cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
FAKTOR YANG BERPENGARUH DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER DI SMAN 3 LUWU TIMUR Nichlasul Dienullah; Andi Zulkifli Abdullah; Andi Selvi Yusnitasari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.26096

Abstract

Latar Belakang: Dismenore atau nyeri haid merupakan gangguan menstruasi yang paling umum terjadi pada remaja putri dan terkadang mengganggu aktivitas remaja, utamanya sebagai pelajar. Tujuan: Mengetahui hubungan stres akademik, indeks massa tubuh, usia menarche, aktivitas fisik dan riwayat dismenore pada keluarga dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMAN 3 Luwu Timur. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study yang berlangsung pada bulan Februari 2023 di SMAN 3 Luwu Timur. Populasi pada penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI di SMAN 3 Luwu Timur sebanyak 331 siswi dengan sampel sebagian siswi yang berjumlah 125 orang yang berasal dari kelas X sebanyak 71 orang dan siswi kelas XI sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode proportional stratified random sampling. Uji statistik menggunakan analisis chi-square dan fisher-exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 117 siswi (93,6%) yang mengalami dismenore primer. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (p-value=0,006) dan riwayat dismenore keluarga (p-value=0,021) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer. Namun, tidak ada hubungan antara stres akademik (p-value=1,000), usia menarche (p-value=0,596), dan aktivitas fisik (p-value=0,474) dengan kejadian dismenore primer. Kesimpulan: Ada hubungan antara indeks massa tubuh dan riwayat dismenore keluarga dengan kejadian dismenore primer, sedangkan stres akademik, usia menarche dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMAN 3 Luwu Timur. Siswi sebaiknya dapat menerapkan pola hidup sehat serta senantiasa memantau IMT untuk mengetahui gambaran status gizi.
KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA TEKNIS PROYEK KONSTRUKSI BBKPM MAKASSAR Arfani Amalia; M. Furqaan Naeim; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26322

Abstract

Latar Belakang: ILO menjelaskan bahwa pada tahun 2017 sebanyak 380.000 pekerja (13,7%) meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja 85% disebabkan oleh faktor manusia (tidak menggunakan APD). Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kepatuhan penggunaan APD pada pekerja teknis proyek konstruksi gedung perawatan dan penunjang TBC Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan pendeketan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja teknis proyek konstruksi gedung perawatan dan penunjang TBC Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. Jumlah sampel sebanyak 86 yang ditentukan berdasarkan teknik pengumpulan sampel menggunakan exhaustive sampling (total sampling). Data dianalisis menggunakan SPSS dengan dua metode analisis yaitu univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar pekerja teknis tidak patuh penggunaan APD di tempat kerja dengan persentase sebesar 66,3%, (57 pekerja), sedangkan pada pekerja teknis yang patuh menggunakan APD memiliki persentase sebesar 33,7% (29 pekerja). Pengetahuan (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Sikap (p=0,021) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Tingkat pendidikan (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. serta ketersedian APD (p=0,021), dan pengawasan K3 (p=0,001) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, ketersediaan APD, dan pengawasan K3 dengan kepatuhan penggunaan APD. Pekerja perlu meningkatkan pengetahuan mengenai APD, agar mendukung peningkatan penggunaan APD di tempat kerja.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KOMPLIKASI DM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR Putri Apriyanti Ilman; Wahiduddin Wahiduddin; Andi Selvi Yusnita Sari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26347

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Tingginya angka kejadian DM kemungkinan terjadianya komplikasi juga akan besar, kondisi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya usia harapan hidup penderita, kelumpuhan, dan meningkatkan beban ekonomi. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kota Makassar tahun 2022. Metode: Analitik observasional dengan desain studi case control. Pupulasi dalam penelitian ini seluruh pasien diabetes dengan komplikasi dan tanpa komplikasi yang terdaftar di RSUD Kota Makassar. Sampel berjumlah 140 responden dengan 70 responden untuk kelompok kasus dan 70 responden untuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi Stata. Hasil: Jumlah responden yang berhasil diwawancarai pada penelitian ini yaitu 140 dari 152 responden. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan beberapa metode yaitu via telepon (75%), wawancara langsung di RS (24%), dan kunjungan rumah (1%).  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita DM berisiko 7,1 kali mengalami komplikasi DM (OR=7,1; 95% CI 3,0-17,5); IMT kategori obesitas berisiko 3,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=3,9; 95% CI 1,7-9,1); keteraturan kontrol gula darah berisiko 2,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,9; 95% CI 1,3-6,5) dan kepatuhan pengobatan berisiko 2,3 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,3; 95% CI 1,0-4,8). Kesimpulan: Lama Menderita, IMT Kategori obesitas, keteraturan kontrol gula darah, dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus. Bagi pasien diabetes maupun komplikasi diabetes diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup sehat, jaga berat badan, teratur mengontrol gula darah, dan patuh terhadap pengobatan.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN NON FISIK DENGAN STRES KERJA Andi Aan Mugniyah; Andi Muflihah Darwis; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26364

Abstract

Latar Belakang: Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stres kerja. Data yang dirilis WHO menyatakan bahwa kurang lebih 450 juta penduduk dunia menderita gangguan mental dan perilaku, sehingga diperkirakan kejadian tersebut menjadi masalah utama kesehatan manusia yang termasuk di dalamnya stres akibat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik dan non fisik dengan stres kerja pada pekerja unit produksi bata ringan PT. Bumi Sarana Beton Makassar kan oleh pekerjaans . Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Bumi Sarana Beton Makassar selama bulan Januari hingga Februari 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 23 dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil uji chi-square iklim kerja dengan stres kerja (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan iklim kerja dengan stres kerja. Kebisingan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan kebisingan dengan stres kerja. Pencahayaan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan pencahayaan dengan stres kerja. Pimpinan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan pimpinan dengan stres kerja. Sementara itu, rekan kerja (p-value eror) menunjukkan tidak ada hubungan rekan kerja dengan stres kerja. Kesimpulan: Iklim Kerja, kebisingan, pencahayaan dan pimpinan menunjukkan ada hubungan terhadap stres kerja. Saran bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan iklim kerja, kebisingan dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan serta menjalin hubungan yang baik antar pimpinan dan bawahan.
ANALISIS SEGMENTASI PASAR PELAYANAN KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSIA ANANDA MAKASSAR Andi Astriyuliani Irsyad; Indar Indar; Balqis Balqis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26519

Abstract

Latar Belakang: Instalasi rawat inap RSIA Ananda mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir karena covid-19 dan strategi pemasaran yang belum optimal karena kurangnya sumber daya untuk merancang strategi pemasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna jasa pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSIA Ananda Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif. Total sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan analisis distribusi frekuensi dan analisis klaster menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian diperoleh pengguna jasa pelayanan kesehatan di RSIA Ananda Makassar berdasarkan karakteristik demografi adalah memiliki kategori umur muda, beragama islam, tingkat pendidikan, pekerjaan merupakan ibu rumah tangga/tidak bekerja, dan pendapatan kurang. Karakteristik geografi adalah tinggal dalam Kota Makassar, jarak tempuh dari lokasi tempat tinggal ke rumah sakit jauh, dan mengakses rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi. Karakteristik psikografi adalah memiliki motivasi tinggi dan persepsi baik. Karakteristik perilaku adalah pola pencarian pengobatan jika sakit ringan dengan membeli obat di warung/apotek, pola pencarian pengobatan jika sakit sedang di puskesmas/dokter keluarga, pola pencarian pengobatan jika sakit berat di rumah sakit, jumlah pemanfaatan RSIA Ananda sebanyak 1 kali, dan frekuensi pemanfaatan rumah sakit tinggi. Kesimpulan: Pengguna jasa pelayanan kesehatan di RSIA Ananda Makassar teridentifikasi tiga segmen: Segmen I; Health Care Minimize (8%), Segmen II; Hospital Aversion (29%), dan Segmen III: Health Care Mazimixer (63%). Strategi pemasaran di RSIA Ananda Makassar dapat diarahkan pada segmen III (Hospital Care Maximizer) merupakan segmen yang loyal sehingga penting untuk rumah sakit pertahankan.
MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PEKERJA TALLYMAN PT. KALTIM KARIANGAU TERMINAL BALIKPAPAN Nahdah Nur Laili; Awaluddin Awaluddin; A. Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26692

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan bongkar muat peti kemas memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang serius. Tallyman merupakan tenaga kerja yang berhadapan langsung dengan kegiatan bongkar muat tersebut. Tujuan: Mengetahui langkah-langkah manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan menggunakan metode Hazard identification, Risk Assessment, Determine Control (HIRADC). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang merupakan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2023. Analisis data yang dilakukan adalah analisa deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi, potensi bahaya yang dihadapi pekerja tallyman bongkar muat peti kemas terdiri dari 4 bahaya mekanik, 3 bahaya fisik, dan 1 bahaya biologi. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 2 bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 bahaya dengan kategori sedang dan 3 bahaya dengan kategori rendah. Pengendalian risiko yang telah dilakukan berupa dengan rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan APD. Kesimpulan: Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko dalam menjalankan aktivitas kerjanya, begitupun pekerja tallyman bongkar muat peti kemas. Diharapkan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas menyadari akan potensi bahaya dan risiko yang dialami dan mengikuti instruksi kerja yang telah ditetapkan sehingga dapat mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.
EFEKTIVITAS TEMEPHOS DALAM PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PEKKABATA 2022 Ruri Khallaj Al-Farabi; A. Arsunan Arsin; Indra Dwinata
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26724

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh vektor nyamuk. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten dengan Incidence Rate (IR) DBD tertinggi adalah Kabupaten Polewali Mandar dimana pada tahun 2021 IR DBD Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan kembali dari tahun sebelumnya menjadi 24 per 100.000 penduduk dan diikuti dengan peningkatan Case Fatality Rate (CFR) menjadi 1,77. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan vektor DBD di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar melalui abatisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental, dengan desain yang digunakan adalah Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design yaitu kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diberikan Pretest dan Posttest. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapati, House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) mengalami pergerakan grafik yang flukuatif dan signifikan selama lima pekan. Pekan pertama sampai dengan pekan ketiga kelompok perlakuan dan kelompok kontrol mengalami penurunan grafik yang berarti setiap pekannya semakin berkurang rumah dan kontainer yang positif larva Ae. Aegypti. Tetapi dipekan keempat dan kelima mengalami kenaikan di kedua kelompok tersebut. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai P pada HI, CI, dan BI masing masing 0,74; 0,45; dan 0,52. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kepadatan nyamuk HI, CI, dan BI menurun setiap pekannya baik pada kelompok perlakuan ataupun kelompok kontrol. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan pelaksanaan pengendalian DBD baik secara fisik, kimia ataupun biologi.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN ASTENOPIA PADA PEKERJA Cecilia Aurynt Angeline Kohang; Andi Wahyuni; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26860

Abstract

Latar Belakang: National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Amerika Serikat mengatakan bahwa sekitar 90% orang yang menghabiskan tiga jam atau lebih sehari di komputer dapat mengakibatkan Astenopia. Berdasarkan hasil survey American Eye-Q tentang teknologi dan kesehatan mata melaporkan bahwa sekitar 58% orang dewasa mengalami ketegangan mata atau masalah penglihatan sebagai akibat langsung dari paparan display monitor tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan komputer dengan Astenopia pada pekerja PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhausted sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selama bulan Maret – April 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 29 dengan menggunakan uji statistik chi-square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 orang responden (35,6%) yang mengalami keluhan berat dan 29 orang responden (64,4%) yang mengalami keluhan ringan. Hasil uji chi-square test menunjukkan ada hubungan kejadian Astenopia dengan lama paparan monitor (p=0,031), istirahat mata (p=0.030), jarak monitor (p=0,009), dan pencahayaan (p=<0,001). Adanya hubungan lama paparan monitor dengan keluhan subjektif yang dialami responden menunjukkan bahwa istirahat mata mempengaruhi kejadian Astenopia pada pekerja di PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Kesimpulan: lama paparan monitor, istirahat mata, jarak monitor, dan pencahayaan menunjukkan ada hubungan dengan kejadian Astenopia. Saran bagi pekerja untuk dapat memperhatikan lama paparan monitor, istirahat mata, jarak monitor dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan saat bekerja menggunakan komputer.
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 MAKASSAR Humairah Latifah; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26906

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam keselamatan kerja dan dapat melindungi tenaga kerja yang ada dari berbagai bahaya akibat kerja dan penyakit umum lainnya. Produktivitas tenaga kerja harus dipertimbangkan karena sangat penting bagi bisnis apa pun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 5 dermaga yaitu dermaga 100 sebanyak 5 orang, dermaga 102 sebanyak 5 orang, dermaga 104 sebanyak 5 orang, dermaga 105 sebanyak 5 orang dan dermaga 150 sebanyak 5 orang, regional sebanyak 9 orang dan PT IKT (Indonesia Kendaraan terminal) sebanyak 10 orang orang, dengan sampel sebesar 31 dan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Adapun variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD yaitu variabel pengetahuan (p=0,005). Sedangkan variabel sikap (p=0,436), tindakan (p=0,365), pengawasan (p=0,830), dan ketersediaan APD (p=304) tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: penggunaan APD dan tidak ada hubungan antara sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan disarankan untuk memberikan reward  untuk pekerja yang rajin menggunakan APD pada saat bekerja.
ANALISIS FAKTOR RISIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN MSDs PADA PEKERJA AKTIVITAS MANUAL LIFTING DI PT. X Nasyirah Siddiqah; Awaluddin Awaluddin; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27025

Abstract

Latar Belakang: International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja dan penyakit aibat kerja yang disebabkan oleh faktor kondisi tidak aman (unsafe condition), perbuatan tidak aman (unsafe act), kelelahan kerja dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko ergonomi terhadap keluhan MSDs pada pekerja aktivitas manual lifting di PT.X Metode: Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. X selama bulan Maret. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji statistic fisher’s exact test pengetahuan (p=0,003) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Beban kerja (p=0,059) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Durasi kerja (p=0,876) menunjukan tidak ada hubungan dengan risiko ergonomi. Sementara itu, Risiko ergonomi (p=0,047) menunjukan ada hubungan dengan keluhan MSDs. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan beban kerja dengan risiko ergonomi, tidak ada hubungan durasi kerja dengan risiko ergonomi, dan ada hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs. Saran bagi perusahaan yaitu menyediakan alat bantu mengangkat beban seperti electric hoist di area kerja boiler, cool room, alkalizer, milling liquor dan memberikan sosialisasi serta pelatihan mengenai penanggulangan risiko ergonomi.

Page 11 of 18 | Total Record : 180