Articles
340 Documents
EFEKTIVITAS SCAPULAR STABILIZATION EXERCISE PADA KONDISI FORWARD HEAD POSTURE AKIBAT MUSCLE IMBALANCE
Bustam, Ika Guslanda
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i2.1165
Latar belakang: Kondisi Forward Head Posture (FHD) merupakan kondisi dan problematika musculoskeletal yang sering ditemukan pada masyarakat umum dengan posisi kepala berada jauh dari garis tubuh. Posisi yang tidak ergonomis pada leher akan menimbulkan upper cross syndrome, shortening pada serabut otot dan overstretching pada otot-otot disekitar leher. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pergeseran pada Line of Gravity (LoG) sehingga dalam jangka waktu lama jika tidak diberikan penanganan yang tepat akan menimbulkan gangguan keseimbangan statis bahkan dinamis. FHP merupakan penyebab utama nyeri leher, nyeri kepala hingga kecacatan secara global. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama nya waktu pengaruh efektivitas latihan scapular stabilization dapat bertahan pada kondisi Forward Head Posture (FHP) akibat muscle imbalance. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan pre dan post-test design. Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang sebanyak 30 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Namun, terdapat 2 responden yang drop out karena tidak mengikuti pemeriksaan pada follow up ke-2. Seluruh responden di ukur sekala nyeri dengan Numeric Rating Scale, derajad FHP dengan Cervical Vertebra Angle (CVA) dan kualitas aktifitas sehari-hari dengan Neck Disability Index (NDI) questionnaire. One-way repeated ANOVA digunakan untuk analisis evaluasi pre-test, follow up 1 (minggu ke 2) dan 2 (minggu ke 4) setelah intervensi perlakuan. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada derajad CVA, nilai nyeri dan nilai NDI (p<.05). Namun, nilai nyeri tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada follow up 1 dan 2 (p>.05). Kesimpulan: Latihan scapula stabilisasi dapat berpengaruh terhadap derajad CVA dan nilai NDI hingga follow up ke 2 (6 minggu) setelah intervensi. Namun tidak untuk skala nyeri.
EFEKTIFITAS AROMA THERAPY BLEND DIFUSE DALAM MENGATASI KECEMASAN PASCA SALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN
Lestariningsih, Lestariningsih;
Yuliani, Istri;
Nugroho, Setyo Mahanani;
Oktaviani, Fransiska Sela;
Wahyuni, Kenik sri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i3.1183
Latar belakang: Beberapa perubahan yang terjadi pada ibu pasca salin diantaranya pada fisik, psikologi dan hormonalnya. Hal  ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu pasca salin. Ketidaknyamanan pada ibu pasca salin merupakan hal yang masih normal yang dialami setiap ibu pasca salin. Akan tetapi ketidaknyamanan yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan permasalahan lain, salah satunya adalah kecemasan. Perasaan cemas sering kali tidak terkendali dan menguasai pikiran. Hal ini menyebabkan ibu pasca salin memiliki ketakutan yang tidak rasional atau kekhawatiran berlebihan terhadap kejadian yang mungkin tidak terjadi. Penanganan kecemasan pada ibu pasca salin disesuaikan dengan tingkat keparahan tiap individu, baik dengan obat maupun non-obat. Penanganan non-obat bisa dengan menerapkan komunikasi terapeutik, konseling, teknik relaksasi, dll. Aroma teraphy merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan dengan membuat responden rileks. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas aroma therapy blend difuse dalam mengatasi kecemasan pasca salin di wilayah Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan metode Quasi Eksperiment karena penelitian ini masih menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subjek dengan atau tanpa kelompok perbandingan namun tidak dilakukan randomisasi untuk memasukkan subjek ke dalam kelompok perlakukan atau kontrol. Penelitian ini menggunakan Pre test and post test without control yaitu mengungkapkan pada suatu kelompok intervensi dengan membandingkan nilai post test dengan pretest tanpa pembanding. Tehnik pengambilan sampel adalah Consecutive sampling. Analisis data menggunakan pairet t-test. Hasil: Pemberian aroma therapy blend difuse efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada ibu pasca salin. dengan menggunakan aromaterapi ibu pasca salin dapat lebih rileks dan lebih nyaman dalam menjalani masa nifas nya. Kesimpulan: Aroma therapy blend difuse efektif untuk mengatasi kecemasan pada ibu pasca salin.
EFEKTIVITAS TERAPI KOMPLEMENTER STIMULATION MASSAGE BABY TERHADAP PENINGKATAN SELERA MAKAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
Arintasari, Farida;
Putri, Ian Rossalia Pradita;
Casnovanty, Naudy Yolanda
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i2.1186
Latar belakang: Stimulation massage baby merupakan salah satu terapi yang dapat dilakukan mengatasi masalah gizi, termasuk dalam mencegah stunting pada anak balita karena dapat membantu proses pencernaan dan meningkatkan nafsu selera makan. Terapi komplementer dikenal sebagai terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Salah satu jenis terapi komplementer adalah dengan massage atau pijat. Massage dapat dilakukan pada semua tingkat usia termasuk pada anak balita. Massage stimulation  memadukan antara kesehatan, seni dan kasih sayang. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi komplementer stimulation baby massage terhadap peningkatan selera makan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy Eksperiment dengan pre test dan post test control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 7 – 24 bulan di Posyandu Mangga I Padukuhan Krodan. Tekhnik Pengambilan sampel secara purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.  Analisis data dilakukan dengan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: sebelum diberikan therapy massage stimulation tidak ada peningkatan selera makan sebesar 56,67 %, setelah diberikan terapi komplementer stimulation massage ada peningkatan selera makan sebesar 90 % responden. Dengan demikian pemberian therapy komplementer stimulation massage berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan selera makan  (p value 0,012). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian therapy komplementer stimulation massage baby dalam peningkatan selera makan sebagai upaya pencegahan stunting pada balita
PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN BPJS DAN PASIEN UMUM PADA BAGIAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2024
Atika, Atika;
Abdurrohman KM, M. Sa’id;
Sari, Ika Puspita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i3.1191
Latar belakang: Ketidakpuasan pasien di Rumah Sakit Kabupaten Sidoarjo khususnya pasien BPJS dan umum masih terdapat beberapa keluhan terkait pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit yang disampaikan melalui ulasan website. Tujuan: untuk mengetahui mengetahui perbedaan kepuasan pasien BPJS dan Pasien Umum di bagian pendaftaran rawat jalan. Metode: penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 10.272 responden, besar sampel 100 responden, teknik Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik rancangan acak dengan sederhana (Simple Random Sampling), waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2024, teknik analisis yang digunakan uji beda Mann Whitney U-test. Hasil: Responden BPJS yang merasa puas 28 orang (56%), dan yang merasa sangat puas 22 orang (44%). Responden Umum yang merasa puas 6 orang (12%), dan yang merasa sangat puas 44 orang (88%). Selain itu, hasil penelitian ini juga mennjukkan bahwa ada perbedaan kepuasan Pasien BPJS dan Pasien Umum di bagian pendaftaran rawat jalan di Rumah Sakit Kabupaten Sidoarjo dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: ada perbedaan kepuasan Pasien BPJS dan Pasien Umum di bagian pendaftaran rawat jalan di Rumah Sakit Kabupaten Sidoarjo, Rumah Sakit Kabupaten Sidoarjo disarankan untuk meningkatkan kepuasan pasien dengan memberikan pelatihan kepada petugas pendaftaran tentang pelayanan.
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKAKURATAN KODE ICD-10 KASUS OBSTETRY
Efendi, Bahtiar;
Wulandari, Ayu;
Umami, Siti Fithrotul
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i4.1195
Latar belakang: Klasifikasi Statistik Internasional tentang Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait (ICD-10) dapat menjadi tidak akurat jika diagnosis medis salah. terdapat perbedaan kode dengan kasus penyakit lainnya, sehingga seringkali terjadi kesalahan saat menggunakannya. Kesalahan semacam ini dapat mempengaruhi pengelolaan informasi kesehatan yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi tentang hubungan antara ketepatan penulisan diagnosa dan keakuratan kode ICD-10 dengan kasus persalinan Metode :Â Penelitian berjenis analitik korelasi, dengan pendekatan retrospektif. Variabel pada penelitian ini yakni ketepatan penulisan diagnosa serta keakuratan koding pada kasus obstetry. Penelitian ini memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui observasi dokumen rekam medis. Analisis yang diterapkan mencakup analisis univariat dan bivariat, dengan menggunakan uji chi-square untuk mengevaluasi hubungan antara ketepatan penulisan diagnosis dan keakuratan pengkodean. Hasil: 46,2% ketepatan penulisan diagnosa diperoleh. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,002 yang menginterpretasikan terdapat hubungan antara ketepatan penulisan diagnosa dengan keakuratan kode ICD-10 kasus obstetry. Kesimpulan: Ketidaktepatan penulisan diagnosa dapat mengakibatkan tidak akuratnya kode ICD-10.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA REMAJA PUTRI OVERWEIGHT DAN OBESITAS
Roslianti, Hari Perdana;
Astuti, Ari Tri;
Mahmudah, Umi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i3.1196
Latar belakang: Masalah gizi yang sering terjadi di kalangan remaja yaitu overweight dan obesitas. Masalah ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang dikeluarkan dan kurangnya aktivitas fisik sehingga menimbulkan penambahan berat badan. Lompat tali merupakan aktivitas fisik yang dapat menurunkan berat badan dengan cara membakar lemak dalam intensitas latihan rendah dan jangka waktu lama. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional lompat tali terhadap penurunan berat badan pada remaja putri overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2018 – Mei 2019 di Asrama SMP Stella Duce 2 Yogyakarta. Responden penelitian berjumlah 12 remaja putri yang memenuhi kriteria. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling. Pemberian intervensi permainan tradisional lompat tali dilakukan selama 8 minggu. Pengukuran berat badan diambil sebelum dan setelah intervensi menggunakan timbangan digital. Data dianalisis menggunakan Paired T-test. Hasil: Rerata berat badan pre dan post intervensi adalah 60,12 ± 9,98 kg dan 60,26 ± 10,02 kg secara berurutan. Perubahan berat badan selama intervensi sebesar 0,14 ± 1,17 kg. Tidak ada pengaruh permainan tradisional lompat tali terhadap penurunan berat badan (p= 0,685). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh permainan tradisional lompat tali terhadap penurunan berat badan pada remaja putri overweight dan obesitas.Â
KECANDUAN GADGET DENGAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA
Afdalia, Faizah;
Sundari, Ririn Isma;
Arni Nur Rahmawati, Arni Nur
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i4.1198
Latar belakang: Gadget adalah salah satu jenis kemajuan teknologi yang sangat disukai. Remaja yang kecanduan perangkat elektronik akan asik dengan diri mereka sendiri, mengabaikan lingkungan sekitar, jam tidur, dan menurunkan prestasi akademik di sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecanduan gadget dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di MAN 1 Banyumas Tahun 2024. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain analitik dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 230 responden diambil dengan cara teknik proportionate random sampling. Instrument pada penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu kuesioner Smartphone Addiction Scale – Short Version (SAS-SV) dan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil: responden dengan mayoritas kecanduan gadget dengan kategori berat sebanyak 126 responden (54,8%) sedangkan responden dengan mayoritas masalah emosi dan perilaku normal sebanyak 113 responden (49,1%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara kecanduan gadget dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di MAN 1 Banyumas.
PERILAKU BULLYING DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA
Affandi, Fauzan Afif;
Rahmawati, Arni Nur;
Sundari, Ririn Isma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i4.1205
Latar belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia di mana individu mengalami transisi dari anak-anak ke dewasa. Salah satu jenis prilaku nefgatif yang terjadi pada remaja adalah Perilaku bullying adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto. Â Metode :Â Desain penelitian cross-sectional berdasarkan pendekatan korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 136 siswa kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto menjadi populasi penelitian ini yang dipilih melalui teknik total sampling. Kuesioner perilaku bullying dan tingkat stres digunakan dalam penelitian ini. Hasil: 66 responden (57,4%) mengalami perilaku bullying tingkat tinggi dan 38 responden (33,0%) mengalami tingkat stres sangat tinggi. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,188 dan nilai p-value sebesar 0,045 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat lemah antara perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII di SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto. Â Kesimpulan: Adanya hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres remaja.
BODY IMAGE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PUTRI
Fajrianti, Gustin;
Sundari, Ririn Isma;
Apriliyani, Ita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i4.1218
Latar belakang: Remaja mengalami perkembangan dan perubahan pada body image dan kepercayaan diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara body image dengan kepercayaan diri remaja putri. Metode :Â jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 340 siswi kelas X. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 184 responden. Hasil: Remaja putri di MAN 1 Banyumas sebagian besar responden berusia 16 tahun sebanyak 132 responden (71,7%). Kategori body image positif sebanyak 100 responden (54,3%), 159 responden (86,4%) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai p 0,000<0,05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,273 yang artinya terdapat hubungan positif antara body image dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri Kesimpulan: Body image dengan kepercayaan diri berhubungan maka semakin positif body image seseorang, semakin tinggi kepercayaan dirinya.
FREKUENSI MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MEMBER AKTIF DI EMPIRE GYM
Ayu Ningsih, Ni Luh Rahma;
Septriana, Septriana;
Prasetyaningrum, Yunita Indah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i4.1238
Latar belakang: Obesitas adalah seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan karena terdapat penumpukan lemak dalam jaringan subkutan, persentase lemak tubuh dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yaitu frekuensi makan dan aktvitas fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan terdapat hubungan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengen persentase lemak tubuh pada member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta yang berjumlah 67 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FFQ untuk mengukur frekuensi makan, kuesioner GPAQ untuk mengukur aktivitas fisik, dan BIA untuk mengukur persentase lemak tubuh. Analisa data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki frekuensi makan dalam kategori rendah (49,3%), aktivitas fisik dalam kategori tinggi (70,1%), lemak tubuh dalam kategori overfat (80,6%). serta diperoleh nilai p-value sebesar 0,668 untuk frekuensi makan dengan lemak tubuh. Hubungan antara aktivitas fisik dan frekuensi makan dengan persentase lemak tubuh memiliki nilai p-value sebesar 0,668 dan 0,330. Nilai tersebut berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengen persentase lemak tubuh pada member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta.