cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
KEJADIAN KECELAKAAN TERTUSUK JARUM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI MAKASSAR Julia Monika Putri; Muhammad Furqaan Naiem; Atjo Wahyu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.24928

Abstract

Latar Belakang: Kejadian tertusuk jarum suntik dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang dapat menyerang daya tahan tubuh perawat sehingga akan memengaruhi kesehatan serta produktifitas kerjanya. Faktor risiko penyebab terjadinya kecelakaan tertusuk jarum atau benda tajam medis lainnya seperti umur, tingkat pengetahuan, masa kerja dan tingkat pengetahuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan tertusuk jarum suntik pada perawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan metode cross sectional study. Populasi penelitian adalah 278 perawat di Rumah Sakit Labuang Baji dengan jumlah sampel 74 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Adapun data dianalisis menggunakan SPSS secara univariat dan bivariat dengan melihat nilai p-value.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kejadian tertusuk jarum suntik memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan (p=0,019). Hasil penelitian menunjukkan kejadian tertusuk jarum suntik memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan (p=0,001). Kejadian tertusuk jarum suntik tidak memiliki hubungan dengan umur (p=0,719) dan masa kerja (p=0,744). Kesimpulan: Kejadian tertusuk jarum suntik memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan juga tingkat pengetahuan dan tidak memiliki hubungan dengan umur dan masa kerja. Perlunya dilakukan pelatihan, sosialisasi, inspeksi yang ketat terhadap safety behavior perawat.
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN LANSIA PENDERITA DEMENTIA DI WILAYAH PUSKESMAS TURIKALE KABUPATEN MAROS Filzawati Sindangan; Sudirman Nasir; Muh. Arsyad Rahman
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.24985

Abstract

Latar Belakang: Data dari World Health Organization (WHO) dan Alzheimer’s Disease International Organization memaparkan jumlah total orang dengan dementia di seluruh dunia pada tahun 2020 mencapai 50 juta orang, dengan hampir 60% penderita berada di negara berkembang. Kurangnya kesadaran akan gejala awal dementia di antara pendamping menciptakan tantangan yang cukup substansial dalam mendeteksi penyakit yang melemahkan lansia. Tujuan: Menganalisis perilaku pencarian pengobatan penderita dementia pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dasar pemilihan metode kualitatif bertujuan untuk memahami sudut pandang dari informan. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan pencarian pengobatan terhadap dementia yaitu; tidak melakukan tindakan apapun atau tidak mencari pengobatan karena tidak memiliki pengetahuan dan cenderung menerima keadaan lansia, melakukan pengobatan sendiri tanpa pemeriksaan terlebih dahulu, dengan memberikan obat atau suplemen yang mereka yakini bermanfaat dapat menyembuhkan dementia yang dialami lansia dan mengakses layanan kesehatan kepada dokter atau petugas kesehatan, mereka lakukan atas pemahaman pendamping terkait dementia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan mayoritas informan tidak melakukan pengobatan, cenderung menerima kondisi lansia dan hanya menerima pemeriksaan home care yang dilakukan puskesmas. Pendamping hendaknya mengeksplorasi informasi terkait serta melakukan pemeriksaan Kesehatan dengan menjangkau bantuan professional agar memahami kesehatan serta kebutuhan lansia dan mencegah kondisi semakin buruk.
PERILAKU RESILIENSI PADA PENYINTAS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KOTA MAKASSAR Afifah Nada Aqilah; Sudirman Nasir; Muh. Arsyad Rahman
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.25184

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengalami kenaikan tiap tahunnya. Setidaknya terdapat ribuan penyintas yang pernah mengalami kekerasan yang tentu berdampak terhadap perilaku resilien (bertahan) pada seorang penyintas.  Tujuan: Mengeksplorasi proses kejadian KDRT yang menunjukkan pola perilaku resiliensi yang dilakukan para penyintas (survivor). Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan sebagai sumber data dalam penelitian dilakukan secara purposive, yaitu dipilih dengan berdasarkan asas subyek yang mengalami KDRT. Informan terdiri dari 13 orang termasuk penyintas KDRT, keluarga, dan pihak dari masing-masing lembaga terkait. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa delapan informan mengalami berbagai jenis kekerasan seperti kekerasan fisik, kekerasan ekonomi, dan kekerasan psikis. Dampak yang ditunjukkan pun beragam sehingga beberapa informan mengaku bahwa sebelum menerapkan perilaku resilien, mereka sempat melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Pelaku juga kadang melakukan tindakan seperti menyalahkan korban dan malah membuat korban harus meminta maaf. Perilaku resilien yang ditunjukkan pun berbeda-beda seperti melakukan upaya pencarian bantuan, upaya konfrontasi pada kekerasan, dan kemampuan coping terhadap stressor. Kesimpulan: Perilaku resilien pada penyintas KDRT menunjukkan beberapa perbedaan pada waktu dan perilaku yang dilakukan tapi hasil menunjukkan kesamaan faktor yang mempengaruhi perilaku resilien itu sendiri yakni dominan karena kehadiran anak. Hal ini diharapkan kepada penyintas dan korban KDRT hendaknya mencari bantuan profesional baik lembaga hukum atau bantuan profesional kesehatan.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. PLN UIKL SULAWESI Ika Rezki Pratiwi; Andi Wahyuni; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.25218

Abstract

Latar Belakang: Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Data yang dirilis International Labour Organization pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 380.000 pekerja atau 13,7% dari 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan di tempat kerja atau penyakit akibat kerja.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas kerja karyawan PT. PLN UIKL Sulawesi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. PLN UIKL Sulawesi selama bulan Januari 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 24 dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji fisher’s exact test suhu dengan produktivitas (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan suhu dengan produktivitas kerja. Kelembapan (p-value 0,042) menunjukkan ada hubungan kelembapan dengan produktivitas kerja. Pencahayaan (p-value 0,003) menunjukkan ada hubungan pencahayaan dengan produktivitas kerja.   Sementara itu, kebisingan (p-value 0,060) menunjukkan tidak ada hubungan kebisingan dengan produktivitas kerja.  Kesimpulan: Suhu, kelembapan dan pencahayaan menunjukkan ada hubungan terhadap produktivitas kerja. Saran bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan suhu, kelembapan dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN HOME CARE DI PUSKESMAS TAMANGAPA Nurul Feby Mellina; Nurhayani Nurhayani; Muh. Yusri Abadi
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.25290

Abstract

Latar Belakang: Home care merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang pelaksanaanya dilakukan dengan mendatangi dan melakukan perawatan di rumah pasien. Salah satu puskesmas yang menerapkan program ini adalah Puskesmas Tamangapa dengan jumlah pasien home care terjadi penurunan sejak tahun 2019 hingga 2021, sehingga bisa dikatakan bahwa terjadi penurunan minat pemanfaatan ulang pelayanan home care. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh faktor pelayanan tim home care, fasilitas pelayanan, proses pelayanan, serta persepsi pasien mengenai pelayanan home care terhadap pemanfaatan ulang pelayanan home care di Puskesmas Tamangapa Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah pasien yang pernah menggunakan pelayanan home care Puskesmas Tamangapa selama tahun 2021 yaitu sebanyak 164 pasien dengan sampel sebanyak 115 pasien menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Desember 2022-12 Januari 2023. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 92 orang (80,0%) ingin memanfaatkan ulang dan 23 orang (20,0%) tidak memanfaatkan ulang. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pelayanan tim home care (p=0,000), proses pelayanan (p=0,000), dan persepsi mengenai pelayanan home care (p=0,000) berpengaruh terhadap pemanfaatan ulang pelayanan home care. Sedangkan fasilitas pelayanan (p=0,884) tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan ulang pelayanan home care. Kesimpulan: Ada pengaruh faktor pelayanan tim home care, proses pelayanan, persepsi mengenai pelayanan home care terhadap pemanfaatan ulang pelayanan home care, sedangkan faktor fasilitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan ulang pelayanan home care. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk lebih giat dalam mengadakan sosialisasi mengenai pelayanan home care di masyarakat.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN DAN FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT Nirmala Sari; Ruslan La Ane; Syamsuar Manyullei
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.25729

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang terjadi di Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Prevalensi kejadian diare berubah setiap tahunnya namun pada tahun 2021 kejadian diare mencapai 88 kasus dan pada tahun 2022 mencapai 72 kasus tercatat dari Januari - Mei. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan faktor perilaku dengan kejadian diare pada masyarakat Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel pada penilitian ini yaitu sebanyak 95 responden diambil dari masyarakat Kecamatan Bola yang pernah berkunjung di Puskesmas Solo dan terdiagnosa baik suspek maupun terkonfirmasi diare pada kurung waktu Januari – Juni 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.  Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bola Kabupaten Wajo yang dilakukan pada Agustus – September 2022. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Uji chi-square menunjukkan variable kualitas fisik air bersih (p=0,065), kondisi tempat sampah (p=0,000), kondisi jamban keluarga (p=0,337), kebiasaan memasak air sebelum digunakan (p=0,091) dan kebiasaan mencuci tangan (p=337). Ada hubungan antara variabel kondisi tempat sampah dengan kejadian diare dan tidak ada hubungan antara variabel kualitas fisik air bersih, kondisi jamban, kebiasaan memasak air dan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini yaitu kondisi tempat sampah dengan nilai OR : 9,067 (95% ci : 3,117 – 25,872) p = 0,000. Kesimpulan: Kondisi tempat sampah memiliki hubungan dengan kejadian diare pada Masyarakat Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Diharapkan kepada masyarakat untuk memperhatikan kondisi tempat sampah dengan mengganti dengan tempat sampah yang memiliki penutup
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA Imanuelle Tamara Audrey Siampa; Nur Nasry Noor; Andi Selvi Yusnitasari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.25895

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius yang dapat menular diantara manusia. ISPA masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi di tiap daerah di Indonesia serta di berbagai Puskesmas, salah satunya yaitu Puskesmas Malimongan Baru. Tujuan: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas Malimongan Baru. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1139 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan jumlah sample sebanyak 123 balita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawacara langusng dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas yang berhubungan dengan penyakit ISPA yaitu pengetahuan ibu (p=0,004), berat badan lahir (p=0,014), status ASI (p=0,000), status imunisasi p=0,015), status gizi (p=0,003). Kemudian variabel paparan asap rokok p=0,001), penggunaan obat anti nyamuk (p=0,000), dan kelembapan (p=0,021) berhubungan dengan kejadian ISPA. Variabel bebas yang tidak berhubungan adalah ventilasi (p=0,180) dan kepadatan hunian (p=0,832). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, berat badan lahir, status ASI, status imunisasi, status gizi, paparan asap rokok, penggunaan obat anti nyamuk, serta kelembapan dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan masyarakat dapat mencari informasi dengan giat dan sebanyak-banyaknya mengenai ISPA agar dapat melakukan kegiatan pencegahan untuk mengurangi angka kejadian ISPA, khususnya untuk ibu orang tua balita diharapkan menjaga kesehatan lingkungan rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN PERILAKU KARYAWAN UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Fikriyyah Utami; Masyita Muis; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.26023

Abstract

Latar Belakang: Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.02/Men/1980 pasal 3 ayat (2) memang mewajibkan perusahaan untuk memeriksakan kesehatan pegawainya dalam satu tahun dilakukan satu kali yang disebut pemeriksaan kesehatan berkala. Target realisasi keikutsertaan karyawan PT.PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala tidak pernah tercapai. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan manajemen  terhadap perilaku karyawan untuk melakukan medical check up di PT.PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Metode: Sampel pada penelitian ini berjumlah 114 responden. Untuk mendistribusikan karakteristik responden digunakan analisis univariat. Sedangkan untuk analisis bivariate dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai P-value = 0,0,47 dimana < α (0,05) sehingga dapat disimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku karyawan di PT.PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan untuk melakukan medical check up. Terdapat hubungan antara sikap dan perilaku karyawan di PT.PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan untuk melakukan medical check up dengan nilai P-value = 0,0,39 dimana < α (0,05) dan juga terdapat hubungan antara dukungan manajemen dan perilaku karyawan di PT.PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan untuk melakukan medical check up dengan nilai P-value = 0,0,39 dimana < α (0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku karyawan untuk melakukan pemeriksaaan kesehatan di PT.PLN(Persero) UP3 Makassar Selatan antara lain, pengetahuan, sikap, dan dukungan manajemen. Saran yang diberikan peneliti yaitu sebaiknya bagian K3L memberikan sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta bagian manajemen memberikan hak pemeriksaan kesehatan kepada seluruh karyawan tanpa terkecuali.
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRADC PADA OPERATOR PEMBANGKIT DI PT PLNK Vira Ayu; Awaluddin Awaluddin; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.26060

Abstract

Latar Belakang: Penerapan K3 di tempat kerja merupakan aspek yang penting bagi perusahaan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja pada setiap kegiatan proses produksi. Penggunaan HIRADC dapat mengidentifikasi risiko serta memberikan tindakan pengendalian sehingga mencapai produktivitas kerja yang optimal. Tujuan: Mengetahui analisis risiko K3 dengan metode HIRADC pada pekerja operator pembangkit di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Metode: Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan mix method research yang menggabungkan dua bentuk penelitian yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di PT PLN (Persero) UPDK Tello pada dua area pembangkit yaitu PLTG dan PLTD. Dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2023. Jumlah informan dalam penelitian ini ada 9 pekerja dengan 5 informan utama (pekerja operator), 2 informan kunci (pegawai K3L), dan 2 informan pendukung (rekan kerja). Hasil: Terdapat tingkatan risiko dalam kategori rendah sampai sangat tinggi. Risiko kategori rendah ada 2 dengan skor 4. Risiko kategori sedang ada 6 dengan skala skor 6-9. Risiko kategori tinggi ada 9 dengan skor 12-16. Risiko dengan kategori sangat tinggi ada 1 dengan skor 20. Kesimpulan: Analisis risiko K3 di PT PLN (Persero) UPDK Tello memiliki risiko K3 yang termasuk kategori rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi sehingga diperlukan manajemen K3 untuk dapat menentukan dan melaksanakan pengendalian yang tepat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KELUHAN DKAK PADA PEKERJA BAGIAN MAINTENANCE PT PLN (PERSERO) UPDK TELLO Fachriani Baharuddin; M. Furqaan Naiem; Yahya Thamrin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26087

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai pada pekerja, khususnya yang berkontak langsung dengan bahan kimia. Penyebab dermatitis kontak pada pekerja bagian maintenance mesin pembangkit listrik adalah kontak dengan bahan kimia berupa minyak pelumas dan cairan pendingin. Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan DKAK pada pekerja bagian maintenance di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Metode: Menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain studi case control. Populasi penelitian ini terbagi menjadi dua: populasi kasus dan populasi kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik exhaustive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 48 orang yang terdiri dari 16 orang sampel kasus dan 32 orang sampel kontrol. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji rank spearman. Hasil: Lama kontak (p=0,000), masa kerja (p=0,013), dan riwayat penyakit kulit sebelumnya (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Sedangkan personal hygiene (p=0,687) dan penggunaan APD (p=0,490) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Kesimpulan: Lama kontak, masa kerja, dan riwayat penyakit kulit sebelumnya memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja sedangkan personal hygiene dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Disarankan kepada pekerja agar selalu menggunakan APD yang lengkap dan sesuai standar, memerhatikan personal hygiene di tempat kerja, melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter bagi pekerja yang mengalami gejala dermatitis.

Page 10 of 18 | Total Record : 180