cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 478 Documents
MENDUKUNG NTB DALAM PROGRAM NZE 2050 DENGAN EDUKASI 6R (REFUSE, REDUCE, REUSE, RECYCLE, RETHINK, and ROT) UNTUK SAMPAH PLASTIK DI SMA N 2 SELONG, LOMBOK TIMUR Putraji, L.M. Guguh; Ardianto, Teguh; Budianto, Arif; Hudha, L. Sahrul; Rahayu, Susi; Kurniawidi, Dian W.
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6052

Abstract

Sampah secara umum dihasilkan dari kegiatan manusia sehari-hari. Dari berbagai jenis sampah, sampah plastik merupakan sampah non-organik yang paling banyak dihasilkan, tidak dapat diurai secara alamiah, dan memiliki dampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Kabupaten Lombok Timur, memproduksi sampah terbanyak setiap harinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Usaha mengurangi sampah perlu didukung oleh kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dan memilah sampah sehingga dapat mengurangi beban pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah, terlebih setelah pemerintah propinsi NTB menggaungkan program Net Zerowaste Emission Tahun 2050. SMA N 2 Selong merupakan salah satu sekolah di wilayah Selong Lombok Timur yang diharapkan mampu menjadi pionir dalam edukasi pengembangan kesadaran diri sehingga memiliki peran yang sangat stategis untuk mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan sampah perlu dilakukan edukasi pemilahan sampah plastik di lingkungan sekolah. Bahkan perlu diperkenalkan manfaat mendaur ulang sampah karena hal ini akan menunjukkan animo generasi muda dalam mewujudkan program zero waste di lingkungan SMA N 2 Selong, dan nantinya diharapkan pada generasi muda di seluruh wilayah Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, XI dan XII sejumlah 54 siswa terpilih dan hampie seluruh guru SMA N 2 Selong dengan respon Sangat Memuaskan.
PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT: SOSIALISASI DI MA BUSTANUL WA'IZHIN NW JANGGAWANA Basariah, Basariah; Ismail, Mohammad; Herianto, Edy; Sawaludin, Sawaludin; Hadi, Samsul; Edi, Maria Grace Putri
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6054

Abstract

Pembelajaran berbasis proyek Project-Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan inovatif dalam proses belajar-mengajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21 seperti kolaborasi, berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi. Artikel ini bertujuan untuk melaporkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi pembelajaran berbasis proyek kepada guru-guru MA Bustanul Wa'izin NW Janggawana. Kegiatan ini meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru-guru mampu memahami konsep dasar PjBL merancang proyek pembelajaran, serta mengimplementasikannya di kelas. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru yang menjadi peserta kegiatan sosialisasi. Dari hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan setelah dilakukan kegiatan sosialisasi, pemahaman guru pemahaman terkait dengan pembelajaran berbasis project pada kurikulum merdeka menjadi meningkat. Dari hasil posttest yang dilakukan setelah kegiatan, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dari sebelumnya dari pretest. Sekitar 80% guru mengaku memiliki pemahaman yang baik setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, dengan pemahaman yang baik, 80% guru memiliki komitmen untuk dapat melaksanakan pembelajaran berbasis project di kelas mereka. Tentunya hal ini disesuaikan dengan materi pembelajaran mereka dan diwujudkan juga dalam bentuk RPP.
KESEHATAN MULUT DAN RESIKO PENYAKIT PERIODONTAL Arnawati, Ida Ayu Arnawati; Suryani, Dini; Elizar, Lale Justin Amelinda; Sanjaya, I Kadek Ari; Aryasta, Ida Bagus Putra Bayu; Damayanti, Ida Ayu Andara
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6055

Abstract

Menurut data RISKESDAS 2018, prevalensi kasus periodontitis di Indonesia mencapai 74,1%. Tingginya angka prevalensi penyakit periodontal umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya kesadaran individu terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut, jarangnya kunjungan untuk pemeriksaan kesehatan mulut, status sosial ekonomi yang rendah, serta tingginya tingkat buta huruf. Penyakit periodontal merupakan penyakit menular kronis yang menyebabkan peradangan pada jaringan pendukung gigi, seperti gusi dan tulang alveolar. Penyakit ini dapat mengakibatkan hilangnya perlekatan jaringan ikat dan tulang secara progresif, yang ditandai dengan terbentuknya poket periodontal. Periodontitis yang tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada kondisi yang lebih serius, seperti bakteremia, sepsis, dan peningkatan risiko penyakit sistemik lain, termasuk diabetes, hipertensi, penyakit paru, stroke, serta penyakit ginjal. Oleh karena itu, identifikasi status kesehatan periodontal dan faktor-faktor terkaitnya sangat penting untuk mencegah periodontitis dan kehilangan gigi di masa depan. Analisis Situasi: Tenaga kesehatan memegang peran yang sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyakit periodontal. Melalui kegiatan penyuluhan, tenaga kesehatan dapat berbagi pengetahuan tentang kesehatan mulut dan resiko penyakit periodontal, faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi ini, serta cara pencegahannya. Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka kejadian penyakit periodontal di masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Metode Penyuluhan: Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur, dimulai dengan penyuluhan kepada siswa-siswi di SMAN 3 Mataram. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan berbagai pengetahuan mengenai kesehatan mulut dan resiko penyakit periodontal yang dapat merusak jaringan periodontal, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para siswa untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah penyakit periodontal sejak dini.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN MUTU SDM MASYARAKAT DI BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN, EKONOMI DAN LINGKUNGAN Hindaryatiningsih, Nanik; Yassin, Muhammad; Rizal, Rizal; Harjaty, Erny
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6058

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh dosen bersama 16 orang mahasiswa KKN Tematik di Desa Batu Putih Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan berwirausaha menjadikan potensi desa belum termanfaatkan secara optimal, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup bersih relatif rendah, konsumsi makanan belum mengutamakan kandungan gizi, dan tingkat pendidikan masyarakat rendah. Tujuan pengabdian yakni untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan kualitas SDM masyarakat, di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah Community Based Research (CBR) dengan pendekatan Forum Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan/praktek dan pendampingan pada masyarakat. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan beberapa kegiatan telah dilakukan di desa agar dapat meningkatkan mutu masyarakat antara lain di bidang pendidikan (literasi baca, dan sosialisasi pengetahuan kewirausahaan), kesehatan (sosialisasi hidup bersih dan pembuatan makanan/camilan bergizi yaitu stick kelor, puding kelor dan puding tempe), lingkungan (jum’at bersih, bak sampah dan pengelolaan sampah menjadi kompos), ekonomi (pembuatan VCO dari buah kelapa melalui metode fermentasi, pengemasan dan pelabelan, pemasaran di media on line, manajemen keuangan). Bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat melibatkan partisipasi masyarakat mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan mutu masyarakat memberikan implikasi terhadap ekonomi dan ketahanan budaya wilayah berupa penguatan pemahaman dan beberapa perubahan pada tata nilai sosial serta lingkungan. Keberlanjutan pemberdayaan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal.
PELATIHAN UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI JAMBU KRISTAL DI AGROWISATA DESA LABUAPI Dewi, Suprayanti Martia; Kisman, Kisman; Maryanti, Sri; Sukmana, Febrian Humaidi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6084

Abstract

Keberadaan pembangunan Agrowisata yang mengusung konsep pertanian berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa, membuka lowongan bagi warga setempat serta mampu memanfaatkan limbah olahan ternak dan pertanian sehingga dapat secara mandiri dan bersama meningkatkan kesejahteraan warga desa Labuapi. Metode Pelaksanaan Pengabdian skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang dilakukan pada bidang peningkatan kualitas produksi ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan kualitas produksi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tidak hanya karang taruna, melainkan juga BUMDes, dan pengelola Desa Labuapi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September tahun 2024. Alat dan bahan yang disediakan adalah dengan menyediakan sarana dan prasana alat serta bahan penunjang budidaya pertanian sesuai kaidah yang benar, pembungkus buah jambu kristal, antraktan, perangkap lalat buah, dan . sebagainya. Pada kegiatan pelatihan, informasi mengenai masalah utama penyebab penurunan kualitas hasil buah jambu kristal didiskusikan terlebih dahulu. Antusiasme peserta dalam menumbuhkan pemahaman, kesadaran, ketrampilan dan kemandirian dalam peningkatan kualitas produksi jambu kristal di areal budidaya Jambu Kristal Agrowisata Desa Labuapi terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan monitoring dilakukan setelah 2 minggu pemasangan perangkap yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya, kegiatan ini dilakukan untuk melihat bagaimana perangkap ini bekerja di pohon jambu kristal di agrowisata Desa Labuapi.
PELATIHAN PEMBUATAN LULUR WAJAH DARI DAUN SIRSAK (Annona Muricata L) UNTUK MENDAPATKAN KULIT SEHAT DI DESA TANJUNG ATAP Hariani, Poedji Loekitowati; Fatma, Fatma; Said, Muhammad; Ahadito, Bijak Riyandi; Rohendi, Dedi
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6149

Abstract

Facial scrubs are a part of skin care that is often done by mothers and young women. In line with back to nature awareness, body scrubs use ingredients from natural sources. This community service activity aims to provide counseling and training on the importance of skin care and making facial scrubs from soursop leaves. Soursop leaves contain bioactive ingredients which are antioxidant and antibacterial. The activity was carried out in Tanjung Atap village, Tanjung Batu sub-district, Ogan Ilir district and was attended by 26 participants. The soursop plant is easy to find in the village growing in the yard. Activity participants play an active role in activities both in counseling and training. Evaluations are carried out before and after the activity to determine the level of participants' understanding of the counseling and training provided. Apart from that, an organoleptic test was carried out to determine the level of acceptance of the body scrub product. The results of the activity showed that there was an increase in public understanding of the importance of maintaining healthy skin and making body scrubs from soursop leaves. The increase in participants' understanding was 93.03% from not understanding or not understanding. The organoleptic test results showed that 85.36% of participants said they really liked it and 14.64% said they liked the facial scrub product made from soursop leaves. With this service activity, people are increasingly aware of the importance of skin care using natural resources. Scrubs made from natural ingredients are safe, cheap and avoid the side effects of chemicals.
PEMBUATAN COOKIES DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) DALAM UPAYA OPTIMALISASI PEMANFAATAN TANAMAN MANGROVE Attaya, Kalisa; Maziya, Raehanul; Amalia, Marshanda Fitri; Bulkis, Nanda; Sutanti, Baiq Novia Rahmadita; Permatasari, Lina
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6150

Abstract

An unhealthy lifestyle can lead to increased production of free radicals as a byproduct of metabolism. This condition can be mitigated by antioxidants. Rhizophora mucronata offers various health benefits, including its role as an antioxidant. However, public utilization of Rhizophora mucronata remains limited. To enhance its appeal, Rhizophora mucronata was processed into mangrove leaf cookies, making it more convenient for consumption. The objective of this activity was to optimize the utilization of mangrove plants. The activity was conducted on December 20, 2024, at the Meninting Village Hall, Batulayar Subdistrict, West Lombok Regency, with 20 participants. The implementation method included training sessions comprising the delivery of materials on mangrove plants and the process of making mangrove cookies, followed by hands-on cookie-making training. The participants were highly enthusiastic throughout the program, and the material was well understood, as evidenced by the quiz results provided during the session.
PEMBUATAN KRIM ANTI KETOMBE EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) Elfita, Elfita; Maryadi, Maryadi; Muharni, Muharni; Ferlinahayati, Ferlinahayati
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6274

Abstract

Dandruff and hair loss are conditions that are often experienced by the community, especially mothers and young women. Various products are available on the market to overcome the problem of dandruff and hair loss, but at a relatively expensive. Many traditional medicinal plants are known to be effective as anti-dandruff. One of them is sirsak leaves (Annona muticata L.). For this reason, it is necessary to conduct socialization to the community, especially mothers and young women residents of RW 05 Indralaya Mulya, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency, about the use of traditional medicinal plants to overcome dandruff and hair loss and introduce a simple formulation for making anti-dandruff hair cream. The results of the activity showed that the community was very familiar with the A. muricata plant, but did not know that A. muricata leaves could be used as an anti-dandruff ingredient. The community felt that they had gained practical knowledge about how to make anti-dandruff cream from traditional medicinal plants. This activity has increased the insight and knowledge of the community, especially residents of RW 05 Indralaya Mulya about the use of Sirsak leaves and making anti-dandruff cream.
PELATIHAN PRODUKSI UNTUK MENGOPTIMALKAN USAHA KECIL KERIPIK PANGSIT DI DESA LENDANG NANGKA Bawa Susana, I Gede; Wiryajati, I Ketut; Adhi W.A., I G.A.K. Chatur; Perdana Putra, I Ketut; Alit, Ida Bagus
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6294

Abstract

Economic development in the dumpling chips business requires cooperation from the community and related agencies. One of the efforts made by the community service team is training in pangsit chip production. This is necessary because small businesses in Lendang Nangka Village face various challenges in developing their businesses. Production is still carried out traditionally, which has an impact on the lack of uniformity in product quality. One of the main challenges is the limited knowledge and skills needed to produce quality and consistent products. The purpose of Community Service is to strengthen small entrepreneurs in Lendang Nangka Village by improving production skills so that they can make good quality and consistent products. The activity method through training carried out by the Community Service Team and the Cooperatives and SMEs Service, covers aspects of improving technical skills in the production process. Through the production process, training is provided on how to enhance the quality of the product through the use of better techniques and raw materials. The results of community service give an understanding and skills related to pangsit chips raw materials and how to print, fry, dry, and package products. This can be used as a guideline to ensure that the pangsit chips produced are of good quality and can be stored properly. By overcoming existing challenges and utilizing existing opportunities, this program is expected to have a positive impact on regional economic development. Some things related to packaging are new knowledge for pangsit chip artisans. Pangsit chips artisans are interested in using packaging other than plastic to maintain product quality and use packaging for various sizes of their products.
PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM WICK SEDERHANA DI DESA KORLEKO SELATAN Yadnya, Made Sutha; Maryani, Indah; Zulvia, Ridho; Holis, M. Sopian; Devi, Radhe Vrndavanesvari; Wulandari, Haspita Ariana; Supiana, Wina; Zulhidayati, Masni; Ananda, M. Dimas; Amalia, Annisa Rizki; Apriandi, M. Irawan; Hasnan P, M. Ade Zaini
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6335

Abstract

This paper discusses the use of plastic bottle waste as a hydroponic planting medium with a wick system in South Korleko Village. The wick hydroponic system is a simple method that does not require a pump or electricity, making it more energy-efficient and easy to apply. This research aims to introduce hydroponic farming methods with low cost and easy-to-find materials, as well as increase public understanding of hydroponic plant cultivation. The methods used include socialization, training, and hands-on practice in making hydroponic wicks using used plastic bottles and flannel as nutrient absorption axes. Results showed that this system was effective for growing lettuce (Lactuca sativa L.), with good growth in about six weeks. By using AB mix nutrient solution, plants obtain enough nutrients to support their growth. The implementation of this system is expected to help the community in increasing vegetable production, reducing plastic waste, and providing a more efficient alternative to farming.