cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
KEBIASAAN SARAPAN DAN IMT/U PADA REMAJA PUTRI Endah Puji Astuti; Firda Putri Utami
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.765 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.109

Abstract

Latar Belakang: Sarapan merupakan waktu terpenting yang dapat menunjang kemampuanberpikir, bekerja, serta mencegah kekurangan/kelebihan gizi. Pola makan yang teratur,termasuk selalu membiasakan sarapan akan mendapatkan status gizi yang baik dan seimbang.Masih banyak dari mereka yang melewatkan sarapan karena berbagai alasan, terutama padaremaja awal. Dari studi pendahuluan pada 10 siswa putri di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta,50% responden mengaku jarang melakukan sarapan setiap harinya. Dan dari hasil pengamatan,sebagian besar yaitu lima orang responden terlihat berbadan gemuk. Tujuan: Diketahuinyagambaran kebiasaan sarapan dan IMT/U pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 1Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional rancangandeskriptif. Lokasi penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Waktu penelitian bulan Juli2016. Populasi sampel ini adalah 78 siswa yang sesuai kriteria inklusi Pengambilan sampeldengan menggunakan total sampling. Variabel penelitian yaitu dua variabel. Analisis datamenggunakan univariat. Hasil: Siswa mayoritas selalu melakukan sarapan sebesar 42,4%,kadang-kadang 33,3%, dan jarang 24,4%. IMT/U pada siswa mayoritas dalam kategori normalsebesar 66,7%, gemuk 15,4%, kurus 12,8%, sangat gemuk 3,8%, dan sangat kurus 1,3%.Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta melakukansarapan pagi dan hasil pengukuran IMT/U menyatakan sebagian besar responden memiliki IMTdengan kategori normal.
HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS MLATI II TAHUN 2017 Lediana Sabu Sogen; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.427 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.110

Abstract

One effort to suppress Infant Mortality Rate is withas soon as possible givecolostrum to newborns.Effort to give Colostrum is done with early breastfeedinginitiation. Early breastfeeding initiation is a strong enabling factor for exclusivebreastfeeding. The percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2013 was54.3%, and Early breastfeeding initiation was 34.5%. Purpose: To determine thecorrelation of early breastfeeding initiation with exclusive breastfeeding in children atMlati II Health Center. Methods: The research is an analytic observational study withcross sectional design. The population is 250 and 41 sample using purposive samplingtechnique. The independent variable is early breasfeeding initiation. The dependentvariable is exclusive breastfeeding. Data collection using questionnaire and check listthat analyzied with chi square test. Result: 75,6% respondents did early breastfeedinginitiation, 24,4% respondents no early breastfeeding initiation and 61,0% respondentsgave exclusive breastfeeding, 39,0% no exclusive breastfeeding. There is a significantcorrelation between early breastfeeding initiation with exclusive breastfeeding (ρ =0.002 < 0,05) Conclusion: There are is a correlation between early breastfeedinginitiation with exclusive breastfeeding among children in Mlati IIHealth Center .
UJI EFFEKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA ( Ziziphus maurtiana Lam. ) PADA MENCIT JANTAN ( Mus musculus ) DENGAN INDUKSI OLEUM RICINI Andi Adrianto; Joko Santoso; Edi Suprasetya
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.877 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.111

Abstract

Diare merupakan perubahan bentuk dan konsistensi feses menjadi lembek sampai cairdan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya dalam interval waktu yangsangat singkat. Paling sedikit ada 20 virus, bakteri, dan protozoa yang berkembang biak di dalamsaluran pencernaan manusia, keluar bersama feses, transit di lingkungan, dan akhirnyamenyebabkan diare pada inang yang baru. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untukpengobatan diare adalah daun Bidara (Z. mauritiana). Daun bidara mengandung glikosida, tanin,fenol dan saponin, Senyawa tanin dapat digunakan sebagai anti diare. Senyawa tanin ini dapatberfungsi sebagai adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus. Tujuan : Mengetahuipengaruh efek ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana) terhadap aktivitas anti diare padamencit jantan dan mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana). Metode :Metode eksperimen dengan post only control group design. Dengan menggunakan tiga kelompokperlakuan. Hasil : Dari ketiga dosis daun bidara mempunyai aktivitas sebagai anti diare, iniditunjukan dari uji anova dengan hasil sig 0,000 kelompok I dibandingkan dengan kelompok IV(kontrol positif) dan konsistensi fesesnya rata-rata lembek pada menit ke -120 sampai 180 ,kelompok II dibandingkan dengan kelompok IV (kontrol positif) menghasilkan nilai sig 0,604,konsistensinya pada menit ke-120 dan 180 mengalami perbaikan dari lembek dan berlendirmenjadi lembek dan normal. kelompok III dibandngkan dengan kelompok IV (kontrol positif)menghasilkan nilai sig 0,130 dan konsistensi fesesnya pada menit ke-120 sampai 180mengalami perbaikan dari lembek menjadi normal. Kesimpulan : Daun bidara mempunyai efeksebagai antidiare pada mencit jantan yang diinduksi oleum ricini, dan dari ketiga variasi dosisyang digunakan yang lebih efektif yaitu kelompok III (dosis 180 mg/kgBB), ini ditunjukan darihasil uji anova kelompok III dibandingkan dengan kelompok IV (kontrol fositif) dengan nilai sig0,132 ini menunjukan bahwa kelompok III mempunyai efek antidiare yang lebih baikdibandingkan dengan kelompok IV (kontrol positif) sebagai antidiare.
PENGARUH STRES ORANG TUA TERHADAP KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK Latifah Safriana, S.ST., MPH
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.949 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.112

Abstract

Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak karenasensitif terhadap keterlambatan atau kerusakan pada sistem yang lainnya. Prevalensi gangguanbicara dan bahasa anak antara 1%-32%. Anak yang mengalami kelainan berbahasa pada masapra-sekolah, akan mengalami kesulitan dalam bahasa tulisan dan mata pelajaran akademiksekitar 40-75%. Stres orang tua dapat mempengaruhi kemampuan berbicara anak karena orangtua yang melatih anak berbicara dengan kadar stres yang rendah memberikan dampak positifterhadap perkembangan bahasa anak. Penelitian ini adalah observasional analitik denganpendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 2-5 tahun dan sampeldalam penelitian ini adalah anak usia 2-5 tahun yang mengalami keterlambatan bicara (speechdelay) sejumlah 47 anak dan anak usia 2-5 tahun dengan perkembangan bahasa yang normalsejumlah 93 anak. Teknik sampling dengan menggunakan fixed disease sampling dan analisisdata menggunakan chi square. Anak dengan perkembangan bicara dan bahasa normal denganibu yang memiliki stres rendah sebanyak 50 (53.8%) dan yang memiliki stres tinggi sebanyak 43(46.2%). Dan anak dengan keterlambatan bicara dengan stres ibu rendah sebanyak 3 (6.4%)dan stres orang tua tinggi sebanyak 44 (93.6%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara stresdengan keterlambatan bicara (speech delay) pada anak ( p < 0.000).
ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PADA PASIEN MENTAL AND BEHAVIOURAL DISORDER DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI KLATEN Agnes Londa; Harinto Nur Seha; Dwi Ratna Ningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.001 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.113

Abstract

Hasil Studi Pendahuluan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi JawaTengah Khususnya di Instalasi Rekam Medis diketahui jumlah petugas coding Rawat inap 1orang sedangkan jumlah pasien gangguan mental pada tahun 2016 sebanyak 2232 pasien.Tujuan : Menganalisis ketepatan kode diagnosis pasien gangguan mental berdasarkan dokumenrekam medis di rumah sakit jiwa daerah Dr. RM. Soedjarwadi propinsi Jawa Tengah. Metode :Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Rancanganpenelitian secara cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 1 petugas coding rawatinap. Obyek penelitian ini adalah100 berkas rekam medis pasian rawat inap. Hasil : Analisisterhadap sampel sebanyak 100 berkas rekam medis, diketahui : terdapat 15 item diagnosispasien gangguan mental. Jumlah kode diagnosis yang tepat sebanyak 80 berkas rekam medissedangkan kode diagnosis yang tidak tepat 20 berkas rekam medis. Tingkat ketepatan kodetertinggi terdapat pada diagnosis Skizofrenia Paranoid sedangkan ketepatan kode terendahterdapat pada diagnosis Psikotik Akut. Kesimpulan: Pelaksanaan proses pengkodean diagnosispasien gangguan mental di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soejarwadi Provinsi Jawa Tengahsudah sesuai dengan aturan yang ada di ICD -10 Volume 2 dan SOP pengkodean di Rumah Sakit.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING TAHUN 2017 Novita Dewi; Tuti Susilowati; Haryo Nugroho
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.803 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.114

Abstract

LatarBelakang: Setiap tenaga medis dan para medis harus menjaga kerahasiaan berkas rekammedis termasuk di dalamnya adalah perawat. Perawat berhak untuk menjaga kerahasiaan medispasiennya dari orang-orang yang tidak berkepentingan mengetahui isi rekam medis pasien. Olehkarena itu diperlukan pengetahuan yang baik dari perawat mengenai kerahasiaan dokumenrekam medis. Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan tentang kerahasiaan dokumen rekammedis pada perawat diRumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Tahun 2017. Metode : Jenispenelitian yang dilakukan deskriptif kuantitatif, populasinya perawat di Rumah Sakit PKUMuhammadiyah Gamping. Sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan metode totall sampling.Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Analisa data yang digunakanadalah univariat. Hasil : Pengetahuan perawat tentang kerahasiaan berkas rekam medis diRumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, sebanyak22 orang (55,0%) mempunyaipengetahuan baik. Kesimpulan : Pengetahuan perawat tentang kerahasiaan berkas rekammedis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping paling banyak dalam kategori baiksejumlah22 orang (55,0%).
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPING DI KLINIK RAWAT INAP PKU MUHAMMADIYAH PAKEM Tuti Susilowati; Khoerul Farida
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.537 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.115

Abstract

Pentingnya pembuatan sistem informasi pendaftaran di Klinik Rawat Inap PKUMuhammadiyah Pakem karena di Klinik tersebut belum menggunakan sistem informasipendaftaran. Pendaftaran pasien dilakukan secara manual dengan menggunakan aplikasiMicrosoft excel dan sering terjadi duplikasi data, kehilangan data serta kurang efektif.Permenkes RI No. 028/Menkes/PER/I/2011 klinik merupakan fasilitas pelayanankesahatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan, yang menyediakanpelayanan medis dasar dan spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenagakesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis. Tujuannya Merancang sisteminformasi pendaftaran pasien rawat jalan menggunakan metode prototyping di KlinikRawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem yang bertujuan untuk membantu petugas dalammenginput data pasien dan mengatasi terjadinya duplikasi nomor rekam medis. MetodePenelitian ini menggunakan metode developmental system dengan pendakatan kualitatif.Hasil dari analisis kebutuhan user, peneliti mulai merancang data flow diagram (DFD),kamus data, basis data, entity relationship diagram (ERD) dan membuat prototyping sertaoutput yang dihasilkan adalah laporan. Penelitian ini menghasilkan sistem informasipendaftaran pasien rawat jalan yang sederhana berbasis web application.
KARAKTERISTIK IBU BEKERJA YANG BERHASIL MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN 1 BANTUL YOGYAKARTA Elvika Fit Ari Shanty; Ika Wulandari
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.869 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.116

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan dapat mencegah kematian 1,3 juta anak berusia di bawah lima tahun. Salah satu kendala ibu dalam pemberian ASI Eksklusif adalah ibu bekerja. Hasil studi pendahuluan di Banguntapan 1 untuk cakupan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja lebih banyak dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI Eksklusif sebanyak 122 ibu, karena sebelum habis masa cuti sudah stok ASI dan menyempatkan untuk memompa ASI saat bekerja, sedangkan ibu tidak bekerja lebih sedikit dalam memberikan ASI Eksklusif yaitu sebanyak 36 ibu dikarenakan bayi cenderung rewel sehingga ibu memilih susu formula dan MPASI dini sebab ibu menganggap ASI tidak cukup. Tujuan Penelitian : Diketahuinya karakteristik ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI Eksklusif pada bayi. Metode Penelitian : Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 31 responden dengan distribusi frekuensi yang diambil menggunakan data primer dan angket. Hasil : Sebagian besaribu bekerja yang berhasil memberikan ASI Eksklusif pada bayi di Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta berusia 21-35 tahun sebanyak 26 orang (83,9%), tingkat pendidikan menengah (SMA & SMK) sebanyak 18 orang (58,1%), status pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 15 orang (48,4%), dan paritas primipara sebanyak 18 orang (58,1%). Ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI Eksklusif pada bayi di Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta yaitu berusia 21-35 tahun, (SMA & SMK), karyawan swasta, dan primipara.
STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MELATI DESA SENDANGADI MLATI SLEMAN YOGYAKARTA Endah Puji Astuti
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.909 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.117

Abstract

Latar Belakang : Gizi merupakan faktor determinan utama yang berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia. Masalah gizi memiliki dimensi luas, tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga masalah sosial, ekonomi, budaya, pola asuh, pendidikan, dan lingkungan. Anak-anak berusia kurang dari lima tahun adalah kelompok rentan untuk masalah gizi dan kesehatan. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Balita di Kabupaten Sleman pada tahun 2014, dari total 3,731 balita mengalami gizi buruk sebanyak (0,30%), kurang (3,60%), baik (94,40%) dan gizi lebih (1,74%). Tujuan : Mengetahui gambaran status gizi balita di PosyanduMelati Padukuhan Karanggeneng dan Mulungan Kulon Desa Sendangadi Mlati Sleman Yogyakarta. Metode :Jenis penelitian deskriptif. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 50 ibu balita. Instrument penelitian adalah kuesioner dantimbangan di uji validitas dan reliabilitas. Analisis univariat dengan persentase. Hasil : Balita di Posyandu Melati terbanyak memiliki status gizi baik (74%), kurang (18%), lebih (4%) dan buruk (4%). Karakteristik umur terbanyak 20-35 tahun (82%),pendidikan SMU/sederajatnya 54%, ibu tidak bekerja (54%) dan pengetahuan baik (80%). Kesimpulan : Status gizi balita sebagian besar baik (74%).
PENGHAMBATAN AKTIVITAS XANTHINE OXIDASE OLEH FRAKSI BUTANOL HERBA CEPLUKAN (Physalis angulata) SECARA IN VITRO Laili Nailul Muna
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.431 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.118

Abstract

Gout merupakan penyakit metabolik yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi gout adalah allopurinol dengan mekanisme menghambat aktivitas xanthine oxidase. Herba ceplukan diketahui mengandung flavonoid dan terbukti secara empiris untuk mengobati keluhan rematik dan asam urat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menguji apakah Herba ceplukan mampu menghambat aktivitas xanthine oxidase. Sebagai pembanding digunakan allopurinol. Ekstrak etanol dibuat dari serbuk herba ceplukan diekstraksi dengan etanol menggunakan metode penyarian dengan maserasi, kemudin dilanjutkan dengan proses fraksinasi dengan menggunakan pelarut butanol. Flavonoid dalam fraksi butanol dipisah dengan cara Kromatografi Lapis Tipis dan identifikasi bercak dianalisis dengan sinar UV366 dengan dan tanpa uap amoniak. Penghambatan aktivitas xanthine oxidase oleh fraksi butanol herba ceplukan ditentukan melalui penurunan produksi asam urat yang dimonitor dengan spektrofotometer pada panjang gelombang (λ) 295 nm dengan xanthine sebagai substrat. Nilai rate yang diperoleh selanjutnya digunakan untukmenghitung nilai aktivitas. Kemudian ditentukan konsentrasi fraksi yang mampu menghambat aktivitas xanthine oxidase sebesar 50% (IC50). Hasil dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik yaitu Krukal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi butanol herba ceplukan mampu menghambat aktivitas xanthine oxidase dengan IC50 43,55 μg/ml, sedangkan IC50 allopurinol sebesar 3,20 μg/ml. Hasil KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung senyawa flavonoid golongan flavon atau flavonol.

Page 8 of 18 | Total Record : 173