cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 861 Documents
Negosisasi Makna Budaya Dalam Tradisi Peh Cun: Studi Komunikasi Antar Budaya Tionghoa Benteng di Tangerang Tia Nurapriyanti; Widhia Seni Handayani; Sello Satrio
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9189

Abstract

Kajian mengenai tradisi Peh Cun pada masyarakat Tionghoa Benteng di Sungai Cisadane, Tangerang, sejauh ini masih terbatas pada aspek simbolis, historis, dan pelestarian ritual semata. Terdapat kesenjangan akademis mengenai bagaimana nilai dan simbol tradisi tersebut dikomunikasikan, ditafsirkan, serta dinegosiasikan oleh para aktor dari latar belakang etnis dan agama yang berbeda di tengah lingkungan masyarakat yang makin multicultural Keberlangsungan tradisi lokal di tengah masyarakat majemuk tidak hanya bergantung pada pewarisan internal, melainkan pada kemampuan tradisi tersebut untuk beradaptasi, berinteraksi, dan memperoleh pemaknaan bersama dalam ruang perjumpaan lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi antarbudaya, pemaknaan simbol/praktik tradisi, serta proses negosiasi dan pemaknaan kembali tradisi Peh Cun antara masyarakat Tionghoa Benteng dan warga lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Etnografi dipilih karena mampu menguraikan secara mendalam (thick description) praktik komunikasi, sistem simbol, interaksi ritual, dan konteks alamiah kehidupan sosial masyarakat Tionghoa Benteng di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 6 informan kunci (sesepuh adat, panitia, pendayung, generasi muda, dan warga non-Tionghoa), serta dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa Peh Cun berfungsi sebagai arena perjumpaan antarbudaya (cross-cultural encounter space) melalui saluran komunikasi taktis kinesik (tambur perahu naga), komunikasi organisasional, silaturahmi komunal (hantaran bacang), media digital, serta interaksi publik yang inklusif (Lomba Tangkap Bebek). Simbol-simbol tradisi memiliki makna ganda (multi-layered), yakni makna sakral transendental bagi warga Tionghoa Benteng (emic) dan makna sosial hiburan yang mempererat toleransi bagi warga non-Tionghoa (etic). Negosiasi makna berlangsung seimbang melalui strategi pemertahanan pakem sakral (retention), penyesuaian tata kelola formal (adaptation), penterjemahan budaya digital oleh generasi muda, serta penguatan inklusivitas Pelestarian tradisi Peh Cun tidak dicapai melalui pemeliharaan bentuk ritual yang kaku atau tertutup, melainkan melalui konsep “Negosiasi Makna Budaya Berbasis Perjumpaan Antarbudaya”, di mana nilai inti (core value) sakral tetap dipertahankan sementara strategi komunikasinya disesuaikan secara dinamis bersama masyarakat multikultural.
Pengaruh Complacency terhadap Budaya Keselamatan pada Personel Perawatan Pesawat Udara di PT Airfast Indonesia Izza Deriyant Haq; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9196

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat complacency, mengevaluasi tingkat budaya keselamatan, serta menganalisis pengaruh complacency terhadap budaya keselamatan pada personel perawatan pesawat udara di PT Airfast Indonesia. Rutinitas kerja maintenance yang berulang dan berjangka panjang berpotensi memicu complacency, yaitu penurunan kewaspadaan akibat rasa percaya diri berlebih, yang berisiko melemahkan budaya keselamatan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal terhadap 69 personel (teknisi dan engineer) yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas (Product Moment Pearson) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha), menghasilkan 14 butir valid untuk variabel complacency dan 18 butir valid untuk variabel budaya keselamatan. Karena data tidak berdistribusi normal (uji Kolmogorov-Smirnov), pengujian pengaruh dilakukan melalui regresi kuantil pada kuantil median (q=0,5) yang dikonfirmasi oleh uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat complacency berada pada kategori Rendah (mean = 2,05), sementara tingkat budaya keselamatan berada pada kategori Sangat Tinggi (mean = 4,26). Uji Spearman menghasilkan koefisien korelasi -0,472 (Sig. < 0,001), dan regresi kuantil menghasilkan koefisien -0,346 dengan Sig. = 0,003 (95% CI -0,572 s.d. -0,121), membuktikan bahwa complacency berpengaruh negatif dan signifikan terhadap budaya keselamatan, dengan kontribusi (Pseudo R-Squared) sebesar 12,5%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan complacency sekecil apa pun berdampak langsung pada penurunan budaya keselamatan, sehingga PT Airfast Indonesia direkomendasikan menerapkan program anti-complacency yang terstruktur, sistem double-inspection pada tugas repetitif, dan rotasi penugasan berkala.
Faktor Penghambat Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual di Kota Bandar Lampung Annisa Novyanti; Rini Fathonah; Firganefi; Deni Achmad; Aisyah Muda Cemerlang
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9197

Abstract

Kerasan seksual menimbulkan dampak serius secara fisik, psikis, sosial, dan ekonomi bagi korban. Meskipun Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah disahkan, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 612 laporan kasus kekerasan di Provinsi Lampung, dengan 475 di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekerasan seksual mendominasi seluruh bentuk kekerasan yang terjadi di provinsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual berdasarkan perspektif viktimologi di Kota Bandar Lampung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris-normatif dengan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui studi pustaka serta wawancara mendalam bersama pihak UPTD PPA Kota Bandar Lampung, Polresta Bandar Lampung, Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, dan akademisi hukum pidana Universitas Lampung. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum telah dijalankan secara bersinergi melalui upaya preventif (sosialisasi, penguatan Relawan SAPA, dan PUSPAGA) serta upaya represif (penegakan hukum dan pemenuhan hak korban sesuai Pasal 67–70 UU TPKS). Dalam perspektif viktimologi, korban telah ditempatkan sebagai subjek yang berhak atas penanganan, pendampingan, dan pemulihan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat hambatan utama yang bersumber dari faktor masyarakat dan budaya, seperti stigma negatif, kecenderungan victim blaming, budaya malu, dan patriarki yang memicu keengganan korban untuk melapor. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi hukum secara masif oleh pemerintah daerah bersama tokoh adat dan agama, serta percepatan penyediaan safe house (rumah aman) mandiri bagi UPTD PPA Kota Bandar Lampung.
Pengaruh Oil 2197, 2380, dan MJO II terhadap Deteriorasi O-ring Oil Cooler APU GTCP331 Muhammad Daffa; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9198

Abstract

Kebocoran oil cooler Auxiliary Power Unit (APU) GTCP331 pada armada Airbus A330 yang dirawat PT GMF AeroAsia Tbk tercatat 41 kejadian sepanjang 2022–2025 dengan tren meningkat dari 5 menjadi 15 kejadian per tahun, sementara penanganannya masih bersifat korektif tanpa analisis akar penyebab. Pemeriksaan teknis menunjukkan sumber kebocoran berada pada deteriorasi O-ring P/N AS43013-118 berbahan Fluorocarbon (FKM) 76 IRHD, sedangkan armada tersebut dirawat menggunakan tiga oli turbin berspesifikasi sama, yaitu MIL-PRF-23699. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Oil 2197, Oil 2380, dan Mobil Jet Oil II (MJO II) terhadap deteriorasi O-ring tersebut serta menentukan oli yang berdampak paling signifikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental melalui immersion test mengacu ASTM D471; metode ini dipilih karena memungkinkan pengamatan perubahan material secara non-destruktif dan berulang pada spesimen yang sama. Tiga spesimen brand new direndam terpisah selama 24 minggu dengan pengamatan visual serta pengukuran diameter penampang dan berat setiap dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan ketiga oli menimbulkan discoloration, surface roughening, dan kehilangan massa dengan urutan pengaruh Oil 2197 > Oil 2380 > MJO II. Oil 2197 mencatat penurunan terbesar, yaitu diameter -1,794% dan berat -6,024%, dengan onset paling awal dan urutan tersebut dikuatkan hasil uji particulate contamination media perendaman. Disimpulkan bahwa kesamaan spesifikasi militer tidak menjamin kesetaraan kompatibilitas terhadap material seal, sehingga diusulkan penetapan task preventif pemeriksaan O-ring setiap dua tahun mengikuti C-Check. Penelitian lanjutan disarankan menambah jumlah spesimen serta menguji pada kondisi temperatur dan tekanan operasional.
Perancangan Housing Antena Satellite Communication Model Dome Pesawat Piper Seneca-V di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Mohamad Abrori Ibrahim; Ego Widoro; Muhamad Faridh Al Farisy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9199

Abstract

Penerapan Satellite Communication (SATCOM) pada pesawat berbadan kecil masih terbatas, termasuk pada armada Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Kondisi tersebut mendorong perancangan housing pelindung untuk antena microstrip penerima SATCOM yang tetap memenuhi kebutuhan perlindungan, aerodinamika, struktur, dan transparansi elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi pemasangan yang optimal, merancang housing antena model dome, serta menguji kelayakan desain dari aspek aerodinamika. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dengan penentuan lokasi melalui triangulasi studi literatur, observasi, dan wawancara ahli, sedangkan proses desain menggunakan VDI 2221 dan evaluasi aerodinamika menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) pada ANSYS Fluent. Hasil menunjukkan bahwa upper fuselage merupakan lokasi yang paling sesuai. Dua desain housing dikembangkan, yaitu Tipe 1 Flat Top dan Tipe 2 Cambered, dengan material komposit dan ketebalan 5 mm. Tipe 1 menghasilkan drag coefficient 5,5618 dan drag force 3,4066 N, sedangkan Tipe 2 menghasilkan 6,9336 dan 4,2958 N. Dengan demikian, kedua desain layak secara aerodinamika pada ruang lingkup simulasi, tetapi Tipe 1 lebih direkomendasikan karena menghasilkan hambatan lebih rendah dan wake yang lebih stabil. Penelitian lanjutan disarankan mencakup fabrikasi, pengujian struktur, ground test, dan flight test.
Rancangan Sistem Grounding di Gedung Terminal Bandar Udara Budiarto Curug Ilham Wisnumurti; Feti Fatonah; KGS. M. Ismail
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9200

Abstract

Gedung Terminal Bandar Udara Budiarto Curug belum memiliki sistem grounding, padahal gedung ini menaungi peralatan elektronik dan peralatan keamanan penerbangan seperti CCTV, X-Ray, UPS, dan Walk Through Metal Detector (WTMD) yang sensitif terhadap gangguan kelistrikan. Ketiadaan sistem pentanahan berpotensi menimbulkan kerusakan peralatan maupun bahaya sengatan listrik bagi pengguna gedung. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tahanan pentanahan aktual pada Gedung Terminal serta merancang konfigurasi elektroda grounding yang memenuhi Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2020 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 26 Tahun 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan pengukuran tahanan pentanahan memakai earth tester metode tiga titik (fall of potential) pada tiga variasi diameter elektroda batang (1/2, 9/16, dan 5/8 inci) yang diulang pada tiga waktu pengukuran berbeda untuk menguji konsistensi hasil terhadap perubahan kondisi lingkungan. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan rumus Dwight dan persamaan resistansi paralel. Hasil penelitian menunjukkan nilai tahanan pentanahan elektroda tunggal pada kedalaman 1,2 meter berkisar 15,59–23,42 Ω bergantung pada diameter elektroda, sehingga belum memenuhi kriteria PUIL 2020 (R ≤ 5 Ω). Berdasarkan hasil tersebut, dirancang konfigurasi 4 (empat) elektroda batang berdiameter 5/8 inci yang ditanam pada kedalaman 1,2 meter dan dipasang paralel, sehingga diperoleh nilai tahanan pentanahan teoretis sebesar 3,90 Ω yang telah memenuhi standar. Penelitian ini merekomendasikan rancangan pemasangan sistem grounding dengan konfigurasi empat elektroda paralel tersebut disertai kebutuhan verifikasi dan pemeliharaan berkala.
Pengembangan Media Pembelajaran Google Sites pada Mata Pelajaran Pemangkasan Rambut Dasar Siswa Kelas XI Jurusan Tata Kecantikan dan SPA di SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara Medan Anggi Clara Br Sembiring; Siti Wahidah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Google Sites pada materi pemangkasan rambut dasar pola oval bagi siswa kelas XI Jurusan Tata Kecantikan dan SPA di SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara Medan serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 33 siswa kelas XI. Validasi produk melibatkan 3 ahli materi dan 3 ahli media. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan guru dan siswa, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, dan angket uji coba produk. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Google Sites memperoleh penilaian ahli materi sebesar 99,3% dan ahli media sebesar 95,5%, keduanya termasuk kategori “Sangat Layak”. Hasil uji coba kelompok kecil, sedang, dan lapangan memperoleh rata-rata 95,35% dengan kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian, media pembelajaran Google Sites sangat layak digunakan dalam pembelajaran pemangkasan rambut dasar pola oval.
Analisis Keandalan Fire Shut Off Valve pada Pesawat Airbus A330 di PT GMF AeroAsia Dimas Tamyiz Apit; Andri Kurniawan; Mileniawan Januar R
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9204

Abstract

Fire Shut Off Valve (FSOV) merupakan komponen kritis pada sistem fire protection pesawat Airbus A330 yang berfungsi menghentikan aliran bahan bakar dan hydraulic fluid menuju mesin apabila terjadi indikasi kebakaran. Tingginya frekuensi unscheduled removal pada komponen ini berpotensi menurunkan keandalan operasional pesawat dan menimbulkan biaya perawatan tidak terjadwal yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keandalan (reliability) FSOV serta mengidentifikasi akar penyebab utama kegagalannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data unscheduled removal FSOV periode 2021–2025 yang diperoleh dari PT GMF AeroAsia, Tbk, diolah menggunakan Distribusi Weibull dua parameter untuk memperoleh nilai reliability, Mean Time To Failure (MTTF), dan failure rate, dilanjutkan dengan diagram Pareto dan diagram Fishbone untuk root cause analysis (RCA). Hasil penelitian menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 1,80 dan scale parameter (η) sebesar 9.244,41 flight hours, dengan MTTF sebesar 8.220,92 flight hours. Pada interval waktu tersebut, nilai reliability FSOV sebesar 44,50%, CDF (unreliability) sebesar 55,50%, dan failure rate sebesar 0,000177 kegagalan per flight hours. Analisis Pareto mengidentifikasi valve stuck (54,41%) dan leak from body (26,47%) sebagai dua penyebab dominan unscheduled removal, sedangkan diagram fishbone mengungkap faktor manusia (installation error, complacency), metode kerja (ketiadaan dokumen kerja standar), material (korosi dan minimnya corrosion inhibiting compound protection), dan lingkungan (debu dan minimnya cleaning) sebagai akar penyebab valve stuck. Temuan ini menjadi dasar penyusunan usulan perbaikan guna meningkatkan keandalan FSOV pada pesawat Airbus A330.
Analisis Pengetahuan Tentang Risiko Kesehatan Makanan Cepat Saji Terhadap Konsumsi pada Anak Kos Fauzi Kurniawan; Desy Greace Sidebang; Esra Haniarta Saragih; Tamasya Mercy Raja Gukguk; Rachel Nadia S. B. Banjarnahor; Agnes Pepayozah br. Ginting
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9213

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji di kalangan mahasiswa kos menjadi perhatian karena tingginya konsumsi tidak selalu sejalan dengan pengetahuan mengenai risiko kesehatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap pengetahuan risiko kesehatan pada 31 mahasiswa kos. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat konsumsi makanan cepat saji dan pengetahuan mengenai risiko kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan pengetahuan risiko kesehatan, dengan nilai signifikansi 0,484 dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,131 yang menunjukkan hubungan sangat lemah. Nilai Adjusted R Square yang negatif menunjukkan bahwa model tidak mampu menjelaskan variasi pengetahuan secara memadai. Hasil ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor psikologis, sosial, dan ekonomi dalam upaya meningkatkan perilaku makan sehat mahasiswa kos.
Kualitas Pelayanan Rekomendasi Pengangkatan Anak di Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo Rivani Anggraini Putri; Tjitjik Rahaju
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9216

Abstract

Child adoption recommendation services require administrative accuracy and guidance that prospectiveadoptive parents can readily understand. This study describes the quality of the service delivered by theSocial Services and Rehabilitation Division of the Ponorogo Regency Social, Women's Empowerment, andChild Protection Office. A descriptive qualitative approach was applied. Informants were purposivelyselected from division management, service officers, home-visit officers, and prospective adoptive parents.Data were collected through interviews, observation, and documentation, analyzed through datareduction, data display, and conclusion drawing, and verified through source and technique triangulation.The findings show that officer courtesy was good, while responsiveness, access, and communication wereadequate but not yet optimal. Online information did not specify all required documents, users had unequaldigital capabilities, and some applicants had to return because their files were incomplete. Serviceimprovement should prioritize complete digital guidance, a practical document checklist, and earlyconfirmation of applicants' understanding.