cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
HUBUNGAN USIA KEJANG DEMAM PERTAMA DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN REKURENSI KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RSUD ULIN BANJARMASIN Habibie, Muhammad Rakha; Hidayah, Nurul; Huldani, Huldani; Hartoyo, Edi; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i3.11461

Abstract

The recurrence of febrile seizures is thought to be influenced by the occurrence of febrile seizures at a young age when the brain is still developing. In addition, the incidence of recurrences can also be influenced by hereditary factors from the family. The goal of this study is to explain the relationship between the patient age on the first febrile seizure and the family febrile seizure profile with its recurrence in children at Ulin Hospital, Banjarmasin. The research was conducted using a Cross Sectional Study with a total of 30 samples. The sampling technique was carried out by purposive sampling method. The data taken is secondary data from medical records at Ulin General Hospital, Banjarmasin. The data analysis are using chi-square and fischer as the test. The results showed that most of the patients caught on the first febrile seizure at >1 years old (53.3%), male (63.3%), with family febrile seizure history (63.3%) and had reccurence once (63.3%). The results of the data analysis showed that there was significant relationship (p=0.029) between the first febrile seizure age and recurrence events and also there was significant relationship (p=0.023) between family febrile seizure profile and recurrence events..
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWI PSKPS FAKULTAS KEDOKTERAN ULM Ridhani, Muhammad Amar Qistan; Skripsiana, Nika Sterina; Muthmainah, Noor; Juhairina, Juhairina
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12393

Abstract

Abstract: According to the World Health Organization (WHO), anemia is a condition in which hemoglobin is insufficient to carry oxygen needed by the body's peripheral tissues with a cut off point < 12 g/dl in non-pregnant women. Based on data from the South Kalimantan Provincial Health Office in 2019, the prevalence of anemia in Banjarmasin City was 25.7%. The incidence of anemia is influenced by anemia prevention behavior and nutritional status. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia prevention behavior and nutritional status with the incidence of anemia in PSKPS female students of the Faculty of Medicine ULM. This study used an analytical observational method with a cross sectional approach. The sample of this study amounted to 76 PSKPS students from the Faculty of Medicine ULM from the class of 2020, 2021, and 2022. The sampling technique was proportional stratified random sampling. The data analysis used was the chi square analysis test. The results showed that anemic students were 31.6% and not anemic were 68.4%. Students who had poor anemia prevention behavior were 36.8% and students who had good anemia prevention behavior were 63.2%. Students with thin nutritional status were 28.9% and students with normal-fat nutritional status were 71.1%. The results of the chi square test analysis showed that there was a relationship between anemia prevention behavior and the incidence of anemia (p = 0.002) and nutritional status with the incidence of anemia (p = 0.006) in female students of PSKPS Faculty of Medicine ULM. Keywords: anemia prevention behavior, nutritional status, anemia incidence. Abstrak: Menurut World Health Organization (WHO), anemia adalah suatu kondisi kurangnya hemoglobin untuk membawa oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh dengan cut off < 12 g/dl pada wanita tidak hamil. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019, prevalensi anemia di Kota Banjarmasin adalah 25,7%. Anemia dapat dipengaruhi oleh perilaku pencegahan anemia dan status gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku pencegahan anemia dan status gizi dengan kejadian anemia pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 76 orang mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM dari angkatan 2020, 2021, dan 2022. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan proportional stratified random sampling dengan uji analisis data menggunakan uji analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang mengalami anemia sebanyak 31,6% dan tidak anemia sebanyak 68,4%, yang memiliki perilaku pencegahan anemia kurang sebanyak 36,8% dan yang memiliki perilaku pencegahan anemia baik sebanyak 63,2%, status gizi kurus sebanyak 28,9% dan status gizi normal-gemuk sebanyak 71,1%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan perilaku pencegahan anemia dengan kejadian anemia (p = 0,002) dan status gizi dengan kejadian anemia (p = 0,006) pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Kata-kata kunci: perilaku pencegahan anemia, status gizi, kejadian anemia.
KORELASI KADAR ASAM URAT DENGAN TUNGKAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA PASIEN PEREMPUAN DI RSUD dr. H. MOCH.ANSARI SALEH Rajib, Maulana Nur; Pambudi, Pagan; Nur'amin, Hendra Wana; Noor, Zairin; Qamariah, Nur
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13235

Abstract

Abstract: Subchondral bone sclerosis, articular cartilage destruction, and osteophyte formation are hallmarks of osteoarthritis (OA), a chronic age-related joint disease. As an end product of purine metabolism, uric acid is often detected in body fluids. According to a number of studies, uric acid is a risk factor for the severity of OA. Synovial uric acid with IL-1???? and IL-18, which are known to cause inflammation triggered by uric acid, showed a correlation. The purpose of this study was to determine whether there is a correlation between uric acid levels and the severity of knee osteoarthritis in female patients at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital. A total of 15 people will become respondents who are selected by simple random sampling and then will be analyzed using the Spearman test. Uric acid profile data showed 9 patients (60%) had uric acid levels >6.0 mg/dL and 6 patients (40%) had normal uric acid levels (2.4-6.0 mg/dL). According to data from the knee osteoarthritis severity profile, 6 patients (40%) had grade 1 knee OA, 4 patients (26.66%) had grade 2 knee OA, 4 patients (26.66%) had grade 3 knee OA, and 1 patient (6.66%) had grade 4 knee OA. Uric acid levels and severity of knee osteoarthritis in female patients at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital showed no significant correlation (p=0.081). Keywords: knee osteoartritis, uric acid, female Abstrak: Sklerosis tulang subkondral, kerusakan tulang rawan artikular, dan pembentukan osteofit adalah ciri khas osteoartritis (OA), suatu penyakit sendi kronis yang berkaitan dengan usia. Sebagai produk akhir dari metabolisme purin, asam urat sering terdeteksi dalam cairan tubuh. Menurut sejumlah penelitian, asam urat merupakan faktor risiko dari keparahan OA. Asam urat sinovial dengan IL-1???? dan IL-18, yang diketahui menyebabkan peradangan yang dipicu oleh asam urat menunjukkan korelasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kadar asam urat dengan tingkat keparahan osteoartritis lutut pada pasien perempuan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh. Sebanyak 15 orang yang akan menjadi responden yang dipilih dengan cara simple random sampling kemudian akan dianalisis menggunakan uji Spearman. Data profil asam urat menunjukkan 9 pasien (60%) memiliki kadar asam urat >6,0 mg/dL dan 6 pasien (40%) memiliki kadar asam urat normal (2,4-6,0 mg/dL). Menurut data dari profil tingkat keparahan osteoartritis lutut, 6 pasien (40%) memiliki OA lutut derajat 1, 4 pasien (26,66%) memiliki OA lutut derajat 2, 4 pasien (26,66%) memiliki OA lutut derajat 3, dan 1 pasien (6,66%) memiliki OA lutut derajat 4. Kadar asam urat degan tingkat keparahan osteoartritis lutut pada pasien perempuan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh menunjukkan hasil korelasi tidak bermakna (p=0,081). Kata-kata kunci: osteoartritis lutut, asam urat, perempuan
PENGARUH KEBIASAAN KONSUMSI KOPI TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2023 Khan, Muhammad Fawwaz; Marisa, Dona; Kaidah, Siti; Muttaqien, Fauzan; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14532

Abstract

Abstract: Coffee is often associated with elevated blood pressure. Caffeine, a central nervous system alkaloid stimulant, is known to be contained in coffee. This study aims to analyze the effect of coffee consumption habits on blood pressure levels. The research method is observational analytics with a cross-sectional research design. The population in this study is employees of the Education and Culture Office of South Kalimantan Province. The sampling method used purposive sampling of as many as 50 employees. Hypothesis test using the non-parametric Spearman Rank test. The results showed that from 50 employees, most of them had moderate coffee consumption habits by 58%. Meanwhile, the blood pressure levels of the employees were mostly prehypertensive by 40%. Based on the results of the Spearman Rank test, a value of r=-0.109 was obtained. This study concludes that there is no influence of coffee consumption habits on blood pressure levels. Keywords: coffee consumption, blood pressure, employee Abstrak: Kopi sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Kafein yang merupakan  sebuah stimulant alkaloid sistem saraf pusat, diketahui terkandung dalam kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan konsumsi kopi terhadap tingkat tekanan darah. Metode penelitian berupa observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel penelitian sebanyak 50 pegawai. Uji hipotesis menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 pegawai, kebanyakan memiliki kebiasaan konsumsi kopi sedang sebanyak 58%. Sementara itu, Tingkat tekanan darah pegawai paling banyak berada pada status prehipertensi sebanyak 40%. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai r=-0,109. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh kebiasaan konsumsi kopi terhadap tingkat tekanan darah. Kata-kata kunci: konsumsi kopi, tekanan darah, pegawai
KORELASI LINGKAR PERUT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA PASIEN PEREMPUAN DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH Mujiningtyas, Tsalsa Rohmatul Jannah; Pambudi, Pagan; Nur’amin, Hendra Wana; Noor, Zairin; Qamariah, Nur
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14609

Abstract

Abstract: Osteoartritis (OA) is a chronic inflammatory disease of the synovial joints, accompanied by damage to the joint cartilage and bones. Abdominal circumference measurements are carried out to determine abdominal or central obesity. Several studies show that the larger the abdominal circumference, the higher the severity of OA. This research is an analytical observational study with a cross-sectional research design. The sample in this study was selected using simple random sampling with a total of 30 respondents who would then be analyzed using the Spearman test. Abdominal circumference profile data showed that 23 patients (76,67%) had abdominal circumference >80 cm and 7 patients (23,33%) had abdominal circumference ≤80 cm. Data on the severity profile of knee osteoartritis showed that 17 patients (56,67%) had grade 1 knee OA, 7patients (23,33%) had grade 2, 5 patients (16,67%) had grade 3, and 1 patients (3,33%) had grade 4. The results of Spearman’s correlation analysis showed that there was no significant correlation between abdominal circumference and the severity of knee osteoartritis in female patients at RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh (p=0,563). Keywords: knee osteoartritis, abdominal circumference, female Abstrak: Osteoartritis (OA) adalah penyakit inflamasi kronik pada sendi sinovial, disertai kerusakan pada kartilago sendi dan tulang. Pengukuran lingkar perut dilakukan untuk menentukan obesitas abdomen atau sentral. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin besar lingkar perut maka semakin tinggi tingkat keparahan OA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan cara simple random sampling dengan total responden sejumlah 30 orang yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman. Data profil lingkat perut menunjukkan sebanyak 23 pasien (76,67%) memiliki lingkar perut >80 cm dan sebanyak 7 pasien (23,33%) memiliki lingkar perut ≤80 cm. Data profil tingkat keparahan osteoartritis lutut menunjukkan sebanyak 17 pasien (56,67%) mengalami OA lutut grade 1, grade 2 sebanyak 7 pasien (23,33%), grade 3 sebanyak 5 pasien (16,67%), dan grade 4 sebanyak 1 pasien (3,33%). Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat korelasi bermakna antara lingkar perut dengan tingkat keparahan osteoartritis lutut pada pasien perempuan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh (p=0,563). Kata-kata kunci: osteoartritis lutut, lingkar perut, perempuan
DOCKING MOLEKULER FITOKIMIA DAUN KATUK (Sauropus androgynus) SEBAGAI MODULATOR ENZIM CATHEPSIN Maulida, Rizka; Setiawan, Bambang; Nirmalasari, Nila; Aflanie, Iwan; Suhartono, Eko
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14583

Abstract

Abstract: Death occurs when an organism's overall functions permanently cease. Decomposition breaks down the structure of dead organisms. In autolysis, body enzymes aid decay. Cathepsin and calpain are cysteine proteases that catalyze protein breakdown through peptide bond hydrolysis. To reduce formalin exposure for forensic experts, anti-decay agents can be replaced. This study aims to analyze cathepsin enzyme interactions with active phytochemicals in katuk leaves (Sauropus androgynus) using in silico methods. Molecular docking analysis reveals afzelin, reserpine, trifolin, and kaempferol as potential cathepsin S inhibitors, with afzelin being the most promising due to its binding energy approaching that of odanacatib, the best current cathepsin K inhibitor. Keywords: katuk leaves, cathepsin, molecular docking Abstrak: Kematian terjadi ketika fungsi organisme secara keseluruhan berhenti secara permanen. Dekomposisi memecah struktur organisme yang telah mati. Dalam autolisis, enzim tubuh membantu proses pembusukan. Cathepsin dan calpain adalah sistein protease yang mengkatalisis pemecahan protein melalui hidrolisis ikatan peptida. Untuk mengurangi paparan formalin pada ahli forensik, agen anti-pembusukan dapat diganti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi enzim cathepsin dengan senyawa fitokimia aktif dalam daun katuk (Sauropus androgynus) menggunakan metode in silico. Analisis molecular docking mengungkapkan afzelin, reserpine, trifolin, dan kaempferol sebagai inhibitor potensial cathepsin S, dengan afzelin yang paling menjanjikan karena energi ikatannya mendekati odanacatib, inhibitor cathepsin K terbaik saat ini. Kata-kata kunci: daun katuk, cathepsin, docking molekular
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Nurjihan, Nabila; Heriyani, Farida; Al Audhah, Nelly; Haryati, Haryati; Skripsiana, Nika Sterina
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14539

Abstract

Abstract: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Suffering Pulmonary TB treatment takes a long time and must be routine for at least 6 months. This research method is analytical observational with a cross sectional approach. The sample was selected using a purposive sampling technique with 42 samples. Data was collected by interviewing the length of time suffering from pulmonary tuberculosis and to determine stress levels. The data was analyzed using the chi square test with a confidence level of 95%. From the research results, it was found that 24 samples suffered from pulmonary tuberculosis for >2 months and 18 samples suffered from pulmonary tuberculosis for ≤2 months, while for severe-very severe stress levels there were 16 samples, 13 samples for mild-moderate stress levels and 13 samples for normal stress levels. The static test results obtained a p value = 0.001. The conclusion of this research is that there is a relationship between the length of suffering and the level of stress in pulmonary tuberculosis sufferers at the Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Keywords :  Pulmonary Tuberculosis, Long Term Suffering, Stress Level, DASS 42 (Depression, Anxiety, and Stress Scales), Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Abstrak: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB paru memerlukan waktu lama dan harus rutin minimal 6 bulan. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan 42 sampel. Data dikumpulkan dengan cara wawancara untuk menentukan lama menderita tuberkulosis paru dan menentukan tingkat stres. Data dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian, mendapatkan 24 sampel menderita tuberkulosis paru >2 bulan dan 18 sampel menderita tuberkulosis paru ≤2 bulan, sedangkan untuk tingkat stress, berat-sangat berat terdapat 16 sampel, tingkat stres ringan-sedang 13 sampel dan normal 13 sampel. Hasil uji statik didapatkan nilai p = 0,001. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara lama menderita dengan tingkat stres pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Kata-kata kunci :   Tuberkulosis Paru, Lama Menderita, Tingkat Stres, Puskesmas Pekauman Banjarmasin
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, ASI EKSKLUSIF DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS BERANGAS Hasanah, Sophia; Noor, Meitria Syahadatina; Rosida, Lena; Triawanti, Triawanti; Al-Audhah, Nelly
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14600

Abstract

Abstract: Stunting is a failure of linear growth as a result of chronic malnutrition and infectious diseases. Stunting is indicated by height-for-age Z-score (HAZ) less than -2 SD based on same age and gender. According to e-PPGBM data from Barito Kuala Regency period of July 2023, Berangas Community Health Center had the highest number of stunting incidents among Barito Kuala Regency which are 317 toddlers with a prevalence of 17.82%. This study aims to analyze the relationship between birth weight, exclusive breastfeeding and infectious diseases with the incidence of stunting in toddlers in Berangas Community Health Center working area, Alalak District, Barito Kuala Regency. This research is an analytical observational study with case control research design and simple random sampling technique. The research sample consisted of 186 people (93 cases and 93 controls).. Data analized by using chi-square test by univariate and bivariate. The research results show that birth weight (p-value 0.003; OR = 5.430) history of infectious diseases (p-value 0.024; OR = 2.203) and exclusive breastfeeding. (p-value 0.171). The closure of the study is there are relationship between birth weight and infectious diseases, while exclusive breastfeeding is not associated with stunting incidents in the Berangas Community Health Center working area Keywords: Stunting, toddlers, birth weight, exclusive breastfeeding, infectious disease Abstrak: Stunting merupakan pertumbuhan linier yang gagal sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis dan adanya penyakit infeksi. Stunting ditunjukkan dengan nilai z-score TB/U atau PB/U kurang dari -2 SD untuk usia dan jenis kelamin sama. Berdasarkan data e-PPGBM Kabupaten Barito kuala periode Juli 2023, Puskesmas Berangas memiliki angka stunting terbanyak di seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Kuala yaitu 317 balita dengan prevalensi 17,82%. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan berat badan lahir, ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control dan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah sampel 186 orang (93 kasus dan 93 kontrol). Analisis data menggunakan uji chi-square secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan faktor berat badan lahir (p-value 0,003; OR = 5,430) riwayat penyakit infeksi (p-value 0,024; OR = 2,203) dan ASI eksklusif (p-value 0,171). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara berat badan lahir dan riwayat penyakit infeksi, sementara ASI eksklusif tidak berhubungan dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Berangas. Kata-kata kunci: Stunting, balita, berat badan lahir, berat badan lahir, ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH Nurhayati, Nurhayati; Rudiansyah, Mohammad; Pratiwi, Dewi Indah Noviana; Mutaqqien, Fauzan; Bakhriansyah, Mohammad
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14567

Abstract

Abstract: Hemodialysis is a therapy for patients with kidney disease, both acute and chronic, which is used as a substitute for decreased kidney function. Body mass index (BMI) is a simple measuring tool to see the nutritional status of a person, both men and women. Blood pressure is the process when blood is distributed by the heart throughout the body. The research aims to determine whether there is a relationship between body mass index and blood pressure in patients undergoing routine hemodialysis at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin. The method in this research is analytical observational with a cross sectional research design with the Pearson test. This study used patient subjects undergoing routine hemodialysis at the hemodialysis installation at Ulin Banjarmasin Regional Hospital in November 2023 using a simple random sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. Primary data was collected by measuring height, weight and blood pressure and secondary data in the form of numbers. Patient medical records obtained from the hemodialysis installation at Ulin Banjarmasin Regional Hospital. This research uses correlative data analysis techniques which begin with a normality test using the Kolmogorov-Smirnov technique because the number of subjects in this research was 50 people with a subject distribution of 65 people. The results of this study obtained a correlation value for body mass index and blood pressure with a value of p = 0.000 and a value of r = 0.06. Keywords: hemodialysis, chronic renal failure, acute renal failure, body mass index, blood pressure. Abstrak: Hemodialisis merupakan terapi untuk pasien penyakit ginjal baik yang akut maupun kronik yang digunakan sebagai pengganti fungsi ginjal yang menurun. Indeks massa tubuh (IMT) ialah alat ukur sederhana untuk melihat status gizi seseorang baik laki-laki maupun perempuan. Tekanan darah merupakan proses ketika darah dialirkan oleh jantung keseluruh  tubuh. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara indeks massa tubuh dan tekanan darah pada pasien yang menjalani hemodialisis rutin di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode pada penelitian ini yaitu observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan uji pearsone. Penelitian ini menggunakan subjek pasien yang menjalani hemodialisis rutin di instalansi hemodialisis RSUD Ulin Banjarmasin pada November 2023 dengan menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data primer dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan serta tekanan darah dan data sekunder berupa nomor rekam medik pasien yang didapatkan dari instalasi hemodialisis RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data korelatif yang diawali dengan uji normalitas dengan teknik kolmogorov- Smirnov dikarenakan jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan distribusi subjek sebanyak 65 orang. Hasil penelitian ini didapatkan nilai korelasi indeks massa tubuh dan tekanan darah dengan nilai p = 0,000 dan nilai r = 0,06. Kata-kata kunci: hemodialisis, gagal ginjal kronik, gagal ginjal akut, indeks massa tubuh, tekanan darah
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Zulfikar, Muhammad Rakha; Rudiansyah, Mohammad; Pratiwi, Dewi Indah Noviana; Cahyawati, Wiwit Agung Sri Nur; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14535

Abstract

Abstract: This research focuses on the relationship between depression and quality of life in hemodialysis patients at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin. Chronic renal failure (CKD) is a progressive and irreversible failure in kidney function that affects various aspects of metabolism, fluid balance and electrolytes. Depression, as an ongoing emotional condition, affects a person's thoughts, emotions and behavior holistically. Deep mood generally reflects feelings of loss of hope. This study used the PHQ-9 to measure depressive symptoms and the QOL-SF36 to assess quality of life in hemodialysis patients. The sample for this study consisted of patients undergoing hemodialysis at the Ulin Regional Hospital, Banjarmasin. The research method was used by analytical observational with a cross sectional approach. The results showed a significant relationship between depression and quality of life (p = 0.04), with a weak negative correlation of -0.261. This confirms the correlation between depression and decreased quality of life in hemodialysis patients at Ulin Hospital, Banjarmasin. The conclusions of this study indicate that depression in these patients has an impact on reducing their quality of life. Keywords: depression, quality of life, hemodialysis, PHQ-9, QOL-SF-36.  Abstrak: Penelitian ini fokus pada hubungan antara depresi dan kualitas hidup pada pasien hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kegagalan progresif dan tak terbalik pada fungsi ginjal yang mempengaruhi berbagai aspek metabolisme, keseimbangan cairan, dan elektrolit. Depresi, sebagai kondisi emosional yang berkelanjutan, memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku seseorang secara menyeluruh. Mood dalam umumnya mencerminkan perasaan kehilangan harapan. Studi ini menggunakan PHQ-9 untuk mengukur gejala depresi dan QOL-SF36 untuk menilai kualitas hidup pada pasien hemodialisis. Sampel studi ini terdiri dari pasien yang menjalani hemodialisis di instalasi RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi hubungan antara depresi dan kualitas hidup (p = 0,04), dengan korelasi negatif lemah sebesar -0,261. Ini menegaskan adanya korelasi antara depresi dan penurunan kualitas hidup pada pasien hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan studi ini mengindikasikan bahwa depresi pada pasien tersebut berdampak pada menurunnya kualitas hidup mereka. Kata-kata kunci: depresi, kualitas hidup, hemodialisis, PHQ-9, QOL-SF-36