cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 345 Documents
IDEOLOGI CERITA SANG KANCIL DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Umar Sidik
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2911.989 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.75

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan ideology dan wahan pengasuhannya, yang terdapat dalam dongeng Sang Kancil. Selain itu, penelitian ini untuk mengungkap implikasi ideology Sang Kancil dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa dongeng Sang Kancil menebarkan ideologi kelicikan (tipu muslihat). Ideologi itu diejawantahkan secara terbuka dan melekat pada tokohnya, yaitu Sang Kancil. Jika cerita ini diberikan kepada anak usia dini, sama artinya dengan proses merusak kepribadian anak menuju kedewasaannya. The aim of this research is to describe ideology and fostering mode in dongeng Sang Kancil. This research also reveals ideology implication of Sang Kancil in preschool education. Pragmatic approach is used in this research and the result shows that dongeng Sang Kancil teaches tricky ideology. The idology is manifested widely and attaches on Sang Kancil character. If the story is delivered to preschool students, it means contributing to damage children character development.
SEJARAH REFORMASI INDONESIA DALAM KUMPULAN PUISI TELEPON GENGGAM KARYA JOKO PINURBO Muhammad Wildan Sahidillah; Sarwiji Suwandi; Atikah Anindyarini
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.405 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.554

Abstract

This research aims to describe the history of Indonesian reform in the collection of Telepon Genggam poems by Joko Pinurbo. The dark history of reform needs to be reminded to everyone, to remind that Indonesia has a dark history of humanity, the Trisakti Tragedy. The May 1998 Trisakti Tragedy is a dark history that cannot be forgotten by Indonesian people. This research is included in a qualitative descriptive study. Data and data sources of this research are a collection of poems by Joko Pinurbo entitled Telepon Genggam. The data analysis technique used is the content analysis technique. Listen note is a technique used for data collection techniques. The results of research on the history of Indonesian reform, namely Tragedi Trisakti, in a collection of poems by Joko Pinurbo's Mobile Phone, found that there was a monetary crisis that made people uneasy because of the soaring prices of basic necessities. In addition, there were demonstrations by students and activists which resulted in many casualties, looting and rape of ethnic Chinese, and the kidnapping and disappearance of activists and students.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan sejarah kelam reformasi Indonesia dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo. Sejarah kelam reformasi sangat perlu diingatkan untuk semua orang, untuk mengingatkan bahwa Indonesia mempunyai sejarah kemanusiaan yang kelam, yaitu Tragedi Trisakti. Tragedi Trisakti Mei 1998 merupakan sejarah kelam yang tidak bisa dilupakan oleh bangsa Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi karya Joko Pinurbo yang berjudul Telepon Genggam. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Simak catat adalah teknik yang digunakan untuk teknik pengumpulan data. Hasil penelitian mengenai sejarah reformasi Indonesia, yaitu Tragedi Trisakti, pada kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo ditemukan bahwa adanya krisis moneter yang membuat rakyat menjadi resah karena harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Selain itu, ada juga demonstrasi para mahasiswa dan aktivis yang menyebabkan banyak korban berjatuhan, penjarahan dan perkosaan terhadap etnis Tionghoa, dan penculikan dan penghilangan aktivis dan mahasiswa.
TRANSMISI TEKS JAWA DALAM NASKAH BABAD AWAK SALIRA Isep Bayu Arisandi; Titin Nurhayati Ma'mun; Undang Ahmad Darsa
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.174 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.871

Abstract

This paper aims to reveal the transmission of the text structure and the form of translation in the text of Babad Awak Salira (later referred to as AS). The issue that will be examined in this paper is the transmission of structures and forms of translation that exist in AS manuscript texts. Old poetry is bound by a system of conventions in building structure. The tembang macapat convention system is found in the form of wawacan texts that developed in Sunda. These findings were analyzed by structural theory of the ancient poetry and translation. The application of this theory can be reveal the transmission of structure in the text. The method of research is the philological method and the translation method. Each data in this study was collected using a literature study for analysis. The results of this study include; (1) transmission of structure from macapat tembang to wawacan form in AS script texts; and (2) the form of translation in the use of diction used in the AS manuscript text. The use of the tembang macapat convention in the AS text is balanced with the practice of "translation" and adaptation of several terms as an effort to adjust and understand from Javanese (source) to Sundanese (target).Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap transmisi struktur teks dan bentuk penerjemahan dalam teks naskah Babad Awak Salira (selanjutnya disebut AS). Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah transmisi struktur dan bentuk terjemahan yang ada dalam teks naskah AS. Puisi lama terikat dengan sistem konvensi dalam membangun struktur. Sistem konvensi tembang macapat ditemukan dalam bentuk teks wawacan yang berkembang di Sunda. Temuan ini, dianalisis dengan menggunakan teori struktur puisi lama dan terjemahan. Penggunaan teori tersebut dapat mengungkap transmisi struktur dalam teks. Metode yang digunakan adalah metode filologi dan metode terjemahan. Setiap data dalam tulisan ini dikumpulkan dengan menggunakan studi pustaka untuk dianalisis. Hasil tulisan ini meliputi; (1) transmisi struktur dari tembang macapat menuju bentuk wawacan dalam teks naskah AS; dan (2) bentuk terjemahan dalam penggunaan diksi yang digunakan dalam teks naskah AS. Penggunaan konvensi tembang macapat dalam teks AS diimbangi dengan praktik “terjemahan” dan adaptasi beberapa istilah sebagai upaya penyesuaian dan pemahaman dari bahasa Jawa (sumber) menuju bahasa Sunda (sasaran).
FUNGSI SOSIAL KEMASYARAKATAN TEMBANG MACAPAT (COMMUNITY SOCIAL FUNCTIONS OF MACAPAT) Puji Santosa
Widyaparwa Vol 44, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.781 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v44i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dan mendekripsikan fungsi sosial kemasyarakatan tembang macapat. Masalah penelitian adalah bagaimanakah tembang macapat difungsikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Seiring dengan tujuan dan masalah itu, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan ditopang teori fungsi sastra yang bertolak dari tesis dan kontratesis Horatio, dulce dan utile. Hasil penelitian membuktikan bahwa tembang macapat dari awal keberadaannya, abad XIV Masehi, hingga kini dimanfaatkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, antara lain, sebagai hiburan, estetika, pendidikan, pementasan tradisional, sarana surat-menyurat, senandung teman bekerja, mantra penolak bala, upacara temu temanten adat Jawa, upacara kegiatan Pangestu, dan filosofi siklus kehidupan. Atas dasar fungsi sosial kemasyarakat tersebut menjadikan tembang macapat sebagai karya sastra yang begitu urgen dalam kehidupan manusia sebagai tontonan, tuntunan, dan tatanan. This study aims to reveal the social and decrypt functions macapat. The research problem is how macapat functioned in social life. Along with the purpose and the problem was, the method used is a qualitative method supported by the theory of functions of literature that departed from the thesis and kontratesis Horatio, dulce and utile. The research proves that macapat from the beginning of its existence, the fourteenth century AD, until now used in social life, among others, as entertainment, aesthetics, education, staging traditional, means of correspondence, humming a friend works, spells repellent reinforcements, ceremonial gathering temanten Javanese tradition, ceremony Pangestu activities, and philosophy of the life cycle. On the basis of the social function of the society, it makes macapat as a literary work that is so vital in human life as a spectacle, guidance, and order.
ALAM PEDESAAN DALAM NOVEL-NOVEL AHMAD TOHARI: METONIMI KEJADIAN DAN METAFORA KEADAAN PIKIRAN DAN PERASAAN TOKOH Mugijatna Mugijatna
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.554 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.27

Abstract

Novel-novel Ahmad Tohari didominasi oleh latar alam pedesaan Banyumas. Tulisan ini mengkaji masalah fungsi latar alam pedesaan dalam novel-novel Ahmad Tohari tersebut. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode semiotika struktural Saussurean, mengacu pada teori hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Sumber data berupa novel-novel Ahmad Tohari yang dipilih secara purposive, berdasar pada kekayaan latar tempat yang berupa alam pedesaan dalam novel-novel tersebut. Data berupa kata-kata, frasa, atau paragraf yang diambil dari novel-novel yang dipilih. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan langkah-langkah: pengambilan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan kembali lagi ke pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa latar yang berupa alam pedesaan dalam novel-novel Ahmad Tohari, di samping berfungsi sebagai latar kejadian, juga berfungsi sebagai metafora bagi keadaan pikiran dan perasaan tokoh-tokohnya. Di samping itu, deskripsi latar yang berupa alam pedesaan dalam novel-novel tersebut menyajikan keindahan yang memberi kenikmatan kepada pembaca.Novels by Ahmad Tohari were dominated by village settings of Banyumas. This paper analyzed nature of villages function in the novel by AhmadTohari. The research was performed using Saussurean semiotic structural method that referred to theory of syntaxes and paradigms relationship. Data source were novels by Ahmad Tohari and were chosen purposively based on richness setting of village nature in those novels. The data in words, phrases or paragraph were taken from the novels. Analysis was performed descriptively in steps: collecting data, reducing data, perfoming data, taking conclusion, and getting back to collecting data. The result showed that the setting of village nature in those novels, besides functioned as occurrence setting also functioned as metaphor for way of thinking condition and feeling of the characters. The setting of place also showed beauty villages to entertain readers.
LAGU ISTIKHARAH CINTA KARYA YEDO KURNIAWAN DARI GRUP SIGMA, DUMAI: INTUISI MUSIKAL SEBAGAI METODE PENCIPTAAN DALAM KAJIAN HIPERSEMIOTIK Zulkarnaen Iskandar Zaini; Wilma Sriwulan; Zainal Warhat
Widyaparwa Vol 46, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.387 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i1.164

Abstract

This research discusses about the creation of Istikharah Cinta song written by Yedo Kurniawan of Sigma Group Dumai City, in which the song was created with musical intuition. The purpose of this research is to understand how far the interrelation between the literation which derived from literature work and listened-song, which then acquired and became the intuition of the artist or the song writer such as Yedo Kurniawan. This research uses descriptive analytic method through literature study. The research result shows that the creation of Yedo Kurniawan's Istikharah Cinta song was inspired from his personal experience before marrying his beloved woman, his intuition which influenced by the songs he used to listen, literature work, and from his experiences which related to music. Istikharah Cinta is the most famous song of Sigma that it is accepted by Nasheed Lover, and both national and international music label.Penelitian  ini membahas tentang penciptaan lagu Istikharah Cinta oleh Yedo Kurniawan grup Sigma dari Kota Dumai yang mengandalkan intuisi musikal dalam penciptaannya. Tujuan penelitan untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan antara literasi yang bersumber dari karya sastra dan lagu-lagu yang sering didengar melekat dan menjadi intuisi kepada pengkarya/pencipta lagu seperti Yedo Kurniawan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terciptanya lagu Istikharah Cinta ciptaan Yedo Kurniawan terinspirasi dari pengalaman pribadi sebelum menikahi perempuan pilihannya, intuisi yang diperoleh dari lagu-lagu yang sering didengar, karya sastra yang dibaca, dan pengalaman yang berkaitan dengan musik. Lagu Istikharah Cinta paling tenar dalam grup Sigma sehingga diterima oleh kalangan pencinta Nasyid dan label music, baik nasional maupun mancanegara.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM BUKU AJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SURAKARTA Sarwiji Suwandi; Hermanu jubagyo; Muhammad Rohmadi
Widyaparwa Vol 41, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3103.411 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kualitas buku ajar Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) yang digunakan guru dari perpspektif multikultural dan (2) merumuskan kebutuhan guru dan siswa terhadap pendidikan multikultural dalam buku ajar BSI. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa buku-buku tersebut belum mengakomodasi nilai-nilai pendidikan multikultural secara lengkap. Hal tersebut tampak pada masih minimnya muatan dimensi-subdimensi pendidikan multikultural. Buku ajar BSI yang dibutuhkan guru dan siswa adalah buku yang tidak sematamata menyajikan materi kebahasaan dan sastra untuk mewujudkan kemahiran berbahasa dan apresiasi sastra, tetapi buku ajar yang memuat dan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan multikultural. Nilai pendidikan multikultural mencakupi (1) pengintegrasian materi; (2) proses mengonstruksi pengetahuan; (3) penyesuaian metode pembelajaran; (4) pengurangan prasangka; dan (5) penguatan budaya sekolah dan struktur sosial. This research aims at (1) describing the quality of the textbook (2) formulting the need of multicultural education in the textbook for students and teachers. Based on the analysis of data, it was concluded that the books da not accommodate multicultural values thoroughly. lt was signed by the minimum contain of multicultural dimension of the text book. The teachers and students do not only need textbooks which provide them with language and literature but also textbooks which contain multicultural values. The values of multicultural education compromise five dimension, namely (1) content integration; Q) the knowledge construction process; (3) an equity pedagogy; (4) prejudice reduction; and (5) an empowering school culture and social structure.
TINDAK PERSONA TOKOH “NDARA MAT AMIT” DAN “MBAH SIDIQ” DALAM LUKISAN KALIGRAFI KARYA A. MUSTOFA BISRI (KAJIAN PSIKOANALISIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK) Umar Sidik
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.282 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.895

Abstract

This study aims to describe the motives of the persona of the main characters of the short stories "Ndara Mat Amit" and "Mbah Sidiq" by A. Mustofa Bisri;and what are the implications for children's moral education. The approach used in this study is the psychoanalysis of C.G. Jung, especially with regard to the act of persona. With regard to its implications in moral education, it is based on Lickona's opinion related to the importance of strategies and children's involvement in the material (reading) used. The results showed that Ndara Mat Amit acted impolite and rude persona with a motive so that his glory was not known to the public so that it could be accepted by traditional society. As a pious man who was of the Prophet Muhammad saw, he did not want to be deified, let alone cult. In addition, Ndara Mat Amit does not want to be used and co-opted by politicians who are hungry for power. Meanwhile, Mbah Sidiq acts as a pious and pious person solely to indulge worldly desires, greed. He thought that wealth would always go hand in hand with happiness and power. The implication in moral education is to discuss with children the parts where there are moral dilemmas. The teacher guides the child to be involved in the events contained in the reading. Children are asked to find answers and/or solutions to the events contained in the reading. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif tindak persona tokoh utama cerpen “Ndara Mat Amit” dan “Mbah Sidiq” karya A. Mustofa Bisri; dan bagaimana implikasinya dalam pendidikan moral anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah psikoanalisis C.G. Jung, khususnya yang terkait dengan tindak persona. Berkenaan dengan implikasinya dalam pendidikan moral, digunakan pendapat Lickona yang terkait dengan pentingnya strategi dan keterlibatan anak pada materi (bacaan) yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ndara Mat Amit bertindak persona tidak santun dan kasar dengan motif agar kemuliaan dirinya tidak diketahui masyarakat sehingga dapat diterima oleh masyarakat tradisional. Sebagai seorang alim yang yang bertrah Nabi Muhammad saw., dia tidak ingin didewa-dewakan apalagi dikultuskan. Selain itu, Ndara Mat Amit tidak mau dimanfaatkan dan terkooptasi oleh politikus yang haus kekuasaan. Sementara itu, Mbah Sidiq bertindak persona alim dan linuwih semata-mata untuk memperturutkan syahwat keduniawian, nafsu keserakahan. Dia berpikir bahwa kekayaan akan selalu bersanding dengan kebahagiaan dan kekuasaan. Implikasi dalam pendidikan moralnya dapat dilakukan dengan mengajak anak mendiskusikan bagian-bagian yang memuat dilema pesan moral. Pendidik memandu agar anak terlibat ke dalam peristiwa yang terdapat dalam bacaan. Anak diminta untuk menemukan jawaban dan/atau jalan keluar atas peristiwa yang terdapat dalam bacaan.
ANALISIS KONTRASTIF INDONESIA-ARAB DALAM PADANAN TERJEMAH TEKS SASTRA: ANALISIS HERMENEUTIKA BUDAYA Moh. Pribadi
Widyaparwa Vol 42, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4350.475 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v42i2.90

Abstract

Istilah "analisis kontrastif" dapat didefinisikan sebagai cara kerja mengkaji dua bahasa atau lebih secara sinkronis yang meliputi unsur fonetik, morfemik, sintaksis, dan budaya untuk kepentingan penerjemahan dan pengajaran. Tujuan analisis kontrastif adalah untuk mencari persamaan dan perbedaan antara dua bahasa atau lebih yang menjadi objek kajian. Adapun teori yang digunakan dalam tulisan ini ialah prinsip pengertian yang proposional (principle of proportional understanding). Metode yang digunakan ialah analisis kontrastif yang dideskripsikan melaui pola-pola sosiolinguistik. Manfaat dari temuan AK dalam dunia ilmu pengetahuan dapat memperluas pengetahuan objek bahasa yang menjadi sasaran; sedangkan manfaat AK dalam dunia terjemah (teks sastra) dapat digunakan sebagai salah satu usaha untuk mencari padanan kata terjemahan yang tepat dalam rangka mempertahankan pesan teks terjemah atas teks aslinya. Untuk itu, artikel ini difokuskan pada objek kajian teks sastra. Untuk mendukung analisis ini penulis mencoba menggunakan cara hermeneutika (takwil). Penggunaan pisau analisis ini dimaksudkan agar dapat menjadi alat yang tepat dalam kerangka mencari makna tafsir dan takwil atau teks sastra keduanya. Dari hasil interpretasi teks sastra keduanya dapat menemukan istilah-istilah bahasa yang tepat dalam teks sastra kajiannya sehingga terjadi komunikasi yang tepat antara teks sastra terjemahan. "Contrastive analysis" term can be defined as ways of working to study two languages or more synchronically covering phonetic, morphemic, syntactic, and cultural component for translation and teaching purpose. The contrastive analysis is aimed at finding similarities and differences between two languages or more ns object of study. Theory employed in this paper is Principle of proportional understanding. Method used in this paper is contrastive analysis that is described through sociolinguistic patterns. The benefit of contrastive analysis finding in socials science can extend language object knowledge that becomes the target; meanwhile, the contrastive analysis benefit in translation field (literary text) is as one of ways to find appropriate translation word parable in rendering translation text message of source text. Therefore, this article focuses on object of literature text study. To support this analysis the writer uses hermeneutic way (takwil). The use of analysis knife is aimed to have appropriate tool in frame of discovering interpretation meaning and takwil on both of literature text. The result of both of literature text interpretation can find appropriate language terms in its literature text study that occur appropriate communication between both of translation literary text.
FEMINIST DISCOURSE ANALYSIS ON KOMPAS.COM NEWS: ATLET SENAM SEA GAMES DIPULANGKAN KARENA TAK PERAWAN Dian Lestari; Sulis Triyono
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.138 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.455

Abstract

This study aims to describe the representation in the case of a woman in the discourse of SEA GAMES gymnastics athlete who was sent back home because of a virginity issue that was published by Kompas.com on the 29th of  November, 2019. The discourse is a hot topic because it raises the pros and cons. Besides social context, this study also describes the structure of the text consisting of macrostructure, superstructure, and microstructure. The research approach uses critical discourse analysis by Van Dijk. The results of this study indicate that the news text has a main topic, namely the violation againts feminist values. The superstructure of the news text consists of an introduction, main text, and concluding part. Kompas.com through the micro structure chooses to use various diction in delivering news. In addition to diverse diction, the text is also built with cohesion and coherence to unify the meaning of discourse. The social context built by Kompas.com in this discourse, especially in representing womanis the persecution of women (gender bias) and professional violations of a person.Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan representasi perempuan dalam wacana atlet senam SEA GAMES dipulangkan karena tidak perawan yangdiberitakan pada Kompas.com pada 29 November 2019. Wacana tersebut merupakan wacana yang sedang hangat diperbincangkan karena menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Selain konteks sosial, penelitian ini juga mendeskripsikan struktur teks berita yang terdiri atas struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks berita mempunyai topik utama, yakni pelanggaran nilai-nilai feminisme. Selanjutnya, superstruktur teks berita terdiri atas pendahuluan, inti teks, dan penutupan berita. Kompas.com melalui struktur mikro memilih untuk menggunakan berbagai macam diksi dalam menyampaikan berita. Selain diksi yang beragam, teks dibangun dengan piranti kohesi dan koherensi untuk menyatukan makna wacana. Konteks sosial yang dibangun Kompas.comterutama dalam merepresentasikan perempuan pada wacana tersebut adalah adanya penindasan terhadap perempuan (bias gender) serta pelanggaran profesionalitas suatu oknum.