cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+62085753740095
Journal Mail Official
nursejournal@stikeskesosi.ac.id
Editorial Address
Jl. Bojong Raya No. 58, Kel. Rawa Buaya, Kec. Cengkareng,, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, 13210
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi
ISSN : 2809834X     EISSN : 28098870     DOI : 10.57213
mewadahi para peneliti-peneliti secara terbuka yang bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ARSIP DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN KANTOR PEMERINTAH KAMPUNG Anin Chitarisa Silitonga; Alienra Nanda Kadun MT
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.300

Abstract

Pengelolaan perkantoran mendukung kinerja organisasi. Lingkungan perkantoran yang baik ditandai dengan ketersediaan fasilitas, sarana, pra-sarana, terjaganya kebersihan hingga budaya kerja kolaboratif. Kantor Kampung Enggros terletak bersamaan dengan perkampungan warga. Saat ini kantor kampung merupakan kantor sementara yang fasilitasnya terbatas dan digunakan dengan kelompok TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayan dan Kesejahteraan Keluarga) dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Akibatnya lingkungan perkantoran terkesan tidak beraturan dengan ruangan yang digunakan untuk berbagai fungsi, serta aset kantor menjadi aset bersama dari struktur organisasi yang berbeda. Di samping itu, ruang terbuka kantor sering dijadikan sebagai fasilitas warga untuk berekreasi dikarenakan terdapat jaringan wifi yang bisa diakses bebas. Ini mengakibatkan kebersihan kantor menjadi terkendala. Usulan pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi, pengadaan pra-sarana pengarsipan serta kebersihan. Diharapkan melalui pengabdian ini terjadi peningkatan dan penyebaran pengetahuan dengan lebih luas serta pemenuhan pra-sarana.
SOSIALISASI PENGENALAN DUNIA MIGAS DAN POTENSINYA DI KAWASAN LAMPUNG PADA SISWA SMA Randy Yusuf Kurniawan; Aulia Mutiara Hikmah; Dwi Miftha Kurnia; Andri Yadi Paembonan; Stevy Canny Louhenapessy; Putri Agustryani; Meta Nisrina Syafitri; Martasari Beti Pangestuti; Azman Munthoha Maula
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.301

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap industri minyak dan gas bumi (migas), serta mengenalkan potensi sumber daya migas di wilayah Lampung. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi kepada siswa SMA Negeri 14 Bandar Lampung, dengan penyampaian materi mencakup pengenalan sektor migas secara umum, asal-usul migas, tahapan kegiatan industri migas dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream), serta mata kuliah dan kompetensi lulusan program studi teknik perminyakan. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai peluang karir di sektor migas. Acara dibuka oleh perwakilan pihak sekolah dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim pelaksana. Siswa menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, yang memperkuat pemahaman mereka mengenai proses eksplorasi, produksi, hingga distribusi migas. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa terdorong untuk mendalami sektor migas dan mempertimbangkannya sebagai pilihan karir di masa depan. Dokumentasi kegiatan berupa foto, video, dan salinan materi presentasi digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
PEMETAAN CEKUNGAN AIR TANAH DENGAN METODE RESISTIVITY UNTUK MENENTUKAN SUMBER AIR TANAH DI WILAYAH TANGGAMUS PEKON SUKA AGUNG Dwi Miftha Kurnia; Randy Yusuf Kurniawan; Stevy Canny Louhenapessy; Andri Yadi Paembonan; Putri Agustryani; Azman Munthoha Maula; Ummi Kulsum Hidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.302

Abstract

Air memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia, yang memanfaatkannya untuk berbagai keperluan sehari-hari. Sumber air yang sering digunakan masyarakat meliputi air permukaan (sungai, waduk, rawa), air tanah, dan air hujan. Namun, seiring meningkatnya populasi dan kerusakan lingkungan, ketersediaan air bersih dari sumber air permukaan semakin menurun akibat polusi, penggunaan berlebihan, jarak ke sumber air yang jauh, dan kekeringan. Untuk mengatasi krisis air bersih, berbagai langkah dapat dilakukan, seperti memperbaiki infrastruktur, memanfaatkan air tanah, menggunakan teknologi modern, membangun sistem tadah hujan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu solusi utama adalah memanfaatkan air tanah, sumber air tawar terbesar, dengan memahami zona akuifer yang mengandung air. Meski identifikasi zona akuifer sulit karena kondisi geologi kompleks, metode geofisika, seperti resistivitas listrik, telah membantu ahli hidrogeologi dalam menentukan kedalaman, ketebalan, dan persebaran akuifer untuk mendukung pemanfaatan air tanah secara efektif. Metode geolistrik resistivitas adalah salah satu metode geofisika yang digunakan untuk memetakan struktur bawah permukaan dengan mengukur variasi resistivitas batuan. Variasi ini dipengaruhi oleh perbedaan sifat kelistrikan material di bawah permukaan, yang berguna untuk mengidentifikasi anomali geologi seperti lapisan akuifer, zona patahan, atau struktur batuan yang dapat menandakan adanya potensi air tanah atau kondisi geologi tertentu. Di wilayah Pekon Suka Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, metode geolistrik resistivitas dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik geologi bawah permukaan. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan menggunakan alat resistivitymeter yang mendeteksi perbedaan nilai tahanan jenis dari satu titik ke titik lainnya. Anomali resistivitas kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi struktur geologi di bawah permukaan dan potensi keberadaan air tanah.
EDUKASI FAKTOR RISIKO ASMA EKSASERBASI BERAT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT X Ikhsan Budi; Desi Purwaningsih; Seftiwan Pratami Djasfar; Dara Juliana; Wilfadri Putra Jonesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.303

Abstract

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menyerang sekitar 300 juta orang dan menyebabkan ribuan kematian setiap harinya, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, asma memiliki prevalensi tinggi dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup dan angka kematian. Salah satu kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan kematian adalah eksaserbasi berat asma, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti infeksi saluran napas, paparan polusi, alergi, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Kurangnya pengetahuan pasien tentang faktor risiko ini berkontribusi terhadap tingginya angka kekambuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Rumah Sakit X dengan tujuan memberikan edukasi kepada pasien asma mengenai faktor risiko eksaserbasi berat dan upaya pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung kepada pasien dan keluarga pasien serta survei untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal pasien. Hasil menunjukkan bahwa hanya 22,22% responden mengetahui faktor risiko eksaserbasi, yang semuanya adalah pasien dengan riwayat asma lebih dari lima tahun. Edukasi ini meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan asma dan pentingnya penghindaran faktor risiko, yang diharapkan dapat menurunkan angka eksaserbasi berat, memperbaiki kualitas hidup, dan menurunkan angka kematian akibat asma.
WILLIAM FLEXION EXERCISE PADA PENGRAJIN GERABAH UNTUK MENURUNKAN NYERI PUNGGUNG DI DESA MASBAGIK TIMUR Maruli Taufandas; Anatun Aupia; Dina Alfiana Ikhwani; Muh. Jumaidi Sapwal; Nandang DD Khairari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.304

Abstract

Nyeri merupakan kondisi yang tidak nyaman sering dialami oleh banyak orang, nyeri yang timbul akan mengakibatkan ketidak mampuan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. William flexion exercise menjadi salah satu aspek yang penting dilakukan oleh pekerja, baik itu pekerja kantoran, di sawah, tukang bangunan dan juga pengrajin gerabah. Salah satu kondisi yang disebabkan karena kurangnya peregangan diawal kegiatan adalah Low back pain. Hal ini terjadi karena ketegangan pada otot dan tidak ergonomisnya posisi pada saat bekerja yang berlangsung lama dan terus menerus. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang latihan yang ringan dan bisa dilakukan sebelum memulai pekerjaan membuat gerabah. Latihan ini dilakukan selama 2 minggu dengan dosis dua kali kegiatan dalam satu minggu, untuk mendapatkan hasil maksimal. Sebelum kegitan dilakukan pengabdi memberikan contoh William Flexion Exercise terlebih dahulu supaya peserta bisa mengikuti setiap gerakan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu diketahuinya tingkat nyeri LBP sebelum William Flexion Exercise pada skala nyeri sedang sebanyak 41 orang (95,3%) dan setelah William Flexion Exercise berada pada nyeri ringan sebanyak 38 orang (88,4%). Bagi pengrajin gerabah, pegawai kantoran, pedagang, tukang bangunan, atupun pekerja yang mengangkat beban berat setiap hari dalam waktu yang lama untuk melakukan William Flexion Exercise secara rutin untuk menghindari terjadinya dampak yang lebih berat.
EDUKASI DAGUSIBU DAN BAHAYA NARKOBA BAGI SISWA SMA PUTRA JAYA BATAM Fifin Oktaviani; Nurliyasman Nurliyasman; Ali Chozin; Admar Jas; Heldi Candra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.318

Abstract

Tingkat literasi kesehatan di kalangan remaja, khususnya dalam penggunaan obat yang benar dan penyalahgunaan narkoba, masih tergolong rendah. Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) dan penyuluhan bahaya narkoba merupakan strategi promotif dan preventif yang penting diterapkan di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan obat secara rasional serta dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Pelaksanaan dilakukan di SMA Putra Jaya Batam dengan melibatkan 95 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terdiri atas 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 5,0 menjadi 8,9 setelah kegiatan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman lebih baik setelah sesi edukasi. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa SMA dalam aspek penggunaan obat yang tepat dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat dampak edukatif dan mendorong terbentuknya agen perubahan di kalangan remaja.
Penyuluhan Gizi pada Remaja di SMK Kesehatan Prima Husada Kota Tangerang Selatan Tahun 2024 Siti Nurbaiti; Tanto Tanto; Edi Suyitno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 7 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v7i2.319

Abstract

This community service activity aims to increase adolescent knowledge and awareness about balanced nutrition and encourage healthy eating behaviors among students at the Prima Husada Health Vocational School in South Tangerang City. The activity was conducted on April 26, 2024, using an interactive lecture and question-and-answer method using a one-group pretest-posttest design with 28 students. The material covered basic nutritional concepts, the principles of balanced nutrition, the importance of breakfast, anemia in adolescents, and the impact of consuming foods high in sugar, salt, and fat. Evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 6.8 to 12.9 (an 89.7% increase), demonstrating the effectiveness of the outreach in improving student understanding. More than 70% of participants demonstrated positive behavioral intentions to adopt a healthy breakfast, limit fast food consumption, and read nutrition labels. Participants also expressed high levels of satisfaction with the delivery method and materials. Although the evaluation design did not use a control group, this activity was shown to increase nutritional literacy and readiness for behavioral change in adolescents. This program has the potential to be replicated in other schools as a promotive and preventive effort to improve adolescent health.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE KLAWALU BERBASIS KONSERVASI LINGKUNGAN Murni Murni; La Ibal; Rahful A. Madaul; Ummi Hanifah Marshush; Hilmi Hilmansyah; Azalia Fajri Yasin; Nurbia Nurbia; Azwar Rahmatullah; Nur Abu; Fathur Rahman Buatan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.321

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Klawalu di Kota Sorong, Papua Barat Daya, memiliki potensi ekologis dan ekonomi yang tinggi, namun menghadapi berbagai tantangan seperti pencemaran sampah dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta mahasiswa mengenai pentingnya konservasi mangrove dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung di lapangan, yang melibatkan mahasiswa, masyarakat lokal, dan instansi pemerintah. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Diskusi kelompok dan praktik penanaman mangrove juga memperlihatkan antusiasme dan komitmen peserta dalam mendukung konservasi lingkungan. Kegiatan ini berhasil membangun sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah, serta menjadi model pengembangan ekowisata berbasis konservasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PENANGANAN KASUS TERSEDAK DI MAN 1 BANYUMAS Putri Fazriah M Yusuf; Danang Tri Yudono; Surtiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.323

Abstract

Tersedak adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa akibat sumbatan pada jalan napas, sering kali disebabkan oleh makanan padat atau benda asing, yang dapat berujung pada hipoksia atau kematian jika tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan dan keterampilan siswa MAN 1 Banyumas dalam penanganan kasus tersedak melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, koordinasi dengan pihak sekolah, skrining peserta, dan pelaksanaan edukasi pada Februari 2024. Intervensi dilakukan melalui pre-test, penyampaian materi edukasi dengan metode ceramah, demonstrasi teknik Heimlich maneuver dan back blow, praktik langsung oleh siswa, serta post-test. Sebanyak 35 siswa terlibat, mayoritas berusia 16 tahun (54,3%) dan berjenis kelamin perempuan (88,5%). Hasil pre-test menunjukkan 71,43% memiliki pengetahuan baik, namun 71,43% masih tidak terampil. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan baik dan terampil dalam penanganan tersedak. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi situasi darurat. Program ini menegaskan pentingnya pelatihan pertolongan pertama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi risiko fatal akibat tersedak. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan rutin di sekolah untuk membekali siswa dengan kemampuan penanganan kegawatdaruratan secara percaya diri dan efektif.
EDUKASI PENANGANAN MORNING SICKNESS PADA IBU HAMIL Anis Ardiyanti; Rinda Intan Sari; Ni Made Ayu Wulansari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.325

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang dialami perempuan usia subur. Masa kehamilan akan mengalami perubahan fisik yang dipengaruhi oleh peningkatan hormone estrogen dan HCG dimana akan menimbulkan mual dan muntah di awal kehamilan atau disebut morning sickness. Mual muntah terjadi pada usia kehamilan 12 -16 minggu, sebanyak 90 % ibu hamil mengalami mual, dan disertai muntah. Keadaan ini terjadi pada sekitar 60-80% primigravida dan 40-60% terjadi pada multigravida. Keluhan ini merupakan hal yang fisologis namun jika tidak segera diatasi akan menjadi patologis yang menimbulkan gangguan pada kehamilan. Data kelompok Ibu Hamil di RW 3 Kelurahan Plombokan mengalami Morning Sickness sekitar 90% dari total ibu hamil. Upaya preventif yang dilakukan yaitu mengedukasi masyarakat mengenai Morning sickness dan penanganannya. Kegiatan ini dilakukan melalu 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemberian materi edukasi tentang morning sickness dan mendemonstrasikan pembuatan wedang jahe yang mudah di aplikasikan sehari-hari sehingga dapat mengurangi mual muntah yang dirasakan oleh ibu hamil di awal kehamilannya.

Page 8 of 21 | Total Record : 209