cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
Karakterisasi Larutan Eco-Enzyme dari Kulit Buah Nanas (Ananas comosus L.) Merr. dan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) (F.A.C. Weber) Britton & Rose Zaina Alviona Pridesta; Dina Mulyanti; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15559

Abstract

Abstract. Pineapple and dragon fruit plants are often consumed for their fruit, leaving behind their peels as organic waste. This organic waste accumulates and negatively impacts the environment. To reduce the accumulation of fruit peels, there is a need to utilize plant peels as raw materials for eco-enzyme solutions. Eco-enzyme is an environmentally friendly enzyme with numerous benefits, produced as a solution by adding sugar and water. This study aimed to determine the organoleptic characteristics and pH of eco-enzyme solutions made from pineapple and dragon fruit peels. The organoleptic characteristics of the eco-enzyme solutions were observed in terms of odor, color, and the formation of a white layer (mother enzyme), while pH was measured using a pH meter. Results showed that after 3 months of fermentation, the eco-enzyme solutions from both pineapple and dragon fruit peels underwent color changes, had a strong acidic odor characteristic of the respective fruits, and exhibited varying amounts of white layer (mother enzyme). The pH of both solutions ranged from 3. The acidic pH obtained from the eco-enzyme solutions of pineapple and dragon fruit peels is promising for potential applications in pharmaceuticals and household products. Abstrak. Tanaman buah nanas dan buah naga seringkali dikonsumsi buahnya sehingga menyisakan kulit buah, yang menjadi sampah organik dan menimbulkan penumpukan yang tidak baik bagi kesehatan lingkungan. Untuk mengurangi penumpukan sisa kulit buah tersebut maka perlu adanya pemanfaatan kulit buah tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku larutan eco-enzyme. Eco-enzyme adalah enzim ramah lingkungan yang memiliki banyak manfaat dan dibuat dalam bentuk larutan dengan penambahan gula dan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik organoleptis dan pH pada kulit buah nanas dan kulit buah naga yang dijadikan larutan eco-enzyme. Metode yang digunakan untuk karakteristik larutan eco-enzyme ini yaitu diamati dari segi bau, warna, dan lapisan putih (mama enzim) yang terbentuk untuk pengamatan organoleptis dan untuk pengujian pH menggunakan alat pH meter. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik larutan eco-enzyme kulit buah nanas dan kulit buah naga setelah 3 bulan mengalami perubahan warna seiring lama nya waktu fermentasi, memiliki bau asam menyengat dari buahnya, memiliki lapisan putih (mama enzim) yang berbeda beda dari tiap jenis larutan, serta memiliki pH berkisar 3, pH asam yang didapatkan dari larutan eco-enzyme kulit buah nanas dan kulit buah naga ini diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi sediaan farmasi dan perbekalan rumah tangga.
Analisis Kandungan Sibutramin HCl dan Furosemid pada Jamu Pelangsing yang Tersedia di E-Commerce Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Frishela Sekar Ayu Ramadhani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15560

Abstract

Abstract. Jamu, traditionally regarded as a blend of natural ingredients such as spices and herbal plants, is often considered safe and beneficial for health. However, in some instances, jamu is misused by the addition of Pharmaceutical Chemical Ingredients (BKO), posing potential risks to consumers. This study aims to analyze the presence of Sibutramine HCl and Furosemide in six slimming jamu samples available on e-commerce platforms. The methods employed involve quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry. Further quantitative analysis revealed that the levels of Sibutramine HCl in jamu samples D and E were 2.7025% and 2.3136%, respectively, while the level of Furosemide in jamu sample F was 3.2007%. These findings confirm the presence of BKO in the jamu samples, particularly in products lacking BPOM (Indonesian Food and Drug Authority) approval, which poses a significant health risk to consumers. This emphasizes the critical need for strict monitoring of jamu products sold online to protect the public from hidden dangers. Abstrak. Jamu, yang dikenal sebagai campuran bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman herbal, sering kali dianggap aman dan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, dalam beberapa kasus, jamu disalahgunakan dengan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) yang berpotensi membahayakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Sibutramin HCl dan Furosemide dalam enam sampel jamu pelangsing yang tersedia di e-commerce. Metode yang digunakan melibatkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis kuantitatif lebih lanjut menemukan bahwa kadar Sibutramin HCl pada jamu D dan E masing-masing sebesar 2,7025% dan 2,3136%, serta kadar Furosemide pada jamu F sebesar 3,2007%. Hasil ini menegaskan adanya BKO dalam sampel jamu, terutama pada produk yang tidak memiliki izin edar dari BPOM, yang menimbulkan risiko serius bagi kesehatan konsumen. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk jamu yang dijual secara daring untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang tidak terlihat.
Kajian Pustaka Analisis Penetapan Kadar Asam Traneksamat dalam Sediaan Farmasi Suci Puji Lestari; Hilda Aprilia; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15571

Abstract

Absract. Tranexamic acid is a biologically active compound with antifibrinolytic effects. This drug reversibly blocks the lysine binding site on plasminogen through the formation of a reversible complex of the drug with the plasminogen molecule thereby interfering with the action of plasmin and preventing the dissolution of the fibrin clot. The method used in this research is literature review with materials using reference articles regarding the analysis of determining levels of tranexamic acid in pharmaceutical preparations. The data used is accessed through Science Direct, Pubmed, and journals published nationally and internationally. The HPLC method with the best composition found was a mixture of 0.1 M ammonium acetate and acetonitrile in a ratio of 75:25 (v/v), with a C-18 column as the stationary phase and a flow rate of 1 mL/minute. showed good performance in the determination of tranexamic acid in pharmaceutical preparation products. Optimized parameters provide accurate results, with low detection limits and good reproducibility. It can be concluded that the optimized HPLC method provides a reliable way to measure tranexamic acid levels in pharmaceutical preparations with high sensitivity and specificity. Abstrak. Asam traneksamat adalah senyawa aktif biologis dengan efek antifibrinolitik. Obat ini secara reversibel memblok tempat pengikatan lisin pada plasminogen melalui pembentukan kompleks reversibel obat dengan molekul plasminogen sehingga mengganggu kerja plasmin dan mencegah pembubaran bekuan fibrin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan bahan menggunakan referensi artikel mengenai analisis penetapan kadar asam traneksamat pada sedian farmasi. Data yang digunakan diakses melalui science direct, pubmed, serta jurnal yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional. Metode HPLC dengan komposisi terbaik yang ditemukan adalah campuran amonium asetat 0,1 M dan asetonitril dalam perbandingan 75:25 (v/v), dengan kolom C-18 sebagai fase diam dan laju aliran 1 mL/menit. menunjukkan kinerja yang baik dalam penentuan asam traneksamat dalam produk sediaan farmasi. Parameter yang dioptimalkan memberikan hasil yang akurat, dengan batas deteksi yang rendah dan reproduktifitas yang baik. Dapat disimpulkan jika metode HPLC yang telah dioptimalkan memberikan cara yang dapat dipercaya untuk mengukur kadar asam traneksamat dalam persiapan farmasi dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.
Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Nisa Neli Aunillah; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15576

Abstract

Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%. Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dari Kombinasi Kulit Jeruk Siam (Citrus nobilis L.) dan Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon L.) dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1 Pikrilhidrazil) Salma Sadilla; Livia Syafnir; Kiki Mulkiya Y
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15579

Abstract

Abstract. Antioxidants are important compounds in our body because their task is to block or inhibit free radical molecules, because they have unpaired electrons on their outer shell, free radicals are very reactive, causing a continuous chain reaction. Siamese orange (Citrus nobilis L.) and lemon (Citrus limon L.) are very good plants for antioxidants because they contain Vitamin C. This study aims to test the antioxidant activity of the combination of both using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Maceration method was used in the extraction process of both ingredients with 96% ethanol solvent. Phytochemical screening was conducted to identify the content of phytochemical compounds in simplisia and extracts. Antioxidant activity testing was carried out by measuring the IC50 value using a spectrophotometer at a maximum wavelength of 516 nm, with vitamin C as a comparison. The results of phytochemical screening on simplisia and extracts show that siamese orange peel (KJS) contains alkaloid compounds, polyphenolates, flavonoids, saponins, anthraquinones, and monoterpenes and sesquiterpenes. While in simplisia and lemon peel extract (KJL) contains alkaloid compounds, polyphenolics, flavonoids, anthraquinones, monoterpenes and sesquiterpenes as well as triterpenoids and steroids. Antioxidant activity testing shows that chirpy orange peel extract has an IC50 value = 373.63 ppm while lemon peel extract has an IC50 value = 26.43 ppm. The combination of the two citrus peel extracts showed an IC50 value of 183.52 ppm with a ratio of 1:1. Thus, KJL extract has stronger antioxidant activity potential compared to KJS extract. And the combination of KJS and KJL extracts has a weaker antioxidant activity potential than the single KJL extract. Abstrak. Antioksidan merupakan senyawa penting dalam tubuh kita karena tugasnya memblokir atau menghambat molekul radikal bebas, karena memiliki electron tidak berpasangan pada kulit terluarnya, radikal bebas sangat reaktif sehingga menyebabkan reaksi berantai yang berkelanjutan. Jeruk siam (Citrus nobilis L.) dan jeruk lemon (Citrus limon L.) adalah tanaman yang sangat baik untuk antioksidan karena mengandung vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian aktivitas antioksidan kombinasi keduanya menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Metode maserasi digunakan dalam proses ekstraksi kedua bahan dengan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa-senyawa fitokimia dalam simplisia dan ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC50 menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum 516 nm, dengan vitamin C sebagai pembanding. Hasil skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak menunjukkan bahwa kulit jeruk siam (KJS) mengandung senyawa alkaloid, polifenolat, flavonoid, saponin, antrakuinon, serta monoterpen dan seskuiterpen. Sedangkan pada simplisia dan ekstrak kulit jeruk lemon (KJL) mengandung senyawa alkaloid, polifenolat, flavonoid, antrakuinon, monoterpen dan seskuiterpen serta triterpenoid dan steroid. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak kulit jeruk siam memiliki nilai IC50 = 373,63 ppm sedangkan ekstrak kulit jeruk lemon memiliki nilai IC50 = 26,43 ppm. Kombinasi ekstrak kedua kulit jeruk menunjukkan nilai IC50 = 183,52 ppm dengan perbandingan 1:1. Dengan demikian, ekstrak KJL memiliki potensi aktivitas antioksidan lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak KJS. Dan kombinasi ekstrak KJS dan KJL memiliki potensi aktivitas antioksidan lemah dibandingkan ekstrak KJL tunggal.
Sintesis Hidrogel Berbasis Alginat dengan Bahan Aktif Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Wahyu Ningsih; Arlina Prima Putri; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15584

Abstract

Abstract. Mangosteen peel (Garcinia mangostana L. ) it contains bioactive compounds that have the potential for various health and cosmetic purposes. Hydrogel is a network of hydrophilic polymers that are cross-linked, have the ability to expand by absorbing water or biological liquids but cannot be dissolved due to cross-linking so that it is an attractive choice as a form of preparation because of its ability to retain water, easy to apply and ease of modification of its physical properties. The alginate group of dialdehyde is more reactive, its rotation is freer, and also its degradation is higher so that alginate dialdehyde is better than sodium alginate in drug delivery. The results of simplicial determination show the truth of mangosteen peel. Characteristics test of simplisia mangosteen peel meets the requirements so that it can ensure quality and safety, namely a moisture content of 8,7% ± 0,018%, total as content of 2,0% ± 0,01 %, acid insoluble ash content 0,5% ± 0,2%, water-soluble juice content 15,7% ± 0.1%, ethanol soluble juice content 22,6% ± 2,1%, drying shrinkage 7,2% ± 0,4%. Based on the results of phytochemical filtration, mangosteen peel extract contains alkaloids, flavonoids, tannins, phenols, saponins, steroids, monoterpenes, sesquiterpenes and anthraquinones. Hydrogel synthesis of mangosteen peel extract produces hydrogels with brown and transparent characteristics. Abstrak. Kulit manggis (Garcinia mangostana L. ) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi untuk berbagai keperluan kesehatan dan kosmetika. Hidrogel adalah jaringan polimer hidrofilik yang berikatan silang, memiliki kemampuan mengembang dengan cara menyerap air atau cairan biologis tetapi tidak dapat larut karena adanya ikatan silang sehingga menjadi pilihan yang menarik sebagai bentuk sediaan karena kemampuannya menahan air, mudah diaplikasikan dan kemudahan modifikasi sifat fisiknya. Gugus alginat dialdehid lebih reaktif, rotasinya lebih bebas, dan juga degradasinya lebih tinggi sehingga alginat dialdehid lebih baik dibandingkan natrium alginat dalam penghantaran obat. Hasil determinasi simplisia menunjukkan kebenaran kulit manggis. Pada uji penetapan karakterisasi simplisia kulit manggis memenuhi syarat sehingga dapat menjamin mutu dan keamanan yaitu diperoleh kadar air 8,7% ± 0,018%, kadar abu total 2,0% ± 0,01 %, Kadar abu tidak larut asam 0,5% ± 0,2%, kadar sari larut air 15,7% ± 0.1%, kadar sari larut etanol 22,6% ± 2,1%, susut pengeringan 7,2% ± 0,4%. Berdasarkan hasil penapisan fitokimia ekstrak kulit manggis mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin, steroid, monoterpen, seskuiterpen dan antrakuinon. Sintesis hidrogel ekstrak kulit manggis menghasilkan hidrogel dengan karakteristik berwarna cokelat dan transparan.
Prediksi Epitop Sel B Berbasis Peptida Glikoprotein 160 sebagai Kandidat Vaksin Subunit untuk Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Amelia Putri Permata Sari; Dina Mulyanti; Budi Prabowo Soewondo
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15600

Abstract

Abstract. The Human Immunodeficiency Virus (HIV) epidemic is still a major threat to public health in the world, including Indonesia. HIV is a virus that infects white blood cells, especially CD4, so that the human immune system decreases. Currently, the treatment of HIV infection is by administering antiretroviral drugs (ARVs), although these drugs cannot eliminate all viruses from the patient's body. Vaccines are an effective effort to prevent infection, but until now there has been no vaccine for HIV that has been approved for use. This study aims to analyze the glycoprotein peptide 160 of the HIV virus that has the potential to be developed into a subunit vaccine in silico. A series of in silico analyses were carried out, including searching for conserved regions and ensuring that B cell epitopes as vaccine candidates can produce an immune response. This study produced 4 candidate epitopes for B cells based on surface accessibility and antigenicity values. The best epitope with a surface accessibility value of 3,516 and antigenicity of 1.07 is owned by the YLKDQQL epitope. This epitope is suspected of having the potential to be a candidate for an HIV vaccine. Abstrak. Epidemi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di dunia, salah satunya Indonesia. HIV merupakan virus yang menginfeksi sel-sel darah putih khususnya CD4, sehingga sistem kekebalan tubuh manusia menjadi menurun. Saat ini penanganan infeksi virus HIV adalah dengan pemberian obat antiretroviral (ARV), meskipun obat tersebut tidak dapat menghilangkan seluruh virus dari tubuh penderita. Vaksin merupakan upaya yang efektif untuk mencegah infeksi, tetapi hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk HIV yang berhasil disetujui penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peptida glikoprotein 160 dari virus HIV yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi vaksin subunit secara in silico. Serangkaian analisis in silico dilakukan, termasuk pencarian daerah lestari (conserved) dan memastikan epitop sel B sebagai kandidat vaksin dapat menghasilkan respon imun. Penelitian ini menghasilkan 4 kandidat epitop untuk sel B berdasarkan nilai aksesibilitas permukaan dan antigenisitas. Epitop terbaik dengan nilai aksesibilitas permukaan sebesar 3.516 dan antigenisitas sebesar 1.07 dimiliki oleh epitop YLKDQQL. Epitop tersebut diduga berpotensi sebagai kandidat vaksin HIV.
Formulasi dan Pengujian Efektivitas Antijamur Ekstrak Garcinia mangostana L. dari Sediaan Hidrogel terhadap Jamur Candida albicans dengan Basis Alginat Dialdehid Zarawanda Zihan Nabila; Arlina Prima Putri; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15609

Abstract

Abstract. This study aims to explore hydrogel formulations using Garcinia mangostana L. extract with a dialdehyde alginate base and test its effectiveness as an antifungal agent against the Candida albicans fungus. The extraction method is carried out using a suitable solvent to extract the active compound from Garcinia mangostana L. Next, the hydrogel is made by combining the extract with a dialdehyde alginate base through an ionic gelation process. The hydrogel formulations were evaluated physically and chemically to ensure stability and compatibility of the raw materials. The antifungal activity test was carried out using the agar diffusion method to determine the zone of inhibition against Candida albicans. The results showed that the hydrogel with Garcinia mangostana L. extract showed strong antifungal activity against Candida albicans. This research shows the potential applicability of Garcinia mangostana L. extract in dialdehyde alginate-based hydrogel formulations as an antimicrobial agent, especially in the context of fighting Candida albicans fungal infections which is quite strong with an inhibitory power of 12.6 mm on a paper disc and 17.9 mm with a hole in concentration. 18%. The implications of this research can open new avenues in the development of antifungal products from natural ingredients for medical and pharmaceutical use. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi formulasi hidrogel menggunakan ekstrak Garcinia mangostana L. dengan basis alginat dialdehid dan menguji efektivitasnya sebagai agen antijamur terhadap jamur Candida albicans. Metode ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut yang sesuai untuk mengekstrak senyawa aktif dari Garcinia mangostana L. Selanjutnya, hidrogel dibuat dengan menggabungkan ekstrak tersebut dengan basis alginat dialdehid melalui proses gelasi ionik. Formulasi hidrogel dievaluasi secara fisik dan kimia untuk memastikan stabilitas dan kompatibilitas bahan baku. Uji aktivitas antijamur dilakukan menggunakan metode difusi agar untuk menentukan zona hambat terhadap Candida albicans. Hasil menunjukkan bahwa hidrogel dengan ekstrak Garcinia mangostana L. menunjukkan aktivitas antijamur yang kuat terhadap Candida albicans. Penelitian ini menunjukkan potensi aplikatif ekstrak Garcinia mangostana L. dalam formulasi hidrogel berbasis alginat dialdehid sebagai agen antimikroba, khususnya dalam konteks melawan infeksi jamur Candida albicans yang cukup kuat dengan daya hambat 12,6 mm pada cakram kertas dan 17,9 mm dengan sumuran pada konsentrasi 18%. Implikasi dari penelitian ini dapat membuka jalan baru dalam pengembangan produk antijamur dari bahan alam untuk penggunaan medis dan farmasi.
Upaya Sintesis Konjugat Kurkumin-Arginin dan Kurkumin-Alanin serta Sintesis Kurkumin-Leusin sebagai Kandidat Antibakteri Escherichia coli 10060321019, Dinah Shafira Abasi; Nety Kurniaty; Rani Maharani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v5i2.18920

Abstract

Abstract. Curcumin is a natural compound from Curcuma longa with known antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties. However, its therapeutic use is limited due to poor water solubility and low bioavailability. One strategy to improve its biological performance is by conjugation with amino acids. This study aimed to synthesize curcumin conjugates with arginine, alanine, and leucine using Steglich esterification with DMAP and DCC. Conjugation with arginine and alanine was unsuccessful, likely due to solubility issues, steric hindrance or instability of functional groups. In contrast, the curcumin–leucine conjugate was successfully synthesized in dioxane, yielding a crude product with a 2,4% yield. High-resolution mass spectrometry (HRMS) confirmed the product with a [M–H]+ peak at m/z 580,2551, consistent with the theoretical mass of curcumin–leucine–Boc. Antibacterial activity against Escherichia coli was tested using the microdilution method, but no inhibitory effect was observed at test concentrations ≤1500 ppm. Abstrak. Kurkumin merupakan senyawa aktif alami dari Curcuma longa yang dikenal memiliki aktivitas biologis seperti antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Namun, penggunaannya secara terapeutik masih terbatas karena kelarutannya yang rendah dalam air dan bioavailabilitas yang buruk. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan efektivitas biologisnya adalah melalui konjugasi dengan asam amino. Dalam penelitian ini, dilakukan upaya sintesis konjugat antara kurkumin dengan tiga jenis asam amino, yaitu arginin, alanin, dan leusin, menggunakan metode esterifikasi Steglich dengan katalis DMAP dan aktivator DCC. Konjugasi kurkumin–arginin dan kurkumin–alanin tidak berhasil dilakukan, diduga akibat faktor ketidaklarutan reaktan, hambatan sterik atau ketidakstabilan gugus fungsional dalam kondisi reaksi. Sementara itu, sintesis konjugat kurkumin–leusin berhasil dilakukan dalam pelarut dioksana, dan menghasilkan senyawa dalam bentuk krud dengan rendemen sebesar 2,4%. Hasil karakterisasi menggunakan spektrometer massa resolusi tinggi (HRMS) menunjukkan puncak molekul [M-H]+ pada m/z 580,2551, sesuai dengan massa teoritis konjugat kurkumin–leusin–Boc. Uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dilakukan dengan metode mikrodilusi, namun tidak menunjukkan adanya penghambatan pada konsentrasi uji ≤1500 ppm.
Hubungan Kualitas Hidup dengan HbA1c Pasien Pengguna Antidiabetes Oral di RSUD Bandung Kiwari 10060321013, Lutfi Anggita; Fetri Lestari; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v5i2.18929

Abstract

Abstract. Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a progressive chronic disease that requires long-term Oral Antidiabetic Drugs (OAD) therapy which impacts quality of life. Decreased quality of life in T2DM patients is often associated with uncontrolled HbA1c levels. This study aims to analyze the relationship between the quality of life of patients using oral antidiabetic drugs and HbA1c levels. This study was conducted at Bandung Kiwari Hospital during April 2025 using an analytical observational approach based on cross-sectional method. Data were collected through the Diabetes Quality of Life Brief Clinical Inventory (DQoL-BCI) questionnaire, which evaluates the physical, psychological, and social and environmental health aspects of T2DM patients. HbA1c levels were known through medical records. The results showed that patients' quality of life was poor with an average score of 52.50. And there is no significant relationship between the quality of life of T2DM patients using oral antidiabetic drugs with HbA1c levels statistically with a p-value> 0.05. Abstrak. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis progresif yang memerlukan terapi Oral Antidiabetic Drugs (OAD) jangka panjang yang berdampak pada kualitas hidup. Penurunan kualitas hidup pasien DMT2 sering kali dihubungkan dengan kadar HbA1c yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas hidup pasien pengguna antidiabetes oral dengan kadar HbA1c. Studi ini dilakukan di RSUD Bandung Kiwari selama periode April 2025 menggunakan pendekatan observasional analitik berbasis metode cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner Diabetes Quality of Life Brief Clinical Inventory (DQoL-BCI), yang mengevaluasi aspek kesehatan fisik, psikologis, serta hubungan sosial dan lingkungan pasien DMT2. Kadar HbA1c diketahui melalui rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien cukup buruk dengan skor rata-rata 52,50. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup pasien DMT2 pengguna obat antidiabetes oral dengan kadar HbA1c secara statistik dengan nilai p-value >0,05.