cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 891 Documents
Pengaruh Sport Massage terhadap Penurunan Tingkat Kelelahan Otot setelah Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga Iren Tasya; Zakiah Maharani Siregar; Tiara Chandra Sari Harefa; Hirspel Dikson Samuel Ritonga; Hadi Wijaya; M Andre Fahrian
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9264

Abstract

Kelelahan otot menjadi salah satu masalah yang sering muncul setelah mahasiswa melakukan aktivitas fisik, terutama ketika aktivitas dilakukan dengan intensitas yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan meningkatnya rasa lelah dan perubahan denyut nadi yang dapat memengaruhi proses pemulihan setelah aktivitas fisik. Penelitian ini dilakukan karena diperlukan metode pemulihan yang praktis dan dapat diterapkan dalam kegiatan olahraga, salah satunya melalui sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sport massage terhadap penurunan tingkat kelelahan otot setelah aktivitas fisik pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen karena metode ini memungkinkan peneliti memberikan perlakuan secara langsung dan mengamati perubahan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek penelitian dibagi menjadi kelompok eksperimen yang memperoleh sport massage dan kelompok kontrol yang melakukan pemulihan melalui istirahat. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Rating of Perceived Exertion (RPE) dan denyut nadi sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, kelompok yang mendapatkan sport massage menunjukkan penurunan tingkat kelelahan yang lebih besar berdasarkan perubahan skor RPE dan denyut nadi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan kondisi pemulihan setelah pemberian sport massage. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sport massage dapat digunakan sebagai salah satu metode pemulihan setelah aktivitas fisik pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menggunakan jumlah subjek yang lebih besar, variasi aktivitas fisik yang berbeda, serta indikator pemulihan tambahan agar pengaruh sport massage dapat dikaji secara lebih luas.
Peran Notaris dalam Penyusunan Perjanjian Kerja Sama Subkontraktor Proyek Perumahan Trian Muttaqin Arfa Syafi’i; Firman Floranta Adonara; Halif; Arie Mardika Nurma Agustin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9268

Abstract

Pembangunan unit perumahan secara komersial melibatkan kompleksitas hubungan hukum antara pengembang utama (kontraktor utama) dan subkontraktor. PT Suwardi sebagai entitas pengembang kerap menghadapi risiko wanprestasi, keterlambatan pekerjaan, hingga sengketa kualitas bangunan apabila perumusan klausul perjanjian kerja sama tidak disusun secara otentik dan presisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peranan notaris dalam pembuatan dan perumusan klausul perjanjian kerja sama pembangunan unit perumahan antara PT Suwardi dan pihak subkontraktor. Melalui pendekatan yuridis normatif-empiris, hasil penelitian menyimpulkan bahwa notaris menjalankan peran multifaset: (1 ) sebagai pejabat umum yang memberikan kekuatan pembuktian otentik (perfect bewijskracht) berdasarkan Pasal 1868 KUHPerdata, (2) sebagai penyuluh hukum (rechtsvoorlichting) yang menjamin kepatuhan terhadap UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, serta (3) sebagai pihak netral yang menetralisir klausul eksonerasi demi menciptakan keseimbangan hak dan kewajiban (proportionality principle). Perumusan klausul yang tegas mengenai skema retention fee, mekanisme turnkey, serta klausul penyelesaian sengketa terbukti secara signifikan menurunkan risiko litigation rate pada proyek perumahan PT Suwardi.
Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Datalogger Pemakaian kWh Beban AirNav Denpasar Aditya Kurniawan; KGS. M. Ismail; Suse Lamtiar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9269

Abstract

Pencatatan konsumsi energi listrik pada Gedung Sistem Suplai Energi (SSE) AirNav Indonesia Cabang Denpasar selama ini masih dilakukan secara manual sebulan sekali dengan jarak tempuh titik ukur sejauh 1.498 meter dari ruang teknisi operasional. Kondisi ini memicu keterlambatan pelaporan, risiko kesalahan pencatatan (human error), serta lambatnya deteksi penurunan faktor daya di bawah 0,85 yang berpotensi menimbulkan denda daya reaktif. Penelitian ini dilakukan karena fasilitas navigasi penerbangan membutuhkan suplai daya yang kontinu serta pemantauan parameter kelistrikan real-time tanpa penarikan kabel fisik baru. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring serta datalogger pemakaian energi listrik (kWh) berbasis Node-RED dan Modbus TCP/IP melalui jaringan seluler. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan enam tahapan sistematis. Metode ini dipilih karena memungkinkan perancangan sistem secara terstruktur dari analisis kebutuhan hingga pengujian validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan sistem berhasil memantau parameter secara real-time dan mencatatnya ke berkas CSV dengan akurasi rata-rata keseluruhan sebesar 99,34% (tegangan 99,97%, arus 99,12%, frekuensi 99,99%, daya aktif 98,22%, daya semu 99,24%, daya reaktif 98,18%, jenis beban 100%, faktor daya 99,36%, dan energi 100%). Sistem ini terbukti efektif menggantikan pencatatan manual dan mempermudah evaluasi energi. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperpanjang durasi pengujian ketahanan perangkat, menambahkan basis data terpusat, serta mengintegrasikan sistem pencadangan otomatis.
Analisis Keandalan Jaringan Listrik Substasion Pantai Kelan Bandara I Gusti Ngurah Rai Luhung Mohammad Nur; I Wayan Juliarta; Edy Kurniawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9270

Abstract

Substasion Pantai Kelan merupakan salah satu titik distribusi energi listrik vital di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang menyuplai fasilitas keselamatan penerbangan, antara lain Instrument Landing System (ILS), DVOR, peralatan BMKG, gedung Launching Path ARFF, Pos Jaga Avsec, dan penerangan perimeter. Lokasi instalasi yang berbatasan langsung dengan garis pantai menyebabkan peralatan kelistrikan beroperasi di bawah pengaruh lingkungan maritim yang ekstrem, ditandai dengan kelembapan udara yang tinggi serta terpaan aerosol garam laut. Kondisi eksisting menunjukkan adanya degradasi fisik berupa korosi pada panel kubikel tegangan menengah (TM) 20 kV, timbulnya suara mendesis (hissing), serta indikasi fenomena korona (partial discharge) dan potensi flashover. Penelitian ini dilakukan karena pentingnya kontinuitas pasokan daya listrik navigasi dan perlunya mengetahui mekanisme kegagalan isolasi secara komprehensif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kondisi eksisting jaringan listrik, menganalisis faktor penyebab korosi dan degradasi isolasi, serta merumuskan jalur kegagalan sistem guna meningkatkan keandalan suplai kelistrikan. Metode penelitian yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) dengan pendekatan top-down yang dipadukan dengan observasi visual lapangan, wawancara teknisi, dan dokumentasi riwayat pemeliharaan. Metode ini dipilih karena mampu menguraikan kegagalan sistemik dari kejadian puncak (top event) hingga akar penyebab dasar (basic event) secara terstruktur melalui gerbang logika. Hasil analisis FTA menetapkan Top Event berupa terjadinya gangguan pada kubikel tegangan menengah yang terbagi ke dalam tiga Intermediate Event utama, yaitu korosi komponen, korona, dan flashover. Temuan penelitian membuktikan bahwa kelembapan relatif yang tinggi dan keberadaan deposit garam dari atmosfer laut merupakan basic event dominan yang memicu penurunan resistansi isolasi permukaan serta mempercepat proses korosi elektrokimia. Upaya peningkatan keandalan yang direkomendasikan mencakup pemasangan dehumidifier dan peningkatan kekedapan ruang kubikel dalam jangka pendek, penerapan Condition-Based Maintenance (CBM) dalam jangka menengah, serta opsi relokasi substasion ke area yang lebih terlindung dari paparan langsung pesisir pantai sebagai solusi jangka panjang.
Rancangan Monitoring Konsumsi Bahan Bakar Genset dengan Dual Flow Meter di Bandara Ngurah Rai Sandi Nugroho; Yenni Arnas; IGK. Rai Darmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9271

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengandalkan 14 unit genset sebagai sumber daya listrik cadangan, tetapi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masih dipantau secara manual melalui pembacaan level tangki yang digunakan bersama oleh beberapa unit. Pada periode November 2025–Februari 2026, estimasi pemakaian BBM sebesar 3.712–4.176 liter/bulan berselisih sekitar 1.700–1.840 liter/bulan terhadap penurunan stok terukur, sehingga konsumsi aktual per unit tidak dapat diketahui. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring konsumsi BBM untuk 10 unit genset berkonfigurasi dual line di Gedung MPH 2 menggunakan metode dual flow meter serta menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Penelitian menggunakan pendekatan rekayasa (engineering design) yang dipilih karena pemasangan langsung pada fasilitas kritis bandara berisiko terhadap kontinuitas kelistrikan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi laporan BBM, dan studi literatur, kemudian rancangan diverifikasi melalui perhitungan teoretis serta simulasi OpenPLC Runtime dan Node-RED. Konsumsi aktual dihitung dari selisih debit jalur supply dan return (Qaktual = Qsupply − Qreturn) menggunakan oval gear flow meter, dua PLC industri redundan, dan komunikasi Modbus RTU/RS-485. Hasil analisis menunjukkan galat gabungan instrumen 0,71% pada kondisi nominal dan 1,71–2,21% pada kondisi terburuk, estimasi waktu pembaruan data 0,5–0,8 detik, target keandalan komunikasi ≥98%, serta logika perhitungan dan status sistem yang bekerja sesuai rancangan pada simulasi. Rancangan ini dapat dijadikan dasar implementasi, dengan rekomendasi uji purwarupa pada satu unit genset, kalibrasi K-factor berkala, dan kajian integrasi read-only dengan SCADA kelistrikan bandara.
Koordinasi Proteksi OCR dan GFR Jaringan 20 kV Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali I Dewa Gede Ary Parmadi; Ahmad Kosasih; Rubby Soebiantoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9272

Abstract

Sistem distribusi tegangan menengah 20 kV Terminal Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali menyuplai fasilitas operasional yang bersifat kritis sehingga menuntut sistem proteksi yang selektif. Gangguan aliran listrik pada 10 Oktober 2025 serta perubahan konfigurasi jaringan akibat pengembangan fasilitas menjadi dasar perlunya evaluasi koordinasi Overcurrent Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR). Penelitian ini bertujuan menganalisis koordinasi OCR dan GFR pada kondisi eksisting, mengevaluasi pemenuhan prinsip selektivitas, dan menyusun rekomendasi setting relay yang lebih selektif. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada jalur SSF3–Bus 2.1, dipilih karena analisis bertumpu pada data numerik setting relay aktual dan jalur tersebut terkait langsung dengan kejadian gangguan. Sistem dimodelkan menggunakan ETAP, kemudian dilakukan Load Flow Analysis, Short Circuit Analysis, serta evaluasi kurva Time Current Characteristic (TCC) dan Sequence of Operation. Hasil simulasi menunjukkan arus hubung singkat tiga fasa sebesar 4,811–4,905 kA. Pada kondisi eksisting, gangguan di antara CB_F3.B dan CB_2.1G justru pertama kali direspons oleh relay hulu RLY_2.4C (OCR 220 ms; GFR 450 ms), sedangkan relay terdekat RLY_2.1G baru bekerja pada 300 ms (OCR) dan 600 ms (GFR). Setelah resetting, RLY_2.1G bekerja pertama sebagai proteksi utama pada 290 ms (OCR) dan 400 ms (GFR), diikuti relay hulu secara bertingkat sebagai proteksi cadangan. Dengan demikian, resetting memperbaiki urutan kerja relay sehingga koordinasi proteksi menjadi lebih selektif. Penelitian lanjutan disarankan memvalidasi setting di lapangan, memperbesar selang waktu antarrelay hulu, dan mengkaji relay diferensial saluran (87L) pada jaringan looping.
Analisis Efisiensi Sistem PLTS di MLCP Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Akhmad Romdhon Farikh Aziz; I Wayan Juliarta; IGK. Rai Darmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9273

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki kebutuhan energi listrik yang tinggi sehingga pengelola memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on-grid berkapasitas 100,98 kWp di gedung Multi-Level Car Parking (MLCP) Terminal Domestik. Penelitian terdahulu di bandar udara ini masih berfokus pada perencanaan dan proyeksi, sehingga kinerja aktual sistem yang telah beroperasi belum dievaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi energi, Final Yield, Capacity Factor, estimasi penghematan biaya listrik, deviasi terhadap baseline perencanaan, kondisi pembebanan MLCP, dan estimasi emisi yang dihindari. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif berbasis data operasional Januari–Desember 2025, dipilih karena kinerja PLTS dinilai dari besaran terukur tanpa perlakuan terhadap sistem. Hasil menunjukkan produksi energi sebesar 176.436,70 kWh/tahun, Final Yield 1.747,24 kWh/kWp (4,79 kWh/kWp/hari), dan Capacity Factor 19,95%. Estimasi penghematan biaya listrik sebesar Rp192.225.314 termasuk PPJ 5%. Produksi aktual mencapai 77,71% dari baseline perencanaan 227.059,20 kWh (deviasi 22,29%). Beban MLCP rata-rata 48,67 kW dengan maksimum 60,16 kW, dan estimasi emisi yang dihindari sebesar 153,50 ton CO2/tahun. PLTS terbukti produktif, tetapi realisasinya berada di bawah proyeksi. Penelitian lanjutan disarankan menambahkan pengukuran iradiasi dan temperatur modul agar Performance Ratio dan sumber rugi-rugi dapat dihitung, serta mengukur energi beban per interval untuk menghitung Load Coverage.
Analisis Aliran Daya dan Hubung Singkat Jaringan 20 kV Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai Asrul Purnomo Mino; Taryana; IGK. Rai Darmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9274

Abstract

Sistem distribusi tegangan menengah 20 kV Terminal Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berperan penting dalam menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik untuk operasional bandar udara. Konfigurasi jaringan looping dan kejadian gangguan ground fault pada jaringan tegangan menengah bandara menunjukkan perlunya evaluasi preventif terhadap kondisi jaringan dan sistem proteksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aliran daya, menentukan arus hubung singkat dan kesesuaiannya terhadap kemampuan panel tegangan menengah, serta mengevaluasi respons dan selektivitas Ground Fault Relay (GFR). Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan studi kasus pada jaringan Metering Kiosk I (MK I), meliputi pengumpulan data eksisting, perhitungan manual, dan pemodelan menggunakan Electrical Transient Analysis Program (ETAP) melalui Load Flow Analysis, Short Circuit Analysis, serta simulasi Single Line to Ground Fault dengan fitur Sequence of Operation; pendekatan ini dipilih karena memungkinkan evaluasi gangguan tanpa mengganggu operasi jaringan. Hasil Load Flow menunjukkan kebutuhan daya aktif 3,997 MW dan daya reaktif 1,936 MVAr, daya tersuplai 4,015 MW, dengan rugi daya aktif 0,0178 MW dan rugi daya reaktif 0,0602 MVAr. Arus hubung singkat tiga fasa sebesar 4,519065 kA, atau 28,24% dari kemampuan panel 16 kA (Ik), dengan arus puncak 11,64654 kA di bawah 40 kA (Ip). Pengujian GFR pada jalur SSC–SSG menunjukkan relay pertama bekerja pada 289 ms dan relay berikutnya pada 294 ms dengan selisih hanya 5 ms. GFR eksisting mampu mendeteksi gangguan, namun koordinasinya belum optimal. Evaluasi parameter setting GFR direkomendasikan agar relay terdekat bekerja lebih dahulu dan relay upstream menjadi proteksi cadangan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Sistem Penyalur Petir di Gedung Main Power House (MPH) 2 Bandara I Gusti Ngurah Rai Badrul Munir Hasibuan; Nurhedhi Desriyanto; Taryana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9275

Abstract

Gedung Main Power House (MPH) 2 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan fasilitas vital penyuplai daya sistem Airfield Lighting (AFL) dan navigasi yang berada di wilayah pesisir dengan aktivitas petir tinggi (Td = 72 hari/tahun). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat efektivitas sistem proteksi petir eksisting, menganalisis pengaruhnya terhadap kontinuitas operasional kelistrikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu kinerjanya berdasarkan standar SNI 03-7015-2004, NF C 17-102:2011, PUIL 2020, dan IEEE Std 142-2007. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi fisik gedung (55 m × 20 m × 22 m), pengukuran langsung tahanan pembumian pada 3 titik elektroda kedalaman 6 meter menggunakan Digital Earth Tester Kyoritsu 4105A, kajian logbook operasional 2023–2026, dan komputasi matematis evaluasi risiko. Metode ini dipilih karena mampu memadukan data lapangan aktual dengan perhitungan standar sehingga menghasilkan penilaian efektivitas yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung memerlukan proteksi Tingkat I (LPL I) dengan efisiensi E = 99,95% (Nd = 0,2052 > Nc = 0,00010). Pemasangan 1 unit air terminal ESE KURN R150 (h = 3 m) menghasilkan radius proteksi Rp = 47,15 m yang menaungi seluruh atap gedung (R_terjauh = 29,26 m) tanpa titik buta. Kabel BC High Voltage 1 × 50 mm² terbukti mengeliminasi loncatan api samping (side flashing) dan meredam radiasi LEMP. Pengukuran pembumian menghasilkan nilai rata-rata 0,35 Ω (memenuhi batas aman ≤ 5,0 Ω), didukung koordinasi SPD Tipe 2 OBO V25-B+C (In = 30 kA, Up ≤ 1,5 kV) dan Main Earth Bar (MEB). Efektivitas sistem proteksi terbukti menjamin keandalan suplai listrik bandara dengan catatan zero outage (0 kali pemadaman suplai AFL) selama periode pengamatan 2023–2026. Disimpulkan bahwa sistem penyalur petir Gedung MPH 2 bekerja efektif 100% memenuhi standar dan andal mengamankan operasional penerbangan 24 jam nonstop.
Rancangan PLTS Hybrid 153,6 kWp pada Main Power House Bandara I Gusti Ngurah Rai Moch Edy Saputro; Iwan Koswara; Yon Afonda
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9280

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali memiliki kebutuhan energi listrik yang besar dan berlangsung hampir 24 jam, sementara PLTS yang telah terpasang di bandar udara baru mencapai 188 kWp dan belum menjangkau Gedung Main Power House (MPH) sebagai pusat distribusi daya. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid untuk menyuplai beban non-operasional Gedung MPH sebesar 29,917 kW dengan kebutuhan energi harian 718,008 kWh. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain menggunakan perangkat lunak PVsyst, dan perbaikan desain. Rancangan menghasilkan PLTS berkapasitas 153,6 kWp yang terdiri atas 256 modul surya monocrystalline 600 Wp, solar charge controller MPPT 300 A, inverter hybrid 200 kW, dan bank baterai VRLA 12 V 200 Ah sebanyak 731 unit (43 seri × 17 paralel), terintegrasi dengan jaringan PLN melalui Change Over Switch (COS). Hasil simulasi menunjukkan energi yang dimanfaatkan beban sebesar 251.863 kWh/tahun dari kebutuhan 262.073 kWh/tahun, dengan Solar Fraction 96,10%, Performance Ratio 75,18%, dan Loss of Load 0,0%. Sistem berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 214,08 ton CO₂e/tahun, dan dengan nilai investasi Rp4.254.519.000 diperoleh Payback Period 198 bulan atau sekitar 16,5 tahun. Rancangan ini dilengkapi dokumen DED, RAB, dan RKS sehingga dapat menjadi acuan penerapan PLTS hybrid dalam mendukung konsep Eco-Airport.