cover
Contact Name
Debi Setiawan
Contact Email
rumahjurnalrahmatan@gmail.com
Phone
+6281297409136
Journal Mail Official
jurnaljubida@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah Jl. Datuk Tunggul, Kel Teluk Kenidai, Kec Tambang, Kab Kampar, Prov Riau, Indonesia.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JUBIDA-Jurnal Kebidanan
ISSN : 29647045     EISSN : 29647045     DOI : -
Core Subject : Health,
Maternal Health Pregnancy Labor Post Partum Child Health Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Pre-Conception Period Pre Menopause - Elderly Health Pathology Emengency nursing Maternity nursing Mental health nursing Nursing soul Medical sugery nursing community nursing Holistic Nursing Geriatric Nursing Pediatric Nursing Public health
Articles 74 Documents
PENGARUH HYPNOBREASTFEEDING DAN MASSAGE EFFLEURAGE MENGGUNAKAN CLARY SAGE OIL TERHADAP PRODUKSI ASI (STUDI PRE-EKSPERIMENTAL DI PUSKESMAS BATANG GANSAL) Noviana; Wira Ekdeni Aifa; Rifa Yanti; Nurhidaya Fitria
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i2.1873

Abstract

Laporan terbaru di Kabupaten Indragiri Hulu menerangkan bahwa cakupan pemantauan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan adalah 35%. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi produksi ASI adalah keadaan psikologis ibu nifas. Upaya alami yang dilakukan untuk menurunkan kecemasan dan rasa ketakutan ibu yakni memberikan teknik Hypnobreastfeeding dan pijat Massage Effleurage untuk meningkatkan produksi ASI. Untuk mengetahui pengaruh Hypnobreastfeeding dan Massage Effleurage dengan Clary Sage Oil untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Jumlah populasi penelitian sebanyak 46 ibu postpartum dan sampel berjumlah 21 orang melalui perhitungan rumus Isaac dan Michael serta kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis bivariat menggunakan wilcoxon signed rank test diperoleh nilai p value produksi ASI bersadarkan frekuensi BAK 0,003 < 0,05 dan p value produksi ASI bersadarkan frekuensi BAB 0,002 < 0,05. Terdapat pengaruh intervensi Hypnobreastfeeding dan Massage Effleurage dengan Clary Sage Oil untuk meningkatkan produksi ASI di Puskesmas Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2025.
MOTORIK KASAR BAYI USIA 6 – 8 BULAN DENGAN BABY MASSAGE THERAPY Desta, Ain; Annisa, Pariqa; Ria Anggraini
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i2.1882

Abstract

Permasalahan tumbuh kembang pada bayi dan balita merupakan hal yang urgent yang perlu segera di tindak lanjuti. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya ibu balita yang belum memahami akan pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Deteksi dini tumbang pada balita salah satu upayanya yaitu dengan melakukan  pijat pada bayi/balita dimana dengan upaya tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang balita sehingga pertumbuhannya bisa optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pentingnya baby massage terhadap motorik duduk tanpa dipegang bayi usia 6-8 bulan. Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental design. Desain ini memiliki hasil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di posyandu Anggrek, Wilayah kerja puskesmas Lubuk besar, Bangka Tengah. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah bayi usia 6 sampai 8 bulan yang ada di Posyandu Anggrek, Lubuk Besar, Bangka Tengah. Berdasarkan kriteria penilaian uji pengaruh nilai signifikansi tersebut memiliki arti terdapat pengaruh motorik kasar duduk tanpa di pegang bayi usia 6– 8 bulan dengan baby massage therapy , sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji perbandingan menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 (>0.05). Berdasarkan kriteria penilaian uji perbandingan nilai signifikansi tersebut, memiliki arti tidak ada perbandingan pengaruh motorik kasar duduk tanpa di pegang bayi usia 6–8 bulan dengan baby massage therapy, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1ditolak. Disimpulkan bahwa Baby massage dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar khususnya duduk tanpa dipegang.
GREEN NUTRITION UNTUK KEHAMILAN: LITERATURE REVIEW MANFAAT MORINGA OLEIFERA TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA GRAVIDARUM” Nurahmawati, Dhewi; Eko Sri Wulaningtyas; Ardina Rezky Noeraini; Aisyah Pradita
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i2.1891

Abstract

Anemia gravidarum masih menjadi masalah kesehatan ibu hamil yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Tingginya prevalensi anemia serta rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah mendorong perlunya alternatif intervensi gizi berbasis pangan lokal. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai sumber nutrisi kaya zat besi, protein, vitamin C, dan asam folat yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin serta pencegahan anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji tujuh artikel ilmiah relevan yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian empiris yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan melalui tahapan kompilasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa seluruh artikel melaporkan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil setelah konsumsi daun kelor dalam berbagai bentuk, seperti sayur, ekstrak, maupun kombinasi pangan. Daun kelor terbukti efektif sebagai intervensi nutrisi alami yang aman dan mudah diakses. Disimpulkan bahwa daun kelor berpotensi menjadi strategi komplementer dalam pencegahan dan penanggulangan anemia gravidarum. Direkomendasikan pemanfaatan daun kelor sebagai bagian dari edukasi gizi ibu hamil dan integrasi dalam program kesehatan maternal berbasis pangan lokal.
STATUS HAEMOGLOBIN DAN PREDIKTOR ANEMIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Situmorang, Teresia Suminta Rotua; Reza Bintangdari Johan; Nur Citra; Nur Aisyah Laily
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i2.1894

Abstract

Anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di seluruh dunia dan mempengaruhi hampir dua pertiga kesehatan ibu hamil di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Dari lima penyebab AKI terbesar di Indonesia, empat di antaranya merupakan dampak yang terjadi saat ibu mengalami anemia, yaitu ibu hamil mengalami perdarahan, infeksi, persalinan lama dan abortus. Identifikasi prediktor anemia diperlukan  untuk  mendukung intervensi  yang  tepat. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat gambaran status haemoglobin ibu hamil dan hubungannya dengan usia, paritas, status gizi dan tekanan darah. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, yaitu dengan mengambil data rekam medis pasien ibu hamil dengan anemia pada bulan februari 2023 - februari 2024 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode total sampling, yaitu melibatkan 63 ibu hamil anemia selama periode pengumpulan data. Analisis bivariat yang digunakan oleh peneliti adalah chi square. Diperoleh hasil yang signifikan antara paritas dan status anemia dengan nilai p-value = 0,029. Serta tidak ada hubungan antara variabel lainnya dengan status anemia.  
LAPORAN KASUS : ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN PADA KEHAMILAN DENGAN COOMBS TES NEGATIF Rina Gustuti; Nurul Fitriyah; Yusrawati
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i2.1945

Abstract

Pendahuluan: Anemia hemolitik autoimun yang terjadi pada masa kehamilan merupakan kondisi yang jarang dijumpai, namun berpotensi menimbulkan keadaan yang mengancam keselamatan ibu dan janin. Manifestasi klinis berupa anemia berat yang disertai ikterus, serta tidak adanya perbaikan kadar hemoglobin meskipun telah dilakukan transfusi darah, dapat menjadi petunjuk penting dalam menegakkan kecurigaan terhadap anemia hemolitik autoimun. Laporan Kasus: Wanita berusia 21 tahun dengan kehamilan pertama yang menunjukkan seluruh karakteristik klinis tersebut. Proses diagnostik menghadapi kendala karena pemeriksaan Coombs test memberikan hasil negatif, sehingga diagnosis tidak dapat ditegakkan secara langsung berdasarkan pemeriksaan penunjang standar. Penegakan diagnosis akhirnya didukung oleh respons klinis yang cepat dan signifikan setelah pemberian terapi kortikosteroid oral, yang memperkuat dugaan adanya mekanisme autoimun sebagai penyebab hemolisis. Setelah diagnosis ditegakkan dan terapi yang sesuai diberikan, terjadi perbaikan kondisi pasien dan peningkatan kadar hemoglobin, sehingga memungkin untuk dilakukan terminasi kehamilan. Kesimpulan: Keberhasilan tatalaksana maternal dan perinatal yang optimal dapat dicapai melalui pengenalan dini, kecurigaan klinis yang adekuat, serta penatalaksanaan yang cepat dan tepat pada kasus anemia hemolitik autoimun dalam kehamilan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI PAUD MELATI MOJOLANGU Huwaidaa, Davina Aqillah; Aryani, Hening Ryan
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1899

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak usia dini dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, melebihi target WHO. Meskipun 1000 HPK menjadi fokus utama sebagian besar penelitian, anak usia 2-5 tahun tetap rentan mengalami stunting. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada 48 anak. Status gizi dievaluasi menggunakan indeks massa tubuh untuk usia (IMT/U) dan indikator dari KMS/KIA, sedangkan stunting diukur menggunakan tinggi badan untuk usia (TB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan dilengkapi dengan Monte Carlo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan stunting pada anak prasekolah di PAUD Melati Mojolangu pada Oktober 2024. Hasil: Sebagian besar anak memiliki status gizi baik (81,3%) dan tinggi badan normal (75%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan stunting (p < 0,05). Namun, beberapa anak dengan status gizi baik tetap mengalami stunting, yang mengindikasikan peran faktor lain di luar gizi. Kesimpulan: Status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup aspek gizi dan faktor pendukung lainnya.
HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DADOK TUNGGUL HITAM Ochy Putri; Arni Amir; Henni Fitria; Desmawati; Erda Mutiara Halida; Fitrayeni
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1919

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan. World Health Organization (WHO) tahun 2023 menyatakan tahun 2022 terdapat 148,1 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting. Faktor risiko utama yang berkontribusi dengan kejadian stunting yaitu riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang pada bulan Desember 2024 - Maret 2025. Sampel penelitian terdiri dari 103 ibu yang memiliki anak usia 24–59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher exact test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting dianalisis menggunakan uji Fisher exact test (p=0,03) karena pada uji chi-square diperoleh nilai expected count <5. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,029). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan.  
PENERAPAN VIRTUAL PATIENTS SIMULATIONS DALAM PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN KONSELING PADA MAHASISWA KEBIDANAN Liananiar; Yuswita; Siti Rahmah
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1921

Abstract

Penerapan Viirtual Patient Simulations dalam kebidanan didasarkan pada kebutuhan untuk mengatasi tantangan praktik klinis secara nyata, meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling dalam pendidikan kebidanan menyediakan lingkungan yang aman untuk latihan tanpa resiko pada pasien serta menyesuakan diri dengan era digital dengan memungkinkan pembelajaran mandiri mencetak bidan kompeten yang siap menghadapi kompleksibilitas pelayanan kebidanan modern. Penilaian komunikasi bertujuan untuk membina hubungan yang baik antara bidan dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan  komunikas dan konseling secara aman menjembatani kesenjangan teori dan praktik dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi klinis nyata lebih efektif sebelum berinteraksi langsung dengan pasien dilapangan. Penelitian ini menggunakan quasi experiment design: one group pretest-posttest untuk mengetahui keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan metode Virtual Patient Simulation. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I program studi Sarjana Kebidanan Universitas Almuslim yang sedang belajar di semester 2 pada mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan sebanyak 36 mahasiswa. Analisa data pada penelitian ini dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 27 (75%) mahasiswa tidak terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling sebelum diterapkan metode virtual patients simulationts; setelah diterapkan metode virtual patients simulationts sebanyak 25 (69%) mahasiswa terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling terjadi peningkatan nilai mean yaitu 30,00 menjadi 70,00 dengan persentase kenaikan 49,6% dan nilai p 0,002 (p<0,05). Simpulan pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan Keterampilan Komunikasi dan Konseling Mahasiswa sebelum dan sesudah diterapkan metode Virtual Patients. Diharapkan metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP DUKUNGAN SUAMI TERKAIT PERSIAPAN PRAKONSEPSI DENGAN METODE CROSSECTIONAL Ligar Permas Adzrikhra; Kurniaty Ulfah; Diyan Indrayani; Wiwin Widayani
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1958

Abstract

Jumlah kematian ibu meningkat dari 4.005 kasus pada tahun 2022 menjadi 4.129 kasus pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh komplikasi kehamilan. Skrining prakonsepsi telah terbukti dapat mengurangi risiko kematian ibu hingga 28%. Persiapan prakonsepsi memerlukan keterlibatan aktif suami; namun, partisipasi laki-laki masih rendah (37%), dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap suami terhadap dukungan suami dalam persiapan prakonsepsi di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Desain cross-sectional digunakan dengan melibatkan 92 suami berusia 15–49 tahun yang dipilih melalui sampling acak bertahap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (65,2%), sikap positif (70,7%), dan memberikan dukungan suami yang baik (78,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p < 0,001) dengan dukungan suami dalam persiapan prakonsepsi. Temuan ini menunjukkan pentingnya melibatkan suami dalam program pendidikan kesehatan prakonsepsi di tingkat pelayanan kesehatan primer untuk memperkuat perencanaan kehamilan berbasis keluarga dan mengurangi risiko kesehatan ibu.
ANALISIS FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KOTA METRO Puspitaningrum, Elisa Murti; Aghniya, Rofana; Lestari, Gangsar Indah
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1966

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi, khususnya pada kelompok usia 6–12 bulan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan, antara lain riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Karangrejo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sebanyak 66 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dan kejadian ISPA (p-value = 0,023), serta antara paparan asap rokok dan kejadian ISPA (p-value = 0,04). Sebaliknya, status gizi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi dan paparan asap rokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan, sementara status gizi tidak berhubungan secara bermakna. Oleh karena itu, penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan upaya pencegahan paparan asap rokok di lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan ISPA pada bayi.