cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29620430     EISSN : 29642493     DOI : https://doi.org/10.57235
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia is published twice a year: January and July. E-ISSN: 2964-2493 (Elektronik) P-ISSN: 2962-0430 (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, S.Pd., M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata Receive articles from research and community service in the fields of: 1. Education 2. Economy 3. Social 4. Politics 5. Law 6. Religion 7. Technology 8. Health 9. Culture etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 973 Documents
Training in Processing Indonesian Special Foods and Sharing Nutritious Food with the Young Generation of Karo Regency Albert, Albert; Susanto, Agus; Kosasih, Hengky
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5045

Abstract

The training focuses on managing Indonesian traditional cuisine and disseminating nutritious food to the younger generation, with the objective of showcasing the rich diversity of Indonesian culinary heritage. This curriculum instructs on traditional food processing methods utilizing local resources, while promoting the significance of a nutritious diet and balanced nutrition. Participants get theoretical knowledge and practical experience in the selection, preparation, and presentation of nutritious meals. Furthermore, students are encouraged to provide nutritious food to anyone in need, particularly children and disadvantaged families, to cultivate empathy and social consciousness. This initiative connects the youth with the culinary legacy of the archipelago, promotes a healthy lifestyle, and incorporates local food components. Consequently, the younger generation is anticipated to serve as catalysts for change, prioritizing personal health and community well-being while enhancing quality of life sustainably.
Efektivitas Penggunaan Sistem Pelayanan Melengkapi Identitas Orang Terlantar (Sipintar) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru Husni, Mohd Rizalul; Sujianto, Sujianto
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5586

Abstract

Sipintar merupakan singkatan dari Pelayanan Melengkapi Identitas Orang Terlantar yang merupakan salah satu program dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru dalam membantu serta memudahkan masyarakat dalam kepengurusan dokumen kependudukan sehingga masyarakat dapat mendapatkan pelayanan yang dapat diakses secara online. Pada penelitian peneliti menggunakan teori menurut Campbell (1989) dalam Mutiarin (2014) dengan 5 (lima) indikator : Keberhasilan Program, Keberhasilan Sasaran, Kepuasan terhadap program, Tingkat output dan input, Pencapaian tujuan menyeluruh. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana efektivitas Program Pelayanan Melengkapi Identitas Orang Terlantar Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta wawancara dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pada Pelayanan Melengkapi Identitias Orang Terlantar terdapat beberapa faktor penghambat sehingga mengakibatkan pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru tidak berjalan dengan efektif.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GQGA Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPAS pada Murid Kelas V SD Inpres Mattontongdare Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa Mukminah, Mukminah; Yunus, Muh; Iskandar, Arifuddin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5376

Abstract

This research is a classroom action research that aims to increase interest and learning outcomes of social studies through the application of a GQGA-type cooperative learning model in grade V students of SD Inpres Mattontongdare, West Bajeng District, Gowa Regency. The subject of this study is a grade V student of SD Inpres Mattontongdare in West Bajeng District, Gowa Regency with a total of 28 students, consisting of 14 male students and 14 female students. This research was carried out in two cycles, namely cycle I which was carried out 3 meetings (the first and second meetings for the learning process and the third meeting for the assessment of science and science learning outcomes) and cycle II was also carried out 3 meetings. The two cycles were carried out for 2 months plus summarizing all existing research results. The results of the study show that the application of the GQGA-type cooperative learning model has succeeded in significantly increasing students' interest in learning. In the first cycle, students' interest in learning was recorded to only reach 67%, but after the application of this model in the second cycle, students' interest in learning increased rapidly to 88%. This shows that the GQGA-type cooperative learning model is effective in arousing students' enthusiasm and involvement in the learning process, thereby increasing their motivation to learn better. The GQGA-type cooperative learning model has also proven to be very effective in improving student learning outcomes in science and science subjects. In the first cycle, only 61% of students achieved completeness, while 39% did not achieve completeness. However, in the second cycle, the number of students who did not complete dropped dramatically to only 7%, and the number of students who completed increased to 93%. This shows that the application of the GQGA-type cooperative learning model can help students understand the material better and achieve optimal results in social science learning.
Teror Geng Motor Sebagai Masalah Sosial Perkotaan H, St Hasmawati; Ahmadin, Ahmadin; Bakhtiar, Bakhtiar
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6025

Abstract

Teror geng motor di perkotaan telah menjadi salah satu masalah sosial yang mendalam, memberikan dampak signifikan terhadap ketertiban, keamanan, dan keharmonisan sosial di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab teror geng motor, dampak yang ditimbulkan, serta upaya penanggulangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teror geng motor dipicu oleh faktor ekonomi, sosial, dan identitas kelompok yang didorong oleh kurangnya perhatian keluarga dan rendahnya tingkat pendidikan. Dampak yang ditimbulkan mencakup ketidakamanan masyarakat, kerugian ekonomi bagi pelaku usaha kecil, serta penurunan keharmonisan sosial di masyarakat. Upaya penanggulangan dari pemerintah dan masyarakat telah dilakukan melalui peningkatan penegakan hukum, pemberdayaan pemuda, serta edukasi sosial, meskipun tantangan seperti koordinasi antar lembaga dan pengaruh media sosial masih menjadi hambatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mengatasi masalah teror geng motor, diperlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan berbagai pihak, dan mengedepankan solusi yang lebih humanis serta pemberdayaan remaja melalui pendidikan dan kegiatan sosial yang positif.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dan Pemanfaatan Media Canva Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Murid Kelas V.B di UPT SPF SDN Gunung Sari I Makassar Weda, Rahma; Yunus, Muh; Iskandar, Arifuddin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5251

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of science and science through the application of the Two Stay Two Stray type cooperative learning model and the use of Canva media in grade V.B at UPT SPF SDN Gunung Sari I Makassar. The research method used is classroom action research which consists of planning, implementation, observation, and reflection to continue to make improvements and evaluations. The subject of this study is students of class V.B at UPT SPF SDN Gunung Sari I Makassar with a total of 22 students, consisting of 8 boys and 14 girls. This research was carried out in two cycles, namely cycle I which was carried out 3 meetings (the first and second meetings for the learning process and the third meeting for the assessment of science and science learning outcomes) and cycle II was also carried out 3 meetings. The two cycles were carried out for 2 months plus summarizing all existing research results. The results of the study show that the application of the Two Stay Two Stray type cooperative learning model and the use of Canva media can improve student learning outcomes in science and science learning in class V.B at UPT SPF SDN Gunung Sari I Makassar. This is evidenced by the increase in the average percentage of student learning outcomes in each cycle. In the first cycle, the average student learning outcome was 67 with a learning completion percentage of only 50%. In cycle II, there was a significant increase with the average student learning outcome of 81 with the percentage of learning completion having reached 86%. This means that the average percentage of student learning outcomes has exceeded the set success criteria of 75%.
Perbandingan Hasil Belajar Maharah Kalam Dalam Penerapan Outdoor Learning dan Indoor Learning pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas VIII SMP IT Insan Cendekia Madani Mandalle Kabupaten Pangkep Haeruddin, Nurwahidah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5894

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol nonequivalent, yang merupakan karakteristik penelitian quasi-eksperimental. Selama tahun ajaran 2024–2025, penelitian ini dilakukan di kelas delapan di SMP IT ICM Mandalle. Dua puluh siswa membentuk Kelas VIII A, kelompok eksperimen, dan dua puluh siswa membentuk Kelas VIII B, kelompok kontrol; total empat puluh siswa. Metode seperti dokumentasi, pengujian, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Metode untuk menganalisis data menggunakan SPSS untuk statistik deskriptif dan inferensial. Temuan penelitian mengungkapkan hal berikut: 1) siswa kelas delapan di SMP IT ICM Mandalle yang diajarkan maharah kalam metode intdoor Learning mencapai hasil belajar yang cukup (skor rata-rata: 65,50). 2) Hasil belajar maharah kalam untuk anak-anak yang diajarkan di lingkungan luar ruangan sangat baik, dengan skor rata-rata 86,00. 3) Nilai signifikansi 0,00 0,05 diperoleh dari uji sampel independen, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok siswa. Siswa yang metode Indoor Learning memiliki skor rata-rata 66,50 dalam kategori sedang, sementara siswa yang metode outdoor Learning memiliki skor rata-rata 86,00 dalam kategori Sangat Baik. Ketika membandingkan hasil N-Gain siswa kelas delapan di SMP IT ICM Mandalle, mereka yang diajar di kelas dengan rata-rata 0,21 termasuk dalam kategori rendah, sementara mereka yang metode Outdoor Learning dengan rata-rata 0,65 termasuk dalam kategori sedang. Implikasi untuk hasil pendidikan maharah kalam diangkat oleh penelitian ini. Guru harus meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mereka dalam teknologi untuk lebih mendukung pembelajaran siswa dan memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Metode pembelajaran yang efektif memainkan peran penting dalam hal ini. Untuk memberikan siswa pendidikan yang lebih menyeluruh, direkomendasikan agar mereka menggabungkan strategi pembelajaran dalam dan luar ruangan untuk bahasa Arab. Ini akan membantu mereka menjadi pembicara publik (maharah kalam) yang lebih baik.
Taubat dan Penyesalan pada Nasyīd Anā Al-‘Abd oleh Syekh Misyārī Rāsyid Al-‘Afāsī Rahmi, Nur Laelatul; Ahmad, Muhsin; Pallawagau, Baso
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5496

Abstract

Artikel ini mengalisis lirik nasyīd anā al-‘abd oleh syekh Misyārī Rāsyid Al-‘Afāsī dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Michael Riffaterre. Lebih spesifik, artikel ini mengkaji bagaimana hasil pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik pada lirik nasyīd. Data primer penelitian ini diambil dari liirk nasyīd anā al-‘abd yang diambil dari salah satu album syekh Misyārī Rāsyid Al-‘Afāsī yang berjudul “Qalbī al-Ṣagīr” pada tahun 2006 dan diunggah dalam kanal youtube “Alafasy” pada 3 April 2014. Adapun data sekunder diperoleh dari berbagai sumber berupa buku-buku, tulisan-tulisan, artikel, jurnal dan karya-karya ilmiah terdahulu lainnya yang memiliki hubungan dengan pembahasan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa nasyīd anā al-‘abd melalui pembacaan heuristik, berisi pengakuan dosa, perasaan bersalah, dan permohonan ampun secara eksplisit. Sedangkan melalui pembacaan hermeneutik mengandung makna mendalam tentang perjalanan spiritual seorang hamba dari keputusasaan menuju harapan akan pengampunan Tuhan, selaras dengan konsep taubat dalam Islam.
Implementasi Program Reintegrasi Sosial Narapidana dalam Pemenuhan Hak Memperoleh Pekerjaan Naidha, Indi; Saleh, Mohammad
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5698

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi program reintegrasi sosial bagi mantan narapidana serta strategi pemerintah dalam mengatasi stigma sosial yang menjadi hambatan utama dalam pemenuhan hak atas pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research, sementara analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola efektivitas kebijakan dan faktor penghambat dalam reintegrasi sosial. Dengan pendekatan ini, penelitian bertujuan memberikan wawasan yang lebih komprehensif serta rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan efektivitas program pemasyarakatan di Indonesia. Implementasi program reintegrasi sosial merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan guna memastikan mantan narapidana dapat kembali ke masyarakat secara produktif. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menjadi dasar hukum bagi program pembinaan dan reintegrasi sosial, termasuk peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam mendukung adaptasi pasca-pembebasan. Untuk mengatasi stigma sosial, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan, seperti kampanye kesadaran publik dan program edukasi berbasis komunitas guna mengubah persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana. Tantangan struktural, seperti kurangnya koordinasi antar-lembaga dan minimnya keterlibatan sektor swasta, masih menjadi kendala utama dalam membuka akses kerja bagi mantan narapidana. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif, termasuk insentif bagi perusahaan, penghapusan hambatan administratif, serta penguatan kebijakan afirmatif guna membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif. Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis kebijakan yang berkelanjutan, mantan narapidana dapat memperoleh kembali haknya serta berkontribusi secara produktif dalam masyarakat.
Analisis Strategi Guru dalam Mengembangkan Literasi dan Numerasi Matematika Siswa SMAN 21 Bone Nurhaerani, Nurhaerani; Trisnowali MS, Andi; Aspikal, Aspikal
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5466

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan literasi dan numerasi matematika siswa SMAN 21 Bone. Data yang diperoleh merupakan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, dan wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 21 Bone menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengembangkan literasi dan numerasi  matematika yaitu dengan mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari, memberikan kesempatan kepada siswa untuk merepresentasikan kembali hasil pengerjaannya didepan kelas dan juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menarik kesimpulan dengan logis, Guru juga menggunakan alat peraga atau media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan literasi dan numerasi matematikanya. Guru juga sering memberikan contoh soal yang isinya membutuhkan literasi dan numerasi, dengan demikian akan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi matematikanya.
Peran Industri Pertahanan Dalam Meningkatkan Kemanan Maritim Guna Mendorong Visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Sholihah, Tyan Hidayatus; Waluyo, Dangan; Jupriyanto, Jupriyanto; Putro, Tri Guntoro Sukarno
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5115

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan potensi ekonomi maritim mencapai 1.338 miliar dollar AS per tahun. Hal ini membuat Indonesia tidak lepas dari berbagai ancaman militer maupun non militer. Beberapa ancaman ini membuat kondisi keamanan Indonesia yang menjadi tidak stabil dan mengganggu upaya Indonesia dalam mewujudkan misi sebagai ”poros maritim dunia”. Potensi ancaman tersebut membutuhkan pertahanan negara yang kuat yang dapat mencakup seluruh wilayah secara maksimal. Sehingga diperlukan lembaga atau instansi yang bertujuan menjaga keamanan dan pertahanan maritim negara. Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI merupakan lembaga yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan diwilayah yurisdriksi Indonesia. Namun saat ini kebutuhan kapal patroli Bakamla masih jauh dari ideal. Oleh karena itu dalam paper ini akan dibahas penyebab dari potensi ancaman keamanan maritim Indonesia dilihat dengan perspektif sytem thinking, serta bagaimana pengadaan alutsiskamla mempengaruhi keamanan maritim Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan kuantitatif untuk memahami ancaman keamanan maritim Indonesia dampak dari pengadaan alutsiskamla berupa kapal patroli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab potensi ancaman keamanan maritim Indonesia adalah kurang optimlanya kapal patroli Bakamla yang hanya memenuhi 53% kebutuhan kapal ideal, yang berdampak pada cakupan patroli area yaitu 51% dari total luas perairan dan yurisdiksi Indonesia. Langkah solutif untuk meningkatkan infrastruktur Bakamla adalah pengadaan kapal patroli baru. Solusi ini terbukti efektik karena berdasarkan perhitungan Internal Strategic Factor Analysis Summary (IFAS) dan Enternal Strategic Factor Analysis Summary (EFAS) setelah dilakukan SWOT, edua faktor strategis, baik internal maupun eksternal, memiliki nilai solusi yang lebih tinggi secara total daripada ancaman keamanan maritim, yaitu faktor internal 4.1818 dibanding 4.52173 dan faktor internal yaitu 3.975 dibanding 4.225.