Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk upaya untuk mengumpulkan para pelaksana dalam satu forum dalam mendeseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat ke publik agar masyarakat berdaya. Seminar nasional ini juga peserta berkesempatan mempresentasikan dan mendiskusikan hasil pengabdian kepada masyarakat yang berisi tentang inovasi, isu terbaru dalam berbagai bidang. Tujuan utama dari seminar nasional ini adalah Deseminasi hasil pengabdian agar masyarakat menjadi berdaya, Membuka jaringan ilmiah yang berkaitan dengan proses kolaborasi pengabdian kepada masyarakat, penulisan artikel, penerjemahan sampai review artikel untuk siap dipublikasikan dan membantu cara mempublikasikan artikel para dosen ke jurnal nasional atau prosiding nasional.
Articles
348 Documents
Daur Ulang Sampah Botol Plastik Melalui Kreativitas Kerajinan Tangan Menjadi Barang Bernilai Ekonomi Di Desa Lemahbang Pasuruan
Enik Sulistyowati;
Muhammad Mujiono;
Khoirotul Hikmah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.926 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.942
Polusi lingkungan oleh pembuangan bahan polimer terutama plastik menimbulkan efek negatif padakesehatan bumi dan sekitar 4.9 miliar ton plastik dibuang sembarangan dimana hal tersebut diikutipula dengan berdirinya perusahaan penghasil sampah plastik yang tersebar di seluruh Indonesia.Kontribusi sampah plastik penyumbang terbesar kerusakan lingkungan di Indonesia sehinggapemerintah mempunyai program untuk mengurangi sampah plastik dengan salah satu recycle sampahplastik. Salah satu daur ulang limbah plastik saat ini adalah daur ulang sampah botol plastik menjadikarya seni tinggi dan bisa menghasilkan nilai ekonomis seperti kegiatan yang dilakukan di desaLemahbang Kecamatan Sukorejo kabupaten Pasuruan sebagai bentuk usaha mengurangi sampahplastik dengan membuat karya daur ulang sampah botol plastik menjadi miniatur sepeda motor.Dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan evaluasi kagiatan dilakukan bersamadengan perwakilan dari semua dusun yang ada di Lemahbang beserta ibu – ibu PKK dan juga kepaladusun beserta kepala desa menjadikan kegiatan sangat aktif dan kondusif, apalagi mendatangkanentrepreneur kondang yang langsung mendemonstrasikan langkah – langkah proses daur ulangsampah botol plastik menjadi miniatur sepeda motor dengan berbagai model. Dengan adanya kegiatandaur ulang sampah botol plastik ini bisa memunculkan ide – ide kreatif dari masyarakat lemahbangdan menumbuhkan jiwa entrepreneur untuk bisa menghasilkan karya – karya terbaik hasil daur ulangsampah botol plastik yang secara otomatis bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualanhasil karya yang dipasarkan baik secara offline maupun online melalui media sosial.
Desain Aviary dan Taman Kelinci dengan Konsep Biomimicry di Wisata Kampung Kelengkeng Desa Simoketawang Sidoarjo
Darmansjah Tjahja Prakasa;
Febby Rahmatullah Masruchin;
Putri Eka Ayu Nabila;
Anindya Shafa Ayu Chandraningtiyas;
Alfinto Deonova Koeswanto;
Dava Ahmad;
Mochammad Fany Firdiansyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1852.217 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.943
Desa Simoketawang adalah desa yang dikenal sebagai Wisata Kampung Kelengkeng. Fasilitas yang sudah terbangun adalah Kebun Kelengkeng, Pujasera dan Ruko Bumdes. Permasalahannya adalah bahwa fasilitas yang terbangun belum mampu meningkatkan pengunjung secara signifikan. Sehingga perlu fasilitas menarik yaitu Aviary dan Taman Kelinci sebagai tujuan pengabdian masyarakat ini. Fasilitas ini bermanfaat untuk memperkuat dan mendukung sebagai sebuah Wisata Kampung Kelengkeng. Kebaruan desain Aviary dan Taman Kelinci ini terletak pada konsep Biomimicry dengan pendekatan dari kulit buah kelengkeng dan prilaku kelinci. Konsep desain Aviary dan Taman Kelinci menggunakan metode pendekatan Biomimicry yaitu meniru dari sesi bentuk dan proses pada objek alam. Tahapan desain ini terdiri empat tahap yaitu: Tahap Survei Lapangan, Tahap Pemahaman Obyek, Tahap Penetapan Konsep dan Tahap Desain. Setiap tahapan terdapat pelibatan masyarakat di Desa Simoketawang meliputi Kepala Desa, Perangkat Desa, Bumdes Simodjojo Makmur, Karang Taruna dan Masyarakat. Hasil dan pembahasan pertama adalah Tahap Survei Lapangan melalui tinjauan lokasi, pengukuran lahan dan pendataan obyek. Hal ini dilakukan dengan sketsa, wawancara, mem-foto dan mem-video dengan target menemukan karakter lokasi. Kedua, Tahap Pemahaman Obyek berisi kajian literatur dan studi banding dengan target menemukan karakter obyek dan karakter pelaku. Ketiga adalah Tahap Penetapan Konsep yang didasarkan pada temuan karakter obyek, karakter pelaku dan karakter lokasi. Keempat adalah Tahap Desain yang berisi gambar layout plan dan gambar perspektip. Pelibatan masyarakat secara bertahap terdapat pada semua proses desain berupa sumbangan dana, pikiran, pengambilan keputusan, dan representatif. Kesimpulan Desain Aviary dan Taman Kelinci merupakan desain yang khas dengan menggunakan konsep Biomimicry, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Pelibatan masyarakat dilakukan dalam seluruh proses desain dari berbagai elemen masyarakat.
Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Komunitas Kesehatan Paedicare
Catur Wulandari;
Ira Dwijayanti;
Nanda Fadhilah Witris Salamy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1087.22 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.944
Masa 1000 HPK merupakan golden period yang menentukan tumbuh kembang anak di masa depan. Guna mewujudkan tumbuh kembang maksimal perlu terpenuhinya kebutuhan gizi di masa 1000 HPK. Pemenuhan kebutuhan gizi dapat optimal jika pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan ibu tentang gizi baik. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang gizi masa 1000 HPK. Edukasi gizi diberikan melalui WAG dan zoom agar dapat menjangkau peserta komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampel pada kegiatan ini dipilih dengan teknik purposive sampling yang harus memenuhi kriteria inklusi yaitu peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan edukasi dan mengisi lembar pretest dan posttest. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh sebanyak 4 (19%) responden memiliki skor pengetahuan 100 sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi menjadi 15 (71,4%) responden yang mendapatkan skor pengetahuan 100. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan ada peningkatan skor pengetahuan tentang gizi 1000 HPK setelah diberikan edukasi. Edukasi yang diberikan secara terus menerus dan konsisten akan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memenuhi gizi di masa 1000 HPK. Pentingnya edukasi gizi untuk terus diberikan kepada masyarakat, dengan memanfaatkan teknologi yang saat ini terus berkembang. Pemberian edukasi bisa melalui media sosial yang bisa menjangkau masyarakat luas.
Edukasi Makanan Sehat Menggunakan Media Puzzle dan Food Model Terhadap Pengetahuan Siswa TKIT Harum
Anugrah Linda Mutiarani;
Viera Nu’riza Pratiwi;
Fildzah Karunia Putri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.527 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.946
Berdasarkan data primer pengukuran status gizi di TKIT Harum diketahui bahwa siswa yang mengalami underweight sebesar 27,6%. Hasil wawancara secara mendalam dengan Kepala Sekolah menyebutkan bahwa banyak siswa yang tidak suka mengkonsumsi sayur dan memilih jajanan yang kurang sehat yang ada di depan sekolah. Pengenalan dan pembiasaan mengkonsumsi makanan sehat harus dilakukan sejak dini, untuk meningkatkan imunitas dan menstimulus pertumbuhan secara optimal. Pengenalan makanan sehat pada anak membutuhkan edukasi dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, sehingga anak mampu untuk memahami pola makan sehat. Puzzle isi piringku dan food model merupakan media edukasi yang melibatkan anak secara aktif untuk ikut bermain dan mengenal makanan sehat dengan menyenangkan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 6 bulan. Jumlah sasaran sebanyak 46 siswa TKIT Harum. Metode pelaksanaan pengabdian ini diawali dengan pembuatan media puzzle isi piringku yang disesuaikan dengan usia sasaran (4-6 th) dan persiapan food model. Setelah media siap, dilaksanakan edukasi kepada siswa yang diawali dengan pretest, kemudian pembagian kelompok untuk permainan puzzle dan food model, dan pelaksanaan postest. Seluruh siswa sangat antusias dan bersemangat selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah ada peningkatan pengetahuan siswa tentang makanan sehat, sebelum pemberian edukasi, siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar sebanyak 63% dan mengalami peningkatan menjadi 87% setelah edukasi. Media puzzle dan food model dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di sekolah untuk siswa.
Edukasi Makanan Sehat untuk Mencegah Diabetes Mellitus Di RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal, Surabaya
Rizki Nurmalya Kardina;
Pratiwi Hariyani Putri;
Mia Puspitasari;
Andreas Putro Ragil;
Eka Putri Zuhriyah;
Nur Faizah;
Dinda Sekar Arum
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.634 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.947
Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik progresif yang ditandai dengn adanya peningkatan kadar gula darah atau yang sering disebut dengan hiperglikemi karena adanya penurunan fungsi sekresi atau penurunan fungsi sekresi insulin yang dapat menyebabkan resistensi insulin didalam tubuh seseorang. Edukasi pengaturan nutri merupakan salah satu cara untuk membantu memperbaiki kesehatan untuk penderita diabetes mellitus dalam mempertahankan berat badan normal serta mempertahankan kadar glukosa darah, serta untuk mencegah terjadinya komplikasi akut maupun kronik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang makanan sehat untuk mencegah diabetes mellitus. Metode yang dilakukan adalah mengumpulkan warga khususnya ibu – ibu PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya untuk dilakukan pengecekan kadar gula darah dan diberikan edukasi makanan sehat untuk mencegah diabetes mellitus. Edukasi disampaikan dengan cara pertemuan langsung pada ibu – ibu PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya dengan media yang digunakan untuk meningkatkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait makanan sehat untuk mencegah penyakit diabetes mellitus adalah poster dan bookleat. Pengukuran pemahaman dan pengetahuan ibu – ibu PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya digunakan dengan menggunakan metode pre test dan post test. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengundang ibu ibu PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya dari 18 responden yang telah mendapatkan edukasi terkait dengan makanan sehat untuk mencegah penyakit diabetes mellitus adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan yang dinilai dari pretest dan posttest. Berdasarkan hasil rata – rata nilai yang didapatkan saat pretest adalah 30,5 dan setelah mendapatkan edukasi nilai posttest mendapatkan 91,9. Pengukuran kadar glukosa darah rata rata dari 18 Ibu ibu PKK didapatkan hasil sebanyak 17 responden (94,4%) memiliki kadar glukosa < 200 mg/dl, dan hanya 1 responde (5,6%) memiliki kadar glukosa > 200 mg/dl. Makanan yang sehat adalah makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit diabetes mellitus salah satunya tingginya bahan makanan yang dikonsumsi yang mengandung antioksidan
Edukasi Pemberian Ekstrak Zingiber Afficine (Jahe Merah) Untuk Mengontrol Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
Linta Meyla Putri;
Linta Meyla Putri;
Caturia Sasti Sulistyana;
Marline Merke Mamesah;
Iswati I
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (530.909 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.948
Mortality rate Hipertensi di Kota Surabaya per 100.000 penduduk mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat menurukan tekanan darah adalah ekstrak zingiber afficine (jahe merah). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi penatalaksanaan hipertensi dan memberikan terapi non farmakologis dengan ekstrak jahe merah (zingiber afficine) bagi penderita hipertensi. Nonequivalent Control Group Design (Pretest dan Posttest) pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi non farmakologis ektrak jahe selama 5 hari dan edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, pemberian leaflet, pemutaran video dan diskusi. Hasil uji wilcoxon menunjukkan p-value= 0,001, terdapat perubahan yang signifikan terkait pengetahuan penatalaksanaan hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Salah satu predisporsing factor yaitu tingkat pengetahuan hipertensi yang baik akan mempermudah terjadinya perubahan perilaku Terdapat perubahan tekanan darah penderita hipertensi sesudah diberikan ekstrak jahe merah selama 5 hari (p-value=0,000). Perubahan tekanan darah dan pengetahuan penatalaksanaan hipertensi dipengaruhi oleh predisporsing factor yaitu terkait pengetahuan tentang hipertensi dan enabling factor dengan penyediaan alternatif terapi non-farmakalogis berupa produk ekstrak jahe merah yang rutin dikonsumsi.
Gerakan Pencegahan Obesitas di RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya
Kartika Yuliani;
Farah Nuriannisa;
Rizki Nurmalya Kardina;
Khofifah Nurwahidin;
Dinda Sekar Arum;
Eka Putri Zuhriyah;
April Liana Ucik Nadia;
Nur Faizah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.924 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.949
Pencegahan malnutrisi terutama overweight dan obesitas bagi remaja dan dewasa merupakan salah satu cara yang tepat untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan seperti sindroma metabolic dan penyakit tidak menular. Skrining status gizi di masyarakat menjadi syarat yang perlu dipenuhi agar malnutrisi dapat dideteksi, ditangani maupun dicegah. Saat ini, skrining status gizi di warga RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya belum dilakukan secara rutin. Oleh sebab itu, tim pengabdian masyarakat ini melakukan kegiatan skrining status gizi yang dipadu dengan edukasi gizi dan senam aerobik sebagai upaya pencegahan obesitas pada sasaran. Kegiatan ini melibatkan 18 orang sasaran yang terdiri dari remaja dan wanita usia subur yang dipilih berdasarkan saran dari stakeholder. Kegiatan dimulai dengan senam aerobik bersama, kemudian dilanjutkan dengan edukasi gizi dan skrining status gizi sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh sasaran mampu menjawab kuis edukasi gizi dengan benar serta antusias terhadap kegiatan yang diselenggarakan. Hasil skrining status gizi menunjukkan 11 dari 18 sasaran tergolong dalam kategori overweight dan obesitas sehingga pelaksana kegiatan juga memberikan materi tambahan tentang obesitas pada sasaran. Melalui kegiatan ini, sasaran juga disarankan untuk menerapkan senam aerobik low impact secara rutin guna membantu menurunkan berat badan sasaran terutama sasaran yang overweight dan obesitas. Demi membantu mengurangi dan mencegah masalah overweight dan obesitas, sebaiknya program intervensi yang berkelanjutan juga dilakukan pada sasaran.
Inovasi Serbuk Jamu sebagai Pengobatan Alternatif dalam Meningkatkan Perekonomian di Desa Sekuro
Sadullah Assa’idi;
Mahallib Mahallib;
Gun Sudiryanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.984 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.950
Di masa pandemi ini, masyarakat sangat membutuhkan produk-produk yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Banyak produk-produk yang dapat diinovasi untuk meningkatkan kesehatan seperti makanan dan juga minuman, salah satunya yaitu jamu yang merupakan produk minuman herbal yang sudah dikenal masyarakat sejak dulu. Program kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan nilai tambah pada Jamu sebagai pengobatan alternatif. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini untuk berupaya membantu mitra dalam mengatasi permasalahan dan memotivasi mitra dalam mengembangkan usahanya. kegiatan ini dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pemilik usaha Jamu Asyifa. Untuk meningkatkan produk Jamu Asyifa, jamu ini sudah dikemas dalam berbagai kemasan yang menarik dan praktis, dan juga dengan berbagai rasa yang bervariasi sehingga dapat dinikmati semua kalangan dari anak–anak hingga dewasa.
JAMU SEGAR (Jaga Masa Menopause Sehat dan Bugar)
Lenna Maydianasari;
Nonik Ayu Wantini;
Jacoba Nugrahaningtyas Wahjuning Utami;
Melani Maranressy;
Fika Handayani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1504.157 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.951
Umur harapan hidup (UHH) merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan di Indonesia. UHH pada tahun 2021 di DIY tertinggi secara nasional yaitu sebesar 76,89 tahun. Dengan demikian penduduk DIY, khususnya wanita memiliki kesempatan hidup sejak masa menopause lebih lama. Namun wanita pada masa menopause mengalami banyak gejala dan keluhan. Hasil studi pendahuluan pada wanita usia 40-59 tahun di Dusun Sentikan didapatkan tiga permasalahan pokok yaitu mengalami keluhan penurunan fisik, psikososial maupun seksual, jarang melakukan aktivitas olahraga rutin untuk menjaga kebugaran tubuh dan belum pernah melakukan skrining kanker serviks maupun kanker payudara. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran wanita sejak masa perimenopause. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu participatory learning action (PLA) yang diintegrasikan dengan kegiatan aktivitas fisik bersama dalam bentuk senam pencegahan osteoporosis serta pemeriksaan kesehatan. Subjek kegiatan sejumlah 32 orang yang memenuhi kriteria usia perimenopause (40-59 tahun). Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2022 dengan hasil pre dan post test menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan mayoritas cukup (47,05%) dan meningkat menjadi baik (65%). Senam pencegahan osteoporosis dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2022 dengan hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT) dan kadar gula darah dalam kategori normal, tes keseimbangan tubuh tidak normal.. Skrining kanker serviks dengan IVA tes dilaksanakan pada tanggal 24 September 2022 dengan hasil semua negative. Wanita perimenopause di Dusun Sentikan memperoleh peningkatan pengetahuan untuk menjaga kesehatan pada masa menopause, meningkat kebugarannya dengan senam pencegahan osteoporosis serta terpantau kesehatannya dengan pemeriksaan kesehatan. Keberlanjutan dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran pada masa menopause perlu dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan dukungan tokoh masyarakat.
Knowledge and Practice Sharing Kuliah Kerja Profesi Ners Pada Kelompok Lansia Dalam Pengelolaan Penyakit Kolesterol Tinggi Pasca Pandemi
Raditya Kurniawan Djoar;
Anastasia Putu Martha Anggarani;
Angela Monica Matekohy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (808.182 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v2i1.952
Kuliah kerja profesi ners merupakan sebagai suatu bentuk kegiatan pendidikan yang menempatkan mahasiswa hidup bersama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dimana kali ini target sasarannya adalah kelompok lansia. Selama terjadinya pandemi covid 19, lansia menjadi salah satu kelompok di masyaraat yang juga terdampak khususnya mereka yang memiliki penyakit koleterol tinggi. Mereka tidak bisa melakukan pengelolaan penyakit tersebut dengan baik. Kegiatan pengabidan masyarakat ini bentujuan untuk memberdayakan lansia untuk bisa meningkatkan kemampuannya mereka secara mandiri dalam pengelolaan penyakit kolesterol tinggi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini mencakup pemberian pendidikan kesehatan yang betujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terkait pengelolaan penyakit kolesterol tinggi, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan ketrampilan dalam melakukan pengukuran kolesterol darah dan pengukuran tekanan darah secara mandiri. Selain itu juga dilakukan advokasi kepada puskesmas selaku pihak yang bertanggung jawab di wilayah tersebut untuk memodifikasi kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan posyandu lansia. Setelah dilakukan kegiatan tersebut didapatkan hasil bahwa adanya peningkatan pengetahuan serta ketrampilan lansia dalam pengelolaan penyakit kolesterol tinggi ke arah yang lebih baik serta adanya modifikasi kebijakan dari pihak puskesmas untuk pelaksanaan posyandu lansia bisa dilakukan asal tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal yang masih perlu dilakukan adalah pendampingan berkelanjutan kepada lansia supaya mereka lebih aktif berkegiatan secara mandiri memiliki kepercayaan diri dalam pengelolaan terhadap penyakit kolesterol tinggi.