cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 130 Documents
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP MENCIT JANTAN Sri Peni Fitrianingsih; Indri - Aryanti; Fetri - Lestari
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.499 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i2.37

Abstract

 AbstrakDaun nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan beberapa bahan alam yang secara empiris digunakan untuk penanganan Diabetes Mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemia ekstrak tunggal dan kombinasi daun nangka dan daun sirsak. Aktivitas antihiperglikemia diuji dengan metode toleransi glukosa pada mencit jantan galur Swiss Webster yang diinduksi glukosa 195 mg/20g BB. Penelitian terdiri dari bbrp kelompok yaitu kelompok kontrol positif, ekstrak daun nangka 7 mg/20 g BB, ekstrak daun sirsak 3,5 mg/20 g BB, kombinasi ekstrak daun nangka dan daun sirsak (1+1), dan kombinasi (½+½) serta pembanding metformin 1,3 mg/20 g BB. Kadar glukosa darah diukur setiap 30 menit selama 2 jam setelah pemberian glukosa menggunakan alat gukometer. Data kadar glukosa darah dan persen penurunannya dianalisa dengan ANAVA dan uji lanjut Tukey HSD. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirsak dosis 3,5 mg/20 g BB mencit memiliki aktivitas antihiperglikemia yang lebih baik dibandingkan ekstrak daun nangka dan kombinasi ekstrak daun nangka dan daun sirsak. Kata kunci: daun nangka, Artocarpus heterophyllus Lamk., daun sirsak, Annona muricata L., aktivitas antihiperglikemia AbstractJackfruit leaf (Artocarpus heterophyllus Lamk.) and soursop leaf (Annona muricata L.) are some natural materials which empirically used for the treatment of Diabetes Mellitus. This study was aimed to determine antihyperglycemic activity of single and combination extract of jackfruit leaf and soursop leaf. Antihyperglycemic activity had been examined by glucose tolerance method on Swiss Webster male mice that induced by glucose 195 mg/20g BW. This study consist of 6 groups, those are positive control group, jackfruit leaf extract 7 mg/20 g BW, soursop leaf extract 3,5 mg/20 g BW, combination jackfruit leaf and soursop leaf extracts (1+1), and combination (½+½) and metformin 1,3 mg/20 g BW. Blood glucose level was determined every 30 minutes during 2 hours using glucometer. The data were analyzed by ANOVA and Tukey HSD. The result of this study showed that soursop leaf extract at dose 3,5 mg/20 g BW had antihyperglicemic activity better than jackfruit leaf extract and combination of jackfruit and soursop leaves extract. Keywords : jackfruit leaf, Artocarpus heterophyllus Lamk., soursop leaf, Annona muricata L., antihyperglicemic activity.
UJI AKTIVITAS ANTI RADANG EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG (Areca catechu L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Silvya - Poela; Aang - Hanafiah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.49 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i2.38

Abstract

AbstrakPinang (Areca catechu L.) secara umum digunakan sebagai obat inflamasi, diare, cacingan, batuk berdahak dan lainnya. Biji pinang (Areca catechu L.) memiliki kandungan flavonoid, khususnya senyawa proantosianidin yang mempunyai efek anti-inflamasi. Telah dilakukan penelitian untuk menguji efek anti-inflamasi ekstrak biji pinang pada hewan percobaan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi terhadap 500 gram simplisia biji pinang menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak diberikan secara oral dengan variasi dosis 80, 120 dan 160 mg/200 g BB kepada tikus putih jantan jenis Wistar; sebagai kontrol positif digunakan natrium diklofenak dengan dosis 1,3 mg/200 g BB. Uji inflamasi didahului dengan pembentukan edema buatan pada telapak kaki tikus dengan penyuntikan karagenan 1% sebagai zat penginduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen inhibisi radang terus meningkat sampai pada jam ke 5. Dosis optimal ditunjukkan pada kadar ekstrak biji pinang sebesar 160 mg/200 g BB dengan persen inhibisi radang terbesar 64,19% pada jam pertama; tetapi, persen inhibisi ini tidak lebih baik dari yang ditunjukkan Na-diklofenak. Namun demikian baik dosis 120 mg/200 g BB maupun 160 mg/200 g BB menunjukkan waktu penghambatan radang yang lebih cepat dibandingkan dengan Na- diklofenak sebagai pembanding. Kata kunci: Ekstrak biji pinang (Areca catechu L.), Anti-inflamasi AbstractAreca nut (Areca catechu L.) is generally used as a remedy inflammation, diarrhea, intestinal worms, cough with phlegm and others. Betel nut (Areca catechu L.) contains flavonoids, in particular proanthocyanidin compounds that have anti-inflammatory effects. Extraction is done by maceration method for betel nut 500 grams of crude drugs using 70% ethanol. Research has been conducted to examine the effects of anti-inflammatory of areca nut extract in experimental animals. Extract administered orally with various doses of 80, 120 and 160 mg/200 g BW to white male Wistar rats, used as positive control at a dose diclofenac sodium 1.3 mg/200 g BW. Inflammatory test was preceded by the formation of edema in the feet artificial injection of mice with carrageenan 1% as the inducer substances. The results showed the percent inhibition of inflammation increasing until to 5 hours. Optimal dose is shown in betel nut extract concentration of 160 mg/200 g BW with the percent inhibition of inflammation largest 64.19% at the first hours; but, the percent inhibition was no better than indicated Na-diclofenac. However, both doses of 120 mg/200 g and 160 mg/200 g BB showed inflammation inhibition time is faster than Na-diclofenac as a comparison.  Keywords: Betel nut extract (Areca catechu L.), Anti-inflammatory
PENGUJIAN SALAH SATU PRODUK SEDIAAN KAPSUL EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS TERHADAP IMPLANTASI TIKUS GALUR WISTAR Maria - Ulfah; Kana Lina Sinaga; Sri Adi Sumiwi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.205 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v4i1.42

Abstract

AbstrakProduk sediaan kapsul yang berisi ekstrak kulit buah manggis semakin banyak beredar dipasaran dan dikonsumsi oleh banyak wanita. Salah satu khasiat ekstrak kulit manggis yaitu untuk kesehatan karena mengandung zat aktif utama yang benama xanthon. Obat bahan alam yang mempunyai efek antiimplantasi yang berguna bagi pengaturan jumlah kelahiran belum banyak diketahui. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui khasiat antiimplantasi dari produk yang berisi ekstrak kulit buah manggis. Pada penelitian ini dilakukan pengujian salah satu sediaan yang mengandung ekstrak kulit buah manggis yang beredar di pasaran terhadap implantasi tikus betina Galur Wistar. Kelompok hewan terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok uji yang terdiri dari tiga ekor tikus tiap kelompok. Kelompok kontrol diberi suspensi PGA 2% secara oral, dan kelompok uji yang diberikan suspensi sediaan uji secara oral dengan dosis 100, 75 dan 50mg/kgbb yang selama 10 hari sejak tikus dinyatakan hamil jika setelah dikawinkan ditemukan sperma pada cairan vaginanya. Tikus dibedah pada hari kehamilan ke-11 untuk dihitung jumlah implantasinya. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok uji sediaan dibandingkan terhadap kelompok kontrol negatif (p > 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian sediaan ekstrak kulit manggis pada dosis tersebut di atas tidak berpengaruh terhadap jumlah implantasi yang dihasilkan. Kata Kunci : Implantasi, Ekstrak kulit manggis, mangostin, AbstractCapsule products containing mangosteen rind extract many outstanding in the market and consumed by many women. One of the benefits of mangosteen peel extract is efficacious for beauty, because it contains xamthon as active substances. Natural medicines that have the effect anti-implantation useful for setting the number of births has not been known. The purpose of research is to determine the efficacy anti-implantation of products containing extracts of mangosteen rind. In this study tested one preparation containing extracts of mangosteen rind on the market towards the implantation of female rats Wistar strain. Animal group consists of the control group and the test group consisting of three rats each group. The control group was given a 2% suspension PGA orally, and the test group were given suspension of the test preparation orally at a dose of 100, 75 and 50 mg / kg for 10 days from the confirmed pregnant mice if after breeding was found sperm in vaginal discharge. Mice dissected on the 11th day of pregnancy to quantify the number of implantation. The results showed no significant difference between the test group dosage as compared to the negative control group (p> 0.05). It can be concluded that the administration of a preparation of mangosteen peel extract at doses above does not affect the amount of implantation produced.  Keywords : Implantation, Garcinia mangostana extract, mangosteen
DAYA ANTIBAKTERI Lactobacillus bulgaricus KS1 DALAM SOYGHURT TERHADAP Klebsiella pneumoniae STRAIN ATCC 700603, CT1538 DAN S941 Prima Nanda Fauziah; Chrysanti - -; Jetty - Nurhajati
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v4i2.45

Abstract

AbstrakSalah satu usaha untuk menghasilkan antibiotik alami dengan melakukan pengujian daya antibakteri Lactobacillus bulgaricus KS1 dalam soyghurt terhadap berbagai strain Klebsiella pneumoniae telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik antara konsentrasi L. bulgaricus dalam soyghurt terhadap nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan daya hambat pertumbuhan berbagai strain K.pneumoniae. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pertama menguji MIC L.bulgaricus dalam soyghurt terhadap berbagai strain K.pneumoniae; tahap kedua menguji daya antibakteri L.bulgaricus dalam soyghurt terhadap besar daerah hambat pertumbuhan berbagai strain K.pneumoniae. Hasil penelitian tahap pertama diketahui bahwa konsentrasi 80% filtrat L.bulgaricus dalam soyghurt mampu bersifat bakterisidal terhadap berbagai strain K.pneumoniae. Hasil penelitian tahap kedua diketahui bahwa L.bulgaricus dalam soyghurt mampu memberikan efek terhadap peningkatan daerah hambat berbagai strain K.pneumoniae. Daerah hambat sebesar 19,167 mm ditunjukkan oleh K.pneumoniae strain ATCC 700603 pada konsentrasi 90% filtrat L.bulgaricus dalam soyghurt. Besar daerah hambat pertumbuhan berbagai strain K.pneumoniae dipengaruhi oleh konsentrasi filtrat L.bulgaricus dalam soyghurt dan strain bakteri K.pneumoniae. Kata Kunci : Antibakteri, Klebsiella pneumoniae, Lactobacillus bulgaricus, MIC, Soyghurt.  AbstractAn attempt to produce of natural antibiotic though the observation of the antibacterial activities of Lactobacillus bulgaricus in soyghurt according of concentration against inhibitory zone growth of Klebsiella pneumoniae strains has been done in Microbiology Laboratory, Teaching Hospital, Padjadjaran University,Bandung. This research aimed to get the best treatment among concentration of filtrate of L.bulgaricus in soyghurt against the MIC value and growth inhibition zones of K.pneumoniae strains. This research consists of two phases: first examine the MIC of filtrate of L.bulgaricus in soyghurt against K.pneumoniae strains; the second phase is testing the antibacterial activities of L.bulgaricus in soyghurt against inhibitory zones growth of K.pneumoniae strains. Results of the first research showed the concentration 80% of filtrate of L.bulgaricus in soyghurt can bactericidal tend against K.pneumoniae strains. The second phases of the research results showed the antibacterial activities of L.bulgaricus in soyghurt can give the effect against increasing of inhibition zones of K.pneumoniae strains. The inhibition zones about 19,167 mm was demonstrated by K. pneumoniae ATCC 700603 in the concentration 90% of intact filtrate. The inhibitory zone growth of K.pneumoniae strains depending on the concentration of L.bulgaricus in soyghurt, and strains of bacteria.  Keywords : Antibacterial, Klebsiella pneumoniae, Lactobacillus bulgaricus, MIC, Soyghurt.
KARAKTERISASI SENYAWA FENOL DARI FRAKSI TERPILIH DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) KUNING NEMPEL SEBAGAI ANTIOKSIDAN Hesti - Riasari; Achmad - Zainuddin; Dini Yulia Handayani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.162 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v4i2.46

Abstract

AbstrakTumbuhan sukun (Artocarpus altilis) banyak dijumpai di Indonesia. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa ekstrak metanol daun sukun kuning nempel memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi daun sukun kuning nempel yang memberikan aktivitas antioksidan paling baik, serta mengisolasi senyawa tersebut. Daun sukun kuning nempel diekstraksi menggunakan metode maserasi dan difraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair, sehingga diperoleh fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air untuk dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Fraksi etil asetat menunjukkan hasil paling baik dengan IC50 sebesar 17,11 dibandingkan dengan IC50 fraksi n-heksan sebesar 26,16 dan IC50 fraksi air sebesar 20,68 sehingga dilakukan pemisahan lebih lanjut pada fraksi etil asetat. Hasil identifikasi isolat 1 menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan panjang gelombang 291 nm yang diduga merupakan senyawa fenol. Dan isolat 2 menunjukkan panjang gelombang 320 nm pada pita I dan pita II 276 nm yang merupakan ciri khas senyawa flavanon. Hasil diperkuat dengan penambahan pereaksi geser dan FTIR yang menunjukkan adanya gugus OH, gugus CH alifatik, ikatan rangkap C=O, gugus C=C aromatik dan gugus C-O pada isolat 2. Hal tersebut membuktikan bahwa isolat 2 merupakan senyawa fenol golongan flavonoid yaitu flavanon yang memiliki aktivitas antioksidan. Kata kunci : Daun sukun, antioksidan, DPPH, isolasi, flavanon AbstractPlant breadfruit (Artocarpus altilis) found in Indonesia. According to the previous research the methanol extract of leaves of breadfruit yellow has antioxidant activity. The purpose of this research is to know the fraction of breadfruit attached yellow leaves was given the most excellent antioxidant activity, and isolating the compound. Leaves of breadfruit attached yellow extracted using maceration method and fractination method using liquid-liquid extraction, obtained the n-hexan fraction, ethyl acetate fraction and the water fraction for tested antioxidant activity with DPPH method. Ethyl acetate fraction shows the best results with IC50 17.11 compared with IC50 n-hexan fraction 26.16 and IC50 water fraction 20.68 so that further separation carried out on ethyl acetate fraction. The results of isolates 1 identification used spectrophotometry UV-Vis a wavelength 291 nm was suspected phenol compound. And isolates 2 shows wavelength 320 nm the band I and band II 276 nm which is characteristic of the flavanon compound. The results reinforced with the addition of shift reagent and FTIR that indicate the presence of hydroxyl OH, aliphatic CH, double bond C = O , C = C aromatic and group of C-O of isolates 2. It proves that isolates 2 is phenol compound, flavonoid group, namely flavanon which has antioxidant activity.  Keywords: Breadfruit leaves, antioxidant, DPPH, isolation, flavanon
FORMULASI DAN EVALUASI GEL AROMATERAPI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata) SEBAGAI ANTIDEPRESI Revika - Rachmaniar; Haruman - Kartamihardja; Nitta Nurlita Sari; Theo - Barata
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.426 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v4i2.47

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian mengenai evaluasi dan formulasi gel aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga (cananga odorata) dengan berbagai variasi konsentrasi sebagai antidepresi. Evaluasi yang dilakukan terhadap gel aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga diantaranya adalah uji organoleptis yang meliputi bau, warna dan bentuk sediaan gel, uji pH sediaan gel, uji viskositas dan uji antidepresi dengan menggunakan metode Tail Suspension Test. Hasil evaluasi gel aromaterapi minyak atsiri bunga kenangamenunjukkan bahwa ketiga formula, yaitu F1, F2, dan F3 memiliki kualitas yang baik sesuai dengan persyaratan gel aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga. Uji aktivitas antidepresi menunjukkan bahwa ketiga formula gel aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga masih memiliki aktivitas antidepresi, dimana F3 yang mengandung 4% minyak atsiri bunga kenanga, 1,1% carbopol ultrez 10, 0,5% trietanolamin, 2% gliserin, 0,2 % natrium metabisulfit merupakan formula yang paling efektif terhadap depresi yang dialami oleh mencit, dibandingkan F1 dan F2 dalam segi perubahan gerak dan waktu yang dihasilkan pada saat pengujian antidepresi.  Kata kunci: Cananga Odorata, gel aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga, antidepresi  AbstractThe research of the evaluation and formulation of ylang flowers (Cananga odorata) essential oil aromatherapy gel as antidepressant with varying concentrations has been done. Evaluations were performed on this gel include organoleptic test such as the odor, color and gel dosage forms, pH test, viscosity test, and antidepressants test using Tail Suspension Test. Results of evaluation of this gel showed that the three formulas, F1, F2, and F3, have good quality based on the requirements of aromatherapy gel.Antidepressant activity test showed that the three formulas of gel still have antidepressant activity, wherein F3 containing 4% ylang flower essential oil, 1.1% Carbopol ultrez 10, 0,5% trietanolamin, 2% glycerol, 0.2% sodium metabisulfite is the most effective formula, compared to F1 and F2 in terms of changes in motion and timegenerated during the testing of antidepressants.  Keywords: Cananga odorata, ylang flowers essential oil aromatherapy gel, antidepressant
OPTIMASI EKSPRESI SCFV-BAD ANTI-NS1 VIRUS DENGUE PADA ESCHERICHIA COLI ORIGAMI MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHOD Astriany, Dewi; Effendi, Syulastri; Febriani Aji Kusuma, Sherlynda; Kusumawardhani, Shinta; Permana Maksum, Iman; Natalia, Dessy; Subroto, Toto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.556 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i1.183

Abstract

Dengue merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Manifestasi klinis infeksi dengue sulit dibedakan dengan penyakit infeksi lainnya. Uji diagnostik infeksi virus dengue yang cepat dan akurat sangat diperlukan untuk konfirmasi penyakit dan penanganan pasien yang tepat. NS1 adalah glikoprotein yang paling imunogenik dan lestari, disekresikan ke dalam aliran darah. Oleh karena itu, pemeriksaan antigen dari virus dengue NS1 telah diidentifikasi sebagai salah satu penanda spesifik dalam uji diagnostik laboratorium, yang dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi dengue primer atau sekunder pada stadium awal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum ekspresi protein fusi scFv-BAD rekombinan untuk deteksi antigen NS1 virus dengue menggunakan Response Surface Method. Ekspresi protein diinduksi oleh berbagai konsentrasi IPTG (0,1, 0,5, dan 1 mM) pada beberapa suhu selama 18 jam dalam medium Luria Bertani dengan penambahan biotin. ScFv terbiotinilasi rekombinan yang dimurnikan dikarakterisasi dengan metode SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein fusi scFv-BAD rekombinan sebagian berada dalam bentuk terlarut dan sebagian berupa badan inklusi. Analisis Central Composite Design menunjukkan bahwa konsentrasi IPTG yang sesuai untuk memproduksi protein scFv rekombinan adalah 0,5 mM pada suhu 28 ºC pada media Luria Bertani.
PEMANFAATAN SARI BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava Linn.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM BENTUK GRANUL EFFERVESCENT Revika - Rachmaniar; Haruman - Kartamihardja; Merry - -
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.747 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v5i1.50

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian pembuatan formulasi granul effervescent dari sari buah jambu biji merah (Psidium guajava Linn.) sebagai antioksidan dengan menggunakan metode granulasi basah. Pada penelitian ini formula dibuat dengan variasi konsentrasi Na-CMC sebagai pengikat. Evaluasi yang dilakukan terhadap granul effervescent di antaranya adalah kecepatan alir, sudut istirahat, kerapatan curah, kerapatan mampat, kompresibilitas, uji kestabilan granul effervescent, uji hedonik terhadap 30 responden, dan uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil evaluasi granul effervescent menunjukkan bahwa ketiga formula, yaitu F1, F2, dan F3 memiliki kualitas yang baik sesuai dengan persyaratan granul effervescent. F3 yang mengandung sari buah jambu biji merah 11%, manitol 35,35%, Na-CMC 0,75%, asam sitrat 9,4%, asam tartrat 18,8%, natrium bikarbonat 23,5%, karmin 0,5%, dan perisa jambu 0,7% merupakan formula yang menghasilkan granul effervescent terbaik dibandingkan F1 dan F2 dalam segi kecepatan alir, sudut istirahat, kerapatan curah, kerapatan mampat, dan kompresibilitas. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ketiga formula granul effervescent sari buah jambu biji merah masih memiliki aktivitas antioksidan. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pengaruh formula granul effervescent sari buah jambu biji merah terhadap kesukaan responden dengan tingkat kepercayaan 95%.Kata kunci: Psidium guajava, Granul effervescent, Antioksidan AbstractThe research of the effervescent granules formulation of red guava juice (Psidium guajava Linn.) as an antioxidant using wet granulation method has been conducted. In this study, formulas were made with concentration variation of carboxymethylcellulose sodium as the binder. Evaluation of the effervescent granules were the flow-rate, angle of repose, bulk density, tapped density, compressibility, stability test of effervescent granules, hedonic test towards 30 respondents, and the antioxidant test using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results showed that the three formulas, F1, F2, and F3 had good quality accordance to the requirements of effervescent granules. F3 which contained 11% red guava juice, 35,35% mannitol, 0,75% Carboxymethylcellulose sodium, 9,4% citric acid, 18,8% tartaric acid, 23,5% sodium bicarbonate, 0,5% Carmine, 0,7% guava essence was a formula that produces the best effervescent granules than F1 and F2 in the aspect flow of rate, angle of repose, bulk density, tapped density, compressibility. Antioxidant activity test showed that the three formulas of red guava juice effervescent granules still had antioxidant activity. Results of hedonic test showed that there was no significant difference from the effect of red guava juice effervescent granules formulas to respondents preferences with 95% confidence level.  Keywords: Psidium guajava, Effervescent granules, Antioxidant
AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI EKSTRAK ETANOL Ficus virens dan Ficus adenosperma Sani Nurlaela Fitriansyah; Diah Lia Aulifa; Riki - Nugraha
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.5 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v4i2.44

Abstract

AbstrakTelah banyak dilaporkan dari beberapa ekstrak spesies Ficus sp [famili Moreaceae] memiliki aktivitas biologi diantaranya aktivitas anti-inflamasi. Walaupun demikian, aktivitas anti-inflamasi ekstrak daun Ficus adenosperma dan ekstrak daun Ficus virens belum banyak diteliti. Ekstraksi dilakukan terhadap daun Ficus adenosperma dan Ficus virens dengan metode maserasi menggunakan etanol. Ekstrak dipekatkan dengan rotavapor dan terhadap masing-masing ekstrak dilakukan pengujian skrining fitokimia dan aktivitas anti-inflamasi. Aktivitas anti-inflamasi diuji menggunakan metode induksi karagenan 1%. Dosis ekstrak yang digunakan adalah 250 mg/KgBB dan 500 mg/KgBB. Ekstrak etanol daun Ficus adenosperma dan daun Ficus virens memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, fenol dan steroid, dan mempunyai aktivitas anti-inflamasi untuk model inflamasi akut. Ekstrak etanol daun Ficus virens memiliki nilai inhibisi radang pada 250 mg/KgBB sebesar 63,3% dan pada 500 mg/KgBB sebesar 76,7%. Aktivitas anti-inflamasi untuk model inflamasi akut dari ekstrak etanol daun Ficus virens lebih baik daripada ekstrak etanol daun Ficus adenosperma. Kata Kunci: Ficus adenosperma, Ficus virens, Anti-inflamasi Abstract It has been widely reported from several extract of species Ficus sp [family Moraceae] have biological activity such as anti-inflammatory activity. Nevertheless, the anti-inflammatory activity of leaves extract Ficus adenosperma and Ficus virens have not been reported. Extraction was performed with maceration method and used ethanol. The extract were evaporated using rotary evaporator and tested phytochemical screening and anti-inflammatory activity. The anti-inflammatory activity was used the carrageenan 1 % induced method. Extract doses were used 250 mg/KgBW and 500 mg/KgBW. Ethanol extract leaves of Ficus adenosperma and Ficus virens contain flavonoids, phenols and steroids and have anti-inflammatory activity in a model of acute inflammation. The percent inhibition of inflammatory activity from ethanol extract leaves of Ficus virens at 250 mg/KgBW was 63,3% and at 500 mg/KgBW was 76,7%. Anti-inflammatory activity for an acute model from ethanol extract leaves of Ficus virens, is better than ethanol extract leaves of Ficus adenospermae.  Keywords: Ficus adenosperma, Ficus virens, Antiinflamatory
APLIKASI FOURIER TRANSFORM INFRARED SPECTROPHOTOMETRY UNTUK MEMBEDAKAN Escherichia coli GALUR MURNI DAN GALUR MUTAN Dewi - Astriany; Syarif - Hamdani; Niken - Muldiyani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.647 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v5i1.51

Abstract

AbstrakEscherichia coli adalah salah satu bakteri yang dapat mengalami mutasi akibat radiasi sinar ultraviolet. Identifikasi untuk membedakan bakteri yang mengalami mutasi masih cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Spektrofotometri FT-IR dapat digunakan untuk identifikasi bakteri secara cepat dan mudah. Penelitian ini dilakukan untuk membedakan bakteri E. coli galur murni dan E. coli galur mutan (akibat radiasi ultravilet) berdasarkan pola spektrum utama dan spektrum derivatif kedua FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan pada spektrum utama E. coli galur mutan selalu muncul serapan pada bilangan gelombang 1154 – 1157 cm-1 yang tidak ditemukan pada spektrum E. coli galur murni yang diduga sebagai regang amida II protein. Spektrum derivatif kedua menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 2964 –2967 cm-1 yang hanya ditemukan pada spektrum E. coli galur murni, di mana serapan tersebut diduga sebagai regang C-H alifatik.  Kata kunci : Escherichia coli, E. coli galur mutan, radiasi ultraviolet, spektrofotometri FT-IR  AbstractEscherichia coli is one of bacteria which can be mutated by ultraviolet radiation. Identification of mutant bacteria still quite difficult and take a long time. FT-IR spectrophotometry can be used to identificate bacteria with a simple procedure. This research had been done to distinguish the E. coli wild type and E. coli mutant (caused of ultraviolet radiation) by identification of original and second derivative FT-IR spectrum pattern. The result showed that original spectrum of E.coli mutant had a characteristic bands at 1154 – 1157 cm-1, suspected as stretching in amide II protein. Second derivative spectrum gave an absorption at 2964-2967 cm-1 that was only found for E. coli wild type, suspected as the C-H stretching aliphatic.  Keywords : Escherichia coli, E. coli mutant, ultraviolet radiation, FT-IR spectrophotometry

Page 6 of 13 | Total Record : 130