cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
Potensi Bahan Alam Penghambat Enzim Tirosinase sebagai Pemutih Kulit dalam Bentuk Sediaan Krim Kosmetika Imola Septhialika Mardhatilla; Dina Mulyanti; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15089

Abstract

Abstract. Whitening cream is a cosmetic preparation that is used on the surface of the skin to change the skin color to be white and bright from the original skin. Researchers developed cosmetics derived from natural ingredients that are considered to have few side effects. This study was carried out using the Systematic Literature Review (SLR) method with the aim of finding out natural ingredients that can produce whitening effects. The results of the study showed that castor tint sap had a very strong affinity in inhibiting the activity of the tyrosinase enzyme, with a value of 39.37 nm. In honey extract and tea extract, IC50 values were obtained above 1000 μg/ml so that it was very weak in inhibiting the activity of the tyrosinase enzyme. Cashew leaf extract showed tyrosinase inhibition activity at a concentration of 0.100 mg/mL. Then in 25 plants in Mpumalanga province, South Africa, an IC50 of 200 μg/ml was obtained. Kenaf leaf extract is effective in inhibiting the activity of tyrosinase enzymes, both at the monophenolase stage (30.28 ± 3.90%) and diphenolase (11.40 ± 0.29%). In S. siliquosum, it was obtained (IC50: 65.0 μg equivalent of gallic acid per ml). Then three types of brown seaweed (Sargassum) were obtained with a value of 64.72 ± 0.46%. Rorippa nasturtium-aquaticum plants, Clausena anisata, Chenopodium album L., and Cassipourea flanaganii, obtained IC50 values between 1.42 and 1.55 μg/mL. And corn cob extract obtained an IC50 value of 12.45 μg/mL. Abstrak. Krim pemutih merupakan sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk mengubah warna kulit menjadi putih dan cerah dari kulit aslinya. Peneliti mengembangkan kosmetika berasal dari bahan alam yang dianggap memiliki efek samping yang sedikit. Kajian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) bertujuan untuk mengetahui bahan alam yang dapat menghasilkan efek memutihkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa getah jarak tintir memiliki afinitas sangat kuat dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase, dengan nilai 39,37 nm. Pada ekstrak madu dan ekstrak teh didapatkan nilai IC50 di atas 1000 μg/ml sehingga sangat lemah dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase. Ekstrak daun jambu mete menunjukkan aktivitas penghambatan tirosinase pada konsentrasi 0,100 mg/mL. Lalu pada 25 tanaman di provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan didapatkan IC50 yaitu 200 μg/ml. Ekstrak daun kenaf efektif dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase, baik pada tahap monofenolase (30,28 ± 3,90%) maupun difenolase (11,40 ± 0,29%). Pada S. siliquosum didapatkan (IC50 65,0 μg setara asam galat per ml). Lalu tiga jenis rumput laut coklat (Sargassum) didapatkan nilai 64,72 ± 0,46%. Tumbuhan Rorippa nasturtium-aquaticum, Clausena anisata, Chenopodium album L., dan Cassipourea flanaganii, didapatkan nilai IC50 antara 1,42 dan 1,55 μg/mL. Serta ekstrak tongkol jagung didapatkan nilai IC50 12,45 μg/mL.
Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Varietas Besuki Herna Haryani; Farendina Suarantika; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15098

Abstract

Abstract. Tobacco (Nicotiana tabacum) is an annual herb in the Solanaceae family. In Indonesia, tobacco is a very well-known type of plant. Apart from containing essential oils, tobacco leaves contain many bioactive compounds. Where plant bioactive compounds are very important for human health because of their various biological effects, such as antioxidant, anticarcinogenic, antiallergic, anti-inflammatory, antimutagenic and antimicrobial activities, which can provide beneficial effects on various non-communicable diseases, such as autoimmune, inflammatory, cardiovascular, cancer, disease. metabolic, and neurodegenerative. The aim of this research is to determine the characteristics of the Besuki variety tobacco leaf simplicia. The results obtained were that tobacco leaf simplicia had a drying shrinkage value of 9.65%; water content 8.59%; total ash content 19.17%, acid insoluble ash content 0.78%; water soluble essence content 34.64%; ethanol soluble essence content 15.62%. The results of the characterization of the extract obtained a percent yield value of 2.3% and a specific gravity of 0.692 g/mL. These results can be concluded that simplicia and tobacco leaf extract meet the standard quality parameters and SNI requirements. Abstrak. Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan salah satu tanaman kontroversial dalam keluarga Solanaceae Di Indonesia Tembakau merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat terkenal. Selain banyak mengandung nikotin, tembakau juga mengandung minyak atsiri, daun tembakau ini mengandung banyak senyawa bioaktif. Dimana senyawa bioaktif tumbuhan sangat penting bagi kesehatan manusia karena berbagai efek biologisnya, seperti aktivitas antioksidan, antikarsinogenik, antialergi, antiinflamasi, antimutagenik, dan antimikroba, yang dapat memberikan efek menguntungkan pada berbagai penyakit tidak menular, seperti autoimun, inflamasi, kardiovaskular, kanker, penyakit metabolik, dan neurodegeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari simplisia daun tembakau varietas Besuki. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental di Laboratorium riset Farmasi Unisba. Hasil yang didapatkan bahwa simplisia daun tembakau memiliki nilai susut pengeringan sebesar 9,65%; kadar air 8,59%; kadar abu total 19,17%, kadar abu tidak larut asam 0,78%; kadar sari larut air 34,64%; kadar sari larut etanol 15,62%. Hasil karakterissi pada eksrat didapatkan nilai persen rendemen sebesar 2,3% dan bobot jenis sebesar 0,692 g/mL. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa simplisia dan ekstrak daun tembakau memenuhi syarat standar parameter mutu dan SNI.
Kajian Literatur Profil Farmakokinetika Metformin pada Anak-Anak dan Dewasa Anisa Nursapitri; Ratih Aryani; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15132

Abstract

Abstract. Metformin is the first line of treatment in type 2 diabetes mellitus. The pharmacokinetic profile of metformin can be used as a basis for determining the appropriate therapy regimen. This study aims to determine the pharmacokinetic parameters of metformin in children and adults. The method used for this research is the Systematic Literature Review (SLR) method. Articles used in this study were obtained from Pubmed and Taylor and Francis databases. The results showed that race can affect tmax and t1/2 in children. The cmax and AUC0-∞ parameters are influenced by the administration of metformin drug doses. CL/F is influenced by physiological differences. And in adult subjects, the parameters tmax, cmax, t1/2, AUC0-∞ and CL/F are influenced by comorbidities and differences in drug release systems. Abstrak. Metformin merupakan lini pertama pengobatan pada diabetes melitus tipe 2. Profil farmakokinetika metformin dapat dijadikan landasan dalam penetapan pemberian regimen terapi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter farmakokinetika obat metformin pada anak dan dewasa. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Systematic Literatur Review (SLR). Artikel yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari database Pubmed dan Taylor and Francis. Hasil penelitian menunjukan bahwa ras dapat mempengaruhi tmax dan t1/2 pada anak. Parameter cmax dan AUC0-∞ dipengaruhi oleh pemberian dosis obat metformin. CL/F dipengaruhi oleh perbedaan fisiologis. Dan pada subjek dewasa, parameter tmax, cmax, t1/2, AUC0-∞ dan CL/F dipengaruhi oleh penyakit penyerta dan perbedaan sistem pelepasan obat.
Review Article: Aktivitas Farmakologi Senyawa Karbohidrat bagi Kesehatan Pingky Valentina; Bertha Rusdi; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15208

Abstract

Abstract. Carbohydrates are one of the essential macronutrients that play a crucial role in the human body. They not only provide the main source of energy but also support various biological functions. This study aims to examine the activity of carbohydrate compounds and their health benefits through a systematic literature review (SLR) method. The articles reviewed were limited to publications from 2015 onwards and accessed through Google Scholar. The results showed that carbohydrate compounds, such as beta-glucan from black yeast, have important biological activities such as blood glucose regulation and the enhancement of PI3K and IRS expression. Additionally, carbohydrate compounds from the sea, such as laminarin, chitosan, and fucoidan, exhibit antioxidant, anti-inflammatory, anticoagulant, antitumor, and antimicrobial activities. The research also highlights the importance of glucose as the primary energy source for the human brain and the potential of ribose derivative compounds as significant antitumor agents. Overall, this study confirms the importance of consuming carbohydrates from healthy sources in supporting heart health, controlling body weight, and maintaining energy balance and a healthy gut microbiota. These findings can serve as a scientific basis for more detailed and personalized dietary recommendations in efforts to maintain health and prevent disease. Abstrak. Karbohidrat adalah salah satu makronutrien esensial yang memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Mereka tidak hanya menyediakan energi utama, tetapi juga mendukung berbagai fungsi biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas senyawa karbohidrat dan manfaat kesehatannya melalui metode tinjauan literatur sistematis (SLR). Artikel yang ditinjau dibatasi pada publikasi dari tahun 2015 ke atas dan diakses melalui Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa karbohidrat, seperti beta-glukan dari black yeast, memiliki aktivitas biologis penting seperti regulasi glukosa darah dan peningkatan ekspresi PI3K dan IRS. Selain itu, senyawa karbohidrat dari laut, seperti laminaran, kitosan, dan fukoidan, menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikoagulan, antitumor, dan antimikroba. Penelitian juga mengungkapkan pentingnya glukosa sebagai sumber energi utama bagi otak manusia, serta potensi senyawa ribosa derivatif sebagai agen antitumor yang signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya konsumsi karbohidrat dari sumber sehat dalam mendukung kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan menjaga keseimbangan energi serta mikrobiota usus yang sehat. Temuan ini dapat menjadi dasar ilmiah untuk rekomendasi diet karbohidrat yang lebih detail dan personal dalam upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Uji Sitotoksik Kulit Buah Naga Merah (Selenicereus monacanthus (Lem.) D.R.Hunt) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Gishela Bellania; Kiki Mulkiya Yuliawati; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15221

Abstract

Abstract. Red dragon fruit peel is now widely sold as a health medicine consumed by consumers. Therefore, it is necessary to carry out tests to determine the effectiveness and safety of the product. This research aims to determine the ethanol extract produced from the maceration and digestion methods at concentrations (62.5 ppm, 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm) for 24 hours. The method used was the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) which is measured in the death of Artemia fransiscana. The results of the research showed that the LC50 value of red dragon fruit peel maceration extract and digestion were 75.25 μg/ml and 96.09 μg/ml. respectively and the LC50 value for digestion was 96.09 μg/ml. With an LC50 value of more than 30 ppm, the ethanol extract of red dragon fruit peel produced by maceration or digestion methods is toxic. Abstrak. Kulit buah naga merah kini banyak dijual sebagai obat kesehatan yang dikonsumsi oleh para konsumen. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol yang dihasilkan dari metode maserasi dan digesti pada konsentrasi (62,5 ppm, 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm) selama 24 jam. Metode yang dilakukan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) yang diukur terhadap kematian Artemia fransiscana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak kulit buah naga merah ekstrak maserasi dan digesti berturut-turut sebesar 75,25 μg/ml dan 96,09 μg/ml. Dengan nilai LC50 lebih dari 30 ppm, maka ekstrak etanol kulit buah naga merah yang dihasilkan dengan metode maserasi ataupun digesti bersifat toksik.
Dendrimer sebagai Sistem Penghantaran Obat Terapi Kanker Payudara Azmi Aziz; Aulia Fikri Hidayat; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15274

Abstract

Abstract. Breast cancer is one of the most common types of cancer in women and a leading cause of cancer-related deaths over the past two decades. Current breast cancer therapies using anticancer drugs face challenges such as non-specific toxicity, poor drug solubility, and low bioavailability. Dendrimers, as drug delivery systems, offer potential solutions to these issues. Dendrimers are branched polymers with controllable structures that allow for more effective and targeted drug delivery. This study aims to explore dendrimer synthesis, characterize dendrimers as potential breast cancer drug delivery systems, and evaluate their cytotoxicity against breast cancer cells. A systematic literature review of 11 journals revealed that dendrimers can be synthesized using the divergent method with base materials like NH₃ or ethylenediamine (EDA). Dendrimers are effective as drug delivery systems due to their spherical shape, size under 100 nm, loading efficiency of 61.8%, and low cytotoxicity in normal cells. However, they exhibit high cytotoxicity against cancer cells, with a cell viability of 27.1%. Abstrak. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum pada wanita dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker selama dua dekade terakhir. Terapi dengan obat antikanker menghadapi tantangan seperti toksisitas non-spesifik, kelarutan obat yang buruk, dan bioavailabilitas rendah. Dendrimer, sebagai sistem penghantaran obat, menawarkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Dendrimer adalah polimer bercabang dengan struktur yang dapat dikendalikan, memungkinkan pengiriman obat yang lebih efektif dan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sintesis, karakteristik, dan sitotoksisitas dendrimer terhadap sel kanker payudara. Melalui tinjauan pustaka dari 11 jurnal, ditemukan bahwa dendrimer dapat disintesis menggunakan metode divergen dengan bahan dasar seperti NH₃ atau etilendiamin (EDA). Dendrimer efektif sebagai sistem penghantaran obat dengan karakteristik bulat berukuran kurang dari 100 nm, efisiensi pemuatan 61,8%, dan sitotoksisitas rendah pada sel normal, namun menunjukkan sitotoksisitas tinggi terhadap sel kanker dengan viabilitas sel 27,1%.
Perbandingan Aktivitas Antijamur dari Tanaman Syzygium terhadap Jamur Candida albicans Alika Ismita; Umi Yuniarni; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15284

Abstract

Abstract. Candida albicans fungal infections are a common health problem, especially in individuals with weakened immune systems. Treatment is often hampered by drug resistance. This study aims to compare the antifungal activity of the Syzygium plant against the growth of Candida albicans in vitro. The research method used is the agar well diffusion method. The parameter measured is the formation of a clear zone around the well. The results showed that 3 plants had antifungal activity against Candida albicans. The diameter of the inhibition zone formed for the ethanol extract of red shoot leaves at a concentration of 1% was 12.95 mm, at a concentration of 5% was 14.525 mm, at a concentration of 10% was 14.175 mm, and at a concentration of 20% was 17 mm. For rose guava leaves at a concentration of 5% it was 12.825 mm, at a concentration of 10% it was 15.975 mm, and at a concentration of 20% it was 17.375 mm. Meanwhile, for kupa leaves at a concentration of 5% it was 11.425 mm, at a concentration of 10% it was 14.15 mm, and at a concentration of 20% it was 15.575 mm. Abstrak. Infeksi jamur Candida albicans merupakan masalah kesehatan yang umum, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pengobatannya seringkali terhambat oleh resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antijamur dari tanaman Syzygium terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi agar sumuran. Parameter yang diukur adalah terbentuknya zona bening di sekitar sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 tanaman memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Diameter zona hambat yang terbentuk untuk ekstrak etanol daun pucuk merah pada konsentrasi 1% sebesar 12,95 mm, pada konsentrasi 5% sebesar 14,525 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 14,175 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 17 mm. Untuk daun jambu mawar pada konsentrasi 5% sebesar 12,825 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 15,975 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 17,375 mm. Sedangkan untuk daun kupa pada konsentrasi 5% sebesar 11,425 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 14,15 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 15,575 mm.
Uji Cemaran Mikroba pada Sediaan Serum Pemutih yang Tidak Memiliki Izin Edar BPOM yang Beredar Di Beberapa Toko Daring Nadhifa Auliya Saniyyah; Farendina Suarantika; Bertha Rusdi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15468

Abstract

Abstract. Whitening serum is a facial care product that contains special active ingredients and is used to maintain healthy skin and whiten the face. Serum belongs to the low viscosity category because it contains a lot of water, so it is easily overgrown with microbes. Cosmetics contaminated with large amounts of microbes can cause health problems. This study aims to determine whether microbial contamination in whitening serum that does not have a BPOM distribution permit circulating in several online stores meets the microbial contamination requirements set by BPOM, which cannot be more than 103 colonies per gram. Serum samples were obtained from 5 different stores. The methods of mold and yeast count (AKK) and total plate count (ALT) were used to determine the amount of microbial contamination in the whitening serum. The results of AKK and ALT showed that in AKK there were 2 serums, namely serum C and serum D, while in ALT there was 1 serum, namely serum C, which met the maximum limit of microbial contamination of cosmetics set by BPOM. Abstrak. Serum pemutih adalah produk perawatan wajah yang mengandung bahan aktif khusus dan digunakan untuk menjaga kesehatan kulit serta memutihkan wajah. Serum kosmetik termasuk kategori viskositas rendah karena mengandung banyak air, sehingga mudah ditumbuhi mikroba. Kosmetik yang terkontaminasi mikroba dalam jumlah besar dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cemaran mikroba dalam serum pemutih yang tidak memiliki izin edar BPOM yang beredar di beberapa toko daring memenuhi syarat cemaran mikroba yang ditetapkan BPOM yaitu tidak boleh lebih dari 103 koloni per gram. Sampel serum didapat dari 5 toko yang berbeda. Digunakan metode Angka Kapang dan Khamir (AKK) dan Angka Lempeng Total (ALT) untuk mengetahui jumlah cemaran mikroba dalam serum pemutih. Hasil penelitian AKK dan ALT menunjukkan bahwa pada AKK terdapat 2 serum yaitu serum C dan serum D sedangkan pada ALT terdapat 1 serum yaitu serum C yang memenuhi batas maksimum cemaran mikroba kosmetika yang ditetapkan BPOM.
Pola Penggunaan Obat Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi DM di RSUD Majalaya Periode September-Desember Tahun 2023 Pramudita Putri Azzahra; Fetri Lestari; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15485

Abstract

Abstract. Chronic renal failure is a medical condition that requires appropriate drug treatment to control symptoms and slow disease progression. This study aims to analyze the pattern of drug use in patients with chronic renal failure at RSUD Majalaya, Bandung Regency, West Java, during the period September to December 2023. In this study, data were taken from the medical records of chronic renal failure patients undergoing treatment at Majalaya Hospital. The research method used was descriptive with a retrospective approach, in which secondary data were analyzed to identify the types of drugs used and the doses given. The results showed that the types of drugs given to patients were Keto G Supplements and the use of furosemide diuretics. Then the use of DM drugs in chronic renal failure patients given are insulin, gliquidon, glimepirid, gliclazid and metformin. The use of cardiovascular drugs in patients with chronic renal failure given are bisoprolol, clopidogrel, furosemide, spironolactone, simvastatin, candesartan, amlodipine, isosorbide dinitrate, acetylsalicylate, enalapril maleate, propanolol and lisinopril. Then the use of drugs for other comorbidities in patients with chronic renal failure given are lansoprazole, dexketoprofen trometamol, ursodeoxycholic acid, etoricoxib, diosmin hesperidin, erdostein, ciprofloxacin and allopurinol. Abstrak. Gagal ginjal kronik adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan obat yang tepat untuk mengontrol gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, selama periode September hingga Desember 2023. Dalam penelitian ini, data diambil dari rekam medis pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di RSUD Majalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif, di mana data sekunder dianalisis untuk mengidentifikasi jenis obat yang digunakan serta dosis yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat yang diberikan pada pasien yaitu Suplemen Keto G dan penggunaan diuretik jenis furosemid. Kemudian penggunaan obat DM pada pasien gagal ginjal kronik yang diberikan yaitu insulin, gliquidon, glimepirid, gliklazid dan metformin. Penggunaan obat kardiovaskular pada pasien gagal ginjal kronik yang diberikan yaitu bisoprolol, clopidogrel, furosemid, spironolakton, simvastatin, candesartan, amlodipin, isosorbid dinitrat, asetilsalisilat, enalapril maleate, propanolol dan lisinopril. Lalu penggunaan obat untuk komorbid lain pada pasien gagal ginjal kronik yang diberikan yaitu lansoprazol, dexketoprofen trometamol, asam ursodeoksikolat, etoricoxib, diosmin hesperidin, erdostein, siprofloksasin dan allopurinol.
Pengujian Kadar Antosianin Bunga Pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) Berdasarkan Variasi Penambahan Asam Meytha Putri Dewanty; Livia Syafnir; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15515

Abstract

Abstract. Anthocyanin is a natural coloring that belongs to the flavonoid group. Pagoda flowers have anthocyanins which can be separated by choosing an extraction method to find out the right extraction to induce the highest levels of anthocyanins in pagoda flowers because anthocyanins are unstable compounds. This research aims to determine the level of pagoda flowers. Anthocyanin levels were determined using a differential pH strategy with Uv-Vis spectrophotometry. The results of determining the concentration of anthocyanin levels in pagoda flowers in 1% HCl were 8,75 mg/100 g and in potassium acetate they were 1,20 mg/100g. Abstrak. Antosianin merupakan warna alami yang termasuk dalam golongan flavonoid. Bunga pagoda mempunyai antosianin yang dapat dipisahkan dengan memilih metode ekstraksi untuk mengetahui ekstraksi yang tepat untuk menginduksi kadar antosianin tertinggi pada bunga pagoda karena antosianin merupakan senyawa tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar pada bunga pagoda . Kadar antosianin ditentukan menggunakan strategi pH diferensial dengan spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penetapan konsenterasi kadar antosianin bunga pagoda pada HCl 1% adalah sebesar 8,75 mg/100 g dan pada kalium asetat adalah sebesar 1,20 mg/ 100g.