cover
Contact Name
Debi Setiawan
Contact Email
rumahjurnalrahmatan@gmail.com
Phone
+6281297409136
Journal Mail Official
jurnaljubida@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah Jl. Datuk Tunggul, Kel Teluk Kenidai, Kec Tambang, Kab Kampar, Prov Riau, Indonesia.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JUBIDA-Jurnal Kebidanan
ISSN : 29647045     EISSN : 29647045     DOI : -
Core Subject : Health,
Maternal Health Pregnancy Labor Post Partum Child Health Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Pre-Conception Period Pre Menopause - Elderly Health Pathology Emengency nursing Maternity nursing Mental health nursing Nursing soul Medical sugery nursing community nursing Holistic Nursing Geriatric Nursing Pediatric Nursing Public health
Articles 88 Documents
HUBUNGAN BODY IMAGE, POLA MAKAN, PENGETAHUAN GIZI , DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA : STUDI CROSS-SECTIONAL DI KECAMATAN BASA AMPEK BALAI TAPAN Rahmi Melfa widodo; Sukmayenti; Rima Wirenviona; Fani Syinthia Rahmi
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1991

Abstract

Status gizi remaja merupakan faktor penting yang berhubungan dengan kecerdasan, produktivitas, dan kesehatan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak sekolah menengah di Tapan tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan bulan september - oktober tahun 2017 di SMP N I dan SMA N I Basa Ampek Balai Tapan dengan jumlah sampel 137 responden, pengambilan sampel dengan teknik Proportional Stratified random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan pada tahun 2017 dan dianalisis kembali pada tahun 2026 sebagai bagian dari analisis data sekunder untuk mengeksplorasi hubungan variabel yang belum dianalisis secara mendalam pada penelitian sebelumnya. Analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi, uji chi-square, dan Regresi logistik. Hasil uji Bivariat diketahui Pengetahuan (p= 0,489), pola makan (p=0,011; OR= 2.639), aktifitas fisik (p= 0.671), Body Image (p= 0,000; OR = 4.032), hasil multivariat diketahui faktor yang paling berpengaruh tehadap status gizi adalah Body image (P=0,01; Ex.B 3.548). Kesimpulan penelitian ini adalah, terdapat hubungan antara pola makan dan Body Image dengan status Gizi, tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan aktivitas fisik dengan status Gizi. Faktor yang paling berpengaruh pada status gizi adalah Body image.
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA 1 KOTA BENGKULU Alya Ferlita; Novianti Novianti; Linda Yusanti; Deni Maryani; Suriyati Suriyati
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2062

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam pertumbuhan anak prasekolah karena memengaruhi kemampuan interaksi, pengendalian emosi, dan adaptasi lingkungan. Deteksi dini diperlukan untuk mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perkembangan sosial emosional anak usia 48–72 bulan berdasarkan skrining KMPE di TK Negeri Pembina 1 Kota Bengkulu.Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 59 anak yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner KMPE dan dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan 33 anak (55,9%) kategori normal, 11 anak (18,6%) meragukan, dan 15 anak (25,5%) berpotensi mengalami masalah sosial emosional. Simpulan penelitian menunjukkan mayoritas anak berada dalam kategori normal, namun masih terdapat anak dengan hasil meragukan dan berpotensi masalah sehingga diperlukan deteksi dini dan stimulasi secara berkala.
PENGARUH INTERVENSI EDUKASI MENGGUNAKAN LEMBAR BALIK “SIAP MEMBERI ASI” (SI RIA) TERHADAP MOTIVASI IBU HAMIL DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Catherina Intan Priyaningrum; Heppy Rina Mardiana
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2081

Abstract

Rendahnya capaian ASI eksklusif masih menjadi masalah kesehatan ibu dan anak yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, rendahnya self-efficacy, persepsi yang keliru, serta minimnya dukungan keluarga. Kesiapan ibu hamil dalam mempersiapkan pemberian ASI eksklusif perlu didukung melalui media edukasi yang komunikatif dan sistematis sesuai kebutuhan pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media lembar balik “Si Ria” sebagai sarana edukasi persiapan ASI eksklusif bagi ibu hamil serta menilai kelayakannya sebagai alat bantu edukasi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, dan pengembangan media. Uji efektivitas menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 10 ibu hamil trimester II dan III di Desa Pandanmulyo yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Uji kelayakan dilakukan melalui validasi oleh ahli media dengan menilai aspek isi, bahasa, penyajian, dan tampilan. Hasil validasi tingkat kelayakan sebesar 99,40% dari ahli media yang termasuk dalam kategori sangat layak. Media yang dikembangkan memuat materi mengenai definisi dan komitmen ASI eksklusif selama 6 bulan, manfaat dan kandungan ASI, syarat keberhasilan, stadium laktasi, permasalahan menyusui, peran keluarga, persiapan laktasi, teknik menyusui yang benar, serta mitos dan fakta. Dengan demikian, media lembar balik “Si Ria” dinilai sangat layak digunakan sebagai alat bantu edukasi dalam mendukung persiapan ASI eksklusif pada ibu hamil di pelayanan kebidanan tingkat primer.
PERBEDAAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN WANITA TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI MELALUI MEDIA DIGITAL FLIPBOOK DI KUA KEC. PANDAAN KAB. PASURUAN Khofiannida Rahmaniyah; Heppy Rina Mardiana Heppy
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2096

Abstract

Background: Rendahnya pemahaman calon pengantin wanita tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk stunting, sehingga diperlukan media edukasi yang efektif dan inovatif. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi digital berbasis flipbook dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin wanita mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di KUA Kecamatan Pandaan. Methods: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) merujuk pada model Borg dan Gall dengan desain uji coba terbatas one group pretest–posttest yang melibatkan 10 responden. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner 20 butir yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,764). Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Results: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi (p = 0,000 < 0,05) dengan Nilai mean difference sebesar -17,00 menunjukkan adanya peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Media dinyatakan sangat layak oleh ahli. Conclusion: Dengan demikian, edukasi yang menggunakan media flipbook memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin wanita dan direkomendasikan sebagai media edukasi dalam layanan pranikah untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI BALITA Duhita Dyah Apsari; Reni Wahyu Triningsih
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2128

Abstract

Status gizi merupakan indikator keberhasilan pemenuhan nutrisi anak yang diukur melalui berat badan dan tinggi badan. Anak usia di bawah lima tahun rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, di mana tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor penentu utama. Penelitian serupa sudah sering dilakukan namun kebaruan pada penelitian ini adalah menggunakan responden yaitu ibu balita usia 3 tahun, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih dini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 49 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan observasi status gizi dengan indeks BB/TB, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik (98%) dan sebagian besar status gizi balita baik (69,4%). Hasil analisa Spearmen rho didapatkan nilai p value= 0,005 < 0,05 dan nilai coefficient correlation = 0.282 menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita dan arah hubungannya positif namun korelasi lemah. Pengetahuan ibu yang baik sangat krusial dalam menjaga status gizi anak, terutama dalam peran untuk menyusun menu, mengelola pola makan, dan frekuensi pemberian makan balita. Namun, nilai korelasi lemah memberikan gambaran bahwa pengetahuan ibu bukan satu-satunya faktor penentu dalam status gizi balita. Status gizi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal lain (multifaktorial) seperti status ekonomi, akses terhadap bahan pangan bergizi, serta riwayat penyakit infeksi pada balita.
HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN KECEMASAN PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI PUSKESMAS BATU Shiva Yustisia Andreanita; Ita Yuliani
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2197

Abstract

Kehamilan trimester III pada primigravida sering disertai kecemasan akibat kurangnya pengalaman menghadapi persalinan. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam mengurangi kecemasan adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan kecemasan pada primigravida trimester III di Puskesmas Batu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik responden utama meliputi ibu hamil primigravida trimester III dengan rentang usia reproduksi sehat, yang sebagian besar berada pada kategori usia dewasa awal dan tidak memiliki riwayat komplikasi kehamilan berat. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS) dan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-compassion kategori tinggi (53,3%) dan mengalami kecemasan ringan–sedang (83,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-compassion dengan kecemasan pada primigravida trimester III di Puskesmas Batu (p = 0,754; r = -0,060). Interpretasi hasil ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel sangat lemah dan tidak signifikan, sehingga self-compassion tidak dapat dijadikan prediktor utama tingkat kecemasan pada responden penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa self-compassion tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan, meskipun arah hubungan menunjukkan kecenderungan negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-compassion dengan kecemasan pada primigravida trimester III. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelayanan antenatal care yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis ibu hamil melalui edukasi, konseling, dan dukungan emosional untuk membantu menurunkan kecemasan menjelang persalinan.
HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DENGAN INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTERI DI KOTA PALEMBANG Asri Noviyanti; Atika Amanda
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2211

Abstract

Nyeri menstruasi atau dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh wanita. Dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, prestasi akademik, dan kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan nyeri menstruasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan nyeri menstruasi pada wanita. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung nilai IMT, sedangkan intensitas nyeri menstruasi dinilai menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 18,43 ± 1,01 tahun. Rata-rata berat badan responden adalah 54,83 ± 17,40 kg, rata-rata tinggi badan 158,65 ± 4,65 cm, dan rata-rata IMT 21,05 ± 3,44 kg/m². Rata-rata skor intensitas dismenore adalah 6,02 ± 2,31. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan intensitas nyeri menstruasi dengan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,47, yang menunjukkan korelasi positif sedang.
HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI Marleni Leni
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2218

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi. Meskipun berbagai program promosi ASI eksklusif telah dilakukan, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal. Di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat, cakupan ASI eksklusif mengalami penurunan dari 73,2% pada tahun 2022 menjadi 50,5% pada tahun 2024. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif adalah faktor sosial budaya yang berkembang di masyarakat, seperti nilai, kepercayaan, tradisi, dan dukungan sosial yang diterima ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial budaya dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada lingkungan sosial budaya yang mendukung pemberian ASI eksklusif (67,2%) dan sebagian besar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya (60,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sosial budaya dan perilaku pemberian ASI eksklusif (p=0,002). Ibu yang berada pada lingkungan sosial budaya yang mendukung memiliki peluang 6,283 kali lebih besar (sekitar enam kali lebih mungkin) untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang berada pada lingkungan sosial budaya yang tidak mendukung. Disimpulkan bahwa faktor sosial budaya berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif perlu memperhatikan aspek sosial budaya masyarakat melalui keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program promosi ASI eksklusif yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat