cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 531 Documents
PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI SADAR WISATA SAPTA PESONA, DI DESA LABUAN TERENG, LOMBOK BARAT Riyayanatasya, YY Wima; Lemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Suadnya, I Wayan; Junaidi, Ahmad
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5917

Abstract

Potensi wisata alam yang dimiliki Desa Labuan Tereng perlu didukung oleh peran serta masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang kondusif. Hal ini dapat terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran wisata. Sapta Pesona merupakan unsur sadar wisata yang perlu dipahami dan diimplementasikan kedalam perilaku sehari-hari masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran aktif anggota karang taruna terhadap pentingnya sadar wisata dalam menunjang potensi wisata desa, sehingga dapat membentuk lingkungan wisata yang kondusif, nyaman, dan aman bagi wisatawan. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi dengan pemaparan materi, dan small discussion untuk mengidentifikasi implementasi unsur sapta pesona. Hasil yang didapatkan adalah anggota karang taruna telah mengimplementasikan unsur sapta pesona kedalam perilaku sehari-hari. Unsur-unsur yang telah diimplementasikan adalah aman, tertib, bersih, rapi, indah, ramah, dan kenangan. Namun mereka tidak menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan sapta pesona. Kegiatan ini memberikan pemahaman pentingnya sadar wisata dan praktik keseharian yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini, memberikan pemahaman secara konseptual dan beberapa contoh pengaplikasian perilaku sadar pesona kepada anggota karang taruna Desa Labuan Tereng.
EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA ANAK MELALUI SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN HAK ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI DESA LANGKO, LOMBOK BARAT Anjani, Gesta Tri; Kusuma, Ni Kadek Reisha Yuliantari; Wijaya, Lalu Thouriq Andika; Rizki, Khairur; Makhroja, Mega Nisfa
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5918

Abstract

Pernikahan usia anak merupakan salah satu isu global yang hingga saat ini masih menjadi perbincangan terkait solusi pencegahannya. Dalam konteks negara berkembang khususnya di Indonesia, kasus pernikahan usia anak masih menjadi salah satu permasalahan serius bagi masing-masing pihak, baik itu pemerintahan masyarakat, bahkan organisasi-organisasi non pemerintah yang berkaitan dengan isu tersebut. Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pernikahan usia anak terbanyak pada tahun 2021-2023. Dengan selisih yang tidak terlalu jauh, Lombok Barat dan Lombok Tengah menjadi kabupaten dengan tingkat pernikahan usia anak yang tertinggi di NTB. Hal tersebut menjadi motivasi bagi tim pengabdi untuk melakukan pendekatan yang ditujukan dengan fokus-fokus sasaran kasus seperti orang tua yang memiliki tanggung jawab untuk merawat anak melalui program sosialisasi dengan topik “Pentingnya Kesadaran Hak Anak di Desa Migran Produktif” yang bertempat di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Keluarga merupakan bagian terdekat dari kehidupan anak yang memiliki peran untuk memberikan bimbingan serta pembentukan karakter anak. Kurangnya pola asuh orang tua terhadap pengawasan lingkungan pertemanan anak akan menyebabkan anak terjerumus pergaulan bebas yang kemudian dapat berdampak pada peningkatan kasus pernikahan anak. Melalui sosialisasi ini, dapat terlihat bahwa pemahaman dari peserta yang sebagian besar merupakan orang tua, dapat meningkatkan kesadaran terkait pentingnya hak anak dalam lingkungan keluarga.
PENTINGNYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KELISTRIKAN DI AREA HUNIAN BAGI MASYARAKAT DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR Adnyani, Ida Ayu Sri; Seniari, Ni Made; Supriyatna, Supriyatna; Natrsir, Abdul; Nababan, Sabar; Wiryajati, I Ketut
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.5920

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, masih tergolong rendah. Masyarakat cenderung mengabaikan potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak aman, seperti risiko kebakaran, sengatan listrik, dan ledakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai K3 Kelistrikan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini meliputi pengenalan potensi bahaya, cara pengecekan dan pemeliharaan instalasi listrik, serta pelatihan pemasangan instalasi listrik yang sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan setelah dilakukan edukasi. Dari 30 responden yang terlibat, 70% menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa edukasi tersebut penting dan perlu ditingkatkan. Namun, masih terdapat 13,33% responden yang belum sepenuhnya memahami pentingnya keselamatan kelistrikan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan kelistrikan di Desa Sandik tetap terjaga.
UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN DETEKSI DINI GANGGUAN PENGLIHATAN PADA ANAK SEKOLAH MELALUI PELATIHAN TENAGA KESEHATAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Nintyastuti, isna kusuma; Nasrul, Monalisa; Andari, Marie Yuni; ITSW, Siti Farida; Suparta, I Gede; Artastra, I Ketut; Siswanto, Lalu M. Harmain; Rahmaniah, Harir
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.5921

Abstract

Anak-anak dengan gangguan penglihatan akan mengalami dampak yang berat dalam perkembangannya dan berpengaruh pada kehidupan di masa depannya. Deteksi dini adanya gangguan penglihatan pada anak merupakan salah satu cara penemuan kasus yang efektif agar penatalaksanaannya segera bisa dilakukan. Oleh karena itu diperlukan kegiatan yang dapat meningkatkan cakupan deteksi dini pada anak oleh guru dengan pendampingan tenaga kesehatan (nakes) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai ujung tombak kegiatan promosi dan prevensi kesehatan di tingkat komunitas. Untuk meningkatkan kualitas skrining maka dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas nakes berupa pelatihan pencegahan dan penatalaksanaan gangguan penglihatan dan kebutaan untuk nakes FKTP di wilayan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).  Pelatihan dilakukan kepada perawat dan dokter di FKTP perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB. Materi yang diberikan berupa materi dasar cara deteksi dini gangguan penglihatan, kemampuan melakukan edukasi kepada guru dan tata laksana penyakit mata prioritas. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara klasikan dan praktik lapangan dalam 46 jam pelajaran. Salah satu luaran dari pelatihan tersebut adalah dilakukannya pelatihan untuk guru dan skrining gangguan penglihatan dan kebutaan. Pelatihan diikuti oleh 270 orang dan para peserta telah melakukan pelatihan pada 504 guru. Guru yang telah terlatih telah melakukan skrining pada 60.806 anak yang tersebar di 10 kabupaten kota. Cakupan deteksi dini pada anak sekolah menjadi luas karena nakes telah berhasil melatih guru setelah dibekali dengan materi dan metode pelatihan yang dilakukan. Pelatihan nakes FKTP dari seluruh wilayah provinsi NTB dapat memperluas cakupan dan meningkatkan jumlah deteksi dini gangguan penglihatan pada anak sekolah.
Penyuluhan Hukum Tentang Pembentukan Rancangan Perdes tentang Bale Mediasi Desa di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Basniwati, AD; Jayadi, Haeruman; Umam, Khairul
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5922

Abstract

Kegiatan penyuluhan hukum ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur tentang bagaimana pembentukan rancangan sebuah peraturan desa tentang Bale Mediasi. Bale mediasi adalah merupakan sebuah Lembaga adat sebagai wadah penyelesaian sengketa yang seringkali dilakukan di luar jalur formal dengan cara musyawarah mufakat dan mengacu pada nilai-nilai hukum adat dan agama (kearifan lokal). Oleh karenanya dalam proses penyelesaian sengketa tersebut umumnya melibatkan tokoh agama (tuan guru), pemuka adat dan kepala desa. Sementara itu, kelebihan yang sangat menonjol dari mekanisme penyelesain sengketa alternatif atau melalui jalur non formal adalah kemudahan untuk diakses masyarakat, bersifat cepat dan biaya ringan, dan relatif memulihkan harmonisasi di tengah masyarakat. Dengan Penyuluhan hukum ini juga menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi atau permasalahan yang terjadi pada masyarakat Desa Sajang yang bisa diselesaikan dengan cara mediasi atau nonlitigasi. Sasaran dari penyuluhan ini adalah Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat/ Masyarakat dan perwakilan warga masyarakat desa. Metode penyuluhan ini diselenggarakan dengan metode penyuluhan secara langsung yaitu dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung antara tim pengabdian dengan peserta penyuluhan dalam bentuk penyampaian materi dan diskusi dengan menggunakan pendekatan Persuasif, Edukatif, Komunikatif dan Akomodatif. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan pelaksanaan peyuluhan ini berjalan dengan baik dan sukses dimana materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik oleh para aparatur Desa dan akan mengimplemantasikan segala sesuatunya untuk diaplikasikan pada masyarakat Desa Ruma.
PELATIHAN MANAJEMEN AUDIO DIGITAL DI PONDOK PESANTREN DARUL WAFA PEJARAKAN KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM Ariessaputra, Suthami; Ch, Syafaruddin; Darmawan, Budi; Paniran, Paniran; Muvianto, Cahyo Mustiko Okta
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5923

Abstract

Peralatan audio digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar maupun acara lomba-lomba yang diselenggarakan di Sekolah ataupun di Pondok Pesantren. Penggunaan peralatan audio juga perlu memperhatikan lokasi ruangannya (indoor atau outdoor), posisi pendengar dan spesifikasi peralatan audionya. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Wafa Mataram termasuk sekolah penghafal Al Qur’an yang memanfaatkan teknologi audio digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, ujian tahfidzul quran dan lomba lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang biasanya diadakan di aula sekolah. Namun peralatan audio yang tersedia masih belum maksimal sehingga kualitas audio yang dihasilkan juga belum optimal. Pengeras suara yang dimiliki sebanyak 1 buah dengan daya sebesar 120 watt, kondisi pengaturan audio ini masih kurang sehingga perlu peningkatan kualitas manajemen audio melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat. Kegiatannya dalam bentuk pelatihan yang dapat memberi pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen audio digital, berupa pelatihan instalasi, revitalisasi peralatan, pemberian workshop dalam penggunaan dan perawatan peralatan audio kepada Pengelola Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Wafa Mataram. Hasil kegiatannya menunjukkan bahwa kualitas audio yang dihasilkan semakin baik dari sebelumnya dan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta kegiatan lomba tahfidzul Qur’an. Selain itu daya audio yang dihasilkan bertambah menjadi 240 watt.
PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKTOR PARIWISATA MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI BISNIS BAGI SISWA SMK NEGERI 2 SEKOTONG Miharja, Dian Lestari; Sutarini, Ida Ayu; Karyadi, Lalu Wiresapta
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.5936

Abstract

Pantai Sekotong adalah destinasi wisata yang terletak di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Daerah ini memiliki keunggulan wisata bahari yang memiliki terumbu karang dan kehidupan laut yang beragam. Demi menunjang kegiatan pariwisata, pemerintah Provinsi NTB membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terletak di daerah Sekotong. SMK Negeri 2 Sekotong merupakan salah satu sekolah vokasional dengan visi mencetak wirausaha khususnya di bidang pariwisata. Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram bekerjasama dengan SMK Negeri 2 Sekotong melakukan pelatihan komunikasi bisnis sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tujuan pelatihan ini untuk membantu siswa dan siswinya dalam keterampilan berkomunikasi baik dengan wisatawan asing maupun domestik secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Peserta kegiatan PKM melibatkan 30 orang siswa dan siswi dari jurusan Perhotelan, Tata Boga, dan Usaha Perjalanan Wisata. Kegiatan PKM ini diawali dengan studi pendahuluan, pelatihan, evaluasi, dan pelaporan. Di akhir pelatihan, anggota kegiatan PKM menyebarkan angket untuk mengukur pemahaman siswa dan siswi SMK Negeri 2 Sekotong setelah kegiatan. Hasil dari kegiatan PKM yaitu siswa dan siswi mendapatkan pemahaman yang baik dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan lalu mampu mengaplikasikannya dalam korespodensi surat menyurat dan penyusuan proposal bisnis.
COMMUNITY SERVICE EVALUATION OF TOURISM MARKETING TRAINING AT STATE VOCATIONAL SCHOOL 2 SEKOTONG Sutarini, Ida Ayu; Maulida, Novita; Amy, Najamuddin
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5937

Abstract

Community service (PkM) is one of the Tri Dharma programs of higher education institutions that must be carried out by every lecturer. The Communication Studies Program at Unram conducted a community service activity on Saturday, May 4, 2024, at SMK Negeri 2 Sekotong titled "Social Media Management Training to Enhance Tourism Marketing Competence at SMK Negeri 2 Sekotong." The purpose of this evaluation is to explain the partners' perceptions of the implementation process of the PkM activities through the Context, Input, Process, and Product model. (CIPP). The descriptive quantitative method used illustrates the evaluation results of the PkM activity implementation process. There was no treatment, manipulation, or data alteration on the independent variable. The sample for this evaluation consisted of 30 students from SMK Negeri 2 Sekotong who participated in the PkM activities. The data collection method involved distributing questionnaires to the participants. The data analysis results showed that the evaluation of the PkM activities conducted by the lecturers of the Communication Studies Program at Universitas Mataram through Context, Input, Process, and Product (CIPP) achieved an overall average of 87%, which falls into the category of Very Suitable according to the partners' expectations. Therefore, the quality of this activity in terms of the CIPP aspects needs to be maintained or further improved in the next PkM activities.
EDUKASI STUNTING DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN DI DESA MENINTING Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Junaida, Alfini; Guban Juniarza, A'yuni; Tasya Kamila, Afifah; Hayyatun Nufus, Fadirah; Patya Putri, Hudaynu; Magfira Nurmalasanti, Nadia; Azariani, Wiwin; M. Rifqi Azami S, Lalu; Tunggal Arya Rezky, Noval; Afriza Faishal, Imam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5940

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting juga didefinisikan dengan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pola makan merupakan salah satu faktor yang menjadi faktor kejadian stunting. Makanan yang tinggi protein hewani, misalnya ikan, merupakan bahan makanan yang mampu mencegah dan mengobati terjadinya stunting. Desa Meninting merupakan salah satu desa di Daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang mata pencaharian utamanya yaitu nelayan. Banyak jenis ikan laut yang dihasilkan, namun anak-anak tidak menyukai mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting pada Ibu-Ibu di Desa Meninting dan memberikan pelatihan cara pengolahan ikan laut menjadi nugget yang lebih disukai oleh anak. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi berupa edukasi terkait stunting dan pelatihan pengolahan ikan laut (ikan tongkol dan ikan guling-guling) dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Berdasarkan hasil pendataan, peserta pengabdian 61% merupakan usia produtif (20-40 tahun) dan 79,5% merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait stunting setelah dilakukan edukasi stunting. Sementara itu, pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar ikan ini 88% responden menyatakan bahwa acara ini sangat penting. Selain itu, 79% responden meyatakan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka. Hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan terkait pengolahan nugget ikan berskala besar, pengemasan dan pendaftaran produk sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan, namun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
Perubahan Fungsi Lahan Untuk Status Rawan Bencana Dengan Remote Sensing Di Daerah Mandalika: Changes in Land Function for Disaster Prone Status Using Remote Sensing in the Mandalika Area Yadnya, Made Sutha; Kanata, Bulkis; Zainuddin, Abdullah; Paniran, Paniran; Ramadhani, Cipta; Rosmaliati, Rosmaliati
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5952

Abstract

Masalah utama Desa Tangguh Bencana (Destana)  di Desa Penyanggaya Sirkuit Madalika adalah bahaya tanah longsor akibat kemiringan tanah yang terjal,  masyarakat harus tahu kalau potensi tanah longsor dan menghidari pembuatan pemukiman akibat hujan atau gempa yang membuat retakan tanah. Situasi yang berbahaya tanah longsor dengan perubahan fungsi lahan dari perbukitan menjadi tanah urug. Universitas Mataram memiliki obsevatorium di Rembitan bagian dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Geomagnetik mengukur magnet bumi dengan satuan magnet bumi nTesla (Nano Tesla). Hasil pengukuran terjadi anomali (penurunan nilai magnet bumi. Ini merupakan precursor akan terjadinya gempa. Desa Sade dan Rembitan merupakan satu kawasan yang menjadi satu kesatuan yang harus dijaga dan memberikan pengetahuan akan bahaya banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrim. Proses menggunaka remote sensing dengan foto udara. Hal hasil telah didapatkan bebarapa titik rawan bencana.