cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
jurnaljipsi.amorfati@gmail.com
Editorial Address
Kantor Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta Alamat: Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629187     DOI : -
Education Science. The Islamic Education Science. Educational Psychology. Learning Psychology. Educational Philosophy. Islamic Educational Philosophy. Lesson Plan. Lesson Design. Lesson Media Development of Resources and Learning Media. Learning Theory of Islamic Education. Learning Strategies of Islamic Education. Islamic Education Curriculum Development. Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. Tafsir Tarbawi. Hadist Tarbawi.
Articles 333 Documents
Peluang dan Tantangan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Mendukung Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Harum Sunya Iswara; Pande Putu Yogi Arista Pratama
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1254

Abstract

Program Digitalisasi Pembelajaran di Indonesia mendorong pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pemanfaatan PID dalam mendukung Pembelajaran Mendalam bergantung pada kemampuan guru mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan pemanfaatan PID dalam mendukung Pembelajaran Mendalam di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada dua sekolah dasar penerima Program Digitalisasi Pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua kepala sekolah dan empat guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PID berpeluang mendukung meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning melalui pemanfaatan multimedia interaktif, visualisasi konsep, dan sumber belajar digital, termasuk pada pembelajaran Seni. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru, desain pedagogis, dan tata kelola sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak ditentukan oleh ketersediaan perangkat digital, tetapi oleh kemampuan guru mentransformasikan teknologi menjadi pengalaman belajar yang mendukung Pembelajaran Mendalam.
Structured Oral Corrective Feedback in Business English Job Interview Simulations Zaenul Wafa; Endang Susilowati; Eka Fanti Sulistiyaningsih
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1256

Abstract

Job interview speaking requires grammatical control, appropriate professional register, organized self-presentation, and confidence under time pressure. This study investigated the implementation and classroom outcomes of structured oral corrective feedback (OCF) in a Business English course. The study conducted from April to June 2026 at Universitas An Nuur, Indonesia, the study involved 61 second semester Management students from two intact classes. A classroom-based explanatory mixed methods design combined a one-group pretest posttest procedure with observation of feedback episodes, an eight-item confidence questionnaire, written reflections, and semi-structured interviews. During six 90-minute meetings, students completed progressively less scripted job interview simulations and received explicit correction, recasts, clarification requests, metalinguistic prompts, and delayed group feedback. The overall speaking mean rose from 63.12 to 78.46, with the largest gain in professional expression. The improvement was statistically significant, t(60) = 12.97, p < .001, Cohen’s dz = 1.66. Of 194 observed feedback episodes, 69.6% produced successful uptake. Explicit correction generated the largest number of successful repairs, whereas delayed feedback was preferred during complete responses because it protected fluency and concentration. Qualitative evidence indicated greater awareness of recurring errors, more appropriate workplace wording, and stronger readiness to speak without full scripts. The findings suggest that structured OCF in Business English should integrate linguistic accuracy with register, relevance, answer organization, and strategic self-presentation.
Komunikasi Preventif Dosen Melalui Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Pada Mahasiswa Sains Kepolisian Universitas Rokania Arfika Nurvita Sari; Rabiuladawiyyah; Resti Hefriyenni
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1262

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan persoalan serius yang mengancam generasi muda, khususnya mahasiswa yang berada pada usia produktif dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi preventif yang dilakukan dosen kepada mahasiswa melalui sosialisasi terhadap tingkat pemahaman terkait bahaya narkotika, mengidentifikasi faktor penyebab penyalahgunaan, serta merumuskan upaya pencegahan yang efektif di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada mahasiswa sains kepolisian Universitas Rokania. Informan penelitian terdiri dari dosen,mahasiswa,serta pengurus organisasi mahasiswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi preventif yang dilakukan dosen kepada mahasiswa melalui sosialisasi masih bersifat umum dan belum mendalam. Faktor utama penyebab penyalahgunaan meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, keterbatasan edukasi, serta faktor individu. Upaya preventif yang dinilai efektif meliputi edukasi berkelanjutan, keterlibatan dalam kegiatan positif, serta kerja sama dengan lembaga terkait.
Konsep Keuangan Publik dalam Pemikiran Abu ʿUbaid al-Qāsim ibn Sallām: Analisis Kitāb al-Amwāl dan Relevansinya bagi Ekonomi Islam Kontemporer Ghilman Nursidin Syarief
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1264

Abstract

This study examines the concept of public finance formulated by Abu ʿUbaid al-Qāsim ibn Sallām in Kitāb al-Amwāl and analyzes its relevance to contemporary Islamic public finance. Employing a qualitative library research approach, this study analyzes primary sources from Kitāb al-Amwāl alongside classical and contemporary literature on Islamic public finance, governance, and fiscal policy. The analysis demonstrates that Abu ʿUbaid developed a comprehensive framework of public finance grounded in distributive justice, public accountability, transparency, and state responsibility for social welfare. Unlike approaches that merely emphasize state revenue, his framework integrates ethical, legal, and administrative dimensions into a coherent fiscal system. These principles remain highly relevant for addressing contemporary challenges, including inequality, corruption, inefficient public expenditure, and the integration of zakat into national fiscal policy. The findings suggest that Kitāb al-Amwāl should be understood not only as a historical legal text but also as an important normative reference for developing an ethical, accountable, and inclusive model of Islamic public finance capable of responding to modern governance challenges.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Berbasis Al-Qur’an Siswa Kelas Viii Di Sekolah Menengah Pertama Al Irsyad Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026 Fatwa Konabi; Edy Muslimin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis Al-Qur'an dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Akidah Akhlak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Al Irsyad Surakarta. Data primer diperoleh melalui observasi kelas dan wawancara mendalam bersama guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta sepuluh siswa sampel kelas VIII B dan VIII C, yang kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perencanaan dan pelaksanaan CTL berbasis Al-Qur'an telah berjalan efektif melalui pengintegrasian materi dengan pengalaman empiris dan realitas iman siswa, didukung oleh media proyektor digital serta metode pemodelan kontemporer. Namun, ditemukan anomali struktural pada aspek evaluasi berupa penerapan ujian dadakan ( pop kuis ) yang memicu kecemasan kognitif akibat siswa belum menyelesaikannya siklus pengalaman-refleksi. Lebih lanjut, terjadi polarisasi kemampuan berpikir kritis siswa; peserta didik mencapai kinerja Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang unggul pada kluster materi konkret-aplikatif, tetapi mengalami degradasi ke tingkat hafalan tekstual pada kluster materi teologis-abstrak seperti nifaq dan kufur . Secara esensial, sinergitas komponen CTL berbasis Al-Qur'an ini terbukti efektif berperan sebagai katalis spiritual-kognitif yang mengondisikan penalaran kontekstual siswa melalui penguatan aspek afektif-spiritual dan argumentasi ilmiah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya guru merestrukturisasi materi teologis-abstrak agar pembelajaran kontekstual PAI dapat berjalan secara holistik.
Penerapan Sistem Komitmen, Reward dan Punishment dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa di SMA Al-Banna Bali Nazwa Mawadda; Abbas Husein Attaslam; Muhammad Ishak Almausili; Mardiyatul Jannah; Fatiatun
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.962

Abstract

Kedisiplinan siswa menjadi tantangan banyak lembaga pendidikan di Indonesia, sehingga SMA Al-Banna Bali menerapkan sistem komitmen, reward, dan punishment berbasis nilai religius untuk membangun budaya disiplin secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi dengan narasumber guru BK dan seorang siswa. Hasil menunjukkan bahwa sistem komitmen yang dibangun sejak penerimaan siswa baru melalui wawancara siswa dan orang tua secara terpisah terbukti efektif sebagai landasan preventif, reward diberikan berbasis poin kebaikan, sedangkan punishment diterapkan bertahap dan bersifat mendidik, serta ketiganya berjalan terintegrasi didukung layanan BK yang komprehensif. Penelitian ini memberikan model praktis bagi sekolah Islam terpadu dalam merancang sistem disiplin yang terstruktur, objektif, dan humanis melalui sinergi komitmen awal, penghargaan berbasis data, serta pembinaan yang melibatkan sekolah, siswa, dan orang tua.
Behavior of Generation Z Is Revie Swed from the Perspective of Islamic Economics Nur Sakinah; Indra Kurniawan; Lita Arfah; Marro’aini; Indra Kurniawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1047

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) in Generation Z's online shopping behavior and review it from the perspective of Islamic Economics. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation involving Generation Z individuals who actively shop online. Data is analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results show that FOMO influences online shopping behavior through the desire to follow trends, buy products that are currently viral, respond to influencer recommendations, and take advantage of digital promotions such as flash sales and limited-time discounts. These factors often drive impulse purchases without considering the actual needs. From the perspective of Islamic Economics, consumption behavior driven by FOMO has the potential to cause excessive attitudes and waste if not accompanied by self-control. Therefore, the principles of benefit, moderation, and responsibility in asset management are important guidelines in directing online shopping behavior
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Digital dan Kearifan Lokal Minangkabau Soibatul Aslamiah Nasution; Supratman Zakir; Salman; Sesra Budio; Ramadhoni Aulia Gusli
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1060

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan lokal Minangkabau di tingkat Sekolah Menengah Atas. Latar belakang penelitian didasarkan pada tantangan era Revolusi Industri 4.0 yang mengikis nilai-nilai karakter dan kearifan lokal peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sintesis literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kearifan lokal Minangkabau seperti Sumbang Duo Baleh, Kato Nan Ampek, petatah-petitih, dan tradisi surau memiliki keselarasan kuat dengan ajaran Islam melalui filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK); (2) teknologi digital berupa media video, buku digital, e-modul, dan platform media sosial terbukti valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran terintegrasi; (3) integrasi dapat dilakukan melalui pendekatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pemanfaatan teknologi sebagai media penyampaian; (4) tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, kompetensi guru, dan ketersediaan bahan ajar terintegrasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PAI yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik di era digital. Kata Kunci: inovasi pembelajaran; pendidikan agama Islam; teknologi digital; kearifan lokal; Minangkabau
Teachers' islamic religious education lesson planning in accommodating students with special needs at purworejo state special elementary school Laelatul Fitriyah; Nur Rohmah Hayati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1081

Abstract

Abstract:Lesson planning constitutes one of the fundamental aspects in determining the quality of Islamic Religious Education (IRE) services for students with special needs. Although numerous studies have examined the implementation of IRE instruction for students with special needs, research focusing specifically on the planning stage remains relatively limited, particularly within the context of Special Elementary Schools (Sekolah Dasar Luar Biasa [SDLB]). This study aimed to analyze how IRE teachers plan instruction to accommodate the learning needs of students with special needs, identify the forms of instructional accommodations employed, and examine the supporting and inhibiting factors influencing the instructional planning process at SDLB Negeri Purworejo. This study employed a qualitative approach using a case study design. The research was conducted at SDLB Negeri Purworejo, with Islamic Religious Education teachers serving as the research participants. Data were collected through interviews, observations, and document analysis and were subsequently analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that instructional planning began with identifying students’ prior abilities, learning needs, and individual characteristics. Instructional accommodations were implemented by adapting learning objectives, instructional materials, teaching methods, learning media, and assessment procedures to meet students’ individual needs. The diversity of students’ characteristics constituted the primary consideration in developing instructional plans, while teachers’ professional competence, teaching experience, and the availability of instructional media served as the main supporting factors. Conversely, limited expertise in special education, the heterogeneous abilities of students, and the high demand for individualized assistance emerged as the principal challenges. This study contributes to the growing body of knowledge on adaptive Islamic Religious Education lesson planning for students with special needs and provides practical insights for the development of differentiated instruction in special education settings.Abstrak:Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu aspek fundamental dalam menentukan kualitas layanan Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa berkebutuhan khusus. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pelaksanaan pembelajaran PAI pada siswa berkebutuhan khusus, kajian mengenai aspek perencanaan pembelajaran masih relatif terbatas, khususnya pada konteks Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pembelajaran PAI yang dilakukan guru dalam mengakomodasi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus, mengidentifikasi bentuk-bentuk akomodasi yang diterapkan, serta mengungkap faktor pendukung dan faktor penghambat yang memengaruhi proses perencanaan pembelajaran di SDLB Negeri Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di SDLB Negeri Purworejo dengan subjek penelitian guru PAI. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran diawali dengan identifikasi kemampuan awal, kebutuhan belajar, dan karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Akomodasi pembelajaran dilakukan melalui penyesuaian tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Keberagaman karakteristik siswa menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan perencanaan pembelajaran, sedangkan kompetensi guru, pengalaman mengajar, dan ketersediaan media pembelajaran menjadi faktor pendukung utama. Adapun keterbatasan kompetensi pendidikan khusus, heterogenitas kemampuan siswa, dan tingginya kebutuhan pendampingan individual menjadi faktor penghambat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian tentang perencanaan pembelajaran PAI yang adaptif bagi siswa berkebutuhan khusus serta menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran berdiferensiasi pada pendidikan khusus.
Filsafat Pendidikan Muhammadiyah: Tauhid, Hakikat Manusia, dan Sumber Ilmu Sebagai Landasan Reformasi Pendidikan Islam Muklisin; Nur Hakim; Yumidiana Tya Nugraheni; Agus Firmansyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1116

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang berperan penting dalam reformasi pendidikan Islam di Indonesia melalui pengembangan sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Namun, kajian mengenai filsafat pendidikan Muhammadiyah masih cenderung membahas aspek historis, kelembagaan, atau pemikiran tokoh secara parsial, sehingga analisis yang mengintegrasikan landasan ontologis, antropologis, dan epistemologis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis filsafat pendidikan Muhammadiyah melalui konsep tauhid, hakikat manusia, dan sumber ilmu sebagai landasan reformasi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari dokumen resmi Muhammadiyah, meliputi Anggaran Dasar Muhammadiyah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, dan Pedoman Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah, serta didukung oleh berbagai artikel ilmiah. Data dianalisis menggunakan qualitative content analysis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Muhammadiyah dibangun atas integrasi tauhid sebagai orientasi nilai, manusia sebagai hamba Allah sekaligus khalifah fil ardh, serta konsep sumber ilmu yang menempatkan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dikembangkan melalui akal, pengalaman, dan penelitian ilmiah. Ketiga landasan tersebut membentuk paradigma pendidikan integratif yang menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum serta menjadi fondasi pengembangan kurikulum, pembentukan karakter, dan pendidikan Islam berkemajuan yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.