Articles
216 Documents
KONSEP BELAJAR DALAM ISLAM
M. As’ad Nahdly;
Ahmad Amiq Fahman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 01 (2021): JANUARI
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.231 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v17i01.354
Learning is a series of mental and physical activities to obtain a change in behavior as a result of an individual's experience in interaction with environment concerning cognitive, affective, and psychomotor. Learning strategies and learning methods are two different concepts but they are related to one another. Education is also one of the dimensions in Islamic circles. Various sides of education are discussed in Islam because education is not unidirectional, which only thinks of the transfer of knowledge as a measure of success. But also various other sides such as theories, principles, learning strategies, learning methods, which are related to learning. This study uses library research (library research). And the data search was carried out by looking at several Islamic history books and various other sources. This study aims to determine the definition of learning, strategies, concepts, methods and principles of learning from an Islamic perspective.Keywords: Learning Concept, Islam
USHUL FIQH MENURUT PERSATUAN ISLAM (PERSIS); TELAAH KRITIS TENTANG LEGISLASI HUKUM AGAMA DEWAN HISBAH
Maftuh Maftuh;
Muhammad Najib
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 01 (2021): JANUARI
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.665 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v17i01.355
Abstrak: Persatuan Islam (PERSIS) adalah jam’iyah sekaligus harakah diniyah Islamiyah (gerakan keagamaan), sejak awal berdirinya telah menjadikan faham Ahl al-sunnah wa al-Jama’ah sebagai basis teologi (dasar ber-aqidah) dan mengakui, namun tidak selalu mengikuti, salah satu dari berbagai madhhab dalam berfiqih, baik Hanafi, Maliki, Shafi’i, Hanbali maupun yang lainnya. Dengan tidak mengikuti salah satu di antara madhhab fiqih ini, menunjukkkan elastisitas dan fleksibilitas sekaligus memungkinkan bagi PERSIS untuk tidak terikat kepada madhhab secara total atau dalam beberapa hal yang dipandang sebagai kebutuhan (hajat). Hampir dapat dipastikan bahwa fatwa, petunjuk dan keputusan hukum yang diberikan oleh ulama PERSIS tidak bersumber dari madhhab-madhhab tertentu. Persatuan Islam (PERSIS) termasuk golongan moder-nis-tekstualis. Hal ini terbukti dengan metode-metode yang digunakan dalam menarik satu hukum yang terdiri dari analisis kebahasaan dan analisis nalar. Akan tetapi, sekali lagi ditekankan bahwa posisi akal tetap berada di bawah al-Qur’Än dan al-HadÄ«th sebagai sumber yang absolut dan tidak dapat diungguli oleh sumber yang nisbi yakni akal itu sendiriKata Kunci : Hukum Agama, Ushul Fiqh.
SUAP DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN GRATIFIKASI DI INDONESIA (KAJIAN TAFSIR TEMATIK)
Arif Budiono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 01 (2021): JANUARI
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.624 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v17i01.356
Abstrak: The qur 'an instruction on the laws that constituted man's first clue and reference to his life, generally requires understanding that is not just understanding. So humans need an interpretation to make it easier to understand the whole passage contained in al qur'an verse. In this study, the author USES the kind of research library research that makes libraries especially the interpretation books as key references and the source for the excavation of data. As for the next, the writer gathers all data related to the risywah theme found in the qur 'an and continues it by digesting nuzul's asbabun and the interconnection of meaningful passages to the risywah. After obtaining the results of the writer's method of research, the writer found that the letters of an-naml verses 35 and 36 are verses the qur 'an which refers to more of an actual bribery. From the analysis in the surah of al-naml verses 35 and 36, the writer gives the interpretation that the scholars' interpretation of the interpretation of the interpreters in the interpretation of the interpretation of the interpreters in the interpretation of the interpreters explains that lafad] hadiyyah to that verse is meaningful rishwah/ bribery in the reason that there isa gift. Whereas research on the relevance of that text with gratuity in Indonesia is somewhat similar. It refers to the Indonesian law governing definition of gratuity.Kata Kunci : rishwah/ bribery, interpretation.
PERLAWANAN PIHAK KE TIGA (DERDEN VERZET) ATAS PUTUSAN BADAN ARBITRASE NASIONAL SYARIAH (BASYARNAS)
Muhammad Rutabuz Zaman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 01 (2021): JANUARI
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.115 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v17i01.357
This research article describes the resistance of a third party (Derden Verzet) to the decision of the sharia national arbitration body (BASYARNAS), where we know the form of Law of the Republic of Indonesia Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution Article 60 states that, final and have permanent legal force and bind the parties ". In his explanation, it is explained that, the arbitration award is a final decision and thus cannot be appealed, appealed or reviewed. " This research method uses a normative juridical approach and a conceptual approach, namely an approach based on statutory regulations (Statue Approach) and an approach by looking at the principles or legal principles that apply in statutory regulations. The results of this study state that the Law of the Republic of Indonesia Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution, does not regulate the resistance of a third party (derden verzet) to the BASYARNAS Decision. For third parties who feel their rights and interests have been harmed by the BASYARNAS decision, they can file a challenge to the religious court which carries out the execution of the BASYARNAS verdict.Key Words: derden verzet, BASYARNAS, and Law of the Republic of Indonesia
PEKERJA SOSIAL BERBASIS AGAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Ali Sodikin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 01 (2021): JANUARI
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.585 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v17i01.358
This paper seeks to analyze how social work can utilize religion aspect as a basic for social work practices and how the Koran’s prespectives toward social work based on religion. The paper deals particularly with the four issues as follows: (1) how is the role of religion toward social work practices; (2) how is the integration between religion and spirituality in social work practice; (3) what is the problem and challenge for religion social worker based on religion; (4) how is the opportunity and career prospect for social worker  based on religion in Indonesia. The paper focuses its analysis on the social work of religion and its connection in Koran. The basic argument developed throughout this paper is that social worker can utilize religion aspect for their practices during intervention and assessment process. My paper also use Koran’s prespectives to view how is a social worker practice their ability to handle client’s case religion. Keywords: social work, religion, Koran
URGENSI IKHTILAT MENURUT ABDUL KARIM ZAIDAN
Miftakur Rohman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.068 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v14i01.362
Abstract: Sebuah perkara yang sulit untuk kita hindari di zaman yang penuh dengan kemajuan dalam berbagai hal. Allah dan Rasulnya telah memperingatkan kita semua terhadap perkara tersebut, yaitu perkumpulan laki-laki dan wanita baik itu menyendiri atau pun terjadi di tempat umum. Seluruh aktifitas keseharian juga tak mudah untuk tidak terjadi akan hal tersebut. Demikian perlu adanya pengkajian hukum perkara ini, agar tidak di rasa samar dan bersifat menjadi sebuah hal yang biasa di kalangan masyarakat. Abdul karim zaidan dalam salah satu kitabnya “Al-Mufassol Fi< Ahka
PROHIBISI WANITA PNS MENJADI ISTRI KE DUA/KE TIGA/ KE EMPAT DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM
Miftakur Rohman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.93 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v14i2.363
Abstract: Pengaturan mengenai perkawinan yg dilakukan oleh pemerintah melalui aturan positif sebagaimana diatur pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yg didalamnya mengakomodir aneka macam hal yg berkaitan menggunakan hak & kewajiban sebagai akibatnya bisa menaruh jaminan kepastian & proteksi aturan bagi subjek yg melakukan termasuk Negara atau Pemerintah menjadi pembantu & pelaksana aturan mengenai perkawinan. Dalam keadaan tertentu seorang suami boleh menikah lebih dari seorang istri. Akan tetapi wanita yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dilarang secara penuh oleh Pemerintah seperti yang telah disahkan dalam Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 pasal 4 (2), yang mana kebijakan tersebut tidak ada atau bisa dikatakan bertentangan dengan hukum islam. Namun dalam kontek peraturan pemerintah, prohibisi itu merupakan bentuk upaya pencegahan pemerintah dalam menertibkan dan menegakkan disiplin kehidupan Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat yang harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.Key word: Prohibisi, Wanita PNS, Hukum Islam
PERSETUJUAN ISTRI DALAM POLIGAMI (Analisis Hukum Islam dan Positif)
Miftakur Rohman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.462 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v15i01.364
Abstract: Undang undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 menganut azas monogami, Tetapi realita yang terjadi saat ini adalah seorang suami memiliki keinginan untuk bisa menikah lagi (poligami). Adapun syarat syarat yang telah ditetapkan dalam Undang Undang perkawinan No 1 Tahun 1974, PP No 9 Tahun 1975 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang poligami, yang mana salah satunya menekankan pada persetujuan istri. Tetapi dalam hukum islam sendiri menariknya tidak pernah menyinggung adanya persetujuan istri. Hal ini medorong penulis untuk bisa mengkaji bagaimana ketentuan hukum islam dan hukum positif tentang poligami dan bagaimana perbandingan antara hukum islam dan hukum positif tentang adanya persetujuan istri dalam poligami.Key word: Persetujuan Istri, Poligami, Hukum Islam dan Positif
KEWAJIBAN MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERCERAIAN (TINJAUAN MAQA>SHID SYARI>AH)
Miftakur Rohman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.073 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v15i2.365
Abstract: Perceraian yang sah adalah perceraian yang proses beracaranya dilakukan di Pengadilan, khususnya PA dan mengikuti prosedur yang berlaku, salah satunya adalah kewajiban untuk mengikuti mediasi. Mediasi merupakan cara dalam proses penyelesaian konflik dengan menghadirkan pihak ketiga yang bertugas sebagai penengah dalam mendamaikan para pihak. Mediasi juga merupakan suatu amanah yang diberikan oleh MA untuk dilaksanakan sehingga proses beracara di PA bisa sesuai dengan asasnya yakni, cepat, sederhana dan biaya murah. Diwajibkannya mediasi ini untuk mengurangi tingginya angka perceraian yang semakin bertambah setiap tahunnya. Kewajiban mediasi ini sesuai dengan manifestasi Maqa>shid Syari>ah, yakni Hifdz an-Nasl dan Hifdz ad-Din. Diaturnya kewajiban ini karena memiliki kemaslahatan yang besar, bukan hanya berdampak pada para pihak yang bersangkutan, namun masa depan anak-anak merekalah yang sangat tertolong jika kesepakatan damai dicapai.Key word: Mediasi, Perceraian, Maqa>shid Syari>ah
KAIDAH “’ADAMU TARADUF†PERSPEKTIF MUHAMMAD SHAHRUR (TELAAH ISTILAH AL-QURAN, AL-KITAB, AL-DHIKR DAN AL-FURQAN)
Misbahul Munir
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.824 KB)
|
DOI: 10.33754/miyah.v16i2.366
Abstrak: Artikel ini membahas tentang salah satu kaidah penafsiran “’Adamu TarÄduf atau tidak adanya sinonimisitas dalam perspektif Muhammad Shahrur; seorang berlatar belakang keilmuan Teknik Sipil, mencoba untuk memahami AlQuran berdasarkan disiplin ilmu yang ia miliki. Prinsip ’Adamu TarÄduf ala Shahrur ini diantaranya di terapkan untuk  membedakan istilah-istilah dalam Al Quran yang selamaa ini dianggap sama, yaitu Al KitÄb, Al Quran al Dhikr dan Al FurqÄn. Shahrur berhasil membedakan dengan tajam antara term-term tersebut. Istilah Al KitÄb dan Al Quran dibedakan Shahrur dengan merujuk pada ayat 11 dari Surat Al Hijr. Adapun Al Dhikir dimaknaai sebagai bentuk pengubahan (al-Qur’an) menjadi bahasa manusiawi yang secara literal berupa linguistik Arab, didasarkan pada surat al Ḥijr ayat 6-9 dan surat á¹¢ad ayat 1. Sedangkan makna Al FurqÄn yang berisi Sepuluh Wasiat (the ten commandements) yang menjadi titik temu agama samawi, Shahrur mendasarkannya pada pemahaman terhadap surat al-An’am ayat 151-153.Kata Kunci : Shahrur, ’Adamu TarÄduf