cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
EFEKTIVITAS INFUSA RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) SEBAGAI GASTROPROTEKTOR PADA TIKUS DENGAN MODEL TUKAK LAMBUNG Joko Santoso
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.059 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.119

Abstract

Penggunaan obat-obatan golongan NSAID seperti asetosal sangat banyak dipergunakan oleh masyarakat sehingga dapat menyebabkan tukak lambung. Tukak lambung merupakan kerusakan pada jaringan mukosa dan sub mukosa. Indonesia kaya akan bahan obat tradisional seperti kunyit yang dapat berfungsi sebagai bahan obat anti tukak lambung.Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keefektifan pemberian ekstrak rimpang kunyit sebagai gastroprotektor. Metode : Desain penelitian experiment laboratory post design, Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur Wistar berumur 2-3 bulan, dengan berat badan 100-250 gram terbagi menjadi 6 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 hewan uji terbagi secara random yaitu K.I (kunyit 50 mg/200g BB), K.II (kunyit 100 mg/200g BB), K.III (Kunyit 200 mg/200g BB), K.IV (sukralfat 72 mg /200g BB), K. V (asetosal 90 mg / 200 g BB) dan K.VI (tanpa perlakuan). Semua perlakuan diberikan secara oral selama tujuh hari. Pengamatan berupa makroskopik dan mikroskopik lambung tikus. Hasil penelitian : Kelompok III mempunyai gastroprotektor terbesar dibanding dengan kelompok lain ditunjukkan dari jumlah lesi, luas lesi, skor kerusakan, jumlah sel mast dan sel eosinofil lebih rendah bila dibandingkan kelompok yang diberikan asetosal (p < 0,05). Namun perbedaan kelompok tersebut sangat bermakna dan signifikan secara statistik (p > 0,05). Kesimpulan : Kelompok III (Kunyit 200mg/200g BB) memberikan efek anti tukak dan gastroprotektor yang bagus.
ANALISIS KEBUTUHAN KOMUNITAS UNTUK KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT PADA ASPEK KESEHATAN MENGHADAPI BENCANA BANJIR BANDANG DI AFDELING GUNUNG PASANG, DESA SUCI, KECAMATAN PANTI, KABUPATEN JEMBER Dhyani Ayu Perwiraningrum; Rahmat Hidayat; Fatwa Sari Tetra Dewi
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.144 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.120

Abstract

Preparedness is an important steps in efforts to disaster risk reduction on vulnerable communities. Afdeling Gunung Pasang classified as disaster-prone areas in flashflood, so that the community requires preparedness. To develop the necessary preparedness in community it needs analysis. The analysis includes assessing felt needs and fulfillment of normative needs, especially in the aspect of health for disaster risk reduction. In Indonesia, there are several criteria for fulfilling the health needs of disaster include the provision of clean water and sanitation, foods and clothing, health services, psychosocial services andshelters.Purpose: The main objective of this study for knowing about the community needs to develop a community preparedness in health by felt needs and fulfillment normative needs to prevent flashflood disaster in Afdeling Gunung Pasang, Suci Village, Panti Sub-Regency, Distric of Jember Method: This was a qualitative study with phenomenological approach. The main informan were community of Afdelling Gunung Pasang as well as, supporting informan were leaders of community, head of village office, stakeholder of community (Perusahaan Daerah Perkebunan) and stakeholder of disaster management (intitution of local government) in District of Jember. The main informan for focus group discussion were determined with purposive technique. Data collecting by focus group discussion, in depth interview, and observation. To validate the data was bytriangulation method and source. Findings: Many kind of felt needs finding in community to develop a community preparedness in health. Study by social representation of community experience in disaster, community needs stimulus such as training emergency response, fulfillment tools, disaster information and coordination with stakeholder. The needs aims to health prevention and observing dangerous zone in Afdeling Gunung Pasang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DENGAN UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) DI PUSKESMAS DEPOK III SLEMAN TAHUN 2016 Erni Suryaningsih; Amalina Trisusilani
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.517 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.121

Abstract

Berdasarkan data United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) pada tahun 2011 banyak perempuan hamil (41%) menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang meningkatkan kemungkinan kesakitan maternal terutama pada trimester ketiga (7-9) dan meningkatkan risiko melahirkan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan hasil Riset KesehatanDasar (Riskesdas) 2012 menunjukan prevalensi KEK secara nasional mencapai 13,6%, di Yogyakarta sendiri sebesar 17,6% dan di Kabupaten Sleman 4,55%. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Depok III Sleman pada tahun 2015 terdapat 89 (8,9%) ibu hamil dengan LILA kurang dari 23,5 cm. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentangKekurangan Energi Kronik (KEK) dengan Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) di Puskesmas Depok III Sleman. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan purposive sampling. Subyek yang diteliti adalah 92 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Intrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner tertutup dan pengukuran LILA menggunakan metlin. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil Penelitian :Hasil penelitian ini menunjukan adahubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) (Chi Square = 0,935) dan secara statistik sangat bermakna (Sig = 0,000 atau sig< 0,05). Kesimpulan :Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan Ibu hamil tentang KEK dengan ukuran LILA.
ANALISA KUALITATIF MINYAK ATSIRI HASIL EKSTRAKSI BUNGA MELATI (Jaminum sambac) DENGAN METODE ENFLURAGE MENGGUNAKAN VASELIN ALBUM DAN MARGARIN KUNING Aniceta Regina; Rahma Aliya
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.227 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.122

Abstract

Bunga melati (Jasminum sambac) memiliki aroma wangi yang khas sehingga sering digunakan dalam pembuatan parfum atau industri kosmetik dan memiliki kandungan linalool, geraniol, eugenol dan minyak atsiri. Proses ekstraksi minyak atsiri yang paling baik untuk jenis bunga melati adalah dengan menggunakan metode enflurage. Ekstraksi minyak atsiri bunga melati dengan enflurage dapat dilakukan dengan menggunakan lemak dingin seperti vaselin album dan margarin kuning. Perlu dilakukan penelitian analisa kualitatif minyak atsiri bunga melati menggunakan vaselin album dan margarin kuningdengan metode enflurage. Tujuan : Mengetahui secara kualitatif minyak atsiri hasil ekstraksi bunga melati dengan metode enflurage menggunakan vaselin album dan margarin kuning. Metode : Penelitian eksperimen. Minyak bunga melati diekstraksi dengan metode enflurage menggunakan vaselin album dan margarin kuning. Uji kualitatif meliputi uji warna, bau, kelarutan dalam alkohol dan uji bercak. Hasil : Uji kualitatif minyak atsiri bunga melati menggunakan vaselin album mempunyai bau khas melati, berwarna kuning muda, larut dalam alkohol 96%, dan tidak meninggalkan bercak/noda, begitupun dengan hasil uji kualitatif minyak atsiri menggunakan margarin kuning mempunyai bau khas melati, berwarna kuning muda, larut dalam alkohol 96% dan tidak meninggalkan bercak. Kesimpulan : vaselin album dan margarin kuning mampu mengisolasi minyak atsiri dalam bunga melati (Jasminum sambac). Analisa kualitatif minyak atsiri yang di enflurage dengan vaselin album dan margarin mempunyai bau seperti tanaman asalnya yaitu bau bunga melati, berwarna kuning muda, larut dalam alkohol dan tidak meninggalkan bercak.
PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) DALAM PENINGKATAN KADAR HORMON PRODUKSI ASI (PROLAKTIN DAN OKSITOSIN) SERTA JUMLAH NEUTROFIL NEONATUS DARI IBU POST SEKSIO SESARIA DI YOGYAKARTA Amalina Tri Susilani; Hari Kurniawan
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.557 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.123

Abstract

Latar Belakang: Ketidaknyamanan dan nyeri pada bekas operasi seksio sesaria penyebab ASI tidak keluar pada hari pertama post partum. Dua hormon yang sangat penting dalam produksi ASI ini, yaitu hormon prolaktin untuk produksi ASI dan hormon oksitosin untuk pengaliran ASI. Usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu setelah melahirkan dapat dilakukan pemberian nigella sativa yang mempunyai sifat lactagagum karena unsur lipid serta polifenol, yang berguna untuk menstimulasi produksi ASI.Tujuan Penelitian: Mengetahui pemberian jintan hitam (nigella sativa) dalam peningkatan kadar hormon produksi ASI (prolaktin dan oksitosin) serta jumlah neutrofil pada neonatus dari ibu post partum dengan seksio sesaria.Metode Penelitian: Jenis penelitian quasy eksperiment dengan rancangan non equivalen control group design. Penelitian di lakukan di RS Permata Bunda Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini secara non probability sampling dengan metode purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi: ibu post partum dengan SC hari 1-7, BBLNCB, putting menonjol, ibu tidak mengkonsumsi alkohol dan tidak merokok, kehamilan aterm. Kriteria eksklusi: ibu post SC dalam 24 jam belum mobilisasi miring, ibu yang mengalami komplikasi, ibu yang mengkonsumsi obat penurun tekanan darah, alergi jintan hitam, ibu yang sedang mengkonsumsi jamu atau suplemen pelancar ASI.Hasil Penelitian: Analisis Independent t-test pemberian jintan hitam terhadap kadar hormon prolaktin didapatkan pada kelompok perlakuan didapatkan 95% CI (115,29-176,34), t-value (5,37) dan p-value (0,000) dan kelompok kontrol 95% CI (57,51-132,30) t-value (3,75) , sedangkan terhadap kadar hormon oksitosin didapatkan 95% CI (70,93-126,33), t-value (8,93) dan p-value (0,000), sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 95% CI (38,56-77,07) t-value (5,10) dan p-value (0,000). Pengaruh terhadap neitrofil yaitu 95% CI (48,65-56,72), t-value (-1,19) dan p-value (0,244).Kesimpulan: Pemberian jintan hitam (nigella sativa) pada ibu postpartum dengan seksio sesarea dapat meningkatkan kadar hormon produksi ASI. Jintan hitam tidak mempengaruhi jumlah neutrofil pada neonatus.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL Dwi Ratnaningsih; AA Subijanto; Argyo Demartoto
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.378 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.124

Abstract

Latar Belakang: Acquired Imune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang di sebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV/AIDS di Indonesia sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1987 hingga kini jumlah penderitanya makin meningkat,secara kumulatif jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia dari 1 April 1987 sampai dengan 30 Juni 2014 mencapai 142.950 penderita HIV dan 55.623 penderita AIDS, dan telah merenggut 9.760 jiwa. Wanita pekerja seks komersial dan pelanggannya merupakan seseorang yang sangat beresiko tinggi dalam menularkan penyakit HIV/AIDS karena melakukan perilaku seksual yang tidak aman dan tanpa menggunakan kondom. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor –faktor yang mempengaruhi perilaku pencehagan HIV/AIDS pada wanita pekerja seks komersial.Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta dengan sampel wanita pekerja seksual di lokalisasi tersebut sebanyak 160 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi logistik.Hasil: terdapat pengaruh positif yang secara statistik tidak signifikan dari pendidikan (OR= 1,33; CI=95%; 0,64 hingga 2,78 ; p = 0,450) terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS. Terdapat pengaruh positif yang secara statistik signifikan dari ketersediaan kondom (OR= 0,10; CI=95%; 0,03 hingga 0,38; p = 0,001) terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS. Terdapat pengaruh positif yang secara statistik signifikan dari pengetahuan (OR= 2,31; CI=95%; 1,16 hingga 4,61; p = 0,018) terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS.Kesimpulan: faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pencegahan HIV/AIDS yaitu pengetahuan dan ketersediaan kondom.
CORRELATIONS LEVEL OF PATIENT SATISFACTION TO MEDICAL RECORD SERVICE IN THE REGISTRATION PLACE OF OUTPATIENT IN PUSKESMAS JETIS II BANTUL, 2016 Sukma Kusuma Astuti; Anas Rahmad Hidayat; R. Haryo Nugroho
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.542 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.125

Abstract

Background: The health system should seek to enhance the level of public health in order to improve the quality of life, standard of living, intelligence and welfare. One of the health care systems in the community is a community health center (Puskesmas). One of the existing health centers in Yogyakarta is Puskesmas Jetis II Bantul. It has not had an officer of medical records yet. Officers working at the patient registration are two people from high school graduates and some patients still complain with the service provided, such as long waiting times at the registration section, friendliness and officers’ slow reaction in serving patients, and accuracy in filling the patient's identity. If all aspects that should be applied do not appropriate it will be influential in improving the quality and the quality of Puskesmas it self.Objective: Knowing the level of patient satisfaction, service quality of medical record, the characteristics of respondents by sex, age, education and job. Knowing the level of patient satisfaction in the Medical Record in Registration Place of Outpatient in Puskesmas Jetis II Bantul.Method: Observational analytical quantitative with cross sectional approachResults: The views of patients towards quality of medical record service, 87.5% of respondents had a good answer. Patient satisfaction with services of Medical Record, 83% of respondents was satisfied. Characteristics of respondents by sex 50% males and 50% respondents’ characteristics based on the latest education was that 38,7% was primary school graduates, while 23,9% were laborers. From the correlation test results showed that the value of correlation coefficient was 0.450, then the Sig. (2-tailed) was 0,000. This showed that p <0,05 meant Hα accepted.Conclusion: There is a positive correlation of 0,450 or 45% between service quality and service level of patient satisfaction with medical record in Patient Registration of Puskesmas Jetis II Bantul.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DOKTER DENGAN KELENGKAPAN CATATAN LAPORAN OPERASI DI RSU QUEEN LATIFA YOGYAKARTA TAHUN 2016 Rina Yulida; Ibnu Mardiyoko; Sri Darmanto
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.722 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.126

Abstract

Rekam medis yang baik dan bermutu harus memenuhi indikator-indikator kelengkapan, keakuratan, tepat waktu dan memenuhi aspek hukum. Tujuan Mengetahui Hubungan Karakteristik Dokter berdasarkan Jenis Kelamin, Umur dan Masa Kerja dengan Kelengkapan Catatan Laporan Operasi Di RSU Queen Latifa. Metode penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua berkas laporan operasi tahun 2015. Sampel penelitian ini adalah 166 berkas rekam medis dengan menggunakan metode purpossive sampling. Uji Statistik menggunakan Uji Chi Square(X2). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan karakteriktik dokter berdasarkan Jenis Kelamin (nilai p 0,02) umur (nilai p 0,02) dan masa kerja (nilai p 0,00) dengan kelengkapan laporan operasi. Ada hubungan antara karakteristik dokter dengan kelengkapan laporan operasi dengan nilai p(0,00). Jumlah laporan operasi yang pengisiannya lengkap oleh dokter yang berkarakteristik jenis kelamin perempuan, umur 25-45 dan memiliki masa kerja > 3 tahun lebih banyak dibanding dokter yang berkarakteristik laki-laki, umur 46-65 tahun dan masa kerja 1-3 tahun.
HUBUNGAN PERSEPSI KUALITAS LAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN REKAM MEDIS DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN PUSKESMAS SEDAYU 2 BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2015 Rizka Miftahul Jannah; Siti Nuryati; Harpeni Siswatibudi
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.392 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.127

Abstract

INTISARI: “Satisfaction is a person’s feelings of pleasure or disapointment resulting from comparing a product’s percieved performance (or outcome) in relation to his or her expectations” (kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi terhadap kinerja suatu barang atau jasa dan harapan-harapannya, Kottler dalam Hendroyono, 2007). Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengindraan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indra atau juga disebut proses sensory. Namun proses tersebut tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi (Walgito, 2004). Sedangkan menurut pendapat lain, persepsi adalah suatu proses yang mana seseorang menyeleksi, mengorganisasikan, dan mengartikan informasi untuk memperoleh gambaran dunia yang berarti (Philip Kotler dan Gary Armstrong dalam Sari, 2009). Jadi persepsi konsumen terhadap kualitas jasa yang merupakan penilaian menyeluruh atas keunggulan jasa yang ditawarkan oleh organisasi pelayanan kesehatan berdasarkan pengalaman mereka sendiri saat bertransaksi atau mendapatkan pelayanan jasa di perusahaan atau organisasi pelayanan kesehatan tersebut.Tujuan: Diketahuinya persepsi pasien terhadap kualitas layanan, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Rekam Medis, karekteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan serta hubungan antara persepsi kualitas layanan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rekam medis di tempat pendaftaran pasien Puskesmas Sedayu 2.Metode: Kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional.Hasil: Persepsi pasien terhadap kualitas layanan 86% pasien berpersepsi positif. Kepuasan pasien terhadap pelayanan Rekam Medis 83% pasien puas. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin 50% laki-laki dan 50% perempuan, sedangkan menurut usia 30% adalah remaja akhir. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan yaitu 55% adalah lulusan SMA, sedangkan menurut pekerjaan 21% adalah Ibu Rumah Tangga. Dari hasil uji korelasi didapatkan hasil, bahwa nilai correlation coefficient adalah 0,556, kemudian nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,000. Hal ini menunjukan bahwa p < 0,05 berarti Hα diterima.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif sebesar 0,556 atau 55,6% antara persepsi kualitas layanan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Rekam Medis di Tempat Pendaftaran Pasien Puskesmas Sedayu 2 Bantul.
PENGARUH JENIS KELAMIN, PAJANAN MEDIA, PERAN TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL, KEDEKATAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN Yulia Yekti Subekti; Argyo Demartoto; Adi Prayitno
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Volume 7, Nomor 2, November Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.995 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i2.128

Abstract

Latar Belakang : Tingkah laku anak jalanan mencakup aktivitas yang berisiko Penyakit Menular Seksual. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh jenis kelamin, pajanan media, peran teman sebaya, pengetahuan Penyakit Menular Seksual, kedekatan keluarga terhadap perilaku berisiko Penyakit Menular Seksual pada anak jalanan.Subjek dan Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan desain penelitian observasional dengan pendekatan analitik cross sectional. Penelitian ini dilakukan di terminal Tidar Kota Magelang. Jumlah sampel sebesar 60 anak jalanan yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil Penelitian : Ada pengaruh yang secara statistik signifikan dari jenis kelamin (b = 1.87 ; CI 95 % 0.97 hingga 2.78 ; p = 0.001), pajanan media (b = 0.44; CI 95 % 0.24 hingga 0.64; p = 0.001), peran teman sebaya (b = 0.10; CI 95 % 0.01 hingga 0.19 ; p = 0.036), pengetahuan Penyakit Menular Seksual (b = -0.17 ; CI 95 % -0.29 hingga -0.05 ; p = 0.007), kedekatan keluarga (b = -0.29; CI 95 % -0.42 hingga -0.16 ; p = 0.001) terhadap perilaku berisiko Penyakit Menular Seksual.Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna antara jenis kelamin, pajanan media, peran teman sebaya, pengetahuan Penyakit Menular Seksual, kedekatan keluarga terhadap perilaku berisiko Penyakit Menular Seksual pada anak jalanan.

Page 9 of 18 | Total Record : 173