cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Penanggulangan Covid-19 melalui Pencegahan dan Penguatan Ketahanan Pangan bagi Masyarakat Terdampak di Surabaya Widyastuti Widyastuti; Nadia Asandimitra; Agus Frianto; Monika Tiarawati; Yessy Artanti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.209 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1324

Abstract

ABSTRACTThis community service program's goal is to assist communities affected by COVID-19 in overcoming food insecurity. Food security is critical at this time because, without it, the immune system required to prevent COVID-19 will not form. As a result, the chances of becoming infected with the coronavirus increase. The situation during the Covid-19 pandemic may result in limited access to food. Gayungan Subdistrict is one of the subdistricts in South Surabaya that has a high concentration of COVID-19 patients. The program's primary focus is on the children of orphanages in the South Surabaya area. The orphanage's donations will suffer as a result of the epidemic. This program is carried out by teaching people how to properly wash their hands to prevent the spread of the coronavirus and by providing essential food items such as rice, sugar, cooking oil, sardines, and milk. Aside from staple foods, this program also provides bath soap, hand soap, and detergent to keep the children at the orphanage clean. It is hoped that this activity will assist the community in maintaining their health, both in terms of food and the environment. Keywords: COVID-19, food security, Gayungan ABSTRAKTujuan program pengabdian kepada masyarakat ini  untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19 untuk mengatasi ketahanan pangan. Masalah ketahanan pangan merupakan hal penting saat ini, karena tanpa ada ketahanan pangan maka imun tubuh yang dibutuhkan dalam pencegahan COVID-19 tidak akan terbentuk. Akibatnya dapat memperbesar kemungkinan terinfeksi virus corona tersebut. Situasi pada masa pademi Covid-19 dapat menyebabnya terbatasnya akses terhadap ketersediaan pangan. Kecamatan Gayungan merupakan salah satu kecamatan yang terletak di wilayah Surabaya Selatan di mana wilayah ini memiliki jumlah penderita COVID-19 cukup banyak. Target utama program adalah anak-anak panti asuhan yang berada di wilayah Surabaya Selatan. Dengan adanya wabah ini akan mempengaruhi donasi yang diberikan pada panti. Program dilaksanakan dengan memberikan edukasi cara mencuci tangan yang benar untuk mencegah penyebaran virus corona dan memberikan bantuan bahan makanan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, sarden dan susu. Selain bahan makanan pokok, program ini juga memberikan bantuan sabun mandi, sabun cuci tangan maupun detergen agar kebersihan lingkungan anak-anak panti tetap terjaga. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatannya baik dari segi makanan maupun dari segi lingkungan. Kata Kunci: COVID-19, Ketahanan Pangan, Gayungan
KEDISIPLINAN PENCATATAN AKUNTANSI MENUJU PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI AKUNTANSI UKM BATIK BAKARAN JUWANA Sri Mulyani; Mukhamad Nurkamid; Budi Gunawan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.881 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.76

Abstract

Pati Regency has a unique creative industry product, namely batik tulis production from Bakaran village. Local people call this batik as Batik "Bakaran". This creative industry is one of the superior products of Pati Regency but there are still some problems faced, namely: (1) craftsmen have not been able to make good bookkeeping, (2) still mixing household finances with business, and (3) still low knowledge about accounting. The purpose of this dedication activity is to assist SMEs batik burning partners in Juwana in the management of business finances by starting on the discipline of accounting records. The method of implementation of activities is divided into four stages; (2) conducting interviews on needs considered priority for partners in relation to financial management by offering manual or computer-based logging, (3) providing accounting recording training, and (4) undertaking recording advisory finance for the discipline of accounting recording although with limited human resources. The accompaniment of financial management that has been built in the form of important counseling and the benefits of accounting records in business activities, helps to inventory the assets held in their business activities, accounting recording training to financial report, and accounting recording in the hope that trained partners to discipline make accounting records so ready to perform accounting based on accounting information technology.Keywords: Batik, Bakaran, Accounting, Dicipline, TechnologyABSTRAKKabupaten Pati memiliki produk industri kreatif yang khas, yaitu batik tulis produksi dari desa Bakaran. Masyarakat setempat menyebut batik ini dengan sebutan batik “Bakaran”. Industri kreatif ini menjadi salah satu produk unggulan kabupaten Pati namun masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi, yaitu: (1) pengrajin belum bisa membuat pembukuan yang baik, (2) masih mencampuradukkan antara keuangan rumah tangga dengan usaha, dan (3) masih rendahnya pengetahuan tentang akuntansi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membantu UKM mitra batik bakaran di Juwana dalam pengelolaan keuangan usaha dengan memulai pada kedisiplinan pencatatan akuntansi. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi dalam empat tahap; (1)  melakukan observasi  berkaitan dengan pengelolaan keuangan usaha, (2) melakukan wawancara atas kebutuhan yang dianggap prioritas bagi mitra berkaitan dengan pengelolaan keuangan dengan menawarkan pencatatan manual atau berbasis komputer, (3) memberikan pelatihan pencatatan akuntansi, dan (4) melakukan pendampingan pencatatan keuangan untuk disiplin melakukan pencatatan akuntansi walaupun dengan SDM yang terbatas. Pendampingan pengelolaan keuangan yang sudah dibangun berupa penyuluhan penting dan manfaatnya pencatatan akuntansi dalam kegiatan usaha, membantu melakukan inventarisasi atas aset yang dimiliki dalam kegiatan usahanya, pelatihan pencatatan akuntansi sampai laporan keuangan, dan pendampingan pencatatan akuntansi dengan harapan mitra terlatih untuk disiplin melakukan pencatatan akuntansi sehingga siap untuk melakukan pencatatan berbasis teknologi informasi akuntansi.Kata Kunci: Batik, Bakaran, Akuntansi, Disiplin, Teknologi
Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Penataan Promosi Kawasan Wisata Desa Rindu Hati Budi Harlianto; Arif Ismul Hadi; Suwarsono Suwarsono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.67 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2176

Abstract

Based on the results of the Focus Group Discussion (FGD) between Rindu Hati Village and LPPM Unib, 16 problems were identified. Based on these problems, there are 2 problems (Structure of Tourism Villages and Blockages in Promotion). This service aims to create a map of the existing condition of the tourist area and a video profile of the tourist area of Rindu Hati Village that can be used for promotion via the internet or social media. Implementation methods include problem identification and literature review. Then the data collection process in the form of spatial and non-spatial data such as the coordinates of tourist sites is taken using GPS, videos, photos and other non-spatial data through interviews with POKDARWIS Rindu Hati Village. Data management is done by using mapping and video editing software. The location of the tourist attraction in Rindu Hati Village which is closest to the center of the village is Glamping (03o 42' 41.30” South Latitude and 102o 31' 37.92” East Longitude), Camping Ground (03o 42' 41.25” South Latitude and 102o 31' 39 ,06” East), Waterfall (03o 44' 18.03” South Latitude and 102o 33' 48.42” East Longitude), Batu Jung (03o 43' 38.49” South Latitude and 102o 32' 31.89” East), Lake Telaga Putri (03o 44' 29.83” South Latitude and 102o 33' 23.87” East Longitude). Videos uploaded to the youtube account "Pengabdian IPTEKS 2021" https://youtu.be/nZj9Mx6K4yU (video 1), https://youtu.be/bbwQNjcoxK0 (video 2), and https://youtu.be/qMPDaE4V2qM ( videos 3). Keywords: Spatial, Rindu Hati, Glamping, Promotion Bedasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) antara pihak Desa Rindu Hati dengan LPPM Unib 16 masalah teridentifikasi. Berdasarkan masalah-masalah tersebut ada 2 masalah (Penataan Desa Wisata dan Sumbatan Dalam Promosi). Pengabdian ini bertujuan untuk membuat peta kondisi eksisting kawasan wisata dan vedio profil kawasan wisata Desa Rindu Hati yang dapat digunakan untuk promosi melalui internet atau media sosial. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah dan kajian literatur. Kemudian dilakukan pengambilan data yang meliputi data spatial dan juga data non spasial seperti pengambilan titik kordinat lokasi wisata dengan menggunakan GPS, video dan foto menggunakan drone atau camera digital serta data-data non spatial lainya yang dilakukan dengan wawancara terhadap POKDARWIS Desa Rindu Hati. Pengelolaan data dilakukan menggunakan software pemetaan dan editing video. Lokasi objek wisata Desa Rindu Hati yang paling dekat dengan pusat desa adalah Glamping (03o 42’ 41,30” LS dan 102o 31’ 37,92” BT), Camping Ground (03o 42’ 41,25” LS dan 102o 31’ 39,06” BT), Air Terjun (03o 44’ 18,03” LS dan 102o 33’ 48,42” BT), Batu Jung (03o 43’ 38,49” LS dan 102o 32’ 31,89” BT), Danau Telaga Putri (03o 44’ 29,83” LS dan 102o 33’ 23,87” BT). Video yang diupload ke akun youtube “ Pengabdian IPTEKS 2021”  https://youtu.be/nZj9Mx6K4yU (video 1), https://youtu.be/bbwQNjcoxK0 (video 2), dan https://youtu.be/qMPDaE4V2qM (video 3).
Workshop Internet-Of-Things untuk Guru dan Siswa Sekolah Menengah di Purwakarta, Jawa Barat, Guna Menunjang Kompetensi Era Industri 4.0 Syifaul Fuada; Ichwan Nul Ichsan; Hafiyyan Putra Pratama; Dewi Indriati Hadi Putri; Galura Muhammad Suranegara; Endah Setyowati; Ahmad Fauzi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.05 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.938

Abstract

ABSTRACTInternet of Things (IoT)  is one of the technological paradigms developed in the industrial revolution 4.0. The concept of IoT is an object can transfer data over a network without interaction from human-to-human or from human-to-computer. One of the IoT implementations in the education sector is the attendance system using IoT-based Radio Frequency Identification (RFID).  The attendance machines such as fingerprints and face recognition have a relatively high-cost compared to RFID machines. Hence, if the number of attendance machines within the School is limited, it will be less efficient for a large number of students and vulnerable to queuing. The RFID implementation in the Education sector was socialized through a Workshop with students and teachers of the secondary schools in Purwakarta, West Java, as the participants. To provide additional insight and expertise about the RFID-IoT concept to the workshop participants, this community service activity needs to be done. Several benefits will be obtained through this workshop, including saving paper use and efficiency, because the RFID-based IoT can reduce the teachers’ workload in processing the student attendance lists. Teachers are also invited to this workshop so they can guide their students and pass on the additional skills. Moreover, the invited teacher will teach new knowledge related to workshop material to other students in the School.Keywords: Internet-of-things, RFID, Mesin Kehadiran, Workshop, Purwakarta ABSTRAKInternet of Things (IoT) merupakan salah satu paradigma teknologi yang dikembangkan dalam revolusi industri 4.0. Konsep IoT adalah suatau objek dapat mentransfer data lewat jaringan tanpa adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer. Salah satu implementasinya pada bidang pendidikan yaitu sistem kehadiran menggunakan  Radio Frequency Identification (RFID) berbasis teknologi IoT. Mesin kehadiran seperti fingerprint dan face recognition memiliki harga yang relatif mahal dibandingkan mesin RFID. Sementara, jika jumlah mesin kehadiran yang ada di sekolah terbatas, hal ini sedikit kurang efisien untuk jumlah siswa yang sangat banyak dan rentan menimbulkan antrian. Implementasi RFID di bidang Pendidikan ini disosialisasikan melalui sebuah Workshop dengan siswa dan Guru dari sekolah menengah di Purwakarta, Jawa Barat sebagai peserta. Untuk dapat memberikan tambahan wawasan dan keterampilan mengenai mesin kehadiran RFID dengan konsep IoT kepada peserta Workshop, maka pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan. Beberapa manfaat akan didapat memalui workshop ini, termasuk menghemat penggunaan kertas dan efisiensi karena RFID berbasis IoT mengurangi beban kerja guru dalam mengolah data kehadiran siswa. Guru turut diundang dalam workshop ini agar mereka dapat membimbing siswanya dan menularkan tambahan keterampilan dan wawasan yang didapat dari kegiatan PKM ini kepada siswa lainnya di sekolah..Kata Kunci: Internet-of-things, RFID, Workshop, Purwakarta
Workshop Tata Kelola Teaching Factory (TEFA) dalam Meningkatkan Mutu Lulusan pada SMK Jurusan Akuntansi Suranto Suranto; Wafrotur Rohmah; Ita Nuryana; Moh. Chairil Asmawan; Shazaitul Azreen Rodzalan; Seli Fatmahwati; Laili Khasanah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.313 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2154

Abstract

Teaching factory is the application of learning in schools based on real activities in the industry so that there is a link and match between schools and the industrial world. This service activity aims to provide increased knowledge so as to increase readiness in teaching factory governance and its implementation in learning, especially in learning Accounting. This activity was carried out with a workshop model which took place at SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara followed by mentoring for 3 months. The participants of the activity were the principal, vice principal, head of the Accounting program, and 50 accounting teachers at SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara. The activity was carried out in two stages, namely the material explanation stage and the implementation assistance stage. The results of the workshop in the material explanation stage were that 84% of participants understood very well and 14% of participants understood enough and 2% did not understand, while the results of the mentoring stage showed that 70% of participants were ready and 14% were quite ready to carry out teaching factory activities with good governance. The hope of this next training is that schools and teachers can become teaching factory implementers that support the creation of qualified and work-ready SMK graduates. Teaching factory adalah penerapan pembelajaran di sekolah berdasarkan pada kegiatan-kegiatan nyata yang ada di industri sehingga terjadi link dan match antara sekolahan dan dunia industri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pengetahuan sehingga meningkatkan kesiapan dalam tata kelola teaching factory serta implementasinya dalam pembelajaran khususnya pada pembelajaran Akuntansi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan model workshop yang bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara dilanjutkan dengan pendampingan selama 3 bulan. Peserta kegiatan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program Akuntansi, dan guru Akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara yang berjumlah 50 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan dua tahap yaitu tahap penjelasan materi dan tahapan pendampingan pelaksanaan. Hasil workshop tahap penjelasan materi adalah 84% peserta sangat memahami dan 14% peserta cukup memhami dan 2% kurang memahami, sedangkan hasil tahap pendampingan didapatkan bahwa 70% peserta siap dan 14% cukup siap dalam melaksanakan kegiatan teaching factory dengan tata kelola yang baik. Harapan dari pelatihan ini berikutnya adalah sekolah dan guru dapat menjadi pelaksana teaching factory yang mendukung terciptanya lulusan SMK yang bermutu dan siap kerja.
Pelatihan Pengembangan Media Videoscribe dengan Konteks Lokal dalam Mengajarkan Objek Matematika bagi MGMPSMAKabupaten Bintan Febrian Febrian; Puji Astuti; Rindi Antika
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.078 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.634

Abstract

ABSTRACTThe biggest challenge for Mathematics teachers is mastering Mathematics material with its abstract, logical, systematic and structured character for itself before teaching it to students. The teacher must mastering mathematical objects such as facts, concepts, operations, and principles and be able to describe these objects in every Math material. Not only that, the challenges from the pedagogical aspects also forced teachers to be able to think about how to teach abstract Mathematics material to students so that learning objectives are achieved. The choice of context and learning media is also an important aspect contributing to the success of the teaching and learning process. However, all these aspects are often a problem among teachers, especially at the high school level. Weaknesses in mastering the material as well as weaknesses in pedagogical aspects often arise in teaching mathematics. This certainly raises many ideas that can be discussed so that weaknesses can be minimized. One of them is improving understanding of Mathematics objects and emphasizing the choice of context and learning media. In this Community Service activity, the teacher is introduced to the use of videoscribe to develop media with local context in teaching Mathematics objects. Through this activity a change in understanding of mathematical objects, the roles and functions of health and learning media went better. In addition, participants can run videoscribe to create learning media that integrates all of the above aspects.Keywords: local context, learning media, mathematics object, videoscribe  ABSTRAKTantangan terbesar bagi guru Matematika adalah menguasai materi Matematika dengan karakternya yang abstrak, logis, sistematis dan terstruktur untuk dirinya sendiri sebelum mengajarkannya kepada siswa. Guru harus menguasai objek matematika seperti fakta, konsep, operasi, dan prinsip dan mampu menguraikan objek-objek tersebut di setiap materi Matematika. Tak hanya itu, tantangan dari aspek pedagogis juga memaksa guru untuk dapat memikirkan bagaimana cara mengajarkan materi Matematika yang abstrak tersebut kepada siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Pemilihan konteks dan media pembelajaran sekiranya juga menjadi aspek penting penyumbang keberhasilan proses pengajaran dan pembelajaran. Namun, semua aspek-aspek tersebut seringkali menjadi permasalahan di kalangan Guru terutama pada level SMA. Kelemahan penguasaan materi serta kelemahan dalam aspek pedagogis seringkali muncul dalam pengajaran matematika. Hal ini tentunya memunculkan banyak ide yang dapat diperbincangkan agar kelemahan dapat diminimalisir. Salah satunya adalah peningkatan pemahan terhadap objek Matematika serta penekanan pada pemilihan konteks dan media pembelajaran. Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, guru diperkenalkan pada penggunaan videoscribe untuk mengembangkan media dengan konteks lokal dalam mengajarkan objek Matematika. Melalui kegiatan ini terjadi perubahan pemahaman mengenai objek matematika, peran dan fungsi kontkes dan media pembelajaran ke arah lebih baik. Di samping itu, peserta dapat menjalankan videoscribe untk membuat media pembelajaran yang mengitgrasikan kesemua aspek di atas.Kata Kunci: konteks lokal,  media pembelajaran, objek matematika, videoscribe
Pelatihan Toeic sebagai Upaya Pengembangan Profesional Pada Peserta Didik SMK Negeri Dander Bojonegoro Yuniarta Ita Purnama; Chyntia Heru Woro Prastiwi; Meiga Ratih Tirtanawati; Refi Ranto Rozak
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.999 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.376

Abstract

TOEIC as the medium of the students’ professional development at Vacational High School. This article aimed at describing how to empower English-literacy culture through TOEIC training to the graders XII TKR 3, XII TGB 2, and XII TBSM 2 of State Vacational High School Dander Bojonegoro. The TOEIC training given including listening and reading skill. The result of this Community  Service  Program showed that the score of TOEIC training is low because of the students of State Vacational High School Dander Bojonegoro have not mastered TOEIC test. They did not know and understand about TOEIC. There is not TOEIC simulation yet. The student English background, especially on vocabulary mastery is still low. There were 81 students joined the TOEIC test. 26 students from the twelveth grade of TKR 3. 26 students from the twelveth grade of TGB 2. and 29 students from the twelveth grade of TBSM 2. The highest of TOEIC score is 64 and the lowest of TOEIC score is 8. The highest of  mean score is reach by TGB 2 grade with 32 score, and the lowest of mean score is is reach by TBSM 2 with 29 score. So, it is necessary to conduct another TOEIC training for students of State Vacational High School Dander Bojonegoro  So, what’s is your recommendation? Solution?Keywords: GLS, , TOEIC, Vacational High School ABSTRAKTOEIC merupakan sarana pengembangan profesional peserta didik pada Sekolah Menengah Kejuruan. Artikel ini bertujuan menggambarkan bagaimana memberdayakan budaya literasi Bahasa Inggris melalui pelatihan TOEIC pada peserta didik kelas XII TKR 3, XII TGB 2, XII TBSM 2 SMK Negeri Dander Bojonegoro. Pelatihan TOEIC yang diberikan meliputi ketrampilan mendengar dan membaca. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa hasil skor pelatihan TOEIC masih jauh dari sempurna dikarenakan peserta didik SMKN Dander belum terlatih/terbiasa dan belum menguasai soal soal TOEIC. Mereka belum begitu mengenal dan paham tentang TOEIC serta belum pernah ada simulasi atau pelatihan TOEIC yang diadakan di sekolah sebelumya. Selain itu latar belakang Bahasa Inggris terutama pada kosakata yang berhubungan dengan jurusan yang mereka pelajari masih lemah. Terdapat 81 peserta didik yang melaksanakan tes TOEIC, 26 peserta didik jurusan TKR 3, 26 peserta didik jurusan TGB 2 dan 29 peserta didik jurusan TBSM 2. Hasil nilai simulasi TOEFL tertinggi adalah 64 dan nilai terendah adalah 8. Nilai rata rata tertinggi diraih oleh kelas TGB 2 dengan jumlah 32, dan nilai rata rata terendah dengan jumlah 29 ada di kelas TBSM 2. Oleh karena itu, perludiadakan pelatihan TOEIC lagi bagi peserta didik SMK Negeri Dander Bojonegoro.
Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Kelompokk Remaja Putri untuk Mencegah Anemia Isna Hudaya; Noveri Aisyaroh
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.399 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i2.225

Abstract

ABSTRACTDuring adolescence, nutrition is necessary for growth. In females adolescent, there is biological changes: menstruation, therefore is  it needs sufficiency hemoglobin in order to prevent nutritional anemia due to iron deficiency. At Nurul Hidayah Orphanage, most of the teenage girls experienced signs of anemia; feel do not focused 6 (42,9%), tired 8 (57,1%), dizziness 8 (57,1%), limp 4 (28,6%), lethargic and bad mood 1 (7,1%). In addition, knowledge of anemia and nutrition that must be known among female adolescent is not understood well. This Community Service is held at Nurul Hidayah Orphanage, Dempel Lor Semarang with the target of females adolescent, the form of activity: providing ICE (Information Communication and Education) within groups which assisted by D3 Midwifery students, and counseling. Information conveyed related to growth and nutrition for female adolescent. The results showed that most of the 80% female teenagers did not like eating vegetables, 60% liked eating meat, 73.3% had a habit of drinking tea / coffee after eating, 20% took Fe tablets when getting sickness, and even 26.7% of them did not take iron tablets at all.   Keywords: female teenagers, nutrition, anemia ABSTRAKPada masa remaja, gizi cukup sangat diperlukan untuk pertumbuhan. Pada remaja putri pada masa ini terjadi perubahan-perubahan biologis dengan mengalami haid, sehingga dibutuhkan kecukupan hemoglobin agar tidak terjadi anemia gizi akibat kekurangan zat besi. Di Panti Asuhan Nurul Hidayah sebagian besar remaja putri mengalami tanda-tanda anemia, yaitu sering merasakan tidak fokus 6 (42,9%), lelah 8 (57,1%), pusing 8 (57,1%), lemas 4 (28,6%), males dan bad mood 1 (7,1%). Disamping itu juga, pengetahuan tentang anemia dan gizi yang harus dipenuhi pada remaja putri belum diketahui secara benar. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Nurul Hidayah Dempel Lor Semarang dengan sasaran remaja putri, bentuk kegiatan yaitu memberikan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) secara kelompok yang dibantu oleh beberapa mahasiswa D3 Kebidanan, dan konseling.  Informasi yang disampaikan berkaitan dengan tumbuh kembang remaja dan nutrisi pada remaja terutama remaja putri. Hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja putri tidak menyukai makan sayur 80%, suka makan daging 60%, mempunyai kebiasaan minum teh/kopi setelah makan 73,3% dan minum zat besi ketika sakit saja 20%, bahkan masih terdapat remaja putri yang tidak pernah minum zat besi sama sekali 26,7%. Kata Kunci: Remaja  putri, gizi, anemia 
Pelatihan Implementasi Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Pembelajaran Bahasa Dayak Ngaju di Sekolah Dasar Iwan Fauzi; Dina Mardiana; Akhmad Syifa Ramadhani; Ririn Mahdiyani Safutri
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.835 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2105

Abstract

ABSTRACTThe Lecturer Program for Assisting Excellent Human Resources (PDPSU) is one of the schemes in the community service activities at the university which was carried out by the FKIP Lecturer Team from the University of Palangka Raya (UPR). The PDPSU program was implemented to six teachers of Dayak Ngaju Language (BDN) Subject at SD Muhammadiyah Pahandut and SDN-5 Panarung Palangkaraya city through training and assistance in implementing the strategy of language learning. The purpose of this PDPSU activity was to help fulfill the pedagogic competence of the BDN subject teachers in applying the theory of language learning strategy including techniques for using BDN learner dictionary and developing teaching materials, grammar translation teaching method, communicative approach, and language learning techniques in learning BDN at the elementary schools. The results of the program can improve teachers’ competence in mastering the basic concepts and theories of language learning strategy and apply them to develop the learners’ worksheet of BDN in the elementary schools and implementing them in learning activities within their respective classes. It showed by the observation grade attained by the teachers during training and mentoring reached an average of 81.6. Keywords: language learning strategy, Dayak Ngaju language, primary school ABSTRAKProgram Dosen Pendamping SDM Unggul (PDPSU) merupakan salah satu skim dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi, yang dilaksanakan oleh Tim Dosen FKIP dari Universitas Palangka Raya (UPR). Program PDPSU ini dilaksanakan kepada enam orang Guru Mata Pelajaran Bahasa Dayak Ngaju (Guru Mapel BDN) di SD Muhammadiyah Pahandut dan SDN-5 Panarung Kota Palangkaraya melalui pelatihan dan pendampingan implementasi strategi pembelajaran bahasa. Tujuan kegiatan PDPSU ini untuk membantu memenuhi kompetensi pedagogik para guru mapel BDN tersebut dalam mengaplikasikan teori strategi pembelajaran bahasa yang mencakup teknik penggunaan kamus pelajar BDN dan pengembagan materi ajar, metode pengajaran terjemahan tata bahasa, pendekatan komunikatif, dan teknik pembelajaran bahasa dalam pembelajaran BDN pada sekolah dasar. Hasil kegiatan pada program PDPSU ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menguasai konsep dasar dan teori strategi pembelajaran bahasa dan mengaplikasikannya dalam bentuk pengembangan LKPD pembelajaran BDN di sekolah dasar serta mengimplementasikannya pada kegiatan pembelajaran BDN di kelasnya masing-masing. Hal itu ditunjukkan dengan nilai pengamatan terhadap aktivitas dan kinerja guru saat pelatihan dan pendampingan, yakni rata-rata 81,6.  Kata kunci: strategi pembelajaran bahasa, bahasa Dayak Ngaju, sekolah dasar
Pemanfaatan Botol Bekas menjadi Tempat Pensil yang Bernilai Seni dan Ekonomis di Kelas V SDN Samberan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Neneng Rika Jazilatul Kholidah; Sarjono Sarjono; Yuniarta Ita Purnama; Yupita Yupita
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.929 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.852

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this community service program is the utilization of bottles become an aesthetic and economic pancil case at State Elementary School Samberan Kanor Bojonegoro to reduce the negative effect of plastic waste. The aims of this program are: (1) to give the knowledge and training for State Elementary School Samberan students about the utilization of secondhand goods to be beneficial pancil cases; (2) to improve the creativities of State Elementary School Samberan students in the utilization of plastic bottle; (3) to give the creative ideas to students, So  they can follow the creative contest about recycle plastic bottle; (4) to decrease the  pollution by recycle the plastic secondhand goods. To reach the aims, we used the active, creative, and joyful method. The data was gained by observation, lecture, question-answer, and demonstration. The result showed that the students become more enthusiastic in joining this community service program. They create the pancil case from recycling bottle That would reduce the use of plastics and the negative effect of plastics waste. ABSTRAK Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah Pemanfaatan Botol Bekas Menjadi Tempat Pensil Yang Bernilai Seni Dan Ekonomis di SDN Samberan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik. Tujuan dari program ini adalah :  (1) Untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada siswa-siswi SDN Samberan mengenai pemanfaatan barang bekas menjadi tempat pensil yang bermanfaat; (2) Untuk Meningkatkan kreativitas siswa-siswi SDN Samberan dalam memanfaatkan botol plastik.(3) Untuk memberikan ide kreatif kepada siswa sehingga mereka dapat mengikuti ajang kreatifitas tentangan penggunaan ulang botol plasti. (4) Mengurangi  pencemaran lingkungan dengan cara memanfaatkan barang-barang plastik bekas. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Data dikumpulkan degan menggunakan observasi, ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih antusias mengikuti program pengabdian kepada masyarakat ini. Mereka menghasilkan  tempat pensil dari botol bekas yang bisa  mengurangi penggunaan plastik dan mengurangi dampak negatif dari sampah plastik.

Page 10 of 43 | Total Record : 430