cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
ovum.fikesudb@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
OVUM : Journal Of Midwifery and Health Sciences
ISSN : 28295293     EISSN : 28294726     DOI : -
Core Subject : Health,
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences merupakan jurnal yang berfokus pada Ilmu Kebidanan dan Kesehatan. Ruang lingkup Ilmu Kebidanan meliputi isu-isu yang berkaitan dengan praktik dan layanan asuhan dalam siklus hidup perempuan, kesehatan bayi dan anak, keluarga berencana, gender dan kesehatan reproduksi, kebidanan komunitas, inovasi/model asuhan kebidanan, teknologi penunjang kebidanan, kebijakan yang mempengaruhi kebidanan, serta lingkup terkait lainnya. Ruang lingkup Ilmu Kesehatan meliputi isu-isu yang berkaitan dengan keperawatan, fisioterapi, farmasi, gizi masyarakat, kesehatan masyarakat, teknologi dan informasi kesehatan serta lingkup kesehatan lainnya.
Articles 76 Documents
PENERAPAN FISIOTERAPI DADA TERHADAP HEMODINAMIK DAN SATURASI OKSIGEN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG DADAP SEREP RSUD PANDANARANG BOYOLALI Laila Nur Fidayana; Irma Mustika Sari; Panggah Widodo
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v3i2.2918

Abstract

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana alveoli paru yang bertanggungjawab menyerap oksigen dari atmosfer dan terisi oleh cairan. Terjadinya pneumonia tersebut disebabkan alveoli dipenuhi dengan nanah dan cairan, yang membuat pernafasan terasa sakit dan membatasi asupan oksigen. Infeksi ini umumnya menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Pneumonia menjadi penyebab kematian terbesar pada anak-anak di seluruh dunia. Tujuan penerapan ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi dari penerapan fisioterapi dada pada pasien anak dengan pneumonia di ruang Dadap Serep RSUD Pandanarang Boyolali. Metode penerapan ini menggunakan studi kasus. Hasil penerapan menunjukkan bahwa bersihan jalan nafas pada anak pneumonia dengan intervensi selama 3 hari dan durasi penerapan 10 menit, sebelum diberikan fisioterapi dada yaitu sputum tidak dapat keluar, frekuensi nafas cepat, terdapat suara nafas ronkhi, frekuensi nadi meningkat, saturasi oksigen menurun dan sesudah diberikan fisioterapi dada yaitu sputum dapat keluar, frekuensi pernafasan membaik, tidak terdapat suara ronkhi, frekuensi nadi dalam rentang normal dan saturasi oksigen meningkat. Kesimpulan terdapat perbedaan perkembangan hemodinamik dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan fisioterapi dada pada anak dengan pneumonia
PENERAPAN TERAPI BERMAIN ORIGAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG DADAP SEREP RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Nurul Adkha; Eska Dwi Prajayanti; Panggah Widodo
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v3i2.2922

Abstract

Latar Belakang; Pada usia prasekolah, aktivitas fisik pada anak meningkat yang menyebabkan anak sering kelelahan dan menyebabkan rentan terserang penyakit akibat sistem imun belum stabil sehingga daya tahan tubuh melemah yang mengharuskan anak untuk menjalani hospitalisasi. Masalah utama hospitalisasi anak yaitu terjadinya kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan penerapan terapi bermain origami. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan setelah dilakukan terapi bermain origami untuk tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di ruang Dadap Serep RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode : Penerapan terapi bermain origami ini menggunakan metode studi kasus, dilakukan kepada 2 responden An.I dengan permasalahan kecemasan, takut saat hospitalisasi. An. M dengan permasalahan kecemasan serta rewel ketika dilakukan pengobatan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kecemasan yang diukur menggunakan alat ukur Preschool Anxiety Scale (PAS) pada anak usia prasekolah dengan intervensi selama 3 hari dan durasi penerapan 20 menit, sebelum dilakukan terapi bermain origami yaitu skor 63-65 (kecemasan berat) dan sesudah dilakukan terapi bermain origami yaitu skor 23-24 (kecemasan ringan). Kesimpulan : Terapi bermain origami berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Kata Kunci : Anak Usia Prasekolah; PAS; Hospitalisasi; Kecemasan.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE PADA ANAK PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) YANG MENGALAMI KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI DI BANGSAL SHOFA RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Cheli Dwi Astuti Pramudita; Maryatun Maryatun
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v3i2.2945

Abstract

Kecemasan adalah suatu keadaan yang ditandai dengan perasaan takut dan pertanda system saraf otonom yang hiperaktif, dari rasa takut dapat menjadi respon akibat hospitalisasi pada anak. Untuk mengurangi kecemasan anak dapat diberikan terapi bermain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil penerapan terapi bermain puzzle terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Metode penelitian menggunakan desain penelitian dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus kepada 3 responden anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan. Kecemasan diobservasi sebelum dan sesudah terapi bermain puzzle. Hasil penelitian didapatkan setelah dilakukan penerapan terapi bermain puzzle didapatkan hasil bahwa terapi bermain puzzle dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak yang sedang mengalami hospitalisasi. Kesimpulan peneltian ini yaitu terapi bermain merupakan terapi bermain yang dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan pada anak yag sedang mengalami hospitalisasi.
Penerapan Terapi Reminisence dan Relaksasi Otot Progresif pada Depresi Lansia dengan Hipertensi di RSUD Wonogiri: Penerapan Terapi Reminisence dan Relaksasi Otot Progresif pada Depresi Lansia dengan Hipertensi di RSUD Wonogiri Sri Puji Handayani; Erika Dewi Noorratri
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v3i2.2976

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka prevalensi yang sangat tinggi pada lansia. Hipertensi sering di sertai dengan gejala somatis, kualitas hidup yang rendah dan gangguan peran selain itu hipertensi rentan terhadap masalah- masalah psikososial salah satunya adalah depresi. Prevalensi lansia berusia 55-64 tahun yang mengalami depresi sebesar 15,9%, lansia usia 65-74 tahun sebesar 23,2%, dan lansia usia diatas 75 tahun sebesar 33,7%. Di Indonesia prevalensi penderita depresi pada tahun 2021 sekitar 33,7 juta jiwa (11,8%). Tujuan penerapan dari Terapi Reminiscence dan Relaksasi Otot Progresif pada Depresi Lansia dengan Hipertensi di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Metode true eksperimental pre-post test. Hasil penerapan terapi reminiscence dan relaksasi otot progresif pada 2 responden selama 5x pertemuan didapatkan hasil ada penurunan yang signifikan terhadap tingkat depresi yang diderita responden setelah dilakukan terapi reminiscence dan relaksasi otot progresif, dengan cara post-test disetiap kali pertemuan. Kesimpulan ada penurunan yang signifikan terhadap tingkat depresi yang diderita responden setelah dilakukan terapi reminiscence dan relaksasi otot progresif
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2024 Malik, Mayurni Firdayana; Rasma, Rasma; Supriyadi, Supriyadi; Handriani, Indah; Misdayanti, Misdayanti; Anasari, Wa; Azim, La Ode Liaumin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4771

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, khususnya bagi pengguna BPJS Kesehatan yang menggunakan layanan rawat jalan di rumah sakit. RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai rumah sakit rujukan utama di daerah tersebut memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS yang menggunakan layanan rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien pengguna BPJS rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari sampai dengan Mei 2024 sebanyak 544 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi. Kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan beberapa indikator, seperti keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan fasilitas fisik. Sementara itu, kepuasan pasien diukur melalui tingkat kepuasan secara umum terhadap pelayanan yang diterima. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan aplikasi spss versi 25.0 dan diuji dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa bukti langsung (p = 0,395), keandalan (p = 0,006), daya tanggap (p = 0,614), jaminan (p = 0,258) empati (p = 0,000). Hal ini berarti dimensi kehandalan dan empati memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan, sedangkan bukti fisik, daya tanggap dan jaminan tidak berhubungan dengan kepuasan pasien. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu terus meningkatkan dan memastikan kualitas pelayanan yang optimal untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pasien
STUDI KASUS PENERAPAN SOCIAL SKILL TRAINING (SST) PADA KLIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL Wangge, Romana Sandrani; Herminsih, Adelheid Riswanti
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4806

Abstract

Penderita skizofrenia mempunyai ciri menarik diri dari lingkungan sosial. Seseorang yang mengalami isolasi sosial akan menghindari interaksi ataupun komunikasi dengan orang lain.  Oleh karena itu dibutuhkan peran perawat untuk membantu pasien agar dapat mengurangi isolasi sosial antara lain melakukan terapi Social Skill Training (SST). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi Social Skills Training (SST) pada pasien skizofrenia yang mengalami isolasi sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kopeta, waktu penelitian 8-13 Januari 2025. Populasi semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dengan jumlah sampel sebanyak 2 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Penelitian diawali dengan identifikasi asuhan keperawatan. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan jiwa dan buku kerja terapi SST. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dan data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan SST efektif menurunkan masalah isolasi sosial. SST dapat meningkatkan keterampilan sosial pada pasien isolasi sosial.
PENGARUH NILAI ‘B’ VALUE TERHADAP CITRA MRI BRAIN KASUS STROKE ISKEMIK HIPERAKUT SEQUENCE DWI (DIFFUSION WEIGHTED IMAGING) Putri, Sarika Setya; Prastanti, Agustina Dwi
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4827

Abstract

Tuberkulosis (TB) menimbulkan persoalan serius bagi Indonesia, serupa dengan Salah satu pulse sequence MRI Brain adalah Diffusion Weighted Imaging (DWI). Sequence ini merupakan gold standard pada modalitas pencitraan MRI untuk diagnosis stroke iskemik dengan sensitivitasnya yang tinggi. Parameter terpenting pada sequence ini adalah nilai 'b' value. Nilai default untuk ‘b’ value adalah 1000 s/mm2 namun, masih belum jelas apakah nilai 'b' 1000 s/mm' lebih baik dari nilai 'b' lebih tinggi untuk mendeteksi lesi iskemik dan luasnya, terutama pada 6 jam pertama setelah timbulnya stroke iskemik. Seiring dengan peningkatan nilai ‘b’ value maka akan adanya peningkatan sinyal untuk menaikkan sensitifitas sinyal difusi, namun hal tersebut juga mengkibatkan bertambahnya noise. Sebanyak delapan pasien diberikan tiga perlakuan nilai ‘b’ yang berbeda, masing-masing slice. Kemudian dilakukan penilaian terhada tiga dokter spesialis radiologi, selanjutnya uji statistik dilakukan untuk memperoleh nilai optimal dalam pemilihan ‘b’ value. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga variasi nilai ‘b’ yang berbeda. Kualitas citra dan anatomi informasi terbaik pada pemilihan ini adalah “b’ value 2000 s/mm2.
MANFAAT ALOE VERA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II: A SYSTEMATIC REVIEW Maryadi, Maryadi; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Sartika, Sartika
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4828

Abstract

Luka bakar menjadi masalah lokal hingga global karena kasusnya terus mengalami peningkatan sehingga perlu dilakukan penanganan luka dengan baik untuk mencegah terjadinya kematian. Banyak studi pada hewan yang melaporkan manfaat pengobatan herbal dalam penyembuhan luka bakar, salah satunya adalah aloe vera. Studi systematic review ini bertujuan untuk melakukan tinjauan efek aloe vera terhadap penyembuhan luka bakar. Database yang digunakan yaitu Pubmed, Scopus, Ebsco, Science Direct, dan Proquest untuk mencari literatur yang relevan selama tahun 2015-2025 dengan menggunakan kata kunci yang telah disusun. Hasil penelusuran didapatkan total 841 literatur, yang hingga pada fase akhir seleksi didapatkan 3 literatur yang diputuskan untuk dilakukan review karena memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan. Hasil studi ini didaptkan bahwa penggunaan aloe vera efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, mempersingkat lama rawat, serta dapat mengurangi rasa nyeri dan gatal pada luka.
EFEKTIVITAS PHYSICAL ACTIVITY (PA) CALENDAR HEALTH TERHADAP GULA DARAH SEWAKTU DIABETES MELITUS TIPE 2 Maryadi, Maryadi; Zainuddin, Zainuddin; Mantasia, Mantasia
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4829

Abstract

Prevalensi penderita diabetes melitus tipe 2 selalu meningkat dari tahun ke tahun. Ini diakibatkan kontrol glukosa yang buruk. Banyak studi melaporkan manfaat aktivitas fisik ringan hingga sedang untuk mengontrol kadar glukosa. Penelitian ini untuk melihat apakah program PA-Calendar Health efektif dalam mengontrol kadar glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one grup pre-post test yang dilakukan di Puskesmas Pattopakang, Kabupaten Takalar dengan sampel sebanyak 10 orang selama empat minggu. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan alat ukur kadar glukosa darah yang telah dilakukan kalibrasi. Hasil dari uji t berpasangan didapatkan perbedaan signifikan sebelum dan setelah diberikan intervensi menggunakan PA-Calendar Health p= 0,000. PA-Calendar Health pada studi ini efektif dalam mengontrol kadar glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Studi ini memberikan gambaran manfaat aktivitas fisik ringan dan pedoman makanan sehat yang terprogram dalam kontrol kadar glukosa penderita diabetes tipe 2.
KEUNGGULAN VIDEO EXPLAINER BERBAHASA LOKAL DIBANDINGKAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Sartika, Sartika; Maryadi, Maryadi; Indra, Indra; Purwanto, Erwin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4831

Abstract

Tuberkulosis (TB) menimbulkan persoalan serius bagi Indonesia, serupa dengan negara lain di tingkat global. Pemerintah telah melaksanakan berbagai insiatif pencegahan, termasuk program edukasi agar dapat meningkatkan kesadaran pemahaman masyarakat. Penelitian ini menguji efektivitas metode edukasi menggunakan video berbahasa lokal dan leaflet untuk mengoptimalkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. sebanyak 78 responden dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui video expaliner berbahasa lokal, sementara kelompok kontrol menggunakan leaflet. Pengumpulan data dilakukan dengan memakai angket yang valid dan reliabel (r > 0,316). Analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan dan independen dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan dan efektifitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode edukasi, baik video explainer maupun leaflet, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan responden secara signifikan (p < 0,05). Namun, video explainer berbasa lokal menunjukkan keunggulan dibandingkan leaflet dalam memengaruhi sikap dan meningkatkan keterampilan keluarga dalam pencegahan TB. dapat disimpulkan bahwa video explainer berbahasa lokal lebih superior dalam meningkatkan perilaku keluarga terkait pencegahan TB. Oleh karena itu, integrasi media ini dalam program edukasi kesehatan di Puskesmas, terutama pada fase awal pengobatan dan kunjungan rumah, sangat dianjurkan.