JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) accepts the article manuscript from multiple academic backgrounds in many institutions in Indonesia. However, the content must be relevant to the Community Service Program. For instance, a program gives a contribution to society and/ or any activities involving society. The individual or team action is not only restricted to lecturer programs but also student programs for communities. The broad scope includes social empowerment, socialisation, sharing knowledge and implementation of eco-friendly technology, medical treatment, free consultation (for many aspects), society involvement and local wisdom, craft training, marketing assist, facilitating the social access and other services of environmental- friendly design instruments, and education, health and entrepreneur skill of the society for further sustainable development.
Articles
144 Documents
KAIN PERCA DALAM APLIKASI QUILT ONDEL-ONDEL MENJADI PRODUK BARU YANG BERNILAI ESTETIS DAN JUAL
Asih Retno Dewanti;
Atridia Wilastrina;
Erlina Novianti;
Layla Nurina KI;
Vanessa Vidia Ardyharini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.517 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.9822
Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul ‘Pemanfaaatan Kain Perca dalam Aplikasi Quilt Motif Ondel-ondel Guna Peningkatan Nilai Jual Estetis’ dengan peserta Mitra TIM PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di RW 07 Jl. Dukuh II No. 6, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan mengusung 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Peserta mitra merupakan masyarakat yang berpotensi untuk ikut serta pelatihan yang mengusung ikon Betawi yaitu ‘Ondel-ondel’ dalam bentuk aplikasi dekorasi kain perca dengan teknik quilt menjadi produk baru berupa placemate dan sarung tangan untuk masak. Metode penjahitan dilakukan secara manual. Hasil dari kegiatan ini diharapkan peserta pelatihan akan dapat mengisi waktu luang mereka yang lebih panjang karena masa Pandemi Covid-19 menghasilkan produk yang bernilai jual, sehingga dapat menambah pemasukkan dan secara tidak langsung meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di RW 07 ini
UPAYA MENGURANGI DAMPAK KELUHAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN WORK FROM HOME SAAT PANDEMI COVID 19
Winnie Septiani;
Pudji Astuti;
Arnes Faradilla;
Iwan Purwanto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1036.916 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.9990
Work from Home (WFH) merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Kebijakan tersebut berdampak terhadap aktivitas berbagai sektor pemerintahan, industri, dan pendidikan. Pelatihan ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tetap sehat dan produktif selama WFH. Kegiatan ini dimulai dengan menyebarkan kuesioner melalui google form yang diisi oleh 135 responden masyarakat indonesia yang melaksanakan WFH. Selain itu, dilakukan survei secara langsung di lingkungan masyarakat kota Bekasi. Hasil identifikasi keluhan tersebut menjadi dasar dalam menyusun materi pelatihan sebagai upaya untuk mengurangi keluhan masyarakat dalam melaksanakan WFH saat pandemi Covid-19. Keluhan fisik yang teridentifikasi seperti sakit di bagian punggung, bahu, kepala, mata, dan keluhan mental seperti cemas, tidak fokus, emosi tidak terkontrol, dan lain sebagainya. Pelatihan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom dan live streaming youtube, facebook, dan instagram. Materi yang diberikan mengenai fasilitas dan lingkungan kerja yang ergonomis serta penggunaan aplikasi teknologi untuk menunjang WFH. Hasil evaluasi pelatihan menunjukan 73,4% peserta menyatakan pelatihan ini menarik dan bermanfaat.
Pelatihan Pembuatan Prototipe Digester Biogas dari Limbah Organik Bagi Masyarakat Wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Fadliah Fadliah;
Wiwik Dahani;
Riskaviana Kurniawati;
Lisa Samura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.552 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v3i2.10040
Limbah organik berupa limbah rumah tangga dan kotoran ternak yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Pencemaran yang ditimbulkan oleh limbah organik akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan menganggu kenyamanan aktivitas masyarakat. Di sisi lain isu energi menjadi perhatian utama bagi pemerintah karena kehidupan manusia yang tidak pernah lepas dari penggunaan energi, sementara sumber bahan baku energi fosil jumlahnya semakin sedikit. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini akan dijelaskan tentang potensi pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku alternatif energi yang dapat menghasilkan biogas dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kegiatan rumah tangga sehari-hari melalui pelatihan cara pembuatan alat digester biogas. Dengan dimanfaatkannya limbah organik ini, maka diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan dari pencemaran sampah dan menjadi sumber energi alternatif yang mudah didapatkan. Metode yang digunakan pada Kegiatan PkM ini adalah metode praktik langsung cara pembuatan biogas dengan memperlihatkan bahan dan alat yang digunakan, prosedur kerja, cara penyimpanan dan juga cara pemanfaatan biogas yang sudah terbentuk. Pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, sehingga penyampaian materi dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan biogas dari limbah sebagai sumber energi alternatif dan juga dapat meningkatkan taraf ekonomi dan kesehatan dari masyarakat.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Batok Kelapa Menjadi Bahan Bakar Briket di Gili Sampeng Jakarta Barat
Ridha Husla;
Apriandi Rizkina Rangga Wastu;
Ghanima Yasmaniar;
Fadliah Fadliah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.301 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10046
Energi merupakan bagian penting dari kelangsungan kehidupan sehari-hari. Energi adalah sesuatu yang tidak terbarukan dan ketersediaan pasokan energi yang ada semakin lama akan semakin habis. Sehingga, jika keadaan tersebut terus berlangsung, maka manusia akan kehilangan sumber energinya. Penyediaan energi yang berkelanjutan membutuhkan kehadiran energi terbarukan. Energi paling baik bersumber dari limbah, sehingga limbah dapat digunakan dengan cara yang tepat sekaligus menjaga lingkungan. Tempurung kelapa dipilih sebagai sumber energi alternatif karena memiliki nilai kalor yang tinggi dibandingkan dengan biomassa lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bersama ibu-ibu PKK di wilayah Kebon Jeruk, RW 003, RT 009. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah batok kelapa menjadi briket sederhana yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber bahan bakar pengganti minyak tanah dan gas.
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUK PLASTIK YANG BERASAL DARI MINYAK BUMI
Arinda Ristawati;
Aqlyna Fattahanisa;
Havidh Pramadika;
Christin Palit
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v3i2.10086
Plastik merupakan produk olahan yang berbahan dasar minyak bumi. Perlengkapan rumah tangga, dari yang kecil hingga besar banyak berasal dari produk plastik. Plastik yang berasal dari minyak bumi diperoleh dalam proses pemurnian pada kilang migas.Dari Proses pemurnian tersebut menghasilkan produk-produk petrokimia seperti seperti etana, propana. Produk plastik berbahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan apabila penggunaannya tidak kelola secara benar. Tujuan dilakukannya PkM ini adalah agar limbah dari produk plastik yang sebenarnya menyumbang cukup banyak komposisi sampah di dunia dapat diminimalisir, dari mulai tingkat RT, Ibu PKK, dan industri rumah tangga atau UMKM. Kegiatan PkM dilakukan dengan sosialisasi untuk memberikan wawasan mengenai manfaat Produk plastik, Tanda pengenal plastik, Pemilahan plastik, juga Pengolahan limbah plastik skala kecil untuk memperoleh nilai ekonomis. Pelaksanaan PkM dilakukan secara daring kepada warga RT 009/RW 03, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kegiatan PkM mendapatkan hasil bertambahnya wawasan warga mengenai sistem pengolahan limbah plastik yang dapat memberi nilai ekonomis, menciptakan wirausaha baru untuk memberikan solusi atas dampak penggunaan produk plastik. Warga ingin pengumpulan sampah dapat dikoordinir dari tingkat tertinggi hingga ke warga, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positif.
EDUKASI KESEHATAN KERJA UNTUK PELAKU WORKING FROM HOME PT. PASIFIK SATELIT NUSANTARA
Dian Mardi Safitri;
Winnie Septiani;
Harumi Yuniarti;
Sally Cahyati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.829 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10191
Sudah lebih dari setahun setelah pandemi Covid-19 berlangsung, berbagai keluhan dan gangguan mulai dirasakan oleh para pelaku Working from Home (WFH). Persoalan yang mengemuka pada pelaku WFH adalah bagaimana menyiasati kondisi dan tempat bekerja di rumah yang tidak sebaik yang ada di kantor. Masyarakat pekerja membutuhkan tempat kerja yang nyaman dan sehat untuk mengurangi keluhan-keluhan atas persoalan kesehatan fisik dan mental yang diakibatkan oleh masalah tempat kerja yang tidak nyaman, tidak sehat yang nantinya dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik dan masalah mental. Kegiatan edukasi untuk pelaku WFH PT. Pasifik Satelit Nusantara dilakukan secara daring dengan menggunakan online conference Zoom. Pelatihan dan konsultasi diberikan dalam durasi 2 jam. Pertimbangan durasi waktu ini adalah karena alasan ergonomis. Kelelahan fisik dan mental akibat terlalu lama berinteraksi dengan gawai harus sedapat mungkin dihindarkan. Persoalan yang teridentifikasi dari kegiatan konsultasi dapat dikelompokkan menjadi tiga permasalahan utama, yaitu: yaitu gangguan otot dan rangka (musculoskeletal disorder), beban mental yang mungkin berlebih, dan manajemen home office. Persoalan seputar WFH masih perlu untuk disosialisasikan karena pada masa yang akan datang kemungkinan besar akan banyak pekerja yang memilih untuk bekerja dari rumah meskipun tidak dalam situasi pandemi. Persoalan kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu disosialisasikan kepada masyarakat untuk peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. Survei umpan balik dari peserta kegiatan menunjukkan bahwa 60% yang lainnya menyatakan sangat setuju bahwa isi pelatihan ini menarik dan memberikan manfaat, 50% menyatakan sangat setuju bahwa pemateri menyampaikan isi pelatihan dengan baik, dan 70% menjawab sangat setuju bahwa tujuan pelatihan tersampaikan dengan jelas.
STUDI EFEKTIVITAS BRIKET BIOMASSA BERBAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA
Dina Asmaul Chusniyah;
Reno Pratiwi;
Benyamin Benyamin;
Rizki Akbar;
Lisa Sugiarti;
Muhammad Zainal Abidin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.407 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10250
Salah satu sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki sifat renewable resources yaitu sumber energi biomassa. Briket merupakan suatu material yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang berbentuk padat dan biasanya dibentuk dengan menggunakan cetakan. Bahan baku briket biasanya berupa sampah organik sisa pertanian/limbah rumah tangga yang sudah tidak dimanfaatkan. Tujuan kegiatan penyuluhan ini yaitu dapat memberikan informasi dan wawasan pada masyarakat disekitar Gili Sampeng mengenai pemanfaatan briket dari limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai, serta dapat diperbaharui, serta memiliki manfaat untuk keperluan bahan bakar masyarakat, salah satu contohnya untuk memasak pengganti gas elpiji. Metode yang digunakan pada kegiatan penyuluhan ini adalah metode luring, yang dimulai dari kegiatan presentasi sampai dengan memberikan contoh teknis pembuatan briket dan bentuk briket yang sudah jadi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa, pengujian briket berbahan baku arang ampas kelapa memperoleh energi kalor yang bervariasi yaitu berkisar antara 4876,37 cal/gram – 5077,89 cal/gram, harga tersebut mendekati nilai kalor bakar negara Jepang. Kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan wawasan pada masyarakat untuk mencoba membuat sampel briket dengan memanfaatkan peralatan yang sederhana di rumah.
Pelatihan Manajemen Waktu Alat Penambangan untuk Optimalisasi Pencapaian Target Produksi
Mixsindo Korra Herdyanti;
Pantjanita Novi Hartami;
Cahyaningratri Prima Riyandhani;
Yuga Maulana;
Sekar Tika Sari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.519 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10309
Masalah ketidaktercapaian produksi menjadi masalah yang paling umum dijumpai pada operasi penambangan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketidak tercapaian produksi adalah manajemen waktu alat produksi yang buruk, sehingga mengakibatkan waktu kerja alat mekanis menjadi tidak optimal. PT Borneo Pasifik Global (PT BPG) merupakan perusahaan penambangan batubara yang mengalami ketidaktercapaian produksi karena nilai parameter penggunaan alat mekanis (UA) hanya sekitar 50%. Tim PkM FTKE melakukan penyuluhan dan pelatihan sederhana secara daring, bagi Staf Operasional PT BPG terkait pencatatan waktu kerja alat mekanis di lapangan, dengan tujuan untuk mengetahui hambatan yang menyebabkan kerja alat tidak optimal dan dapat mencari upaya penyelesaian hambatan di lapangan. Berdasarkan hasil diskusi, PT BPG dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik, terjadi diskusi interaktif, dan berminat apabila ada kegiatan serupa diselenggarakan kembali dengan topik yang berbeda.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kerik Dalam Membuat Produk Olahan Pepaya California
Alvy Ervita Cahyani;
Nur Fadillah;
Putri Oktaviana;
Wachidatul Linda Yuhanna
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.449 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10344
Desa Kerik merupakan salah satu Desa di kabupaten Magetan yang mempunyai komoditas pepaya california. Pandemi Covid-19 memberikan dampak guncangan pada stabilitas ekonomi terutama pada distribusi dan penjualan hasil panen pepaya california. Harga jual yang menurun dan masyarakat belum mampu mengolah pepaya california. Salah satu upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat adalah mengolah pepaya california menjadi produk olahan yang lebih tahan lama berupa manisan basah, manisan kering, abon dan keripik. Metode pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan metode partisipatif. Sasaran pelatihan adalah PKK desa Kerik sebanyak 15 orang. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tiga kali pelatihan. Kegiatan pelatihan pengolahan buah pepaya california ini berjalan lancar dan kondusif. Hasil kegiatan ini adalah PKK desa Kerik mampu mengolah pepaya california menjadi olahan kuliner di antaranya ada manisan basah, manisan kering, abon dan keripik nantinya akan menjadi produk yang mempunyai harga jual tinggi di pasaran. Adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman anggota PKK dengan sebanyak 80% dengan kriteria sangat baik, 13% dengan kriteria baik, dan 7% cukup baik. Tim pelaksana pelatihan akan terus melakukan pendampingan, memonitor, dan evaluasi proses pembuatan produk oleh peserta. Peserta berkomitmen akan terus melanjutkan kegiatan pembuatan produk olahan pepaya california ini untuk meningkatkan perekonomian.
Pengantar Studi Kelayakan Penilaian Cadangan Batubara
Danu Putra;
Irfan Marwanza;
Taat Tri Purwiyono;
Ziad S;
Prasta Kumarana Garnika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.93 KB)
|
DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10351
Estimasi atau penentuan jumlah cadangan merupakan tahapan yang penting sebelum melakukan perencanaan tambang. Estimasi jumlah cadangan akan menjadi dasar dari penjadwalan penambangan. Banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan estimasi cadangan, mulai dari metode yang sederhana hingga metode yang advance. Metode penentuan cadangan ditetapkan berdasarkan jenis potensi bahan galian yang akan ditambang. PT Borneo Pasifik Global (BPG) melakukan aktivitas penambangan dengan sistem penambangan terbuka, dengan penambangan open pit. Material yang ditambang adalah batubara. Prinsip studi kelayakan pada cadangan batubara penting diketahui dan dipenuhi agar mendapatkan nilai cadangan yang memenuhi kelayakan penambangan. Tim PkM dari FTKE bermaksud melaksanakan program PkM, yaitu sharing knowledge dan pelatihan dengan topik Pengantar Studi Kelayakan pada Cadangan Batubara. Pelatihan ini bertujuan memberikan gambaran awal terhadap proses estimasi cadangan beserta parameter terkait dalam studi kelayakan tambang. Hasil yang diharapkan adalah Staf PT BPG dapat memahami prinsip studi kelayakan cadangan batubara untuk kemudian diterapkan agar mendapatkan estimasi yang tepat dan layak menjadi input bagi pelaporan kepada pemerintah. Pre-test digunakan untuk mengetahui pemahaman para peserta terhadap topik cadangan. Peningkatan kompetensi berupa ceramah dan diskusi interaktif digunakan pada PkM ini. Post-test digunakan untuk mengetahui kemampuan akhir peserta. Post-test menunjukkan peningkatan kompetensi peserta pada topik ini.