cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 524 Documents
Strategi Komunikasi Digital Samsat Soreang di Instagram Alif Hadiyansyah; Rita Gani
Bandung Conference Series: Public Relations 179-188
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24174

Abstract

Abstract. The rapid development of digital communication has transformed government public communication practices into more interactive and adaptive models. However, in the context of tax services, information dissemination still faces challenges due to the complexity of messages and low public engagement on social media. This study aims to analyze the digital communication strategy implemented by the administrator of the Instagram account @samsatsoreang in delivering motor vehicle tax service information. This research employs a qualitative descriptive approach with a case study method, grounded in a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews with key informants and documentation of social media content, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the applied digital communication strategy is adaptive through an Agile Public Relations approach, characterized by flexible planning based on real-time field conditions, the use of a “semi-formal conversational” language style, and the hybridization of informative and humanistic content. Although public engagement appears relatively low, the account effectively functions as a responsive digital helpdesk in providing public service information. Furthermore, consistent and human-centered visual design enhances information readability and reduces public cognitive load. This study contributes to the development of government digital communication strategies oriented toward public service effectiveness.Abstrak. Perkembangan komunikasi digital telah mendorong transformasi praktik komunikasi publik pemerintah menuju model yang lebih interaktif dan adaptif. Namun, dalam konteks pelayanan perpajakan, penyampaian informasi masih menghadapi tantangan berupa kompleksitas pesan serta rendahnya partisipasi masyarakat di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi digital yang diterapkan oleh admin akun Instagram @samsatsoreang dalam menyampaikan informasi pelayanan pajak kendaraan bermotor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, berlandaskan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan dokumentasi konten media sosial, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital yang diterapkan bersifat adaptif melalui pendekatan Agile Public Relations, dengan perencanaan fleksibel berbasis realitas lapangan, penggunaan gaya bahasa “formal santai”, serta penerapan hibridasi konten informatif dan humanis. Meskipun tingkat interaksi publik relatif rendah, akun ini efektif berfungsi sebagai helpdesk digital yang responsif dalam memberikan layanan informasi. Selain itu, pengelolaan desain visual yang konsisten dan humanis terbukti mampu meningkatkan keterbacaan informasi serta menurunkan beban kognitif masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan komunikasi digital pemerintah berbasis pelayanan publik.
Aktivitas Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat melalui Aplikasi Sapawarga Rian Juniar Syah; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations 189-196
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24231

Abstract

Abstract. Digital transformation drives the government to provide public services that are more effective, transparent, and participatory. One innovation by the West Java Provincial Government is the Sapawarga application, which offers a digital platform for public complaints. This study aims to analyze the communication activities of the West Java Province Communication and Informatics Agency (Diskominfo) in managing public complaint services via the Sapawarga application. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and document analysis involving Diskominfo staff, complaint service administrators, and members of the public using the Sapawarga application. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Diskominfo West Java’s communication activities are carried out through integrated communication planning, implementation, and evaluation within the management of complaint services. Diskominfo acts as a communication bridge between the public and regional government agencies, facilitating processes such as verification, disposition, and inter-agency coordination to follow up on each complaint. The findings also reveal that effective two-way communication, structured bureaucratic coordination, information transparency, and continuous evaluation are key factors in improving complaint resolution, strengthening public trust, and encouraging public participation in utilizing the Sapawarga application as a digital public communication channel for the local government.   Abstrak. Transformasi digital mendorong pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan partisipatif. Salah satu inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah aplikasi Sapawarga yang menyediakan layanan pengaduan masyarakat secara digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat dalam mengelola layanan pengaduan masyarakat melalui aplikasi Sapawarga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai Diskominfo Provinsi Jawa Barat, admin layanan pengaduan, dan masyarakat pengguna aplikasi Sapawarga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi Diskominfo Jabar dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi komunikasi yang saling terintegrasi dalam pengelolaan layanan pengaduan. Diskominfo berperan sebagai penghubung komunikasi antara masyarakat dan perangkat daerah melalui proses verifikasi, disposisi, serta koordinasi lintas instansi dalam menindaklanjuti setiap aduan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dua arah, koordinasi birokrasi yang terstruktur, transparansi informasi, dan evaluasi berkelanjutan menjadi faktor utama dalam meningkatkan penyelesaian pengaduan, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi Sapawarga sebagai kanal komunikasi publik digital pemerintah daerah.
Strategi Kampanye Digital Humas Itenas melalui Instagram dalam Membangun Engagement Najwa Khaila Registha AR; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations 197-204
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24363

Abstract

Abstract. Social media has become a strategic communication medium for higher education institutions to build engagement with prospective students, particularly Generation Z. This study aims to analyze the digital public relations campaign strategy implemented by the Bureau of Cooperation, Public Relations, and Marketing (BKHP) of Institut Teknologi Nasional (Itenas) through Instagram in building engagement with prospective students. This research employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the Public Relations and Marketing team, content creator team, and digital talent team. The findings indicate that Itenas implements its digital campaign strategy through three main approaches: involving students from diverse backgrounds as content co-creators, managing storytelling-based content that highlights authentic campus experiences, and applying two-way communication to encourage interaction with prospective students. These strategies produce content that is more relevant, credible, and engaging for the target audience while strengthening the institution's digital image. The study concludes that integrating collaborative content production, storytelling, and interactive communication contributes to building engagement with prospective students and supports the effectiveness of public relations digital campaigns in higher education.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi kampanye digital Humas Institut Teknologi Nasional (Itenas) melalui Instagram dalam membangun engagement calon mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi kehumasan perguruan tinggi untuk menjangkau Generasi Z di tengah persaingan promosi digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan tim Humas, tim Pemasaran, serta mahasiswa yang tergabung dalam tim konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye digital Humas Itenas diimplementasikan melalui tiga pendekatan utama, yaitu keterlibatan lintas mahasiswa dalam produksi konten, pengelolaan konten berbasis storytelling, serta penerapan komunikasi dua arah melalui Instagram. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang dalam produksi konten menghasilkan pesan komunikasi yang lebih autentik dan relevan dengan karakteristik calon mahasiswa. Selain itu, storytelling yang mengangkat pengalaman nyata mahasiswa serta komunikasi interaktif mampu memperkuat kedekatan emosional dan mendorong partisipasi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara Humas, Pemasaran, dan mahasiswa menjadi strategi yang efektif dalam membangun engagement calon mahasiswa melalui Instagram.
Komunikasi Transaksional Karyawan PT Telkom Indonesia Bandung dalam Program UPLIFT Nabilla Azzahra Wahyudi; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations 205-212
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24385

Abstract

Abstract. Organizational culture is an important foundation in shaping work behavior and interaction patterns between organizational members. In the context of state-owned companies, internalizing organizational values is a strategic part of maintaining consistent performance and collaboration. This research aims to analyze the transactional communication model in the UPLIFT program as an effort to build a collaborative work culture in the Human Capital Service Operation (HCSO) Division of PT Telekomunikasi Indonesia Bandung. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data was obtained through in-depth interviews, observation, and documentation of UPLIFT activities. The research results show that communication in the UPLIFT program takes place interactively and dialogically, showing the characteristics of transactional communication which emphasizes the simultaneous exchange of meaning between leaders and employees. The communication process is not only a medium for conveying information, but also a space for negotiating meaning, forming shared perceptions, and strengthening collaborative values. The UPLIFT program has been proven to play a role in building a sense of togetherness, increasing openness, and strengthening a collaborative work culture within the HCSO environment. Abstrak. Budaya organisasi merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku kerja dan pola interaksi antaranggota organisasi. Dalam konteks perusahaan BUMN, internalisasi nilai organisasi menjadi bagian strategis untuk menjaga konsistensi kinerja dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi transaksional dalam program UPLIFT sebagai upaya membangun budaya kerja kolaboratif pada Divisi Human Capital Service Operation (HCSO) PT Telekomunikasi Indonesia Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi kegiatan UPLIFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam program UPLIFT berlangsung secara interaktif dan dialogis, memperlihatkan karakteristik komunikasi transaksional yang menekankan pertukaran makna secara simultan antara pimpinan dan karyawan. Proses komunikasi tidak hanya menjadi media penyampaian informasi, tetapi juga ruang negosiasi makna, pembentukan persepsi bersama, serta penguatan nilai kolaboratif. Program UPLIFT terbukti berperan dalam membangun rasa kebersamaan, meningkatkan keterbukaan, serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan HCSO.
Hubungan Terpaan Konten Self Improvement Instagram @ferinatrnnd dengan Growth Mindset Followers Nabila Nur Azmia; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations 213-222
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24753

Abstract

Abstract. The rapid development of information and communication technology in the digital era has increased the use of social media as a medium for disseminating information. One of the most widely used platforms is Instagram, which functions not only as a platform for sharing photos and videos but also as a medium for distributing educational content, including self-improvement content. One Instagram account that actively shares such content is @ferinatrnnd. This study aims to determine the relationship between exposure to self-improvement content on the Instagram account @ferinatrnnd and the growth mindset of its followers. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The population consisted of approximately 100,000 followers of the Instagram account @ferinatrnnd, with a sample of 100 respondents determined using the Lemeshow formula and simple random sampling. Data were collected through the online distribution of questionnaires to followers of the Instagram account @ferinatrnnd and were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results indicated a positive, strong, and significant relationship between exposure to self-improvement content on the Instagram account @ferinatrnnd and the growth mindset of its followers, as indicated by a Spearman Rank correlation coefficient of 0.783 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that there is a strong and positive relationship between exposure to self-improvement content on the Instagram account @ferinatrnnd and the growth mindset of its followers.Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah mendorong meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Instagram, yang tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi foto dan video, tetapi juga sebagai media penyebaran berbagai konten edukatif, termasuk konten self improvement. Salah satu akun yang secara aktif membagikan konten tersebut adalah akun Instagram @ferinatrnnd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan konten self improvement pada akun Instagram @ferinatrnnd dengan growth mindset followers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah sekitar 100.000 followers akun Instagram @ferinatrnnd, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif, kuat, dan signifikan antara terpaan konten self improvement pada akun Instagram @ferinatrnnd dengan growth mindset followers, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Rank Spearman sebesar 0,783 dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan searah antara terpaan konten self improvement pada akun Instagram @ferinatrnnd dengan growth mindset followers.
Strategi Komunikasi Persuasif Barista dalam Praktik Upselling di Ruang Ketiga Coffee Muhammad Alief Gusdyan; Muhammad E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations 223-232
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24765

Abstract

Abstract. The rapid growth of the coffee shop industry in Bandung has intensified competition and encouraged businesses such as Ruang Ketiga Coffee to adopt the Third Place concept that prioritizes social interaction and closeness with customers. Within such familiar relationships, upselling requires a non-coercive communication approach, yet no structured persuasive communication strategy is available for baristas. This study aims to describe and analyze baristas’ persuasive communication strategies in humanistic and adaptive upselling. It uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving five informants, namely two baristas, two customers, and one owner, then analyzed using the Miles and Huberman model with source and method triangulation. The findings show that baristas conduct upselling through the AIDA stages applied situationally, supported by verbal, nonverbal, and message personalization that reflect DeVito’s interpersonal communication qualities. The obstacles are relational and situational and are handled adaptively. Trust becomes the main link between social and psychological factors and the success of upselling and customer loyalty within the Third Place philosophy.   Abstrak. Pertumbuhan pesat industri kedai kopi di Kota Bandung menciptakan persaingan yang ketat dan mendorong pelaku usaha seperti Ruang Ketiga Coffee mengadopsi konsep Third Place yang mengutamakan interaksi sosial dan kedekatan dengan pelanggan. Di tengah relasi yang akrab tersebut, praktik upselling menuntut pendekatan komunikasi yang tidak memaksa, namun belum tersedia strategi komunikasi persuasif yang terstruktur bagi barista. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi persuasif barista dalam praktik upselling yang humanis dan adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan, yaitu dua barista, dua pelanggan, dan satu pemilik, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan barista menjalankan upselling melalui tahapan Model AIDA yang diterapkan secara situasional, didukung komunikasi verbal, nonverbal, dan personalisasi pesan yang mencerminkan kualitas komunikasi interpersonal DeVito. Kendala yang muncul bersifat relasional dan situasional serta diatasi melalui pendekatan adaptif. Kepercayaan menjadi penghubung utama antara faktor sosial dan psikologis dengan keberhasilan upselling dan loyalitas pelanggan dalam bingkai filosofi Third Place.
Transformasi Identitas Korban Cyberbullying di Media Sosial Nabilah Salsabila; Muhammad E Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations 233-240
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24837

Abstract

Abstract. Social media offers adolescents broad opportunities for self – expression yet it also expose them to cyberbullying that can alter how they perceive and present themselves. This study examines the meaning of self-identity transformation among adolescent cyberbullying victims in Bandung. A qualitative method with Alfred Schutz's phenomenological approach was employed. Five informants aged 19-21 years were selected purposively because they had experienced cyberbullying and changes in digital self-presentation. Data were obtained through in-depth interviews and participant observation, then analyzed through data reduction, thematic presentation, conclusion drawing, and source-method triangulation. The findings show that participant experienced body shaming, hateful comments and direct messages, threats and false accusations from anonymous accounts, verbal harassment, and the re-uploading of content with degrading captions. These experiences produced fear, sadness, shame, overthinking, insecurity, self-blame, and withdrawal. Identity transformation appeared through selective posting, deleting or archiving content, restricting interaction, securing accounts, and constructing a more controlled digital image. Cyberbullying functioned as a because motive, while the aim of creating a safer digital space, gaining supportive social acceptance, and rebuilding confidence operated as an in order to motive.   Abstrak. Media sosial memberi ruang luas bagi remaja untuk mengekspresikan diri, tetapi juga membuka peluang terjadinya cyberbullying yang dapat mengubah cara korban memandang dan menampilkan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan transformasi identitas diri remaja korban cyberbullying di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenolegi Alfred Schutz. Lima  informan berusia 19-21 tahun dipilih secaea purposif karena pernah mengalami cyberbullying dan perubahan dalam presentasi diri digital. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian tematik, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan adanya body shaming, komentar kebenecian, dan pesan pribadi negatif, ancaman serta fitnah dari akun anonim, pelecehan verbal, dan penyebaran ulang konten dengan keterangan merendahkan. Pengalaman tersebut memunculkan takut, sedih, malu, overthinking, rasa tidak aman, self-blaming, dan kecenderungan menarik diri. Transformasi identitas tampak melalui seleksi unggahan, penghapusan atau pengarsipan konten, pembatasan interaksi, pengamanan akun, dan pembentukan citra digital yang lebih terkendali. Pengalaman masa lalu berfungsi sebagai motif, sedangkan tujuan membangun ruang digital yang aman, memperoleh penerimaan sosial suportif, dan memulihkan kepercayaan diri menjadi in order to motive.
Pola Komunikasi Persona dalam Mempertahankan Hubungan Long Distance Relationship pada Mahasiswa Annisa Dwi Salsabila; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Public Relations 241-250
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24858

Abstract

Abstract. This study aims to understand communication persona patterns in maintaining Long Distance Relationships (LDR) among university students. The phenomenon of LDR has become increasingly common due to educational mobility and the advancement of digital communication technologies that enable couples to maintain interactions despite  geographical separation. This study employed a qualitative method using Edmund Husserl's phenomenological approach and a constructivist paradigm. The research subjects consisted of six university students involved in LDR relationships, selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that participants interpreted their LDR experiences as a process of personal maturity, emotional challenge, and sacrifice for the future of the relationship. To cope with these challenges, individuals engaged in intrapersonal communication through self-talk, self-reflection, and emotional regulation, which shaped three communication personas: communicative-open, patient-understanding, and supportive. These personas were reflected in communication patterns marked by routine interaction, openness, digital-media use, and adaptability. The primary motives sustaining LDR were love, long-term commitment, aspirations for marriage, and trust. This study concludes that communication persona patterns play a central role in creating healthy communication and sustaining LDR relationships.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi persona dalam mempertahankan hubungan Long Distance Relationship (LDR) pada mahasiswa. Fenomena LDR semakin umum terjadi seiring meningkatnya mobilitas pendidikan dan perkembangan teknologi komunikasi digital yang memungkinkan pasangan tetap berinteraksi meskipun terpisah oleh jarak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl dan paradigma konstruktivisme. Subjek penelitian terdiri dari enam informan mahasiswa yang sedang menjalani hubungan LDR, dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menjalani LDR dimaknai sebagai proses pendewasaan diri, tantangan emosional, dan pengorbanan demi masa depan hubungan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, individu melakukan komunikasi intrapersonal melalui self-talk, refleksi diri, dan pengelolaan emosi, yang kemudian membentuk tiga persona komunikasi, yaitu persona komunikatif dan terbuka, persona sabar dan pengertian, serta persona suportif. Persona tersebut terwujud dalam pola komunikasi yang rutin, terbuka, memanfaatkan media digital, dan adaptif. Motif utama yang mendorong individu mempertahankan hubungan LDR meliputi cinta dan kasih sayang, komitmen jangka panjang, harapan menuju pernikahan, serta kepercayaan terhadap pasangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi persona berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang sehat dan mempertahankan keberlangsungan hubungan LDR.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Paper Official melalui Instagram Belinda Zahra Faridah; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Public Relations 251-258
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24875

Abstract

Abstract. Paper Official is a local fashion brand based in Bandung that utilizes Instagram as its primary platform for digital marketing communication to promote its products and establish communication with consumers. This study aims to analyze the digital marketing communication strategy implemented by Paper Official through Instagram to attract consumer interest. This research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the owner, employees, and consumers of Paper Official. The findings indicate that Paper Official's digital marketing communication strategy focuses on delivering product-oriented content, utilizing Instagram features such as Reels, Stories, and Feeds according to their respective characteristics, and fostering two-way communication with consumers through various interactive features. Instagram was selected because it enables the brand to expand its information reach, facilitate interaction with consumers, and support more effective product communication. In addition, consistency in content presentation and responsiveness to consumer interactions were found to be important factors supporting the implementation of Paper Official's digital marketing communication strategy.Abstrak. Paper Official merupakan fashion brand lokal asal Kota Bandung yang memanfaatkan Instagram sebagai media utama dalam komunikasi pemasaran digital untuk memperkenalkan produk serta menjalin komunikasi dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang diterapkan Paper Official melalui Instagram dalam menarik minat konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemilik, karyawan, serta konsumen Paper Official. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital Paper Official dilakukan melalui penyajian konten yang berfokus pada informasi produk, pemanfaatan fitur Reels, Stories, dan Feeds sesuai karakteristiknya, serta komunikasi dua arah dengan konsumen melalui berbagai fitur interaktif Instagram. Instagram dipilih karena mampu memperluas jangkauan informasi, memudahkan interaksi dengan konsumen, dan mendukung penyampaian informasi produk secara lebih efektif. Selain itu, konsistensi penyajian konten dan respons terhadap interaksi konsumen menjadi faktor yang mendukung pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran digital Paper Official.
Proses Komunikasi Fotografer Independen dan Klien pada Foto Wisuda Outdoor Nailah Anbar Sholihah; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations 259-266
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24905

Abstract

Abstract. This study examines the communication process between independent photographers and clients during outdoor graduation photography sessions, covering the pre-photo session, photo session, and post-photo session. The study aims to describe the communication process that occurs throughout these stages. A qualitative approach with a constructivist paradigm and a descriptive study design was employed. The research involved one independent photographer, two clients, and one communication scholar. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, documentation, and source triangulation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with Joseph A. DeVito's interpersonal communication theory. The findings indicate that communication develops continuously through discussions of concepts, schedules, locations, and client needs before the session, verbal and nonverbal interactions during the session, and editing information, photo delivery, and client feedback after the session. The five characteristics of interpersonal communication proposed by DeVito openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality were identified throughout the communication process and contributed to a smoother photography service and outcomes that met clients' expectations.   Abstrak. Penelitian ini membahas proses komunikasi antara fotografer independen dan klien dalam pemotretan foto wisuda outdoor yang meliputi tahap pra-pemotretan, pelaksanaan pemotretan, dan pasca-pemotretan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses komunikasi yang berlangsung pada setiap tahapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi deskriptif. Informan penelitian terdiri atas seorang fotografer independen, dua orang klien, dan seorang akademisi bidang komunikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dokumentasi, dan triangulasi sumber, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teori komunikasi antarpribadi Joseph A. DeVito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung secara berkesinambungan melalui pembahasan konsep, jadwal, lokasi, dan kebutuhan klien pada tahap pra-pemotretan, komunikasi verbal dan nonverbal selama pelaksanaan pemotretan, serta penyampaian informasi penyuntingan, penyerahan hasil foto, dan umpan balik pada tahap pasca-pemotretan. Kelima karakteristik komunikasi antarpribadi DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan, tampak pada setiap tahapan komunikasi sehingga mendukung kelancaran proses pemotretan dan tercapainya hasil yang sesuai dengan harapan klien.