Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk upaya untuk mengumpulkan para pelaksana dalam satu forum dalam mendeseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat ke publik agar masyarakat berdaya. Seminar nasional ini juga peserta berkesempatan mempresentasikan dan mendiskusikan hasil pengabdian kepada masyarakat yang berisi tentang inovasi, isu terbaru dalam berbagai bidang. Tujuan utama dari seminar nasional ini adalah Deseminasi hasil pengabdian agar masyarakat menjadi berdaya, Membuka jaringan ilmiah yang berkaitan dengan proses kolaborasi pengabdian kepada masyarakat, penulisan artikel, penerjemahan sampai review artikel untuk siap dipublikasikan dan membantu cara mempublikasikan artikel para dosen ke jurnal nasional atau prosiding nasional.
Articles
348 Documents
Menjaga Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Melalui Spiritual Mindfullnes di Masa Pandemi COVID-19
Riska Rohmawati;
Arif Helmi Setiawan;
Priyo Mukti Pribadi Winoto;
Ratna Yunita Sari;
Imamatul Faizah;
Faiqotul Ilmi;
Ahla Tamarof
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.978 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.916
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang tidak dapat disembuhkan dan sering membuat penderita mengalami kecemasan. Kecemasan tersebut terjadi karena pognosis penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi. Kecemasan dapat mempengaruhi aksis hipotalamus hipofisis yang dapat memperburuk kontrol gula darah. Spiritual mindfullnes merupakan salah satu terapi pemusatan perhatian dengan berbasis islami yang dapat diterapkan dalam mengatasi kecemasan dan menstabilkan kadar gula darah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatakan derajat kesehatan penderita DM dengan stabilnya kadar gula darah. Kegiatan ini dilakukan dengan pertemuan dilakukan prestest di awal pertemuan, pelatihan spiritual mindfullnes melalui video, dan post test di akhir pertemuan, yang diikuti oleh 23 peserta Pretest dan posttest dilakukan dengan pemberian kuesioner dan pemeriksaan kadar gula darah. Setelah pelatihan spiritual mindfullnes hampir seluruhnya (95,7%) penderita DM memiliki kadar gula dibawah 130mg/dl. Hasil program ini diperoleh peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 terutama pada pederita DM.
Strategi Pemberdayaan Potensi Kesehatan Melalui Sosialisasi Herbal Medicine di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajrin
Dwimantoro Iman Prlistyo;
Dwikoryanto;
Devi Maya Arista
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (708.945 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.917
Pengobatan herbal merupakan salah satu jenis pengobatan yang memanfaatkan zat aktif pada tanaman sehingga dapat memberikan efek terapeutik. Pada masa pandemi COVID-19 ini, diketahui bahwa terdapat beberapa herbal yang sering dipakai pada semua tingkat gejala COVID-19, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa kombinasi terapi herbal dan terapi medis dapat menjadi peluang untuk mengembangkan terapi COVID-19. Beberapa bahan herbal yang banyak digunakan di Indonesia sebagai pendamping terapi COVID-19 adalah jahe merah, meniran, cordyceps, sambiloto, daun sembung dan beberapa hebal lainnya. Bahan-bahan ini diekstrak senyawa aktifnya lalu diolah sebagai imunomodulator untuk penderita COVID-19. Potensi kesehatan melalui herbal medicine berpotensi sebagai strategi pemberdayaan masyarakat sehingga perlu disosialisasikan, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang herbal sederhana yang bermanfaat sebagai suplemen pendamping terapi COVID-19 di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini termasuk dalam sebuah agenda besar yaitu “Festival Santri Husada Bersatu Hadapi COVID-19”. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan sosialisasi secara daring (webinar). Sasaran kegiatan yaitu santri husada dan pengurus ponpes bidang kesehatan di pondok pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Pemberdayaan kepada dua sasaran ini diharapkan agar tidak hanya menyentuh warga internal ponpes, tetapi juga hingga ke masyarakat sekitar ponpes. Hasil pengabdian masyarakat ini memberikan peningkatan pengetahuan tentang herbal sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di lingkungan pondok pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dapat menjadi strategi untuk mengembangkan potensi kesehatan di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat memperoleh manfaat dari penggunaan herbal medicine pada masa pandemi COVID-19.
Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP ASI pada Bayi dan Balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya
Iis Fatimawati;
Diyah Arini;
Puji Hastuti;
Dwi Ernawati;
Qori’ Ila Saidah;
Astrida Budiarti;
Faridah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (850.634 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.918
Kecukupan gizi dalam makanan menentukan status gizi anak. Setiap bayi harus mendapatkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kebutuhan bayi akan nutrisi semakin meningkat seiring bertambahnya usia bayi, sedangkan terkadang ASI yang dihasilkan ibunya kurang memenuhi kebutuhan gizi bayi, Sehingga pada usia 6 bulan bayi mulai diperkenalkan dan diberikan gizi tambahan berupa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang bertujuan agar gizi bayi bisa terpenuhi. MPASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang benar akan sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak dan kecerdasannya. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai akan menimbulkan masalah dalam status gizi anak, salah satunya masalah gizi kurang dan gizi buruk. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan ibu usia subur tentang MPASI di lingkungan kampung nelayan Kelurahan Sukolilo Surabaya sehingga dapat menurunkan kejadian stunting. Metode : Salah satu upaya untuk mengatasi Kurang Gizi sejak dini pada anak adalah dengan penguatan informasi melalui program edukasi kesehatan pada ibu usia subur terkait pencegahan stunting dan kurang gizi pada bayi dan balita. Pelaksanaan edukasi kesehatan ini dilakukan secara langsung saat kegiatan posyandu Balita masyarakat di Kelurahan Sukolilo Surabaya. Hasil dan Pembahasan : Sebelum dilaksanakan penyuluhan dilakukan pengukuran dan pencatatan antropometri balita yang datang ke posyandu, di dapatkan hasil dari 128 peserta hanya 21,1 % saja yang mempunyai berat badan sesuai standar, sedangkan 78,9% balita memiliki berat badan yang kurang dari standar. Hal ini menunjukkan bahwa Sebagian besar balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya dalam kategori kurang dari standar. Dan setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan didapatkan data pengetahuan responden sudah baik 82%. Kesimpulan : pengaruh lingkungan, budaya, dan pengetahuan menjadi salah satu sebab terjadinya pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Diperlukan peran aktif orang-orang yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut untuk mengajak dan memberikan motivasi serta health education untuk menambah pengetahuan ibu terlebih dalam pemberian MP-ASI yang tepat dan benar sehingga ibu dapat berperilaku lebih tepat.
Edukasi dan Implementasi Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Melalui Terapi Berjemur di Pagi Hari
Ary Andini;
Rizki Nurmalya Kardina;
Endah Prayekti;
Evi Sylvia Awwalia;
Wandara Sekar Ayu Pramesti;
Brina Thursina Dibiasi;
Satya Nugraha Wirayudha;
Hamiduumajid Ballihg Ballihgoo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1344.863 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.919
Angka kematian akibat Diabetes Mellitus (DM) meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, edukasi dan implementasi program pencegahan DM perlu dikembangkan di masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan program terbagi menjadi dua program, seperti Webinar Nasional “Cegah Diabetes Mellitus dengan Terapi Rutin Berjemur Pagi” dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Program Terapi Berjemur Pagi yang dilaksanakan di Desa Jumputrejo RT 028 RW 009 Sukodono Kecamatan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Webinar Nasional diikuti oleh 141 peserta dan kegiatan sunbathing therapy pada pagi hari diikuti oleh 26 peserta. Materi Webinar Nasional meliputi (1) Mengenali gejala awal DM, (2) Pola makan sehat untuk mencegah DM, dan (3) Peran terapi berjemur untuk mencegah DM. Berdasarkan evaluasi hasil pemahaman materi mencapai skor rata-rata 74,54. Kegiatan rutin berjemur di pagi hari menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang diperiksa menggunakan Point of Care Testing (POCT) dari rata-rata 163 mg/dl pada hari 1 menjadi 141 mg/dl dengan tingkat keberhasilan program sekitar 73% peserta. Kegiatan edukasi dan implementasi terapi berjemur di pagi hari guna pencegahan DM mampu meningkatkan kesadaran untuk melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas di Pesantren Al-Jihad Surabaya
Handayani;
Endah Prayektib;
Suprapto Maat;
Ain Darojah Siddiq Ramadhana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1029.178 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.920
Kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia 2 tahun terakhir menyebabkan pemerintah menetapkan pembatasan sosial untuk mencegah penularan COVID-19. Dalam kondisi pembatasan sosial masyarakat diharapkan dapat mengobati sendiri untuk kasus penyakit ringan seperti batuk pilek, sakit kulit dan diare ringan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam hal menolong dirinya sendiri untuk mengatasi kasus penyakit ringan. Metode dengan melaksanakan webinar online Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas di lingkungan pondok pesantren Ponpes Al-Jihad Surabaya Kegiatan ini diikuti 25 orang santri terpilih. Materi yang di sampaikan meliputi penjelasan tentang golongan obat bebas dan bebas terbatas, penyakit penyakit ringan yang sering di alami santri dan dapat di obati sendiri seperti sakit gangguan lambung (maag), sakit kulit akibat jamur(panu, kadas), sakit kulit akibat tungau (scabies/gudig) serta demam batuk pilek (flu). Hasil pre test dan post test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri tentang penggunaan obat bebas dan bebas terbatas, namun peningkatan pengetahuan belum maksimal, diduga karena pelaksanaan webinar secara online sehingga kurang efektif. Kesimpulan dari kegiatan yang dilaksanakan memberikan hasil positif, namun masih kurang efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri tentang penggunaan obat bebas dan bebas terbatas. Perlu penyuluhan secara berkala agar pengetahuan santri lebih meningkat lagi.
Pengabdian Kepada Masyarakat Deteksi Dan Penanganan Dini Hipertensi Dengan Air Kelapa
Masroni;
Annisa Nur Nazmi;
Sholihin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (982.489 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.921
Pendahuluan: Kampung BATARA (Baca Taman Rimba) terletak di tepi hutan berada di Lingkungan Papring. Kampung ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, dan berada di ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Lokasi dan infrastruktur yang masih kurang memadai ini akan bedampak pada segi pendidikan maupun layanan kesehatan karena jauhnya fasilitas kesehatan sehingga memungkinkan akan berakibat fatal jika terjadi kompilkasi hipertensi seperti strok atau penyakit lainya jika tidak tertangani dengan segera. Tujuan: Melatih kemandirian masyarakat terhadap masalah kesehatan, dengan adanya Pendidikan Kesehatan tentang deteksi dini Hipertensi dan penanganan dengan air kelapa serta cara melaksanakan pengukuran tekanan darah untuk mencegah penyakit jantung, ginjal, otak serta lainnya. Metode: Pelaksanaan pengabdian ini meliputi 3 tahapan, tahap pertama; sosialisasi kegiatan yang akan dilakukan, identifikasi kebutuhan, identifikasi potensi dan kelemahan yang ada serta membuat pengorganisasian kegiatan, tahap kedua; tahap pelaksanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi dengan cara peer group dan komprehensif, sedangkan tahap ketiga, monitoring dan evaluasi dalam rangka mencapai keberhasilan kegiatan. Hasil: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini warga mengetahui tentang penyakit Hipertensi mulai dari faktor penyab maupun faktor pendukung terjadinya penyakit Hipertensi, selain itu Warga mampu menyebutkan pencegahan yang harus dilakukan serta komplikasi yang ditimbulkan dan penanganan dini dengan menggunakan air kelapa. Peningkatan skill/praktik dalam melakukan pengukuran tekanan darah juga dilaksanakan dengan lancar dalam membekali warga BATARA mengontrol tekanan darahnya. Kesimpulan Warga kampung BATARA mampu mencegah penyakit Hipertensi dengan air kelapa serta mampun melaksanakan pengukuran tekanan darah secara mandiri dalam rangka mencegah Hipertensi dan komplikasinya.
Membangun Kompetensi Generasi Emas Melalui Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
Onie Meiyanto;
Miftahul Huda
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (625.012 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.923
Setahun terakhir ini dunia dibingungkan dengan satu keadaan pandemi yang disebabkan oleh Virus Covid-19 tidak satupun negara yang tidak mengalami Kontraksi, baik secara ekonomi maupun kesehatan. Hal ini tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan pada masing-masing negara. Kompetensi adalah menjadi solusi kunci dalam menyambut kesiapan kita pada Kondisi bonus demografi. Penguatan kompetensi bisa dilaksanakan dengan membangun konsep dan implementasi kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis indikator Standar program pelatihan vokasi (Pelatihan berbasis kompetensi) dan Output satuan unit kompetensi yang dominan terhadap kerja lulusan peserta Pelatihan Vokasi. Rancangan peneliti dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk mengembangkan Program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri yang diterapkan oleh lembaga pelatihan vokasi (Balai Latihan Kerja) terhadap pencapain hasil kompetensi peserta pelatihan. Merujuk pada definisi diatas dapat penulis sampaikan bahwa Konsep kompetensi merujuk pada tiga aspek penting yang sering kita sebut sebagai KSA, Knowledge(Pengetahuan), Skill (keterampilan) dan Attitude (sikap). Dalam mengembangkan program dan kurikulum yang terintegrasi Antara pendidikan dan pelatihan Vokasi dengan konsep: Proses identifikasi GAP melalui Analisa Kebutuhan pelatihan Vokasi, desain Kurikulum Pelatihan Vokasi melalui Hasil Analisa Kebutuhan pelatihan untuk kemudian membangun Arsitektur kurikulum dan sertifikasi Kompetensi sebagai indikator kendali hasil Pendidikan dan pelatihan Vokasi di balai latihan kerja . untuk metode pelatihan Vokasi yang perlu dkembangkan adalah dengan melakukan Perubahan struktur industri dan transformasi bidang ketenagakerjaan dan perbaikan rantai suplai tenaga kerja. Konsep ini perlu pendekatan desain kurikulum pelatihan yang terintegrasi dengan program kurikulum pendidikan vokasi. dalam artian untuk membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing dan kompeten peserta pealtihan tidak hanya berhenti setelah pelatihan berakhir. Namun perlu upgrade kompetensi melalui pembelajaran pengalaman kerja dan portofolio dan tidak lagi melalui pengulangan pengetahuan dasar/awal
Santriwati Sehat, Bebas Anemia di Pondok Pesantren Al Hidayah 2 Bangkalan
Dini Setiarsih;
Pratiwi Hariyani Putrib;
Choirotussanijjah;
Risma Defva Santoso;
Irena Desanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (879.706 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.924
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 3-4 dari 10 remaja Indonesia menderita anemia. Anemia dapat berdampak pada menurunnya aktivitas dan prestasi belajar karena kurangnya konsentrasi. Beberapa studi yang telah dilakukan di berbagai pondok pesantren menunjukkan adanya kejadian anemia di kalangan santri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pencegahan anemia di kalangan santriwati di pondok Pesantren Al Hidayah 2 Bangkalan. Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi gizi, pemeriksaan kadar hemoglobin dan pemberian tablet tambah darah. Edukasi gizi dilakukan sebanyak dua kali, diawali dengan pre test, diakhiri dengan post test. Pemeriksaan kadar hemoglobin dengan pengambilan sampel darah kapiler. Hasil yang diperoleh adalah 101 orang sasaran mendapatkan edukasi gizi, 72 orang menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin dan 10 orang dengan kadar hemoglobin rendah mendapatkan tablet tambah darah. Nilai rerata skor pengetahuan santriwati meningkat dari 6,88 pada saat pre test menjadi 9,82 pada post test. Dan 9 dari 10 orang dengan kadar hemoglobin rendah yang mendapatkan tablet tambah darah mengalami kenaikan kadar hemoglobin. Dengan demikian, pencegahan anemia di kalangan santriwati di Pondok Pesantren Al Hidayah 2 Bangkalan dapat dilakukan dengan edukasi gizi dan pemeriksaan hemoglobin. Dari hasil pemeriksaan hemoglobin, santriwati yang mengalami anemia pun mendapatkan tablet tambah darah sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin.
Pemeriksaan Skrining Covid-19 Kepada Pegawai Laboratorium Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari di Masa Pandemi
Notrisia Rachmayanti;
Bastiana Bermawi;
Diyan Wahyu Kurniasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (857.21 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.925
COVID-19 telah menjadi pandemi sejak Januari 2020. COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV 2 yang menyebar melalui droplet dan airborne sehingga petugas kesehatan rentan tertular. RSI Surabaya Jemursari telah merawat pasien COVID-19 dan melakukan pemeriksaan PCR SARS-CoV 2 sehingga skrining rutin menjadi hal yang sangat perlu dilakukan pada pegawai laboratorium. Kegiatan dilaksanakan dengan mengidentifikasi pegawai laboratorium RSI Surabaya Jemursari untuk kemudian dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Kemudian dilakukan pengambilan swab nasofaring untuk pemeriksaan antigen serta pengambilan darah untuk pemeriksaan antibodi yaitu IgG dan IgM anti SARS-CoV 2. Pemeriksaan dilakukan pada 31 pegawai laboratorium RSI Surabaya Jemursari. Sebanyak 1 orang dengan keluhan infeksi saluran pernafasan atas didapatkan hasil antigen SARS-CoV 2 positif serta IgG dan IgM anti SARS-CoV 2 reaktif. Sebanyak 1 orang dengan keluhan infeksi saluran pernafasan atas didapatkan hasil antigen SARS-CoV 2 positif tetapi hasil IgG dan IgM anti SARS-CoV 2 non reaktif. Hasil skrining juga mendapatkan sebanyak 8 pegawai tanpa keluhan infeksi saluran nafas atas yang memiliki hasil antigen SARS-CoV 2 negatif, IgM anti SARS-CoV 2 non reaktif tetapi memiliki IgG anti SARS-CoV 2 reaktif. Sedangkan sisanya sebanyak 21 orang dengan hasil antigen SARS-CoV 2 negatif, IgG dan IgM anti SARS-CoV 2 non reaktif. Skrining COVID-19 bermanfaat mendeteksi populasi yang rentan di RSI Surabaya Jemursari sehingga penanganan dini dapat dilakukan untuk mencegah kematian serta mencegah penularan pada rekan kerja maupun masyarakat sekitar tempat pegawai tersebut tinggal. Skrining COVID-19 diharapkan pula dapat menjadi strategi untuk mencegah penambahan kasus dan transmisi penularan COVID-19 secara global.
Membangun Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Melalui Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Desa Weru Kabupaten Jombang
Tatik Muflihah;
Nailul Authar;
Muhammad Zarkasih Noer;
Yusuf Muhammad;
Muhammad Safiudin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (930.725 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.926
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun ekonomi kreatif melalui daur ulang sampah pada bank sampah masyarakat desa Weru Kab. Jombang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa bank sampah masyarakat desa Weru Kab. Jombang memberdayakan masyarakat sekitar dengan mengadakan kegiatan daur ulang sampah rumah tangga yang memiliki nilai tambah menjadi yang bernilai ekonomis. Dimana tahapan pemberdayaan yang berlaku di bank sampah masyarakat desa Weru Kab. Jombang meliputi penyadaran, pengorganisasian, kaderisasi, dukungan teknis dan pengelolaan sistem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berkontribusi pada model pengelolaan bank sampah yang telah berhasil dalam mewujudkan model ekonomi kreatif masyarakat desa dengan sistem bank sampah yang memiliki implikasi secara ekonomis bagi masyarakat sekitar yang berdampak sebagai efek domino kondisi pandemik covid-19 secara ekonomi. Dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat keberadaan bank sampah desa Weru Kab. Jombang yakni terciptanya gerakan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan sampah rumah tangga.