cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PUBERTAS PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH III DEPOK SLEMAN Hani Latifah; Kusminatun; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.92 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.129

Abstract

Abstrak : Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan kematangan fungsi seksual. Untuk daerah sleman ada total penduduk 1,141,684 jiwa, pria yang berjumlah 574,891 jiwa, dan untuk jumlah wanita ada 566,793 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan Tentang Pubertas pada Remaja putri kelas VIII Di SMP Muhamadiyah III Depok Sleman. Jenis penelitian ini adalah diskriptif. Lokasi penelitian ini adalah di SMP Muhamadiyah III Depok Sleman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII yang berjumlah 64 siswi. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data menggunakan perhitungan persentase yang kemudian dikategorikan menjadi baik, cukup, kurang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa remaja putri yang tingkat pengetahuan baik 40,4%, cukup 26,9%, kurang 32,7%. Tingkat pengetahuan tentang pubertas pada remaja putri kelas VIII sebagian besar dalam kategori baik.
FACEBOOK MESSENGER SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA STUDI DI SMP MUHAMMADIYAH DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Harpeni Siswatibudi; Ira Paramastri; Luthfan Lazuardi
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.039 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.130

Abstract

Abstract : Problems related to adolescent reproductive health, often stem from a lack of information, understanding and awareness to reach a state of healthy reproduction. Riset Kesehatan Dasar in 2013 than showed from the overall teen 10-24 years, the status are not married as much as 76.1%. In the group of adolescents with the status of unmarried males 3.0% and females 1.1% answered ever having sex. In addition there where the data of pregnancy at the age of less than 15 years at 2.6%. Given the development of social networking technologies and characteristics of young people, provision of adolescent reproductive health messages through facebook messenger can be used as a channel for the promotion of adolescent reproductive health. To determine the effectiveness of facebook messenger for promoting adolescent reproductive health. This quasi-experimental research, using the treatment group and the control group (nonequivalent control group design). The research sample were students of SMP Muhammadiyah I and SMP Muhammadiyah II Depok Depok many as 66 students. Instruments used in the form of a questionnaire. Analysis of the data was processed using different test averages and test different proportions. There were a difference in the improvement of knowledge between the control group and the treatment group indicated by p_value 0.000 (p < 0.05), but did not show any significant differences in the attitude (p > 0.05; p = 0.302) as well as the intention to avoid premarital sexual behavior (p > 0.05; p = 0.777). There were the effect of the message Adolescent Reproductive Health through facebook messenger to the increase in the mean score of knowledge, but there was no significant difference in mean values attitudes and intentions away from the teens in premarital sexual behavior.
ANALISIS KETEPATAN PENGKODEAN DIAGNOSIS BERDASARKAN ICD-10 DENGAN PENERAPAN KARAKTER KE-5 PADA PASIEN FRAKTUR RAWAT JALAN SEMESTER II DI RSU MITRA PARAMEDIKA YOGYAKARTA Ni Kadek Lusi Rusliyanti; Anas Rahmad Hidayat; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.571 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.132

Abstract

Abstrak : Coding memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu kode yang perlu diperhatikan adalah kode diagnosis kasus fraktur. Pengkodean kasus fraktur wajib menerapkan karakter ke-5, apabila tidak dilakukan penerapan karakter ke-5, maka akan terjadi kesalahan kode dan menyebabkan kerugian bagi rumah sakit. Mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis berdasarkan ICD-10 dengan penerapan karakter ke-5 pada pasien fraktur rawat jalan semester II di RSU Mitra Paramedika Tahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional yang bersifat deskriptif. Populasi yang digunakan adalah seluruh berkas rekam medis pasien fraktur rawat jalan pada semester II tahun 2015 dengan sampel yang berjumlah 86 berkas rekam medis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi yaitu pengamatan secara langsung terhadap berkas rekam medis untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosa. Hasil analisis menunjukan bahwa dari total sampel 86 berkas, persentase kode diagnosis yang tepat adalah 10,5% sedangkan persentase kode diagnosis yang tidak tepat adalah 89,5%. Rendahnya tingkat persentase ketepatan kode diagnosis disebabkan oleh beberapa hal, seperti tulisan dokter tidak rapi dan sulit dipahami oleh petugas, sebagian diagnosis kasus fraktur pada berkas rekam medis tidak disertai dengan keterangan close atau open, sehingga petugas hanya mengkode sampai karakter ke 4. Persentase tingkat ketepatan kode diagnosis khususnya pada kasus fraktur sangat rendah dan belum mencapai angka 100%. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti tulisan dokter tidak rapi dan sulit dipahami oleh petugas dan juga sebagian diagnosis kasus fraktur pada berkas rekam medis tidak disertai dengan keterangan close atau open.
RATA-RATA KENAIKAN BERAT BADAN ANTARA PEMAKAIAN KB SUNTIK KOMBINASI DENGAN DMPA DI RUMAH BERSALIN AMANDA SLEMAN TAHUN 2014-2015 Paradian Setya Dewi; Amalina Tri Susilani; Harpeni Siswatibudi
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.274 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.133

Abstract

Abstrak : Efek samping kontrasepsi suntik yang paling tinggi frekuensinya adalah kenaikan berat badan. Efek berlanjut dari kenaikan berat badan adalah obesitas yaitu dapat menimbulkan peningkatan lemak darah, tekanan darah tinggi, jantung koroner, dan stroke. Hormon progesteron merupakan salah satu penyebab terjadinya kenaikan berat badan. Mengetahui perbedaan rata-rata kenaikan berat badan antara pemakaian KB suntik kombinasi dengan DMPA di RB Amanda tahun 2014-2015. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah akseptor KB suntik kombinasi 50 akseptor dan KB suntik DMPA 50 akseptor. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Menggunakan data sekunder. Sampel objek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dicatat dalam lembar observasi. Data dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Mann Whitney U Test dengan α = 0,05. Umur terbanyak yaitu pada usia 20-30 tahun sebanyak 34 akseptor (68%). Berdasarkan status pekerjaan yang paling banyak adalah ibu rumah tangga berjumlah 34 akseptor (68%) dan jumlah kelahiran atau paritas terbanyak adalah primipara (1 kelahiran) berjumlah 37 akseptor (74%). Terdapat hubungan positif yang sangat lemah antara umur, pekerjaan, dan paritas terhadap kenaikan berat badan yaitu KB Suntik DMPA (R2 = 0,023) 97,7 % dan KB suntik kombinasi (R2 = 0,039) 96,1 %. Berdasarkan analisis uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test dengan α (0,05) didapatkan hasil P-value(0,000) < α (0,05) berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang bermakna secara statistik pada rata-rata kenaikan berat badan antara pemakaian KB suntik kombinasi dengan DMPA di RB Amanda Sleman tahun 2014-2015 (P-value= 0,000). Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada rata-rata kenaikan berat badan antara pemakaian KB suntik kombinasi dengan DMPA di RB Amanda Sleman tahun 2014-2015.
PENGARUH JENIS ADSORBEN DALAM PROSES ENFLEURASI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum Sanctum L.) Robi Faisal; Ratih Purwanti; Chotijatun N
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.874 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.134

Abstract

Abstrak : Telah dilakukan kajian pengaruh jenis adsorben dalam proses enfleurasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum Sanctum L.) terhadap efektivitas adsorbsi minyak atsiri. Adsorben yang digunakan yakni mentega kuning, mentega putih, dan vaselin album. Mentega kuning berasal dari lemak hewani, mentega putih berasal dari lemak nabati dan vaselin album berasal dari lemak hidrokarbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga adsorben memberikan hasil rendemen minyak atsiri yang berbeda. Rendaman minyak atsiri daun kemangi menggunakan adsorben mentega kuning adalah sebesar 4,22%, mentega putih sebesar 3,92% dan vaselin album sebesar 1,84%. Warna minyak atsiri yang dihasilkan menggunakan ketiga adsorben adalah kuning dengan bau khas daun kemangi.Di antara ketiga adsorben diketahui bahwa adsorben yang paling efektif adalah mentega kuning.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN KEPERAWATAN PADA INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AT-TUROTS AL ISLAMY SLEMAN Sri Utami; Amalina Tri Susilani; Fahmi Hakam
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.147 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.135

Abstract

Abstract : in the law of the republic of Indonesia Number 44 Year 2009, hospital is a comprehensive personal service institution that provide health service for impatients, outpatients, and emergency patients. One of the quality indicators of health service in the hospital is the medical record service. In Permenkes Decree No. 269 / Menkes / PER/ III/2008, Article 1, paragraph 1 states that, medical record is explained as files contain all notes and health services that has been received by patient. To observe the relation between nurses’ knowledge level of medical record and how comprehensive they fill the nursing documentation. This study used observational analysis with cross sectional approach. Subjects in this study were all nurses in At-Turots Al-Islamy public hospital, Sleman. The study objects were impatients medical record files that were analyzed with saturated sample technique. The study was conducted from April to May 2016 with questionnaire as study instrument. The obtained data then analyzed with bivariate an univariate analysis, where chisquare equation was used in bivariate analysis. The study showed the value of nurses’ knowledge was 23,07% (sufficient), and the comprehensiveness of nursing documentation in At-Taurots Al-Islamy public hospital, Sleman.
UJI EFEKTIVITAS ANTIMKROBIAL LENDIR BELUT (MONOPTERUS ALBUS) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Ubaidillah
Jurnal Permata Indonesia Vol 13 No 2 (2022): Volume 13 Nomor 2, November 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.179 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v13i2.167

Abstract

Tingginya kejadian resistensi terhadap antibiotik konvensional telah menumbuhkan minat para peneliti untukmengembangkan AMP (Antimicrobial peptides) sebagai obat alternatif bagi penderita dengan resistensi antibiotik.Antibiotik konvensional adalah senyawa antimikroba yang dibuat terutama dari isolasi bakteri atau jamur, misalnyapenisilin. Karena itu, pengembangan antimikroba baru sebagai pengganti antibiotik konvensional sangatlah pentinguntuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten. Antimicrobial peptides (AMP) adalah suatu grup molekulyang diproduksi oleh sel-sel dan jaringan dalam tubuh mahluk hidup yang berperan penting sebagai sistempertahanan tubuh, mulai dari prokariot hingga manusia diketahui memproduksi AMP di dalam tubuhnya AMPdiketahui berperan aktif sebagai antimikroba. Antimikroba peptida (AMP) ditemukan banyak terdistribusi di alamdan salah satunya adalah pada lendir ikan belut (Monopterus albus). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahuiefektifitas lendir belut (Monopterus albus) ) dan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambatpertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, menggunakan desainpenelitian analitik laboratorik. Rancangan penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek dari lendir belut(Monopterus albus) terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri, Escherichia coli. Hasil Uji ANOVAmenunjukkan bahwa ada perbedaan yang significan dari daya hambat yang dihasilkan oleh daya antimikroba lendirbelut, yaitu dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa lendir belut (Monopterus albus) )efektif mengandung zat antimikroba. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Lendir belut (Monopterus albus)mengandung zat Antimicrobial Peptida yang efektif menghambat pertumbuhan Escherichia coli, dan konsentrasiyang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli.adalah 100%
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Deteksi Dini Risiko Tinggi Pada Ibu Hamil Dengan Sikap Melapor Pada Tenaga Kesehatan Chici Riansih
Jurnal Permata Indonesia Vol 13 No 2 (2022): Volume 13 Nomor 2, November 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.6 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v13i2.168

Abstract

Latar Belankang : Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami, tetapi perlu perawatan diri yangkhusus agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Karena itu kehamilan yang normalpun mempunyai resikokehamilan, namun tidak secara langsung meningkatkan resiko kematian ibu. Keadaan tersebutdinamakan faktor resiko. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader tentang deteksidini risiki tinggi pada ibu hamil Di Manggulan, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta. Metode: Desain penelitianini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ada;ah kader posyandusebanyak 20 orang yang ada di wilayah kerja Manggulan, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta. Teknik sampelyang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Untuk mengetahui hubungan data yang berhasildikumpulkan kemudian dioleh dengan uji statistik Chi Square. Hasil : Pada penelitian ini dapat diketahui bahwatingkat pengetahuan kader dalam kategori baik tentang Deteksi Dini Risiko Tinggi Pada Ibu Hamil denganpersentase 11 (55,0%). Sebagian besar responden memiliki sikap perilaku baik untuk melaporkan semuakejadian yaitu 17 (85,0%). Ada hubungan tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini risiko tinggi ibu hamilterhadap sikap kader untuk melaporkan ketenaga kesehatan ditunjukkan dengan p-value 0,000 (<0,05).Kesimpulan : kelas kader dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan kader tentangdeteksi dini risiko tinggi kehamilan sehingga kader dapat berperan aktif mendeteksi ibu hamil berisiko untukmenurunkan angka kematian ibu dan bayi.Kata kunci : Pengetahuan, Kader Posyandu, Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko
ANALISIS PENYEBAB PENDING DAN TIDAKLAYAKBERKASKLAIM RAWAT JALAN JAMINAN KESEHATANNASIONAL(JKN) DI RSKIA SADEWA YOGYAKARTA TAHUN2022 Ahmad Yani Noor
Jurnal Permata Indonesia Vol 13 No 2 (2022): Volume 13 Nomor 2, November 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.984 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v13i2.169

Abstract

Latar Belakang: RSKIA Sadewa Yogyakarta merupakan rumah sakit tipe C yang masih terkendalaterhadap proses klaim. Berdasarkan laporan berita acara dari BPJS Kesehatan terdapat 36 berkas pendingklaim dari total berkas yang diajukan pada bulan Oktober-November yaitu 771 berkas dan 9 berkas tidaklayak klaim rawat jalan pada bulan Oktober-November tahun 2021. Pending klaim belumbisa dibayarkankarena harus direvisi dan dilakukan pemberkasan ulang supaya bisa diklaim ulang di bulan selanjutnya. Sedangkan untuk tidak layak klaim merupakan klaim yang tidak bisa diklaimkan kembali dan tidakdapatdirevisi. Karena pengajuan klaim yang pending dan tidak layak tersebut kemudian berdampak kerugianrumah sakit. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab pending dan tidak layak klaim berkas klaimrawat jalandi RSKIA Sadewa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengandesain penelitian studi kasus. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab pendingdantidak layak klaim berdasarkan method, material, man, machine, dan environment. Pada faktor methodseluruh petugas memahami dan mengetahui alur klaim BPJS Kesehatan. Pada faktor material terjadikekurangan dan ketidaklengkapan pengisian berkas. Pada faktor man terjadi kelalaian dan ketidaktelitianpetugas. Pada faktor machine proses klaim sudah menggunakan INA-CBGs versi terbaru. Pada faktorenvironment lingkungan ruang kerja cukup luas dan memadai. Kesimpulan: Faktor yang menjadi penyebabpending dan tidak layak berkas klaim rawat jalan di RSKIA Sadewa adalah faktor material (terjadikekurangan dan ketidaklengkapan pengisian berkas) dan man (terjadi kelalaian dan ketidaktelitian petugasdalam melakukan proses klaim).
Literature Review Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi Remaja Puteri Elly Naila Fauziah
Jurnal Permata Indonesia Vol 13 No 2 (2022): Volume 13 Nomor 2, November 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.87 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v13i2.170

Abstract

Remaja putri mengalami masa pubertas (perubahan dari masa anak-anak menjadi dewasa secara seksual), salahsatunya ditandai dengan menstruasi. Siklus menstruasi terbagi dua, yaitu normal (jarak menstruasi 28-35 hari)dan tidak normal (jarak menstruasi < 28 hari dan > 35 hari). Hasil RISKESDAS 2010 menunjukan sebanyak13,7 % perempuan indonesia dengan usia 10-59 tahun menstruasi tidak teratur dalam setahun terakhir. Remajaputri memiliki peranan penting dalam siklus kehidupan karena pertumbuhan dan perkembangannya andil dalammempersiapkan generasi mendatang. Maka dari itu, kesehatan reproduksinya penting untuk diperhatikan,dimulai dari menciptakan siklus menstruasi yang teratur, yang merupakan salah satu tanda perkembangan sistemreproduksi wanita. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode studiliteratur. Sumber data penelitian menggunakan data sekunder yang didapat dengan melakukan studi literatur darijurnal-jurnal yang sesuai dengan topik penelitian dari tahun 2011-2021 sebanyak 7 jurnal. Berdasarkan hasilliteratur review penulis, disimpulkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi keteraturan siklus menstruasiremaja diantaranya status gizi, asupan gizi, kecukupan asupan zat gizi makro, tingkat stress, Indeks Masa Tubuh(IMT), kadar HB, dan aktivitas fisik. Disamping itu, diketahui pula bahwa faktor dominan yang menyebabkanketeraturan siklus menstruasi remaja adalah status gizi. Saran bagi remaja, agar dapat menjaga status gizi,asupan gizi, kecukupan asupan zat gizi makro, tingkat stress, Indeks Masa Tubuh (IMT), kadar HB, danaktivitas fisiknya agar dapat mencapai keteraturan dalam siklus menstruasinya.Kata Kunci : Siklus Menstruasi Normal, Siklus Menstruasi Remaja

Page 10 of 18 | Total Record : 173