cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024" : 10 Documents clear
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA CLEANING SERVICE Andi Nurul Farihah Abustan; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27540

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan penurunan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan yang disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu. International Labour Organitation (ILO) mencatat bahwa sebanyak dua juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan kerja dan dari 58.115 sampel, 18.828 diantaranya atau sebanyak 32,8% mengalami kelelahan saat bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar selama bulan Maret – April 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 29 dengan menggunakan uji statistik chi-square test.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (20.8%) yang mengalami kelelahan kerja kategori kurang lelah, 16 responden (33.3%) pekerja lelah dan sebanyak 22 responden (45.8%) sangat lelah. Hasil uji pearson chi-square test menunjukkan ada hubungan antara umur (p = 0.001), masa kerja (p = 0.001), beban kerja (p = 0.001) dan IMT (p = 0.001) dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja dan IMT dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT.Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Saran bagi pekerja untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dalam rangka mengurangi kelelahan kerja.
DETERMINAN KEJADIAN UNMET NEED KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN BARRU Miftahul Akram; Masni Masni; Rahma Rahma
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27978

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran (fertilitas). Di tengah angka pemakaian KB di Indonesia yang semakin naik, data SDKI 2017 menyebutkan angka kejadian unmet need juga masih cukup tinggi yakni sebesar 10,6% dibandingkan target nasional 8,3%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian unmet need di Kabupaten Barru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Penentuan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling dimana sampel kasus sebanyak 50 orang dan kontrol sebanyak 100 orang di Kecamatan Barru. Analisis data menggunakan analis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji odds ratio untuk mengetahui besar risiko variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil: Dari delapan variabel yang diteliti, terdapat empat variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need. Hasil penelitian menunjukkan riwayat penggunaan kontrasepsi (OR=2,373), pengetahuan (OR=9,586), dukungan suami (OR=14,571), dan penerimaan informasi KB (OR=3,778) merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Sedangkan, umur, status pekerjaaan, pendidikan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian unmet need adalah riwayat penggunaan kontrasepsi, pengetahuan, dukungan suami, dan penerimaan informasi KB. Sedangkan umur, pendidikan, status pekerjaan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Bagi petugas kesehatan agar sosialisasi maupun pemberian informasi tentang KB dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Barru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS Dian Fahira Syam; Apik Indarty Moedjiono; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30172

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.
HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN TERHADAP ANAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA M. Arie Rifky Syaifuddin; Rahma Rahma; Arifin Seweng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30186

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan terhadap anak dapat berdampak buruk baik secara fisik maupun psikis pada anak. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa banyak remaja yang memiliki riwayat mengalami kekerasan berada pada risiko tinggi untuk terlibat dalam perilaku seksual. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengalaman mendapatkan kekerasan dengan perilaku seksual yang terjadi pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan cross sectional study yang dilaksanakan pada Februari – Maret 2023 di SMA Negeri 21 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua siswa aktif tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 1266 orang dan sampel sebanyak 308 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Continuity Correction. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 siswa/i (42,2%) memiliki perilaku seksual yang beresiko. Kekerasan psikologis (p=0,022) dan penelantaran (p=0,000) memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kekerasan fisik (p=0,205) dan kekerasan seksual (p=0,304) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan: Kekerasan psikologis dan penelantaran memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Perlu untuk mengembangkan model pembinaan remaja yang meliputi reproduksi sebagai wadah menampung permasalahan remaja atau trauma anak yang memiliki riwayat kekerasan.
RIWAYAT DAN DAMPAK PENGGUNAAN NAPZA SERTA STRATEGI KOPING PADA NARAPIDANA DAN TAHANAN Nailah Hafizhah; Sudirman Nasir; Muhammad Arsyad
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31538

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2022, Sulawesi memiliki tingkat penyalahgunaan NAPZA tinggi, sehingga membuat lonjakan jumlah narapidana dan tahanan di Rutan. Rutan Kelas IIB Majene merangkap tugas sebagai tempat pembinaan narapidana dan penahanan tahanan, ketika melakukan skrining kesehatan mental pada desember 2022 menunjukkan sebanyak 18 orang mengalami stres dan gangguan kecemasan, 10 diantaranya adalah pengguna NAPZA. Tujuan: mengetahui riwayat tingkat penggunaan NAPZA, dampak dan strategi koping yang digunakan oleh narapidana dan tahanan di Rutan Kelas IIB Majene. Metode: Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain penelitian sequential explanatory. Besar sampel sebanyak 30 orang diantaranya terdapat 12 informan ditentukan dengan purposive sampling. Lokasi penelitian di Rutan Kelas IIB Majene pada Agustus-September 2023, menggunakan teknik analisis data univariat dan analisis data interaktif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden pernah mengkonsumsi stimulan jenis sabu (100%) dan halusinogen jenis Trihexyphenidyl (6,6%). Hasil wawancara menunjukkan dampak penggunaan NAPZA yang dirasakan sebelum masuk di Rutan adalah penurunan ekonomi, gangguan psikologis, dan gangguan kesehatan. Kemudian, dampak selanjutnya muncul di Rutan seperti kehilangan pekerjaan, stigma dan diskriminasi, adapun jenis layanan sosial mudah diakses dan terdapat pula layanan kesehatan di Rutan Kelas IIB Majene. Pemilihan strategi problem focused-coping lebih banyak dilakukan sebelum masuk di Rutan, saat masuk di Rutan strategi yang digunakan adalah strategi problem focused-coping dan emotional focused-coping. Kesimpulan: Narapidana dan tahanan merasa terbantu dalam mengurangi dampak negatif penggunaan NAPZA selama berada di Rutan Kelas IIB Majene. Rutan Kelas IIB Majene diharapkan untuk dapat membuka layanan konsultasi khusus bagi narapidana dan tahanan yang pernah menggunakan NAPZA.
DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2020-2022 Firda Nurul Fadilah Farid; Nur Nasry Noor; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31594

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di posisi pertama dengan Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN, yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup. Kabupaten Polewali Mandar hanya menjadi salah satu penyumbang AKI terbanyak di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui besar risiko usia ibu, pendidikan ibu, pendidikan suami, paritas, jenis kelamin, status anemia, riwayat penyakit, Antenatal Care, teknik bersalin, dan penolong persalinan terhadap kematian ibu. Metode: Jenis penenelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi case control. Sampel kasus sebanyak 39 dan kontrol sebanyak 117. Pengambilan sampel kontrol secara simpel random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juli 2023 di 12 Puskesmas di Polewali Mandar. Analisis  data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan analisis Odds Rasio. Hasil: Usia ibu (OR=2,69 CI: 1,11-6,38), pendidikan ibu (OR=2,56 CI: 1,11-5,68), paritas (OR= 3,32 CI: 1,03-10,18), jarak kehamilan (OR=4,31 CI: 1,45-12,60), riwayat penyakit (OR=40,06 CI: 11,41-175,13). Antenatal Care (OR=4,48 CI: 1,93-10,28), dan teknik bersalin (OR=7,46 CI: 2,91-19,11) merupakan faktor risiko kematian ibu dan bermakna secara statistik. Sedangkan pendidikan suami (OR=1,73 CI: 0,78-3,85), status anemia (OR=1,41 CI: 0,35-4,80), dan penolong persalinan (OR=2,55 CI: 0,49-11,51) secara statistik bukan merupakan faktor risiko kematian ibu.  Kesimpulan: Usia ibu, pendidikan ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat penyakit, antenatal care, dan teknik bersalin merupakan determinan kematian ibu. Pemerintah harus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, penginputan dan penyimpanan data menggunakan teknologi, dan diharapkan ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal secara teratur.
HUBUNGAN TINDAKAN DAN KONDISI TIDAK AMAN DENGAN KEJADIAN HAMPIR CELAKA PEKERJA PT. X Tiara Erditta; Lalu Muhammad Saleh; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31690

Abstract

Latar Belakang: Proyek konstruksi merupakan jenis industri yang paling banyak memberikan kontribusi dalam hal kecelakaan kerja. Berdasarkan piramida kecelakaan, tindakan dan kondisi tidak aman serta kejadian hampir celaka merupakan dasar penyebab kecelakaan yang kerap kali diabaikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tindakan dan kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka pada pekerja di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini yakni sebanyak 109 responden yang ditentukan dengan metode cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Proyek Pembangunan Jalan Akses Tol Makassar Newport (Tahap I & II), PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. pada bulan Juli 2023. Kemudian data diolah menggunakan program SPSS. Data ditampilkan dalam bentuk tabel disertai narasi. Hasil: Mayoritas responden melakukan tindakan aman (55,0%), menciptakan kondisi aman (56,0%), dan kejadian hampir celaka berkategori rendah (53,2%). Hasil penelitian pada hipotesis pertama (H1) menunjukkan terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,001) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,326. Hasil penelitian pada hipotesis kedua (H2) menunjukkan terdapat hubungan antara kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,000) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,457. Kesimpulan: Tindakan tidak aman, kondisi tidak aman, dan kejadian hampir celaka yang terjadi di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya termasuk dalam kategori aman dan berisiko rendah serta saling berhubungan. Perlu dipertahankan dan ditingkatkan tindakan aman dan kondisi aman di tempat kerja untuk meminimalisir kejadian hampir celaka dan juga kecelakaan kerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA DI BANDAR UDARA KHUSUS SOROWAKO Alfiah Ashila Achmad; Lalu Muhammad Saleh; Masyitha Muis; Syamsiar S. Russeng; Muhammad Rachmat
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.35252

Abstract

Latar Belakang: Perilaku tidak aman adalah perbuatan berbahaya dari manusia atau pekerja yang dilatar belakangi oleh faktor-faktor internal seperti sikap dan tingkah laku yang tidak aman, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, penurunan konsentrasi, kurang adanya motivasi kerja, kelelahan dan kejenuhan. Perilaku tidak aman 94% memberikan kontribusi pada terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako sebanyak 70 orang, dan sampel ditentukan menggunakan exhaustive sampling ditemukan sebanyak 70 sampel. Data dikumpul menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara masa kerja (p=0,000), sikap (p=0,000), dan pelatihan K3 (p=0,005) dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Sedangkan pengetahuan (p=0,248), tindakan (p=0,957), dan pengawasan (p=0,720) tidak berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Kesimpulan: Terdapat adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja, sikap, dan pelatihan K3 dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako disarankan untuk selalu mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA (12-59 BULAN) DI PUSKESMAS TOMBANGKALUA’ Anastasya Elma Panggo; Wahiduddin Wahiduddin; Ryza Jazid Baharuddin Nur
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.35706

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang badan atau tinggi badan menurut usia kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan yang dapat terjadi karena asupan nutrisi yang tidak adekuat akibat infeksi/kronis yang terjadi dalam 1000 HPK. Prevalensi stunting secara global 22,3% pada tahun 2022. Berdasarkan SSGI tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, di Sulawesi Selatan sebesar 27,2%, dan Toraja Utara sebesar 34,1%. Pola asuh orang tua sangat penting dalam mencegah dan menanggulangi masalah stunting yang berkaitan dengan asupan gizi dan status infeksi pada anak. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tombangkalua’. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional Study. Adapun besar sampel sebanyak 121 responden dengan penarikan sampel menggunakan proportional random sampling. Data di analisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan bahwa pola asuh berdasarkan praktik pemberian makan (p-value=0,000), rangsangan psikososial (p-value=0,007), pemanfaatan pelayanan kesehatan (p-value=0,000), kebersihan diri (p-value=0,000), dan sanitasi penyediaan air bersih (p-value=0,000) berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Kesimpulan: Variabel pemberian makan, rangsangan psikososial, pemanfaatan layanan kesehatan, kebersihan diri, dan ketersediaan air bersih berhubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Tombangkalua’ Tahun 2023. Disarankan kepada orang tua yang memiliki anak berusia 12-59 bulan agar lebih memperhatikan pola asuh berdasarkan praktik pemberian makan terutama dalam hal pemenuhan gizi makanan yang diberikan kepada anak dan lebih memperhatikan sumber air bersih yang aman dan terlindungi.
HUBUNGAN SOSIOKULTURAL DAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KOTA MAKASSAR La Ode Rasyid; Ridwan Amiruddin; A. Arsunan Arsin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.36186

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Banyak penderita tidak sadar pada kondisi tubuhnya bahwa memiliki penyakit hipertensi, maka dari itu penyakit hipertensi sering juga disebut sebagai the silent killer. Masyarkat pesisir dengan kadar garam tinggi pada makanannya lebih mungkin terkena hipertensi. Penderita hipertensi dapat mengalami banyak perubahan pada kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan sosiokultural dan gaya hidup dengan kualitas hidup penderita hipertensi masyarakat pesisir di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar. Metode: Desain penelitian studi cross sectional. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 155 sampel. Populasi penelitian adalah penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher's exact. Hasil: Analisis chi square menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p=0,00), dukungan sosial (p=0,00), spiritual (p=0,005), pola makan (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,002) dengan kualitas hidup penderita hipertensi, pada analisis Fisher's exact menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara status merokok (p=0,03) dengan kualitas hidup penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga, dukungan sosial, spiritual, pola makan, aktivitas fisik dan status merokok dengan kualitas hidup penderita hipertensi masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir yang menderita hipertensi selalu diberikan dukungan keluarga, dukungan sosial, spiritual tinggi, pola makan baik, aktivitas fisik tinggi dan tidak merokok dapat meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10