cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 891 Documents
Kepastian Hukum Pemusnahan Benda Sitaan Berbahaya Terhadap Kepentingan Pembuktian dalam Proses Peradilan Pidana Azhara Aprilio; Maroni; Deni Achmad; Erna Dewi; Rinaldy Amrullah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9245

Abstract

Pemusnahan benda sitaan berbahaya merupakan tindakan yang diperlukan dalam proses peradilan pidana untuk mencegah risiko terhadap keamanan dan keselamatan, tetapi pada saat yang sama dapat menimbulkan persoalan terhadap kepentingan pembuktian karena benda sitaan secara fisik tidak lagi tersedia secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepastian hukum pemusnahan benda sitaan yang merupakan benda berbahaya serta akibat hukumnya terhadap kepentingan pembuktian dalam proses peradilan pidana. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman mengenai pengaturan pemusnahan benda sitaan berbahaya dan menjadi bahan pertimbangan dalam menjamin keberlanjutan kepentingan pembuktian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana memberikan pengaturan yang lebih tegas mengenai pemusnahan benda sitaan dibandingkan dengan peraturan sebelumnya. Pemusnahan tidak dengan sendirinya menghilangkan kepentingan pembuktian karena dapat didukung melalui penyisihan sebagian atau sampel, dokumentasi, berita acara, atau alat bukti lain yang sah. Kejelasan pengaturan dan pelaksanaan diperlukan untuk menjamin keberlanjutan kepentingan pembuktian setelah pemusnahan dilakukan.
Implementasi 5 Meja POSBINDU PTM Untuk Pencegahan dan Penanganan Hipertensi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar Hartati; Asmawati Gasma; Muhasidah; Haryanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9246

Abstract

Puskesmas Kassi-kassi tertinggi pertama kasus hipertensi yaitu 993 penderita hipertensi dan 552 penderita hipertensi di Kelurahan Karunrung. Solusi yang tim pengabdi telah lakukan yaitu membina dan melatih kader dan kelompok Masyarakat tentang kegiatan 5 Meja Posbindu PTM ( Meja 1 Pendaftaran, Meja 2 Wawancara, Meja 3 Pengukuran BB, TB, IMT, lemak perut), Meja 4 Pemeriksaan TD, klosterol asam urat dan gula darah dan Meja 5 Edukasi/ konseling. Target Luaran Dari kegiatan pengabdian ini yaitu 1) Ada 1 POSBINDU PTM terbentuk dan dilakukan pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan implementasi kegitan 5 meja Posbindu PTM selama 3 bulan kepada Keluarga/penderita PTM, Kader Posyandu dan ibu Majelis Taklim, 2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran sebesar 80-90% melakukan kegiatan 5 meja Posbindu, 3) ada video kegiatan 5 meja , senam,dan kegiatan pelatihan, 4) Publikasi artikel pada jurnal nasional dan 5) ada Buku Panduan Kegiatan Posbindu. Target Hasil Yang dicapai yaitu : POSBINDU PTM telah terbentuk dan dioprasionalkan sekali setiap bulan, Para mitra sasaran meningkat pengetahuan dan keterampilannya dari 30-40% menjadi 80% dalam melakukan kegiatan 5 meja POSBINDU PTM sekali sebulan bersamaan dengan kegiatan Posyandu. Hasil yang telah dicapai : Melakukan Edukasi kelompok pada 7 kader tentang prosedur pembentukan POSBINDU PTM sampai kepada implementasi pelayanan 5 meja POSBINDU PTM, dengan nilai N. gain pengetahuan dan sikap kader dominan tinggi (84,7%). Telah melakukan pemeriksaan fisik pada 34 penderita PTM di RW 08 Keluarahan Karunrung, wilayah POSBINDU PTM. Telah melakukan senam lansia sekali seminggu sejak bulan Juni sampai sekarang yang dipandu laangsung Kader POSBINDU. Luaran wajib sudah ada yaitu terbit di Media Massa Koran Harian Fajar, Vido kegiatan. Jurnal nasional dan HKI.
The Effect of Video and Leaflet Media on Students’ Knowledge of Anthelmintic Drug Use at SMP Y, Merangin Regency Olivia Paramitha; Ruri Putri Mariska; Aisa Dinda Mitra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9248

Abstract

Helminthiasis remains one of the most common health problems among school-aged children in Indonesia. Limited knowledge regarding the proper use of anthelmintic drugs may reduce the effectiveness of helminthiasis prevention and control. This study aimed to determine the effect of video and leaflet media on students’ knowledge regarding the use of anthelmintic drugs and to compare the effectiveness of both educational media. A quasi-experimental study using a pretest-posttest two-group design was conducted among 60 seventh-grade students at SMP Y, Merangin Regency. Participants were divided into a video group (n=30) and a leaflet group (n=30) using total sampling. Knowledge was measured using a structured questionnaire before and after the educational intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and Mann–Whitney Test. The mean knowledge score increased from 65.83 to 80.50 in the video group and from 72.00 to 88.17 in the leaflet group. The Wilcoxon test showed a significant increase in knowledge in both groups (p<0.001), whereas the Mann–Whitney test demonstrated no significant difference in knowledge improvement between the two educational media (p=0.799). Both video and leaflet media effectively improved students’ knowledge regarding the use of anthelmintic drugs; however, no significant difference in effectiveness was observed between the two interventions.
Analisis Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus Netral pada Transformator Distribusi di Main Power House Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta Erwinsyah Harris Saputra; Taryana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9252

Abstract

Transformator distribusi tiga fasa pada sistem kelistrikan bandara dapat mengalami ketidakseimbangan beban akibat distribusi beban yang tidak merata pada fasa R, S, dan T. Dampak dari ketidakseimbangan beban antar fasa tersebut menimbulkan arus pada penghantar netral dan meningkatkan rugi-rugi daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis persentase ketidakseimbangan beban, arus netral, dan losses sebelum serta setelah redistribusi beban pada transformator distribusi Unindo 1000 kVA di Main Power House Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada periode Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) dan Waktu Beban Puncak (WBP). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data arus fasa R, S, T dan N, tegangan antar-fasa, faktor daya, serta data pembebanan dikumpulkan melalui pengukuran dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui perhitungan matematis dan simulasi ETAP 19.0.1 untuk memodelkan kondisi sebelum dan setelah load balancing. Hasil simulasi menunjukkan ketidakseimbangan pada LWBP turun dari 25,33% menjadi 5,6%, sedangkan pada WBP turun dari 17% menjadi 1,3%. Arus netral pada LWBP turun dari 35,7 A menjadi 7,9 A dan pada WBP dari 9,6 A menjadi 1,0 A. Losses yang dihitung pada penghantar netral turun dari 28 watt menjadi 0,5 watt pada LWBP dan dari 11,26 watt menjadi 0,0086 watt pada WBP. Hasil tersebut menunjukkan bahwa redistribusi beban efektif menurunkan ketidakseimbangan, arus netral, dan losses. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pemantauan beban secara berkala dan penerapan load balancing pada seluruh transformator distribusi di lingkungan bandara.
Strategi Penindakan dalam Mengatasi Aksi Terorisme di Indonesia: Studi Kasus Bom Bali 2002 Afif Naufal Izzuddin; Pujo Widodo; Suhirwan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9253

Abstract

The 2002 Bali Bombings, which occurred on October 12, 2002, were the most destructive terrorist bombings in Indonesian history. The tragedy claimed 202 lives and injured more than 200 people. This study aims to analyze the Indonesian government's response strategies to these acts of terrorism through an analytical framework of asymmetric warfare. The approach used in this study is qualitative analytical with a single case study research design. Data were collected through literature studies and reports/news relevant to the issue being studied. The data were then analyzed using content analysis techniques. The results indicate that the 2002 Bali Bombings were a concrete manifestation of asymmetric warfare strategically designed by Jemaah Islamiyah (JI), an Al-Qaeda affiliate. The state's response to the bombings was to issue Perppu No. 1 of 2002, establish a Detasemen Khusus (Densus 88) as a special counterterrorism unit, and strengthen intelligence aspects through international cooperation. Operationally, Indonesia's counterterrorism strategy following the 2002 Bali Bombings proved effective in neutralizing the Jemaah Islamiyah (JI) network until its disbandment in 2024. However, challenges remain, including the potential for lone wolf attacks and digital radicalization. It can be concluded that the effectiveness of counterterrorism strategies must be implemented over the long term and comprehensively evaluated so that the country can build an adaptive and proactive security ecosystem to address the increasingly transforming threat dynamics.
Tradisi Murok Jerami dalam Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Tani di Kabupaten Bangka Tengah Muhamad Hijran
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9254

Abstract

Tradisi pertanian lokal memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tradisi Murok Jerami dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian budaya tani di Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku ritual, masyarakat tani, serta dokumentasi terkait pelaksanaan Murok Jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Murok Jerami tidak hanya menjadi ritual pascapanen sebagai bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga menjadi media pewarisan pengetahuan pertanian, penguatan solidaritas sosial, pemilihan bibit padi, serta pelestarian nilai budaya tani. Tradisi ini merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sistem pertanian lokal yang mendukung keberlanjutan pangan masyarakat.
Evaluation of Antibiotic Use in Patients Diagnosed With Upper Respiratory Tract Infections at Aur Berduri Health Center, Merangin Regency, Jambi Province, in 2025 Azizah Ulya; Armini Hadriyati; Rizky Nurhikmah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9255

Abstract

Upper respiratory tract infections are among the most common diseases encountered in healthcare facilities, and irrational use of antibiotics can lead to bacterial resistance and treatment failure. This study aimed to evaluate the rationality of antibiotic use in patients diagnosed with upper respiratory tract infections at Aur Berduri Health Center, Merangin Regency, Jambi Province. This was a non-experimental study using a retrospective method and descriptive analysis. Data were obtained from the medical records of outpatients diagnosed with upper respiratory tract infections who met the inclusion and exclusion criteria, comprising 42 patients aged 1–18 years. Antibiotic use was evaluated based on the parameters of appropriate patient, appropriate indication, appropriate drug, and appropriate dose, referring to pharmaceutical care standards for upper respiratory tract infections. The results showed that there were more male patients than female patients, namely 24 patients (57.14%), and the largest age group was 5–9 years, comprising 16 patients (38.09%). The antibiotic used was amoxicillin, a penicillin-class antibiotic, with a utilization rate of 100%. Evaluation of the rationality of antibiotic use showed 100% appropriate patient, 100% appropriate indication, 100% appropriate drug, and 100% appropriate dose. The conclusion of this study indicates that antibiotic use among patients diagnosed with upper respiratory tract infections at Aur Berduri Health Center met the criteria for rational drug use based on the parameters of appropriate patient, appropriate indication, appropriate drug, and appropriate dose.
Menyemai Islam di Tanah Wajo: Perjuangan Dakwah AGH Muhammad As’ad (1928-1952) Andi Muh Hidayat Firman; Najamuddin; Rifal; Ilham Samudra Sanur
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9256

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjuangan dakwah AGH Muhammad As’ad dalam mengembangkan kehidupan keagamaan masyarakat Wajo pada tahun 1928–1952. Kajian berangkat dari kenyataan bahwa Islam telah lama dianut masyarakat Wajo, tetapi pada awal abad ke-20 pemahaman dan pengamalannya masih berinteraksi kuat dengan adat, tradisi lokal, serta sejumlah praktik yang dalam sumber penelitian dipandang tidak sesuai dengan akidah dan syariat Islam. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip, dokumen, literatur, observasi, dan wawancara dengan tokoh agama, pengelola Pesantren As’adiyah, alumni, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan AGH Muhammad As’ad berlangsung melalui penguatan akidah, pengajian halaqah atau mangaji tudang, pendirian Madrasah Arabiyah Islamiyah pada 1930, kaderisasi guru dan ulama, penggunaan pendekatan sosial-kultural, serta penyebaran dakwah melalui jaringan murid. Strategi tersebut mendorong perubahan kehidupan keagamaan masyarakat dari pembinaan yang bersifat personal menuju sistem pendidikan dan dakwah yang lebih terorganisasi. Dampaknya tampak pada penguatan pemahaman agama, terbentuknya lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkembangnya jaringan ulama hingga ke luar Wajo, meningkatnya literasi keagamaan melalui penggunaan bahasa Bugis, dan menguatnya corak keberagamaan wasathiyah. Penelitian ini menegaskan bahwa periode 1928–1952 merupakan fase penting transformasi sosial-keagamaan Wajo yang menghubungkan pembaruan dakwah, pendidikan, budaya lokal, dan kaderisasi ulama dalam satu proses historis yang berkelanjutan.
Sila Pertama Pancasila dan Etika Berkomunikasi Netizen di Media Sosial Najwa Adliah; Mira Purnama; Devita Salsabilla; Della Sita; Indah Priyanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9257

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi, sekaligus menimbulkan berbagai persoalan etika seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penghinaan, dan penggunaan bahasa yang kurang santun. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan nilai Sila Pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan etika berkomunikasi netizen di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk etika komunikasi netizen yang mencerminkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi literatur (library research). Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengkajian dan analisis berbagai literatur yang membahas nilai Pancasila, etika komunikasi, dan penggunaan media sosial tanpa melakukan pengumpulan data primer secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sila Pertama dalam etika berkomunikasi netizen dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam menyampaikan informasi, menghormati perbedaan agama dan keyakinan, menghindari hoaks, ujaran kebencian, dan penghinaan, menggunakan bahasa yang santun, serta mempertimbangkan dampak komunikasi terhadap pengguna lain. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dapat menjadi landasan moral dalam membentuk komunikasi netizen yang santun, toleran, dan bertanggung jawab di media sosial. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan penelitian lapangan, studi kasus, atau pendekatan kuantitatif untuk mengkaji penerapan nilai Sila Pertama dan perilaku etis pengguna media sosial secara empiris.
Transformasi Hukum Islam di Era Digital: Tantangan Otoritas Keagamaan dan Relevansi Syariat bagi Generasi Modern M Iqbal; Usman Jalal Siregar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9263

Abstract

Abstrak terdiri dari: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Muslim, termasuk dalam memahami dan memperoleh informasi mengenai hukum Islam. Media sosial, internet, dan kecerdasan buatan memberikan kemudahan dalam mengakses informasi keagamaan, tetapi juga menghadirkan tantangan terhadap otoritas keagamaan dan validitas informasi yang diterima Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hukum Islam di era digital, khususnya perubahan otoritas keagamaan, kecenderungan generasi muda dalam menjadikan media sosial sebagai sumber rujukan keagamaan, serta relevansi hukum Islam bagi generasi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui kajian terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh dan memahami informasi hukum Islam. Otoritas keagamaan tidak lagi hanya berasal dari lembaga dan ulama, tetapi juga dipengaruhi oleh tokoh yang aktif dan populer di media sosial. Kondisi tersebut menuntut peningkatan literasi digital keagamaan agar masyarakat mampu memilah informasi berdasarkan sumber yang terpercaya dan kompetensi keilmuan. Di sisi lain, hukum Islam tetap memiliki relevansi bagi generasi modern melalui pendekatan yang adaptif dengan tetap berlandaskan prinsip syariat, maqashid al-syari'ah, dan nilai-nilai keislaman.