cover
Contact Name
Zulhendri
Contact Email
jpion.org@gmail.com
Phone
+6282385927972
Journal Mail Official
zulhendripoenya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang, Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
ISSN : 29619386     EISSN : 29619386     DOI : https://doi.org/10.31004/jpion.v1i1
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year.
Articles 109 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 109 Documents clear
Interferensi Bahasa Jawa dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Lisan pada Kalangan Remaja di Desa Sukasari Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Agustina, Rahma Ayu; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.501

Abstract

Penelitian ini berjudul interferensi bahasa Jawa dalam penggunaan bahasa Indonesia bentuk-bentuk interferensi yang terjadi ketika remaja menggunakan bahasa Indonesia, yang dipengaruhi oleh bahasa Jawa sebagai bahasa ibu mereka.metode yang digunakan dalam lisan pada kalangan remaja di desa Sukasari kecamatan air priukan kabupaten Seluma tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di lapangan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia terjadi dalam Lima aspek kebahasaan yaitu interferensi fonologi, interferensi semantik, interferensi leksikal, interferensi sintaksis dan interferensi morfologi. Interferensi fonologi terjadi terlihat dari perubahan bunyi vokal dan konsonan sedangkan interferensi semantik muncul dari pergeseran makna kata dan interferensi listrik yang ditunjukkan dengan penggunaan kosakata bahasa Jawa dalam kalimat bahasa Indonesia dan interferensi sintesis terjadi akibat pengaruh pola susunan kalimat bahasa Jawa dan terakhir interferensi morfologi dilihat dari penyisipan atau perubahan imbuhan dari bahasa Jawa dalam kata-kata bahasa Indonesia.
Eksplorasi Bentuk dan Makna dalam Syair Meringit Masyarakat Suku Pasemah di Desa Tanjung Kemuning 1 Padang Guci Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu: Perspektif Pendidikan Bahasa Indonesia Putri, Verti Emilia; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan implikasi eksplorasi Syair Meringit dalam perspektif pendidikan Bahasa Indonesia. Syair Meringit merupakan salah satu bentuk sastra lisan khas masyarakat Desa Tanjung Kemuning 1, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang mengandung nilai-nilai budaya, spiritual, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Syair Meringit terdiri atas bait empat baris dengan pola rima dominan a-a-a-a dan variasi rima silang, diksi khas bahasa daerah Pasemah yang sarat makna simbolik dan reflektif, serta imaji kuat yang melibatkan unsur visual, auditif, dan emosional. Makna dalam Syair Meringit terbagi menjadi makna denotatif, yaitu makna literal terkait kondisi sosial dan alam sekitar, serta makna konotatif yang mencerminkan nilai moral, spiritualitas, dan pengalaman batin masyarakat. Eksplorasi terhadap syair ini menunjukkan potensi besar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam penguatan literasi sastra, pelestarian budaya lokal, dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Syair Meringit dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran puisi lama, pengembangan apresiasi sastra, serta refleksi nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Implikatur Percakapan dalam Acara Adat Puka Purih di Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Meliyana, Meliyana; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi implikatur percakapan yang terdapat dalam acara adat Puka Purih di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Tradisi Puka Purih merupakan upacara adat masyarakat Enggano yang dilaksanakan setelah masa berkabung, dan mengandung tuturan yang sarat makna budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat. Analisis dilakukan berdasarkan teori implikatur Grice, yang membedakan antara implikatur konvensional dan nonkonvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 data tuturan yang dianalisis, sebanyak 11 tuturan merupakan implikatur konvensional yang maknanya dapat dipahami secara eksplisit oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan budaya, sedangkan 4 tuturan merupakan implikatur nonkonvensional yang maknanya bersifat tersirat dan bergantung pada konteks budaya lokal. Fungsi implikatur dalam tuturan tersebut meliputi fungsi representatif, ekspresif, direktif, dan isbati yang menunjukkan bahwa bahasa dalam tradisi adat Enggano bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai sosial dan spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik serta pelestarian budaya lokal.
Strategi Pemertahanan Bahasa Jawa pada Generasi Muda di Era Globalisasi Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Yani, Neni Putri; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemertahanan bahasa Jawa di kalangan generasi muda pada era globalisasi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat Desa Talang Sebaris, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma. Bahasa Jawa sebagai warisan budaya lokal mengalami penurunan penggunaan di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa Indonesia maupun bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap berbagai informan, seperti generasi muda, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama dalam pemertahanan bahasa Jawa, yaitu pendekatan keluarga, pementasan seni dan festival budaya, pembentukan tim pelestarian budaya, pemanfaatan teknologi dan media sosial, serta integrasi dalam pendidikan formal dan informal. Strategi-strategi ini sesuai dengan teori pemertahanan bahasa Meko Mbete (2010), yang menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga, peran keluarga, serta pemanfaatan media dan pendidikan. Namun demikian, ditemukan sejumlah kendala seperti rendahnya minat generasi muda, kurangnya dukungan institusional dari pemerintah dan sekolah, terbatasnya kesempatan praktik berbahasa Jawa, serta pernikahan antar suku yang menggeser penggunaan bahasa daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat berbagai hambatan, masyarakat Desa Talang Sebaris memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya mempertahankan bahasa Jawa sebagai identitas budaya. Diperlukan upaya sinergis lintas sektor untuk memastikan bahasa Jawa tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Analisis Makna Pendidikan Yang Terkandung Dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu Bengkulu Di Balai Adat Rajo Penghulu Kota Bengkulu Sebuah Analisis Semiotik Muharani, Diah Anisa; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Makna Pendidikan Yang terkandung dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu di Balai Adat Rajo Penghulu Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan metode simak, cekam, Catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu Bengkulu bukan hanya sekedar adat istiadat saja tapi memiliki makna pendidikan yang sangat bernilai bagi masyarakat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, Makna Nilai Pendidikan Religius. Jika dilihat dari Naskah petatah petitihnya Nilai Religius menyampaikan bahwa dalam kehidupan masyarakat, adat istiadat harus berdasarkan hukum yang berlaku, dan hukum itu sendiri harus bersumber dari ajaran agama, khususnya Islam (Kitabullah = Al-Qur'an). Ini merupakan prinsip penting dalam budaya Melayu Bengkulu. Kedua, Nilai Fungsional menyampaikan bahwa fungsi lembaga adat sebagai sistem yang mengatur penerimaan tamu, penghormatan, dan tata hubungan sosial. Naskah petatah petitih tersebut penuh dengan simbol adat dan tata krama dalam menyambut kedatangan tamu dari pihak laki-laki. Ketiga, Nilai Sosiologi menyampaikan bahwa adat sebagai pengatur dan penjaga tatanan kehidupan sosial dan norma serta nilai solidaritas, gotong royong, dan kebersamaan dalam masyarakat.
Analisis Dialog Berasan Bekule dengan Metode Speaking pada Etnik Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan Ayu, Wulan Sartika; Satria, Irwan; Heriadi, Meddyan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami percakapan dialog yang terkandung dalam tradisi Berasan Bekule Pada Masyarakat Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan. Dalam adat masyarakat Pasemah berasan merupakan suatu proses perundingan antara pihak calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan sebelum melaksanakan pernikahan. Bahasa berasan bekule pada dasarnya berbentuk percakapan antara pihak bujang dan pihak gadis yang dilaksanakan menjelang dilaksanakannya acara pernikahan. Percakapan tersebut tentunya diwakilkan antara salah seorang yang diutus atau dipercaya baik dari pihak bujang maupun pihak gadis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui obsevasi, wawancara dengan tokoh adat serta Masyarakat setempat dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berasan bekule memiliki dialog serta prosesi pelaksanaan nya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berasan bekule bukan hanya sekedar adat atau tradisi biasa, tetapi juga sebagai media komunikasi musyawarah dalam mempertahankan kearifan lokal Masyarakat pasemah.
Studi Komparasi: Keunggulan Nilai PAI BP dibandingkan Mata Pelajaran Lain dalam Pembentukan Etika Siswa Hazli, Muhammad Khairul; Putra, Rudi Yongki Nanda; Fadriati, Fadriati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.508

Abstract

Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter (PAI BP) memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Melalui mata kuliah ini, peserta didik tidak hanya diajarkan tentang ilmu agama secara teoritis, tetapi juga bagaimana cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, PAI BP merupakan salah satu mata kuliah yang terintegrasi dalam kurikulum nasional dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Keunggulan mata kuliah PAI BP terletak pada pendekatannya yang holistik, memadukan aspek spiritual, sosial, dan etika. Mata kuliah ini membantu peserta didik untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai agama yang relevan dengan perkembangan zaman, serta membimbing mereka dalam menghadapi tantangan moral dan sosial di masyarakat. Selain itu, integrasi PAI BP dengan mata kuliah lain dalam kurikulum juga merupakan strategi yang efektif dalam memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Dengan integrasi tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman agama yang lebih mendalam, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan ilmu pengetahuan lain, seperti IPA, sosial, dan bahasa, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan mereka.  
Analisis Respon Guru dan Siswa Terhadap Implementasi Program Senam Rutin Di SD Negeri Bringin 01 Syafira, Alfina; Azizi , Kurniawan; Wildan , Risya Faiza Rizqi; Septianto , Andhika Bagas; Rosyidah , Ummi; Fathurrahman , Moh; Rifai , Muh. Hasan; Puspitasati , Ester Eny; Puryanto , Puryanto
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.509

Abstract

Program senam rutin merupakan salah satu bentuk kegiatan fisik yang diintegrasikan dalam lingkungan sekolah dasar untuk mendukung kebugaran jasmani, pembentukan karakter, serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan guru dan siswa terhadap implementasi program senam rutin di SD Negeri Bringin 01. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program senam rutin di sekolah tersebut berlangsung dua kali seminggu dan melibatkan seluruh elemen sekolah. Respon guru terhadap program ini umumnya positif karena dinilai mampu meningkatkan kedisiplinan dan semangat belajar siswa. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi, merasa senang dan lebih fokus setelah mengikuti kegiatan senam. Selain itu, program ini berdampak positif terhadap iklim sekolah, memperkuat hubungan sosial antar siswa dan guru, serta mendukung pembiasaan hidup sehat. Namun, terdapat kendala teknis seperti keterbatasan alat dan waktu yang perlu diperhatikan. Temuan ini menegaskan bahwa senam rutin memiliki potensi besar dalam membentuk lingkungan sekolah yang sehat dan produktif, serta layak untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari program pembiasaan dan penguatan karakter di sekolah dasar.
Pembinaan Karakter Religius Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Di SMP Negeri 8 Palangka Raya Hakim, M.Luqman; Mazrur, Mazrur; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.510

Abstract

Pendidikan karakter di Indonesia menghadapi tantangan dalam menanamkan nilai-nilai religius di kalangan generasi muda, terutama di era globalisasi yang dipenuhi pengaruh negatif. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka hadir dan dapat secara efektif menumbuhkan karakter religius siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 8 Palangka Raya dapat menumbuhkan karakter religius siswa. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan siswa dan pembina pramuka, melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan. Analisis data tematik dalam penelitian ini juga  dilakukan untuk melihat pola dan keterkaitannya. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka berkontribusi signifikan dalam menginternalisasi nilai-nilai religius siswa, sehingga tercermin dalam peningkatan sikap toleransi dan empati. Aktivitas seperti baris berbaris, sholat berjamaah, dan pengabdian masyarakat memperkuat keterampilan sosial dan kepemimpinan, serta membangun ikatan antar siswa. Kegiatan pramuka terbukti efektif dalam membina karakter religius siswa, yang tidak hanya berdampak pada perkembangan pribadi mereka, tetapi juga pada lingkungan sosial. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan  untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai religius dalam kurikulum formal guna mengoptimalkan pembinaan karakter religius.
Strategi Pembelajaran Diferensiasi pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti untuk Mengakomodasi Keragaman Peserta Didik Astuti, Yulisa Dwi; Wince, Wince; Fadriati, Fadriati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.511

Abstract

Keragaman peserta didik dalam konteks pendidikan saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, guru dihadapkan pada heterogenitas peserta didik dari segi gaya belajar, minat, kesiapan belajar, dan latar belakang budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran diferensiasi yang diterapkan oleh guru PAI dan Budi Pekerti dalam mengakomodasi keragaman tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada beberapa sekolah menengah pertama di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan diferensiasi dalam aspek konten, proses, dan produk pembelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa. Strategi ini berdampak positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta pencapaian kompetensi secara lebih merata. Kesimpulannya, pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap keragaman. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru serta dukungan kebijakan sekolah agar strategi diferensiasi dapat diterapkan secara optimal dan konsisten dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.  

Page 8 of 11 | Total Record : 109