cover
Contact Name
Ni Nyoman Karmini
Contact Email
ninyomankarmini@gmail.com
Phone
+6281805414585
Journal Mail Official
lppmsaraswatitabanan@gmail.com
Editorial Address
IKIP Saraswati, Jl. Pahlawan No.2 Tabanan, 82113
Location
Kab. tabanan,
Bali
INDONESIA
Suluh Pendidikan: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan
ISSN : 1829894X     EISSN : 26231697     DOI : '10.46444
Core Subject : Education,
Sebagai media informasi ilmiah bidang pendidikan, baik berupa hasil penelitian, maupun kajian pustaka
Articles 439 Documents
ANALISIS STRATEGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI PELUANG DI FASE C SEKOLAH DASAR Made Reni Widiartini; I Putu Suardipa; I Komang Wahyu Wiguna
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1088

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menempatkan literasi matematika sebagai kompetensi inti, khususnya pada Fase C yang menekankan kemampuan bernalar kritis dalam menghadapi fenomena ketidakpastian melalui elemen Analisis Data dan Peluang. Namun, materi peluang sering dianggap abstrak dan sulit bagi siswa karena sifatnya yang berlawanan dengan intuisi keseharian. Penelitian ini merupakan sebuah Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk menganalisis strategi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berbasis kontekstual pada materi peluang di Fase C sekolah dasar. Berdasarkan tinjauan terhadap berbagai literatur ilmiah, ditemukan bahwa strategi siswa berkembang secara dinamis dari pemahaman intuisi informal menuju aplikasi model matematika formal melalui mediasi masalah realistik.Hasil analisis menunjukkan pola strategi yang konsisten berdasarkan tahapan Polya, di mana mayoritas siswa menunjukkan performa tinggi dalam memahami masalah, namun mengalami penurunan signifikan pada tahap merencanakan (62,5%) dan melaksanakan rencana (45,83%), serta sangat rendah dalam tahap memeriksa kembali (12,5%). Diagnosis melalui Prosedur Newman mengungkap bahwa kesalahan transformasi dan keterampilan proses menjadi rintangan utama bagi siswa berkemampuan sedang dan rendah. Selain itu, ditemukan miskonsepsi yang persisten seperti pertimbangan subjektif dan negative recency yang menghambat penalaran probabilistik siswa. Sebagai solusi pedagogis, implementasi pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Game-Based Learning (GBL) dengan media konkret (seperti ular tangga, dadu, dan koin) terbukti efektif dalam membangun intuisi peluang dan meningkatkan ketuntasan belajar siswa secara signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan materi prasyarat numerasi dan penggunaan konteks literasi finansial untuk menjadikan pembelajaran peluang lebih bermakna di tingkat dasar.
REVITALISASI KEARIFAN LOKAL BALI: MENGGALI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KISAH JAYAPRANA LAYONSARI UNTUK PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK Ni Nyoman Karmini; I Nyoman Adi Susila
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan merevitalisasi nilai-nilai Pancasila serta dimensi etika ekokritik dalam cerita tradisional Geguritan Bali Jayaprana Layonsari sebagai materi penguatan karakter peserta didik. Sastra tradisional sering direduksi sebatas kisah romansa tragis, padahal di dalamnya terkandung dialektika moral yang kaya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan ekokritik sastra dan analisis isi (content analysis), teks Geguritan Jayaprana Layonsari dibedah secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ini memuat tiga refleksi kritis: (1) Alam sebagai subjek moral (sasmita) yang merespons ketidakadilan, mencerminkan Sila Pertama dan Kedua; (2) Hutan Teluk Terima sebagai ruang marginalisasi akibat kesewenang-wenangan penguasa yang menegasikan Sila Keempat; dan (3) Hubungan timbal balik antara mikrokosmos (bhuana alit) dan makrokosmos (bhuana agung) dalam konsep Tri Hita Karana (khususnya palemahan) yang sejalan dengan Sila Kelima. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kisah Jayaprana Layonsari dapat ditransformasikan menjadi media pembelajaran sastra yang emansipatif untuk menumbuhkan kecerdasan ekologis sekaligus kecerdasan kewarganegaraan peserta didik di era modern.
DAMPAK KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR I Gede Angga Supriana; I Nyoman Artana; Nyoman Utari Dewi Indriati; I Made Pasek Anom Sarwa Adi Wisesa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kecanduan game online terhadap perkembangan psikologis dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Sumerta, Denpasar, serta lingkungan tempat tinggal siswa di Komplek Perumahan Jalan Akasia Gang Puspa Padma Denpasar Timur. Subjek penelitian adalah 10 siswa yang terindikasi mengalami kecanduan game online, dengan informan pendukung yaitu guru dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah terpapar game online sejak usia dini dan menghabiskan waktu bermain dalam durasi yang cukup lama. Dampak yang ditimbulkan meliputi aspek psikologis, seperti rendahnya konsentrasi, ketidakstabilan emosi, dan rendahnya kontrol diri; aspek sosial, seperti kurangnya interaksi dengan teman sebaya dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan; serta aspek akademik, seperti menurunnya prestasi belajar, kurangnya keaktifan dalam pembelajaran, serta rendahnya kedisiplinan. Temuan ini menunjukkan bahwa kecanduan game online memberikan dampak negatif yang signifikan dan bersifat multidimensional terhadap perkembangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dan kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta mengendalikan penggunaan game online agar tidak menghambat perkembangan optimal siswa.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PERAN PENGEMBANGAN E-MODUL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Ni Nyoman Serma Adi; I Gde Wawan Sudatha; Made Hery Santosa; I Kadek Suartama
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran pengembangan e-modul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada prosedur seleksi literatur yang sistematis melalui database jurnal bereputasi. Sebanyak 18 artikel yang terindeks Scopus dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yang ditunjukkan melalui peningkatan pada aspek analisis, evaluasi, argumentasi, dan pemecahan masalah. Efektivitas e-modul sangat dipengaruhi oleh desain pedagogis yang digunakan, seperti integrasi Problem-Based Learning (PBL), pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), STEM, serta konteks pembelajaran berbasis kearifan lokal. Selain itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa e-modul semakin terintegrasi dengan teknologi digital seperti Augmented Reality (AR), Internet of Things (IoT), dan multimedia interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar peserta didik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan, seperti kurangnya pengembangan model integratif yang menggabungkan aspek pedagogi, teknologi, dan konteks lokal secara simultan, serta minimnya penelitian longitudinal. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan e-modul berbasis pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan guna mendukung penguatan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran abad ke-21
TANTANGAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PADA ERA MODERN: STUDI KASUS PADA MAHASISWA IKIP SARASWATI, TABANAN Ni Ketut Veri Kusumaningrum; Elsita Lisnawati Guntar; Muhammad Dedad Bisaraguna Akastangga
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menerapkan pendidikan modern di IKIP Saraswati, Tabanan. Transformasi pendidikan menuju digital dan hibrida telah memberikan dampak signifikan pada proses pembelajaran, baik dari segi teknologi, infrastruktur, metodologi, maupun aspek psikologis dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 60 mahasiswa aktif semester 3-8 sebagai responden. Kuesioner skala Likert digunakan untuk mengukur lima dimensi tantangan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan akses dan infrastruktur mendapat skor tertinggi (4,1), diikuti oleh teknologi pembelajaran (3,8), aspek psikologis dan sosial (3,7), dan metodologi pembelajaran (3,6). Temuan utama meliputi kesulitan beradaptasi dengan platform digital (48%), keterbatasan perangkat (63%), biaya internet yang memberatkan (50%), koneksi internet yang tidak stabil (45%), dan penurunan pemahaman materi (45%). Selain tantangan, mahasiswa juga menunjukkan strategi adaptasi seperti membentuk kelompok belajar daring (42%), memanfaatkan sumber belajar digital (67%), meningkatkan intensitas komunikasi dengan dosen melalui media digital (48%), dan mengembangkan jadwal belajar mandiri (51%). Studi ini merekomendasikan empat langkah strategis untuk mendukung transisi yang efektif dan inklusif menuju pendidikan modern. Pertama, penguatan infrastruktur melalui penyediaan jaringan internet stabil dan perangkat teknologi yang terjangkau. Kedua, pelatihan literasi digital secara berkala bagi guru, siswa, dan orang tua, mencakup penggunaan platform pembelajaran daring, keamanan siber, dan evaluasi informasi digital. Ketiga, implementasi model pembelajaran hibrida yang menggabungkan tatap muka dan daring secara proporsional melalui kurikulum yang fleksibel dan adaptif. Keempat, penguatan layanan dukungan psikososial di lingkungan sekolah guna mengatasi kecemasan, isolasi sosial, dan tekanan psikologis yang muncul akibat perubahan pola belajar.
PERAN STRATEGIS GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX Putri Anggreni; I Gusti Ayu Suasthi; Anak Agung Istri Inten Dwitayanti
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pentingnya strategi dan implikasi peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti serta siswa kelas IX. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, faktor-faktor pentingnya peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar setelah dianalisis ternyata didasari oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari dimensi profesionalitas guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, motif guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam memberikan solusi terhadap motivasi belajar dan prestasi siswa, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, sedangkan faktor eksternal terdiri dari komunikasi orang tua dengan siswa, lingkungan belajar yang kondusif, dan dukungan dari lingkungan sosial turut memberikan pengaruh terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Kedua, peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar setelah dianalisis ternyata dipengaruhi oleh penerapan strategi pembelajaran yang memperhatikan minat, pemanfaatan teknologi, dan pemetaan gaya belajar siswa. Ketiga, implikasi peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar setelah di analisis ternyata berimplikasi terhadap intelektual, psikologis, etika, spiritual, dan sosial.
IMPLEMENTASI METODE WRITING PROCESS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILIMAH SISWA Fitriani Dwiyanti Putri; Ida Ayu Made Wedasuwari; Luh Putu Adhi Laksmini Susila
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan pendekatan writing process dan meningkatkan kompetensi penulisan ilmiah siswa kelas sebelas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas sebelas. Writing process terdiri dari lima tahap: pra-penulisan, penyusunan draf, revisi, penyuntingan, dan publikasi. Data dikumpulkan melalui observasi, pengujian, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan penulisan ilmiah siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 57,1 (memuaskan) pada fase pra-tindakan menjadi 73,7 (terpuji) pada Siklus I dan 81,0 (sangat baik) pada Siklus II. Kelengkapan klasik meningkat dari 0,0% menjadi 93,8% pada Siklus I dan mencapai 100,0% pada Siklus II, melampaui metrik keberhasilan yang telah ditentukan. Peningkatan diamati di semua aspek evaluasi, meliputi konten, struktur, bahasa, dan mekanika penulisan. Metode writing process telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan keterampilan menulis ilmiah dan mendorong aktivitas, kepercayaan diri, dan pemikiran kritis yang lebih besar di antara siswa selama writing process.
ESTETIKA BAHASA DAN MAKNA SIMBOLIK DALAM ANTOLOGI PUISI LUKA PURNAMA KARYA IDA BAGUS GDE PARWITA: KAJIAN STILISTIKA SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA Ni Ketut Budiati; I Nyoman Suwija; Dewa Ayu Widiasri
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1085

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek stilistika dalam antologi puisi Luka Purnama karya Ida Bagus Gde Parwita dengan fokus pada estetika bahasa, makna simbolik, serta relevansinya sebagai bahan ajar di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data berupa puisi-puisi terpilih yang mencerminkan ciri stilistika dominan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca intensif dan catat. Analisis data menggunakan kerangka stilistika linguistik dan sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyair memanfaatkan diksi konotatif, citraan, majas, serta pola bunyi untuk membangun efek estetis. Unsur tersebut menghasilkan makna yang mendalam terkait pengalaman manusia, spiritualitas, dan nilai budaya. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa antologi ini memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan apresiasi sastra dan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, Luka Purnama relevan sebagai bahan ajar sastra di SMA.
INTERNALISASI NILAI TRI KAYA PARISUDHA DALAM PENGUATAN ETIKA DIGITAL SISWA SMP NEGERI 5 TABANAN Ni Wayan Eka Susanti; Relin D.E; Gek Diah Desi Sentana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1094

Abstract

Perkembangan teknologi digital menempatkan siswa sekolah menengah pertama sebagai pengguna aktif ruang siber, namun keterampilan teknis tersebut belum selalu diikuti oleh kematangan etika. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai Tri Kaya Parisudha dalam penguatan etika digital siswa SMP Negeri 5 Tabanan, menganalisis fungsi nilai tersebut, dan menjelaskan dampaknya terhadap perilaku digital siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi reflektif, dan studi dokumentasi dengan melibatkan siswa kelas IX, guru, kepala sekolah/wakil kesiswaan, serta orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi makna pengalaman, dan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tiga jalur utama. Manacika dikembangkan melalui kebiasaan berpikir kritis sebelum menerima, menanggapi, atau membagikan informasi. Wacika tampak pada kemampuan menjaga pilihan kata dalam pesan, komentar, dan interaksi digital. Kayika terlihat pada tindakan bertanggung jawab, seperti tidak menyebarkan konten negatif, menjaga privasi, dan menggunakan media digital untuk aktivitas positif. Nilai Tri Kaya Parisudha berfungsi sebagai pedoman evaluatif, kontrol diri, dan orientasi moral. Dampaknya tampak pada meningkatnya kehati-hatian, kesantunan komunikasi, dan tanggung jawab siswa dalam bermedia. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Bali dapat menjadi basis kontekstual pendidikan karakter digital di sekolah.