cover
Contact Name
Agus Miftakus Surur
Contact Email
surur.math@gmail.com
Phone
+6285743714181
Journal Mail Official
journalfactorm@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M)
ISSN : 26553511     EISSN : 2656307X     DOI : https://doi.org/10.30762
Core Subject : Education,
Journal Factor M focuses on the main issues in mathematics education and applied mathematics. In addition, Journal Factor M also discusses issues that generally exist in the field of mathematics education.
Articles 210 Documents
Perbandingan Model Generalized Ammi (Gammi) dengan Row Column Interaction Model pada Interaksi Genotipe dan Lingkungan Kurnia Ahadiyah; Ardiana Fatma Dewi
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.535 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4189

Abstract

Model Generalized AMMI (GAMMI) merupakan perluasan dari model AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction). Model GAMMI melibatkan konsep Generalized Linear Model (GLM) pada variabel responnya. Pada penelitian ini, model GAMMI digunakan untuk data interaksi antara genotipe dan lingkungan yang mempunyai distribusi poisson. Sama halnya dengan model AMMI, model GAMMI juga digunakan untuk menganalisis kestabilan genotipe pada lingkungan yang beragam dengan pengaruh utama perlakuan dimodelkan dengan model aditif sedangkan pengaruh interaksi dimodelkan dengan model multiplikatif (bilinier). Metode lain yang memiliki kemiripan dengan model GAMMI adalah Row Column Interaction Model (RCIM). Model ini juga dapat digunakan untuk data yang berdistribusi poisson. Kedua model ini akan dibandingkan nilai analisis devian dan biplotnya. Interpretasi kedua model ditunjukkan melalui biplot dengan penguraian Singular Value Decompotition (SVD) pada matriks interaksi. Data yang digunakan untuk membandingkan kedua metode tersebut adalah data hama kedelai yang berisi empat genotipe dan lima jenis hama kedelai. Penelitian ini lebih ditekankan pada perbandingan hasil pemodelan dengan cara yang berbeda. Kedua metode menunjukan nilai peluang yang hampir sama yaitu untuk model GAMMI dengan regresi bolak-balik sebesar 0,0541, sedangkan model RCIM sebesar 0,0548. Keduanya sama-sama signifikan pada model GAMMI2 karena nilai peluang <0,06.   Generalized AMMI (GAMMI) model is a development of the AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction) model. Model GAMMI involves the concept of Generalized Linear Model (GLM) on the response variable. In this research, GAMMI model used for interaction of genotype and environment data that have poisson distribution. Similar to the AMMI model, GAMMI model also used to analyze the stability of the genotype in any different environment with the main effect of treatment is modeled by additive model, while the effect of the interaction is modeled by multiplicative model (bilinear). Another method which is similar to GAMMI model is Row Column Interaction Model (RCIM). This model also can used for the data that have poisson distribution. These two models will be compared with the analysis value of the deviance and biplot. Interpretation of the model is shown through the biplot with Singular Value Decompotition (SVD) toward interaction matrix. The data used to compare the two methods is soybean pest data which contains four genotypes and five of soybean pests. This research emphasizes on comparing the results of modeling in different ways. The results of the analysis of the two methods show that the probability value is almost the same, for the GAMMI model with alternating regression is 0.0541, while the RCIM model is 0.0548. Both are equally significant in the GAMMI2 model because the probability value is <0.06.
Pendekatan Onto-Semiotik Berbasis Problem Solving untuk Memperbaiki Pengetahuan Tanda “Sama Dengan” Ahmad Hassan Nurdien; Mohammad Faizal Amir
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.359 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.3349

Abstract

Pengetahuan konsep atau simbol penting bagi siswa sekolah dasar sebagai dasar pemahaman untuk mempelajari aljabar pada tingkat lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan siswa pada tanda sama dengan “=” melalui penerapan pendekatan onto-semiotik berbasis problem solving pada siswa sekolah dasar berdasarkan setiap level pengetahuan dalam konsep kesamaan matematika. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data sekunder didapat dari literatur yang dianalisis, dikaji, serta terkait dengan fokus penelitian. Analisis studi literatur pengetahuan tanda sama dengan “=” difokuskan pada bilangan cacah yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berlaku di kelas satu dan satu sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan onto-semiotik berbasis problem solving dapat membantu siswa untuk mencapai level secara bertahap pada level pertama, kedua, ketiga, serta keempat pada pengetahuan tanda sama dengan "=".  Level pertama, siswa berhasil untuk menyelesaikan sistem persamaan dengan format standar. Level kedua, siswa tetap fokus dengan sistem persamaan yang fleksibel dan konsisten dengan pandangan operasional tanda sama dengan "=".  Level ketiga, siswa mulai memahami akan relasional dasar meskipun berdampingan dengan pandangan operasional. Level keempat, siswa memiliki pemahaman relasional komparatif pada tanda sama dengan "=".   Knowledge of concepts or symbols is important for elementary school students as the basis for understanding algebra at an advanced level. This study aimed to identify students' knowledge of the equal sign "=" through the application of an onto-semiotic approach based on problem-solving in elementary school students based on each level of knowledge in the concept of mathematical similarity. This research is a literature study using a qualitative descriptive approach. Secondary data is obtained from the literature analyzed, reviewed, and related to the research focus. The analysis of the literature study of the knowledge of the equal sign "=" focused on whole numbers that correspond to the core competencies and basic competencies that apply in grade one and one elementary school. The results of this study indicate that applying an onto-semiotic approach based on problem solving can help students reach the level gradually at the first, second, third, and fourth levels of knowledge of the equal sign "=". In the first level, students succeed in solving a system of equations with a standard format. The second level, students stay focused on a flexible and consistent system of equations with an operational view of the equal sign "=". The third level, students begin to understand the basic relational although side by side with an operational view. The fourth level, students have a comparative relational understanding of the equal sign "=".
Analisis Buku “Mari Belajar Matematika” Karya Dewi Nuharini dan Sulis Priyanto Tahun 2017 Arum Weni; Ryky Mandar Sary; Veryliana Purnamasari
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.507 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kelengkapan materi pada buku teks mata pelajaran “Mari Belajar Matematika (Pendidikan Matematika Untuk Kelas V SD/MI)” Karya Dewi Nuharini Dan Sulis Priyanto Tahun 2017. Buku tersebut menarik untuk dianalisis karena merupakan salah satu sumber belajar yang sering digunakan namun belum pernah dianalisis oleh peneliti lainnya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen wawancara guru, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Hasil analisis yang telah dilakukan adalah rincian persentase pada masing-masing indikator sebagai berikut. (1) Materi memuat konsep, definisi, prosedur/ algoritma, teorema dan sifat-sifat mendapat persentase 75% dengan kategori sesuai. (2) Materi memuat contoh dan soal-soal latihan yang menunjang konsep mendapat persentase 100% dengan kategori sangat sesuai. (3) Materi memuat penjelasan yang dapat membangun pengetahuan siswa mendapat persentase 100% dengan kategori sangat sesuai. Persentase kelengkapan materi pada buku teks mata pelajaran “Mari Belajar Matematika (Pendidikan Matematika Untuk Kelas V SD/MI)” Karya Dewi Nuharini Dan Sulis Priyanto Tahun 2017” dari ketiga indikator tersebut memperoleh skor sebesar 91,7 % dengan kategori sangat sesuai. This study aims to determine how complete the material in the textbook for the subject "Let's Learn Mathematics (Mathematics Education for Grade V SD/MI)" is by Dewi Nuharini and Sulis Priyanto in 2017. The book is interesting to analyze because it is one of the learning resources that is often used but has never been analyzed by other researchers. This research approach is qualitative with a descriptive method. The instruments in this study were obtained through teacher interview instruments, observation guidelines, and documentation guidelines. The results of the analysis that has been carried out are the percentage details for each indicator as follows. (1) Materials containing concepts, definitions, procedures/algorithms, theorems and properties get 75% percentage in the appropriate category. (2) The material contains examples and practice questions that support the concept of getting a percentage of 100% with a very appropriate category. (3) The material contains explanations that can build students' knowledge and gets a percentage of 100% with a very appropriate category. The percentage of completeness of the material in the textbook for the subject "Let's Learn Mathematics (Mathematical Education for Grade V SD/MI)" by Dewi Nuharini and Sulis Priyanto in 2017" from the three indicators obtained a score of 91.7% with a very appropriate category.
Pengaruh Media Pembelajaran Animasi Powtoon Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Minat Belajar Peserta Didik Deiby Tiwow; Veronica Wongkar; Navel Oktaviandy Mangelep; Edino Ayub Lomban
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.283 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4219

Abstract

Penelitian ini bertujuan (a) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon dan media konvensional. (b) Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara media animasi powtoon terhadap hasil belajar jika ditinjau dari minat belajar. (c) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon dan media pembelajaran konvensional untuk kelas peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi. (d) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon dan media konvensional untuk kelas yang memiliki minat belajar rendah. Jenis penelitian yaitu Quasi Experimental dengan menggunakan Treatment by level design. Sampel dalam penelitian ini adalah 38 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Angket Minat dan Tes Hasil Belajar. Analisis data menggunakan Analisis Varians-2 Arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon lebih tinggi dari kelas yang diajarkan media konvensional. (b) Terdapat pengaruh interaksi antara media pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar. (c) Untuk kelas yang memiliki minat belajar tinggi, hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon lebih tinggi dari kelas yang diajarkan dengan media konvensional. (d) Untuk kelas yang memiliki minat belajar rendah, hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon lebih tinggi dari media konvensional. The study was conducted to (1) Find the differences of class using powtoon as media and class using conventional media. (2) Find the impact of using powtoon as media on student’s final grade from students learning interest point of view. (3) Find out the differences of final grade from students with high learning interest using powtoon and conventional media. (4) Find out the differences of student’s grades with low learning interest using Powtoon and conventional media. The study was conducted with quantitative approach and Quasi Experimental utilizing treatment by level design. The samples are 38 students. Data was collected by questionnaires and test’s grade. We used Two Way Analysis of Variance. Results show that: (1) The grade of class that apply powtoon was higher than the class using conventional media. (2) We found the existence of learning media (powtoon) impact on student’s learning interest. (3) Group of students with high learning interest using powtoon as media had higher grade compared to group using conventional media. (4) Group of students with low learning interest using powtoon as. media had higher grade compared to group with low learning interest using conventional media.
Studi Ex Post Facto: Apakah Kecerdasan Emosional Berkontribusi terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa? Asyrifah Zaini Wahdah; Putri Nur Malasari
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.165 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4093

Abstract

Rata-rata nilai matematika yang didapatkan siswa SMP di Kabupaten Pati mengungkapkan adanya beberapa siswa yang belum mencapai target prestasi belajar matematika yang sesuai dengan nilai KKM matematika yang ditentukan. Rendahnya prestasi yang didapatkan tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa keadaan. Salah satu keadaan yang berkontribusi terhadap prestasi belajar matematika adalah tingkat kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kontribusi kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel yang terpilih sebanyak 99 siswa kelas VII di salah satu SMP di Pati dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang dipergunakan adalah skala kecerdasan emosional. Analisis data yang dipergunakan yaitu teknik analisis regresi linear sederhana, semua perhitungan menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berkonstribusi terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Analisis Kesalahan Peserta Didik dalam Penyelesaian Soal Cerita Teorema Pythagoras berdasarkan Teori Newman Velria Jun; Sri Hariyani; Tatik Retno Murniasih
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.398 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.3722

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik di SMP Negeri 17 Malang dalam meyelesaikan soal cerita matematika dengan pokok bahasan yaitu teorema Phythagoras yang kemudian dianalisis kesalahan dalam pengerjaan soal menggunakan dasar teori Newman. Penelitian ini menggunakan jenis riset deskriptif yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Jumlah peserta didik yang menjadi subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik. Penggunaan teknik pengumpulan data yaitu tes tertulis dan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh dua validator yaitu dosen matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dan guru matematika SMP Negeri 17 Malang. Rata-rata skor akhir hasil validasi soal tes tertulis adalah 3,75 dan 3,83 dan berada pada kategori baik, yang berarti instrumen penelitian yang telah disusun peneliti valid dan layak digunakan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jenis kesalahan yang ditunjukkan oleh peserta didik berkemampuan tinggi yaitu kesalahan transformasi dan kesalahan keterampilan proses. Jenis kesalahan yang ditunjukkan pada peserta didik berkemampuan sedang yaitu pada tahap memahami, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Sedangkan siswa berkemampuan rendah menunjukkan jenis kesalahan pada tahap membaca soal, memahami, kesalahan transformasi, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Jenis kesalahan yang memiliki frekuensi paling tinggi ditunjukkan pada tahap memahami, diikuti dengan penulisan jawaban akhir dan transformasi.
Kemampuan Membaca, Menulis, dan Membuktikan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Kesebangunan Dua Segitiga A. Fuad Abd Al-Baqie; Mega Teguh Budiarto; Susanah
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.34 KB) | DOI: 10.30762/f_m.v5i1.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah terdapat perbedaan kemampuan membaca, menulis, membuktikan, dan menyelesaikan masalah kesebangunan dua segitiga antara siswa laki-laki dan perempuan (2) bagaimana perbedaan kemampuan membaca, menulis, membuktikan, dan menyelesaikan masalah kesebangunan dua segitiga antara siswa laki-laki dan perempuan. Jenis penelitian ini adalah mixed method. Populasi ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 20 Surabaya, sampel penelelitian ini adalah kelas X MIPA 6 yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan, dan subjek penelitian ini ada 4 siswa yaitu, siswa laki-laki berkemampuan tinggi, siswa perempuan berkemampuan tinggi, siswa laki-laki berkemampuan rendah, dan siswa perempuan berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan rata-rata niai kemampuan membaca dan menulis siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan rata-rata nilai kemampuan membuktikan siswa laki-laki dan perempuan, dan tidak ada perbedaan rata-rata nilai kemampuan menyelesaikan masalah (2) Siswa yang mampu melakukan langkah-langkah pembuktian cenderung lebih baik dalam menyelesaikan masalah kesebangunan. This study aims to determine (1) whether there are differences in the reading, writing, prooing ability on solving triangle similarity between male and female students (2) how are the differences in the reading writing, and proving ability on solving triangles similarity between male and female students. The type of this study is mixed method. The population is all students of X MIPA SMA Negeri 20 Surabaya, the sample of this study is X MIPA-6 which consists of 18 male and 10 female students, and the subjects of this study were 4 students, namely, high ability male students, female students with high abilities, male students with low abilities, and female students with low abilities. The results showed that (1) there was no difference in the average scores of male and female students' reading and writing abilities, there was a difference in the average scores of male and female students' proving abilities, and there was no difference in the average scores for the ability on solving problem (2) students who were able to do some proving steps tend to be better at solving similarity problems.
Problem Solving Tipe SSCS Berbantuan Schoology: Upaya Meningkatkan Berpikir Kritis Matematis Rani Sugiarni; Royya Fawazi Durri
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.934 KB) | DOI: 10.30762/f_m.v5i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran Problem Solving tipe SSCS berbantuan Schoology. Quasi Expetimental dipilih sebagai metode pada penelitian ini dengan mengadopsi desain Nonequivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini, Siswa X MAN 2 Cianjur dipilih sebagai populasi, sedangkan siswa X IPS 3 dan X IPS 4 sebagai sampel. Uji pada penelitian ini menggunakan uji banding dan uji gain. Hasil penelitian diperoleh temuan bahwa siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Solving tipe SSCS berbantuan Schoology lebih baik dari segi rata-rata kelas dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 30,35%.This study aims to find out more about how to improve students' critical thinking skills using the Schoology-assisted SSCS-type problem-solving learning model. Quasi-experimental design was chosen as the method in this study by adopting the nonequivalent control group design. In this study, students X MAN 2 Cianjur were selected as the population, and students X IPS 3 and X IPS 4 were selected as samples. In this study, comparative and gain tests were used. The results of the study found that those using the Schoology-assisted SSCS-type problem-solving student learning model were better in terms of the class average and were able to improve students' critical thinking skills by 30.35%.
Penentuan Penerima Kartu Indonesia Pintar KIP Kuliah Dengan Menggunakan Metode K-Means Clustering Devi Tri Yuliana; M. Ivan Ariful Fathoni; Naning Kurniawati
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.031 KB) | DOI: 10.30762/f_m.v5i1.570

Abstract

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) adalah salah satu upaya untuk membantu asa para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi untuk melakukan studi di perguruan tinggi. Dalam mengambil keputusan untuk menentukan mahasiswa yang layak menerima beasiswa KIP Kuliah dan mahasiswa yang tidak layak menerima beasiswa KIP Kuliah pada prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Maka akan diterapkan metode K-Means Clustering. Karena K-Means mempunyai kemampuan mengelompokkan data dalam jumlah yang cukup besar dengan waktu yang cukup cepat. Dengan menerapkan metode K-Means Clustering untuk penentuan klasterisasi penerima beasiswa KIP Kuliah mahasiswa. Maka, akan mengetahui hasil dari klasterisasi beasiswa KIP Kuliah. Pendaftar KIP Kuliah yang berjumlah 346 mahasiswa pada tahun akademik 2020/2021. Pada penelitian ini menggunakan 4 kriteria, yaitu penerima bantuan KIP/KKS, jumlah tanggungan, luas tanah dan penghasilan orang tua. Dari hasil penelitian, dilakukan perhitungan sebanyak 6 kali iterasi. Pada perhitungan tersebut didapatkan hasil bahwa terdapat 219 atau 63,5% mahasiswa yang layak menerima beasiswa KIP Kuliah dan 127 atau 36,5% mahasiswa yang tidak layak menerima beasiswa KIP Kuliah. Sedangkan pada perhitungan di lapangan sebanyak 246 mahasiswa yang layak menerima beasiswa KIP Kuliah dan sebanyak 100 mahasiswa yang tidak layak menerima beasiswa KIP Kuliah. Pada hasil akhir dalam perhitungan tersebut, disimpulkan bahwa metode K-Means Clustering efektif digunakan untuk menentukan penerima beasiswa KIP Kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, Bojonegoro. The Indonesian Smart College Card (KIP-Kuliah) is one of the efforts to help the hopes of students who have economic limitations but excel in studying in higher education. The process takes a long time to determine students who are eligible to receive the KIP Tuition scholarship and those who are not eligible to receive the KIP Tuition scholarship. Then the K-Means Clustering method will be applied because K-Means can group large amounts of data in a reasonably fast time. By using the K-Means Clustering method to determine the clustering of KIP scholarship recipients for student lectures. Then, you will know the results of the clustering of the KIP College scholarships. KIP Lecture registrants totaled 346 students in the 2020/2021 academic year. This study used four criteria: recipients of KIP/KKS assistance, the number of dependents, land area, and parents' income. From the study results, the calculation was carried out for six iterations. The analysis shows that 219 or 63.5% of students are eligible to receive the KIP Lecture scholarship and 127 or 36.5% of the students are not eligible to receive the KIP Lecture scholarship. Meanwhile, in-field calculations, 246 students were eligible to receive the KIP Lecture scholarship, and 100 students were not eligible to receive the KIP Lecture scholarship. In the final result of the calculation, it was concluded that the K-Means Clustering method was effectively used to determine the recipients of the KIP Scholarship at the Nahdlatul Ulama Sunan Giri University, Bojonegoro.
Pengaruh Minat Belajar Siswa dengan Sistem Daring Menggunakan Aplikasi Simpel pada Pembelajaran Matematika Kelas X SMA PSM 1 Kedunggalar Indra Puji Astuti; Erny Untari; Doni Susanto
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.549 KB) | DOI: 10.30762/f_m.v5i1.554

Abstract

Banyak faktor yang memberikan pengaruh pada hasil belajar diantaranya adalah kecerdasan, ketertarikan dan perhatian, dorongan belajar, kesungguhan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi raga dan kesehatan. Minat merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan sistem daring menggunakan aplikasi SIMPEL berkenaan dengan hasil belajar matematika . Penelitian inu merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling pada seluruh siswa kelas X SMK PSM 1 Kedunggalar. Digunakan korelasi product moment untuk menganalisis data. Kesimpulan penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara minat belajar dengan sistem daring menggunakan aplikasi SIMPEL terhadap hasil belajar siswa kelas X SMK PSM 1 Kedunggalar, dengan r_hitung=0,80 dan t_hitung>t_tabel yaitu 10,18 > 1,67.   Many factors that influence learning outcomes include intelligence, interest and attention, encouragement to learn, seriousness, attitude, study habits and health. Interest is one of the most important factors to improve learning outcomes. This research aims to determine the relationship between interest in learning and the online system using the SIMPEL application on mathematics learning outcomes. This research is a quantitative research using a survey method with a correlational approach. The sampling technique in this study used purposive sampling on all students of class X SMK PSM 1 Kedunggalar. Product moment correlation is used to analyze the data. The conclusion ot the study shows that there was a positive relationship between interest in learning with an online system using the SIMPEL application on the learning outcomes of class X students of SMK PSM 1 Kedunggalar, with r_count=0,80 and t_count>t_table, that is 10,18 > 1,67.

Page 6 of 21 | Total Record : 210