cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 33 Documents clear
HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DAN DERAJAT KEPARAHAN PASIEN STROKE ISKEMIK FASE AKUT Bernardus Nathan Geson; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Azma Rosida
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8795

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang menimbulkan kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang terbanyak. Stroke iskemik terjadi akibat plak aterosklerosis yang menyebabkan terjadinya iskemia jaringan. Mikroglia yang teraktivasi akan mengeluarkan sitokin proinflamasi yang menyebabkan aktivasi leukosit. Proses aktivasi leukosit dimulai dari marginasi, rolling, adhesi dan migrasi antar sel endotel. Derajat keparahan stroke iskemik dinilai berdasarkan skor NIHSS. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara jumlah leukosit dan derajat keparahan pasien stroke iskemik kurang dari 72 jam onset stroke. Penelitiaan ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 40 pasien stroke iskemik kurang dari 72 jam onset stroke di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling yaitu consecutive sampling dimana semua responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dijadikan sebagai subjek penelitian. Data primer adalah derajat keparahan stroke berdasarkan skor NIHSS dan data sekunder adalah jumlah leukosit dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisis data didapatkan nilai p=0,502, yang berarti tidak terdapat hubungan antara jumlah leukosit dan derajat keparahan pasien stroke iskemik kurang dari 72 jam onset stroke.
PROFIL PASIEN TINEA KORPORIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE 2019-2021 Ismi Tanriati; Sukses Hadi; Didik Dwi Sanyoto; Dwiana Savitri; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8786

Abstract

Tinea korporis adalah infeksi jamur superfisial pada kulit yang banyak dijumpai pada daerah beriklim tropis. Infeksi ini disebabkan oleh jamur dermatofita seperti Trichophyton sp., Microsporum sp., dan Epidermophyton sp. Tinea korporis terjadi pada kulit tubuh yang tidak berambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien tinea korporis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Ulin Banjarmasin periode 2019-2021. Metode deskriptif retrospektif dipilih bagi penelitian ini yang diambil melalui rekam medis dan pusat data elektronik. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah kasus pasien tinea korporis periode 2019-2021 sebanyak 86 pasien. Kasus terbanyak terjadi pada kelompok usia 36-45 tahun (22,1%), jenis kelamin perempuan (58,1%), berasal dari daerah Banjarmasin (57,0%), paling banyak dijumpai pada Ibu Rumah Tangga (20,9%), dan tidak memiliki komorbid (88,4%). Gambaran lesi yang sering terjadi yaitu makula, tepi aktif, skuama, batas tegas, dan central healing. Pengobatan antijamur menggunakan terapi kombinasi (60,5%). Pada seluruh pasien tinea korporis tidak dilakukan pemeriksaan KOH 10-20% (100%). Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah kasus periode 2019-2021 sebanyak 86 pasien, rentang usia 36-45 tahun, jenis kelamin perempuan, berasal dari daerah Banjarmasin, pekerjaan Ibu rumah tangga, dan tidak memiliki komorbid. Gambaran lesi yang sering terjadi yaitu makula, tepi aktif, skuama, batas tegas, dan central healing. Pengobatan antijamur topikal dan sistemik.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MICROWAVE DIATHERMY DAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DENGAN HIGH INTENSITY LASER DAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION Raihan Mahfud; Azka Hayati; Zairin Noor; Muhammad Siddik; Fakhrurrazy Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8809

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat adanya ergonomi yang salah. Nyeri yang ditimbulkan dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mobilisasi dan berpotensi mengganggu keseimbangannya. Etiologi potensial yang dapat menyebabkan LBP, yaitu : mekanis, degeneratif, peradangan, onkologis, dan infeksi pada tulang belakang. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas terapi MWD dan TENS dengan  HILT dan TENS terhadap fungsi keseimbangan pasein LBP di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 8 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan I (MWD dan TENS) didapatkan nilai p=0,713 dan kelompok perlakuan II (HILT dan TENS) didapatkan nilai p=0,102 yang menunjukkan nilai p>0,05 maka tidak didapatkan perbedaan yang bermakna terhadap perubahan time up and go test (TUG) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Sedangkan untuk perbedaan efektivitas pada kelompok I dan kelompok II  didapatkan hasil p=0,564 yang menunjukkan bahwa nilai p>0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai fungsi keseimbangan pasien.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP IPK MAHASISWA PSKPS FK ULM Dewi Saptarina; Pandji Winata Nurikhwan; Didik Dwi Santoyo; Mohammad Bakhriansyah; Sherly Limantara
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8800

Abstract

Kecemasan merupakan hal yang bisa terjadi karena adanya suatu respon terhadap berbagai kondisi. Kecemasan dapat terjadi akibat seseorang merasakan stres atau konflik sehingga terjadi perubahan keadaan dalam diri seseorang dan seseorang tersebut dituntut untuk dapat melakukan adaptasi, terutama perubahan-perubahan yang terjadi akibat pandemi virus Covid-19 yang dirasakan oleh seluruh masyarakat saat ini. Ketika menjalani pendidikan di kedokteran, banyak sekali tuntutan untuk memperoleh prestasi akademik yang baik agar dapat menjadi calon dokter yang bermutu tinggi. Mahasiswa pendidikan kedokteran diketahui memiliki tingkat penyebab stres yang cukup tinggi, sehingga stresor tersebut juga dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional. Metode penarikan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Pengumpulan data tingkat kecemasan dilakukan dengan menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI) dan data IPK mahasiswa. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Spearman’s dengan nilai signifikansi p<0,05. Sampel penelitian yang didapatkan berjumlah 153 orang. Hasil penelitian didapatkan mahasiswa yang mengalami tingkat kecemasan rendah sebanyak 18%, tingkat kecemasan menengah 34% dan tingkat kecemasan tinggi 48%. Mahasiswa dengan nilai IPK<2,75 sebanyak 19 orang (12,4%) dan mahasiswa dengan IPK≥2,75 sebanyak 134 orang (87,6%). Berdasarkan uji Spearman’s didapatkan r value=-0,176. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat lemah antara tingkat kecemasan dan IPK mahasiswa PSKPS FK ULM.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN TES CEPAT MOLEKULER MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2020-2021 Lidya Hartiyah; Rahmiati Rahmiati; Didik Dwi Santoyo
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8791

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menjadi isu global dengn populasi yang terinfeksi sehingga menyebabkan 2,5 juta orang meninggal setiap tahunnya. World Health Organization memperkirakan sekitar 9,6 juta jumlah kasus TBC, dengan 5,4 juta terjadi pada jenis kelamin laki-laki, dan 3,2 juta terjadi pada perempuan. Setiap tahun jutaan orang yang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga mengalami infeksi TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan TCM Mycobacterium tuberculosis di RSUD Ulin Banjarmasin pada tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melihat rekam medis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien TBC dengan hasil pemeriksaan TCM pada tahun 2020-2021 sebanyak 400 sampel. Terbanyak pada kelompok usia lansia akhir (17,5%), jenis kelamin laki-laki (61,6%), MTB tidak terdeteksi sebanyak (46,75%) dan MTB terdeteksi sensitif rifampisin sebanyak (21,25%). Kategori kualitas sputum yang terbanyak adalah mucoid (35%).
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN SERAT DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM TAHUN 2022 Aliyah Zahirah Putri; Juhairina Juhairina; Istiana Istiana; Triawanti Triawanti; Dwi Setyohadi
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8782

Abstract

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa usia 18 tahun ke atas sebesar 28,7% (IMT ≥ 25). Data Riskesdas tahun 2018, prevalensi obesitas di Banjarmasin mendekati nasional sebesar 25,37%. Banyak faktor berkontribusi terhadap kejadian obesitas, termasuk asupan energi dan asupan serat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan energi dan serat dengan kejadian obesitas pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2019, 2020, dan 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Total sampel yang didapat sebesar 60 subjek. Peneliti menggunakan analisis univariat dan bivariat sebagai analisis data. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p value <0.05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa pada kelompok kontrol memiliki asupan energi baik (66.7%) dan serat baik (53.3%). Sementara itu, mayoritas mahasiswa pada kelompok kasus memiliki asupan energi lebih (73.3%) dan serat rendah (86.7%). Hasil analisis uji Chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara asupan energi (p=0.001) dan serat (p=0.001) dengan kejadian obesitas pada mahasiswa PSKPS FK ULM
PROFIL PASIEN PITIRIASIS VERSIKOLOR DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE 2019-2021 ummu Nur Ainun Sajida; Sukses Hadi; Didik Dwi Sanyoto; Dwiana Savitri; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8814

Abstract

Pitiriasis versikolor adalah gangguan kulit superfisialis kronis yang disebabkan  oleh Malassezia spp. Jamur ini bersifat larut lemak dan merupakan flora normal kulit. Predileksi lesi terutama di daerah penghasil lemak yaitu, badan, wajah dan ekstremitas. Lesi dapat berupa makula hipopigmentasi, makula hiperpigmentasi dan makula eritematosa. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui profil pasien pitiriasis versikolor di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Ulin Banjarmasin periode 2019-2021. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dari rekam medis dan pusat data elektronik. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah pasien pitiriasis versikolor periode 2019-2021 sebanyak 49 pasien. Profil terbanyak terjadi pada laki-laki yang berkisar (63,3%) dengan kelompok usia 11-20 tahun (32,6%). Daerah asal terbanyak adalah luar Banjarmasin (55,1%) dan sedang bersekolah (36,7%). Mayoritas pasien memiliki warna lesi makula hipopigmentasi (38,8%) dengan lokasi lesi kombinasi (20,4%) dan diterapi dengan kombinasi antijamur topikal dan sistemik (55,1%). Semua pasien tidak dilakukan pemeriksaan penunjang. Kesimpulan penelitian ini adalah profil pasien pitiriasis versikolor terbanyak terjadi pada pria dengan rentang usia 11-20 tahun. Daerah asal dari luar Banjarmasin dan mayoritas pasien sedang bersekolah. Warna lesi terbanyak adalah makula hipopigmentasi dengan lokasi lesi kombinasi. Antijamur topikal dan sistemik merupakan pengobatan terbanyak. 
HUBUNGAN LAMA STUDI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PROGRAM PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA DOKTER MUDA DI RSUD ULIN BANJARMASIN Muhammad Agung Perdana; Noor Muthmainah; Rahmiati Rahmiati; Agung Biworo; Hendra Wana Nur&#039;amin
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8805

Abstract

Faktor paling banyak penyebab terjadinya resistensi antibiotik adalah tingkat pengetahuan yang rendah terhadap pemakaian dan peresepan suatu antibiotik, serta kurangnya pengalaman dari seorang dokter. Hal ini membuat WHO dan Pemerintah Indonesia membentuk suatu program yang bertujuan untuk mengawasi dan mengurangi kejadian dari resistensi antibiotik yaitu Program Pengendalian Resistensi Antibiotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama studi terhadap tingkat pengetahuan tentang program pengendalian resistensi antibiotik pada dokter muda di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 170 orang dokter muda di RSUD Ulin Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner melalui google form, kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang dilakukan pada 170 sampel yang terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan lama studi kepaniteraan klinik yaitu baru bila < 1 tahun dan lama bila ³  1 tahun menunjukkan bahwa terdapat 151 orang yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan 19 orang memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang program pengendalian resistensi antibiotik. Dari hasil uji statistik terdapat hubungan lama studi terhadap tingkat pengetahuan tentang program pengendalian resistensi antibiotik pada dokter muda di RSUD Ulin Banjarmasin (p£0,001).
PERBEDAAN KASUS COVID-19 SEBELUM DAN SESUDAH PROGRAM VAKSINASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Nuria Ra’yal Ain; Nika Sterina Skripsiana; Noor Muthmainah; Farida Heriyani; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8796

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome 2 (SARS-Cov-2) yang menjadi persoalan serius seiring dengan peningkatan angka kejadian pasien konfirmasi positif dan angka mortalitasnya. Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menekan kasus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kasus COVID-19 sebelum dan sesudah program vaksinasi di wilayah kerja puskesmas kota Banjarmasin meliputi angka kejadian pasien konfirmasi dan angka mortalitas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 26 puskesmas di wilayah kerja Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian pasien konfirmasi positif COVID-19 sebelum program vaksinasi adalah 2359 kasus sedangkan sesudah program vaksinasi sebanyak 1452. Angka mortalitas COVID-19 sebelum program vaksinasi adalah 194 kasus sedangkan sesudah program vaksinasi sebanyak 10 kasus. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan angka kejadian pasien konfirmasi positif sebelum dan sesudah program vaksinasi (p<0,001) serta adanya perbedaan angka mortalitas COVID-19 sebelum dan sesudah program vaksinasi (p<0,001).
HUBUNGAN DERAJAT DISPLASIA DENGAN JUMLAH SEL GOBLET PADA GAMBARAN HISTOPATOLOGI KOLITIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN PADA TAHUN 2020-2022 Kanessha Winola Sunata; Agung Ary Wibowo; Ika Kustiyah Oktaviyanti Kustiyah Oktaviyanti; Winardi Budiwinata; Lena Rosida Rosida
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8787

Abstract

Kolitis merupakan suatu kondisi dimana lapisan mukosa kolon meradang, secara akut maupun kronis. Selama 2 dekade terakhir, insidensi IBD meningkat secara signifikan di Asia. Selain itu, kolitis juga bisa berkembang menjadi suatu keganasan. Hal ini bisa dilihat dengan memantau peningkatan derajat displasia dan pengurangan jumlah sel goblet sejalan dengan progesivitas penyakit. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis karakeritstik serta hubungan derajat displasia dengan jumlah sel goblet pada kolitis di RSUD Banjarmasin tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampel sebanyak 39 sediaan (preparate/slide) histopatologi pasien kolitis yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan uji Rank Spearman dan ditemukan ada hubungan antara peningkatan derajat displasia dengan penurunan jumlah sel goblet. Semakin tinggi derajat displasia maka semakin rendah jumlah rata – rata sel goblet pada kolitis.

Page 1 of 4 | Total Record : 33