cover
Contact Name
Ridha Fadila Putri
Contact Email
ridhafadila61@gmail.com
Phone
+6282285329559
Journal Mail Official
stit.q@stit-alquraniyah.ac.id
Editorial Address
Jl. Affan Bachsin No.13 Manna Bengkulu Selatan 38518 Telp.(0739) 21689
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
ISSN : 24601292     EISSN : 27462773     DOI : Prefix by Crossref
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Education, which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of Islamic Education, Education Policy, Learning Strategy, Management Education, Islamic Economic as well as the examination of contemporary issues in the field Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Belajar Dalam Jaringan ( DARING) Diasti, Kermi
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.941 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.26

Abstract

Kebijakan pemerintah untuk menerapkan belajar jarak atau belajar dalam jaringan (Daring) sebagai solusi dalam pencegahan merebaknya virus covid-19 disambut baik oleh komponen sekolah, mulai guru, lingkungan, siswa maupun orangtua. Kebijakan itu tertuang dalam penegasan surat edaran (SE) Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan corona virus disease ( Covid-19) serta surat edaran (SE) Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2020.Kedua kebijakan ini mengatur mekanisme teknis pembelajaran, mulai tenaga pendidik, orangtua, siswa serta komponen pendidikan lainnya. Tujuannya sama memberikan hak dan kewajiban bagi warga belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keberlangsungan dunia pendidikan tetap berjalan, meskipun dalam kondisi dan situasi yang tengah melanda Negara atau dalam kategori darurat. Banyak orang tua yang belum mepunyai handphone juga keterbatasan ekonomi membuat perangkat belum menjadi pilihan utama. Belum lagi signal pada pemancar satelit, diakui memang fakta dan pengalaman di lapangan cuaca juga ikut ambil peran didalamnya. Alasannya, pemancar kerap terganggu atau mati dan tidak terkoneksi saat hujan dan putusnya aliran listrik. Kondisi ini membatasi ruang gerak dalam proses aplikasi belajar jarak jauah dalam jaringan. Rutinitas orangtua, yang kesehariannya dominasi menyerahkan sepenuhnya anak atau murid kepada guru dan sekolah, pasca kebijakan pemerintah itu membuat orangtua harus ekstra melakukan pendampingan dalam rangka mendukung keberhasilan belajar. jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode pengumpul data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga mendapatkan hasil bahwa pembelajaran berbasis dalam jaringan di MIN I Bengkulu Selatan, Penerapan pembelajaran berbasis dalam jaringan itu masih dalam tarap pembelajaran biasa, yakni dengan cara menggunakan beberapa aplikasi yang tersedia seperti aplikasi whatsaap, meeting zoom. Kemudian dalam tataran proses belajar adakalanya guru menyampaikan materinya dengan terlebih dahulu menghubungi siswanya melalui handphone. Untuk di MIN 1 Bengkulu Selatan pembelajaran berbasis dalam jaringan yakni dengan cara meggambungkan siswa dalam satu aplikasi yang utuh selanjutnya guru menyampaikan materinya. Faktor pendukung dan penghambat belajar Daring di MIN I Bengkulu Selatan untuk pendukung, kegiatan ini secara serentak dilakukan hampir di seluruh sekolah. Sehingga masing-masing sekolah tidak tabu dan kaget. Selanjutnya terdapatnya akses internet jaringan di masing-masing sekolah. Sementara untuk penghambat, kegiatan daring ini masih didominasi pada masih susah dan kurangnya akses signal. Kerap matinya jaringan listrik di desa kecamatan..Belum lagi kemampuan orangtua dalam mengoperasikan internet.
Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Pada Siswa SMP Negeri 7 Bengkulu Selatan Herawati, Emy; Dedi Irama
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.237 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.27

Abstract

“Ngelem dan Ngomik” adalah perilaku menyimpang yang sering dilakukan remaja usia sekolah. Menghirup uap lem berdampak pada syaraf otak dan meminum obat batuk Komix sachet jika dilakukan tidak sesuai anjuran juga berakibat buruk bagi syaraf seseorang. Di SMP Negeri 7 Bengkulu Selatan banyak siswa yang menyalahgunakan fungsi obat batuk Komix sementara penyalahgunaan lem justru berkurang. Hal terkait penyalahgunaan lem dan obat batuk inilah menjadi masalah yang dirumuskan sebagai berikut: bagaimana perilaku menyimpang terjadi pada siswa SMP Negeri 7 Bengkulu Selatan? Apakah faktor rendahnya pemahaman konsep diri dapat menyebabkan perilaku menyimpang pada siswa SMP Negeri 7 Bengkulu Selatan? Apakah faktor kurangnya kegiatan produktif yang dilakukan sekolah menyebabkan perilaku menyimpang pada siswa SMP Negeri 7 Bengkulu Selatan? Adapun hasil yang diperoleh meliputi: Perilaku menyimpang pada Siswa SMP Negeri 7 Bengkulu Selatan disebabkan oleh kurangnya perhatian, pembinaan dan pengawasan dari kedua orang tua di rumah. Pihak sekolah sudah berupaya selalu meningkatkan kepribadian siswa melalui ekstrakurikuler yang produktif. Perilaku menyimpang dipicu oleh sikap masyarakat yang cenderung permisif terhadap keadaan perkembangan remaja. Pemahaman akan konsep diri yang masih lemah menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa SMP Negeri 7 Bengkulu selatan. Kegiatan produktif yang diselenggarakan sekolah cukup membantu untuk mencegah terjadinya perlaku menyimpang, akan tetapi perwujudan dari makna kegiatan priduktif itu tidak diinternalisasikan siswa.
Evaluasi Program Ekstrakurikuler Baca Al-Qur’an Di SMP Negeri 03 Bengkulu Selatan Julianto, Alfin; Anisa Fitriah
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.876 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.28

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi program yang terdiri dari aspek context, input, process, dan product program ekstrakurikuller baca Al-Qur’an di SMPN 03 Bengkulu Selatan. Penelitian evaluasi program ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian yaitu aspek context dikatakan baik, karena program sudah sesuai dengan kebutuhan di SMPN 03 Bengkulu Selatan dan sumber daya sudah mendukung program, tujuan program sudah sesuai dengan kebutuhan di SMPN 03 Bengkulu Selatan. Aspek input dikatakan baik, karena program ekstrakurikuler telah memiliki kriteria yang ditentuka meliputi kompetensi yang dimiliki pembina program sudah sesuai dengan bidangnya, sarana dan prasarana untuk menunjang program sudah disediakan, siswa yang mengikuti program berjumlah 43 peserta dari kelas IX Tahun Ajaran 2019/2020, perencanaan sudah dilakukan sekolah dan anggaran dana disesuaikan dengan kebutuhan program. Aspek process dikatakan cukup baik, karena kegiatan program telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, pengelola dan pelaksana program sudah mampu menjalankan program sesuai dengan perencanaan dan melaksanakan tugas dan fungsinya, sarana dan prasarana sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan, hambatan yang dialami dari segi kurangnya waktu dan jumlah pembina program, dalam pelaksanaan program. Aspek product kurang baik, karena tujuan belum tercapai secara maksimal, terlihat dari jumlah siswa yang mengikuti program ekstrakurikuler kelas IX Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 43 peserta yang berhasil bisa membaca Al-Quran hanya 11 peserta.
Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD Rohmah Ivantri
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.169 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.29

Abstract

Learning activities in schools, known as the learning model. The learning model is a reference or guide for a teacher in selecting or implementing learning activities to be carried out. In Indonesian language lessonss in primary school/ Madarasah Ibtidaiyah (MI), to meet the achievement of learning objectives, it is necessary to determine the right learning model. Because Indonesian subjects in primary school/ MI are not only taught using Indonesian, but there must be activities that are interesting for students to want to take part in these learning activities. Meanwhile, in determining the learning model, it is necessary to pay attention to its characteristics, types, and applications. This is done so that the delivery of information to students can run smoothly. And various learning models can help teachers overcome learning problems that have been felt to be boring in class. Kata kunci: model pembelajaran, Bahasa Indonesia, MI/SD
Curriculum and Learning System at Nurul Islam Islamic Boarding School Cianjur Dera Nugraha; Nurwadjah Ahmas; Andewi Suhartini
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.746 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.33

Abstract

Pondok Pesantren is educational institution that still exist in Indonesia today. Nurul Islam is one of them located in Cianjur regency, has a place in the society so far. This study aims to see how the curriculum and learning system are presented to the students. The method used is descriptive qualitative, a method that seeks to raise a complete phenomenon, through in-depth data processing from selected informants. The results showed that the curriculum used was purely based on kitab kuning. The learning system is carried out with sorogan and balagan. Sevice the community, the madrasah / formal islamic school establishment, the sincerity of teachers, and the inculcation of values ​​to honor teachers have proven to make it exist across generations. Keywords: Curriculum, Learning system, Pesantren
Problematika Guru Fiqih Kelas X dalam Menerapkan Kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri Bengkulu Selatan Hadi, Kanti Aldino; Rahayu, Vina Putri; Fitri Indriani
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.881 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.34

Abstract

Perubahan KTSP menjadi kurikulum 2013 mengalami banyak kendala dan masalah yang terjadi dikalangan guru. Hal ini dikarenakan setelah diberlakukannya perubahan tersebut guru kesulitan untuk mengubah karena sudah terbiasanya dengan menggunakan kurikulum sebelumnya. Berdasarkan pengamatan yang dilihat bahwa masih banyak guru yang belum menerapkan perubahan dalam kurikulum 2013 seperti metode pembelajaran yang belum berkembang, sumber belajar yang masih terkendala dan masih banyak yang belum memahami penilaian dalam kurikulum 2013. Penulis ingin mengetahui apa problematika guru fiqih kelas X dalam menerapkan kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri Bengkulu Selatan? Dan Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi problematika pada pelajaran fiqih kelas X dalam menerapkan kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri Bengkulu Selatan? Tujuan penulis untuk mengetahui cara guru pelajaran fiqih kelas X dalam menerapkan kurikulum 2013 di MAN Bengkulu Selatan. 2. Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi problematika pada pelajaran fiqih kelas X dalam menerapkan kurikulum 2013 di MAN Bengkulu Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Proses pengumpulan data yaitu metode wawancara, observasi, dokumentasi dan uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Hasil yang penulis dapatkan yaitu Metode yang digunakan oleh guru saat mengajar belum berkembang, sumber belajar untuk pegangan siswa dan guru belum tersedia, sarana dan prasarana belum lengkap seperti infocus, dan guru kesulitan melakukan penilaian sikap dikerenakan di dalam kurikulum 2013 mempunyai bagian-bagian yang perlu dinilai dan penilaian sikap tidak dilakukan di dalam kelas saja tetapi juga perlu dilakukan diluar kelas. 2. Upaya yang dilakukan oleh guru fiqih kelas X untuk mengatasi masalah tersebut adalah membuat media demonstrasi sendiri, kemudian guru harus mencari informasi dari berbagai sumber yang mengenai kurikulum 2013 dan guru mendownload buku elektronik kurikulum 2013 di internet karena sudah disediakan oleh pemerintah.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 115 Bengkulu Selatan Astuti, Feky Fuji; Ardi Zulhakim
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.268 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.35

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah mirisnya Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 115 Bengkulu Selatan. Di SD ini dari 6 orang guru yang ada tidak ada satupun guru yang memiliki kualifikasi Pendidikan Agama Islam sehingga mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di ampuh oleh Kepala Sekolah. Selain itu kekurangan sarana dan prasarana, anggaran biaya, dan jauhnya lokasi Sekolah dari pusat kota menyebabkan kurangnya motivasi belajar Pendidikan Agama Islam di desa tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana faktor pendukung yang mempengaruhi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 115 Bengkulu Selatan,bagaimana faktor penghambat yang mempengaruhi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 115 Bengkulu Selatan serta kebijakan strategis Kepala Sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dengan alat pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian adalah ; (1) motivasi belajar siswa sangat tinggi disamping itu juga memiliki kendala seperti ; (2) kurangnya fasilitasa pembelajaran ; (3) tidak adanya guru Pendidikan Agama Islam ; (4) kurangnya pengetahuan siswa tentang Pendidikan Agama Islam. Tapi meskipun ada kendala para guru dan Kepala Sekolah terus bersemangat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Adapun media pembelajaran yang digunaka oleh guru di SD Negeri 115 Bengkulu Selatan media cetak dan media gambar maskipun hanya mempunyai dua media tapi dengan media itu guru bisa meningkatkan motivasi belajar siswa.
Model Pesantren Berbasis Industri dan Pinter Ngaji Omay Komarudin; Nurwadjah Ahmas; Andewi Suhartini
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.473 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.36

Abstract

The purpose of writing this article is to inspire a pesantren that can solve the problems of unemployment, weak character and weak mastery of religious science so that it becomes a model for industrial-based Islamic boarding schools and good at religion. The research method used is qualitative with a descriptive study approach to the research locus. The research instrument used was observation, interviews, and library research as well as supporting documents for this research. The results showed that the creation of international expertise skills was able to attract the employing industry with decent rewards, even the industry ordered IDN alumni, the cultivation of strong characters with 9 characters proved that students had the character of maturity, tough, champion, independent and visoner and useful character, by planting The religious practices that are practiced on a daily basis make the students have a handle on life and be able to worship daily properly.
Management of Teacher Working Group in Elementary School Hamsani
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.147 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.37

Abstract

This article aims to see the management functions of the implementation of the Teacher Working Group (TWG) program. Where in the implementation of these activities the management function is indispensable in the implementation of the activity itself. Researchers are motivated to conduct research by describing all planning, organizing, implementation and control activities in the TWG in cluster 5 of Palangka Raya city in Jekan Raya Subdistrict. With this TWG, educators can improve professionalism by discussing, the practice of making Lesson Plan, the preparation of annual programs (Prota), semester programs (Promes), analysis of lesson materials, teaching unit programs, learning methods, evaluation tools, teaching materials, the creation and utilization of teaching media can also be reviewed in this forum. This study used qualitative approach with descriptive design, to illustrate the management of TWG in Palangka Raya. The research object is Teacher Working Group (TWG) cluster 5 in Palangka Raya City. The research subjects were head of TWG Cluster 5, and Madrasah Supervisor. Study found planning of Teacher Working Group (TWG) cluster 5 based on Work programs which includes: General work program, principal program and meeting time and schedule which aims to optimize the activities, so that the activities carried out can run smoothly in realizing the professionalism of an educator. Organizing conducted by the TWG cluster 5 conducted at each activity in accordance with the area of expertise of each member. Implementation contained in the TWG cluster 5 is a meeting of activities that they do once a month to discuss the issue of learning in schools. Controlling is carried out by the chairman of the TWG cluster 5 is by identifying problems in the field, then formulating the solution of each problem that exists, so that each member can do the work according to the plan. Keywords: Teacher Working Group, Management of Teacher, Management Education
Penerapan Model Pembelajaran Sinektik Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pelajaran Aqidah Akhlak chandra, pasmah; Juliansyah; Malisa P. Ningsih
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.585 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i1.38

Abstract

The Synectics Model (Synectics) is a learning model designed to develop student creativity. During this time the process of learning morality is still conventional and the student's level of learning during learning is relatively low. So it is necessary to make efforts to improve student learning activities with synectic learning models. This type of research is classroom action research (CAR) with 2 (two) cycles. Data collection tools in this study are, observation, tests and documentation. The data analysis technique in this study was done by performing percentages or comparison of data between cycles I and II. The results of the study are learning by applying the Synectic learning model can increase the learning activeness of fifth grade students of Aqidah Akhlak in MI Nurul Huda Bengkulu City. This can be seen from each cycle (pre cycle, cycle I and cycle II). At the pre-cycle level of student activity only reached 30.55% (very poor), in the first cycle increased to 58.33% (not good) and in the second cycle experienced a significant increase to 83.33% (good).

Page 3 of 15 | Total Record : 144