cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
PERBEDAAN GANGGUAN MOBILITAS DITINJAU BERDASARKAN KARAKTERISTIK PASIEN PASCA STROKE DI POLI REHABILITASI MEDIK RSUD ULIN BANJARMASIN Luthfiyyah, Rifaa; Siddik, Muhammad; Sanyoto, Didik Dwi; Hayati, Azka; Fakhrurrazy, Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14569

Abstract

Abstract: Stroke results in limited mobility. Mobility impairment due to stroke affects functional activities. The research aims to determine whether there are differences in mobility impairment in post-stroke patients based on patient characteristics. The method used is observational analysis with a cross-sectional design. The data used is primary data from examination observations using the Functional Ambulation Category questionnaire. This research targets the population of post-stroke patients at the Medical Rehabilitation Clinic. Number of samples in the period November-December 2023 using purposive sampling technique. The results of the study did not show a relationship between mobility impairment in terms of gender, age, stroke onset, lesion location, Brunstrom stage, history of attacks, comorbidities and history of therapy in post-stroke patients. From the results of the study, no relationship was found between mobility impairments based on the characteristics of post-stroke patients in the medical rehabilitation clinic at Ulin District Hospital, Banjarmasin. Keywords: Mobility disorders, post-stroke patients, Functional Ambulation Category Abstrak: Stroke mengakibatkan keterbatasan mobilitas. Gangguan mobilitas akibat stroke mempengaruhi aktivitas fungsional. Penelitian bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan gangguan mobilitas pada pasien pasca stroke yang ditinjau berdasarkan karakteristik pasien. Metode yang digunakan adalah analisis observasional dengan desain potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer pengamatan pemeriksaan menggunakan kuesioner Functional Ambulation Category. Penelitian ini menargetkan populasi pasien post stroke Poli Rehabilitasi Medik. Jumlah sampel pada periode November-Desember 2023 dengan teknik purposive sampling.  Hasil penelitian tidak di dapatkan hubungan antara gangguan mobilitas ditinjau dengan jenis kelamin,usia,onset stroke,letak lesi,stadium brunnstrom,riwayat serangan,komorbid dan riwayat terapi pada pasien pasca stroke. Dari hasil penelitian tidak didapatkan hubungan antara gangguan mobilitas ditinjau berdasarkan karakteristik pasien pasca stroke di poli rehabilitasi medik RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: Gangguan mobilitas, pasien pasca stroke, Functional Ambulation Category.
HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING Ginting, Nabilla Syafirah Br.; Triawanti, Triawanti; Juhairina, Juhairina
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14537

Abstract

Abstract: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake over a long period of time due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting can be measured with a Z-Score limit of <- 2 SD to - 3 SD (short) and <- 3 SD (very short). This research aims to determine the relationship between socio-economics and the incidence of stunting. This research was carried out observationally with a case control approach. A total of 168 maternal subjects who had stunted and non-stunting children were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between income and family responsibilities and stunting (p = 0.047, p = 0.030) while there was no relationship between maternal education and employment with the incidence of stunting (p = 0.114, p = 0.174). This research concludes that income and family responsibilities are related to the incidence of stunting, while maternal education and employment are not related to the incidence of stunting Keywords: Stunting, income, mother's education, employment, family responsibilities Abstrak: Stunting adalah  masalah  kurang  gizi  kronis  yang  disebabkan  oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan  kebutuhan  gizi. Stunting dapat diukur dengan batas Z-Score <- 2 SD sampai dengan- 3 SD (pendek) dan <- 3 SD (sangat pendek). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian stunting. Penelitian ini dilakukan melalui observasional dengan pendekatan case control. Sebanyak 168 subjek ibu yang memiliki anak stunting dan tidak stunting dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji chi-square  menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penghasilan dan tanggungan keluarga dengan stunting (p = 0,047, p = 0,030) sedangkan pada pendidikan ibu dan pekerjaan tidak didapatkan hubungan dengan kejadian stunting (p = 0,114, p = 0,174). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penghasilan dan tanggungan keluarga berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan pendidikan ibu dan pekerjaan tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Kata-kata kunci: Stunting, penghasilan, pendidikan ibu, pekerjaan, tanggungan keluarga
PENGARUH LATIHAN AEROBIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP KEBUGARAN JANTUNG PARU PADA PASIEN SKOLIOSIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Ramadan, Yoga Aditya Noor; Hayati, Azka; Asnawati, Asnawati; Siddik, Muhammad; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14612

Abstract

Abstract: Patients with scoliosis experience changes in the shape of the spine and ribs that can affect cardiorespiratory fitness (VO2 max). Cardiorespiratory fitness is related to a person's ability to perform moderate to heavy intensity exercise continuously for a long time. One of the exercises to increase VO2 max is aerobic exercise. The purpose of this study was to determine the effect of moderate intensity aerobic exercise on cardiorespiratory fitness in scoliosis patients. This research is quasi-experimental with a one group pretest and posttest research design with no control group. The research subjects were scoliosis patients who met the inclusion criteria totaling 4 people who were taken at the medical rehabilitation section of Ulin Banjarmasin Hospital in the October-November 2023 period. Subjects were treated with moderate intensity aerobic exercise by walking 20 minutes/exercise, 3 times a week, for 4 weeks; then cardiorespiratory fitness test was applied using the 6-minute walk test method. The mean VO2 max value before aerobic exercise was 16.84±1.887 and after exercise was 23.60±5.168. The results of data analysis using paired t test from the mean VO2 max before and after training obtained p=0.047. It can be concluded that there is a significant effect of moderate intensity aerobic exercise on cardiorespiratory fitness in scoliosis patients at Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: scoliosis, cardiopulmonary fitness, VO2 max, aerobic exercise. Abstrak: Penderita skoliosis mengalami perubahan bentuk tulang belakang dan tulang rusuk yang dapat mempengaruhi fungsi kebugaran jantung paru (VO2 maks). Kebugaran jantung paru berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan latihan dengan intensitas sedang hingga berat secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Salah satu latihan untuk meningkatkan VO2 maks adalah latihan aerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh dari latihan aerobik intensitas sedang terhadap kebugaran jantung paru pada pasien skoliosis. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan desain penelitian one group pretest and posttest with no control group. Subjek penelitian merupakan penderita skoliosis yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 4 orang yang diambil di bagian rehabilitasi medik RSUD Ulin Banjarmasin periode Oktober-November 2023. Subjek diberi perlakuan latihan aerobik intrensitas sedang dengan berjalan kaki 20 menit/latihan, 3 kali seminggu, selama 4 minggu; kemudian dilakukan uji kebugaran jantung paru menggunakan metode uji jalan 6 menit. Didapatkan rerata nilai VO2 maks sebelum latihan aerobik 16,84±1,887 dan setelah latihan 23,60±5,168. Hasil analisis data menggunakan uji t berpasangan dari rerata VO2 maks sebelum dan setelah latihan didapatkan nilai p=0,047. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan aerobik intensitas sedang terhadap kebugaran jantung paru pada pasien skoliosis di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: skoliosis, kebugaran jantung paru, VO2 maks, latihan aerobik.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DISDIKBUD KALSEL TAHUN 2023 Islami, Shafira Aulia; Marisa, Dona; Kaidah, Siti; Muttaqien, Fauzan; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14598

Abstract

     Abstract: Sleep quality is an individual's ability to fulfill the maximum amount of sleep from Non Rapid Eye Movement (NREM) and Rapid Eye Movement (REM) to meet their sleep needs. Disruption of NREM is a failure of the body's mechanisms to maintain the sleep-wake cycle, thereby affecting the body's physiological functions, namely blood pressure. This study aims to determine the relationship between sleep quality and blood pressure levels. Using analytical observational research methods through a cross sectional study approach with a research population of all male employees of the DISDIKBUD KALSEL in 2023 who met the inclusion criteria. The research instrument used a digital blood pressure monitor and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire which was analyzed using Spearman rank. The results showed that sleep quality had a moderate positive correlation (r = 0.581) which was significant (p = 0.000) with blood pressure, which means that the worse the sleep quality, the higher the blood pressure level. Thus, it can be concluded that there is a relationship between sleep quality and blood pressure levels. Keywords: sleep quality, blood pressure, PSQI Abstrak: Kualitas tidur merupakan kemampuan individu dalam memenuhi jumlah tidur maksimal dari Non Rapid Eye Movement (NREM) dan Rapid Eye Movement (REM) untuk mencukupi kebutuhan tidurnya. Terganggunya NREM merupakan kegagalan mekanisme tubuh dalam mempertahankan siklus tidur-bangun sehingga berpengaruh terhadap fungsi fisiologis tubuh, yaitu tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat tekanan darah. Menggunakan metode penelitian observasional analitik melalui pendekatan studi cross sectional dengan populasi penelitian seluruh pegawai laki-laki DISDIKBUD KALSEL tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan tensimeter digital dan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang dianalisis dengan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur memiliki korelasi positif sedang (r = 0,581) yang signifikan (p = 0,000) dengan tekanan darah, yang berarti semakin buruk kualitas tidur maka semakin tinggi tingkat tekanan darah. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat tekanan darah. Kata-kata kunci:  kualitas tidur, tekanan darah, PSQI
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Ahla, Nazelia; Heriyani, Farida; Al Audhah, Nelly; Haryati, Haryati; Skripsiana, Nika Sterina
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14561

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is still a matter of public health in the world. South Kalimantan is ranked tenth out of all provinces listed as the highest TB contributor area in Indonesia. Puskesmas Pekauman is the Puskesmas with the highest incidence of TB in Banjarmasin. Adherence to medication is an example of a factor that plays a role in the success of pulmonary TB control. Adherence to treatment requires social support that begins with family support. Family support is one of the factors that motivate pulmonary TB patients to be obedient in carrying out treatment. The purpose of this study was to determine the relationship between family support of pulmonary TB patients with adherence to taking medication at the Pekauman Banjarmasin Health Center. This study was observational analytic with a cross-sectional study design. The research subjects were selected using total sampling techniques during the study period, 45 samples were obtained that met the inclusion criteria. Data collection was conducted using family support questionnaires and compliance questionnaires. Data analysis was performed with Chi-square test ( =0.05). The results showed families supported 64.4%, families did not support 35%. The adherence of patients seeking treatment as much as 55.6% classified as compliant and 44.4% classified as non-compliant. The results of the Chi-square test obtained a value of ρ = 0.00 (ρ <0.05) which showed that there was a significant relationship between family support of pulmonary TB patients and adherence to taking medication. Keywords: family support, adherence, pulmonary TB, cummonity health center Abstrak: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih merupakan perkara kesehatan masyarakat di dunia. Kalimantan Selatan menduduki peringkat kesepuluh dari seluruh provinsi yang terdaftar sebagai daerah penyumbang TB tertinggi yang ada di Indonesia. Puskesmas Pekauman merupakan Puskesmas dengan kejadian TB paling banyak di Banjarmasin. Kepatuhan minum obat adalah contoh faktor yang berperan dalam kesuksesan pengendalian TB paru. Kepatuhan dalam pengobatan memerlukan dukungan sosial yang bermula dari dukungan keluarga. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang memotivasi pasien TB paru untuk patuh dalam menjalankan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga pasien TB paru dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik total sampling selama periode penelitian, didapatkan 45 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pemungutan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square ( =0,05). Hasil penelitian menunjukkan keluarga mendukung 64,4%, keluarga tidak mendukung 35%. Kepatuhan pasien berobat sebanyak 55,6% tergolong patuh dan 44,4% tergolong tidak patuh. Hasil uji Chi-square didapatkan nilai ρ = 0,00 (ρ <0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga pasien TB paru dengan kepatuhan minum obat. Kata-kata kunci : dukungan keluarga, kepatuhan, TB paru, puskesmas
HUBUNGAN RIWAYAT ANTENATAL CARE, RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS, DAN IMT IBU DI AWAL KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS BERANGAS TAHUN 2023 Rini, Kusuma Hati Purnama; Noor, Meitria Syahadatina; Rosida, Lena; Triawanti, Triawanti; Al-Audhah, Nelly
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14531

Abstract

Abstract: Stunting is a condition where children are shorter than standard due to chronic malnutrition and recurrent infections, is notably high in the Berangas Community Health Center area that affecting 208 children. This condition can impair intelligence and development. This study aimed to explore the relationships between ANC history, CED history, and maternal BMI in early pregnancy with stunting among toddlers in the Berangas Community Health Center working area in 2023. The research uses analytical observational methods with a case-control design and total sampling, with 84 participants per group, and applied bivariate analysis using the chi-square test. Results showed that irregular ANC 41,67% (p=0,000 and OR=3,369), a history of CED 22,62% (p=0,002 and OR=3,700), and 13,67% had a risky BMI (p=0,178). The conclusion is that ANC and CED history were significantly associated with increased stunting risk, meanwhile maternal BMI in early pregnancy was not significantly related to stunting in the Berangas Community Health Center 2023. Keywords: stunting, toddlers, history of ANC, history of CED, mother's BMI in early pregnancy Abstrak: Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak pendek (di bawah standar) yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Berangas paling tinggi dengan jumlah sebanyak 208 anak. Stunting dapat menimbulkan gangguan kecerdasan dan perkembangan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan hubungan riwayat ANC, riwayat KEK, dan IMT ibu di awal kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Berangas tahun 2023. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan case control, teknik sampling menggunakan total sampling, jumlah responden 84 orang setiap kelompok, dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ANC tidak teratur sebanyak 41,67% (p=0,000 dan OR=3,369), sebanyak 22,62% memiliki riwayat KEK (p=0,002 dan OR=3,700), sebanyak 13,67% mempunyai IMT berisiko (p=0,178). Kesimpulan penelitian ini adalah riwayat ANC dan riwayat KEK berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan IMT ibu di awal kehamilan tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Berangas tahun 2023. Kata-kata kunci: stunting, balita, riwayat ANC, riwayat KEK, IMT ibu di awal kehamilan
PENGARUH DERAJAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DISDIKBUD PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2023 Santrino, Syifa Nurafifah; Marisa, Dona; Kaidah, Siti; Muttaqien, Fauzan; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14607

Abstract

Abstract: Physical activity which is any body movement produced by skeletal muscles that requires energy expenditure. Physical activity affects blood pressure through mechanisms including reducing vascular resistance. The subjects in this study were 50 men with 20-40 years old employees of DISDIKBUD the South Kalimantan Province in 2023. This research is observational analytic with a cross sectional research design. The hypothesis test used is the non-parametric Spearman Rank test. A digital sphygmomanometer and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) were used. Based on the Spearman Rank test results, it shows that there is a significant negative correlation between the degree of physical activity and blood pressure (p=0.001, r =-0.443). Concluded that there is a correlation between the degree of physical activity and blood pressure levels of employees of DISDIKBUD at South Kalimantan Provincial in 2023. Keywords: physical activity, blood pressure, worker Abstrak: Aktivitas fisik merupakan pergerakan otot rangka didalam tubuh manusia dan membutuhkan suatu energi untuk dikeluarkan. Aktivitas fisik mempengaruhi tekanan darah melalui mekanisme termasuk mengurangi resistensi pembuluh darah. Subyek dalam penelitian ini adalah laki-laki berjumlah 50 orang pegawai DISDIKBUD Provinsi Kalsel tahun 2023 dengan rentang usia 20-40 tahun. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji non parametrik Spearman Rank. Sphygmomanometer digital dan Kuesioner Aktivitas Fisik Internasional (IPAQ) digunakan. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara derajat aktivitas fisik dengan tekanan darah (p=0,001, r=-0,443). Disimpulkan terdapat hubungan antara derajat aktivitas fisik dengan tingkat tekanan darah pegawai DISDIKBUD Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2023. Kata-kata kunci: aktivitas fisik, tekanan darah, pegawai
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN MOBILITAS FUNGSIONAL PADA LANSIA DI PPRSLU BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Khaliq, Rifky Nor; Cahyawati, Wiwit Agung Sri Nur; Yasmina, Alfi; Noor, Zairin; Wahyuni, Wahyuni
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14582

Abstract

Abstract: Body mass index (BMI) is assumed to affect the ability of the elderly to move independently (functional mobility). This study aimed to determine the relationship between BMI and functional mobility in the elderly. The research design was cross-sectional. The subjects of this study were elderlies living in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru who were chosen with total sampling technique based on the criteria of being able to walk alone and willing to be respondents. The independent variable was BMI and the dependent variable was functional mobility. Functional mobility was assessed with the Timed Up and Go test. The relationship between BMI and functional mobility was analysed with the Spearman correlation test. A total of 39 subjects were included, with a mean age of 69.8±8.6 years and a mean BMI of 23.4±4.6 kg/m2. Elderlies with underweight and obese BMI tended to have poor functional mobility compared to those with normal BMI. Spearman test showed a weak non-significant positive relationship (r = 0.147; p = 0.371). The conclusion of this study is that there is no significant relationship between BMI and functional mobility in the elderlies living in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Keywords: Functional Mobility, Body Mass Index, Elderly, TUG Test Abstrak: Indeks massa tubuh (IMT) diduga mempengaruhi kemampuan lansia untuk bergerak secara mandiri (mobilitas fungsional). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan mobilitas fungsional pada lansia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru yang diambil dengan teknik total sampling dengan kriteria bisa berjalan sendiri dan bersedia menjadi responden. Variabel bebasnya adalah IMT dan variabel terikatnya adalah mobilitas fungsional. Mobilitas fungsional dinilai dengan tes Timed Up and Go. Hubungan IMT dan mobilitas fungsional dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Sebanyak 39 subjek diinklusi, dengan rerata usia 69,8±8,6 tahun dan rerata IMT 23,4±4,6 kg/m2. Lansia dengan IMT underweight dan obesitas cenderung memiliki mobilitas fungsional yang buruk dibandingkan IMT normal. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif lemah dan tidak bermakna (r = 0,147; p = 0,371). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara IMT dengan mobilitas fungsional pada lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Kata-kata kunci: mobilitas fungsional, indeks massa tubuh, lansia, tes TUG
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIK DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE OKTOBER-NOVEMBER 2023 Nasywa, Nabila; Muttaqien, Fauzan; Kaidah, Siti; Darwis, Yulizar; Panghiyangani, Roselina
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14538

Abstract

Abstract: Sleep quality is defined as a feeling of satisfaction, freshness, and feeling fit when you wake up, as well as not showing drowsiness or lack of motivation so that it does not interfere with daily activities. Chronic heart failure patients often experienced poor sleep quality. This is related to the symptoms felt by the patient, such as shortness of breath, chest pain and nocturia. In order to describe the quality of sleep among patients with chronic heart failure at Ulin Regional Hospital in Banjarmasin, this study used a cross-sectional, descriptive observational methodology. Purposive sampling was employed in this study in accordance with the inclusion and exclusion criteria for the research. Data was collected by filling in the PSQI questionnaire. The results showed that chronic heart failure patients at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin had poor sleep quality (77.32%). The majority of respondents were aged 51-60 years (45.33%). If we look at gender characteristics, there are 62.6% of men and 37.3% of women who have poor sleep quality. Based on the symptoms frequently felt by respondents, 53.33% complained of shortness of breath, 36% of chest pain and 10.66% of nocturia Keywords: sleep quality,chronic heart failure, PSQI questionnare Abstrak: Kualitas tidur diartikan sebagai rasa puas, segar, dan merasa bugar saat bangun tidur, serta tidak menunjukkan rasa kantuk atau kurang motivasi sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Kualitas tidur yang buruk sering dialami pasien gagal jantung kronik. Hal tersebut berkaitan dengan gejala-gejala yang dirasakan pasien, seperti sesak napas, nyeri dada, dan nokturia. Kualitas tidur pasien gagal jantung kronik di RSUD Ulin Banjarmasin diteliti dengan menggunakan desain observasional deskriptif cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang sesuai dengan persyaratan inklusi dan eksklusi penelitian. Pengambilan data diambil dengan pengisian kuesioner PSQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal jantung kronik di RSUD Ulin Banjarmasin memiliki kualitas tidur buruk (77,32%). Mayoritas responden berumur 51-60 tahun (45,33%). Jika dilihat dari karakteristik jenis kelamin, terdapat 62,6% laki-laki dan 37,3% perempuan yang mempunyai kualitas tidur buruk. Berdasarkan gejala yang sering dirasakan responden, 53,33% mengeluhkan sesak napas, 36% nyeri dada, dan 10,66% nokturia. Kata-kata kunci: kualitas tidur, gagal jantung kronik, kuesioner PSQI
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 12 BANJARMASIN Aryani, Siti Raihanah; Noor, Meitria Syahadatina; Rosida, Azma; Heriyani, Farida; Muthmainah, Noor
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14599

Abstract

Abstract: According to 2018 Riskesdas results, the prevalence of anemia in adolescents is 32%. Anemia in adolescent girls generally occurs due to a lack of food intake containing good nutrition, namely iron, resulting in low red blood cell production. The study aims to examine the relationship between iron consumption and the incidence of anemia among adolescent girls students at Junior High School 12 Banjarmasin. Using analytical observational methods with a cross sectional approach. The research sample included 90. The results showed that 57 respondents had Hb levels <12gr/dL and 33 respondents had Hb levels >12gr/dL (36.7%), iron intake met the daily adequacy figure of 25.5% and 74.5% was less. The results of the chi square test analysis show a p value = 0.234. Therefore, it can be concluded that there is no relationship between iron intake and the incidence of anemia in young women at Junior High School 12 Banjarmasin. Keywords: iron intake, anemia, adolescent girls Abstrak: Menurut data Riskesdas tahun 2018 angka prevalensi anemia remaja sebesar 32%. Anemia pada remaja putri umumnya terjadi karena kurangnya asupan makanan gizi baik yaitu zat besi mengakibatkan produksi sel darah merah yang sedikit. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 12 Banjarmasin. Menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian remaja putri SMP Negeri 12 Banjarmasin dengan jumlah 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan 57 responden memiliki kadar Hb <12gr/dL dan 33 responden menunjukkan kadar Hb >12gr/dL (36,7%), asupan zat besi memenuhi angka kecukupan harian sebesar 25,5% dan kurang 74,5%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan nilai p = 0,234. Sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 12 Banjarmasin. Kata-kata kunci: Asupan zat besi, anemia, remaja putri