cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
jurnaljipsi.amorfati@gmail.com
Editorial Address
Kantor Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta Alamat: Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629187     DOI : -
Education Science. The Islamic Education Science. Educational Psychology. Learning Psychology. Educational Philosophy. Islamic Educational Philosophy. Lesson Plan. Lesson Design. Lesson Media Development of Resources and Learning Media. Learning Theory of Islamic Education. Learning Strategies of Islamic Education. Islamic Education Curriculum Development. Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. Tafsir Tarbawi. Hadist Tarbawi.
Articles 333 Documents
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Mendorong Kesadaran Ekologi Siswa Di SMAN 2 Kota Bogor fatimah azzahra; Rumba Triana; Ibrahim Bafadhol
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dan Budi Pekerti dalam medorong kesadaran ekologi siswa di SMA Negeri 2 Kota Bogor. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, pendekatan studi kasus untuk mengetahui seberapa besar peran guru PAI dan Budi Pekerti dalam mendorong kesadaran ekologis siswa di SMA Negeri 2 Bogor. Untuk memperoleh keabsahan data penulis menggunakan teknik triangulasi dari beberapa teknik di antaranya observasi dan wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini meliputi : Peran guru PAI dan Budi Pekerti dalam mendorong kesadaran ekologi siswa dan seberapa pentingnya guru PAI dan Budi Pekerti di mata siswa. Kedua, Sikap siswa SMA Negeri 2 Bogor terhadap lingkungan sekitar dan program yang diikuti siswa yang meliputi ekologi. Faktor pendukungnya adalah, tercukupinya segala sarana dan prasana yang ada di sekolah, terjalinnya hubungan baik anatara pihak sekolah dengan masyarakat sekitar sekolah dan adanya hubungan kerja sama yang baik antara pihak internal di dalam sekolah. Sedangkan faktor penghambat yang peneliti dapatkan yaitu, beragamnya sifat serta karakter siswa.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai Kejujuran pada Siswa Tunagrahita di SDLB Muhammadiyah Purworejo Aura Latifa Adhinty; Nur Rohmah Hayati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1124

Abstract

Penanaman nilai kejujuran pada siswa tunagrahita merupakan salah satu tantangan dalam pendidikan karakter karena keterbatasan kemampuan intelektual yang memengaruhi pemahaman mereka terhadap konsep-konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa tunagrahita kelas IV di SDLB Muhammadiyah Purworejo serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian dilaksanakan di SDLB Muhammadiyah Purworejo dengan subjek penelitian guru PAI, wali kelas, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembiasaan, keteladanan, nasihat berulang, dan pendampingan individual yang disesuaikan dengan karakteristik siswa tunagrahita. Nilai kejujuran ditanamkan melalui aktivitas pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari di sekolah. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, lingkungan sekolah yang religius, dukungan fasilitas sekolah, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan intelektual siswa, perbedaan tingkat ketunagrahitaan, kurang optimalnya pembiasaan di lingkungan keluarga, dan belum adanya program khusus penanaman nilai kejujuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bagi siswa tunagrahita memerlukan strategi yang konkret, berkelanjutan, dan melibatkan kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pembentukan perilaku jujur.
Nafs al-Lawwāmah as a Moral-Spiritual Awareness Framework in Islamic Religious Education Gigih Hadi Nugroho Said; Rahman Zaki Rizaldy; Yusuf Qardhawi Ridho Sarky; Fajar Ardyansah; Suhartono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1164

Abstract

This This study aims to construct the Nafs al-Lawwāmah Moral-Spiritual Awareness Model as a conceptual framework for strengthening moral-spiritual awareness in Islamic Religious Education. The study employed an integrative qualitative conceptual design supported by empirical evidence collected from 25 undergraduate students of the Islamic Religious Education program selected through purposive sampling. Primary data were derived from the thematic interpretation of Qur'an 75:2 and Tafsir Ibn Kathir, while secondary data were obtained from contemporary literature on Islamic Religious Education, Islamic psychology, and moral psychology. Empirical data were collected using an online questionnaire consisting of Likert-scale items and open-ended questions, then analyzed through thematic content analysis, thematic synthesis, descriptive statistics, thematic coding, and conceptual mapping. The findings identified five interconnected dimensions of moral-spiritual awareness, namely spiritual guilt, self-reflection (muhasabah), repentance (tawbah), accountability before Allah, and behavioural improvement. Qualitative analysis further revealed six overarching themes that explain how students interpret moral awareness as a dynamic process of spiritual transformation. Based on the integration of Qur'anic interpretation, literature synthesis, and empirical findings, this study proposes the Nafs al-Lawwāmah Moral-Spiritual Awareness Model, which repositions nafs al-lawwāmah from a theological concept into a pedagogical framework for Islamic Religious Education. The proposed model contributes to the development of reflective and transformative learning by integrating spiritual awareness, self-regulation, repentance, and transcendental accountability into a coherent educational framework.
Artificial Intelligence and Brain Rot: Implications for Students’ Cognitive Development and Character Education Muhamad Slamet Yahya; Alwi Maulana; Khafifatul Fian
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1166

Abstract

The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) into education has transformed students’ learning patterns, offering both cognitive opportunities and psychological challenges. This study explores the implications of AI on the phenomenon of brain rot a term referring to cognitive stagnation, reduced attention span, and diminished motivation caused by overexposure to shallow digital stimuli. Using a literature-based qualitative method, data were gathered from relevant academic sources, books, and online reports to analyze the dual impact of AI on students’ cognitive and motivational domains. The findings reveal that, while AI fosters personalized learning and enhances self-efficacy through adaptive systems and data-driven feedback, it simultaneously risks promoting intellectual passivity when students excessively rely on generative AI for instant answers. Such overdependence weakens analytical, evaluative, and creative abilities core components of higher-order thinking thereby accelerating symptoms of brain rot. The study further highlights that digital environments saturated with short-form content amplify these risks, conditioning students to seek immediate gratification and undermining their capacity for deep learning. However, when employed reflectively, AI can serve as a metacognitive scaffold that promotes inquiry, reflection, and sustained engagement. To mitigate the negative implications, the research emphasizes the necessity of integrating digital literacy, ethical awareness, and self-regulation into educational frameworks. In conclusion, AI should be positioned not as a cognitive substitute but as a supportive partner in learning one that enhances critical thinking and preserves intellectual vitality in the digital age.
Implementasi Metode Diskusi Kelompok Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dalam Menumbuhkan Nilai Kerja Sama Pada Siswa Kelas IV di SDN Banjarbendo Jihan Salsabila Maulidil Rohma; Fakhrur Rozy; Mohammad Setyo Wardono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi metode diskusi kelompok pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam menumbuhkan nilai kerja sama pada siswa kelas IV di SDN Banjarbendo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode atau strategi studi kasus “Case Studies”. Dengan kata lain, studi kasus merupakan penelitian dimana peneliti menggali suatu fenomena tertentu dalam suatu waktu menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama periode tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada 3 teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendukung proses analisis data kualitatif, peneliti memanfaatkan perangkat lunak NVivo 12 pro melalui tahapan coding, pengelompokan tema, serta visualisasi data dalam bentuk Word Cloud, Hierarchy Chart, dan Mind Map sehingga hasil analisis menjadi lebih sistematis, terstruktur, dan objektif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Banjarbendo mampu menumbuhkan nilai kerja sama siswa, yang ditandai dengan partisipasi aktif, sikap saling membantu, tanggung jawab, dan menghargai pendapat teman. Selain itu metode diskusi kelompok juga membantu meningkatkan pemahaman materi dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Transformasi Pembelajaran PAI: Peluang, Hambatan, dan Strategi Suci Ramadhani; Aljhon Heri; Abdul Rahman; Noviriani; Andryadi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1178

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) telah merekonfigurasi lanskap pendidikan dan membuka peluang signifikan bagi transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan karakter pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI, mengidentifikasi peluang dan hambatan utama yang muncul, serta merumuskan strategi optimalisasi yang selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, memanfaatkan data dari artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan tema AI in Education dan pembelajaran PAI. Data dianalisis melalui teknik analisis isi dengan tahapan reduksi, kategorisasi tematik, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperkuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI, serta pengembangan kompetensi abad ke‑21, tetapi sekaligus menghadirkan hambatan terkait akurasi konten keagamaan, etika akademik, kompetensi digital, dan kesiapan infrastruktur. Kesimpulan utama menegaskan perlunya strategi komprehensif yang mencakup penguatan kompetensi guru, penyusunan pedoman etika, integrasi kurikuler, pengembangan literasi digital peserta didik, dan penyeimbangan pemanfaatan teknologi dengan pembinaan karakter, agar transformasi pembelajaran PAI berbasis AI berlangsung efektif, etis, dan berkelanjutan
Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Berbasis Media Digital PowerPoint terhadap Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas V SDN Balonggabus, Sidoarjo Reza Wika Octaviani; Mohammad Setyo Wardono; Nur Asitah; Machfudzil Asror
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1186

Abstract

Kemampuan menulis narasi merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikembangkan pada jenjang sekolah dasar karena berperan dalam membantu siswa mengungkapkan gagasan, menyusun alur berpikir secara sistematis, serta meningkatkan kemampuan komunikasi tertulis. Namun, kemampuan menulis narasi siswa masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan mengembangkan ide, menyusun unsur cerita, menggunakan kosakata yang tepat, serta menerapkan ejaan dan tanda baca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Picture and Picture berbasis media digital PowerPoint terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas V SDN Balonggabus, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui desain One-Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 29 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menulis narasi yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji hipotesis Paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis narasi siswa meningkat dari 75,48 pada pretest menjadi 83,72 pada posttest. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), sehingga menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture berbasis media digital PowerPoint memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas V SDN Balonggabus, Sidoarjo. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi model pembelajaran berbasis visual dengan media digital dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi pada siswa sekolah dasar.
Integrasi Teknologi Pendidikan dalam Kurikulum Pesantren: Analisis Konseptual melalui Kerangka TPACK dan SAMR Hafizh Raafi; Ahmad Saifulloh
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1191

Abstract

This study aims to develop a conceptual model of a digital-adaptive pesantren curriculum by synthesizing the characteristics of pesantren curricula and integrating the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and Substitution, Augmentation, Modification, and Redefinition (SAMR) frameworks. The rapid advancement of digital technology has created significant challenges for Islamic boarding schools (pesantren) in maintaining their educational identity while responding to the demands of twenty-first-century education. This study employed a qualitative approach using a library research method by reviewing and synthesizing relevant national and international literature on Islamic education, curriculum development, educational technology, TPACK, and SAMR. The findings reveal that pesantren curricula have evolved from traditional (salaf) and modern models toward an integrative curriculum that combines Islamic values, scientific knowledge, digital technology, and twenty-first-century competencies. The proposed conceptual model consists of four interconnected components: (1) foundational values based on the Qur'an, Hadith, and pesantren traditions; (2) core competencies comprising religious competence, digital competence, and global competence; (3) curriculum development frameworks integrating TPACK and SAMR; and (4) expected outcomes in the form of religious, digitally literate, and adaptive graduates. The study contributes theoretically by enriching the discourse on Islamic curriculum development through an integrative framework that bridges the traditional epistemology of pesantren with contemporary digital learning theories. Practically, the proposed model provides strategic guidance for curriculum developers, educators, pesantren leaders, and policymakers in designing adaptive Islamic education that preserves pesantren values while strengthening digital literacy, ethical technology integration, and graduates' readiness to address the challenges of the digital era.
Pengaruh Strategi Think Problem Solving Share (TPSS) terhadap Pemahaman Siswa pada Pembelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Albiana; Wahyudin; Latifahny Aridia Alfitri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1243

Abstract

Pendidikan kejuruan menuntut pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah, namun pembelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ) di SMK masih cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini mengembangkan strategi Think Problem Solving Share (TPSS), yaitu Think Pair Share yang dimodifikasi  dengan menambahkan tahapan pemecahan masalah, untuk meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran AIJ.   TPSS tidak berhenti pada tahap berbagi pendapat seperti pada TPS konvensional, melainkan menuntun siswa untuk terlebih dahulu menganalisis permasalahan, merumuskan solusi, dan mengevaluasinya secara eksplisit sebelum hasil pemikiran tersebut dipresentasikan oleh siswa, sehingga pemahaman yang dibentuk diharapkan lebih mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan yang dipilih menggunakan cluster random sampling, dikelompokkan menjadi kelas eksperimen yang menerapkan TPSS dan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Data pemahaman siswa diperoleh melalui tes posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (kurang dari 0,05), yang berarti terdapat perbedaan pemahaman yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan capaian pemahaman kelas eksperimen lebih tinggi. Meskipun nilai effect size sebesar 0,44 tergolong lemah, hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan strategi TPSS memberikan pengaruh yang signifikan, namun dengan besaran efek yang masih terbatas. Strategi TPSS berpengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa pada pembelajaran AIJ dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran pada mata pelajaran kejuruan lain dengan karakteristik serupa. Terbatasnya besaran efek ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman siswa tidak semata-mata ditentukan oleh strategi pembelajaran, tetapi juga oleh faktor lain seperti karakteristik individu siswa dan lamanya waktu penerapan, sehingga TPSS sebaiknya diterapkan secara berkelanjutan agar dampaknya dapat terlihat lebih optimal di kelas kejuruan.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Speed reading Terhadap Kemampuan Membaca Pada Siswa Kelas V luluk makrufah; Syamsul Ghufron; Rudi Umar Susanto; Pance Mariati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1261

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan hasil observasi awal, khususnya dalam hal memahami isi bacaan secara mendalam serta mengidentifikasi kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ke terlaksanaan pembelajaran, mendeskripsikan kemampuan membaca siswa sebelum dan sesudah menerapkan metode Speed Reading, serta menganalisis pengaruh keefektifan metode tersebut terhadap kemampuan membaca siswa kelas V di SDN Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design tipe One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA yang berjumlah 20 siswa dengan instrumen berupa tes esai sebanyak 10 soal serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran menggunakan metode Speed Reading terlaksana dengan kategori sangat baik dengan persentase sebesar 100%. Kemampuan membaca siswa sebelum menggunakan metode Speed Reading tergolong rendah dengan nilai rata-rata sebesar 56,75 dan persentase ketuntasan sebesar 5%. Setelah penerapan metode Speed Reading, kemampuan membaca siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai rata-rata sebesar 82,25 dan persentase ketuntasan sebesar 95%. Lebih lanjut, hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,6068 (60,68%) yang mengindikasikan bahwa metode pembelajaran Speed Reading efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru mengoptimalkan penggunaan metode Speed Reading dalam pembelajaran membaca, sekolah memberikan dukungan terhadap penyediaan fasilitas dan bahan bacaan yang memadai, siswa memanfaatkan metode ini untuk aktif berlatih secara mandiri, serta peneliti selanjutnya mengembangkan penelitian serupa pada cakupan materi atau konteks yang lebih luas. Dengan demikian, penggunaan metode pembelajaran Speed Reading dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif inovatif dalam meningkatkan kemampuan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.