tahap pembuatan Media, (2) tahap validasi kelayakan Produk. 4) Pada tahap implementasi semua rancangan media yang telah dikembangkan diterapkan setelah dilakukan revisi. Media pembelajaran LUMPIA  yang telah dikembangkan, diimplementasikan pada situasi yang nyata yaitu di kelas. Pada tahap ini peneliti melakukan uji coba produk dengan melihat respon dari guru dan respon dari Peserta didik terhadap media  pembelajaran yang telah dikembangkan. Uji coba yang dimaksudkan untuk melihat tingkat kepraktisan pada media tersebut. 5) Mengevaluasi kelayakan media LUMPIA pada pembelajaran PPKn materi mengenal pengamalan sila Pancasila di kelas 2 SD dilaksanakan dengan memberikan angket kepada siswa dan peserta didik dengan informasi bahwa dari respon guru memiliki rata-rata 4,1. Deskripsi hasil respon peserta didik ditunjukkan pada tabel, terlihat bahwa persentase rata- rata respon peserta didik terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media LUMPIA memiliki nilai lebih besar dari 80%. Dari keseluruhan aspek yang ditanyakan, persentase rata-rata respon peserta didik adalah 88,54 %. Dengan demikian tingginya persentase peserta didik yang memberikan respon positif membuktikan bahwa media pembelajaran LUMPIA  dapat dikatakan efektif.
PENERAPAN BUDAYA KEARIFAN LOKAL MOHUYULA MELALUI LABORATORIUM KARAKTER SISWA PASCA COVID 19 DI SMP NEGERI 3 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Koem, Ruaida; Ahmad, Muchtar; Ngiu, Zulaecha; Hamim, Udin
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 2 (2023): Vol. 3 No.2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i2.22737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya kearifan local Mohuyula Melalui Laboratorium Karakter Siswa  Pasca covid 19 di SMP Negeri 3 Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) Ruang Lingkup Pendidikan Karakter Siswa SMP Negeri 3 Limboto Pasca Covid 19 bahwa dalam melaksanakan pendidikan karakter dalam pembelajaran, peran guru sebagai pendidik sangat utama. Prioritas dalam setiap pembelajaran melalui proses pelaksanaan pendidikan karakter  diintegrasikan dalam kegiatan belajar. Pasca covid 19 karakter siswa SMPN 3 Limboto pasca covid 19 mengalami perubahan drastis dan membutuhkan penangan cepat sehingga pulih lebih cepat melalui pembiasaan dini. 2) Ciri Budaya Kearifan Lokal Mohuyula dalam pembelajaran teridentifikasi yaitu; (1) ambu, (2) Hileiya, (3) Ti’ayo. 3) Penerapan budaya Kearifan Lokal Mohuyula melalui Laboratorium Karakter Siswa pasca covid 19 di SMP Negeri 3 merupakan salah satu terobosan menarik bagi siswa dan cocok untuk guru dalam menguatkan Kembali karakter yang sempat mengalami degradasi saat masa covid 19. Penerapan budaya kearifan mohuyula melalui laboratorium karakter siswa di SMPN 3 Limboto pasca covid 19 ternyata dapat dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu; (1) Persiapan. Pada tahap (wali kelas dan guru BK) mempersiapkan segala yang diperlukan dalam praktikum. (2) Pelaksanaan. Pada tahapan praktik melakukan praktikum sesuai prosedur kerja mencapai tujuan yang diharapkan yang diamati oleh guru dengan mengacu pada mekanisme program Huyula. (3) Rencana Tindak Lanjut. pada tahapan tindak lanjut yang dilakukan guru kelas maupun BK. 4) Faktor-faktor pendukung penerapan budaya Kearifan Lokal Mohuyula melalui Laboratorium Karakter Siswa pasca covid 19. 5) Strategi pengintegrasian nilai-nilai huyula berupa Kerakyatan, Gotong royong, Toleransi, Saling Menghargai dan Kepedulian dalam pembelajaran menjadi poros kekuatan utama suksesnya pendidikan karakter pasca covid 19. 6) Penerapan budaya Kearifan Lokal Mohuyula melalui Laboratorium Karakter menguatkan karakter siswa pasca Covid 19 meliputi; pengenalan karakteristik siswa, pengembangan kompetensi guru, pelatihan dan memotivasi kesadaran guru menggali informasi dari narasumber terkait implementasi kearifan lokal budaya Gorontalo.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Mohi, Sri Marhayulya; Cuga, Candra; Djafar, Lucyane; Yunus, Rasid
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25467

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) Bahwa dari tiga sekolah jenjang SMP Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan objek penelitian, dua sekolah masing-masing SMP Negeri 1 Batudaa dan SMP Muhammadiyah Batudaa belum mengimplementasikan projek sesuai harapan. Kondisi riel ditemui peneliti dilapangan dilaksanakan melalui kedua sekolah tersebut belum merancang desain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sementara pada tahap implementasi serta tahap evaluasi dan tindak lanjut, belum dilaksanakan sesuai harapan. 2) Kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam perspektif pendidikan karakter di SMP Kecamatan Batudaa seperti: a) Belum semua guru memiliki menguasai IT, b) masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, c) guru belum memiliki kecakapan dan keterampilan dalam menyusun modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan menghubungkannya dengan materi pembelajaran, d) sekolah belum dapat menerapkan digitalisasi pembelajaran karena terbatasnya fasilitas yang dimiliki, e) jumlah peralatan digital yang dimiliki sekolah seperti LCD, Laptop pembelajaran, masih sangat minim, terdapat ketidaksesuaian antara spesifikasi bidang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diajarkan, f) peran serta orang tua peserta didik belum optimal dalam mendorong penguatan pendidikan karakter. 3) Upaya yang dapat dilakukan mengatasi kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam perspektif pendidikan karakter di SMP Kecamatan Batudaa antara lain: melaksanakan workshop, bimtek atau bimlat bagi guru terkait peningkatan kemampuan dibidang IT, memaksimalkan pelaksanaan sosialisasi dan workshop untuk peningkatan pemahaman dan pengetahuan guru tentang konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, mengalokasikan anggaran untuk melengkapi fasilitas terkait digitalisasi sekolah, melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Dinas Pendidikan terkait masalah kekurangan guru dan tenaga kependidikan (GTK), karena kewenangan terkait masalah kepegawaian ada pada pemerintah daerah, melaksanakan sosialisasi kepada orang tua peserta didik dengan berkolaborasi dengan komite sekolah.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER KEMANDIRIAN MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DI SDN 79 KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Mohamad, Fatmawaty; Wantu, Sastro M.; Hamim, Udin; Adhani, Yuli
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis   pendidikan karakter dalam meningkatkan disiplin siswa, 2) menganalisis pendidikan karakter dalam meningkatkan saling berbagi siswa, 3) menganalisis pendidikan karakter dalam meningkatkan percaya diri siswa dan 4) menganalisis pendidikan karakter dalam mengendalikan emosi  siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif Teknik pengumpulan data menggunakan Wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan mampu meningkatkan kedisiplinan siswa di SDN 79 Kota Tengah Kota Gorontalo. Kedisiplinan yang dimiliki siswa sangat membantu dalam membentuk karakter untuk mandiri dalam melaksanakan aktivitas, 2) kegiatan pramuka yang dilaksanakan di SDN  79 Kota Tengah mampu mendidik siswa untuk memiliki sikap saling berbagi dengan siswa lain dalam semua kegiatan. Hal ini sangat positif dalam mendukung dan meningkatkan kemandirian siswa karena tanpa disuruh mereka memiliki sikap mulia untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan, 3) pendidikan karakter melalui kegiatan esktrakurikuler kepramukaan sangat membantu dalam meningkatkan sikap percaya diri siswa di SDN 79 Kota Tengah Kota Gorontalo. Sikap percaya diri yang dibina dalam kegiatan kepramukaan tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan karakter kemandirian siswa. Dengan percaya diri yang dimilikinya maka siswa dapat melakukan aktivitas secara mandiri tanpa tergantung pada orang lain, dan 4) kegiatan pramuka yang dilaksanakan di SDN 79 Kota Tengah mampu membina siswa sehingga dapat mengendalikan emosi siswa dalam beraktivitas. Melalui kegiatan pramuka siswa dibimbing untuk mengendalikan emosi mereka, mengelola stress, mengelola kejenuhan dan menggantinya dengan emosi cerdas dalam bentuk optimisme dan semangat untuk belajar dan maju sehingga menjadi pribadi yang tangguh.
ISLAM NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF NILAI KE-INDONESIAAN Hasyim, Ridwan; Nurdiyanti, Aina
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 2 (2023): Vol. 3 No.2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i2.22296

Abstract

Artikel ini menelusuri Islam Nusantara dalam perspektif nilai ke-Indonesiaan yang menunjukkan sisi humanisme-religius dalam moderasi beragama warga negara sebagai bentuk nasionalisme yang diwujudkan dalam gerakan keagamaan. Melalui studi pustaka, artikel ini menganalisis keterkaitan konsep Islam Nusantara dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan yang telah melebur menjadi praktik keberagamaan sekaligus menjadi warna bagi negara Indonesia yang majemuk dan plural. Ditemukan bahwa keterkaitan antara Islam Nusantara dengan nilai ke-Indonesiaan terletak pada berkembangnya praktik keagamaan yang sejalan dengan nilai-nilai ke-Indonesia yang diperkuat melalui kearifan lokal sehingga memperkuat identitas Islam dan Indonesia yang sama-sama bersifat terbuka, moderat, humanis (menjunjung nilai kemanusiaan), kolektif (mengutamakan persatuan) dan egaliter (menjunjung kesetaraan). Hal tersebut merefleksikan bahwa konsepsi Islam Nusantara menjadi ruh bagi moderasi beragama di Indonesia yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM JURI DI SDN KECAMATAN KOTA GORONTALO Banuna, Yunus N; Ahmad, Muchtar; Cuga, Candra; Ngiu, Zulaecha
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan pendidikan karakter religius peserta didik melalui implementasi program Juri (Jumat Religi) di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kota Tengah. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Untuk menumbuhkan dan mengembangkan karakter peserta didik membutuhkan program sekolah yang melembaga dan berdampak. Hal ini dibuktikan dengan adanya salah satu program habituasi di Sekolah Dasar Kecamatan Kota Tengah berupa Jumat Religi yang sudah merupakan bagian dari kurikulum sekolah sehingga dapat memberikan implikasi tercapainya tujuan Pendidikan Nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2) Program habituasi berupa Jumat Religi yang semula bagi Sekolah yang menjalankannya hanya berdampak pada aspek karakter religiusitas saja, namun berdampak pula terhadap karakter disiplin dan tanggungjawab sebagai nurturant effect sebagai implikasi program habituasi sekolah. Dimana, peserta didik berusaha datang tepat waktu sebelum kegiatan tersebut dimulai sehingga tanpa peserta didik sadari bahwa mereka dibiasakan untuk disiplin. Peserta didik berusaha melaksanakan tugas-tugas mereka berupa dijadwalkan menjadi imam, pemandu bacaan quran dan membawakan ceramah agama, sehingga tanpa mereka menyadari bahwa mereka dibiasakan untuk bertanggungjawab.